Berita Terkini

Kehadiran Vaksin Cina Disebut Tanpa Koordinasi dengan DPR

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kehadiran vaksin Covid-19 besutan Sinovac Biotech Ltd  di Indonesia membuat kaget Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati. Sebab, kehadiran vaksin dari perusahaan asal China itu secara tiba-tiba tanpa adanya pembahasan detail terlebih dahulu ke Komisi IX DPR.

Mufida mengatakan, Komisi IX DPR pernah membahas vaksin merah putih buatan dalam negeri dengan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio‎ sampai larut malam.

“Makanya kita agak kaget ketika ada vaksin lain yang dihadirkan di Indonesia tapi tidak didiskusikan dan tidak dikoordinasikan ataupun dibahas di Komisi IX,” ujar Mufida dalam diskusi Polemik Trijaya Bertajuk Menanti Vaksin COVID-19, Sabtu (15/8/2020).

Karena, kata dia, Komisi IX DPR akan menjadi penyeimbang maupun pengawas. “Kemudian juga dalam hal budgeting kita juga pasti akan membahas di Komisi IX juga,” kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dia menjelaskan masalah vaksin akan menjadi fokus Komisi IX DPR dalam waktu dekat. “Mungkin ini akan menjadi agenda prioritas di Komisi IX untuk membahas vaksin yang memang harus kita dorong supaya ada anggaran yang dialokasikan sangat memadai,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan semua anggota Komisi IX DPR mendukung pemerintah berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk menghasilkan vaksin virus COVID-19.

sumber: sindonews.com

Keluarga Muslim yang Tangguh dan Merdeka di Era Pandemi Covid 19

Oleh: Budi Eko Prasetiya, S.S, (Manager Griya Qur’an Al Hafizh Jember)

 

Mewujudkan keluarga muslim yang tangguh di tengah pandemi adalah keharusan dan kesungguhan. Tangguh di sini adalah bagaimana membuat keluarga menjadi mandiri secara lahiriyah dan batiniyah. Indikator penting dalam kemandirian tersebut tidak hanya terbatas dalam menyadari pentingnya hidup bersih dan sehat. Namun juga memahami tentang visi sebagai keluarga muslim, bahagia di dunia hingga ke akhirat.

 

Pandemi covid-19, memang bukanlah situasi yang mudah dihadapi. Menurut Survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada bulan April 2020, hanya 32% orang tua yang mendampingi anaknya belajar di rumah. Mirisnya, di masa Pandemi Covid-19, kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Provinsi Jawa Timur yang terlaporkan di aplikasi SIMFONI sebesar 613 kasus dan 60% tempat kejadiannya ada di lingkungan keluarga.

 

Keluarga muslim diharapkan bisa saling menguatkan dan harmonis dalam menghadapi berbagai krisis yang ditimbulkan akibat pandemi Covid 19. Keyakinan yang kuat terhadap takdir Allah membuat manusia ridha dengan sunnatullah. Covid-19 adalah bagian dari sunnatullah.

 

Selain tangguh, Keluarga muslim harus memiliki semangat merdeka. Merdeka disini bukan bermakna bebas tanpa ikatan norma dan aturan. Namun, bermakna terjaga dalam mewujudkan visi keluarga muslim. Keluarga yang selalu menjaga kedekatan diri kepada Allah.

 

Mengutip dari ustadz Budi Ashari dalam Buku Inspirasi Rumah Cahaya, seharusnya visi keluarga muslim seharusnya mencakup beberapa indikator yakni menyejukkan pandangan mata, pemimpin bagi masyarakat bertakwa, terjaga dari api neraka, dan bersama hingga ke syurga.

 

Mari kita lihat bagaimana Al-Qur’an mengajarkan kita membangun visi ini:

“dan orang-orang yang berkata: ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. Al Furqon: 74)”

 

Inilah proses yang harus diperjuangkan dengan tangguh dan dijaga oleh setiap keluarga muslim. Lahirnya generasi yang akan menjadi pemimpin adalah merupakan proses panjang yang dilahirkan dari rahim setiap keluarga muslim. Keluarga adalah tempat yang pertama dan utama untuk lahirnya para pemimpin istimewa yang adil. Mereka yang telah mampu menyejukkan pandangan mata di rumahnya, maka diharapkan kelak saat amanah besar itu datang, akan menjadi pemimpin yang istimewa.

 

Keluarga penghasil Qurrota ayun (menyejukkan pandangan mata) dan pemimpin bagi masyarakat bertaqwa adalah keluarga yang bercahaya terang. Cahaya yang mampu menerangi setiap sudut hati penghuninya dan setiap jengkal aktifitasnya. Cahaya tersebut ada di masjid. Dari masjidlah hendaknya setiap keluarga mengambil kemilau cahaya itu agar bisa dibawa pulang. Jika jauh dari masjid, tentu jauh dari sumber cahaya.  Masjidlah tempat yang menjadi sumber cahaya itu. Tempat berkumpulnya orang-orang yang beriman untuk bertasbih memuji Allah dan mengagungkan namanya, baik di waktu pagi mau pun petang.

 

Beginilah harusnya keluarga yang tangguh dan merdeka itu tetap dalam eksistensinya. Keluarga yang konsep hidupnya bersumber dari kebenaran absolut di bawah bimbingan wahyu. Sebuah konsep keluarga yang diusung oleh orang mulia yang terbukti telah menghasilkan pemimpin bumi, pilar peradaban yang membawa cahaya, dikagumi lawan maupun kawan.

MUI Dukung Peringatan 1 Muharram Asal Sesuai Syariat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Muslim di Indonesia biasa merayakan datangnya 1 Muharram atau tahun baru Islam dengan berbagai kegiatan bernuansa keagamaan dan kebudayaan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau segala kegiatan perayaan 1 Muharram harus sesuai ajaran Islam.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Muhammad Cholil Nafis mengatakan sesuai namanya, yaitu tahun baru Islam, maka kegiatan perayaannya tak boleh melenceng dari ajaran Islam.

Muslim di Indonesia sepatutnya menyadari bahwa Islam bukan agama yang mengajarkan pesta pora atau bermewah-mewahan tanpa tujuan.

“Yang perlu dipesankan adalah (perayaan 1 Muharram) dengan cara-cara yang disesuaikan dengan Islam, bukan hura-hura, jangan yang mubadzir,” kata Kiai Cholil, beberapa waktu lalu.

MUI mendukung jika perayaan 1 Muharram justru mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi Muslim. Misalnya mengadakan pengajian dan tadarus di masjid maupun lapangan terbuka.

“Dan biasanya kalau tahun baru Islam itu selalu khidmat dan baik, ini perlu terus digencarkan,” ujar aktivis Nahdlatul Ulama tersebut.

Cholil mengingatkan prinsip perayaan tahun baru Islam sebenarnya menjadi momen evaluasi diri. Muslim dianjurkan menyadari segala kesalahan di tahun ini agar tak terulang lagi di tahun berikutnya. Pada waktu tahun baru Islam juga momen tepat meminta ampunan Allah atas dosa-dosa tahun ini.

“Malah tradisi harus terus digalakkan. Bahwa kita harus menghormati waktu, pertambahan waktu itu menjadi muhasabah, evaluasi diri, apa capaian-capaian, apa resolusinya,” ucap Cholil.

Beragam cara dilakukan umat Islam Tanah Air untuk menyambut datangnya tahun baru Hijriyah. Tradisi-tradisi unik dilakukan lahir dari adat masyarakat setempat. Dalam proses waktu, tradisi itu lahir dari proses asimilasi panjang yang terjadi di Indonesia.

Sumber: republika.co.id

Cegah Covid, Spanyol Akhirnya Tutup Tempat Hiburan Malam

MADRID(Jurnalislam.com) — Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa mengatakan semua wilayah di negara itu setuju untuk menutup kelab malam. Mereka juga akan melarang area merokok luar ruangan.

Semua wilayah juga diminta sebisa mungkin menerapkan peraturan pembatasan sosial dan langkah lain untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Jumat (14/8) Illa juga menyarankan agar masyarakat tidak menggelar pertemuan lebih dari 10 orang.

Dengan tegas ia memperingatkan anak muda untuk tidak berkumpul minum-minum. Beberapa hari terakhir angka kasus infeksi di Negeri Matador meningkat tajam hingga total kasus Covid-19 di negara itu menjadi 337.334.

Negara Eropa lainnya seperti Prancis juga sudah mengumumkan klaster-klaster baru. Kepala layanan kesehatan nasional Prancis mengatakan Paris dan Marseille telah dinyatakan sebagai daerah resiko penularan tinggi setelah pemerintah melihat adanya peningkatan kasus infeksi virus korona di dua kota itu.

“Situasi (di Prancis) kian memburuk dari pekan ke pekan,” kata Jerome Salomon di stasiun radio France Inter.

Ia mengatakan klaster-klaster baru bermunculan setiap hari dalam acara-acara seperti reuni keluarga, pesta besar dan pertemuan musim panas lainnya. Pemerintah Prancis telah mengizinkan pihak berwenang menegakan peraturan yang lebih ketat di Paris dan Marseille.

Sumber: republika.co.id

Pemerintah Harus Serius Pikirkan Sistem Pendidikan Masa Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda memberikan apresiasi atas komitmen Presiden Jokowi untuk melakukan perbaikan fundamental di bidang pendidikan. Kendati demikian, pemerintah hendaknya mengambil langkah kongkret atas kondisi darurat pendidikan yang terjadi saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Presiden Jokowi jika ingin melakukan transformasi besar di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Kendati demikian yang saat ini mendesak dilakukan dan ditunggu langkah kongkret adalah menyelamatkan hak-hak peserta didik untuk bisa belajar di masa pandemi,” ujar Syaiful Huda dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2020)

Diketahui dalam Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD menjelang Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Presiden Jokowi menyampaikan jika masa pandemic covid-19 merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan perubahan fundamental di berbagai bidang.

Strategi besar perlu dilakukan untuk melakukan transformasi di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk bidang kesehatan dan pendidikan. Transformasi besar-besaran ini perlu dilakukan sehingga Indonesia bisa melakukan lompatan besar pasca pandemi COVID-19.

Huda sepakat dengan pandangan Presiden Jokowi jika di balik pandemi COVID-19 tersimpan peluang bagi terciptanya perubahan besar di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Kendati demikian, perubahan itu bisa terjadi jika pemerintah tepat mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada serta mencari solusi secara cepat dan terukur.

“Saat ini ada banyak persoalan nyata di bidang Pendidikan selama masa pandemi. Nah kami melihat respons dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih sporadis dan kurang komprehensif,” jelasnya.

Dia menilai pandemi COVID-19 menunjukkan banyak hal termasuk kelemahan sistem pendidikan nasional menghadapi berbagai musibah atau bencana. Saat pandemi COVID-19 dengan tingkat penularan begitu tinggi hampir semua sekolah ditutup.

Kondisi ini membuat peserta didik kehilangan banyak waktu belajar mereka. Di sisi lain opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai pola pembelajaran yang diajukan banyak menghadapi kendala karena tidak disiapkan secara matang.

“Akibatnya peserta didik yang tidak mempunyai sarana dan prasana penunjang PJJ hampir pasti kehilangan kesempatan belajar mereka. Dan jumlah siswa yang tidak bisa belajar ini cukup besar. Umumnya mereka tinggal di Kawasan Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T),” paparnya.

Politikus PKB ini menegaskan harusnya saat ini pemerintah mengedepankan upaya penyelamatan para siswa yang tidak bisa mengakses kesempatan belajar tersebut. Menurutnya harus ada langkah nyata bagaimana para siswa tersebut bisa belajar secepatnya.

“Kalau memang memungkinkan belajar tatap muka segeralah dilakukan pembelajaran tatap muka dengan protocol Kesehatan ketat. Jika tak memungkinkan tatap muka maka bagaimana caranya mereka bisa melakukan PJJ. Sediakan wifie, smartphone, dan kurikulum adaptif COVID-19,” katanya.

Jika langkah penyelamatan darurat pendidikan telah dilakukan, kata Huda, barulah pemerintah bisa mengajukan strategi besar dalam mengubah sistem pendidikan Indonesia agar kompatibel dengan kondisi pasca COVID-19. Tentu strategi untuk melakukan transformasi besar di bidang pendidikan itu harus juga mengadopsi langkah antisipasi kondisi luar biasa jika pola pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan seperti saat ini.

Sumber: sindonews.com

Kasus Covid-19 di Amerika Latin Tembus 6 Juta

SANTIAGO(Jurnalislam.com) — Kasus Covid-19 yang berhasil dikonfirmasi di Amerika Latin tembus 6 juta. Kawasan itu resmi menjadi bagian dunia yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Diprediksi angkanya semakin tinggi karena sebagian besar negara di kawasan itu mulai merelaksasi pembatasan sosial. Dalam tujuh hari terakhir jumlah kasus infeksi yang dilaporkan negara-negara Amerika Latin rata-rata sekitar 86 ribu.

Berdasarkan perhitungan kantor berita Reuters jumlah kasus infeksi di Amerika Latin pada Jumat (14/8) sudah mencapai 6.000.005  kasus. Sementara situs worldometers.info melaporkan pada pada Sabtu (15/8) jumlah kasus di kawasan itu baru 5.156.082.

Angka ini kurang sepertiga dari total kasus infeksi di seluruh dunia. Reuters menghitung jumlah kasus kematian di Amerika Latin sudah mencapai 237.360 sementara worldometers.info baru 173.283.

Organisasi sayap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Amerika Latin, yakni Organisasi Kesehatan Pan Amerika memperingatkan jumlah kasus penyakit lain di benua itu akan meningkat. Sebab pandemi virus korona melemahkan layanan kesehatan dan menunda vaksin rutin penyakit lain.

Pada bulan Juni lalu International Monetary Fund (IMF) memprediksi perekonomian Amerika Latin tahun ini  akan mengalami kontraksi sebesar 9,4 persen. Brasil yang menjadi negara yang paling terdampak pandemi di kawasan tersebut.

Sumber: republika.co.id

Restoran Terus Didorong Urus Sertifkat Halal

PALEMBANG(Jurnalislam.com) — Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Selatan mendorong seluruh pemilik restoran yang ada di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat mengurus sertifikat halal sesuai ketentuan Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Agama.

“Sertifikat halal itu penting dimiliki oleh restoran baik yang berdiri sendiri maupun yang ada di hotel-hotel untuk memberi jaminan layak konsumsi kepada tamu atau masyarakat Muslim yang akan menikmati makanan di tempat tersebut,” kata Ketua PHRI Sumsel, Herlan Asfiudin, Sabtu (15/8).

Dia mendukung program MUI dan Kementerian Agama menetapkan setiap menu makanan yang disajikan restoran dan hotel harus melalui proses sertifikasi halal. “Kami menyambut baik dan mendukung program yang mewajibkan hotel dan restoran melakukan sertifikasi halal semua menu makanan yang disajikan untuk tamunya,” ujar Herlan.

Dia menjelaskan, sudah seharusnya hotel dan restoran di provinsi yang penduduknya mayoritas beragama Islam itu memiliki sertifikat halal pada setiap produk makanan yang disajikan kepada tamunya. Sebagai wujud dukungan terhadap program sertifikasi halal itu, ia berupaya menggalakkan sosialisasi kepada seluruh pengelola hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI Sumsel yang berjumlah lebih dari 200 anggota, kata Ketua PHRI Sumsel.

Sebelumnya Pelaksana Tugas Kakanwil Kemenag Sumsel, Abadil mengatakan pada tahun ini memberikan sertifikasi halal kepada 40 pelaku usaha makanan. Sertifikasi halal tersebut memberi status legalitas terhadap suatu produk, menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha untuk berkompetisi baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

sumber: republika.co.id

 

Selandia Perpanjang Aturan Lockdown

WELLINGTON(Jurnalislam.com) — Pemerintah Selandia Baru memutuskan memperpanjang aturan pembatasan lockdown atau karantina wilayah di Auckland untuk 12 hari ke depan sejak Jumat (14/8). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan penyebaran infeksi virus corona jenis baru yang kasusnya terus meningkat.

Sebanyak 30 orang di Auckland saat ini dinyatakan positif Covid-19. Klaster kasus pertama kali ditemukan pada awal pekan ini, tepatnya pada Selasa (11/8), setelah 102 hari negara itu dinyatakan bersih dari infeksi virus tersebut atau tidak ada kasus aktif terbaru.

Sebelumnya, satu-satunya kasus Covid-19 yang ada di Selandia Baru berasal dari warga yang tiba dari luar negeri dan menjalani karantina sesuai prosedur pihak berwenang. Dalam kasus terbaru saat ini, otoritas kesehatan negara itu meyakini bahwa asalnya bukan dari dalam negeri.

Meski demikian, pihak berwenang masih menyelidiki sumber kasus Covid-19 terbaru yang ditemukan di Auckland. Terdapat kecurigaan pekerja di fasilitas penyimpanan makanan adalah yang pertama terinfeksi, dengan beberapa orang lainnya yang merupakan karyawan di sana juga tertular virus.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan perpanjangan lockdown di Auckland, yang pertama kali dimulai pada Rabu (12/8) lalu akan memberi waktu kepada pihak berwenang untuk menangani kelompok virus. Termasuk dalam hal mengisolasi mereka yang terinfeksi guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Bersama-sama, kita telah menyingkirkan Covid-19 sebelumnya. Kami telah menahannya selama 102 hari, lebih lama dari negara lain mana pun dan telah menjadi yang terdepan di dunia dalam respons kami, dengan hasil bahwa banyak nyawa terselamatkan dan ekonomi bisa berjalan lebih cepat dibanding di mana pun. Kita bisa melakukan semua itu lagi,” ujar Ardern dalam pidato pada Jumat (14/8), dilansir ITV.

Semua kasus Covid-19 terbaru di Auckland tampaknya terkait melalui hubungan keluarga atau pekerjaan. Sementara itu, satu-satunya kasus lain diketahui di luar kota tersebut adalah dua orang di Tokoroa yang dikunjungi oleh anggota keluarga yang terinfeksi dari Auckland.

Para pejabat mengatakan hanya ada kemungkinan kecil bahwa virus corona jenis baru akan menyebar lebih jauh di sana. Beberapa dari mereka yang terinfeksi bekerja di fasilitas penyimpanan makanan Amerika di pinggiran kota Auckland, tepatnya di Mount Wellington.

Pemerintah Selandia Baru saat ini sedang melihat kemungkinan bahwa pekerja di kapal barang atau di pelabuhan mungkin telah menyebarkan infeksi, meskipun ada persyaratan jarak fisik di situs tersebut dan perintah yang mencegah pekerja kapal datang ke darat. Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield mengatakan pengujian ketat sedang dilakukan.

sumber: republika.co.id

Perusahaan Harus Serius Terapkan Protokol di Tempat Kerja

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Dokter spesialis okupasi dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas (IKK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dr Nuri Purwito Adi mengatakan, penularan Covid-19 di lingkungan kantor terjadi karena para pegawai abai terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Di samping itu, menurut Nuri, perusahaan juga harus memahami risiko penularan yang bisa terjadi pada karyawan.

Ia menyarankan, perusahaan  membentuk tim satuan tugas (satgas) internal di tempat kerjanya.

Tim satgas tersebut yang nantinya akan mencari tahu dan memutakhirkan informasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional maupun daerah setempat. Dengan begitu, perusahaan tahu hal-hal yang perlu dilakukan untuk penanganan Covid-19 di tempat kerja.

“Termasuk nanti mereka membuat penilaian risiko. Apakah memang tempat kerja saya ini sudah waktunya mulai masuk 50 persenkah atau kita coba dengan 20 persen dulu, apakah sudah layak nih untuk mengakomodasi para pekerja untuk masuk,” tutur Nuri.

Ketika mengadakan pertemuan, satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan di kantor ialah mengurangi jumlah orang. Bahkan, sebisa mungkin itu dihindari.

“Jika kegiatan itu harus dilakukan dengan cara tatap muka, maksimal dalam suatu ruangan 20 orang,” ucapnya.

Sementara itu, Co-founder Fittual Fest, Jake Joaquin mengatakan bahwa selama ini cukup banyak perusahaan yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Bahkan, menurutnya, mungkin masih lebih banyak lagi perusahaan yang melanggar protokol kesehatan, namun tidak terpantau oleh pemerintah maupun media massa.

Menurut Jake, sebagai pelaku event organizer (EO), apabila ada suatu perusahaan yang tidak patuh dan mendapatkan sanksi berupa penutupan sementara, menjadi kerugian besar.

Sumber: republika.co.id

 

RS Turki di Lebanon Akan Segera Dibuka

BEIRUT(Jurnalislam.com) — Turki melanjutkan upayanya untuk mendukung rakyat Lebanon setelah ledakan di Pelabuhan Beirut pekan lalu.

Rumah Sakit Turki Saida, yang dibangun oleh Turki hampir 10 tahun yang lalu tetapi belum memulai layanannya karena terkendala masalah yang disebabkan oleh pemerintah Lebanon, rencananya akan dibuka atas instruksi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Erdogan menunjuk Dr. Serkan Topaloglu dari Komite Kebijakan Kesehatan dan Makanan Turki sebagai utusan khusus untuk memulai proses pembukaan rumah sakit bagi pasien. Topaloglu mengevaluasi situasi rumah sakit saat ini dan alasan penutupannya, dalam koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Turki, Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki dan Kedutaan Besar Turki di Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menerima Topaloglu dan timnya pada Kamis. Diab berterima kasih kepada Erdogan karena telah memberikan bantuan ke negaranya setelah ledakan itu.

Mengekspresikan rasa terima kasihnya kepada Turki atas penunjukan utusan khusus untuk membuka Rumah Sakit Turki Saida, perdana menteri Lebanon mengatakan dia akan mengamati dengan cermat proses tersebut dan telah memberikan instruksi yang diperlukan kepada Kementerian Kesehatan negaranya.

Rumah sakit akan buka secepatnya

Topaloglu dan timnya juga bertemu dengan Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hassan dalam pertemuan bilateral dan antar-delegasi. Dia menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Lebanon atas hilangnya nyawa dalam ledakan itu dan mengatakan bahwa mereka ingin rumah sakit Turki dibuka secepat mungkin.

Dengan sedikit dukungan teknis, kata dia, rumah sakit akan siap menerima pasien dan Turki akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk ini. “Rincian teknis tentang administrasi rumah sakit akan diselesaikan besok dan rencana tindakan akan disiapkan,” tambah Topaloglu.

Sementara itu, Hamad mengatakan bahwa Turki sangat cepat mengirimkan bantuan setelah ledakan dan Lebanon benar-benar membutuhkan rumah sakit seperti ini.

Sumber: republika.co.id