Berita Terkini

29 Kantor di DKI Ditutup Terkait Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta menutup sementara 29 kantor perusahaan dan lembaga di Jakarta.

Kepala Dinas Nakertransgi Andri Yansyah mengatakan, 26 kantor perusahaan dan lembaga itu ditutup sementara karena ada karyawan yang terpapar Covid-19.

Tiga kantor lainnya karena melanggar protokol pencegahan Covid-19. “(Sebanya) 26 karena covid, 3 karena melanggar protokol. Kalau yang covid, itu karena salah satu atau lebih karyawannya sudah terdeteksi positif Covid-19,” kata Andri.

Tiga kantor ditutup sementara karena dianggap melanggar atau tidak mematuhi protokol sesuai Surat Keputusan Kadisnaker Nomor 1477 Tahun 2020.

SK itu merupakan Perubahan Atas Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1363 Tahun 2020 Tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran/Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

“Yang biasanya, dia terkena pembatasan karyawan. Dia masih mempekerjakan lebih dari 50 persen. Kami kasih peringatan satu, peringatan dua, masih bandel terpaksa kami tutup untuk sementara,” kata Andri. Andri enggan membeberkan jumlah karyawan masing-masing perusahaan yang terkena Covid-19.
sumber: kompas.com

Pakar: Ekonomi Indonesia Tumbuh Minus

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Beberapa data mengindikasikan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 kemungkinan besar hanya akan mampu tumbuh minus di kisaran 4,72% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat 2,97% yoy.

Ekonom Josua Pardede menerangkan, data tersebut yakni konsumsi rumah tangga yang menunjukkan penurunan yang signifikan sepanjang kuartal II tahun 2020.

Dimana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Apr-Jun 2020 tercatat terkontraksi -14,4% yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada kuartal II 201o yang tercatat -1,8%yoy. “Sementara itu indeks kepercayaan konsumen pada periode kuartal II 2020 juga menunjukkan tren yang menurun cukup signifikan sekitar -33,7% yoy pada akhir Juni 2020,” katanya.

Selain itu, laju pertumbuhan nilai tukar petani pada kuartal 2020 tercatat 0,15% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 1,7% yoy. Pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -70,4% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat -10,7% yoy.

“Selain penjualan mobil yang mengalami pertumbuhan negatif, penjualan motor juga mengalami kontraksi -79,7% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat -0,01% yoy,” paparnya.

Selain itu, impor barang konsumsi sepanjang kuartal II tahun 2020 tercatat tumbuh -11,9% yoy dari periode yang sama tahun 2019 yang tercatat -4,7% yoy. Serta pertumbuhan investasi pada kuartal 202p diperkirakan mengalami kontraksi di kisaran -5,34% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat 4,55%, dimana investasi bangunan dan non-bangunan cenderung melambat.

“Sementara itu dari sisi produksi, secara umum mengalami perlambatan,” tandasnya.

Sumber: sindonews.com

Pemerintah Dinilai Belum Mampu Dongkrak Ekonomi Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Sandiaga Uno menilai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 saat ini terus menurun. Kondisi ini dapat saja terjadi dalam waktu yang panjang.

Bahkan dirinya yang telah melakukan survei menemukan 67% masyarakat merasa perekonomian dalam keluarga semakin hari semakin memburuk.

Sandi juga menyebutkan pandemi telah mengakibatkan setidaknya 1,2 juta pekerja di Indonesia dirumahkan dan terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Data hasil survei ada sebanyak 25% masyarakat Indonesia menyatakan sudah tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan pokok tanpa pinjaman.

“Berarti, ekonomi keuangan mikro butuh satu suntikan bagaimana paket-paket yang diluncurkan pemerintah dan juga kerja sama dengan dunia usaha bisa menolong masyarakat yang tadinya masuk kelas menengah, kini masuk ke klasifikasi masyarakat rentan miskin,” ujarnya.

Menurut Sandi, pandemi Covid-19 ini membuktikan bahwa prinsip ekonomi yang baik adalah ekonomi yang memberikan keleluasaan atau kelonggaran kepada para usahawan yang sedang membutuhkan.

Dia menilai pentingnya kolaborasi dalam bisnis dan berbagai manfaat yang bisa didapat dari kolaborasi seperti menumbuhkan inovasi, membangun network, memangkas biaya bisnis, menyelesaikan masalah.

Melalui kolaborasi itu, dua usaha berbeda dapat melengkapi kelemahan satu sama lain, sehingga kinerjanya dapat lebih efektif dan efisien dan keduanya mendapatkan win-win solution. “Dari kolaborasi juga bisa belajar banyak hal baru dari mitra yang bisa meningkatkan kemampuan usaha kita menyampaikan value,” tegasnya.

Sumber: sindonews.com

  Lebanon Sebut Ledakan Besar Berasal dari Gudang Amonium Nitrat

 

BEIRUT(Jurnalislam.com)–Presiden Libanon, Michel Aoun, mengatakan ledakan besar yang terjadi di Ibu Kota Beirut pada Selasa (4/8) petang berasal dari sebuah gudang yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Aoun mengatakan ribuan ton amonium nitrat itu dilaporkan tersimpan secara tidak aman di sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut selama kurang lebih enam tahun.

Ia menganggap penyimpanan amonium nitrat dalam gudang tersebut “tidak dapat diterima” dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Aoun bersumpah akan menjatuhkan “sanksi terberat” terhadap pihak yang bertanggung jawab. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di ibu kota ini.

Setidaknya 70 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 18.00 tersebut.

Meski begitu, pihak berwenang sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab gudang tersebut meledak.

Dilansir AFP, guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk pecah dan bangunan terbakar.

Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.

Perdana Menteri Libanon Hassan Diab menyatakan akan menindak siapapun yang bertanggung jawab atas peristiwa itu. Ia juga menetapkan Rabu (5/8) sebagai hari berkabung nasional.

Sumber: cnnindonesia.com

Mengintip Kurban di Negeri Saba bersama PCIM Yaman

YAMAN(Jurnalislam.com)–Qurban adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah yang dilakukan setelah menenuaikan sholat Ied dan di hari-hari tasyrik. Sebagian kaum muslimin di Indonesia mengamanahkan qurban nya kepada takmir masjid di sekitarnya atau kepada lembaga masyarakat yang ada. Namun tidak bagi kaum muslimin di negeri Yaman, mereka mempunyai adat untuk menyembelih sendiri dan membagikan kepada mustahiq yang ada di sekitarannya.

Bagi kaum muslimin di seluruh dunia, hari qurban adalah hari yang seluruhnya bersuka cita dalam menyambutnya, wajarlah Islam mengharamkan puasa di dalamnya demi meratanya keceriaan, kegembiraan, dan kesanangan antar sesama.

Namun, berbeda di tahun ini, dimana pandemi telah menyebar di Negeri Yaman, perekonomian semakin turun, nilai tukar uang semakin anjlok, dan kemiskinan samakin menjadi. Akan tetapi, dari semua itu ada hal yang menjadikan takjub, yaitu keteguhan keimanan masyarakat Yaman, mereka mampu bersabar, tetap berikhtiar dengan doa disertai amal dan tatap saling berta’awun antar sekitar.

Inilah kelebihan dari negeri ini, Negeri yang dikenal penuh hikmah di dalamnya, yang menjadikan kami keluarga PCIM Yaman terenyuh dan berusaha dapat menebar senyuman, membagikan kebaikan serta merangkul masyarakat dengan melalui program yang bertajuk “Raih Berkah Kurban di Negeri Iman bersama PCIM Yaman.”

Tim Qurban PCIM Yaman di pertama hari raya ied yang diketua panitiai oleh Ust. Muhammad Aufa Aflaha berkerjasama dengan Markaz Al-Quran wal ‘Ulumul Islamiyyah Falah di Desa Fuwwah menyembelih 9 kambing dan 3 kambing diantaranya merupakan amanah satu warga Muhammadiyah di indonesia dan satu warga Muhammadiyah di Amerika dan Malaysia.

Setelah semua Qurban telah siap di bagikan ke masyarakat faqir miskin di desa Fuwwah, berangkatlah Tim Qurban PCIM Yaman yang diwakilkan oleh Ust. Faqih Hidayat, Ust. Aufa Aflaha, dan Ust. Hamzah Ansori pada sore hari menggunakan mobil picup bersama Tim Qurban Markaz Al-Quran wal ‘Ulumul Islamiyyah Falah.

Di hari ke-dua tasyrik, PCIM Yaman kembali mendapat amanah 3 kambing dari warga Muhammadiyah di Indonesia melalui lembaga LazisMu, dan di hari itu pula, tepat nya pada jam 4 sore, Tim Qurban PCIM Yaman yang diwakilkan 8 orang berangkat menuju pengungsian korban Perang Hudaidah pada masa lalu di pinggiran laut Mukalla, Yaman. Mereka adalah : Ust. Faqih Hidayat, Ust. Aldida, Ust. Mukhtar, Ust. Ridho, Ust. Setyo, Ust. Lutfi dan Ust. Lukman

 

Alhamdulillah, Tim Qurban PCIM Yaman disambut meriah oleh warga pengungsian disana, dan Alhamdulillah tertunaikanlah amanah shohibul qurban kepada warga pengungsi tersebut yang di dalamnya terdapat 35 tenda darurat tak layak huni.

Program Qurban Berkah di Negeri Penuh Hikmah bersama PCIM Yaman di akhri dengan foto bersama warga pengungsi korban perang dan juga diakhiri dengan “tashofah” bersama.

“Alhamdulillah qurban pertama ini berlangsung lancar, semoga dengan adanya kurban ini Muhammadiyah dapat dirasa senantiasa hadir untuk dunia menjadi problem solver bencana kemanusiaan dan dapat menyinari menuju ummat Islam yang berkemajuan.” Tukas Aufa /*laporan Hamzah Ansori

Dompet Al Qur’an  Salurkan  Kurban di 17 Kota Jawa Timur

JATIM (Jurnalislam.com)–Pancaran sinar kebahagiaan terlihat jelas pada wajah Al Iklas Kurnia Salam, Amil Dompet Al-Qur’an Pusat dan Mbah Siti Maysaroh, seorang janda usia 70 tahun yang tinggal sendiri di depan kuburan di Gondang, Mojokerto.

Al Iklas bahagia karena bisa ikut terlibat dalam membagikan daging dari para mudhohy (pengqurban) di Gondang, Mojokerto, sedangkan Mbah Siti Maysaroh bahagia bisa mendapatkan daging untuk membuat masakan kesukaannya.

Kebahagiaan Al Iklas dan Mbah Siti Maysaroh adalah secuil potret kebahagiaan para amil DQ dan penerima daging qurban di 17 kota di jawa timur pada Idul Adha tahun ini.

Para amil DQ di momentum qurban kali ini memang berkomitmen untuk membagikan daging qurban langsung ke rumah para penerima daging qurban. Komitmen ini dilakukan untuk memperkuat ikatan emosional antara DQ dan masyarakat penerima manfaat setiap program DQ, tak terkecuali program qurban.

Komitmen itu dipertegas direktur DQ, Agung Heru Setiawan dengan keterlibatannya secara langsung di acara pembagian daging qurban pada hari kedua tasyrik. Agung Heru Setiawan dan rombongan ikut terlibat dalam pembagian daging qurban di Mojokerto yaitu di daerah Ngembat. Agung Heru Setiawan dan DQ Cabang Mojokerto mendatangi warga para mualaf di desa Ngembat untuk membagikan daging qurban.

“Alhamdulilah, selama hingga tanggal 4 Agustus ini para amil DQ sedang dalam proses pembagian daging qurban di 17 kota besar di Jawa Timur. Kota-kota besar itu antara lain Bangkalan, Pamekasan, Lumajang, Malang, Banyuwangi, Gresik, Mojokerto, Blitar, Lamongan, Tuban, Kediri, Probolinggo. Ngawi, Bojonegoro, Bondowoso, Surabaya, dan Sidoarjo. Berkat kepercayaan para mudhohy, amil DQ bisa menebar kebaikan dan senyum ke pelosok daerah jawa timur,” Kata Agung.

Mbah Siti Maysaroh mengaku sangat senang dengan daging yang diberikan amil DQ. Ia berencana akan membuat gulai pedas kesukaannya untuk merayakan Idul Adha. “Alhamdulilah berkat DQ saya bisa membuat masakan kesukaan saya. Saya ucapkan terima kasih untuk DQ dan para donaturnya atas daging qurban hari ini,” ungkap Mbah Maysaroh.

Begitulah sejumput kisah bahagia yang menjadi bumbu dalam pembagian daging qurban dari para mudhohy di momentum qurban tahun ini. Semoga kebahagiaan ini bisa terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang. Itulah harapan Agung Heru Setiawan untuk qurban di tahun ini.

Wamenag: 90 Persen Kondisi KUA di Jakarta Memprihatinkan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta hari Senin, 3 Agustus 2020 untuk meninjau kondisi Kantor Urusan Agama (KUA) di Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan KUA Kebon Jeruk Jakarta Barat. Jumlah keseluruhan kantor KUA

Di Provinsi DKI Jakarta ada 44 gedung yang lokasinya tersebar di 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif. Dari 44 KUA ada 39 KUA yang  kondisinya sangat memprihatinkan atau hampir 88,6 % kantor KUA di DKI Jakarta kondisinya tidak layak.

 

“Sangat memprihatinkan kondisi KUA yang lokasinya di wilayah ibukota Jakarta, kondisinya sangat buruk dan tidak layak. Sebagian besar bangunannya rusak berat bahkan ada beberapa yang atapnya hampir roboh,” kata Zainut setelah melihat langsung ke lapangan.

 

“Kantor KUA tersebut rata-rata dibangun pada tahun 1992 oleh Pemda DKI Jakarta dan belum pernah dilakukan renovasi besar,” tambahnya.

 

Permasalahan utama yang dihadapi kantor KUA di wilayah DKI Jakarta adalah karena lokasi bangunannya berada di atas tanah Pemda DKI sehingga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) tidak bisa melakukan pembangunan baik renovasi besar maupun renovasi total. Karena ada Peraturan Menteri Keuangan

No. 138 Tahun 2019 yang tidak membolehkan membangun bangunan di atas tanah yang bukan miliknya. Sementara Pemda DKI karena merasa urusan agama itu menjadi urusan pemerintahan yang tidak diotonomkan atau masih menjadi urusan Kemenag, maka perawatan dan renovasi KUA tidak dimasukkan ke dalam anggaran APBD-nya.

 

“Setelah kunjungan lapangan ini saya ingin silaturahmi dengan Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk membicarakan masalah ini, semoga ada solusi dan jalan keluar yang baik dari permasalahan ini”. Ungkap Zainut.

 

Pemda DKI Jakarta selama ini memiliki perhatian yang sangat besar untuk program bidang agama, khususnya untuk pendidikan agama dan keagamaan. Bantuan untuk guru madrasah, guru ngaji, merbot masjid, ustadz dan pengasuh pondok pesantren yang dialokasikan di APBD selama ini sangat besar.

 

“Untuk hal tersebut saya meyakini Bapak Gubernur DKI Jakarta pasti akan memberikan perhatian masalah kantor KUA ini,” pungkas Wamenag.

 

Dalam kunjungan tersebut Wamenag didampingi Direktur Bina KUA Muharam Marzuki, Sekretaris Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor dan  Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Syaiful Mujab.

FUI Boyolali Gelar Baksos Idul Adha

BOYOLALI (Jurnalislam.com)- FUI Boyolali bersama sejumlah elemen umat Islam Soloraya mengadakan kegiatan baksos Idul Adha di dusun Klumprit, Sambeng, Juwangi, Boyolali pada Ahad, (2/8/2020).

 

Dalam baksos tersebut, elemen umat Islam memberikan 6 hewan kurban berupa 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Dusun Klumprit sendiri merupakan salah satu desa diujung  Kabupaten Boyolali dengan kondisi alam yang kering hingga membuat masyarakat yang berprofesi sebagai petani harus hidup dengan apa adanya.

 

Kordinator kegiatan ustaz Dadyo Hasto menjelaskan bahwa masyarakat dusun Klumprit saat ini hidup serba kekurangan paska adanya pandemi covid-19.

 

“Mereka bermata pencaharian sebagai petani ladang dan buruh serabutan, di tengah pandemi covid-19 saat ini membuat kehidupan masyarakat semakin susah, atas dasar itulah kami mengadakan kegiatan di wilayah ini,” kata ustaz Hasto kepada jurnalislam.com.

 

“Bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun berpindah tempat dengan menggandeng pendakwah lokal yg telah menggarap daerah tersebut, dan ini wujud ukhuwah Islamiyah antar elemen,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ustaz Hasto mengatakan bahwa selain daging kurban, pihaknya juga memberikan pakaian layak pakai dan hadiah untuk dhuafa, janda dan anak yatim.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Jamiat bersyukur dengan bantuan yang diberikan terhadap warganya.

 

“Mewakili masyarakat kami sampaikan bahwa apa yang dilakukan saudara saudara dari Solo telah mampu memberikan kegembiraan dan nuansa baru yg selama ini hilang karena dampak corona,” ungkapnya.

 

“Kita ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak baik shohibul kurban, muhsinin yg telah membantu kelancaran kegiatan dan elemen Islam Soloraya serta berharap tahun depan bisa diadakan lagi,” pungkasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga mengadakan pengajian dengan pemateri ustaz Nashirudin. Sementara elemen umat Islam yang ikut dalam baksos tersebut diantaranya Masjid Muthadin, MT Al Ukhuwah, WM, KPM Lumbung Amal, KNAP, SAMI, FUI Boyolali dan Ponpes Al Hikmah.

Dua Ledakan Besar di Lebanon, 73 Tewas, Ribuan Warga Terluka

LEBANON(Jurnalislam.com)— Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya terluka ketika dua ledakan besar mengguncang Beirut, ibu kota Lebanon.

Ledakan yang berlokasi di kawasan pelabuhan itu mengguncangkan seluruh ibu kota, mengguncang bangunan dan menebarkan kepanikan di antara warganya.

Kepulan asap berwarna oranye membubung ke langit setelah ledakan kedua terjadi. Diikuti gelombang kejut mirip tornado yang menyapu Beirut.

Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 ammonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjaid penyebab insiden. Pupuk itu, kata PM Diab, disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut.

 

“Memicu bencana alam dalam setiap arti,” kata dia. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, sebanyak 73 orang tewas dan 3.700 orang terluka di seantero ibu kota dalam insiden tersebut. Dilansir AFP Selasa (4/8/2020), Diab menegaskan mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab.

“Apa yang terjadi hari ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka yang bertanggung jawab akan menerima akibatnya,” janjinya. Sebelumnya, Kepala Keamanan Umum, Abbas Ibrahim, mengatakan beberpaa tahun sebelumnya pihakny mengamankan “material berdaya ledak tinggi”.

Material tersebut disimpan dalam gudang yang berlokasi beberapa menit berjalan kaki dari kawasan distrik hiburan malam dan pusat perbelanjaan. Saking masifnya insiden, ledakan itu bisa terdengar hingga ke negara tetangga seperti Siprus yang terletak 240 kilometer jauhnya.

sumber: kompas.com

Tangani Covid-19, Pemerintah Diminta Libatkan Lembaga Filantropi Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah dinilai perlu lebih melibatkan lembaga-lembaga keumatan dan organisasi masyarakat Islam dalam program penanganan Covid-19.

Pengamat Ekonomi Syariah, Irfan Syauqi Beik, menyampaikan kerja sama dalam penanganan covid-19antara pemerintah dan ormas-ormas Islam termasuk lembaga-lembaga zakat yang ada sebenarnya sudah cukup signifikan.

“Mereka sehari-hari berinteraksi dengan masyarakat, sehingga dari sisi database masyarakat terdampak Covid-19, akan melengkapi database yang sudah dimiliki pemerintah,” katanya Senin (3/8) lalu.

Lembaga keumatan ini juga biasanya lebih mengetahui kantong-kantong kemiskinan dengan tepat. Irfan menyatakan, sebaiknya mereka dilibatkan di dalam pendataan dan mobilisasi data masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Kemudian, lembaga-lembaga tersebut dapat diberikan bantuan operasional karena telah membantu memfasilitasi pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang mereka bina. Namun, ini semua harus diberikan payung hukum yang memadai agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Ya, bisa menggunakan PMK, bisa juga lebih tinggi via Perpres, karena ini minimal akan melibatkan Kemenkeu dan Kemenag sehingga levelnya bisa Perpres, intinya, harus dipayungi secara hukum,” kata Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas ini.

Sehingga, dengan adanya asas kerja sama tersebut, ormas Islam maupun lembaga amal bisa tetap beroperasi dan bertahan di tengah pandemi. Irfan mengatakan, selama ini kerja sama dalam pengertian pemerintah membantu memberikan dana pada ormas Islam belum signifikan.

Ormas Islam dan lembaga zakat yang ada sejauh ini berjalan sendiri dengan mengandalkan dana-dana amanah masyarakat. Dengan modal tersebut, lembaga umat sudah sangat terlibat aktif dalam penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Forum Zakat Nasional (FOZ) sempat menyatakan bahwa banyak Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang kesulitan beroperasi dan terancam tutup karena terdampak Covid-19. Beberapa LAZ skala nasional cenderung lebih mapan dan masih bisa bertahan. Namun LAZ yang lebih kecil secara skala dan size penghimpunannya, cenderung kesulitan memenuhi kebutuhan operasional.

Sumber: republika.co.id