Berita Terkini

Selama Pandemi, Penjualan Pangan Online Tumbuh 74 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perum Bulog menyebut lini bisnis penjualan pangan melalui platform e-commerce mampu menghasilkan pertumbuhan omzet bulanan sebesar 74 persen pada semester pertama 2020 dibanding tahun lalu.

Peningkatan yang besar itu dinilai dampak dari pemberlakuan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) yang diterapkan di hampir seluruh daerah.

“Kami mencatat terjadinya peningkatan antusias masyarakat Indonesia khususnya Jakarta dalam berbelanja sembako melalui daring di iPangananDotCom, kata Direktur Komersial Bulog lewat keterangan resminya, Selasa (4/8).

Ia menjelaskan, rata-rata peningkatan omzet bulanan dari penjualan daring sejak diluncurkan Agustus hingga Desember 2019 sebesar 35 persen. Selanjutnya menjadi 74 persen di semester pertama 2020.

“Itu artinya iPangananDotCom mengalami pertumbuhan hampir 50 persen,” katanya menambahkan.

Mansur menambahkan, iPangananDotCom yang dapat diakses melalui platform Shopee mulanya hanya berpusat di Jakarta. Namun kini telah memiliki enam cabang lain yaitu di Medan, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, dan Makassar. Menurutnya, anjuran PSBB dari pemerintah pusat telah membuat masyarakat dapat beradaptasi melakukan pembelian sembako secara daring.

“Kami terus memberikan pengalaman berbelanja sembako yang mudah dan menyenangkan melalui berbagai promo dan gratis ongkos kirim di iPangananDotCom,” ujarnya.

Ia menjelaskan, iPangananDotCom menyediakan ratusan produk pangan non beras lainnya seperti minyak goreng, terigu, dan gula.

Sementara itu, untuk jenis produk yang paling laku dalam penjualan melalui iPangananDotCom cukup beragam. Di antaranya,  Beras Medium Nanas Madu, Beras Premium Cap Tanak, Beras Medium Selerakita, Beras Premium Pulen Wangi, dan Beras Medium Tani Makmur serta Beras bervitamin Fortivit untuk beras khusus.

Beras yang dijual di iPangananDotCom sebagaian besar dalam kemasan Vakum dalam ukuran 5 kilogram (kg), dan 1 kg untuk beras khusus seperti fortivit, beras merah, beras hitam, dan beras susu.

“Beras yang kami sediakan di iPangananDotCom sangat beragam, ada lebih dari 50 merk beras yang sudah disesuaikan dengan taste masing-masing daerah sehingga masyarakat dapat memilih sendiri sesuai seleranya, misalnya di Medan suka merk CapTanak, orang Jateng suka yang pulen ada Beras Premium Pulen Wangi,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Pangan hingga Akhir Tahun

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta meminta, pemerintah memastikan ketersediaan beras hingga akhir tahun.

Meluasnya pandemi Covid-19 telah mempengaruhi sektor pertanian dan perdagangan di seluruh dunia akibat implementasi berbagai kebijakan pembatasan.

Di Indonesia, kata dia, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga membuat kinerja sektor pertanian menurun dan hal tersebut memengaruhi ketersediaan pangan di pasar. Pandemi Covid-19 merebak di saat produksi pangan yang melimpah.

Data FAO 2020 menunjukkan, pasokan sereal global mendekati rekor tertinggi karena kondisi cuaca yang bersahabat. FAO memperkirakan produksi beras dunia akan mencapai 509,2 juta ton pada tahun 2020, lebih tinggi 1,7 persen jika dibanding 2019.

“Perkiraan ini menunjukkan pasokan beras global lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan internasional dengan rasio stok terhadap penggunaan 35,3 persen,” kata Felippa dalam pernyatan resmi CIPS, Selasa (4/8).

Sementara itu, kondisi sebaliknya terjadi di dalam negeri. Dia menuturkan, data Kementerian Pertanian 2020 menunjukkan adanya penurunan jumlah produksi beras pada tahun ini.

Sumber: republika.co.id

 

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Minggu kemarin, 2 Agustus 2020, ada deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).Deklarasi ini digagas oleh sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal sangat kritis terhadap pemerintah.

Lahirnya KAMI merupakan tindak lanjut dari 9 tokoh oposisi. Semula 9 tokoh, sekarang bertambah dan semakin banyak jumlahnya

9 tokoh itu adalah Abdullah Hehamahua, Emha Ainun Najib, Din Syamsudin, Gus Najih, Habib Rizieq, Rizal Ramli, Refly Harun, Rocky Gerung dan Said Didu.

Dari 9 tokoh itu, kini jumlahnya sudah semakin banyak. Ada dari militer seperti Gatot Nurmantyo. Ada juga Rahmawati Soekarno Putri. Ada ekonom Ichsanudfin Nursy.

Ada aktifis seperti Syahganda Naenggolan, Ahmad Yani, Habib Muchsin, Habib Smith Alhaddar, MS Ka’ban, Jumhur Hidayat, Sri Bintang Pamungkas dan Chusnul Mar’iyah. Ada juga dari tokoh NU yaitu Djoko Edy dan Rachmad Wahab.

Berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menimbulkan sejumlah pertanyaan: apakah Indonesia dalam kondisi tidak selamat? Lalu, mau menyelamatkan Indonesia dengan cara apa?

Dari banyak komentar sejumlah tokoh yang tergabung dalam KAMI, nampak tegas kesimpulannya bahwa Indonesia sedang menuju ke arah yang salah. Bisa hancur akibat cara yang keliru dalam mengelola negara. Zig zag dan cenderung ugal-ugalan.

Bermula dari ambisi infrastruktur yang membuat hutang negara mengalami pembengkakan yang luar biasa. Sekitar 7000 T. Korupsi makin masif yang diantaranya mengakibatkan sejumlah BUMN bangkrut. Terbit UU yang “dicurigai” untuk melindungi para koruptor dan perampokan negara. Terutama revisi UU KPK, UU Corona dan UU Minerba. Belum lagi RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang semakin memangkas hak – dan memiskinkan- buruh.

Lahirnya KAMI adalah bagian dari bentuk keprihatinan atas bangsa yang semakin hari semakin terpuruk.

Penguasa dengan semua aturan dan kebijakannya dianggap lebih berpihak pada korporasi, dari pada memikirkan nasib rakyatnya sendiri.

Tanpa UU Corona, UU Minerba dan RUU Omnibus Law, kehidupan rakyat sudah sangat berat. Lahirnya sejumlah UU dan RUU tersebut membuat kehidupan rakyat semakin frustrasi. Belum lagi hukum yang cenderung berpihak kepada orang-orang seperti Djoko Tjandra, Harun Masiku dan Abu Janda. Representasi dari konglomerasi, partai pengusung dan kelompok pendukung. Halo E-KTP?

Terkini adalah RUU HIP. MUI dan lebih dari 200 ormas menolak RUU ini karena dianggap sebagai upaya untuk memberi peluang bangkitnya komunisme. Tapi, pemerintah dan fraksi PDIP nampaknya kekeh dan tetap akan mensukseskan RUU HIP ini. Meski kali ini diwacanakan dengan nama RUU BPIP.

Belum lagi praktek politik yang menganut asas “demokrasi terkendali”. Semua dikontrol, baik melalui Undang-undang maupun aparat.

Dari semua keprihatinan ini, lahirlah KAMI. Dari segi nama, gerakan ini fokus untuk menyelamatkan bangsa. Bagaimana cara menyelamatkannya? Menasehati dan kritik pemerintah? Sudah. Bahkan tiap hari. Demo? Sering sekali. Apakah berpengaruh? Tidak! Lalu? Apakah mau ganti presiden dengan memintanya mundur? Pasti presiden gak bakal mau. Bisa-bisa akan dianggap makar.

Tapi setidaknya, berkumpulnya para tokoh nasional dari berbagai unsur bangsa ini akan menjadi perhatian tersendiri bagi rakyat Indonesia saat ini. Apalagi jika jumlah tokoh semakin banyak dan mendapatkan semakin besar dukungan dari rakyat, maka segala kemungkinan bisa terjadi.

Biaya Haji dan Umroh Akan Naik 30-50 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Perjalanan haji dan umroh musim depan akan naik 30-50% karena kenaikan PPN di Arab Saudi dan biaya tambahan terkait protokol kesehatan. Hal ini dikatakan Ketua Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Indonesia (SAPUHI), Syam Resfiadi Sapuhi.

“Akan ada biaya yang lebih tinggi untuk setiap komponen, seperti tiket pesawat, hotel, sewa tenda di Arafah dan Mina, transportasi bus, tes swab Covid-19 dan sebagainya,” kata Syam, yang juga pemilik Patuna Travel seperti dilansir Salaam Gateway, Senin (3/8).

Arab Saudi meningkatkan pajak pertambahan nilai dari 5% menjadi 15% mulai Juli. Kerajaan menangguhkan semua perjalanan umroh sejak 27 Februari sebagai bagian dari upaya untuk membatasi penyebaran virus corona.

Mereka juga menghentikan semua penerbangan internasional sejak Maret, memaksanya untuk mengadakan haji yang secara substansial diperkecil dari sekitar 1.000 jamaah yang telah tinggal di Kerajaan.

Syam mengharapkan Arab Saudi untuk membuka kembali musim haji tahun depan, pada 2021, dan agar industri pulih pada 2022.

Ia menghargai insentif pajak yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah Indonesia, dari potongan PPN 1% seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92 / 2020. Namun, ia menambahkan, inisiatif tersebut hampir tidak berdampak. Misalnya, untuk paket umrih dengan harga 28 juta rupiah ($ 1.917), diskon akan menghasilkan pengurangan 280.000 rupiah dan tidak akan benar-benar membuat terasa dibandingkan dengan kenaikan besar dalam PPN yang dikenakan oleh Arab Saudi.

“Daripada insentif pajak seperti itu, saya pikir itu lebih berguna jika pemerintah atau Badan Pengelola Dana Haji (BPKH) mengembalikan dana setoran untuk jamaah haji dan umroh yang dibatalkan kepada kami sehingga kami dapat menyimpannya di bank-bank Islam karena mereka memberikan hasil investasi yang lebih tinggi. Pemberi pinjaman memberi kami hasil investasi 2% per tahun, dibandingkan dengan 1% BPKH per tahun. Pada akhirnya, para peziarah akan menerima lebih banyak manfaat,” tambahnya.

Irfan Setiaputra, CEO maskapai nasional Garuda Indonesia mengatakan kepada Salaam Gateway bahwa maskapai tidak akan mempersulit proses pengembalian uang tiket dan penjadwalan ulang penerbangan untuk jamaah haji.

Dia menambahkan bahwa Garuda juga menunggu kabar dari Arab Saudi karena tidak ada penerbangan yang bisa dijadwalkan tanpa mengetahui kapan Kerajaan akan mencabut larangan umroh dan terbuka untuk pengunjung internasional lagi.

“Kami hanya mempersiapkan penjadwalan ulang, tetapi kepastian penerbangan masih tunduk pada kebijakan Saudi,” kata CEO Garuda.

Kementerian Agama Indonesia sudah mulai merencanakan musim haji berikutnya untuk hijriah tahun 1442. Pemerintah akan memprioritaskan keberangkatan haji dan umroh yang dibatalkan tahun ini, Oman Fathurahman, juru bicara kementerian mengatakan kepada Salaam Gateway.

“Kami sedang dalam diskusi awal tentang langkah-langkah yang perlu disiapkan setelah Arab Saudi membuka kembali pengunjung, mengidentifikasi potensi masalah teknis yang mungkin timbul dan memetakan mitigasi,” kata Oman.

“Kita juga perlu menyiapkan dan menghitung ulang jumlah jamaah haji yang harus diprioritaskan untuk keberangkatan begitu Saudi dibuka kembali,” tambahnya.

Oman mengatakan bahwa untuk haji terbatas tahun ini yang melibatkan sekitar 1.000 jamaah haji, 13 orang di antaranya adalah orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi. Mereka saat ini tinggal di beberapa kota termasuk Riyadh, Madinah, Yanbu, Makkah, Jeddah dan Al Khobar dan berasal dari latar belakang profesional yang berbeda, termasuk perawat dan guru.

Sumber: ihram.co.id

Haji Berakhir, Jamaah Mulai Tinggalkan Mekah

MAKKAH(Jurnalislam.com) — Jamaah haji mulai meninggalkan Mekah pada hari Ahad malam setelah menyelesaikan ‘haji luar biasa’ pada tahun 2020 ini. Mereka sebelumnya telah meninggalkan kota tenda Mina setelah menyelesaikan lempar  jumrah dan kemudian untuk melakukan Tawaf Al-Wida  perpisahan) untuk menandai berakhirnya ibadah haji.

Berbicara kepada Saudi Gazette, beberapa peziarah menyatakan kegembiraan karena mendapatkan kesempatan emas dan berkat ilahi untuk menjadi di antara terbatasnya jumlah ‘Tamu Allah’ dalam perjalanan haji paling lancar yang diadakan di tengah protokol pandemi koronavirus yang ketat.

Mereka memuji upaya luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi,terutama Kementerian Haji dan Umrah dan semua lembaga yang terlibat dalam ziarah untuk layanan yang membantu mereka melakukan ritual mereka dengan mudah dan nyaman. Mereka meminta Allah untuk menerima haji mereka dan memberi rahmat kepada semua orang yang berkontribusi pada kelancaran ibadah haji tahun ini.

Para peziarah memulai melempar jumrah  sore kemarin dengan cara yang tertib dan damai dengan kepatuhan ketat pada protokol kesehatan. Mereka melempari tujuh batu kerikil pertama di Jamrat Al-Sugra, kemudian di Jamrat Al-Wusta, dan akhirnya di Jamrat Al-Aqba.

Meskipun haji, salah satu dari lima rukun Islam, ditutup secara resmi pada hari Senin ini atau hari ketiga Tashreeq (Ayyam Al-Tashreeq), para peziarah diizinkan untuk pergi sehari sebelumnya. Semua jemaah haji tahun ini, yang merupakan tamu dari Kementerian Haji dan Umrah, mengambil keuntungan dari konsesi untuk menyelesaikan hajinya lebih awal.

Sebuah kontingen besar pasukan keamanan dan personil Pertahanan Sipil serta petugas kesehatan terlihat di berbagai titik di kompleks Jamarat yang canggih, mengawasi kelancaran pelaksanaan melempar jumrah. Setelah mencapai akomodasi mereka di menara perumahan Mina, peziarah mengepak barang bawaan mereka dan naik bus yang membawa mereka ke Makkah untuk melakukan tawaf Wida (perpisahan) .

Kebanyakan para jamaah haji memang meninggalkan Mekah pada hari Ahad, sementara beberapa jamaah haji dari daerah terpencil di Arab Saudi akan tinggal selama beberapa waktu tergantung pada jadwal penerbangan keberangkatan mereka

Sumber: republika.co.id

Nadiem Minta Maaf, Muhammadiyah Tetap Tak Terlibat POP Kemendikbud

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengapresiasi silaturrahim Mendikbud Nadiem Makarim ke PP Muhammadiyah serta keputusan mengevaluasi program organisasi penggerak (POP). Pada kesempatan tersebut, Mendikbud menyampaikan permintaan agar Muhammadiyah bisa bergabung dengan program POP.

 

“Terkait dengan permintaan tersebut, sesuai hasil rapat bersama PP Muhammadiyah dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang (Dikti Litbang), Muhammadiyah  memutuskan untuk tetap tidak berperan serta dalam program POP,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Jurnalislam.com, Senin (3/8).

 

Mu’ti menyampaikan, Muhammadiyah sedang fokus pada keberlanjutan pendidikan yang sempat terhenti karena Covid-19. Termasuk program-program lain dan turunannya yang selama ini menjadi fokus Muhammadiyah.

 

“Sekarang ini sekolah atau madrasah dan perguruan tinggi (Muhammadiyah) sedang fokus penerimaan peserta didik baru dan menangani berbagai masalah akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berharap organisasi penggerak, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang selama ini sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan, —bahkan jauh sebelum negara ini berdiri–, dapat kembali bergabung dalam mendukung Program Organisasi Penggerak (POP).

 

“Dengan penuh kerendahan hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna,” ujar Nadiem, Selasa (28/7).

 

Nadiem memastikan bahwa Putera Sampoerna Foundation bersama Tanoto Foundation akan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung POP.

 

“Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut. Dengan demikian, harapan kami ini akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan, dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,” ujar Nadiem dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Ini Saran Muhammadiyah untuk Bersiap Hadapi Resesi Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Peningkatan kasus Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi yang cukup jauh terintegrasi dengan ekonomi global bakal membuat perekonomian rawan resesi.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengatakan kondisi ini berpotensi menimpa Indonesia dimana ekonomi belum pulih pascapandemi Covid-19 menerjang Indonesia. Penilaian ini juga didasari pada beberapa negara yang mengalami resesi.

 

“Oleh karena itu, dengan adanya beberapa negara mitra kita yang mengalami resesi, maka masalah kapan negeri ini akan mengalami hal serupa tentu tinggal menghitung bulan, kalau tidak bisa dikatakan menghitung hari.

Hal penting yang sekarang kita lakukan adalah bagaimana kita bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” katanya kepada Jurnalislam.com Selasa (04/08/2020).

 

Upaya tersebut penting dilakukan agar resesi tidak terlalu keras memukul ekonomi rakyat banyak. Ini bisa dilakukan karena selama ini ekonomi Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor, melainkan masih banyak digerakkan oleh tingkat konsumsi masyarakat.

 

“Untuk itu yang perlu kita perhatikan dan jaga ke depan adalah bagaimana caranya supaya tingkat konsumsi masyarakat masih tetap bisa tinggi terutama untuk barang-baranf primer dan sekunder,” katanya.

 

Perhatian pemerintah bagi mempertahankan dan meningkatkan daya beli rakyat harus menjadi sesuatu yang penting, karena dengan itulah roda kehidupan ekonomi berupa supply and demand tetap bisa hidup dan menggeliat.

Buya Anwar menyarankan enam rekomendasi utama, pertama, kebijakan pemerintah yang menyangkut bantuan langsung tunai untuk beberapa bulan atau satu tahun ke depan masih perlu diteruskan dan dipertahankan, agar ekonomi rakyat di lapis bawah tetap terus bisa hidup dan tumbuh serta berkembang tanpa itu maka tentu akan sulit.

 

“Kedua, pemerintah harus bisa mengalokasikan dana dan anggarannya untuk benar-benar bisa difungsikan bagi menggerakkan ekonomi rakyat dengan membeli barang-barang dan jasa dari UMKM serta mengurangi, kalau tidak bisa menghentikan sama sekali permintaan terhadap barang-barang impor,” ujarnya.

 

Ketiga, masyarakat harus bisa menjadikan momentum krisis ekonomi sekarang untuk bisa bangkit dan mendorong masyarakat agar benar-benar mencintai produk bangsanya sendiri dan itu harus dicontohkan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya. Keempat memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan usahanya lewat pemberian kemudahan dalam bidang permodalan, sumberdaya dan pemasaran.

 

“Kelima mengusahakan agar kegiatan produksi masyarakat harus bisa berjalan dengan lancar. Untuk itu, manajemen dan efektifitas serta efisiensi kerja masyarakat harus bisa terbangun dengan baik agar cost atau biaya yang mereka keluarkan bisa ditekan serendah-rendahnya, agar mereka bisa mendapatkan profit yang pantas sehingga hal ini diharapkan akan bisa meningkatkan daya belinya,” ujarnya.

 

Keenam, mengingat penduduk Indonesia masih banyak yang tinggal di desa. Oleh karena itu pemerintah harus bisa membuat kebijakan yang tidak hanya berpihak kepada masyarakat kota, tapi juga kepada masyarakat desa.

 

“Perlu dilakukan reformasi sosio-ekonomi di pedesaan yang akan dapat membantu menaikkan pendapatan riil mereka,” ucapnya.

MDS dan Fos Care Tebar Kurban ke Daerah Rawan Akidah

WONOGIRI (Jurnalislam.com)–Wabah COVID-19 menjadi hantaman berat bagi dunia termasuk Indonesia. Meskipun belum ada kepastian kapan berakhir, namun semua itu tak menyurutkan semangat umat Islam untuk berkurban.

 

Bekerjasama dengan tim Melangkah Dengan Sedekah (MDS) pada sabtu, (1/8/2020) FOS CARE menggelar acara “Tebar Qurban di Daerah Rawan Pemurtadan” Danan, Giriwoyo, Wonogiri.

 

“Desa Danan menjadi lokasi tebar kurban tahun ini, dikarenakan kurangnya dakwah Islam serta banyaknya berdiri rumah ibadah bahkan sekolah agama lain, sehingga hal ini sangat berbahaya sekali bagi umat Islam”, kata Kris selaku Humas MDS.

 

Selain itu, daerah yang terkenal dengan tiwulnya ini, ternyata minim sekali antusias masyarakat untuk berkurban.

 

Kepala Desa Danan, Supardi mengatakan “Beberapa waktu lalu, saya sempat berusaha mencari bantuan & donasi agar ada penyembelihan hewan kurban di desa kami, mengingat masa pandemi kali ini membuat masyarakat terasa berat untuk membeli hewan berkurban”.

 

Protokoler Kesehatan

 

Tinggal satu hari lagi beranjak menuju wonogiri, namun secara tiba-tiba ada perubahan acara yang harus dipenuhi oleh tim relawan dari Solo.

 

“Kami diminta membatasi rombongan hanya 10 orang saja yang boleh datang di lokasi” kata Kris.

 

Lantas kemudian, rombongan yang awalnya berjumlah 50 orang dikurangi menjadi 10 orang saja demi menjalankan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemda setempat.

 

Padahal, ada sebagian sohibul kurban yang ingin hadir ingin melihat langsung hewan kurbannya saat disembelih. “Kecewa iya, tapi bagaimana lagi demi kebaikan bersama,” tambah Kris.

 

Dibantu beberapa orang warga dan takmir masjid, sejumlah 3 ekor sapi & 6 ekor kambing selesai disembelih & dibagikan kepada warga Danan.

 

“Alhamdulillah, meskipun dalam masa pandemi penyembelihan hewan kurban berjalan lancar dengan tetap menggunakan masker, handsanitizer & menyesuaikan prorokoler kesehatan,” kata Ketua FOS CARE, Gus Romi.

 

Di akhir acara, tampak kebahagiaan sejumlah warga Danan karena bantuan hewan kurban dari relawan.

 

Kali ini, tebar kurban melibatkan dari berbagai elemen Islam Solo, DSKS, Dakwah Squad, And We Care, Laskar Sedekah, Kajian Joglo Arrohmah dan deretan elemen Islam lainnya. Ucapan terimakasih pun silih berganti warga sampaikan.

 

“Sebelumnya kami mohon maaf jika ada kesalahan & ketidaknyamanan kurban di desa kami ini, tidak lupa saya ucapkan banyak terimakasih atas kesediaannya berkurban di desa kami,” tambah Supardi, Kepala Desa Danan.

Aliansi Umat Islam Mojokerto Laporkan Kasus Pelecehan Habib Rizieq

MOJOKERTO (Jurnalislam.com)- Aliansi Umat Islam Mojokerto (AUIM) yang terdiri dari beberapa Ormas mengadakan Audiensi dengan pihak Polresta Mojokerto, Senin (3/8/2020).

 

Audensi tersebut respon atad kejadian di Depan Gedung DPR/MPR RI tanggal 27 Juli 2020 oleh segerombolan orang yang dianggap melecehkan, menghina, dan mengancam membunuh Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab.

 

Atas kejadian tersebut Aliansi Umat Islam Mojokerto (AUIM) yang diketuai oleh H. Ahmad menyatakan sikap  Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di depan gedung DPR / MPR RI.

 

Aliansi Umat Islam Mojokerto (AUIM) akan menempuh jalur Hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepolisian.

 

Bahwa IB-HRS sebagai WNI  memiliki hak dan kebebasan untuk pulang kembali ke Tanah Air Indonesia kapan saja tanpa tekanan atau ancaman maupun intimidasi dari pihak manapun.

 

“Kami menuntut dengan tegas agar Inisiator RUU HIP dan Partai yang ingin merubah (MAKAR) terhadap Pancasila di proses Hukum Jika ini tidak diproses secara Hukum maka Netralitas dan Nasionalis POLRI sebagai penegak Hukum dan TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI dan pancasila patut dipertanyakan,” kata H. Ahmad.

 

Aliansi Umat Islam Mojokerto (AUIM) menegaskan bahwa kejadian serupa agar tidak terjadi di Wilayah Mojokerto, apabila terdapat kejadian dimaksud maka kami (AUIM) yang akan turun untuk menindak lanjuti.

 

Atas pernyataan sikap AUIM itu, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, SIK, MIK menanggapi bahwa,  Terima kasih AUIM telah bersikap koorporatif dengan mengajukan Audiensi kepada Kepolisian (Khususnya Polres Mojokerto Kota) dan tidak melaksanakan aksi turun kejalan dalam menyikapi kejadian adanya Pembakaran dan Perobekan Foto / Gambar Habib Rizieq Syihab di Gedung DPR/MPR RI pada 27 Juli 2020 yang lalu.

 

Setiap peristiwa tindak kejahatan yang terjadi dikarenakan adanya aksi dan reaksi, dalam hal ini adanya aksi yaitu Pembakaran dan Perobekan Foto / Gambar Habib Rizieq Syihab, dan sebagai reaksi yakni Pernyataan sikap dari AUIM mengenai aksi tersebut.

 

“Patut kiranya kejadian yang terjadi tersebut dapat disikapi dengan bekerja bersama-sama sehingga tidak terjadi hal serupa di Wilayah Hukum Polres Mojokerto Kota” ungkap Kapolresta Deddy Supriadi.

 

Reporter: Yan Aditya

Cerita Nostalgia Ustaz Abdul Somad Ketika Jadi Santri

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dai kondang Ustaz Abdul Somad alias UAS mengenang kembali saat dirinya remaja berstatus santri di Pondok Pesantren Darul Arafah, Deliserdang, Sumatera Utara.

 

UAS mengunggah foto nostalgia saat dirinya jadi santri di Darul Arafah. Dalam foto yang diposting di Instagram @ustadzabdulsomad_official itu terlihat, UAS berdiri di barisan belakang bersama para santri lain mengenakan seragam putih, celana gelap dan berdasi. UAS melingkari wajah dirinya di foto tersebut.

 

Ada dua foto yang diunggah UAS, satu lagi foto terbaru bersama temannya dan alumni Darul Arafah yang dulu sering diceritakan oleh gurunya semasa masih tinggal di pesantren.

 

“1993 saya masuk Pesantren Darul Arafah. Sekelas dengan Abdul Halim. 1997 Abdul Halim berkirim surat dari Medan ke Pekanbaru memberitahu ada tes beasiswa ke Mesir di IAIN Medan,” tulis UAS dalam keterangan foto di akun instagramnya seperti dikutip Jurnalislam.com Selasa (4/8/2020).

 

UAS melanjutkan, 27 tahun persahabatan keduanya Alhamdulillah terjalin baik.

 

“Ketika di Darul Arafah, guru-guru banyak bercerita tentang alumni pertama 1992 yang sampai di al-Azhar Cairo. Namanya Ust Fery Idham. Guru kami, tapi tawadhu’ rasa sahabat, menyenangkan. Daripada sahabat yang menggurui,” tutup UAS.

 

Unggahan UAS sudah disukai lebih dari 48 ribu kali oleh followersnya dan dibubuhi beragam komentar. Kebanyakan mendoakan UAS dan sahabatnya tetap sehat.