Berita Terkini

Amien Rais: Penyerangan Ulama Ada Dalangnya!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tokoh Muhammadiyah Amien Rais menilai, kasus penyerangan terhadap para ulama yang terjadi akhir-akhir ini ada dalangnya. Ia membantah jika kasus-kasus tersebut merupakan sesuatu yang kebetulan.

“Hanya orang yang masih males mikir atau pura-pura tidak cerdas kalau berkesimpulan penganiayaan, pelecehan, pembunuhan para ulama itu dianggap sesuatu yang kebetulan, kejahatan biasa, tidak usah diperbesar, dan lain sebagainya,” katanya kepada wartawan di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, jika melihat pola para pelaku dalam memilih targetnya maka dapat disimpulkan bahwa semua itu ada dalangnya dan harus segera ditemukan.

Amien menjelaskan, kinerja Polri yang mampu menangkap pelaku teror dalam hitungan hari telah mendapat pujian internasional. Tapi Polri tidak bisa mengungkap kasus Novel Baswedan yang dinilainya tidak serumit kasus terorisme.

“Nah tiba-tiba ini sesuatu yang lebih mudah jadi ruwet, apa gerangan yang terjadi,” ujarnya.

Kontributor: Salman

 

Tokoh dan Ulama Solo Deklarasikan Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS)

SOLO (Jurnalislam.com)- Sejumlah tokoh nasional dan ulama Soloraya tampak menghadiri deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh Soloraya di Masjid Nurul Iman Kalitan Solo,pada Ahad (18/2/2018).

Acara yang di hadiri ribuan jamaah ini dimulai dengan shalat subuh berjamaah dan dilanjutkan tausiah oleh tokoh dan para ulama. Mereka menegaskan bahwa shalat subuh untuk mencari keberkahan dan keutamaan di waktu subuh serta shalat subuh sebagai tanda awal akan kemenangan Islam.

Tokoh Forum Umat Islam (FUI) Bernard Abdul Jabar membacakan deklarasi GISS dan diikuti segenap hadirin. “Kami jamaah subuh Masjid Nurul Iman Kalitan Solo menyatakan pagi ini bertekad dan senantiasa istiqamah untuk datang ke masjid- masjid terdekat untuk shalat shubuh berjamaah,” katanya.

Ia pun menyerukan agar warga dapat mengajak anggota keluarga,tetangga dan kawan- kawan untuk shalat shubuh berjamaah di masjid.

“Semoga dengan adanya GISS indonesia ke depan kan menjadi NKRI yang berkah,aman dan sentosa,”pungkasnya.

Sejumlah tokoh yang ikut hadir diantaranya Amien Rais (Dewan Pembina Persaudaraan Alumni 212 )Eky Pitung (Tokoh Betawi), Bernar Abdul Jabbar (Sekum PA 212) Ustad Fikri, (MUI pusat), Slamet Ma’arif ( Ketua PA 212), Rofii(FPI jateng), Cak Nur (da’i dari Palu), Surawijaya(JAS jateng), Dr.Muinidillah Basri (DSKS), Yusuf Suparno(LUIS)Ustadz Nurhadi Wasono (Elmusa), dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya.

reporter: ridho

Setelah 7 Bulan Diblokade, Begini Kabar Terakhir Qatar

QATAR (Jurnalislam.com) – Tujuh bulan yang lalu, sebuah blokade udara, laut dan darat diberlakukan di Qatar oleh negara-negara tetangga. Berikut adalah perkembangan terakhir yang di rilis pada hari Ahad (18/2/2018), Aljazeera:

Konferensi Keamanan Munich

  • Pada hari Jumat (16/02/2018), dalam sebuah pidato di Munich Security Conference di Jerman, amir Qatar memperingatkan bahwa krisis Qatar-Teluk merongrong keamanan dan prospek ekonomi kawasan ini. “Ini adalah krisis sia-sia, yang diciptakan oleh tetangga kita,” Amir Qatari Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan. “Para aktor agresif tersebut ingin menggunakan negara-negara yang lebih kecil sebagai bidak dalam permainan kekuasaan dan konflik sektarian mereka. Demi kepentingan rakyat Timur Tengah, sangat penting untuk menjamin kedaulatan negara seperti Qatar,” tambahnya.

Kampanye anti-Qatar

  • Juga di hari Jumat, negara-negara pemblokir Qatar mengundang wartawan ke sebuah pertemuan mengenai sanksi terhadap Qatar. “Ketika tidak ada yang muncul, panitia dilaporkan menyewa perusahaan PR … lalu ruangan itu penuh dengan wanita muda yang mengatakan bahwa mereka kebanyakan berasal dari Eropa Timur,” lapor reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, dari Munich. Sebelumnya pada bulan Februari, sebuah laporan di Buzzfeed mengungkapkan bahwa seorang anggota parlemen Inggris membayar 15.000 pound Inggris ($ 20.700) untuk membantu menyelenggarakan konferensi anti-Qatar di London.

Tillerson di Kuwait

  • Pada hari Selasa, Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan bahwa pemulihan persatuan Teluk Arab merupakan kepentingan terbaik semua pihak di wilayah ini. Tillerson membuat pernyataan pada sebuah konferensi pers yang diadakan di Kuwait, dimana dia menghadiri sebuah pertemuan tingkat tinggi antara anggota koalisi pimpinan AS melawan Islamic State (IS).

Liga Kejuaraan Asia

  • Pada hari Senin, tim Al Gharafa dari Qatar melakukan pertandingan pembuka Asian Championships League di Abu Dhabi melawan tim Al Jazira dari the United Arab Emirates (UAE). UAE meminta melakukan pertandingan tersebut di negara ketiga, namun idenya ditolak oleh the Asian Football Confederation sebagai penyelenggara turnamen, yang menampilkan 32 tim yang terbagi menjadi delapan kelompok masing-masing diisi empat tim. “Klub dari Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab harus bertanding secara home and away (kandang dan tandang) pada 2018 sesuai peraturan AFC,” kata AFC dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.vFederasi sepak bola UAE dan Arab Saudi menerima keputusan tersebut, meskipun mereka menyatakan keberatan tentang keputusan itu.

Inilah Kabar Terakhir Qatar Sejak 6 Bulan Lalu Diblokade Darat, Laut dan Udara

Turki Ancam Rezim Assad jika Bantu Milisi Dukungan AS di Afrin

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada hari Senin (19/02/2018) menegaskan kembali kepekaan Turki terhadap integritas teritorial Suriah dan memperingatkan rezim Syiah Bashar al-Assad untuk tidak mendukung milisi YPG dukungan AS di Afrin.

Cavusoglu berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Jordania Ayman Safadi di ibukota Amman.

“Sekarang, ‘apakah pasukan rezim Suriah akan masuk ke sana? Jika mereka melakukannya, untuk apa?’ Itu penting, jika rezim masuk untuk menghapus PKK, YPG maka tidak ada masalah. Jika mereka memasuki [Afrin] untuk memberikan perlindungan kepada YPG, maka tidak ada yang bisa menghentikan rakyat atau tentara Turki. Hal ini bukan hanya untuk Afrin saja, tapi juga untuk Manbij dan di sebelah timur sungai Efrat juga,” tambahnya, lansir Anadolu Agency.

Pasukan Rezim Assad Bantu Milisi Dukungan AS Hadapi Militer Turki di Afrin

Ucapannya disampaikan setelah kantor berita pemerintah rezim Assad SANA melaporkan pada hari Senin bahwa milisi pro-Assad yang disebut “Popular Forces” akan memasuki Afrin dalam beberapa jam.

Cavusoglu sekali lagi menekankan bahwa Operation Olive Branch Turki diluncurkan untuk “membersihkan” teroris YPG dukungan AS.

Organisasi teroris YPG dikatakan telah mengadakan pembicaraan dengan rezim Suriah setelah lebih dari 70 wilayah strategis dibebaskan selama Operation Olive Branch sejak diluncurkan pada 20 Januari.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris YPG.

Rezim Syiah Assad Terus Bunuhi Warga Sipil di Ghouta Timur,58 Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 58 warga sipil Suriah terbunuh dan 45 lainnya cedera dalam serangan rezim baru di pinggiran Damaskus, Ghouta Timur, Senin (19/02/2018), menurut sumber pertahanan sipil setempat.

Pasukan Rezim Syiah Assad melancarkan serangan udara dan darat ke beberapa distrik di pinggiran kota, yang berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan sejak 2012.

Dua puluh warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan udara di kota Hammuriya di Ghouta Timur, sumber – yang berafiliasi dengan badan pertahanan sipil the White Helmets – mengatakan, lansir Anadolu Agency.

Biadab, Rezim Syiah Assad Hujani Warga Ghouta Timur dengan Artileri

Empat belas orang tewas dalam serangan darat dan udara di kota Saqba, sementara empat lainnya tewas akibat serangan udara di kota Jisrin, sumber yang sama menambahkan dengan syarat anonim karena masalah keamanan.

Dalam serangan darat dan serangan bom barrel rezim di kota Beit Sawa, 17 warga sipil tewas dan 45 lainnya cedera.

Dalam serangan udara di Kafr Batna, dua warga sipil terbunuh. Warga sipil lainnya juga tewas dalam serangan darat di Zamalka.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan Komisaris Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis (European Commissioner for Humanitarian Aid and Crisis Management ) Christos Stylianides juga mengeluarkan sebuah pernyataan gabungan tertulis Senin malam mengenai situasi kemanusiaan di Ghouta Timur dan Idlib.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa akses kemanusiaan yang tidak dihalangi kepada warga sipil di Suriah dan perlindungan warga sipil dan infrastruktur merupakan masalah mendesak untuk mencegah hilangnya nyawa lebih banyak lagi.

Pasukan Rezim Assad Bantu Milisi Dukungan AS Hadapi Militer Turki di Afrin

“Masyarakat internasional harus bersatu untuk menghentikan penderitaan manusia ini,” tegas pernyataan tersebut.

Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi – didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – di mana tindakan agresi militer dilarang.

Namun, rezim Syiah Nushairiyah terus menargetkan bagian pemukiman kota tersebut, menewaskan sedikitnya 539 orang – dan melukai lebih dari 2.000 lainnya – sejak 29 Desember tahun lalu.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim Assad yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

10.000 Tentara Arab Saudi Dilatih di Pakistan, Ada Apa dengan Keluarga Al-Saud

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Pakistan pada hari Senin (19/2/2018) mengungkapkan bahwa pihaknya melatih sekitar 10.000 tentara Saudi, menyuntikkan kepercayaan terhadap laporan tentang kerja sama keamanan yang terus meningkat antara Riyadh dan Islamabad dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Pertahanan Khurram Dastagir, yang memberikan sebuah pernyataan kebijakan di senat mengenai keputusan pemerintah baru-baru ini untuk mengirim 1000 tentara tambahan ke Kerajaan, tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kehadiran sejumlah besar tentara Saudi di tanah Pakistan, dan sifat pelatihan yang diberikan, lansir World Bulletin.

Namun, banyak yang menghubungkan kerjasama pertahanan antara kedua negara dengan keamanan internal Saudi Arab menyusul spekulasi mengenai perpecahan dalam keluarga Al-Saud yang berkuasa dan tindakan keras baru-baru ini terhadap korupsi yang melibatkan beberapa anggota keluarga yang berkuasa.

Pernyataan itu muncul setelah beberapa anggota parlemen Pakistan mempertanyakan keputusan tersebut, karena khawatir pasukan tambahan tersebut dapat digunakan untuk melawan pemberontak Syiah Houthi pro-Iran di Yaman.

Koalisi Arab: Syiah Houthi Targetkan Arab Saudi dengan 95 Rudal Balistik

Sebanyak 1.600 perwira dan tentara Pakistan sudah ditempatkan di Kerajaan sesuai dengan protokol keamanan tahun 1982 di antara kedua belah pihak.

Saat ini, sekitar 647 tentara Pakistan juga ditempatkan di Qatar, sementara angkatan udara Pakistan melatih 10 pilot Iran, menurut media setempat.

“Mengenai penempatan tentara Pakistan di luar wilayah Arab Saudi atau Yaman, saya ingin meyakinkan Anda bahwa itu tidak akan terjadi. Pakistan akan tetap netral terhadap konflik di Timur Tengah sesuai dengan pedoman parlemen,” kata menteri tersebut.

Dia mengacu pada resolusi parlemen 2015, yang menyatakan bahwa Islamabad tidak akan menjadi bagian dari konflik di Timur Tengah, khususnya Yaman.

Namun pernyataannya memanaskan perdebatan dengan beberapa anggota partai sayap kiri Pakistan Peoples Party (PPP). Ketua Senat Raza Rabbani menyebut klarifikasi “tidak mencukupi”, dan meminta penjelasan operasional dan penempatan yang mendetail.

“Saya tidak tahu di mana tentara ini akan ditempatkan di Arab Saudi. Tapi saya yakin, mereka akan tetap ditempatkan di wilayah Saudi,” kata Dastagir menanggapi sebuah pertanyaan dari mantan menteri dalam negeri, dan seorang tokoh PPP terkemuka Aitzaz Ahsan, yang mengatakan bahwa pasukan tersebut dapat ditempatkan di perbatasan Yaman.

Pertama dalam Sejarah, Pasukan Rusia Latihan Perang Bersama Pakistan

Sebelumnya dalam sebuah pernyataan, tentara Pakistan bersikeras bahwa baik kontingen baru maupun pasukan yang sudah ditempatkan akan ditempatkan di luar Arab Saudi.

“Dalam kelanjutan kerja sama keamanan bilateral Pak-KSA (Pakistan-Kingdom of Saudi Arabia) yang sedang berlangsung, sebuah kontingen tentara Pakistan dikirim ke KSA untuk pelatihan dan misi konsultasi. Pasukan yang baru ini atau pasukan yang sudah ada tidak akan dipekerjakan di luar KSA. Pak Army (tentara Pakistan) menjaga kerjasama keamanan bilateral dengan banyak negara GCC / regional lainnya,” kata pernyataan tersebut.

Arab Saudi, rumah bagi hanya 1,9 juta orang Pakistan, berada di puncak daftar negara dengan kiriman uang tertinggi ke Pakistan – lebih dari $ 4,5 miliar per tahun.

Arab Saudi juga merupakan mitra dagang regional terbesar Pakistan, yang mengekspor barang dan jasa, terutama minyak, mencapai lebih dari $ 5 miliar ke Pakistan pada tahun 2017.

Pasukan Rezim Assad Bantu Milisi Dukungan AS Hadapi Militer Turki di Afrin

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan YPG Kurdi dukunungan AS mengklaim bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengizinkan pasukan Rezim Syiah Assad masuk ke Afrin di bagian barat laut kota perbatasan tersebut.

Nuri Mahmoud, juru bicara Unit Perlindungan Rakyat (YPG), mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin (19/02.2018) bahwa mereka menyerukan kepada pasukan rezim Suriah “untuk mempertahankan Suriah yang bersatu,” dalam sebuah pernyataan yang dapat diartikan bahwa pasukan rezim dapat secara langsung menghadapi tentara Turki di wilayah tersebut.

Turki dan Free Syrian Army (FSA) – sebuah kelompok oposisi bersenjata Suriah yang didukung Turki – bulan lalu meluncurkan operasi udara dan darat di Afrin untuk mengusir pasukan YPG yang didukung AS demi menciptakan zona penyangga di perbatasan selatannya.

Armada Perang Turki Kembali Bebaskan 3 Desa di Afrin dari Milisi Dukungan AS

Ankara menganggap YPG, yang mengendalikan Afrin, sebuah milisi “teror.”

“Tentara Suriah belum tiba. Kami memanggil tentara Suriah untuk melindungi Afrin, karena kami ingin mempertahankan Suriah yang bersatu,” Mahmoud mengatakan kepada Al Jazeera.

“Kami mengatakan ini karena masyarakat internasional terus menangani kepemimpinan Suriah sebagai penguasa dan kami meminta otoritas ini untuk melindungi wilayahnya.”

Dia menambahkan bahwa pasukan rezim Syiah Suriah diperkirakan akan tiba dalam waktu dua hari.
Belum ada tanggapan Turki

Ketika Hubungan AS dan Turki pada Titik Kritis

PKK telah melancarkan perang bersenjata selama beberapa dekade melawan negara Turki yang telah membunuh puluhan ribu orang.

PYD/YPG telah datang untuk mengendalikan petak-petak utara Suriah, termasuk Afrin, dalam perjalanan perang Suriah karena memimpin organisasi payung yang didukung AS Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Dukungan AS untuk SDF telah membuat marah Turki dan menciptakan krisis diplomatik yang sedang berlangsung antara kedua sekutu NATO.

Perkembangan terakhir menyoroti medan perang yang kompleks di Suriah utara, yang menampung sejumlah besar aktor, termasuk PYD/YPG, rezim Suriah, kelompok bersenjata oposisi moderat, faksi jihad, Turki, Amerika Serikat dan Rusia.

Pengacara Ustadz Roinulbalad Minta Aparat Lindungi Para Ulama

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Harian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Ustadz Roinul Balad bersama empat pengacaranya mendatangi Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (19/2/2018).

Ustadz Roin melaporkan terkait ancaman serta fitnah kepada dirinya dalam selebaran yang ditempel orang tak dikenal di Kantor DDII Jabar Jalan Pungkur No. 151, Kota Bandung pada Jumat (16/2/2018).

“Ya kami mendampingi klien kami Ustadz Roinulbalad sebagai saksi pelapor, melaporkan telah terjadi pengancaman juga laporan fitnah yang sengaja pelaku ini sengaja menempelkan pamflet di pintu depan kantor DDII Jawa Barat,” kata Asep Bara, salah satu kuasa hukum Ustadz Roin kepada Jurnalislam.com di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (19/2/2018)

Selain melaporkan kejadian tersebut, kuasa hukum juga meminta aparat kepolisian untuk melindungi para ulama dari teror-teror yang terjadi akhir-akhir ini.

“Karena seringnya terjadi ancaman seperti ini kepada para ustadz dan ulama maka kami datang ke sini juga untuk melaporkan sekaligus meminta perlindungan hukum dari pihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu pelapor, Ustadz Roinulbalad berharap kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Alhamdulillah aparat sangat kooperatif, mudah-mudahan bisa dilaksanakan sesuai dengan apa yang kita sampaikan tadi. Semoga aparat bisa memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat sebagai warga negara,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, teror dan penyerangan terhadap para ulama terus terjadi dalam dua bulan terakhir. Namun hingga saat ini aparat belum mampu menguak dalang di balik rangkaian aksi teror yang telah memakan banyak korban ini.

Diancam Dibunuh, Ketua DDII Jabar Lapor Polisi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat, Ustadz Roinulbalad bersama beberapa pengacara melaporkan kasus ancaman terhadap dirinya ke Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat.

Ancaman tersebut terdapat dalam selebaran yang ditempel di lingkungan kantor DDII Jabar pada Jumat (16/2/2018). Dalam selebaran tersebut, Ustadz Roinulbalad diancam akan dimusnahkan karena dituding telah menjadi konseptor intoleransi dan pemurtadan umat Islam Jawa Barat.

“Atas usulan dari beberapa rekan dan lawyer akhirnya kami sepakat hari ini akan untuk melapor ke Polrestabes Bandung dan Polda Jabar,” katanya dalam siaran pers di Kantor DDII Jabar Jl. Pungkur No. 151 Kota Bandung, Senin (19/2/2018).

Baca juga: Lagi, Kali Ini Teror Menimpa Ketua Dewan Dakwah Jabar

 

Ustadz Roin menambahkan, pada awalanya ia tidak terlalu merespon selebaran tersebut. Sebab, ia pernah beberapa kali menerima selebaran yang memojokan dirinya tapi hanya berisi fitnah-fitnah.

“Kalau yang ini memang terus terang saya agak terpengaruh, karena ini bahasanya dimusnahkan, ada ancaman disitu,” tuturnya.

“Dalam pertemuan ini, kita ingin menyampaikan pesan bahwa hari ini bisa jadi ancaman itu ke saya, besok lusa bisa jadi ke ustad lain,” pungkasnya.

Ustadz Roin memang dikenal sebagai ulama yang tegas dengan isu pemurtadan dan Syiah di Jawa Barat khususnya di Bandung. Tercatat, beberapa kali ia yang juga ketua Pembela Ahlus Sunnah (PAS) itu berhasil menggagalkan kegiatan-kegiatan Syiah di Kota Bandung.

Hingga berita ini diturunkan, Ustadz Roin bersama sejumlah pengacaranya masih berada di Mapolrestabe Bandung.

 

Lagi, Kali Ini Teror Menimpa Ketua Dewan Dakwah Jabar

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Teror kembali menimpa ulama di Jawa Barat. Kali ini dialami oleh Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat Ustadz Roinulbalad.

Pada hari Jumat (16/2/2018) kantor DDII Jabar di Jalan Pungkur No. 151 Kota Bandung ditempeli beberapa selebaran berisi ancaman pembunuhan kepada Ustadz Roin. Ditemukan 5 selebaran berukuran kertas A4 yang ditempelkan di kaca depan kantor DDII, kaca Masjid Al Jihad, mobil ambulan milik DDII Jabar, dan di rumah warga sekitar.

Dalam selebaran tersebut yang memuat gambar Ustadz Roin memakai batik merah itu tertulis, “M. ROINUL BALAD, S.Sos Pendamai – konseptor intoleransi – Sang Sekjen DDI Jabar – Konspirasi Kristen, Syiah dan Ahmadiyah dalam memurtadkan Ummat Islam Jawa Barat – DIHORMATI atau DIMUSNAHKAN saja!!! demi NKRI,”

“Hari jumat pagi masuk WA ke kami ada kabar bahwa ditemukan selebaran yang ditempel di masjid dan di rumah-rumah,” kata Ustadz Roin dalam siaran pers di Kantor DDII Jabar Jl. Pungkur No. 151 Kota Bandung, Senin (19/2/2018).

Menurut Ustadz Roin, penempelan selebaran tersebut diperkirakan dilakukan pada Jumat (16/2/2018) dini hari.

Menyikapi kejadian tersebut, Ustadz Roin bersama sejumlah pengacara akan melapor ke Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat.

“Atas usulan dari beberapa rekan dan lawyer akhirnya kami sepakat hari ini akan untuk melapor ke Polrestabes Bandung dan Polda Jabar,” katanya.

Sejak beredar selebaran itu, sejumlah ormas Islam di Jawa Barat menganjurkan penjagaan di rumah Ustadz Roin.

“Jadi penjagaan dilakukan dirumah mulai jam 2 sampai jam 6 pagi. Karena dari beberapa kejadian
rentetan waktunya antara itu,” jelas Ustadz Roin.