Berita Terkini

Pengadilan Islam Palestina Liburkan Sidang Perceraian Selama Ramadhan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kepala pengadilan Islam Palestina pada hari Ahad (28/5/2017) mengatakan kepada hakim untuk tidak mengabulkan perceraian selama bulan Ramadhan, karena khawatir ada kata-kata tajam yang memicu dalam persidangan dan akan menggangu ibadah Ramadhan.

Hakim Mahmud Habash mengatakan bahwa dia mendasarkan keputusannya pada “pengalaman tahun-tahun sebelumnya” ketika dia menemukan bahwa puasa sejak fajar-hingga-senja dan larangan rokok selama Ramadhan, yang dimulai pada hari Sabtu lalu hingga akhir Ramadhan, cenderung menyebabkan temperamen tinggi dan lidah tajam pada beberapa kasus, lansir Aljazeera.

Katanya dalam sebuah pernyataan, “mereka kadang membuat keputusan yang cepat dan dianggap tidak benar”.

Menurut Otoritas Palestina, 50.000 pernikahan didaftarkan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza pada tahun 2015, namun lebih dari 8.000 perceraian juga terdaftar.

Pengangguran dan kemiskinan endemis dikatakan sebagai faktor utama.

Tidak ada perkawinan atau perceraian sipil di wilayah Palestina, di mana hanya pengadilan agama yang memiliki kekuatan tersebut.

Dibubarkan Pemerintah Myanmar, Kelompok Ekstremis Budha Ganti Nama

YANGON (Jurnalislam.com) – Kurang dari sepekan setelah dinyatakan bubar oleh asosiasi biarawan Myanmar yang paling senior, kelompok Buddhis ekstrem pimpinan ultra-nasionalis, bertekad untuk melanjutkan aktivitasnya dengan nama yang berbeda.

Pengumuman tersebut dikeluarkan dalam sebuah konferensi dua hari yang berakhir pada hari Ahad (28/5/2017) di Yangon, di mana sekitar 20.000 anggota Ma Ba Tha termasuk biarawan dan biarawati berkumpul mengikuti perintah asosiasi biarawan paling senior di Myanmar, lansir Anadolu Agency.

Komite Sangha Negara yang disponsori pemerintah pada hari Selasa lalu memerintahkan kelompok tersebut untuk menghentikan semua kegiatan pada pertengahan Juli atau menghadapi hukuman berdasarkan undang-undang Buddhis dan sekuler. Panitia juga mendesak Kementerian Dalam Negeri untuk menegakkan peraturan sesegera mungkin.

Langkah tersebut dipandang secara luas sebagai langkah penting untuk mengekang pidato provokasi dan gerakan penuh kebencian kelompok tersebut terhadap minoritas Muslim Myanmar, namun gerakan kelompok anti-Muslim tersebut tampaknya tidak mengindahkan.

“Kami sudah berpikir untuk mengganti namanya,” kata biksu ketua Bhiwantha pada konferensi tersebut pada hari Sabtu, yang kemungkinan menjadi pertemuan terakhir di bawah nama “Asosiasi untuk Perlindungan Ras dan Agama” (lebih dikenal dengan Ma Ba Tha dalam akronim Myanmar).

“Sekarang larangan tersebut membantu kami mengubah citra kelompok,” kata Bhiwantha.

Biksu senior memutuskan untuk mengubah nama kelompok menjadi Yayasan Buddha Dhamma pada hari Ahad.

“Kami akan terus berjalan sebagai lembaga yang melindungi ras dan agama kami,” Bhiwantha menambahkan.

Beberapa hari sebelum pelarangan tersebut, anggota Komite Sentral Ma Ba Tha membentuk sebuah kelompok baru yang disebut “Dhamma Wantharnu Rakhita Association” yang akan segera diubah menjadi partai politik.

“Karena pemerintah tidak berkeinginan untuk melindungi agama, kita perlu masuk ke dalam politik,” kata Maung Thway Chun, ketua kelompok yang berafiliasi dengan Ma Ba Tha.

“Kami akan mendaftarkan partai dengan nama “Partai Patriot 135′ dalam waktu satu bulan,” katanya, menambahkan bahwa angka 135 mewakili jumlah kelompok etnis yang berbeda di negara ini.

Ansar al Syariah Libya Resmi Bubarkan Diri

LIBYA (Jurnalislam.com) – Faksi Jihad Libya Ansar al Syariah, yang merupakan afiliasi al-Qaeda dan dianggap sebagai organisasi jihadis oleh PBB dan Amerika Serikat, mengumumkan “pembubaran” nya dalam sebuah komunike yang dipublikasikan secara online pada hari Sabtu (27/5/2017).

Washington menuduh kelompok berada di balik serangan 11 September 2012 di konsulat AS di kota timur Benghazi dimana duta besar Christopher Stevens dan tiga orang Amerika lainnya terbunuh.

Ansar al Syariah adalah salah satu kelompok jihad yang muncul di Benghazi, kota terbesar kedua Libya, dalam kekacauan menyusul kematian diktator Muammar Qaddafi pada tahun 2011. Ansar al-Syariah menguasai kota tersebut pada tahun 2014.

Pasukan militer Libya Timur Khalifa Haftar awal bulan ini melancarkan serangan untuk mengusir jihadis dari dua markas mereka yang tersisa di Benghazi.

Dalam komunikenya Ansar al-Syariah mengatakan bahwa mereka “dilemahkan” oleh pertempuran, lansir Al Arabiya.

Faksi tersebut kehilangan pemimpinnya, Mohammed Azahawi, dalam pertempuran dengan pasukan Haftar di Benghazi pada akhir tahun 2014.

Sebagian besar anggotanya kemudian bergabung dengan Dewan Shura Revolusi Benghazi, sebuah aliansi lokal pejuang Islam.

Pada akhirnya mereka tersebar, Ansar al Syariah hadir di Benghazi dan Derna di Suriah timur, dengan cabang-cabang di Sirte dan Sabratha, Libya barat.

Pada waktu lalu faksi jihad tersebut mengambil alih barak dan tempat-tempat lain yang ditinggalkan oleh pasukan Qaddafi yang digulingkan dan mengubahnya menjadi tempat latihan bagi ratusan mujahidin yang ingin pergi ke Irak atau Suriah.

Kekurangan Pasukan Pria dalam Pertempuran Mosul, IS Gunakan Wanita Hadapi Militer Irak

MOSUL (Jurnalislam.com) – Sumber militer Irak mengatakan pada hari Ahad (28/5/2017) bahwa kelompok Islamic State (IS) mulai menyebarkan penembak jitu di kota tua Mosul, bersamaan dengan bom mobil dan pelaku bom martir.

Pasukan Irak maju dengan hati-hati ke arah kota tua Mosul, di tengah bentrokan antara pasukan Irak dan IS di lingkungan kota medis dan Rumah Sakit Ibnu Sina.

Mayor Jenderal Maan al-Saadi, komandan pasukan anti-terorisme khusus kedua, mengatakan bahwa pasukannya telah mengamankan hampir setengah dari lingkungan Al Sehha, menambahkan bahwa tidak mungkin menetapkan batas waktu untuk mengakhiri pertempuran, karena ada banyak variabel di darat.

Saadi mengungkapkan bahwa IS mulai menggunakan wanita dalam pertempuran, setelah kehilangan banyak pria.

Sumber militer Irak mengkonfirmasi bahwa daerah yang dikuasai IS di sisi barat kota Mosul telah menyusut menjadi hanya 5 persen, yang diperkirakan akan memasuki tahap pertarungan yang menentukan pada paruh pertama bulan depan, menurut saluran Al Arabiya hari Ahad.

Pasukan gabungan Irak juga telah memulai sebuah operasi baru untuk merebut tiga lingkungan terakhir – Al Shifa, Al Zenjeely, dan Al Sehha – di Mosul barat dari kontrol IS. Mereka mengatakan bahwa mereka bertujuan memperketat pengepungan di kota tua itu dengan gang-gangnya yang kompleks dan sempit, yang akan menjadi tempat IS disingkirkan di Irak.

Ketika operasi tersebut diluncurkan, pasukan Irak berhasil mengendalikan jembatan ketiga yang menghubungkan kedua sisi Tigris dan Mosul International Hotel di distrik Al Shifa, setelah terjadi bentrokan antara kedua belah pihak.

Menurut perkiraan militer, menguasai bangunan hotel akan memberi kekuatan kepada pasukan Irak untuk menyebarkan penembak jitu dalam menargetkan kelompok bersenjata di daerah-daerah terdekat.

Pertarungan antara tentara Irak dan elemen IS mengakibatkan kematian puluhan pasukan dari kedua belah pihak.

Sumber-sumber Irak mengatakan bahwa di antara yang tewas adalah dua komandan lapangan tentara Irak, Kolonel Abdul Baqi Dhahi al-Saadoun, dan Kolonel Ahmed Kazem al-Tamimi dari Brigade Infanteri ke-3.

Sumber militer tidak mengungkapkan keadaan kematian mereka.

Dalam konteks yang terkait, para pejuang Izzidiyoun menguasai desa Kujo, sebelah barat Mosul, dari milisi Syiah Pasukan Mobil Rakyat dengan hadirnya Letnan Jenderal Abdul Amir Yar, komandan kampanye militer untuk membebaskan Mosul dari IS.

Desa ini diambil dari IS dua hari yang lalu, dan merupakan perpanjangan dari selatan Qada ‘Sinjar, di mana mayoritas adalah orang-orang Yazidis.

AD India: Seharusnya Pemrotes Kashmir Bukan dengan Batu agar Bisa Kami Bantai

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Seorang kepala Angkatan Darat India pada hari Ahad mengatakan bahwa dia berharap para pemrotes Kashmir menggunakan senjata bukan batu, untuk memberi alasan kepada tentara India dalam melakukan pembantaian.

Ribuan orang yang melakukan protes terhadap peraturan India di Kashmir yang disengketakan dipersenjatai dengan batu.

“Sebenarnya, saya berharap orang-orang ini [pemrotes pro-kemerdekaan] menembakkan senjata pada kami, bukannya melemparkan batu ke arah kami [tentara India].

“Kalau mereka menembakkan senjata saya senang, lalu saya bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan,” Jenderal Bipin Rawat mengatakan kepada Press Trust of India (PTI), kantor berita utama negara tersebut, pada hari Ahad.

Ucapan Rawat muncul sehari setelah dua pejuang Muslim Kashmir, salah satunya 16 tahun, gugur dalam baku tembak di Kashmir selatan.

Kepala aliansi multi-partai Hurriyat, Mirwaiz Umar Farooq mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tentara India tidak tahu bagaimana menangani para pemrotes.

“Negara bagian India dan tentara India, dengan semua senjata dan tenaganya, tidak dapat menundukkan gerakan pembebasan di Kashmir yang diduduki dan mereka benar-benar kalah menghadapi para pemrotes yang melempari batu tersebut.”

41 Tewas dalam Pertempuran antara Pasukan Filipina dengan IS di Malawi

ZAMBOANGA (Jurnalislam.com) – Jumlah milisi terkait kelompok Islamic State (IS) yang tewas dalam serangan militer yang sedang berlangsung di Malawi City telah mencapai 41 orang, kata militer hari Ahad (28/5/2017), lansir Anadolu Agency.

Mengutip sebuah laporan dari Divisi Infanteri 1 Angkatan Darat Filipina, Kapten Jo-Ann Petinglay, juru bicara Komando Mindanao Barat, mengkonfirmasi jumlah anggota Maute yang tewas.

Petinglay mengatakan bahwa ada juga korban di pihak pemerintah dan bahwa bentrokan berlanjut pada hari keenam setelah kelompok Maute menyerang Kota Marawi.

Polisi yang didukung oleh unit pemerintah daerah dan relawan memimpin pengambilan mayat anggota Maute di zona tempur, menurut Petinglay.

“Mereka mengambil mayat musuh, juga senjata api dan amunisi bertenaga tinggi,” kata juru bicara Angkatan Darat.

Dia menambahkan puluhan tentara terluka dalam bentrokan yang sedang berlangsung.

Pasukan tersebut melakukan operasi pembedahan untuk membersihkan anggota Marawi dari Maute, yang melancarkan serangan di kota tersebut pada hari Selasa yang lalu, hingga meminta Presiden Rodrigo Duterte untuk mengumumkan darurat militer di seluruh pulau Mindanao.

Sementara itu, seorang pejabat eksekutif Daerah Otonomi di Mindanao Muslim mengungkapkan keprihatinannya atas efek darurat militer dan krisis kaum Muslim yang mengungsi akibat perang yang sedang berlangsung.

Pengacara Laisa Alamia, sekretaris eksekutif, mengatakan bahwa warga desa Muslim yang melarikan diri di Kota Marawi akan sulit menjalani ibadah Ramadan, terutama berpuasa.

ARMM, melalui Tim Aksi Kemanusiaan dan Tanggap Darurat, mengatakan bahwa 90 persen penduduk di Kota Marawi telah dievakuasi, dan lebih dari seribu orang masih terjebak di rumah mereka.

Buka Puasa Pertama, Ribuan Umat Islam Padati Masjid Raya Bandung

Jurnalislam.com) – Ribuan orang umat Islam memadati Masjid Raya Bandung mengikuti berbuka puasa di hari perdana Ramadhan 1438 H, Sabtu (27/5/2017).

“Sebanyak seribu lima ratus kita sediakan takjil buka puasa, hanya masih banyak yang belum kebagian,” kata panitia, H. Aos Sutisna.

H Aos mengatakan, meski panitia sudah menyedikan 1.500 porsi, namun masih banyak yang belum kebagian takjil. Kendati demikian, panitia tetap menyediakan air mineral untuk sekedar berbuka.

“Walaupun tidak kebagian takjil kita sediakan air mineral untuk sekedar berbatal puasa pada waktu buka puasa,” ujarnya.

Selain di dalam masjid, warga juga membludak di halaman masjid. Seperti dituturkan salah satu warga Bandung, Ibu Dodoh. Dia bersama keluarganya sengaja memilih alaun-alun kota Bandung untuk ngabuburit, sebab selain ramai juga dekat dengan masjid.

“Saya bersama keluarga disini, ada cucu, anak, ada menantu juga, disini selain ramai enak juga tempatnya mas, dekat dengan masjid, kalau adzan dekat juga tempat solat,” tuturnya.

“Nanti bakal kesini lagi, soalnya tempatnya enak,” pungkasnya.

Kontributor: Saifal, Bandung

Al Qaeda Afrika Barat Rilis Video Perdana Pertempuran di Pangkalan Militer

MALI (Jurnalislam.com) – Long War Journal pada Sabtu (27/5/2017) melaporkan sebuah video baru yang diproduksi oleh Kelompok Pendukung Islam dan Muslim (Group for Support of Islam and Muslims – JNIM), tandzim Al Qaeda di Afrika Barat, merinci serangan mematikan tahun lalu di sebuah pangkalan militer Mali di kota selatan Nampala. Video tersebut merupakan produksi utama pertama grup sejak didirikan awal tahun ini.

Segmen pertama video secara rinci menyebutkan kejahatan dan korupsi pemerintah Mali di seluruh negeri, sekaligus mengecam pasukan Prancis di negara tersebut atas dukungan dan keterlibatan mereka. Namun mayoritas video fokus pada pertempuran dengan juga menunjukkan sebuah kamp pelatihan darurat.

Video tersebut menyoroti serangan korban jiwa 19 Juli 2016 di Nampala, yang menewaskan sedikitnya 17 tentara dan melukai lebih dari 35 lainnya. Pangkalan itu diserang dari berbagai arah, menurut pejabat Mali, yang kemudian dikonfirmasi oleh video tersebut. Selain itu, penyergapan lainnya juga menargetkan pasukan Mali yang berusaha mundur untuk mencari keselamatan di kota terdekat Diabaly.

Baik Ansar Dine maupun milisi Fulani setempat mengaku bertanggung jawab atas penyerbuan tersebut. Media Malian juga melaporkan bahwa pasukan milik Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) hadir dalam pertempuran tersebut. Video yang dirilis kemarin mengkonfirmasi bahwa beberapa kelompok ikut serta dalam pertempuran tersebut.

Viseo ini juga mengkonfirmasi sebagian besar laporan pada saat itu, karena para jihadis tersebut menyerang pangkalan, membawa tawanan dan peralatan, dan kemudian meninggalkan daerah tersebut.

Sedikitnya satu pemimpin senior AQIM cabang Sahara hadir untuk mengawasi pertempuran tersebut. Abdul Rahman al Sanhaji, seorang pejabat Syariah untuk cabang tersebut, banyak ditampilkan dalam video, memberikan pidato kepada militan sebelum melakukan penyerangan. Dalam pidato tersebut dia mencatat bahwa pejuang Arab, Tuareg, Bambara, dan Fula semuanya berkumpul sebagai satu kesatuan untuk menyerang pangkalan. Anggota lain juga berbicara untuk menjelaskan bahwa banyak pejuang asing yang juga bergabung.

Walaupun pertempuran terjadi sebelum beberapa kelompok bergabung membentuk JNIM, namun, pondasi kemungkinan telah ditentukan sebelum serangan diluncurkan. Sanhaji kemudian hadir dalam video mengumumkan pembentukan JNIM, yang selanjutnya meningkatkan pentingnya kehadirannya dalam pertempuran.

JNIM dibentuk awal tahun ini dan mencakup beberapa kelompok jihad yang berbasis di Mali yang sudah berada dalam jaringan Al Qaeda. Ini termasuk AQIM cabang Sahara, Ansar Dine, Al Murabitoon dan Ansar Dine Katibat Macina (juga dikenal sebagai Front Pembebasan Macina). JNIM dipimpin oleh jihadis veteran Tuareg, Iyad Ag Ghaly, dan secara terbuka setia kepada Abdelmalek Droukdel, pemimpin AQIM, dan Dr Ayman al Zawahiri.

Ramadhan, Sinergi Foundation Ajak Profesional Tampil Beda dengan Zakat dan Sedekah

BANDUNG (Jurnalislam.com)–“Makin kaya, makin banyak memberi”, pameo yang tepat disematkan pada masyarakat muslim kelas menengah (middle class muslim) di Indonesia dewasa ini. Penulis Marketing to the Middle Class Moslem, Yuswohady, mengutip survei Inventure tahun 2013 yang menyatakan bahwa pengeluaran kelas menengah untuk zakat dan sedekah mencapai 5,4% dari total pengeluaran.

Menurutnya, potensi filantropi dari muslim kalangan menengah ini terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Apalagi, ini seiring dengan perkembangan ekonomi nasional yang ditopang oleh tumbuhnya kelas menengah muslim di Indonesia. Mereka bertransformasi menjadi ragam profesional: dokter, arsitek, hingga pengusaha muslim.

“Kenaikan zakat nasional tersebut merupakan suatu wujud nyata kesadaran kelas menengah muslim dalam mengadopsi nilai-nilai agama Islam ke dalam kehidupan nyata bermasyarakat,” kata Yuswohady.

Menangkap fenomena pertumbuhan kelas menengah tersebut, Sinergi Foundation sebagai lembaga sosial-pemberdayaan berbasis Zakat, Infak-Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) melihat inilah yang membedakan karakter seorang profesional muslim dengan profesional lainnya.

“Kampanye ‘Jadikan Zakat dan Sedekah Pembedamu’, adalah ikhtiar Sinergi Foundation di momentum Ramadhan kali ini, merangkul para profesional dan segenap insan peduli, untuk memaknai tema Ramadhan #BerbagiBersinergi sebagai sebuah energi untuk pencapaian hakiki secara vertikal maupun horizontal,” jelas CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia dalam rilis yang diterima Jurnalislam.com.

Melalui headline kampanye “Jadikan Zakat dan Sedekah Pembedamu”, yang dibingkai dalam tema #BerbagiBersinergi, sambung Ima, SF tak hendak menggurui/mengajari segenap kaum peduli.

“SF sebatas mencoba untuk terus mengajak umat Islam, untuk tak berhenti berbagi manfaat pada sesama. Sekecil apapun itu, maka nilainya sungguh berharga di mata mereka yang membutuhkan. Dan mudah-mudahan di mata Allahu Ta’ala, kelak. Aamiin,” tandas Ima.

Ia pun memohon doa sekaligus mengajak segenap insan peduli, untuk kembali menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, di bulan istimewa ini. Sebuah bentuk dukungan yang diperlukan, demi keberlangsungan program-program SF yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat lemah.

Sinergi Foundation sendiri terus berupaya berinovasi di perlbagai bidang program, di antaranya pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pengembangan kawasan sosial. Di Ramadhan kali ini, SF, sebagaimana tema yang diusung merilis alternatif paket program #Berbagi spesial Ramadhan dan paket #Bersinergi.

Paket #Berbagi antara lain: #Berbagi Buka Shaum (Food4Fasting), #Berbagi Sahur (Food4Sahur), #Berbagi Bingkisan Bergizi, #Berbagi Perlengkapan Sekolah (Gift4School), #Berbagi THR Petani Gurem.

Sedangkan Paket #Bersinergi, ditujukan untuk keberlangsungan program-program Sosial-Pemberdayaan SF yang dirancang jangka panjang, antara lain: Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC), Beasiswa Sosial Entrepreneurship Leader (B-SEL), Lumbung Desa (LD), Firdaus Memorial Park (FMP) dan program-program lainnya.

***

Kiprah Sinergi Foundation

Sinergi Foundation (Yayasan Semai Sinergi Umat) sendiri adalah lembaga independen milik publik yang concern mendorong pengembangan kreativitas dan inovasi Sosial-Pemberdayaan berbasis Wakaf Produktif dan ZIS (Zakat, Infaq- Sedekah). Dengan sinergi antar segenap elemen peduli guna meningkatkan kapasitas serta memperluas jangkauan pengabdian, SF berkomitmen meretas jalan bersama melalui pendayagunaan sumberdaya lokal, menuju terwujudnya masyarakat yang mandiri, produktif dan berkarakter.

Meretas embrio kelembagaan sejak tahun 2002, yayasan Semai Sinergi Umat (SINERGI Foundation) secara formil disahkan dalam Akta Notaris Nomor 24, tanggal 17 Februari 2011, yang dibuat oleh Notaris Evi Hibridawaty, SH. Dan diputuskan oleh keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU – 5622.AH.01.05. Tahun 2011 tentang Perubahan Anggaran Dasar Yayasan Pasal 1 dan Pasal 5, yaitu Perubahan Nama menjadi Yayasan Semai Sinergi Umat atau SINERGI Foundation (SF).

Adapun jajajaran Dewan Pembina SF antara lain, Ketua: Prof. Dr. KH. Miftah Faridl (Ketua Umum MUI Kota Bandung cum Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jabar), H. Rachmat Badruddin (Ketua Dewan Teh Indonesia), (alm) Ir. H. Achmad Noe’man (Maestro Arsitektur Masjid Indonesia), Drs. H. Erie Sudewo MDM (Social Entrepreneur, Tokoh Zakat Nasional), Dr KH Saiful Islam Mubarak (Pakar Ilmu Al Quran). Dewan Pengawas (Syariah): KH. Athian Ali M. Da’i Lc MA (Pakar Ilmu Syariah), Dr. H. Tata Fathurrahman (Akademisi), Drs. H. Teguh Kustiono (Auditor Profesional).

Beragam kreativitas program pemberdayaan yang inspiratif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pembangunan sosial SF hadir menyentuh langsung masyarakat lapisan paling bawah di negeri ini. Program-program tersebut antara lain: Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Lumbung Desa (LD), Beasiswa Pemimpin Bangsa (Sinergi Scholarship), Firdaus Memorial Park (FMP), Sinergi Pelayanan Masyarakat, dan beberapa lainnya. Info lebih lanjut bisa klik di www.sinergifoundation.org.

Pasukan Irak Mulai Masuk ke Wilayah Terakhir IS di Mosul

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak pada hari Sabtu (27/5/2017) masuk ke wilayah terakhir kelompok Islamic State (IS) di Mosul barat, menurut seorang komandan tertinggi Irak.

“Pasukan gabungan telah bergerak pagi hari untuk merebut kembali daerah bebas lainnya,” Letnan Jenderal Abdul-Amir Yarallah, komandan operasi militer Mosul, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan distrik Al-Shifa, Al-Mostashfa Al-Jomhuri, Zinjili dan Al-Sehha Al-Oula di bagian barat kota.

“Pasukan kami membombardir posisi IS dengan artileri dan rudal menjelang serangan,” kapten tentara Uday Mohamed mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sementara perwira militer Jabbar Hassan mengatakan bahwa pasukan Irak menyerbu distrik Al-Shifa di tengah pertikaian sengit dengan gerilyawan Daesh.

“Pertarungan sengit saat ini terjadi di bagian timur,” Hassan menambahkan.

Menurut perwira Irak, pasukan anti-teror telah mencetak kemenangan cepat di distrik Al-Sehha Al-Oula.