Investigasi Muhammadiyah: Sebagian Besar Warga Tidak Keberatan dengan Otopsi Siyono

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan penolakan terhadap proses otopsi jenazah Siyono dari Joko Wijoyo, Kepala Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, dinilai tidak mewakili mayoritas warga Pogung.

Pasalnya, PP Muhammadiyah melalui Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang disiagakan sejak Rabu (30/3/2016) di Desa Pogung untuk menjaga keluarga Siyono, menemukan fakta lain.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sebagian besar warga Desa Pogung tidak keberatan dengan rencana dilakukannya proses otopsi jenazah Siyono.

“Sejak KOKAM berkeliaran di kampung itu, kami menanyakan kepada warga. Sebagian besar warga itu tidak berkeberatan dengan usaha pencarian keadilan (otopsi-red) yang dilakukan Ibu Suratmi,” kata Dahnil dalam konferensi pers ‘Mencari Keadilan untuk Suratmi’ di Aula KH. Ahmad Dahlan, Pusat Dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).

Dahnil yang ingin memastikan kembali pernyataan penolakannya itu, menemui langsung Joko Wijoyo pada Rabu (30/3/2016) di kantor Desa Pogun. Menurut penuturan Dahnil, dalam pertemuan itu Joko mengatakan bahwa penolakan itu adalah sikap aparatur desa dan beberapa warga yang disebut Joko sebagai tokoh.

Namun demikian, Dahnil mengatakan, Muhammadiyah tetap menghormati sikap penolakan Kepala Desa dan beberapa ‘tokoh’ itu dan Muhammadiyah akan tetap melakukan proses otopsi.

Dahnil juga menegaskan, jika setelah otopsi Suratmi diusir dari kampung halamannya, maka Muhammadiyah akan menampung dan menanggung semua keperluan keluarga Siyono.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Dahnil, kasus ini bukan hanya bisa mengungkap praktek ketidakadilan terhadap mereka yang dituduh teroris.

“Kami tidak ingin masuk pada perdebatan mereka benar teroris atau bukan, kami ingin masuk pada pencarian keadilan yang ingin ditemui oleh Bu Suratmi,” pungkasnya.

Reporter: Zul | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.