Berita Terkini

Batalion Al Qaeda Tunisia Sergap Penjaga Perbatasan Aljazair

TUNISIA (Jurnalislam.com) – The Uqba bin Nafi Batalyon, al Qaeda di cabang Maghreb Islam (AQIM) di Tunisia, mengatakan  serangan terhadap penjaga perbatasan Tunisia dekat kota Bouchebka di perbatasan Aljazair, The Long War Journal melaporkan Jumat (01/03/2016).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis secara online oleh salah satu sayap media AQIM, mengatakan bahwa pasukannya "melumpuhkan sejumlah tentara dan juga membakar kendaraan militer." Pernyataan itu kemudian mengatakan bahwa serangan tersebut ditujukan terhadap "penjaga nasional di jalan menuju ke daerah Bouchebka di negara bagian Kasserine."

Pihak pemerintah Tunisia telah mengkonfirmasi terjadinya serangan itu, tetapi para pejabat mengatakan bahwa hanya satu penjaga perbatasan yang terluka dalam serangan. Al Arabiya melaporkan bahwa 15 mujahidin terlibat dalam serangan, kemudian bergerak menuju daerah Gunung Chaambi setelah melakukan serangan menurut Kementerian Dalam Negeri Tunisia.

Uqba bin Nafi telah melakukan beberapa serangan di daerah tersebut selama dua tahun terakhir. Pada Desember tahun 2014, dua serangan terhadap pasukan Tunisia di kawasan Gunung Chaambi, lalu memposting foto penyergapan beberapa hari kemudian.

Dua bulan kemudian, mengeksekusi  empat pasukan  dalam serangan di Kasserine. Pada bulan Agustus tahun lalu, membunuh agen pabean di Bouchebka. Dalam pernyataan awal yang dirilis untuk penyerangan 24 Agustus, mengatakan bahwa jihadis menyergap sejumlah aparat bea cukai, dan "membunuh sekelompok dari mereka." Uqba bin Nafi juga mengatakan bahwa pejuangnya menyita sejumlah senjata, yang diidentifikasi sebagai senjata Steyr AUG dalam fotofoto mengenai serangan yang dirilis.

Penyergapan mujahidin Uqba bin Nafi yang paling mematikan terhadap militer Tunisia terjadi di wilayah Gunung Chaambi pada bulan Juli 2014, sebuah serangan yang menewaskan sedikitnya 15 tentara dan melukai 20 lainnya.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Propaganda Kelompok Kanan UK Targetkan Muslim Eropa

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Walaupun masuknya migran ke Eropa tetap menjadi krisis terbesar yang dihadapi Uni Eropa, partai kanan-jauh dan organisasi mereka di seluruh benua mengambil keuntungan untuk meningkatkan profil mereka, lansir World Bulletin Jumat (01/03/2016).

Organisasi sayap kanan dan fasis di Inggris tanpa terkecuali, meningkatkan kegiatan Islamofobia dan anti Islam -Uni Eropa setelah serangan teror di Paris dan Brussels dan mencoba untuk mengambil keuntungan dari kemungkinan mundurnya Inggris dari Eropa dalam referendum bulan Juni.

Victoria Brittain, seorang penulis dan mantan editor asing Guardian, berpikir bahwa tindakan tersebut "terutama adalah untuk mendorong kelompok yang ada agar mereka merasa terlihat".

"Saya pikir mereka benar-benar tidak berhasil dalam menyebarkan pesan negatif terhadap Muslim, karena kelompok ini sangat tidak menarik dan ekstrim, dan nilai-nilai dalam diri mereka tidak mampu banyak membawa orang baru," kata Brittain.

Namun, wakil direktur TellMAMA – sebuah LSM nirlaba yang mencatat semua kegiatan anti-Islam di Inggris Raya – berpikir lain.

"Walaupun jumlah mereka kecil, kelompok-kelompok seperti Britain First akan memfilmkan kegiatan mereka, tidak peduli berapa ukurannya, dan meng-upload konten untuk mengarahkan lalu lintas web dan kemungkinan peningkatan keanggotaan partai atau sumbangan," kata Iman Abou Atta.

"Sebuah protes baru-baru ini di Dover diikuti sejumlah supremasi putih keras dan fasis – dari Front Nasional (the National Front), Kafir North West (North West Infidels), Aksi Nasional (National Action), Divisi anti orang (Misanthropic Division), Liga Pertahanan Skotlandia (Scottish Defence League) dan fasis di Wales ….

"Acara persatuan yang jarang ini menunjukkan kemampuan mereka untuk melakukan kekerasan terhadap muslim dan kekacauan publik," tambahnya.

Di antara partai-partai politik yang berkampanye untuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa adalah sejumlah kelompok kanan-jauh.

Liga Pertahanan Inggris (The English Defence League), PEGIDA UK, Inggris Pertama (Britain First), Partai Kebebasan Inggris (the British Freedom Party), Darah dan Kehormatan (Blood and Honour), serta Partai Nasional Inggris (British National Party), semuanya secara terbuka mendukung Brexit dan mampu meningkatkan retorika anti-Muslim, mengambil keuntungan dari krisis pengungsi besar yang harus dihadapi Eropa.

Sebuah laporan terbaru oleh Yayasan Cordoba (the Cordoba Foundation) menunjukkan bahwa ada peralihan dalam target kebencian bagi kelompok ekstrimis, mengklaim "gerakan-kanan tradisional yang sebelumnya sering menekankan teori konspirasi anti-Semit; baru-baru ini mulai beralih berfokus pada narasi anti-Muslim."

Baru-baru ini posting media sosial dari semua kelompok-kelompok fasis dan kanan-jauh yang disebutkan di atas seluruhnya menargetkan Muslim dan keyakinan Islam, dan serangan Islamofobia telah dilaporkan sejak serangan teroris di Paris dan Brussels.

Laporan Cordoba mengutip Profesor Matthew Goodwin, seorang ahli dalam imigrasi, radikalisasi dan Eropa, di University of Kent:

"Aktivis (kanan-jauh) anti Islam telah menggunakan media sosial internet sedemikian rupa yang … bagi mereka, menjadi alat komunikasi yang sangat diperlukan."

Atta dari TellMAMA mengatakan bahwa kebencian kelompok kanan-jauh telah menemukan media yang rumit dengan krisis pengungsi. Dia juga mengatakan laporan dari partai populis sayap kanan yang lebih mainstream, seperti Partai Kemerdekaan Inggris (UKIP) harus diteliti:

"Dengan Brexit (British Exit – keluarnya Inggris dari Uni Eropa), kuncinya adalah untuk melihat bahasa sayap kanan populis UKIP dan waspada jika krisis pengungsi dan migran mengabur sepanjang garis agama, seperti yang terlihat di bagian lain Eropa," katanya.

Sejalan dengan Atta, Victoria Brittain mengatakan bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan menjadi kemenangan bagi Islamophobia:

"Saya pikir hal itu akan menjadi sangat serius … Para pemenangnya adalah rasisme dan Islamophobia, dan mendorong sikap kuno bahwa Inggris adalah sebagai pusat alam semesta."

Kelompok-kelompok anti Islam seperti; EDL, Britain First dan PEGIDA UK semuanya tidak mau menanggapi permintaan wawancara terkait laporan ini.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam 

China Keberatan Pemimpin Muslim Uighur Terima Penghargaan Hak Asasi

BEIJING (Jurnalislam.com) – China menyatakan penentangan mereka hari Jumat (01/03/2016) terhadap pemberian penghargaan hak asasi dari sebuah kelompok yang berbasis di Amerika Serikat untuk pemimpin Muslim Uighur di pengasingan etnis yang dianggap separatis oleh Beijing, menyebutnya sebagai "standar ganda" dalam upaya kontra-terorisme, lansir Anadolu Agency, Jumat.

Awal pekan ini, Yayasan Korban Komunisme (the Victims of Communism Memorial Foundation), sebuah LSM pendidikan, mengumumkan bahwa Dolkun Isa, Ketua komite eksekutif dari Kongres Uighur Dunia (the World Uyghur Congress), akan diberikan penghargaan atas "pengakuan terhadap advokasi khusus hak asasi manusia" yang telah ia lakukan.

Dolkun Isa, anggota dari minoritas Muslim Turki di wilayah Xinjiang di barat laut China, telah ditempatkan pada daftar "teroris" China – tuduhan yang ia bantah.

Organisasi hak asasi manusia, aktivis dan analis mengatakan bahwa komunitas Muslim Uighur telah diberlakukan pembatasan beragama, budaya dan bahasa, yang menyebabkan mereka melarikan diri dari China dan meningkatkan tuntutan mereka akan dibentuknya sebuah negara terpisah.

Dia telah menyampaikan kepada PBB, pemerintah Barat dan kelompok hak asasi manusia internasional tentang hak-hak Muslim Uighur.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Turki Terus Gempur Posisi Milisi Komunis PKK di Irak Utara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Jet-jet Turki telah melakukan serangan udara pada basis milisi komunis PKK di Irak utara, Jumat (01/03/2016), kata militer Turki, lansir World Bulletin.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Staf Umum Turki, empat jet tempur F-16 menghancurkan target PKK, termasuk tempat penampungan, gua-gua dan gudang amunisi di wilayah Zap Jumat dini hari.

Delapan jet tempur F-4 2020 juga menghancurkan target PKK seperti depot amunisi dan tempat penampungan di wilayah Metina beberapa jam kemudian, tentara menambahkan.

Lebih dari 300 anggota pasukan keamanan telah tewas sejak PKK kembali melakukan operasi militer bersenjata sejak bulan Juli tahun lalu.

Ribuan teroris PKK juga tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Serangan Drone AS Klaim Targetkan Pemimpin Senior Al Shabaab

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan udara AS di Somalia telah menargetkan pemimpin senior Al-Shabab yang dituduh berpartisipasi dalam serangan mematikan terhadap pasukan Uni Afrika dan warga negara Amerika, Aljazeera melaporkan Jumat (01/04/2016).

Pentagon mengatakan pada hari Jumat serangan itu ditujukan ke arah Hassan Ali Dhoore, yang merupakan anggota kunci Al-Qaeda.

Tidak jelas apakah anggota al-Shabab tewas dalam serangan, dan Departemen Pertahanan AS "telah menilai hasil operasi ini", kata sebuah pernyataan.

"Menghapus Dhoore dari medan perang akan menjadi pukulan signifikan untuk perencanaan operasional dan kemampuan al-Shabab dalam melakukan serangan," Sekretaris Pers Pentagon Peter Cook mengatakan seperti dikutip.

Dhoore dikatakan adalah anggota al-Shabaab Amniyat, atau sayap keamanan dan intelijen, dan sangat terlibat dalam perencanaan serangan profil tinggi di ibukota, Mogadishu.

Pentagon mengatakan ia merencanakan dan mengawasi serangan yang mengakibatkan kematian puluhan personil militer Uni Afrika dan sedikitnya tiga warga AS.

Bulan lalu, AS menyatakan melakukan beberapa serangan udara di wilayah Hiiraan, Somalia, di mana mereka mengklaim lebih dari 100 mujahidin al-Qaeda telah tewas.

Namun, dua pemimpin al-Shabab yang dikatakan telah tewas dalam serangan beberapa saat kemudian muncul di depan umum.

"Amerika sedang bermimpi. Kami tidak pernah mengumpulkan banyak pejuang kami di satu tempat. Kami mengetahui situasi keamanan," Abdulaziz Abu Musab, juru bicara operasi militer al Shabaab, mengatakan kepada Al Jazeera dalam panggilan telepon setelah dua hari klaim AS.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Investigasi Muhammadiyah: Sebagian Besar Warga Tidak Keberatan dengan Otopsi Siyono

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan penolakan terhadap proses otopsi jenazah Siyono dari Joko Wijoyo, Kepala Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, dinilai tidak mewakili mayoritas warga Pogung.

Pasalnya, PP Muhammadiyah melalui Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang disiagakan sejak Rabu (30/3/2016) di Desa Pogung untuk menjaga keluarga Siyono, menemukan fakta lain.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sebagian besar warga Desa Pogung tidak keberatan dengan rencana dilakukannya proses otopsi jenazah Siyono.

“Sejak KOKAM berkeliaran di kampung itu, kami menanyakan kepada warga. Sebagian besar warga itu tidak berkeberatan dengan usaha pencarian keadilan (otopsi-red) yang dilakukan Ibu Suratmi,” kata Dahnil dalam konferensi pers ‘Mencari Keadilan untuk Suratmi’ di Aula KH. Ahmad Dahlan, Pusat Dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).

Dahnil yang ingin memastikan kembali pernyataan penolakannya itu, menemui langsung Joko Wijoyo pada Rabu (30/3/2016) di kantor Desa Pogun. Menurut penuturan Dahnil, dalam pertemuan itu Joko mengatakan bahwa penolakan itu adalah sikap aparatur desa dan beberapa warga yang disebut Joko sebagai tokoh.

Namun demikian, Dahnil mengatakan, Muhammadiyah tetap menghormati sikap penolakan Kepala Desa dan beberapa ‘tokoh’ itu dan Muhammadiyah akan tetap melakukan proses otopsi.

Dahnil juga menegaskan, jika setelah otopsi Suratmi diusir dari kampung halamannya, maka Muhammadiyah akan menampung dan menanggung semua keperluan keluarga Siyono.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Dahnil, kasus ini bukan hanya bisa mengungkap praktek ketidakadilan terhadap mereka yang dituduh teroris.

“Kami tidak ingin masuk pada perdebatan mereka benar teroris atau bukan, kami ingin masuk pada pencarian keadilan yang ingin ditemui oleh Bu Suratmi,” pungkasnya.

Reporter: Zul | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Tunjuk 6 Dokter, Muhammadiyah: Otopsi Siyono Akan Dilaksanakan Dalam Waktu Dekat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan, proses otopsi jenazah Siyono akan dilakukan dalam waktu dekat. Muhammadiyah telah menyiapkan 6 dokter ahli forensik untuk menggali informasi penyebab pasti kematian Siyono.

“Yang melakukan otopsi itu adalah dokter-dokter dari Muhammadyah. Muhammadiyah sudah menunjuk 6 dokter ahli forensik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam konferensi pers ‘Mencari Keadilan untuk Suratmi’ di Aula KH. Ahmad Dahlan, Pusat Dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).

Proses otopsi yang mulanya akan dilaksanakan pada hari Rabu (30/3/2016) itu ditunda karena alasan teknis. Namun Dahnil mengatakan, dirinya telah mempersiapkan hal-hal teknis menjelang otopsi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Sedianya otopsi akan kami lakukan pada hari Rabu, tapi karena ada alasan teknis kemudian otopsi itu kami tunda dan akan kami lakukan dalam waktu dekat, tidak jauh. Adapun waktu tepatnya tidak kami informasikan demi kewaspadaan,” tegasnya.

Muhammadiyah menurunkan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Klaten untuk menjaga kondusifitas pra otopsi. Penjagaan juga dilakukan satgas KOKAM di sekitar rumah hingga makam Siyono selama 24 jam.

“Demi kewaspadaan dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka penjagaan ini akan dilakukan sampai proses autopsi usai digelar,” pungkasnya.

KASUS Desak Polri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Kematian Siyono

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Koalisi Advokasi Untuk Siyono (KASUS) mendesak Polri dan Komnas HAM segera membentuk Tim Pencari Fakta untuk mengusut tuntas kasus kematian Siyono.

“KASUS mendesak Kepolisian Republik Indonesia dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melakukan otopsi forensik terhadap almarhum Siyono dengan Tim Otopsi Forensi Independen serta sesegera mungkin membentuk Tim Pencari Fakta untuk melakukan investigasi atas hilangnya hak hidup Siyono,” bunyi pernyataan sikap KASUS yang diterima Jurnalislam, Jumat (1/4/2016).

KASUS juga mendukung pemberantasan dan pencegahan terorisme oleh pemerintah dengan tetap memperhatikan asas praduga tak bersalah dan mengedepankan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia serta peraturan hukum yang berlaku.

“Upaya pemberantasan dan pencegahan terorisme harus dilakukan dengan berbagai pendekatan yang menyeluruh,” lanjutnya.

Selain itu, KASUS menghimbau kepada semua elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya.

“Masyarakat hendaknya tenang dan bebas dari rasa takut serta mempercayakan sepenuhnya masalah penegakkan hukum kepada aparatur negara,” anjurnya.

Sumber: Rilis KASUS | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Sejumlah Lembaga Hukum Jateng Bentuk Koalisi Advokasi Untuk Siyono (KASUS)

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Gelombang dukungan untuk keluarga Siyono mencari keadilan terus mengalir. Setelah tim advokasi Muhammadiyah, kini dukungan advokasi muncul dari sejumlah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jawa Tengah yang tergabung dalam Koalisi Advokasi Untuk Siyono (KASUS).

Ada beberapa lembaga hukum yang tergabung dalam koalisi ini, diantaranya: Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Solo, PKBH Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan, LBH Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Pusat Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), LBH Yogyakarta, LBH BASKARA PM DIY, FORUM LSM, dan Pusat Advoaksi Hukum dan HAM (PAHAM) DIY.

Dalam pernyataan sikap yang diterima Jurnalislam hari ini, Jumat (1/4/2016), KASUS menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Siyono.

KASUS juga mengutuk keras tindakan aparat Densus 88 yang telah menghilangkan hak hidup Siyono dan mendesak aparat dan Komnas HAM untuk mengusut tuntas motif dan tindakan oknum Densus 88 secara professional, objektif dan seksama.

Sumber: Rilis KASUS | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

KOKAM Jaga Rumah dan Makam Siyono 24 Jam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Suratmi, istri Siyono, mengaku dirinya merasa terteror dengan hadirnya orang-orang tak dikenal di sekitar rumahnya. Ditambah lagi pernyataan Kepala Desa setempat yang dinilai menyudutkan ia dan keluarganya. Kepada Muhammadiyah, Suratmi kemudian meminta untuk ditemani dan penjagaan.

“Menurut laporan kawan-kawan yang berjaga di lapangan, Bu Suratmi ini merasa terteror karena setiap saat di sekitar rumahya itu ada saja orang yang mengawasi yang dia curigai dari pihak ketiga,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam konferensi pers ‘Mencari Keadilan untuk Suratmi’ di Aula KH. Ahmad Dahlan, Pusat Dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).

Permintaan Suratmi itu disampaikan langsung kepada Dahnil yang berkunjung ke rumahnya di Dusun Brengkungan, RT 11 RW 05, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2016).

Menanggapi permintaan tersebut, PP Muhammadiyah kemudian mengintruksikan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) untuk berjaga di sekitar rumah Suratmi dan makam Siyono.

“Jadi di sekitar rumah Bu Suratmi itu tidak boleh ada orang lain selain KOKAM, termasuk kuburan Pak Siyono. Kami khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka kuburan Pak Siyono juga dijaga oleh KOKAM dan Pemuda Muhammadiyah 24 jam secara bergantian,” tegasnya.

Reporter: Zul | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam