Berita Terkini

Anies: 66 Persen OTG Covid Disekitar Kita

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Jakarta kembali mencatatkan rekor baru penambahan kasus positif covid-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar, hingga mencapai 404 kasus. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengingatkan kepada warga untuk terus menjaga protokol kesehatan.

“Kami selalu perhatikan angka persentasenya, karena itu bisa membuat kita menganggap ini sesuatu yang bisa kita antisipasi atau perkembangan yang bisa dikendalikan,” kata Anies lewat siaran Youtube Pemprov DKI, Minggu (12/7/2020).

Selama Juli sejak tanggal 4 sampai sekarang, klaster terbesar otomatis pasien rumah sakit sebanyak 45,26%. Kedua pasien komunitas sebanyak 38% atau mereka yang berada di lingkungan kita. Lalu di pasar 6,8 %, dan pekerja migran 5,8%, dan sisanya dari perkantoran.

“Saya perlu ingatkan pada semua, 66% yang kita temukan adalah OTG, orang yang tak sadar dia telah terekspos. Artinya kalau tidak kami datangi, tim Puskesmas tidak melakukan tes, barangkali yang bersangkutan tidak merasa positif. Ini sebabnya kita harus hati-hati. Berbeda kalau yang kita temukan yang sakit, yang datang ke rumah sakit,” tegas Anies.

Mantan Mendikbud itu berharap masyarakat selalu waspada untuk menekan angka penularan. “Jadi saya ingatkan masyarakat Jakarta, kita harus hati hati, jangan anggap enteng, jangan merasa bebas dari Covid-19. Karena kalau kondisi ini terus berlangsung bukan tidak mungkin kita akan kembali ke situasi sebelum ini. Karena itulah saya ingin sampaikan kepada semuanya,” tuturnya.

Sumber: sindonews.com

Menular Via Droplet, Masyarakat Diminta Gunakan Masker dengan Benar

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Virus Corona (Covid-19) dapat menyebar melalui droplets dari orang yang membawa virus ke orang yang sehat. Oleh karena itu, penggunaan masker bersamaan dengan face shield diyakini mampu menurunkan potensi terpapar Covid-19.

“Sisi yang lain penularan melalui droplet harus kita cegah. Kita tidak boleh mengandalkan hanya menggunakan face shield saja. Gunakan masker ini yang penting dan gunakan masker apapun,” kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Yuri pun menegaskan penggunaan masker harus dengan benar. Dia menyadari bahwa masker yang tidak convert, tidak nyaman bahkan membuat orang menjadi tidak bisa bertahan lama menggunakan masker.

“Oleh karena itu pilihlah masker yang nyaman masker yang masih memberikan ruang diantara masker dengan lubang hidung, ada ruang sehingga kita bisa bernafas dengan baik,” tegasnya.

Yuri mengingatkan dalam menggunakan masker jangan menurunkan masker ke dagu. Hal ini sama saja akan mencemari masker yang kita pakai dengan virus lain.

“Kita tidak menyadari bahwa menurunkan masker ke dagu itu sama dengan mencemari bagian dalam masker dengan penyakit yang mungkin nempel dagu. Sehingga kalau kemudian kita naikkan lagi ke atas itu tidak memberikan makna yang baik untuk kita,” katanya.

Oleh karena itu kalau memang terpaksa harus melepas masker lepas, jangan disangkutkan di dagu. Karena troubled atau kuman penyakit yang ada di luar yang mungkin nempel di dagu pindah ke bagian dalam dari masker.

Sumber: sindonews.com

Kronologi Ikhsan Tewas Usai Ditangkap Densus, Keluarga Minta Keadilan

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Aksi penangkapan terhadap terduga teroris berujung kematian yang dilakukan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali terulang.

Muhammad Jihad Ikhsan (22) warga Mojosongo, Jebres, Surakarta harus meregang nyawa usai ditangkap oleh tim Densus 88 di Dukuh Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo pada jum’at, (10/7/2020).

MJI ditangkap usia melakukan shalat Jum’at berjamaah di Masjid Baiturahman tak jauh dari lokasi penangkapan. MJI diketahui mengontrak rumah di Dukuh Ngruki RT 01/RW 16.

Warga setempat mengaku mendengar ada suara tembakan saat terjadi pengkapan yang terjadi begitu cepat tersebut, diduga MJI ditembak oleh Densus 88, hal itu diperkuat adanya bercak darah di lokasi pengkapan MJI.

“Saya waktu itu dirumah, tapi sempat mendengar ada bunyi tembakan,” kata Suwarno Kamto (72) pria penjual es kelapa muda yang berjualan di sekitar lokasi penangkapan MJI dikutip dari tribunsolo.com.

Suwarno melanjutkan bahwa MJI yang melintas mengunakan sepeda tersebut sebelumnya dipepet oleh beberapa motor dan mobil.

Hingga akhirnya menyebabkan MJI dua kali terjatuh dan kemudian melarikan diri menuju kebun pisang yang berada di belakang lapak es degan muda miliknya.

Kemudian beberapa orang dari dalam mobil keluar untuk mengejar MJI sambil menodongkan senjata hingga menuju kebun pisang. Dan terdengar tiga kali suara letusan yang diduga dari senjata api milik Densus 88.

MJI akhirnya ditangkap dan dimasukan ke dalam mobil kemudian dibawa pergi meninggalkan lokasi penangkapan.

MJI Meninggal

Sehari usai penangkapan, MJI dikabarkan meninggal dunia setelah sempat dilakukan operasi pengangkatan proyektil di RS Dr Kariadi Semarang. MJI sebelumnya juga sempat dirawat di RS Bhayangkaraya Semarang.

MJI sendiri diduga meninggal dunia akibat luka tembak tembak di bagian paha dan perut.

Sementara ayah korban, Kemis (55) mengaku mendapatkan informasi kematian anaknya pada sabtu, (11/7/2020) malam.

Ia kemudian dampingi Sekertaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono menuju Semarang untuk mengambil jenazah anaknya.

Keluarga diinapkan oleh petugas sebab proses penyerahan jenazah anaknya baru diberikan pada hari ahad, (12/7/2020) di RS Bhayangkara Semarang.

Jenazah keluar dari kamar jenazah RS Bhayangkara Semarang pada ahad, sekitar pukul 14.00 wib untuk dibawa ke Sukoharjo dan kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo.

“Dan mereka polisi bilang bahwa ada dua luka tembakan di kaki dan perut,” kata ayah korban Kemis saat membawa jenazah putranya menuju Sukoharjo.

Saat ini, pria yang sehari hari bekerja sebagai buruh tersebut tidak mengetahui kesalahan apa yang dilakukan anaknya hingga harus meregang nyawa di tangan Densus 88.

Kemis pun berharap aparat kepolisian bisa memberikan penjelasan secara detail kepada keluarga terkait tindakan sewenang wenang pihak aparat terhadap anaknya.

“Saya menyesalkan, apakah tidak ada tindakan lain kok harus seperti itu, kok harus ditembak, (kenapa harus ditembak-red),” katanya kepada jurnalislam.com ahad, (12/7/2020).

“Berarti kan ada unsur supaya anak ini mau dipateni (dibunuh-red), karena nyatane ditembak di kakinya masih bisa melawan terus perutnya yang di tembak kok,” imbuhnya.

Keluarga Minta Keadilan

Kemis menjelaskan bahwa keluarga akan berkonsultasi dengan tim kuasa hukum keluarga dalam upaya mencari keadilan atas kematian anaknya.

“Kemungkinan ada, nanti kita akan konsultasi dulu, saya sebagai keluarga berharap ada penjelasan yang sebenarnya dari pihak aparat,” ungkapnya.

MJI sendiri dikaitkan dengan aksi penyerangan terhadap anggota Polres Karanganyar di lereng Gunung Lawu Karanganyar yang dilakukan oleh Karyono Widodo beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Inspektur Jendral Argo Yuwono dalam siaran persnya mengaku bahwa MJI melakukan perlawanan saat akan ditangkap oleh tim Densus 88.

“Tersangka melawan dengan senjata tajam, sehingga dilakukan tindakan yang terarah dan terukur,” katanya.

Anies Ancam Pengetatan PSBB Jika Warga Tak Disiplin

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warga Jakarta untuk lebih waspada saat berada di luar rumah. Hari ini Jakarta mencatat rekor baru di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dengan penambahan kasus covid-19 sebanyak 404 orang.


“Ada titik-titik yang harus diwaspadai. Pertama adalah tempat transportasi umum. Di situ ada situasi harus menjaga jarak dan seringkali sulit,” ujar Anies lewat siaran Youtube Pemprov DKI, Minggu (12/7/2020).

 

Kedua, lanjut Anies, penularan Covid-19 ada di Pasar. Kondisi di pasar, interaksi itu pendek. “Pastikan semuanya disiplin. Kita pun melakukan pengawasan, pemantauan, ada lebih 300 pasar. Ada 153 di bawah Pemprov DKI dan sisanya pasar rakyat,” kata mantan Mendikbud itu.

Protokol kesehatan seperti jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker harus senantiasa digalakkan.

“Hal paling sederhana, pakai masker di mana saja, kapan saja, dalam aktivitas apa saja. Kedua, jaga jarak aman. Satu meter. Ketiga,mencuci tangan dengan sabun. Lalu pastikan tempat kita berkegiatan tidak lebih dari kapasitas 50 persen,” ungkap Anies.

“Yang paling penting, jangan ragu untuk mengingatkan siapapun, kapanpun, di manapun. Tegur bila ada yang tidak pakai masker. jika tidak ada yang jaga jarak, bila ruagannya lebih dari 50 persen kapasitas. Jadi, jangan anggap ini sekadar urusan pemerintah. Bukan, ini urusan kita semua,” sambungnya.

Anies juga mengancam apabila kasus tetap naik, maka PSBB akan semakin diperketat seperti sebelumnya. “Khusus hari ini Jakarta mengalami lonjakan kasus tertinggi.
Saya ingatkan kepada semua. Jangan sampai situasi ini berjalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat. Bila itu terjadi, maka kita semua kembali di dalam rumah,” tukasnya.

Jika itu terjadi, perekonomian akan terhenti, keagamaan terhenti, sosial terhenti. Artinya, semuanya yang akan merasakan kerepotannya. “Kebijakan kita semua utamakan keselamatan. Jangan sampai anggap enteng. Mari disiplin, Insya Allah angka ini akan menurun,” tutup Anies.

Sumber: sindonews.com

Putera KH Maimoen Zubair Gus Kamil Meninggal Dunia

REMBANG(Jurnalislam.com) – Kabar duka menyelimuti DPRD Kabupaten Rembang dan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketua DPRD Rembang Majid Kamil MZ sekaligus putra almarhum ulama kharismatik Maimoen Zubair, meninggal dunia, Ahad (12/7/2020) pukul 19.50 WIB.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Gus Kamil tersebut menjalani perawatan dan meninggal di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Menurut kabar, Gus Kamil sempat berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 sehingga harus mendapat perawatan isolasi.

Kakak dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen ini juga menjadi salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang. Majid Kamil merupakan Ketua DPRD Rembang yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Rembang.
“Beliau tokoh besar, putra dari ulama besar KH Maimoen Zubair, tapi beliau tidak menampakkan itu, beliau sederhana, bersahaja,” ujar politikus PPP, Muhamad Ngainirrichadl, saat dikonfirmasi.

Kabar duka itu pun dengan cepat menyebar di media sosial. Beragam ungkapan duka disampaikan termasuk dari ulama asal Rembang KH Musthofa Bisri atau yang biasa disapa Gus Mus.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, turut berbela sungkawa atas wafatnya KH Majid Jamil Maimoen Zubair. Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikannya dan mengampuni selurih dosanya,” kata Gus Mus dalam unggahan di akun Instagram @s.kakung.
Sumber: sindonews.com

Masker Jadi Kunci Pencegahan Covid-19 di Ruang Tertutup

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Nasional, I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengungkapkan bahwa selain melalui percikan droplet, penularan covid-19 juga dapat terjadi melalui transmisi udara atau airborne transmission.

Kendati demikian, penelitian transmisi melalui udara sampai saat ini masih terus dikaji seiring dengan perkembangan pemahaman pada virus tersebut oleh para ahli.

Mahardika yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menjelaskan potensi penyebaran COVID-19 dapat terjadi melalui udara, apabila berada pada tempat yang tertutup.

“Ini (COVID-19) biasanya dalam setting ruangan tertutup, misalnya bus, ruangan yang memiliki air conditioner (AC), pusat perdagangan, perkantoran, dan restoran yang memiliki ventilasi buatan atau ber-AC,” jelas Mahardika.

Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Nasional Budiman Bela menambahkan, selain tempat yang tertutup, udara dingin pada ruang tertutup meningkatkan potensi terjadinya penularan COVID-19.

Namun, jika orang-orang yang ada di ruang tertutup itu menggunakan masker dan menjaga jarak, maka potensi aktivitas transmisi virus akan jauh lebih rendah.

“Tempat tertutup itu berpotensi menular juga, apalagi kalau kondisi udara dingin. Tetapi jika kita menggunakan masker dan menjaga jarak, kemungkinan untuk menular itu jauh lebih kecil,” tambah Budiman.

Sumber: sindonews.com

Tim Bencana MUI-BNPB Edukasi Mitigasi Bencana Lewat Dakwah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Rapat Kerja Tim Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyepakati rencana kerja edukasi dan sosialisasi bencana alam dan non-alam. MUI akan fokus pada mitigasi bencana melalui edukasi dan sosialiasi ke umat Islam.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan perencanaan yang dilakukan melalui raker ini karena MUI menyadari Indonesia begitu berpotensi bencana alam seperti gempa, atau non alam seperti kabut asap, banjir, dan bencana penyakit dan bencana sosial seperti narkoba .

Dari identifikasi dan perencanaan, kata dia, tim dapat menenetapkan sarana dan sumberdaya manusia apa saja yang dibutuhkan dalam menangani bencana. Menetapkan tiap proses atau langkah yang diperlukan dalam menangani bencana. Termasuk strategi khusus dengan kompetensi khusus terhadap kondisi darurat.

“Kita juga menentukan jalinan komunikasi internal dan eksternal dalam menghadapi bencana, agar penanganan bencana dapat dilaksanakan secara efektif, dan dampak buruknya dapat dimitigasi sesegera mungkin,” ujar dia saat menutup Raker Tim Penanggulangan Bencana MUI kerjasama BNPB di Jakarta, Sabtu (11/7) malam).

Buya Zainut mengatakan, menyarakan agar tim bisa melakukan kolaborasi dengan banyak pihak lain terkait strategi penanggulangan bencana. Hal ini didasari pada mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam. Sedangkan peran ulama begitu penting dan masih sangat berpengaruh di tengah masyarakat.

“Suara Ulama yang mampu mensyiar dan berdakwah dengan lembut, dapat mempengaruhi umat serta menjadi wasilah bagi pemerintah dan seluruh elemen lain yang peduli terhadap bagaimana meningkatkan kesadaran umat untuk memitigasi dampak bencana bila terjadi,” ujar dia.

Sementara itu, Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, mengutarakan arah kebijakan MUI dalam mitigasi bencana berpusat pada mempertahankan 5 aspek tujuan syariat (maqashid syariah) yaitu menjaga jiwa, agama, akal, harta, dan nasab. Dua aspek yang pertama yaitu jiwa dan agama adalah domain yang melandasi fatwa-fatwa Covid-19 yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

“MUI tidak hanya untuk menjaga diri, tetapi jangan sampai agama kita terkorbankan, jangan sampai perintah Tuhan tak terlaksanakan, ujar dia.

Dia menambahkan, dalam konteks penanggulangan bencana, arah kebijakan MUI adalah sejalan dengan pemerintah. Dia pun mengajak segenap pihak tidak saling menyalahkan satu sama lain dan bergotong royong menghadapi bencana, terutama Covid-19.

Bagaimanapun kata dia, bencana yang berlaturut-larut akan berdampak pada bencana lainnya seperti sosial, ekonomi, hingga politik. Multiefek bencana ini tentu semua pihak tidak menginginkan hal itu terjadi.

“Kita seiring sejalan dengan pemerintah, agar jangan sampai krisis politik tidak terjadi. Kita bisa cegah jangan sampai ada krisis sosial. Kita berusaha cegah jangan krisis ekonomi berlarut, kita harus segara meungkin keluar dari Covid-19,” ujar dia.

Lebih lanjut, Buya Anwar menambahkan sepakat dengan kampanye BNPB 4 sehat 5 sempurna sebagai ikhitar menjaga imunitas tubuh. Hanya saja, dalam perspektif agama perlu ditambah dengan prinsip halal dan thayib.

Sekretaris Utama BNPB, Harmensyah, mengatakan kebijakan BPNB terhadap bencana terdiri dari tiga tahapan yaitu pra bencana, saat bencana (tanggap darurat), dan pascabenaca. BNPB menyadari betul peran besar MUI dalam upaya mitigasi bencana ke masyarakat. Ini pula yang melandasi nota kesepahaman MUI-BNPB yang ditandatangi pada 8 Juni lalu.

“Ini tentunya bukan hanya untuk di Jakarta, tapi juga untuk provinsi, kab/kota se Indonesia,” ujar dia.

Dia menggarisbawahi, rencana kegiatan tahun ini akan dititikberatkan pada edukasi dan sosialisasi melalui ceramah di berbagai forum keagamaan seperti di mushala, masjid, dan majelis taklim serta di berbagai platform media. Dengan demikian masyarakat akan semakin mempunyai bekal mitigasi bencana.

“Jika terjadi bencana tidak tergagap, tidak terdadak, sehinggaa siap. Bencana boleh saja terjadi, tak bisa kita tolak, tapi kita siap bencana agar jauh dari kita,” tutur dia.

Rapat kerja dihadiri sejumlah pimpinan MUI antara lain KH Shodikun Ketua Bidang Seni Budaya, KH Zaitun Rasmin yang juga Ketua Satgas Covid-19 MUI, Buya Najamuddin Ramly Wakil Sekjen dan juga Ketua Panitia, KH Rofiqul Umam Ahmad Wasekjen dan Ustadz Yusuf Martak Wakil Bendahara MUI.

Anugerah Syiar Ramadan 2020 Apresiasi Tayangan Ramadhan Terbaik

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Anugerah Syiar Ramadan (ASR) 2020 mengapresiasi lembaga penyiaran, praktisi, dan dai muda atas program tayangan Ramadhan 1441 H/2020 M yang edukatif dan inspiratif.

Apresiasi ASR 2020 yang merupakan hasil kerjasama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga ini digelar virtual pada Sabtu (11/7/2020), di Jakarta.

Wakil Presiden RI Prof KH Ma’ruf Amin memuji insan pertelevisian yang tetap menyajikan konten berkualitas di tengah Pandemi Covid-19. Menurut Wapres yang juga Ketua Umum MUI ini, meskipun media dari sisi bisnis menghadapi masalah besar, namun itu tidak menyurutkan kualitas tayangan.

“Saya   memberikan   apresiasi   kepada seluruh  pelaku  industri  penyiaran  Indonesia  yang tetap bertahan dalam situasi sulit seperti sekarang ini,” kata dia.

Wapres melihat kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat lembaga penyiaran untuk tetap menyemarakkan Ramadhan. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat terus menayangkan program siaran yang berkualitas, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

Pada umumnya, kata dia, dunia penyiaran merasakan dampak berat akibat pandemi ini. Itu terlihat dari pengurangan beberapa program siaran. Tenaga SDM yang biasanya mengurus program terkendala dengan regulasi protokol kesehatan.

Kondisi itu, kata dia, diperparah dengan iklan dan hak siar yang semakin merosot. Beberapa perusahaan yang biasanya menaruh iklan di televisi juga mulai mengurangi  porsi iklannya demi efisiensi.

Meski begitu, dia tetap mengajak industri pertelevisian memanfaatkan momentum ini sebagai peluang. Masyarakat saat ini banyak yang melakukan aktivitas hanya di dalam rumah dan itu menguatkan kembali posisi televisi.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, berharap para pemuda bisa bekerjasama dan terus menghasilkan kreatifitas dalam berkarya terlebih menjelang bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.

“Kita akan berhadapan dengan bonus demografi, suatu tantangan besar untuk kita semua bagaimana supaya bonus demografi ini bisa bermanfaat untuk bangsa kita, negara kita, jangan sampai pemuda disini hanya bisa menjadi beban,” ungkapnya dalam sambutan acara Anugerah Syiar Ramadhan 2020, Jakarta (11/07).

Dia berpesan kepada para pemuda di zaman sekarang ini agar paham terhadap literasi media, sehingga tidak hanya menjadi objek pengkonsumsi tayangan televisi melainkan juga menjadi subjek yang memproduksi tayangan-tayangan yang menarik dan juga edukatif.

Dia juga menekankan saat ini lembaga penyiaran akan sangat dituntut sekali bisa memberikan tayangan yang lebih berkualitas dan inspiratif di tengah melonjaknya jumlah pemirsa televisi.

 

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom)  MUI, KH Masduki Baidlowi, menyampaikan, industri penyiaran memiliki kewajiban menyajikan konten bermutu kepada publik dan hal itu sudah diupayakan dengan baik sesuai pantauan MUI dan KPI.

 

Namun, dia menekankan, konten berkualitas itu tidak boleh  berhenti pada Ramadhan saja. Produksi konten berkualitas ini juga bentuk tanggung jawab industri pertelevisian sebagai pemakai frekuensi radio yang terbatas.

 

Dia menambahkan, kehadiran konten berkualitas di industri pertelevisian, diharapkan bisa menjadi alat konfirmasi informasi media sosial yang banjir hoaks.

 

“Kita berhadapan dengan media sosial yang sangat kotor,  media penyiaran bisa menjadi konfirmatif berita hoaks di media sosial. Kita harapkan berkiprah lebih baik lagi,” ujar dia.

 

Apresiasi yang sama juga disampaikan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio, mengatakan berharap tayangan Ramadhan bisa menjadi inspirasi pada bulan-bulan setelahnya, karena pemilihan konten tayangan saat Ramadhan menurutnya hanya yang betul-betul berkualitas yang akan ditayangkan.

 

Menurutnya, ASR ini menjadi penting karena sebagai bentuk manifestasi dari apresiasi untuk semua lembaga maupun individu yang sudah mau berjuang dan bekerja keras memperbaiki kualitas tayangan televisi di Indonesia.

 

ASR 2020 menobatkan SCTV menjadi Televisi Terbaik. Ketua Komisi Infokom MUI, Asrori S. Karni mengatakan, SCTV menjadi pemenang karena programnya paling banyak  menang di sembilan kategori ASR.

 

Masing-masing kategori memiliki kriteria penilain berbeda. Pemenangnya adalah yang terbaik dari nomine lain, tidak pernah mendapatkan sanksi KPI, dan Produksi TV dalam negeri.

 

Sementara itu, kata dia, jumlah nominasi untuk kategori pemuda inspiratif lebih banyak. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dorongan agar talenta muda bangsa semakin bersemangat berkarya dalam bidang pertelevisian.

 

Penghargaan pemuda inspiratif ini sekaligus ajang pemberian stimulus agar menimbulkan dampak motivasi kepada kalangan muda lainnya.

 

  1. Pemenang ASR 2020 Kategori Pemuda Inspiratif:
  2. Kategori Aktor Muda Inspiratif : Syakir Daulay
  3. Kategori Aktris Muda Inspiratif : Betari Ayu Almadania
  4. Kategori Group Musik Inspiratif : The Amazing Putri Bani Harum (TAPBH)
  5. Kategori Penyanyi Pria Inspiratif : Fildan Rahayu
  6. Kategori Penyanyi Wanita Inspiratif : Nada Shikkah
  7. Kategori Dai Muda Inspiratif : Muhammad Azhari
  8. Kategori Daiyah Muda Inspiratif : Mumpuni Handayayekti
  9. Kategori Qari Muda Inspiratif : Muzamil Hasballah
  10. Kategori Qariah Muda Inspiratif : Nadia Hawasyi
  11. Kategori Host Muda Inspiratif : Lesti Kejora

 

  1. Daftar Pemenang Tayangan Ramadhan Terbaik

 

  1. Kategori Program Liputan Khusus Ramadhan : “Anak Pesantren” Seputar Inews Pagi
  2. Kategori Program Ajang Bakat: Beraksi di Rumah Saja INDOSIAR
  3. Kategori Program Dakwah Talkshow: Sahur Time Kompas TV
  4. Kategori Program Dakwah Non-Talkshow berbentuk Cermaah: Asmaul Husna METRO TV
  5. Kategori Dakwah Non Talkshow: Mutiara Hati SCTV
  6. Kategori Program Sinetron: Para Pencari Tuhan Jilid 13 SCTV
  7. Kategori Film Animasi: Lorong Waktu SCTV
  8. Kategori Ramadhan Fiture dan Dokumenter: Program Masjid Bersejarah Nusantara RTV
  9. Kategori Program Ramadhan Wisata Budaya: Muslim Travelers NTW TV

MUI Tegaskan Tolak RUU HIP dan Apapun RUU Penggantinya

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menegaskan penolakan MUI terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Selain itu MUI juga menolak RUU penggantinya.

“MUI dan ormas-ormas Islam di dalamnya tegas menolak RUU HIP dan juga RUU penggantinya,” kata Muhyiddin, Ahad (12/7).

Melalui sebuah maklumat, MUI berpandangan bahwa RUU HIP memeras pancasila menjadi Trisila lalu menjadi Ekasila yakni gotong royong adalah nyata-nyata merupakan upaya pengaburan dan penyimpangan makna dari Pancasila.

Upaya itu secara terselubung ingin melumpuhkan keberadaan sila Pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yang telah dikukuhkan dengan Pasal 29 Ayat (1) UUD Tahun 1945.

Dalam maklumat itu, RUU HIP juga dipandang menyingkirkan peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap keberadaan Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 sebagai dasar negara sehingga bermakna pula sebagai pembubaran NKRI yang berdasarkan pada lima sila tersebut.

Muhyiddin juga menyadari bahwa ada RUU yang hendak diajukan setelah RUU HIP ditolak, yaitu RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP).

Sumber: republika.co.id

 

Kasus Covid Terus Bertambah, Masyarakat Diminta Jangan Terbuai New Normal

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyampaikan keprihatinanya atas munculnya klaster baru dengan 1.262 kasus positif Covid-19 di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Itu menjadi pertanda semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan lebih tinggi.

Dia meminta, pemerintah kembali mempertimbangkan opsi pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dia secara khusus kembali meminta pemerintah melanjutkan dan meningkatkan pemeriksaan dengan rapid test maupun PCR massal.

Langkah itu, untuk mendeteksi adanya OTG, kemudian melakukan tracing dan melakukan langkah-langkah pencegahan penularan.

“Kami juga mengajak masyarakat agar semakin waspada, tidak euforia dengan pemberlakuan new normal, karena sampai sekarang Pandemi masih di depan mata,” ujar Mufida.

Di sisi lain, pemerintah juga diminta tidak hanya mengumbar sengkarut soal anggaran penanganan Covid-19 yang sangat lamban turun.

Dia menunggu realisasi janji-janji kabinet dan Presiden Joko Widodo soal percepatan pencairan anggaran yang jadi evaluasi besar pemerintah.

Anggaran harus dijamin tersedia. Setelah itu icairkan dan dialokasikan untuk penanganan Covid-19 secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Jika sudah menembus 70 ribu kasus dan terus bertambah tidak bisa tidak harus ada ketersediaan anggaran yang cepat dalam penanganan Covid-19 dan tolong juga alokasikan penganggaran untuk penelitian penemuan vaksin Covid-19,” ujarnya.

sumber: republika.co.id