Berita Terkini

Ansharusyariah Nusra Salurkan Donasi Senilai Rp.116 Juta Melalui Forum Me-Dan untuk Muslim Rohingya

BIMA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah Wilayah Nusa Tenggara (Nusra) menyalurkan donasi dan bantuan kemanusiaan untuk saudara muslim Rohingya. Bantuan sebesar Rp.116.376.000 itu diserahkan kepada Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) NTB, Kamis (14/9/2017).

Amir Jamaah Ansharusy Syariah Wilayah Nusra, Ustadz Muhammad Taqiyuddin mengatakan, bantuan ini merupakan bantuan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh seluruh anggota JAS Nusra selama satu pekan.

“Sebagai sebuah jamaah yang peduli terhadap sesama muslim, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu mereka, apalagi dengan keadaan mereka adalah orang-orang yang tertindas dan sangat membutuhkan bantuan,” katanya.

Disambangi FUI, Wakil Wali Kota Bima : Jika Perlu Kita Berikan Satu Pulau untuk Rohingya

Selain dari hasil penggalangan dana, bantuan juga didapatkan dari titipan atau donasi kaum muslimin Bima yang mempercayakan kepada Jamaah Ansharusy Syariah.

“Bukan kali ini saja kami dari Jamaah Ansharusy Syariah Nusra menggalang bantuan untuk kaum muslimin, tetapi setiap ada kejadian kami selalu berperan dan berusaha untuk terus bisa membantu saudara sesama muslim,” papar Ustadz Taqiyuddin.

Sebagai organisasi kemanusiaan yang telah terjun langsung untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya di Arakan, Jamaah Ansharusy Syariah mempercayakan bantuan tersebut melaluiF orum Me-Dan.

“Kami berharap mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk saudara muslim rohingya, dan kami akan terus berupaya untuk membantu mereka, baik itu dengan harta maupun dengan do’a kami,” pungkasnya.

Datangi DPRD, Ulama Pasuruan Nyatakan Tolak Perppu Ormas

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Forum Komunikasi Ulama Aswaja (FKUA) Kabupaten Pasuruan beraudiensi dengan DPRD menolak Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang perubahan Undang-Undang No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan pada Rabu (13/9/2017).

Ketua FKUA Pasuruan, KH. Ahmad Sukirno menyampaikan sikap FKUA yang sangat keberatan dan menyesalkan terbitnya perppu No. 2 th 2017 tentang ormas. FKUA menilai perppu tersebut sangat merugikan dan menyudutkan ormas yang tidak pro pemerintah.

“Perppu No. 2 th 2017 sangat tidak konstitusional dan dapat menciptakan rezim otoriter karena dapat membubarkan ormas yang sudah terdaftar tanpa adanya proses peradilan yang benar,” katanya dalam pernyataan tertulis, Kamis (14/9/2017).

Ribuan Santri, Ulama, dan Kiai Aswaja Sambangi DPRD Jatim Tolak Perppu Ormas

Selain itu, FKUA juga memaparkan beberapa poin yang menjadi keberatan para ulama Pasuruan, diantaranya:

  1. Penghilangan/penghapusan pasal 63-80 yang telah menghilangkan peran peradilan untuk menyelesaikan berbagai persoalan keormasan
  2. Penyisipan satu pasal antara pasal 80 dan pasal 81 yakni pasal 80A yang berbunyi: Pencabutan. Status badan hukum ormas sebagai mana dimaksud dalam pasal 61 ayat (1) huruf c dan ayat (3) huruf b sekaligus dinyatakan bubar berdasarkan PERPPU,…
  3. Ancaman hukuman yang begitu berat bahkan menurut beliau lebih berat dari pada pemakai narkoba yakni, paling singkat 5 tahun dan bahkan bisa jadi seumur hidup sebagaimana yang tertuang dalam pasal 82A

“Ini adalah poin-poin penting yang terdapat dalam perppu no. 2 TAHUN 2017 yang menjadi dasar bahwa PERPPU NO. 2 TAHUN 2017 HARUS DI TOLAK,” tegasnya.

Sementara itu, Gus Rohibni bin KH. Basri Rembang memandang bahwa Perppu ormas berpotensi menghambat dakwah Islam.

“Dalam Perppu banyak terdapat pasal-pasal karet yang multi tafsir yang dapat digunakan oleh rezim yang berkuasa sekehendak penafsiran mereka terhadap pasal-pasal tersebut sehingga membuka peluang bagi pemerintah berbuat dholim dan akan menghambat dakwah Islam, dan akan mengebiri para Ulama dan da’i dalam menyampaikan ajaran Islam,” paparnya.

Ponpes Tahfidz se-Jatim, Jateng, DIY Tolak Perppu Ormas

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Fraksi Gerindra, Rusdi Tejo mengatakan, akan membawa permasalahan penolakan perppu No. 2 th 2017 ke dalam rapat fraksi yang nantinya bisa memberikan solusi serta masukan kepada Fraksi Gerindra di tingkat DPR.

“Dari awal Fraksi Gerinda mulai dari tingkat pusat sampai daerah sudah menolak Perppu tersebut,” katanya.

Delegasi Indonesia Hadiri Forum Solidaritas Pemuda Islam di Azerbaijan

AZERBAIJAN (Jurnalislam.com) – Delegasi Indonesia yang terdiri dari lima orang menghadiri Islamic Youth Solidarity Forum di Azerbaijan, selama sepekan, Jumat (15-22/9/2017).

Konsul Azerbaijan untuk Indonesia Ruslan Nasibov mengatakan bahwa acara Forum Solidaritas Pemuda Islam akan dihadiri 25 pemuda dari negara-negara muslim di Afrika, Timur Tengah, Asia dan Eropa, termasuk 4 orang perwakilan dari Indonesia.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Staf Kemenpora, Sofwan dan 4 peserta yang mewakili Indonesia yaitu Ilham A (Guru Ponpes Fathan Mubina), Rizki Lesus (Wartawan Tablois Alhikmah, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU ), Nurul Fazriah R (Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah), Mandasari Ghassani (Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah).

Menurut Ruslan, keempat pemuda ini terpilih setelah melalui serangkaian seleksi tulisan tentang Azerbaijan.

“Ada tentang Arsitektur Islam di Azerbaijan, Genosida, peran migas Azerbaijan untuk dunia dan juga kajian bahasa,” kata Ruslan dilansir Islamic News Agency (INA)

Hubungan Baik

Ketua Delegasi Indonesia Sofwan mengatakan bahwa Kemenpora sangat mendukung upaya hubungan bilateral khususnya terkait bidang kepemudaan.

“Ini awal yang baik untuk membina hubungan antara Indonesia dan Azerbaijan,”katanya.

Azerbaijan merupakan negara Eropa dengan penduduk muslim terbanyak. Tepat 20 September 2017, sudah 23 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Azerbaijan terjalin dan saat ini, Azerbaijan merupakan mitra perdagangan minyak.

Reporter: Rizki Lesus/INA

Peduli Rohingya, Kiai Azaim Pimpin Doa untuk Rohingya di Bondowoso

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Situbondo, KH. Ahmad Azaim Ibrahimy memimpin ribuan jama’ah “Bondowoso Bersholawat” mendoakan muslim Rohingya di Alun-alun Bondowoso, Kamis (14/9/2017).

“Marilah kita doakan semoga saudara kita bisa keluar dari penindasan yang menimpanya, di Myanmar kini nyawa manusia tidak berharga,” kata ulama muda cucu dari pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin.

Kiai Azaim mengajak semua pihak untuk bergerak membantu menghentikan tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar itu.

Ribuan Warga Madura Penuhi Alun-Alun Sumenep Hadiri Malam Doa Untuk Rohingya

“Ini bukan saja tugas umat Islam, karena ini adalah persoalan kemanusiaan. Umat beragama lainnya, atas nama kemanusiaan harus ikut bergerak untuk menghentikan apa yang terjadi di sana,” tuturnya.

Para pemimpin di seluruh belahan dunia, kata Kiai Azaim, harus memanfaatkan kekuasaannya untuk menghentikan penindasan kepada Muslim Rohingya itu. “Mereka yang selama ini keras menyuarakan HAM, mari sekarang satu tujuan untuk membela mereka yang teraniaya, yang terampas hak asasinya,” tegasnya.

Kyai Azaim juga mengimbau umat Islam di Indonesia untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk meringankan derita Muslim Rohingya.

“Bagi mereka yang tidak mampu menyumbangkan dana, setidaknya ikut mendoakan mereka sebagaimana kita malam ini,” imbuhnya.

 

Umat Islam Karanganyar Gelar Doa Bersama dan Shalat Ghaib Peduli Rohingya

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kabupaten Karanganyar, menggelar doa bersama dan shalat ghaib untuk Muslim Rohingya di Alun-Alun Karanganyar, Kamis (14/9/2017) malam. Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar tampak hadir dalam acara yang diikuti oleh para ulama dan ribuan umat Islam tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Drs. H Juliyatmono menjelaskan, Pemkab Karanganyar ingin memfasilitasi warganya untuk ikut peduli dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine Myanmar.

“Peristiwa yang memilukan, masyarakat Rohingnya di Myanmar yang terus berjuang sangat lama, mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi, penindasaan, perkosaan, pembunuhan, pembakaran,” katanya.

Koreo Save Rohingya Terancam Sanksi, Panglima Viking: Anda Manusia atau Hewan?

Juliyatmono berterimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu dan melakukan penggalangan dana untuk ikut membantu korban tragedi kemanusiaan di Myanmar.

“Sungguh terima kasih telah dilakukan masyarakat untuk berdoa, mengumpulkan sebagian dari apa yang kita miliki, untuk membantu, empati, simpati, dari sekolahan ke sekolahan, ormas ke ormas, masjid ke masjid, tokoh ke tokoh, kantor ke kantor, termasuk ke jajaran kepolisian dan TNI dan ini sungguh sesuatu yang luar biasa,” tuturnya.

Kuasa Hukum Tak Hadir, PN Klaten Tunda Sidang Kasus Penistaan Agama

KLATEN (Jurnalislam.com) – Persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Rozaq Ismail Sudarmadji kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Jalan Solo-Jogja km.2, Kamis (14/9/2017). Sidang ketiga ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa. Namun karena Kuasa Hukum terdakwa tidak hadir, sidang ditunda.

“Kalau tidak ada kabar, maka sidang akan kita lanjutkan tanpa dihadiri penasehat terdakwa, saya beri kesempatan sampai hari Senin, sampaikan pada penasehat hukum saudara,” kata Ketua Majelis Hakim, Bunga Maya Saputri kepada Aji.

Aji Bertaubat, Pelapor: Proses Hukum Harus Tetap Dilanjutkan Sebagai Pembelajaran

Namun, jika Aji kembali tidak bisa menghadirkan penasehat hukumnya, maka sidang akan dilanjutkan tanpa didampingi penasehat hukum.

“Karena dia punya hak didampingi dan dibantu kuasa hukum, kalau kita periksa tanpa didampingi kuasa hukum dia nanti tidak bisa menyusun pembelaan, kita sudah beri kesempatan dua kali, kalau senin kembali tidak hadir kita periksa tanpa didampingi penasehat hukum,” imbuhnya.

Dalam sidang tersebut, tampak hadir 2 orang saksi dari terdakwa yaitu, Bambang Sudarmaji ayah Aji dan Ngadimin guru ngaji Aji di Wonosobo. Sidang akan kembali digelar pada Senin (18/9/2017).

Dampingi Sidang, Ayah Aji : Semoga ini Menjadi Pelajaran Buat Anak Saya

KLATEN (Jurnalislam.com) – Bambang Sudarmaji, Ayah dari tersangka kasus dugaan penistaan agama asal Klaten, Rozaq Sudarmaji alias aji menerangkan,bahwa sebenarnya dirinya sudah mengingatkan Aji untuk menghapus postingan yang diduga menista agama tersebut.

“Waktu dia nulis saya ingatkan waktu itu, beberapa hari sebelum itu puasa, saya dikasih tahu menantu saya, ‘kok bikin postingan kyak gtu apa nggak bahaya? Trus saya lihat di Facebook,” terangnya pada Jurnalislam.com saat mendampingi Aji di sidang ketiga di PN Klaten, Kamis, (14/9/2017).

Selain itu, dirinya merasa kaget dengan apa yang dilakukan anaknya tersebut, menurutnya, meskipun Aji setelah lulus SMA ikut bergaul dengan genk motor ‘Bajak Laut’, dirinya selalu menamkan nilai-nilai agama pada anaknya.

Mengaku Menyesali Perbuatannya, Aji Minta Maaf dan Bertaubat

“Saya sudah wanti wanti, dek kalau ikut di geng motor, kalau waktunya sholat ya sholat, iya pak, saya juga sholat, saya bawa sarung terus, dia jawab gitu, dan seingat saya, saya terus berpesan seperti itu, jangan lupa shalat lima waktu, sama orang tidak boleh menganggap remeh dan jangan membuat orang tersakiti,” imbuh Bambang.

Untuk itu, Bambang meminta maaf kepada umat Islam atas apa yang dilakukan anaknya tersebut. “Saya sebagai orang-tuanya mohon maaf yang sebesar-besarnya dengan apa yang dilakukan anak saya, yang sudah membuat resah umat Islam. Apapun yang sudah terjadi, kita didik bareng,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bambang mengaku, kalau Aji sudah siap dengan apapun yang akan diputuskan Hakim. Ia berharap, kasus tersebut dapt menjadi pelajaran bagi anaknya.

“Apapun putusannya, Allah berikan jalan yang terbaik apapun itu, dan jika itu salah, Aji siap dihukum dan semoga menjadi pelajaran agar menghargai orang lain, dan dia berkata pada saya, bahwa dia sudah bertobat,” pungkasnya.

Bahas Krisis Teluk yang Masih Berlanjut, Pemimpin Qatar Kunjungi Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Amir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengadakan pembicaraan di Turki dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam lawatan pertamanya ke luar negeri sejak dimulainya krisis diplomatik Teluk.

Perundingan tersebut dimulai pada hari Kamis (14/92017) di istana presiden Erdogan di ibukota Ankara, kata kepresidenan Turki, lansir Anadolu Agency.

Erdogan telah menjadi pendukung utama Doha sejak 5 Juni, ketika Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir memutuskan hubungan dan memblokade Qatar, menuduhnya mendukung “terorisme” dan memiliki hubungan dengan saingan mereka Iran.

Qatar dengan keras membantah tuduhan tersebut.

Erdogan sangat menentang sanksi yang diterapkan oleh keempat negara tersebut.

Untuk menunjukkan solidaritas, Turki juga telah mengirim kapal barang dan ratusan pesawat yang penuh dengan makanan untuk memecahkan blokade tersebut.

Ankara memiliki sebuah pangkalan militer di Qatar dan mengerahkan lebih banyak tentara setelah permusuhan meletus. Penutupan basis Turki adalah satu dari 13 kondisi yang diminta oleh blok yang dipimpin Saudi.

Erdogan pada bulan Juli memulai tur regional negara-negara Teluk, dengan kunjungan ke Arab Saudi, Kuwait dan Qatar untuk meredakan krisis.

Namun kunjungannya berakhir tanpa ada tanda-tanda terobosan dan Ankara tampaknya lebih memilih untuk meninggalkan usaha mediasi dan menyerahkannya ke Kuwait.

Perdana Menteri Binali Yildirim juga menjadi tuan rumah rekannya dari Kuwait Sheikh Jaber Al-Mubarak Al-Hamad Al-Sabah di Ankara pada hari Kamis.

Sementara pada hari Rabu, Perdana Menteri Kuwait Sheikh Jaber al-Mubarak al-Sabah bertemu dengan Erdogan di istana kepresidenannya.

Setelah mengunjungi Turki, amir tersebut dijadwalkan mengunjungi Berlin pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, kunjungan pertamanya ke ibukota barat sejak krisis dimulai. Sheikh Tamim juga dijadwalkan di Paris untuk melakukan pembicaraan dengan presiden Prancis.

 

PBB: Jumlah Pengungsi Rohingya Meningkat Hingga 400.000 Orang, 60 % Anak-anak

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sekitar 400.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar sejak 25 Agustus, kata PBB pada hari Kamis (14/9/2017), Anadolu Agency melaporkan.

“Hingga 400.000 Rohingya telah meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh sejak 25 Agustus, dengan ribuan lainnya tiba setiap hari. Sekitar 60 persen adalah anak-anak,” Dana Anak-anak PBB, UNICEF, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Ada kekurangan akut di segala hal, yang paling kritis adalah kurangnya tempat berlindung, makanan dan air bersih,” Perwakilan UNICEF di Bangladesh Edouard Beigbeder mengatakan.

UNICEF mengajukan banding sebesar $ 7,3 juta untuk memberikan dukungan darurat kepada anak-anak Rohingya di Bangladesh dalam empat bulan ke depan.

Sekjen PBB pada Pemerintah Myanmar: Stop Bantai Muslim Rohingya

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer baru di mana pasukan militer Budha Myanmar dan gerombolan preman Buddha membantai pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut pemerintah Bangladesh, sedikitnya 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai salah satu kelompok masyarakat paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan militer Budha Myanmar sejak ribuan orang Muslim dibantai dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Sedikitnya 74 Orang Tewas dalam Serangan Bom Kembar di Irak Selatan

IRAK (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 74 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan senjata dan bom mobil kembar di dekat kota Nasiriyah di Irak selatan, menurut seorang pejabat setempat, Aljazeera melaporkan Kamis (14/9/2017).

Serangan di provinsi selatan Thi Qar pada hari Kamis itu dimulai dengan orang-orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke dalam sebuah restoran di jalan raya utama yang menghubungkan ibukota Baghdad dengan provinsi-provinsi selatan.

Tak lama kemudian, sebuah mobil yang dilengkapi dengan bahan peledak menargetkan sebuah pos pemeriksaan keamanan di wilayah yang sama.

” 74 orang tewas dan 93 lainnya cedera hingga saat ini,” kata Abdel Hussein al-Jabri, wakil kepala kesehatan Thi Qar.

Kelompok Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan martir tersebut, menurut kantor berita Amaq.

Yahya al-Nassiri, gubernur provinsi, mengatakan kepada kantor berita AP bahwa mayoritas korban tewas diperkirakan merupakan pengunjung Iran yang berada di dalam restoran tersebut.

Thi Qar terletak sekitar 320 km tenggara Baghdad.

Imran Khan dari Al Jazeera, yang melaporkan dari kota utara Erbil, mengatakan bahwa Irak selatan sebelumnya terhindar dari kekerasan yang terjadi di wilayah lain Irak, terutama di barat dan utara.

Serangan terakhir menyusul serangkaian kekalahan yang dihadapi IS di tangan pasukan Irak yang didukung AS.

Pada bulan Juli, Irak merebut kembali kendali Mosul, sebuah benteng kunci IS di utara, setelah operasi militer hampir sembilan bulan.

Pada bulan Agustus, pasukan Irak mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengusir IS dari 70 persen wilayah Tal Afar, yang merupakan kubu mereka di barat laut Irak.

IS masih mengendalikan kota Hawija di provinsi Kirkuk yang kaya minyak dan wilayah barat di provinsi Anbar yang merupakan provinsi terbesar di Irak.

“Ini adalah pesan dari kelompok IS yang mengatakan bahwa Anda mungkin telah mengalahkan kami di Tal Afar dan Mosul dan mengepung kami di Hawija, namun kami masih dapat menyerang Anda di tempat yang tidak Anda duga,” kata koresponden kami.

Ini adalah tantangan nyata bagi rakyat Irak yaitu memindahkan pasukan mereka ke selatan atau melanjutkan pertempuran mereka di Hawija,” katanya.