Berita Terkini

Disiplin Rendah, Covid-19 Jabar Diprediksi Terus Meningkat

JABAR(Jurnalislam.com)- Pakar epidemiologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Bony Wiem Lestari memprediksi, peningkatan kasus positif COVID-19 di Provinsi Jabar bakal terus terjadi setidaknya hingga satu bulan ke depan.

Menurut Bony, rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19 di tengah penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal saat ini menjadi faktor utama penyebab naiknya peningkatan kasus COVID-19.

Oleh karenanya, Bony mengimbau masyarakat kembali mendisiplinkan diri menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Pasalnya, masyarakat adalah garda terdepan dalam perang melawan COVID-19. “Banyak bukti ilmiah bahwa memakai masker dan jaga jarak dapat mencegah penularan,”kata Bony, Sabtu (11/7/2020).

Staf pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unpad itu melanjutkan, para pakar di Jabar pun sebelumnya telah memprediksi lonjakan kasus bakal terjadi.

“Sekarang kasus positif di Jabar 4.951, bertambah 105 orang. Tidak beda jauh dengan estimasi kami di angka 5.000 kasus positif,” ungkapnya.

Sumber: sindonews.com

Indonesia dalam Bayang-bayang Resesi

JAKARTA(Jurnalislam.com)--Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami ketidakpastian saat pandemi. Bahkan kini risiko resesi menjadi sangat tinggi.

Pada kuartal I-2020, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 2,97%. Meski menjadi catatan terendah sejak 2001, tetapi itu bisa dicapai kala negara-negara lain mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif). Bahkan China mengalai kontraksi sampai -6,8%.

Namun pada kuartal II-2020, sepertinya Indonesia sudah tidak bisa menghindar dari kontraksi. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, memperkirakan ekonomi April-Juni akan terkontraksi dalam kisaran -3,5% hingga -5,1%

Jika pada kuartal III-2020 kontraksi kembali terjadi, maka Indonesia secara sah dan meyakinkan akan masuk jurang resesi. Pemerintah memperkirakan ekonomi pada kuartal III-2020 berada di kisaran -1% hingga 1,2%. Kemungkinan kontraksi masih ada, sehingga risiko resesi tidak bisa dikesampingkan.

“Secara definisi begitu (resesi). Namun kita berharap kuartal III tidak negatif,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Teranyar adalah Japan Center for Economic Research (JCER) yang memperkirakan Indonesia bakal resesi. Pada kuartal II-2020, JCER memperkirakan kontraksi ekonomi Ibu Pertiwi berada di -3,2%.

Kemudian pada kuartal berikutnya terjadi kontraksi -1,2% dan pada kuartal terakhir 2020 ada kontraksi -0,1%. Jadi ekonomi Indonesia sepanjang 2020 diperkirkaan mengkerut -0,3%.

Sumber: cnbcindonesia.com

 

Tolak RUU HIP, Ormas Islam Jateng Siap Jihad Lawan Komunis

KLATEN (Jurnalislam.com)- Aksi penolakan terhadap RUU HIP terus dilakukan sejumlah di berbagai daerah.

Ribuan umat Islam dari Jawa Tengah dan Yogyakarta melakukan aksi turun ke jalan untuk ikut mendesak DPR RI mencabut RUU HIP, Jum’at, (10/7/2020).

Berbagai ormas yang hadir tersebut diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Barisan Muda Klaten (BMK), Jama’ah Ansharu Syariah, Front Jihad Islam (FJI), Hamka Darwis, Harokah Islamiyah, Laskar Ummat Islam Surakarta (LUIS), dan Dewan Syariah Surakarta (DSKS).

Sebelumnya massa melakukan konvoi mengunakan kendaraan dari Masjid Al Aqsho Klaten menuju depan DPRD Klaten untuk melakukan orasi.

Ketua MMI Klaten Ustaz Bony Azwar Perwakilan membacakan Ikrar Aliansi Laskar Islam Jateng dan DIY yang dikuti seluruh peserta aksi.

“Kami aliansi laskar Islam Jateng dan DIY dengan ini berikrar dan bertekad, bahwa kami akan menjadi pembela agama,bangsa dan negara,” tegasnya.

“Kami siapa siaga dan menyiapkan diri untuk jihad mempertahankan aqidah Islam dan melawan kaum komunis di bawah komando ulama,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa umat Islam Jateng DIY siap siaga dan menyiapkan diri menjaga darah ulama dari serangan kaum komunis.

“Kami siap siaga dan menyiapkan diri untuk menghadapi gerombolan Trisila dan ekasila yang akan mengganti Pancasila dan Kami siap siaga dan menyiapkan diri dari serangan operasi intelejen hitam pro komunis,” tandasnya.

Setelah orasi dari perwakilan masing-masing elemen kemudian acara di tutup dengan do’a oleh ketu FPI Jawa Tengah ustadz Rofi’i.

Datangi DPRD Klaten, Ribuan Warga Jateng Tolak RUU HIP

KLATEN (jurnalislam.com)- Aksi penolakan terhadap RUU HIP terus dilakukan sejumlah di berbagai daerah.

Ribuan umat Islam dari Jawa Tengah dan Yogyakarta melakukan aksi turun ke jalan untuk ikut mendesak DPR RI mencabut RUU HIP, Jum’at, (10/7/2020).

Berbagai ormas yang hadir tersebut diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Barisan Muda Klaten (BMK), Jama’ah Ansharu Syariah, Front Jihad Islam (FJI), Hamka Darwis, Harokah Islamiyah, Laskar Ummat Islam Surakarta (LUIS), dan Dewan Syariah Surakarta (DSKS).

Sebelumnya massa melakukan konvoi mengunakan kendaraan dari Masjid Al Aqsho Klaten menuju depan DPRD Klaten untuk melakukan orasi.

Perwakilan DSKS Ustaz Yusuf Suparno dalam orasinya menegaskan bahwa RUU HIP adalah upaya dari Komunis untuk menguasai NKRI.

“Ada 3 pokok yang akan kami sampaikan yang pertama Pancasila sudah final dan tidak perlu RUU HIP, RUU HIP adalah  produk  Komunis gaya baru, Laskar Islam Jateng dan DIY menuntut tangkap dan  adili inisiator RUU HIP,” katanya di depan ribuan peserta aksi.

Erdogan: Haghia Sophia Menjadi Masjid Seperti Keinginan Sultan Alfatih

ISTANBUL(Jurnalislam.com) — Presiden Turki Recep Tayyip Edogan menyatakan Hagia Sophia di Istanbul adalah masjid pada Jumat (10/7) kemarin yang ditandai dengan pelaksanaan sholat yang dimulai pada dua pekan lagi atau 24 Juli.

Hal ini setelah pengadilan tinggi memutuskan pengalihan bangunan kuno menjadi museum adalah ilegal.

Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat kemarin, hanya beberapa jam setelah putusan pengadilan diterbitkan.

“Dengan putusan pengadilan ini, dan dengan langkah-langkah yang kami ambil sejalan dengan keputusan itu, Hagia Sophia menjadi masjid lagi, setelah 86 tahun, seperti yang diinginkan Fatih, penakluk Istanbul,” kata Erdogan dalam pidato nasional, dilansir dari Reuters, Sabtu (11/7).

Erdogan juga menyinggung soal sejarah pada saat-saat kritis Kekaisaran Bizantium dan pendiri republik modern. Dia mengatakan, Turki sekarang dapat meninggalkan sumpah Allah, keuntungan dan malaikat, sebagaimana yang dikatakan Fatih, Sultan Ottoman Mehmet II, yang menyebut ketiganya akan menyertai siapa saja yang mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.

“Seperti semua masjid kami, pintu Hagia Sophia akan terbuka untuk semua, penduduk lokal dan asing, Muslim dan non-Muslim,” kata Erdogan, yang pada Jumat kemarin menandatangani pengelolaan situs dengan Direktorat Urusan Agama.

Amerika Serikat, Rusia, dan para pemimpin gereja termasuk yang menyatakan keprihatinan tentang pengalihan status Situs Warisan Dunia UNESCO itu. Apalagi Hagia Sophia merupakan titik fokus dari kekaisaran Byzantium Kristen dan Kekaisaran Ottoman Muslim. Sekarang menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.

Sumber: republika.co.id

Gercep, Bareskrim Tangkap Pembobol Data Denny Siregar

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap FPH, tersangka pelaku ilegal yang membobol data Denny Siregar. FPH (26) merupakan karyawan outsourcing di Surabaya, Jawa Timur.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaoldi Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, mengatakan tersangka FPH bekerja sebagai customer service layanan telekomunikasi Rungkut. FPH secara diam-diam telah mengambil data  buzzer Denny Siregar tanpa izin.

Kemudian, kata Reinhard, data tersebut dikirimkan ke akun Twitter @opposite6890. Setelah itu @opposite6890 mengunggah di akunnya.
“Karena data itu ada di sistem, jadi tidak bisa di-copy paste sehingga pelaku meng-capture dan mengirimkan ke akun @opposite6890 lewat DM (direct message) di Twitter,” tutur Kombes Reinhard.

Reinhard mengatakan bahwa tersangka FPH bukan bagian dari tim akun @opposite6890. “FPH melakukan perbuatannya karena simpati dengan akun @opposite6890 dan tidak menyukai postingan Denny Siregar,” katanya.

Dari pelaku, tim penyidik telah menyita sejumlah barang bukti berupa satu KTP, satu ponsel, satu komputer, dan satu unit simcard milik pelaku.

Sumber: republika.co.id

MUI Terbitkan Fatwa Idul Adha dan Kurban di Masa Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Komisi Fatwa Mejalis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah Covid-19. Fatwa ini menekankan pentingnya memperhatikan protokol kesehatan saat ibadah shalat idul Adha maupun kala menyembelih hewan kurban.

 

Mengutip isi fatwa tersebut, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Asrorun Niam Sholeh menyampaikan, pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan perlu saling menjaga jarak (physical distancing) dan meminmalisir terjadinya kerumunan.

 

“Selama kegiatan penyembelihan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun selama di area penyembelihan, setiap akan mengantarkan daging kepada penerima, dan sebelum pulang ke rumah,” katanya, Jum’at (06).

 

Dia mengatakan, fatwa ini menganjurkan agar penyembelihan kurban dapat dilaksanakan bekerjasama dengan rumah potong hewan. Ketentuan tentang ini, sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standard Sertifikasi Penyembelihan Halal.

 

“Apabila ketentuan seperti itu tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan,” katanya.

 

Berdasarkan fatwa itu pula, dia melanjutkan, pelaksanaan penyembelihan herwan kurban bisa memaksimalkan keluasan waktu selama empat hari yaitu sejak hari raya Idul Adha sampai tanggal 13 Dzulhijjah.

 

Pendistribusian daging kuban pun, kata dia, juga harus dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

 

“Pemerintah memafasilitasi pelaksanaan protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah kurban agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan terhindar dari potensi penularan Covid-19,” paparnya.

Sambangi DPRD Jateng, FUIS Minta RUU HIP Dicabut, Bukan Ditunda

SEMARANG(Jurnalislam.com)—Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menggelar aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang – Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan kantor DPRD Jawa Tengah, Jl Pahlawan Semarang, Jum’at (10/7/2020).

Aksi yang dimulai seusai sholat Jum’at tersebut diawali dengan long march dari Masjid Baiturrahman simpang lima menuju kantor DPRD Jateng untuk beraudiensi.

Dalam audiensi, perwakilan peserta aksi dari Dewan Dakwah, ustaz Deden Abdul Kohar  menyampaikan aspirasinya disampaikan ke pusat meminta agar Pancasila jangan dirubah karena akan mengorek duka lama atas pembantaian sadis yang dilakukan PKI.

“Jika ini diugkit-ungkit lagi berati akan mengungkit duka lama, ” kata dia.

Sedangkan dari Pengacara Muslim, Aditya dengan tegas meminta kepada DPR dan Pemerintah untuk mencabut RUU HIP dan tidak ada pembahasan lagi apapun bentuk perubahan namanya.

“Kita tidak hanya menolak, tapi dibatalkan tidak ada pembahasan sama sekali,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, H. Romli Mubarok yang menjadi wakil ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi saat menerima perwakilan Ormas Islam menyampaikan bahwa aspirasinya akan disampaikan ke pusat karena menurutnya yang berhak dan menetapkan undang-undang adalah DPR RI dan Pemerintah

“Semua yang disampaikan akan kami sampaikan kepada yang punya kompetensi,” responnya.

FUIS mengakhiri aksinya tersebut menjelang waktu asar dengan membacakan pernyataan sikap bersama, diantara butir pernyataan sikap tersebut adalah “Tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang PEMBUBARAN partai komunis indonesia, adalah sebuah bentuk pengabaian terhadap fakta sejarah yang sadis, biadab dan memilukan yang pernah dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, sehingga sama artinya dengan persetujuan terhadap pengkhianatan bangsa tersebut”.

Massa Forum Umat Islam Semarang Desak RUU HIP Dicabut

SEMARANG(Jurnalislam.com)—Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menggelar aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang – Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan kantor DPRD Jawa Tengah, Jl Pahlawan Semarang, Jum’at (10/7/2020).

Aksi yang dimulai seusai sholat Jum’at tersebut diawali dengan long march dari Masjid Baiturrahman simpang lima menuju kantor DPRD Jateng.

Wahyu Kurniawan, ketua FUIS menyampaikan aksinya tersebut adalah bentuk dukungan terhadap maklumat MUI terkait penolakan RUU HIP yang akan merubah Pancasila menjadi Trisila maupun Ekasila.

“Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap maklumat MUI tentang penolakan RUU HIP, yang mana itu akan merubah warisan para leluhur pendiri negeri ini yaitu Pancasila,” ucapnya

Ia pun menambahkan bahwa aksinya tersebut merupakan protes terhadap pemerintah yang belum mencabut RUU tersebut karena secara tidak langsung akan memberikan peluang PKI untuk bangkit.

“Kalau RUU ini tidak dicabut pemerintah, akan memberi peluang PKI untuk bangkit lagi,” tambahnya.

 

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia bersama Komite Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali mengadakan agenda tahunan yaitu Anugerah Syiar Ramadan (ASR).

 

ASR yang akan dilaksanakan besok, Sabtu (11/7) ini berlangsung berbeda karena dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. ASR kali ini akan dihelat secara virtual dan ditayangkan langsung di TV MUI (Official TV MUI).

 

Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, Asrori S Karni, mengatakan acara akan dibuka Wakil Presiden RI, KH MA’ruf Amin. Sejumlah pejabat negara yang akan hadir adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Menteri Agama, Fachrul Rozi, Ketua KPI Pusat Agung Suprio, dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz.

 

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi, akan mewakili pimpinan MUI.

 

Asrori menjelaskan, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, penghargaan diberikan kepada insan media (televisi) yang dengan baik syiar Ramadan.

 

“Ada lima belas kategori yang diberikan dalam kegiatan ini,” ujar dia di Jakarta, Jumat (10/7).

Penghargaan itu meliputi program-program sebagai berikut:

 

Program Liputan Ramadhan, Program Ajang Bakat, Program Sinetron, Program Film Anisasi, Program Ramadhan Feature dan Dokumenter, Program Ramadhan Wisata Budaya, Program Dakwah Talkshow, Program Dakwah Non-Takhshow (Ceramah), Program Dakwah Non-Talkshow (Kultum), serta kategori pamungkas yaitu Televisi Terbaik Anugerah Syiar Ramadan 2020.

 

Selain itu, kategori lain adalah terkait kepemudaan. Kategori itu di antaranya Aktor Muda dan Aktris Muda Inspiratif, Penyanyi Pria Muda Inspiratif dan Penyanyi Wanita Muda Inspiratif,  Dai Muda Inspiratif dan Daiyah Muda Inspiratif, Qari Muda Inspiratif dan Qariah Muda Inspiratif, Host Muda Inspiratif, serta Grup Musik Muda Inspiratif.