Berita Terkini

Angkatan Laut Israel Gempur Kapal Nelayan Palestina dengan Peluncur Granat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah perahu nelayan Palestina terbakar dan tenggelam di lepas pantai Rafah City di selatan Jalur Gaza Sabtu pagi setelah menjadi sasaran serangan pasukan angkatan laut Zionis, menurut laporan Ma'an News Agency, Sabtu (02/04/2016).

Kepala serikat nelayan Nizar Ayyash mengatakan kepada Ma'an bahwa "kapal perang Israel menargetkan kapal dengan beberapa peluncur granat, hingga terbakar dan menyebabkan kapal itu tenggelam."

Ayyash mengatakan kondisi mereka yang berada di atas kapal belum diketahui.

Menanggapi kejadian tersebut, seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada Ma'an bahwa sebuah kapal dari Mesir menyusup ke wilayah laut dari Jalur Gaza di bawah blokade militer Israel dengan tuduhan " upaya penyelundupan."

Pasukan angkatan laut Israel terus menembaki kapal dengan alasan penyelundupan kargo mencurigakan hingga kapal itu terbakar lalu tenggelam, kata juru bicara itu.

Nelayan Palestina umumnya diserang oleh pasukan Israel di dalam atau di dekat "zona penyangga" militer yang diberlakukan di darat dan laut. Walaupun batas zona yang tepat seringkali tidak jelas, zionis menjaganya dengan melepaskan tembakan semaunya.

Kebijakan Israel ini justru menghancurkan banyak sektor pertanian dan perikanan dari wilayah Palestina yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.

 

Deddy | Ma'an News Agency | Jurnalislam

Taliban: 44 Pasukan Gabungan Tewas dan 26 Lainnya Terluka dalam Operasi Kapisa

KAPISA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 44 tentara gabungan dari ANA (Afghanistan National Army), polisi dan pasukan Arbaki telah tewas dan lebih dari 26 lainnya cedera akibat pertempuran sengit dengan Mujahidin di provinsi Kapisa timur, menurut laporan Al-Emarah News, Jumat (01/04/2016).

Musuh, didukung oleh kekuatan darat dan udara, dikerahkan di distrik Nijrab provinsi Kapisa sekitar 21 hari lalu.

Telah terjadi pertempuran antara musuh dan Mujahidin sejak itu.

Operasi musuh yang mereka gelar berakhir kemarin dan mereka mundur dengan kekalahan yang fatal hari Kamis.

Laporan dusta musuh yang mengklaim bahwa 30 pejuang Mujahidin telah syahid dalam operasi itu adalah palsu dan tidak berdasar.

Menurut sumber yang dapat dipercaya sedikitnya dua pejuang Mujahidin telah memeluk kesyahidan dan tiga orang lainnya menderita luka-luka saat musuh meluncurkan operasi sejak 21 hari lalu.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Azerbaijan dan Armenia Kembali Perang di Perbatasan, 30 Pasukan Tewas

AZERBAIJAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 30 tentara telah tewas dalam pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di sepanjang garis depan wilayah Nagorno-Karabakh yang diperebutkan, pejabat kedua negara tersebut mengatakan, lansir Aljazeera Sabtu (02/04/2016).

Kedua belah pihak saling menyalahkan atas pertempuran yang dimulai semalam (jumat malam).

Azerbaijan mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan Armenia menewaskan 12 tentara dan menembak jatuh sebuah helikopter.

"Dua belas prajurit Azeri tewas dalam aksi dan helikopter ditembak jatuh oleh pasukan Armenia," kata kementerian pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan, juga mengklaim bahwa pasukan Azeri menguasai "dua bukit strategis dan sebuah desa" di Karabakh.

Sementara itu pasukan Azeri menewaskan 18 tentara Armenia, kata Presiden Armenia Serzh Sarkisian.

"Dari pihak kami 18 tentara tewas dan sekitar 35 lainnya luka-luka," kata Sarkisian dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, tidak disebutkan apakah tentara tersebut milik pasukan separatis yang didukung Yerevan di Karabakh atau angkatan bersenjata Armenia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan menulis dalam posting Facebook bahwa pasukan Armenia di wilayah itu menembak jatuh sebuah helikopter militer Azeri, namaun klaim tersebut ditolak Azerbaijan.

"Pertempuran aktif saat ini sedang berjalan," kata Hovhannisyan. "Armenian Army telah meluncurkan serangan balik. Ada korban di kedua belah pihak, tapi pihak lawan menderita kerugian jiwa besar dan peralatan. Sebuah helikopter [Azerbaijan] telah ditembak jatuh."

Presiden Rusia Vladimir Putin, sementara itu, mendesak semua pihak untuk menghentikan pertempuran dan "menunjukkan upaya menahan diri", kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip oleh kantor berita Rusia.

Nagorno-Karabakh telah berada di bawah kendali militer dan separatis Armenia sejak perang antara Armenia dan Azerbaijan berakhir pada tahun 1994. Negosiasi bertahun-tahun telah membawa sedikit kemajuan dalam menyelesaikan sengketa.

Pertempuran Sabtu tersebut adalah bentrokan terdahsyat sejak tahun 1994, kata David Babayan, juru bicara presiden separatis di kawasan itu.

Kementerian Pertahanan gadungan Nagorno-Karabakh mengatakan di Twitter bahwa Azerbaijan menyerang desa-desa dan unit militer Karabakh dengan artileri dan pasukan udara, menewaskan seorang anak dan melukai dua lainnya.

"Tentara Karabakh melakukan perlindungan yang efektif, menyebabkan kerugian serius bagi Azerbaijan. Kami menembak jatuh sebuah helikopter yang menyerang posisi kami," kata akun Twitter tersebut.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan, dikutip media Rusia, mengatakan bahwa "informasi tentang helikopter yang jatuh itu bohong belaka dan semua kendaraan berada di tempat. Itu adalah provokasi lain dari pihak Armenia".

Kementerian itu juga mengatakan pertempuran dimulai ketika pasukan Armenia menembakkan mortir dan peluru artileri kaliber besar di garis depan.

Maria Titzian, seorang dosen di Universitas Amerika Armenia (the American University of Armenia), mengatakan kepada Al Jazeera: "Selama 20 bulan terakhir ketegangan di Azerbaijan meningkat dalam hal pelanggaran gencatan senjata."

Dia menambahkan bahwa Azerbaijan berusaha "menggagalkan proses perdamaian" dan ia meminta masyarakat internasional untuk berupaya lebih keras (untuk mengatasinya). Dia juga mengatakan bahwa ini adalah kekerasan yang paling buruk sejak 1994.

"Ini sudut dunia yang telah lama diabaikan," katanya. "Saya pikir sudah waktunya bagi dunia untuk lebih memperhatikan situasi di sini. Masalah ini akan memiliki pengaruh besar terhadap wilayah yang lebih besar jika tidak diselesaikan secara damai."

Deddy | Aljazeera | Anadolu Agency | Jurnalislam

FOKUS: Penolakan Aswaja Terhadap Acara Syiah di Bondowoso Tahun Ini Lebih Kompak

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) –  Warga Nahdlatul Ulama Bondowoso menyatakan menolak peringatan Milad Fatimah yang akan diadakan pengikut ajaran Syiah di Bondowoso pada tanggal 4-6 April mendatang.

Juru bicara Forum Komunikasi Ulama Sunni (FOKUS) Bondowoso KH. Moch Hasan Abdul Muiz mengatakan, penolakan terhadap peringatan acara syiah Milad Fatimah dilakukan setiap tahunnya. Namun, aksi penolakan warga NU kali ini lebih kompak dari sebelumnya.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al Maliki, Koncer, Bondowoso itu, kekompakan warga NU dalam penolakan Milad Fatimah tahun ini disebabkan karena dalam acara tersebut akan dihadiari oleh tokoh-tokoh Syiah kerap menyingung Nahdliyin.

“Kita tegas menolak, tidak ada milad Fatimah. Kita sudah sampaikan ke Bupati atas penolakan ini,” tegas Kyai Hasan kepada Jurnalislam, Sabtu (2/4/2016)

Selain melalui Bupati, FOKUS juga menyampaikan penolakannya kepada Kapolres Bondowoso dan Komandan Kodim 0822, Bondowoso serta beberapa instansi terkait lainnya.

Kyai Hasan menambahkan, rencananya, pada tanggal 3 April atau sebelum peringatan Milad Fatimah, warga NU dan ormas Islam se-Bondowoso akan melakukan long march untuk menyerukan penolakan peringatan Milad Fatimah yang akan dilangsungkan di kampung Arab Bondowoso.

Bahkan, Ketua GP Ansor Bondowoso, Ustadz Muzammil menegaskan penolaknanya terhadap acara tersebut sebab Milad Fatimiyah tidak pernah ada dalam agama Islam.

“Kami dengan tegas akan menolak kegiatan itu. Akan kami lindungi warga NU dari ajaran Syi’ah,” tegasnya sebagaimana dilansir nugarislurus.com

Reporter: Bramantyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

400 Anggota Kokam Kawal Otopsi Jenazah Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Sekitar 400 personil Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) pagi ini menjaga proses autopsi jenazah Siyono.

"400 personil hari ini berasal dari Solo raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Komandan Pelaksana Sunardi.

Ia melanjutkan, personil akan dibagi ke dalam 4 ring terdiri dari. Ring 1 lokasi autopsi dijaga 50 personil, ring 2 di jalan sekitar makam juga 50 personil.

Selanjutnya ring 3 berada di dekat kediaman keluarga serta ring 4 di balai desa. "Ring 4 adalah posisi penting, karena kita akan menjaga dari warga tak berkepentingan," jelasnya.

Sunardi sangat berterima kasih kepada laskar islam yang ingin membantu penjagaan, tapi sesuai keputusan keamanan diserahkan kepada Muhammadiyah.

Pantauan wartawan anggota JITU di lapangan, proses autopsi dilaksanakan secara tertutup. Lokasi kompleks pemakaman Siyono dikawal ketat aparat sejak pukul 05.00 pagi. Makam Siyono ditutupi tenda berwarna hijau agar proses autopsi berjalan lancar.

Reporter: Tommy Abdullah/JITU | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Dewan Pakar ANNAS: Pembubaran Acara Syiah di Bangil, Wujud Bersatunya Umat Islam

SERANG (Jurnalislam.com) – Pembubaran acara Syiah di Bangil pada hari Jumat (1/4/2016) dinilai sebagai bukti bersatunya umat Islam. Pernyataan itu disampaikan Dewan Pakar Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Dr Anung AlHamat, Lc, kepada Jurnalislam di masjid Masjid At – Taubah, jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Sabtu (2/4/2016).

“Alhamdulillah kita bersyukur, perbedaan yang sifatnya furu’ (cabang-red) memang kita harus singkirkan kita lepaskan, bersatunya ormas muhammadiyah , NU, dan persis ini sebuah langkah maju bersatu menghadapi musuh yang satu. Ini sebuah kemajuan dan ini yang kita harapkan,” katanya kepada Jurnalislam

Menurutnya, pembubaran acara bertajuk Wiladah Fatimah itu merupakan cerminan keresahan masyarakat terhadap ajaran Syiah. “Ini merupakan bukti kuat ajaran Syiah bukan bagian dari Islam dan menggambarkan masyarakat sudah resah dengan ajaran dan paham Syiah,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ustad Anung menilai, pemerintah mencontoh sikap pemerinta Malaysia dan Arab Saudi yang dengan tegas menolak dan mengkategorikan Syiah sebagai aliran sesat.

“Karena Malaysia tahu betul di mana Syiah itu punya kekuatan pasti negara akan hancur,” tegasnya.

Ustadz Anung menjelaskan, ada banyak faktor yang membuat pemerintah Indonesia belum mengambil sikap tegas terhadap keberadaan Syiah.

“Bisa jadi karena kecerdikan Syiah dengan baju taqiyahnya, sehingga dia menyembunyikan identitas atau jati diri Syiah sebenarnya. Bisa jadi murni para pemegang kebijakan ini tidak tahu tentang bahaya Syiah atau yang ketiga mereka tahu mungkin karena tidak mau mengambil resiko,”terangnya.

Namun demikian, peneliti aliran sesat itu mengatakan, hikmah dari keberadaan Syiah di Indonesia  adalah bersatunya umat Islam Indonesia.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

IMM Dompu: Bubarkan dan Adili Densus 88

DOMPU (Jurnalislam.com) – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Dompu menuntut agar Densus 88 dan BNPT segera dibubarkan. Tuntutan itu disampaikan dalam aksi damai yang digelar di depan Masjid Raya Dompu, Sabtu (2/4/2016). Puluhan mahasiswa itu melangsungkan aksinya tiga tempat, Masjid Raya Dompu, Bundaran Pasar, lampu merah Kodim 1614 dan di depan Kapolres Dompu.

“Menuntut Densus 88 dan BNPT untuk dibubarkan adalah sebuah keharusan karena terbukti telah melangggar hak asasi manusia, UUD 1945 dan Pancasila yang terdapat pada sila kedua dan ketiga,” tegas Zulkifli, koordinator aksi dalam orasinya.

Selain itu, IMM juga meminta Densus 88 untuk diadili. Menuru Zulkifli, Densus 88 telah menjadi kepanjangan tangan dari kepentingan negara-negara kapitalis untuk membunuh umat Islam.

“Kami juga menilai keberadaan Densus 88 bukan murni atas kepentingan negara, tetapi ini merupakan perpanjangan tangan dari kepentingan global negara-negara kapitalis untuk membunuh ummat Islam dan siapa saja yang dianggap membahayakan kepentingan mereka,” terangnya.

IMM dengan tegas menolak tindakan terorisme, namun penanganan terorisme juga tidak boleh dilakukan dengan terror yang akan kontra-produktif dengan misi pemberantasan terorisme itu sendiri.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

FUI Karanganyar Pasang Spanduk Dukungan untuk Muhammadiyah

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Karanganyar memasang spanduk dukungan kepada Muhammadiyah atas advokasi yang dilakukan untuk keluarga korban kebiadaban Densus 88, Siyono. Sebelum pemasangan dilakukan, sejumlah aktivis ormas ini bersilaturahim ke Kantor Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Sabtu (2/3/2016) pagi.

Ditemui pengurus PDM Suwarlan, aktivis FUI menyampaikan pernyataan dukungan atas advokasi tersebut, dan memohon izin untuk memasang spanduk dukungan di beberapa titik strategis di Karanganyar.

Setelah mendapat izin, pemasangan spanduk langsung dilakukan di beberapa titik strategis, yakni di perempatan Pahpahan, Bejen, Karangpandan, dan Tawangmangu.

FUI Karanganyar melakukan aksi ini sebagai wujud keprihatinan atas kedzaliman yang menimpa imam masjid.

“Kita lihat Akhi Siyono, seorang imam masjid di Klaten yang ditangkap Densus 88 dalam keadaan sehat, tapi setelah beberapa hari beliau dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia. Jadi kita sebagai muslim prihatin atas hal ini,” ujar Sekjen FUI Karanganyar Mulyono di sela pemasangan spanduk di perempatan Pahpahan.

Dukungan terhadap Muhammadiyah atas advokasi yang dilakukan untuk keluarga korban juga sebagai wujud bahwa umat Islam saling peduli dan menjalin sinergi satu sama lain.

“Umat Islam bagaikan satu tubuh. Jika satu bagian merasakan sakit, maka bagian lain pun ikut merasakannya. Dan dukungan FUI ini sebagai salah satu bukti bahwa umat Islam benar-benar bersatu,” imbuh dia.

FUI Karanganyar merupakan ormas yang aktif dalam kegiatan amar ma’ruf nahi munkar. Dan dalam gerakannya selalu dilakukan secara prosedural, tidak anarkis. Ormas ini berkomitmen untuk turut menjaga kondusifitas sosial di Kabupaten Karanganyar dan mewujudkan program Karanganyar Bertaqwa yang dicanangkan oleh Pemkab.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Dampingi Keluarga Siyono Mencari Keadilan, Ansharusy Syariah Bangga Dengan Muhammadiyah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Abdurrachim Ba’asyir menyatakan dukungannya terhadap langkah PP Muhammadiyah mendampingi penuh keluarga Siyono mencari keadilan. Ustadz Iim, sapaannya, mengaku bangga kepada Muhammadiyah.

“Kita mendukung langkah bantuan dari Muhammadiyah terhadap keluarga Siyono. Kita bangga sekali salah satu dari ormas Islam besar memiliki kepedulian terhadap nasib umat Islam yang didzalimi oleh orang-orang dzalim dalam pemerintah ini,” kata ustadz Iim kepada Jurnalislam, Sabtu (2/4/2016) melalui sambungan telepon.

Ustadz Iim berharap, andil Muhammadiyah menjadi awal bangkitnya umat Islam Indonesia dalam melawan kedzaliman serta menjadi momen untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah di bawah naungan Syariat Islam.

“Umat Islam tidak boleh tinggal diam. Mudah-mudahan diikuti oleh ormas-ormas Islam yang lain. Dan mudah-mudahan ini menjadi langkah untuk menyatukan umat ini di dalam naungan ukhuwah persaudaraan Islam di bawah petunjuk syariat,” tuturnya.

Ditegaskan ustadz Iim, umat Islam harus menyadari betapa berharganya nyawa seorang muslim di hadapan Allah SWT.

“Rasululllah SAW menyatakan, meskipun Ka’bah itu dihancurkan, satu per satu batunya dicabuti, di hadapan Allah SWT itu lebih ringan dibandingkan hilangnya nyawa seorang muslim tanpa hak,” tegas putra bungsu ustadz Abu Bakar Ba’ayir itu.

Ustadz Iim yakin, upaya yang dilakukan Muhamadiyah tidak akan sia-sia. “Insya Allah, bentuk dari menjaga harga diri kaum Muslimin ini ada nilainya di sisi Allah SWT,” katanya.

Ustadz Iim juga mendoakan orang-orang yang saat ini sedang memperjuangkan keadilan bagi keluarga Siyono, diberikan kemudahan langkah-langahnya oleh Allah SWT.

“Alhamdulillah sudah ada kesadaran seperti ini, dan ini sebuah panggilan jiwa. Mudah-mudahan mereka yang berjuang di Muhammadiyah untuk membela keluarga Siyono diberi taufik dan dimudahkan oleh Allah SWT langkah-langkah mereka dalam upaya untuk mengungkap kedzaliman dan menyeret para pelakunya untuk dihukumi khususnya dengan hukum Allah SWT,” pungkasnya.

Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Brigade Izzudin Al Qassam Rilis Foto-foto Serdadu Israel yang Ditawan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Brigade Izzudin Al-Qassam Abu Ubaidah mengatakan, tidak mungkin memberikan informasi secara gratis kepada zionis terkait dengan serdadu Israel yang hilang di Gaza tanpa ada kompensasi. Dan PM zionis Netanyahu beberapa hari lalu telah berbohong kepada rakyatnya tentang hal ini, tegasnya, lansir Infopalestina, Sabtu (02/03/2016).

Dalam pernyataan di TV Al-Aqsha Jumat kemarin (01/04/2016) yang menampilkan video 4 serdadu Israel, Abu Ubaidah mengatakan, sampai saat ini tidak ada komunikasi terkait kesepakatan pertukaran tawanan dengan penjajah Zionis.

Pernyataan Abu Ubaidah ini sebagai respon atas pernyataan Netanyahu yang mengklaim terjadi perkembangan penting terhadap serdadu Israel yang hilang di Gaza. Sebelumnya Netanyahu pada Ahad lalu mengatakan ada perkembangan yang baik terkait dengan hal tersebut sejak perang terakhir musim panas 2014.

Menjawab pertanyaan yang disampaikan wartawan atas pasukan Israel yang hilang yaitu Abraham Manuhutu, Netanyahu mengatakan, “Ada usaha dalam hal ini, sudah dilakukan pertemuan-pertemuan dalam beberapa hari sebelumnya dan sudah menerima laporan meskipun tanpa dirinci,bahkan ada pertemuan secara rutin”.

Sebelumnya Brigade Izzudin Al-Qassam sayap militer Hamas telah mengumumkan pada sore 20 Juli 2014, mereka menyandra seorang serdadu Israel Shaul Aron dalam operasi di timur kampung Sejariyah, Timur Kota Gaza pada saat agresi perang darat Israel. Akan tetapi Israel menggumumkan ia terbunuh.

Pada awal Agustus tahun lalu militer Israel kehilangan kontak dengan seorang komandan Haga Golden di Rafa Selatan Jalur Gaza dan Al-Qassam pada saat itu juga ke kehilangan kontak dengan salah satu penyerang yang ada di tempat tersebut. Al Qassam memprediksi pasukannya gugur dan komandan Israel juga terbunuh.

Pada Juli 2015 pengawas Israel memberikan izin untuk melansir berita hilangnya pasukan Israel Abraham Manguto dari Ethiopia di Jalur Gaza pada 10 September 2014 setelah menyusup ke perbatasan Jalur Gaza. Pada bulan yang sama Netanyahu juga meminta intervensi internasional kepada Hamas terkait dengan pasukannya yang hilang.

Zionis Netanyahu mengatakan dalam sidang pekanan di pemerintahannya bahwasanya Israel sedang menunggu dunia internasional untuk mendorong Hamas agar mengembalikan serdadu Israel dan pemerintahannya sudah bekerja sekeras untuk mengembalikan mereka.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam