Berita Terkini

Khotbah Jumat di Al Aqsha, Imam Masjid: Yerusalem adalah Kunci Perdamaian dan Perang

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Khotbah Jumat di Masjid Al-Aqsha di Yerusalem mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump pekan lalu yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Seratus tahun telah berlalu sejak deklarasi Balfour, dimana tanah [Palestina] diberikan oleh mereka yang tidak memilikinya, kepada mereka yang tidak layak mendapatkannya,” Imam Al-Aqsha Syeikh Ismael Nawahda menegaskan, lansir

“Sekarang, pada peringatan 50 tahun pendudukan Yerusalem, pemerintah AS mengakui tanah suci ini [yaitu Yerusalem] sebagai ibukota Israel yang secara terang-terangan mengabaikan hak-hak Palestina dan Muslim,” tambahnya.

Dengan menegaskan bahwa Yerusalem akan selalu menjadi milik Muslim dan Arab, dia menyatakan: “Kami berharap negara-negara yang telah bereaksi melawan terhadap keputusan AS … akan mengambil langkah konkret untuk membalikkannya.”

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Nawahda kemudian menggambarkan Yerusalem adalah “kunci perdamaian dan perang”.

Rabu lalu, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Pergeseran kebijakan Timur Tengah yang telah berlangsung lama di Beijing memicu demonstrasi kemarahan di wilayah Palestina dan di beberapa negara Muslim.

Menanggapi langkah AS yang kontroversial, sebuah pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang luar biasa – yang diadakan pada hari Rabu di Istanbul – secara resmi mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina.

Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang diduduki oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina.

Pada bulan April, Rusia mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, menyuarakan harapan bahwa bagian timur kota tersebut pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota Palestina yang merdeka.

Para Syuhada Terus Bertambah dalam Aksi Perlawanan di Gaza dan Tepi Barat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Korban tewas meningkat menjadi empat orang saat pasukan penjajah Israel membabi buta menyerang para aksi warga Palestina di Gaza yang terkepung dan Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Media lokal melaporkan bahwa seorang warga Palestina berusia 18 tahun, Muhammad Amin Aqel al-Adam, meninggal setelah ditembak oleh militer Israel pada hari Jumat (15/12/2017) di dekat kota Ramallah di Tepi Barat.

Adam diduga berusaha menyerang pasukan Israel.

Warga Palestina lainnya di Tepi Barat yang diduduki gugur dalam situasi serupa beberapa jam sebelumnya. Dua warga Palestina di Jalur Gaza juga setelah ditembak oleh pasukan zionis yahudi selama aksi protesdi perbatasan.

Bentrokan Terus Berkobar di Gaza, Pasukan Zionis Gunakan Peluru Tajam

Protes tersebut merupakan tanggapan atas pengakuan Presiden AS Donald Trump tentang Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember.

Salah seorang pria yang gugur, Ibrahim Abu Thurayya yang berusia 29 tahun, telah kehilangan kakinya dalam serangan keji Israel sebelumnya di jalur yang diblokir itu.

Warga Palestina mengangkatnya ke media sosial untuk menghormati Abu Thurayya.

Orang-orang Palestina juga berbagi video tentang Abu Thurayya, pengunjuk rasa yang dibunuh, saat mengajak warga Palestina untuk memprotes pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel, sebuah langkah yang banyak dikecam oleh para pemimpin dunia.

Harry Fawcett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem Timur yang dijajah, mengatakan seruan untuk bertindak oleh kelompok Palestina dan sebuah tanggapan terpadu oleh negara-negara Muslim telah membantu melakukan demonstrasi tersebut.

“Ada respon yang cukup keras dan terpadu yang datang dari delegasi pada konferensi Turki pada hari Selasa. Faksi-faksi Palestina juga menyerukan aksi protes berskala lebih besar,” katanya.

Pengakuan tersebut dipandang sebagai pembongkaran kebijakan AS untuk berusaha menuju solusi dua negara untuk Israel dan Palestina, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina.

Di Tengah Hujan, Ribuan Umat Islam Sragen Antusias Ikuti Aksi Bela Palestina

SRAGEN (Jurnalislam.com)-Kecaman terhadap keputusan sepihak Presiden Amerika Donald Trump yang menjadikan Yerusalem menjadi Ibukota Israel terus berlanjut, Ribuan umat Islam Sragen dan sekitarnya melakukan aksi unjuk rasa di Alun-Alun Sragen, Jum’at,(15/12/2017). Mereka memprotes keputusan Presiden Amerika ke 45.

Turunnya hujan pada aksi itu pun tak menyurutkan antusiasme massa yang terdiri dari berbagai ormas Islam Sragen itu, tak ketinggalan, ratusan muslimah dari berbagai Ponpes dan sekolahan pun ikut aksi tersebut.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen Affandi dalam orasinya mengatakan, bahwa tidak ada alasan bagi umat Islam di Indonesia untuk tidak ikut membantu bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia tersebut.

“Kita sepakat harus membela Palestina dan mudah-mudahan Allah memberikan kemenangan buat kita semua,”katanya di hadapan ribuan umat Islam yang hadir.

 

DSKS Solo Apresiasi Perjuangan Aliansi Pergerakan Islam Jabar

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)-Usai mengawal sidang putusan Ustaz Alfian Tanjung di Surabaya pada, Rabu,(13/12/2017). Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat (Jabar) menggelar bersilaturahmi dengan sejumlah elemen umat Islam Soloraya di Masjid Baitul Makmur, Solobaru, Grogol, Sukoharjo, Kamis, (14/12/2017).

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr. Muinudinillah Basri mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan API Jabar untuk memperjuangkan Islam, perjuangan itu, kata Ustaz Muin, pasti diberi balasan yang setimpal dari Allah.

“Saya sangat apresiasi antum semua, perjuangannya luar biasa. Saya yakin ini sebagai jihad fi Sabilillah dan bernilai dihadapan Allah Subhanahu wata’ala,”terangnya.

Sementara itu, Ketua API Jabar Ustaz Asep Saepudin mengaku kagum dengan perjuangan umat Islam di Soloraya, menurutnya, Selama ini Solo menjadi salah satu motor pergerakan umat Islam di Indonesia.

“Di Solo ini kita memang sudah mengagendakan dua tempat untuk didatangi, yang pertama Ponpes Al-Mukmin, Ngruki dan DSKS, kita semua tahu kalau Solo ini ya DSKS, makanya saya ingin belajar dari Solo,”tandasnya.

Kuatkan Ukhuwah, API Jabar Sambangi Elemen Pergerakan Islam Solo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)-Usai mengawal sidang putusan Ustaz Alfian Tanjung di Surabaya pada, Rabu,(13/12/2017). Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat (Jabar) menggelar bersilaturahmi dengan sejumlah elemen umat Islam Soloraya di Masjid Baitul Makmur, Solobaru, Grogol, Sukoharjo, Kamis, (14/12/2017).

Dai asal Solo Ustaz Abdul Rohim Ba’asyir yang nampak hadir dengan ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr. Muinudinillah Basri dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa kedatangan API Jabar di kota Solo, semakin menguatkan ukhuwah Islamiyah antar elemen umat Islam.

Menurutnya, ini adalah sebuah karunia dari Allah yang harus dijaga dan disyukuri.

“Kehadiran antum ke kota kami menjadi penyegar semangat kami. Ukhuwah kembali bergeliat di berbagai daerah dan ini sebagai anugrah Allah Subhanahu wata’ala. Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah, dan perjalanan kalian ini bukan hal yang sia-sia dan semakin meningkat persaudaraan kita,”kata putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir itu.

Massa Geng Motor Brigez, XTC, Moonraker hingga Pelajar Bandung Bersatu Bela Palestina

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ribuan massa yang berasal dari elemen masyarakat Kota Bandung seperti komunitas motor Brigez, XTC, Moonraker, GBR, majelis taklim, komunitas – komunitas hingga mahasiswa dan pelajar SMP dan SMA mengikuti longmarch aksi bela Palestina, mulai dari Masjid Pusdai, Gedung Sate Bandung dan Masjid Al Ukhuwah, Jumat (15/12/2017).

Pantauan Jurnalislam.com, mereka menyuarakan aspirasi anti penjajahan Israel dan pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Nampak hadir pula ulama kharismatik Bandung KH Athuan Ali dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial. Aksi berjalan tertib dan damai. Di depan Gedung Sate, KH Athian Ali dan juga Oded M Danial juga beberapa tokoh komunitas berorasi mengecam Amerika dan menyuarakan pembelaanya atas Palestina.

 

 

Aneksasi Al-Quds Sinyal Kehancuran Israel

Oleh: Irfan S. Awwas (Ketua Laznah Tanfidziyah Majelis Mujahidin)

Irfan S Awwas dalam Tabligh Akbar di Ponpes Benda Tasikmalaya

Nestapa saudara muslim di Palestina, telah berlangsung puluhan tahun. Kini, setelah Presiden AS Donald Trump, mungkin lebih tepat dipanggil Donald Bebek, mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, duka derita itu kian memilukan. Saudara muslim yang berdemo menentang aneksasi Al Quds oleh Yahudi di Palestin diburu dengan senjata. Anak anak dibunuh dengan cekikan tentara Israel, wanita dihinakan, orang-orang tua dibantai.

Namun yakinlah, segala perbuatan biadab dan keji yang dilakukan Yahudi la’natullah, terhadap demonstran yang membela haknya, menolak Yerusalem dianeksasi sebagai ibu kota Israel, hanya akan mempercepat datangnya siksaan dan hukuman Allah Swt.

Beginilah janji Allah dalam Al-Qur’an, balasan atas kedurjanaan Israel. :

“Di dalam Taurat Kami telah tetapkan kepada Bani Israil: “Sesungguhnya kalian akan berbuat dosa, permusuhan dan kezhaliman di Baitul Maqdis dua kali. Sungguh kalian akan berbuat durhaka yang sangat berat kepada Allah. Ketika datang hukuman yang pertama yaitu penindasan raja Jalut atas Bani Israil, lalu Kami jadikan Thalut dan Dawud, dua hamba Kami yang memiliki kekuatan hebat sebagai pemimpin kalian. Lalu tentara Jalut memasuki lorong-lorong negeri Bani Israil sambil melakukan kerusakan. Kejadian itu adalah ketetapan Allah yang pasti berlaku.” (Qs. Al-Israa’ [17]:4-5)

Tanda-tanda kehancuran Zionis Yahudi, diprediksi oleh mereka sendiri. Adalah Henry Kissinger, mantan menteri luar negeri AS, yang menyebut dalam waktu sepuluh tahun ke depan, sejak 2012, di dunia tak akan ada lagi negara bernama Israel.

Pernyataan Kissinger ini menarik, karena ia adalah seorang warga AS keturunan Yahudi. Dan selama menjabat sebagai menlu di era Presiden Richard Nixon dan Presiden Gerald Ford, sosok Kissinger dikenal sangat dekat dengan Israel dan lobi-lobi Israel di Amerika.

Pernyataan Henry Kissinger ditulis Sandy Adam di The New York Post, bahwa: “Dalam 10 tahun, tidak akan ada lagi Israel. Di tahun 2022, Israel tidak akan ada lagi di muka bumi ini,” tegasnya.

Disebutkan pada situs Almajd, tentang adanya laporan yang dibuat oleh 16 badan intelijen Amerika dengan judul “Persiapan Menghadapi Timur Tengah di Era Pasca Habisnya Israel”. Menyimpulkan era berakhirnya Negara Israel di Timur Tengah menjadi kepastian.

Kebrutalan dan kriminalitas oleh ekstrimis Yahudi, dan infrastruktur apharteid berupa dinding pemisah sepanjang 750 km, bahkan kejahatan yang lebih kejam dari itu, tidak akan mampu mempertahankan eksistensi Israel.
Israel tidak bisa menahan kedatangan raksasa pro-Palestina, yang terdiri dari Musim Semi Arab dan Kebangkitan militansi Islam.

Menurut Intelijen AS, dalam realitas ini, Donald Trump alias Donald bebek tidak akan memiliki sumber daya militer dan keuangan untuk terus menopang keinginan Israel.

Jauh sebelumnya, PM Inggris Arthur Neville Chamberlain sejak awal abad 20, (1937-19400), telah mengingatkan penduduk dunia dengan mengatakan:

“Jika kita harus melukai perasaan salah satu pihak, mari kita lukai perasaan kaum Yahudi dan bukan kaum Arab Islam”.

Pertanyaannya sekarang, siapakah yang pengecut. Apakah orang Islam takut pada Israel, ataukah sebaliknya, Israel yang takut pada umat Islam?

Sudah tiba massanya, terjadinya nubuwah Rasulullah Saw. Hadits riwayat Ibnu Umar ra.:

Dari Nabi Saw. bersabda: “Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!”
(Shahih Muslim No.5200).

Yahudi selalu bersikap Islamophobia, sudah disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Wahai Muhammad, kamu akan mendapati orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik sebagai golongan manusia yang sangat keras permusuhannya kepada orang-orang mukmin. …” (Qs. Al-Maaidah [5]:82]

Oleh karena menghadapi kejahatan Yahudi yang dilndungi Donald Bebek, tidak cukup hanya dengan jengkol, “jengkel dan dongkol”. Bukan pula mengajak penduduk Palestina hijrah, meninggalkan negerinya, seperti dilakukan kaum pesimis dan tertipu. Melawan Israel, harus tegas dan kongkrit, dengan jihad fi sabilillah. Baitul Maqdis, Al-Quds atau Yerusalem adalah wilayah yang dimuliakan. Di sana terdapat Masjidil Aqsha, tempat Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Wilayah yang di berkahi Allah Swt. (QS. Al-Israa’: 1).

Mari bergabung dengan Aksi Bela Palestina, 17 Desember 2017, di Monas, Jakarta. Lawan kezaliman tegakkan keadilan.

Jogjakarta, 15/12/2017

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Sikap Uni Eropa

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa pada hari Kamis mengulangi sikapnya atas blok tersebut dengan menyatakan bahwa Yerusalem adalah “ibukota dua negara bagian” yang didasarkan pada perbatasan tahun 1967.

Berbicara kepada wartawan menjelang KTT para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Frederica Mogherini mengatakan: “Dunia tahu di mana UE berdiri dalam hal Yerusalem, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (14/12/2017).

“Ibukota dua negara bagian, negara bagian Israel dan negara bagian Palestina dengan garis ’67. Kami sekarang bekerja untuk memberikan perspektif ini, ini akan tetap sebagai posisi Uni Eropa dalam hal apapun.”

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

Pengumuman Presiden AS Donald Trump pekan lalu bahwa AS akan mengakui Yerusalem dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv memicu protes keras di seluruh dunia Muslim.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang diduduki oleh Israel – dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina.

Pada pertemuan puncak di Istanbul pekan ini, Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) mengeluarkan sebuah deklarasi yang mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina, dan mendesak seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama.

Bentrokan Terus Berkobar di Gaza, Pasukan Zionis Gunakan Peluru Tajam

GAZA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 25 warga Palestina terluka pada hari Kamis (14/12/2017), termasuk beberapa tercekik gas air mata, dalam bentrokan antara puluhan pemuda Palestina dan tentara zionis di perbatasan antara Gaza dan Israel.

“Sedikitnya 25 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Gaza,” kata Asharaf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, lansir Anadolu Agency.

Lima korban terluka akibat peluru tajam sementara 20 lainnya tercekik (sesak napas) setelah menghirup gas air mata, tambahnya.

Bentrokan Warga Tepi Barat dengan Pasukan Penjajah Israel Terus Berlanjut, 36 Terluka

Korban tembak dipindahkan ke rumah sakit di Gaza dimana para dokter menggambarkan bahwa mereka menderita luka “moderat”, sementara kasus korban yang tercekik ditangani oleh paramedis di lokasi.

Bentrokan pecah pada hari Kamis antara ratusan pemuda Palestina dan tentara Israel atas pengakuan nyeleneh AS pekan lalu yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pasukan Israel Mulai Serang Gaza dengan Pesawat Tempur dan Tank

Bentrokan pecah di empat lokasi di sepanjang perbatasan Gaza timur – Al-Qrara timur Khan Yunis (selatan), Nahal Oz timur al-Shojaeya (timur), Bureij timur (tengah), dan kamp pengungsi Jabalia timur (utara) di mana tentara Israel menggunakan amunisi hidup, peluru logam berlapis karet, dan gas air mata, sementara pemuda Palestina melemparkan batu dan bom molotov ke arah tentara zionis.

Sejak Jumat lalu, sedikitnya dua pemrotes telah menjadi martir dan ratusan lainnya cedera dalam bentrokan antara Palestina dan pasukan penjajah Israel.

Brigade Al Qassam: Kami Akan Balas Serangan Udara Israel

Abbas Terimakasih pada Erdogan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Kamis (14/12/2017) bertemu dengan delegasi sebuah forum pemuda yang berafiliasi dengan Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) di Istanbul, lansir Anadolu Agency.

Delegasi Forum Pemuda Konferensi Islam untuk Dialog dan Kerjasama (Islamic Conference Youth Forum for Dialogue and Cooperation-ICYF-DC) dipimpin oleh Duta Besar Elshad Isgandarov.

Abbas mengatakan bahwa proyek untuk mengumumkan Yerusalem sebagai “Ibukota Pemuda Dunia Islam” untuk tahun 2018 adalah salah satu “tindakan dukungan internasional yang paling penting”.

Abbas mengucapkan terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas dukungannya terhadap perjuangan Palestina dan untuk menyelenggarakan KTT OKI yang luar biasa di Istanbul pada hari Rabu.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Isgandarov mengatakan bahwa tujuan utama proyek “Al-Quds-OIC Youth 2018” adalah untuk mempersiapkan program yang akan dihadiri oleh kaum muda dari seluruh dunia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran internasional akan kasus hak rakyat Palestina, kata Isgandarov.

Dalam pertemuan dengan Abbas, dia memberikan rincian lebih lanjut mengenai proyek yang diluncurkan oleh ICYF-DC.

ICYF-DC, sebuah organisasi internasional berbasis di Istanbul yang berafiliasi dengan OKI, bertujuan untuk melakukan advokasi demi kepentingan kaum muda, mendukung pembangunan berkelanjutan, mempromosikan pendidikan formal dan non-formal, memperkuat nilai-nilai moral generasi muda dan terlibat dalam dialog antar budaya dan peradaban.