Responsive image
Responsive image
Responsive image

Anies Ancam Pengetatan PSBB Jika Warga Tak Disiplin

Anies Ancam Pengetatan PSBB Jika Warga Tak Disiplin

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warga Jakarta untuk lebih waspada saat berada di luar rumah. Hari ini Jakarta mencatat rekor baru di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dengan penambahan kasus covid-19 sebanyak 404 orang.


“Ada titik-titik yang harus diwaspadai. Pertama adalah tempat transportasi umum. Di situ ada situasi harus menjaga jarak dan seringkali sulit,” ujar Anies lewat siaran Youtube Pemprov DKI, Minggu (12/7/2020).

 

Kedua, lanjut Anies, penularan Covid-19 ada di Pasar. Kondisi di pasar, interaksi itu pendek. “Pastikan semuanya disiplin. Kita pun melakukan pengawasan, pemantauan, ada lebih 300 pasar. Ada 153 di bawah Pemprov DKI dan sisanya pasar rakyat,” kata mantan Mendikbud itu.

Protokol kesehatan seperti jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker harus senantiasa digalakkan.

“Hal paling sederhana, pakai masker di mana saja, kapan saja, dalam aktivitas apa saja. Kedua, jaga jarak aman. Satu meter. Ketiga,mencuci tangan dengan sabun. Lalu pastikan tempat kita berkegiatan tidak lebih dari kapasitas 50 persen,” ungkap Anies.

“Yang paling penting, jangan ragu untuk mengingatkan siapapun, kapanpun, di manapun. Tegur bila ada yang tidak pakai masker. jika tidak ada yang jaga jarak, bila ruagannya lebih dari 50 persen kapasitas. Jadi, jangan anggap ini sekadar urusan pemerintah. Bukan, ini urusan kita semua,” sambungnya.

Anies juga mengancam apabila kasus tetap naik, maka PSBB akan semakin diperketat seperti sebelumnya. “Khusus hari ini Jakarta mengalami lonjakan kasus tertinggi.
Saya ingatkan kepada semua. Jangan sampai situasi ini berjalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat. Bila itu terjadi, maka kita semua kembali di dalam rumah,” tukasnya.

Jika itu terjadi, perekonomian akan terhenti, keagamaan terhenti, sosial terhenti. Artinya, semuanya yang akan merasakan kerepotannya. “Kebijakan kita semua utamakan keselamatan. Jangan sampai anggap enteng. Mari disiplin, Insya Allah angka ini akan menurun,” tutup Anies.

Sumber: sindonews.com

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X