Berita Terkini

UBN : Tiga Juta Orang Akan Hadiri Aksi 1712 Termasuk Negara Tetangga

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Ahad (17/12) besok.

Ketua GNPF Ulama Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa aksi tersebut paling tidak akan dihadiri tiga juta orang termasuk beberapa Negara tetangga yang tidak menggelar aksi sebesar aksi 1712.

“Perkiraan datang adalah 3 juta karena semua sudah sepaka, juga beberapa negara tetangga yang tidak melakukan aksi besar,” kata pria yang karib disapa UBN ini kepada wartawan pada konferensi pers Aksi 1712 di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun mengatakan bahwa berbagai elemen masyarakat akan hadir mulai dari NGO tokoh nasional, anggota DPR, dokter dan seluruh lapisan masyarakat.

“Juga sudah konfirmasi beberapa media asing, jadi akan diliput seluruh dunia,” pungkasnya.

Hadir juga dalam konferensi pers, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Waki Ketua GNPF Ulama KH Zaitun Rasmin, Ketua FPI KH Shabri Lubis, Media Center GNPF Ulama ustaz Erick Yusuf. Aksi 1712 rencananya akan dihadiri oleh elemen umat Islam mulai dari ormas, komunitas, NGO, hingga para tokoh nasional.

Akan Pimpin Aksi 1712, KH Ma’ruf Amin : Indonesia Bersatu Bela Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin akan memimpin Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Ahad (17/12) besok.

Menurut KH Ma’ruf Amin, membela Palestina hukumnya wajib dan diharapkan aksi damai 1712 menjadi ikhtiar membela Palestina dan menolak klaim sepihak Trump. Aksi 1712 pun diharapkan menjadi momen persatuan umat untuk membela Palestina.

“Aksi besok juga ditekankan tidak ada yg menyangkut politik. Karena murni sesuai dengan UUD 45 karena setiap kemerdekaan adalah setiap bangsa. Dengan moto islam bersatu bela Palestina,” kata KH Ma’ruf Amin dalam konferensi pers Aksi 1712 di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun mengatakan bahwa akan ada petisi dari jutaan massa yang akan diberikan kepada Kedutaan Besar AS dan juga PBB. “Dan juga mengajak pemerintah untuk lebih baik lagi dalam mendukung Palestina,” tambahnya.

Hadir dalam konferensi pers, Ketua dan Wakil Ketua GNPF Ulama KH Bachtiar Nasir dan KH Zaitun Rasmin, Ketua FPI KH Shabri Lubis, Media Center GNPF Ulama ustaz Erick Yusuf. Aksi 1712 rencananya akan dihadiri oleh elemen umat Islam mulai dari ormas, komunitas, NGO, hingga para tokoh nasional.

Akan Usir Konsul AS di Surabaya, Ini Seruan Umat Islam Jawa Timur

SURABAYA(Jurnalislam.com) Aksi Bela Palestina juga digelar di Surabaya tepat di depan gedung Konjen AS – Surabaya. Ribuan massa dari Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) yang terdiri dari 75 ormas Islam se-Jatim turun menolak klaim sepihak Trump.

Terkait klaim sepihak Al Quds sebagai ibu kota Israel oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump sehingga memicu kontroversi dan ketidak stabilan global, Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikapnya di hadapan Konjen AS.

Berikut butir-butir penyataan sikap GUIB Jawa Timur :

  1. Al Quds merupakan kota suci milik umat Islam bangsa Palestina , dengan landasan bukti yang kuat berdasarkan kitab suci Al Quran, bukti-bukti sejarah, keputusan Komisi Warisan Dunia UNESCO dalam konfrensi ke-41 di kota Krakow Polandia, Kepemilikan ini bersifat mutlak, tidak bisa diserahkan kepada siapapun, apalagi terhadap penjajah Israel. Langkah Presiden Amerika Serikat Donal Trump adalah bentuk arogansi , kesombongan, pemicu distabilitas , pemantik ketidak adilan global, merusak tatanan serta bertentangan dengan fakta historis.
  2. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel telah mengabaikan tiga resolusi tingkat tinggi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB;

Pertama , Resolusi nomor 242 tahun 1967, yang meminta Israel menarik diri dari tanah yang diduduki tahun 1967, termasuk Al Quds.

Kedua, resolusi nomor 478 tahun 1980, terkait penolakan keputusan pemerintah penjajah Israel yang mencaplok Al Quds dan menjadikannya sebagai ibukota abadi bagi negara penjajah Israel.

Ketiga, Resolusi nomor 2334 tahun 2016 yang isinya, Dewan Keamanan PBB tidak mengakui perubahan apapun yang dilakukan Israel di wilayah perbatasan tahun 1967 termasuk di Al Quds tanpa melalui jalan perundingan.

  1. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel merupakan legitimasi atas pencaplokan Israel terhadap Al Quds dan melanggar kesepakatan bagi penyelesaian konflik Arab-Israel, menafikan proses perdamaian yang sudah digagas oleh dunia Internasional demi terciptanya perdamaian di kawasan timur tengah.
  2. Mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel, pernyataannya adalah bentuk statement illegal, Provokatif, ahistoris, melanggar norma dan etika serta hukum internasional, merupakan bentuk agresi, perbuatan terorisme yang nyata dalam tata pergaulan masyarakat dunia (the Real Terrorism).
  3. Mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencabut keputusan kontroversial yang telah mendapatkan resistensi dan penolakan dari masyarakat Internasional dan pemimpin dunia, pemicu instabilitas global dan mendorong aksi-aksi kekerasan.
  4. Mengajak negara-negara Asean dan negara sahabat serta negara Muslim di seluruh dunia agar mengutuk dan memberi sangsi diplomatik dan ekonomi kepada penjajah Israel dan Amerika Serikat hingga Palestina merdeka.
  5. Menyeru negara-negara Arab dan negara negara Islam agar segera bersatu menghadapi segala tipu daya Israel dan keculasan Amerika Serikat untuk memerdekakan Palestina dan mengusir penjajah Israel keluar dari Palestina.
  6. Mengajak umat Islam Indonesia untuk berjuang dan lebih peduli kepada Al-Quds, Al Aqsha, Palestina di semua lini kehidupan, turut serta menjaga dan merawat tanah suci yang diwakafkan untuk umat Islam dunia.
  7. Mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan langkah nyata dalam memberi tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat supaya mencabut keputusan tersebut dan tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sebagaimana diamanahkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
  8. Mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan langkah nyata dalam memberi tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat dengan mengusir dan menutup perwakilan Amerika Serikat diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menutup lembaga lembaga yang memiliki hubungan dengan negara Zionis – Israel dan segala anasirnya di seluruh wilayah NKRI.
  9. Menyerukan kepada para Khotib Jumat untuk mengangkat tema penistaan Al Quds serta tema kepedulian terhadap nasib bangsa Palestina serta membangun ghirah kaum muslimin akan urgensi peduli terhadap urusan kaum Muslimin diseluruh dunia.
  10. Menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin menjungkir balikkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik (good governance) lewat rekayasa berita dan informasi.
  11. Pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam dan lembaga keislaman di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang terdiri dari 75 ormas.

Sayangnya konjen Amerika tidak bisa ditemui oleh perwakilan GUIB pada hari Jumat, sehinga surat pernyataan sikap ini diserahkan ke Kapolrestabes Surabaya Rudi Setiawan agar diserahkan ke Konjen Amerika di Surabaya. Untuk memfasilitasi audiensi langsung dengan pihak Konjen AS pada hari Senin (18/12/2017).

Duh! Digeruduk Massa Aksi Bela Palestina, Konjen Amerika di Surabaya Melarikan Diri

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) beserta masyarakat peduli Palestina gelar Aksi Bela Palestina, Jumat (15/12/2017) di Konsulat Amerika Surabaya, Jl Citra Niaga, Sambikerep.

Massa menolak klaim sepihak presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Massa yang sedianya akan menggelar aksi didepan Kantor Konsulat Amerika terpaksa harus terhenti 250 meter sebelum lokasi karena pengamanan ketat dari kepolisian.

Dalam orasinya perwakilan demonstran dari Jama’ah Ansharusy Syariah ustad Hamzah Baya menilai apa yang dilakukan Donald Trump merupakan bentuk kejahatan nyata dari AS.

“Amerika serikat biang kejahatan di seluruh dunia, hari ini dia mengumumkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel, kejahatan ini kita tidak akan terima seumur hidup kita”, tegasnya.

Bahkan massa mengancam siap mengepung dan mengusir jika Konsulat jenderal Amerika tidak mau menemui perwakilan demonstran.

“Kami kesini dengan damai, tetapi kalau nanti tidak ada yang mau menerima kami, maka jangan disalahkan andai kami semuanya mengepung kantor kalian. Dan kalau tidak ada itikad baik dari perwakilan Konjen Amerika kesini untuk menerima kita, maka kami nyatakan kalian najis dan haram berada di Surabaya dan bumi Indonesia” tambah KH. Imanan, perwakilan MUI Surabaya dalam orasinya.

Negoisasi perwakilan demonstan dimediasi Kapolrestabes Surabaya untuk bertemu Konjen Amerika sempat alot, tapi akhirnya bisa diterima namun sayangnya Konjen Amerika tidak ada di kantornya.

Sekjen GUIB KH. Mochammad Yunus, mengatakan bahwa staf Konjen melarikan diri dan tidak berani menemui umat Islam.

“Sebenarnya saya sudah tahu bahwa sebelum kita usir mereka sudah melarikan diri dulu, lari tunggang-langgang, tetapi disini staf-staf ada. Insya Allah hari senin kita minta langsung bisa ditemukan dengan konsulat jenderal Amerika” pintanya.

Tulis Yerusalem Ibu Kota Israel, SDIT Ar Risalah Solo Tarik Buku Yudhistira Milik Siswa

SOLO (Jurnalislam.com)- Kepala sekolah SDIT Ar-Risalah, Laweyan, Solo, Ustaz Syaefuddin Kamal mulai menarik buku pelajaran IPS kelas 6 SD yang menyantumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel, hal itu ia lakukan guna mengikuti perintah Dinas Pendidikan Kota Surakarta yang melarang pengunaan buku tersebut pada Rabu,(13/12/2017) lalu.

“Anak-anak, ini ada pengumuman dari Dinas Pendidikan kota Surakarta bahwa buku pelajaran IPS yang kita pakai sementara tidak digunakan dan tidak boleh digunakan. Sekarang kita kumpulkan dulu, belajarnya nanti menunggu mendapatkan buku yang baru dari penerbit edisi revisi,” katanya di hadapan 24 siswa murid kelas 6a pada Jum’at,(15/12/2017).

Ustaz Kamal mengaku menyayangkan kesalahan yang dilakukan penerbit Yudhistira itu, pasalnya, SDIT Ar-Risalah sudah mengunakan buku tersebut selama 3 tahun namun tidak pernah ada pemberitahuan dari Yudhistira akan kesalahan yang ada pada halaman 51 itu.

“Kita ini sudah menggunakan Yudhistira itu 3 tahun. Nah kita kemarin kecewanya seharusnya Yudhistira yang menginformasikan kita tapi malah yang kita dulu konfirmasi ke sana. Meski dia bertanggung jawab kalau kita minta ditarik,” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid Sri Sedyo Suwarno mengaku baru mengetahui kesalahan pada buku yang digunakan anaknya saat ramai di pemberitaan media, mengetahui hal itu, Sedyo langsung meminta pihak sekolahan untuk menarik buku tersebut.

“Saya baru tau itu setelah ada pemberitaan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mempersoalkan buku terbitan Yudhistira. Ternyata anak saya pake buku itu, kemarin saya langsung menghubungi sekolah agar buku itu ditarik, “paparnya.

Lebih lanjut Sedyo berharap, kedepan pihak sekolah lebih teliti dan selektif saat memilih bahan belajar bagi paraa siswa.

“Semoga hal serupa tidak terulang kembali,”tandasnya.

Sebelumnya, kantor distributor Penerbit Yudhistira cabang Solo di wilayah Sumber, Banjarsari, Solo, digeruduk Ormas Islam Soloraya untuk meminta menarik semua buku ajar IPS Kelas 6 SD yang menulis Yerussalem Ibukota Israel pada Rabu (13/12/2017) lalu. Tindakan keras juga dilayangkan Pemkot Solo untuk melarang menggunakan buku tersebut.

Serukan Ikuti Aksi 1712, Iim Ba’asyir : Al Aqsa Milik Umat Islam!

SOLO (Jurnalislam.com)- Juru bicara Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Ustaz Abdul Rohim Baa’syir menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk menghadiri aksi Bela Palestina yang di adakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Monas, Jakarta, pada, Ahad, (17/12/2017) besok.

“Kita mendukung supaya umat Islam hadir di Jakarta, untuk aksi umat Islam disana,”katanya kepada Jurnalislam.com di Masjid Baitul Makmur, Kamis, (14/12/2017).

Ustaz iim sapaannya mengatakan, sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di Dunia, sudah saatnya umat Islam di Indonesia harus menjadi motor pergerakan untuk membela Palestina dari penjajahan yang dilakukan Israel.

“Mari kita tunjukan sebagai umat Islam terbesar di Dunia harus punya aksi terbesar di Dunia soal dukungan untuk Al-Aqsha,”lanjutnya.

Lebih lanjut, putra ulama kharismatik Ustaz Abu Bakar Baa’syir itu menegaskan, bahwa sudah seharusnya kita mengembalikan tanah Al-Quds kepada umat Islam setelah dibebaskan oleh Salahudin Al-Ayubi 830 tahun yang lalu tersebut.

“Al Aqsa harus dikembalikan ke kaum muslimin, Al Aqsa milik umat Islam, tidak boleh sekalipun diambil oleh Yahudi,”tandasnya.

DSKS Berangkatkan 23 Elemen Umat Islam Solo Ikuti Aksi 1712

SOLO (Jurnalislam.com)-Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memberangkatkan massa umat Islam soloraya untuk mengikuti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk mengikuti Aksi Bela Palestina, di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Ahad (17/12/2017).

“Hingga saat ini tercatat 13 bus dan 11 mobil pribadi yang sudah berkoordinasi dengan DSKS,” kata Humas Aksi Belas Palestina Solo Raya, Endro Sudarsono usai melepaskan peserta di Jongke, Kartosuro, Sabtu siang, (16/12/2017).

Menurut Endro, setidaknya ada 23 elemen yang tergabung dalam Aksi Bela Palestina bersama DSKS, mereka adalah FKAM, Kokam, LUIS, JAS, MMI, Al Ishlah, Al Huda, Fosikom, Fosam, KMS, Relawan Al Fath, KMM, IMC, Almukmin, Jamaah Jogloarrahmah Jamaah Baitul Amin, Jamaah Muhtadin, Jamaah Marwah, Jamaah Masjid Daman, FUI Boyolali, FUI Karanganyar, dan FUI Klaten.

“Kita berharap aksi ini bisa memberikan dukungan moral kepada bangsa Palestina. Sekaligus bersinergi dengan upaya pemerintah maupun Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mendukung Yerusalem sebagai ibukota Palestina,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Elemen Muslim Surakarta (Elmusa) Nurhadi Wasono, menjelaskan, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyulut api kebangkitan ummat Islam dunia untuk berjihad melawan zionis Israel.

“Tanah Yerusalem merupakan milik ummat Islam. Kami ucapkan selamat berjuang bagi ummat Islam yang hari ini berangkat ke Jakarta,” paparnya.

Pimpinan Muhammadiyah Kota Bima: Yerusalem Tetap Milik Palestina

BIMA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bima Eka Iskandar Zulkarnaen M.Si menyatakan bahwa kota Yerusalem dan Masjid Al Aqsha tetap menjadi milik Palestina dan umat Islam.

“Pengakuan Donald Trump itukan hanya pengakuan secara sepihak, bukan pengakuan totalitas atas nama undang-undang yang berlaku secara internasional, dan bahkan negara-negara di dunia juga masih banyak yang mengakui kalau kota Yerussalem itu milik Palestina, ” kata Eka Iskandar kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi solidaritas untuk Palestina, Jumat (15/12/2017).

Jangan lupakan sejarah, bahwa sebenarnya dulunya Israel itu tidak memiliki wilayah apalagi negara, karena mereka adalah sekumpulan orang-orang yang terusir, lanjut Eka.

Inilah Pernyataan Sikap FUI Bima pada Aksi Bela Yerusalem

Kemudian Eka menambahkan, “sebenarnya ada hikmah yang besar dibalik pengakuan Donald Trump itu, yaitu sekarang umat Islam sudah mulai terbuka matanya, hatinya, dan yang terpenting adalah membuat umat Islam menjadi peka dalam membela akidahnya.”

“Hal-hal seperti inilah yang akan membuat umat Islam itu menjadi satu, merasa terpanggil, merasa memiliki jiwa yang satu, hingga ingin berjihad untuk membebaskan Al Aqsho”.

Pimpinan Muhammadiyah Bima juga menghimbau agar umat Islam mengirimkan bantuan untuk Palestina, baik itu secara moril maupun materil.

“Kita doakan Al Aqsho segera di bebaskan, karena itu adalah salah satu dari target jihad kita, dan ini adalah langkah yang konstruktif, sambil kita membangun ruh jihad dalam jiwa kaum muslimin,” punkas Eka Iskandar.

Inilah Pernyataan Sikap FUI Bima pada Aksi Bela Yerusalem

BIMA (Jurnalislam.com) – Sebagai bentuk solidaritas serta kecaman terhadap peryataan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ribuan kaum muslimin Bima yang terdiri dari berbagai elemen umat Islam turun ke jalan dan mengumumkan pernyataan sikap, Jumat (15/12/2017).

Ribuan Warga Bima Ikut Aksi Solidaritas Bela Palestina

Sambil membentangkan spanduk dan baliho yang menuntut agar presiden Donald Trump mencabut kembali keputusannya, beginilah pernyataan sikap Forum Umat Islam Bima yang dibacakan di tengah aksi:

  1. Mengutuk dan menolak keras pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem.
  2. Menyeru ulama dunia pemimpin muslim dan Oganisasi Kerjasama Islam (OKI) bersatu menuntut presiden Amerika sebagai penjahat kemanusiaan dan perusak perdamaian dunia.
  3. Menyeru ulama dunia dan pemimpin negara muslim serta OKI menyatakan jihad bagi seluruh kaum muslim untuk melawan Amerika dan Israel.
  4. Mendesak pemerintah Indonesia agar berperan aktif membantu palestina dalam mempertahankan Yerusalem.
  5. Menyerukan kaum muslimin terutama imam masjid dan musholla agar melakukan Qunut Nazilah pada setiap rakaat terakhir sholat fardhu.
  6. Mendesak Mabes Polri segera memproses pendeta Syaifudin abraham sesuai hukum yang berlaku.
  7. Mendesak Kapolres kota Bima segera meringkus pendeta Bery (pelaku pemurtadan) dimanapun berada, dan memproses sesuai hukum yang berlaku.
  8. Meminta Kapolres kota Bima agar membekukan aset milik pelaku pemurtadan (Bery).
  9. Meminta pemerintah kota Bima menjaga toleransi agama dan menghormati kaum muslim sebagai agama mayoritas dengan mengembalikan perayaan ritual agama minoritas di tempat-tempat ibadah mereka.

Umat Islam Bima Bakar Bendera AS

BIMA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tumpah ruah di jalan, dalam sebuah aksi simpatik serta dukungan umat Islam Bima untuk saudara muslim Palestina, Jumat (15/12/2017).

Dengan pekikan takbir mereka menuntut agar Palestina dan Yerussalem segera di bebaskan, aksi juga diwarnai dengan pembakaran bendera Amerika dan Israel serta foto presiden Amerika Donald Trump dan PM zionis Benjamin Netanyahu.

Ribuan Warga Bima Ikut Aksi Solidaritas Bela Palestina

“Kami tidak rela presiden Amerika Donald Trump mengatakan bahwa Yerussalem adalah ibukota Israel, dan kami merasa tersinggung dengan pernyataan itu,” tegas Ustadz Yadin selaku orator dalam aksi tersebut

Ustadz Yadin juga menyerukan agar umat Islam bersatu untuk memperjuangkan hak-haknya.

“Jangan sampai kita terus dijajah oleh orang-orang kafir yang ingin merampas harta dan tanah kaum Muslim,” kata Ustadz Yadin

Ditengah guyuran hujan yang lebat semangat para peserta aksi tidak surut, mereka terus memekikkan takbir dan menuntut presiden Amerika mencabut pernyataannya, tim liputan Jurnalislam.com melaporkan.

Umat Islam Bima dalam Aksi Bela Palestina
Umat Islam Bima dalam Aksi Bela Palestina