Kekurangan Pasukan Pria dalam Pertempuran Mosul, IS Gunakan Wanita Hadapi Militer Irak

Kekurangan Pasukan Pria dalam Pertempuran Mosul, IS Gunakan Wanita Hadapi Militer Irak

MOSUL (Jurnalislam.com) – Sumber militer Irak mengatakan pada hari Ahad (28/5/2017) bahwa kelompok Islamic State (IS) mulai menyebarkan penembak jitu di kota tua Mosul, bersamaan dengan bom mobil dan pelaku bom martir.

Pasukan Irak maju dengan hati-hati ke arah kota tua Mosul, di tengah bentrokan antara pasukan Irak dan IS di lingkungan kota medis dan Rumah Sakit Ibnu Sina.

Mayor Jenderal Maan al-Saadi, komandan pasukan anti-terorisme khusus kedua, mengatakan bahwa pasukannya telah mengamankan hampir setengah dari lingkungan Al Sehha, menambahkan bahwa tidak mungkin menetapkan batas waktu untuk mengakhiri pertempuran, karena ada banyak variabel di darat.

Saadi mengungkapkan bahwa IS mulai menggunakan wanita dalam pertempuran, setelah kehilangan banyak pria.

Sumber militer Irak mengkonfirmasi bahwa daerah yang dikuasai IS di sisi barat kota Mosul telah menyusut menjadi hanya 5 persen, yang diperkirakan akan memasuki tahap pertarungan yang menentukan pada paruh pertama bulan depan, menurut saluran Al Arabiya hari Ahad.

Pasukan gabungan Irak juga telah memulai sebuah operasi baru untuk merebut tiga lingkungan terakhir – Al Shifa, Al Zenjeely, dan Al Sehha – di Mosul barat dari kontrol IS. Mereka mengatakan bahwa mereka bertujuan memperketat pengepungan di kota tua itu dengan gang-gangnya yang kompleks dan sempit, yang akan menjadi tempat IS disingkirkan di Irak.

Ketika operasi tersebut diluncurkan, pasukan Irak berhasil mengendalikan jembatan ketiga yang menghubungkan kedua sisi Tigris dan Mosul International Hotel di distrik Al Shifa, setelah terjadi bentrokan antara kedua belah pihak.

Menurut perkiraan militer, menguasai bangunan hotel akan memberi kekuatan kepada pasukan Irak untuk menyebarkan penembak jitu dalam menargetkan kelompok bersenjata di daerah-daerah terdekat.

Pertarungan antara tentara Irak dan elemen IS mengakibatkan kematian puluhan pasukan dari kedua belah pihak.

Sumber-sumber Irak mengatakan bahwa di antara yang tewas adalah dua komandan lapangan tentara Irak, Kolonel Abdul Baqi Dhahi al-Saadoun, dan Kolonel Ahmed Kazem al-Tamimi dari Brigade Infanteri ke-3.

Sumber militer tidak mengungkapkan keadaan kematian mereka.

Dalam konteks yang terkait, para pejuang Izzidiyoun menguasai desa Kujo, sebelah barat Mosul, dari milisi Syiah Pasukan Mobil Rakyat dengan hadirnya Letnan Jenderal Abdul Amir Yar, komandan kampanye militer untuk membebaskan Mosul dari IS.

Desa ini diambil dari IS dua hari yang lalu, dan merupakan perpanjangan dari selatan Qada ‘Sinjar, di mana mayoritas adalah orang-orang Yazidis.

Bagikan
Close X