Responsive image

Al Qaeda Afrika Barat Rilis Video Perdana Pertempuran di Pangkalan Militer

Al Qaeda Afrika Barat Rilis Video Perdana Pertempuran di Pangkalan Militer

MALI (Jurnalislam.com) – Long War Journal pada Sabtu (27/5/2017) melaporkan sebuah video baru yang diproduksi oleh Kelompok Pendukung Islam dan Muslim (Group for Support of Islam and Muslims – JNIM), tandzim Al Qaeda di Afrika Barat, merinci serangan mematikan tahun lalu di sebuah pangkalan militer Mali di kota selatan Nampala. Video tersebut merupakan produksi utama pertama grup sejak didirikan awal tahun ini.

Segmen pertama video secara rinci menyebutkan kejahatan dan korupsi pemerintah Mali di seluruh negeri, sekaligus mengecam pasukan Prancis di negara tersebut atas dukungan dan keterlibatan mereka. Namun mayoritas video fokus pada pertempuran dengan juga menunjukkan sebuah kamp pelatihan darurat.

Video tersebut menyoroti serangan korban jiwa 19 Juli 2016 di Nampala, yang menewaskan sedikitnya 17 tentara dan melukai lebih dari 35 lainnya. Pangkalan itu diserang dari berbagai arah, menurut pejabat Mali, yang kemudian dikonfirmasi oleh video tersebut. Selain itu, penyergapan lainnya juga menargetkan pasukan Mali yang berusaha mundur untuk mencari keselamatan di kota terdekat Diabaly.

Baik Ansar Dine maupun milisi Fulani setempat mengaku bertanggung jawab atas penyerbuan tersebut. Media Malian juga melaporkan bahwa pasukan milik Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) hadir dalam pertempuran tersebut. Video yang dirilis kemarin mengkonfirmasi bahwa beberapa kelompok ikut serta dalam pertempuran tersebut.

Viseo ini juga mengkonfirmasi sebagian besar laporan pada saat itu, karena para jihadis tersebut menyerang pangkalan, membawa tawanan dan peralatan, dan kemudian meninggalkan daerah tersebut.

Sedikitnya satu pemimpin senior AQIM cabang Sahara hadir untuk mengawasi pertempuran tersebut. Abdul Rahman al Sanhaji, seorang pejabat Syariah untuk cabang tersebut, banyak ditampilkan dalam video, memberikan pidato kepada militan sebelum melakukan penyerangan. Dalam pidato tersebut dia mencatat bahwa pejuang Arab, Tuareg, Bambara, dan Fula semuanya berkumpul sebagai satu kesatuan untuk menyerang pangkalan. Anggota lain juga berbicara untuk menjelaskan bahwa banyak pejuang asing yang juga bergabung.

Walaupun pertempuran terjadi sebelum beberapa kelompok bergabung membentuk JNIM, namun, pondasi kemungkinan telah ditentukan sebelum serangan diluncurkan. Sanhaji kemudian hadir dalam video mengumumkan pembentukan JNIM, yang selanjutnya meningkatkan pentingnya kehadirannya dalam pertempuran.

JNIM dibentuk awal tahun ini dan mencakup beberapa kelompok jihad yang berbasis di Mali yang sudah berada dalam jaringan Al Qaeda. Ini termasuk AQIM cabang Sahara, Ansar Dine, Al Murabitoon dan Ansar Dine Katibat Macina (juga dikenal sebagai Front Pembebasan Macina). JNIM dipimpin oleh jihadis veteran Tuareg, Iyad Ag Ghaly, dan secara terbuka setia kepada Abdelmalek Droukdel, pemimpin AQIM, dan Dr Ayman al Zawahiri.

Bagikan
Close X