Berita Terkini

GUIB : Pembakar Bendera Tauhid adalah Tindakan Amoral

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur, Ustadz Muhammad Yunus menilai tindakan oknum Banser membakar bendera tauhid adalah tindakan amoral.

“Ini kejadian yang sangat memilukan, siapapun yang menamakan diri sebagai umat Islam pasti marah dengan prilaku amoral seperti ini. Ini bentuk penghinaan terhadap simbol-simbol keislaman. Bendera Tauhid adalah bendera kaum muslimin diseluruh dunia.” jelasnya pada Jurnalislam.com, Senin (22/10/2018).

Lebih lanjut, Ustadz Yunus menegaskan, pembakaran bendera tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap simbol Islam.

“Pembakaran terhadap bendera tauhid adalah merupakan bagian dari bentuk penghinaan terhadap simbol simbol keislaman.” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan tabayyun kepada pelaku pembakaran untuk mengetahui motif sesungguhnya dibalik tindakan yang dilakukan dalam acara peringatan Hari Santri itu.

“Mereka harus menjelaskan maksud dan tujuan pembakaran tersebut, apalagi dilakukan pada saat peringatan hari santri yang mestinya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan meneguhkan jati diri santri sebagai seorang muslim sebagai penerus perjuangan para Kyai, Ulama dan habaib yang komit dengan prinsip prinsip tauhid.” pungkasnya.

Banser Garut Bakar Bendera Tauhid, PP Persis: “Umat Harus Bersikap”

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Anggota Dewan Hisbah PP Persis, KH Salam Russyad menegaskan aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser Garut merupakan bentuk penghinaan agama.

“Ya jelas itu penghinaan terhadap kalimat tauhid, walaupun mungkin mereka berdalih itu bendera khilafah tetapi apapun alasannya jelas itu penghinaan terhadap kalimat tauhid,” terangnya kepada jurnalislam.com Senin (22/10/2018).

Salam mengimbau, umat Islam untuk memprotes aksi pembakaran tersebut. Sebab itu merupakan bentuk cinta terhadap agama.

“Umat harus bersikap, minimal melakukan protes bahwa itu penistaan terhadap simbol agama,” tegasnya.

Lebih dari itu, ia menegaskan para pelaku yang diduga melakukan penistaan agama tersebut untuk ditindak tegas oleh aparat kepolisian.

“Iya harus. Mudah-mudahan Allah memberi balasan hukuman yang setimpal terhadap perbuatannya,” pungkasnya.

Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid, ISAC: Usut Tuntas dan Tangkap Pelaku!

SOLO (Jurnalislam.com) – The Islamic Study and Action Center (ISAC) menyesalkan atas tindakan belasan anggota Banser Garut yang membakar bendera dengan aksara Arab, tauhid dalam acara hari Santri Nasional beberapa waktu yang lalu.

“Apapun alasannya, pembakaran bendera Tauhid telah melukai perasaan umat Islam di Indonesia dan dunia pada umumnya, Tauhid adalah salah satu ajaran pokok agama Islam,” kata sekjen ISAC, Endro Sudarsono kepada jurnalislam.com, Senin (22/10/2018).

Selain itu, Endro meminta pihak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku yang diduga telah melakukan penistaan agama itu.

“Kepada Kapolri untuk segera memproses hukum pelaku atas dugaan tindak pidana pengrusakan secara bersama-sama dan atau penodaan agama,” ujar Endro.

Kepada Ketua MUI pusat, lanjutnya, untuk berkoordinasi dengan PBNU untuk segera menjernihkan kasus ini.

Endro juga mengimbau pelaku untuk segera meminta maaf kepada umat Islam dan bertaubat serta berjanji tidak melakukan hal yang serupa dimasa yang akan datang.

MUI : Tidak Ada Toleransi Bagi Perilaku LGBT

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menegaskan tidak ada toleransi bagi perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Menurutnya, selain telah bertentangan dengan ajaran agama, perilaku LGBT adalah perbuatan tidak bermoral dan merusak generasi.

“Ya jelas kita melaknat mengutuk perilaku LGBT karena itu perilaku yang dibenci oleh Allah SWT. Jadi tak ada toleransi dan tak ada tenggang rasa dalam arti kita tidak akan pernah menyetujui terhadap perilaku LGBT,” tegasnya kepada Jurnalislam.com, Senin (21/10/2018).

Guna mencegah perilaku menyimpang tersebut, Kiai Cholil meminta para orang tua untuk mengawasi perilaku anaknya di dalam dan di luar rumah.

“Makanya kepada para orangtua, pendidikan tak hanya cukup diberikan kepada guru, tetapi pendidikan anak harus diawasi oleh orangtua, ketika ada perilaku-perilaku aneh, ketika ada perilaku yang kurang baik segera sedari dini dilakukan pencegahan oleh orangtua kepada anak-anaknya,” paparnya.

Ia juga mendesak pemerintah untuk segera merumuskan undang-undang terkait pelarangan perilaku LGBT.

“Harus dirumuskan dalam peraturan perundang-undangan kita melalui inisiatif pemerintah atau DPR agar ada kepastian hukum masyarakat melakukan antisipasi terhadap perilaku LGBT ini,” pungkasnya.

Forum Me-DAN Bantu Korban Gempa Situbondo di Pulau Sapudi

SAPUDI (Jurnalislam.com) Forum Medis dan Aksi Kemanusian (Me-DAN) turut membantu korban gempa Jatim Situbondo di Pulau Sapudi, salah satu pulau dengan dampak terparah pasca gempa magnitudo 6,4 melanda Jatim Kamis (11/10/2018).

Gempa tersebut mengakibatkan rumah ratusan rumah rusak, 4 orang meninggal dunia dan 24 orang mengalami luka.

 

Hanya membutuhkan waktu 1 hari dari Forum Me-DAN Indonesia mengutus tim untuk melakukan asessement. Setelah data valid terkumpul team logistik melakukan pendistribusian bantuan langsung kepada keluarga korban bencana gempa di Pulau Sapudi, Madura, Ahad (21/10/2018).

 

“Hingga saat ini kami belum sedikitpun menerima bantuan dari pemerintah disini sedikitnya ada sekitar 30KK. Kami sangat senang atas bantuan dari Forum Me-DAN Indonesia dan kami hanya dapat membalas dengan doa”, ungkap Nasir sebagai salah satu warga Ds. Prambanan, Dsn. Kon Laok, Kec. Gayam.

“Wajah senang dan haru dari warga tidak dapat tertutupi saat warga menerima bantuan. Kehangatan persaudaraan sangat terasa walau kami tidak pernah ketemu. Hal sudah seperti selogan dari Forum Me-DAN Indonesia Merajut Ukhuwah Peduli Sesama.Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih team yang telah mensupport dalam pendistribusiaan ini “, terang Adit selaku tim yang diutus dari Forum Me-DAN Indonesia.

GP Ansor Akui Terlibat Pembakaran Bendera Berlafaz Tauhid

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Yaqut Cholil Qoumas mengklaim pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan upaya untuk menjaga kalimat tauhid.

Menurutnya, anggota  Banser NU akan membakar jika bukan kalimat tauhid yang tertera pada bendera berwarna dasar hitam itu.

“Saya memahami apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya menjaga kalimat tauhid,” ujar Yaqut lansir CNNIndonesia.com, Senin (22/10).

“Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi oleh mereka (anggota Banser Garut) tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan,” lanjutnya.

Yaqut menegaskan bahwa tindakan belasan anggota Banser di Garut itu justru merupakan sebuah penghormatan terhadap kalimat Tauhid dan bukan perbuatan salah. Menurutnya, hal sama juga akan dilakukan jika menemukan sobekan naskah atau mushaf Alquran.

Yaqut menyatakan bendera itu lebih baik dibakar daripada ada pihak lain yang menaruh di tempat yang tidak semestinya. ia juga tak menyinggung soal  sanksi yang kemungkinan diberikan pada anggota Banser yang nampak terlibat pembakaran.

“Membakar bendera yang ada tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran,” kata Yaqut.

“Mereka akan bakar sobekan itu, demi untuk menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tidak semestinya,” pungkasnya.

Terkonfirmasi! Banser Garut Bakar Bendera Tauhid

GARUT (Jurnalislam.com) – Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Nahdlatul Ulama (NU) Garut membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan aksara arab tauhid berwarna putih yang mirip dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Berdasarkan video berdurasi 02.05 menit yang diterima redaksi dan tersebar di laman Youtube,  pembakaran dilakukan oleh belasan anggota Banser seraya menyanyikan mars NU.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Cholil Nafis menilai, sebaiknya bendera itu cukup dirampas karena telah menyusup ke kerumunan massa para santri, bukan dibakar seperti itu.

“Meskipun indikasinya itu bendera HTI. Sebab kain itu bertuliskan kalimat tauhid sehingga kurang elok dan disalah persepsikan oleh orang lain,” katanya dalam akun Twitter resminya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan hal itu. Dia mengatakan pembakaran terjadi saat Banser Garut merayakan hari santri pada Ahad, kemarin (21/10/2018).

“Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut,” jelas Yaqut dilansir CNNIndonesia.com, Senin (22/10/2018).

Meski belum diketahui pasti, Yaqut mengklaim bahwa benda yang dibakar anggotanya adalah bendera HTI. Dia yakin anggota di Garut yang terlibat pembakaran memang menganggap itu sebagai bendera HTI, yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

“Saya yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Kami enggak ada urusan dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam kedaulatan,” kata Yaqut.

Merujuk dari tayangan dalam video, mulanya, ada satu anggota banser yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Belasan anggota Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api.

Sebagian dari mereka mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam.

Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

Saat api mulai besar dan melalap setengah bendera, sejumlah anggota Banser semakin semangat menyanyikan Mars NU. Beberapa di antaranya seraya mengepalkan tangan seirama dengan nada yang dinyanyikan.

Sumber: CNN Indonesia

Wonogiri Dilanda Kekeringan, KONAS Bagikan 25 Tangki Air Bersih Gratis

WONOGIRI (Jurnalislam.com) – Sejumlah lembaga sosial kemanusiaan, yang tergabung dalam KONAS (Komunitas Nahi Mungkar Surakarta) kembali menggelar aksi pembagian air bersih di sejumlah titik kekeringan diwilayah Wonogiri, Ahad (21/10/2018).

“Ada 25 tangki air bersih yang akan dibagikan ke 13 dusun hari ini (Ahad),” kata koordinator acara, Joko disela-sela kegiatan.

Joko atau yang karib disapa Pak Jack ini menjelaskan, ke 13 dusun tersebut antara lain, Giribelah, Giriroto, Ngasem, Buweng, Sengon, Mulwo, Ngorodowo, Ngelo, Jati, Punung, Kamigoru, Songgodulang yang terletak di Desa Jatirejo dan Dusun Sumberjo yang terletak di Desa Tlogosari.

Pembagian air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Wonogiri.

Sementara itu, kepala dusun Buweng, Samino mengungkapkan, bantuan yang dilakukan oleh MDS (Melangkah Dengan Sedekah), Salam Care, SINAI (Sinergi Amal Islami), Yayasan Baiti Jannati, Dai Berwibawa Giriwoyo dapat meringankan beban warga terdampak.

“Terima kasih pada bapak-bapak yang telah ikut membantu meringankan beban kita disini, dengan memberikan air bersih.”

“Semoga menjadi amal kebaikan dan berkah,” pungkasnya.

Tren Investor Syariah Terus Meningkat

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Kepala Divisi Pasar Modal Syariah, Irwan Abdalloh mengatakan tren investor syariah di Bursa Efek Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan rata-ratanya lebih dari 100 persen per tahun.

Jumlah total investor syariah per September 2018 yakni 36.777 rekening, sekitar 4,7 persen dari total investor saham sebanyak 778.763 investor. Investor syariah adalah investor yang membuka rekening efek syariah di anggota bursa yang telah mempunyai syariah online trading system (AB SOTS).

“Trennya terus meningkat setiap tahun, jumlah investor syariah saham Indonesia terus meningkat, dari tahun 2017 sudah meningkat sekitar 59 persen dari 23.207 investor pada 2017 menjadi 36.777 investor pada 2018 per September,” kata dia lansir Republika, Kamis (18/10).

Ia menilai jumlah peningkatan investor syariah lebih besar dari total investor maka market share investor syariah jadi meningkat. Seperti pada 2017 total investor termasuk syariah yakni 628.346 investor. 

Irwan mengatakan itu karena edukasi yang masif di seluruh wilayah Indonesia. BEI berkomitmen pada peningkatan literasi dan inklusi pasar modal syariah di semua daerah.

“Jadi karena kantor perwakilan dengan anggota bursa yang gencar meningkatkan edukasi pasar modal syariah ke seluruh daerah di Indonesia,” kata dia. 

Begini Narasi Saudi atas Terbunuhnya Khashoggi dari Hari ke Hari

TURKI (Jurnalislam.com) – Jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post yang sering menulis kritik tentang Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Dia tidak terlihat lagi sejak itu.

Setelah awalnya diam dan menyangkal tuduhan bahwa Khashoggi tidak pernah meninggalkan konsulat, Arab Saudi kini mengakui bahwa Khashoggi terbunuh di dalam konsulat, tetapi tidak menyebutkan di mana jasadnya berada.

Di bawah ini adalah ringkasan yang dirilis Aljazeera, Ahad (21/10/2018) tentang bagaimana Arab Saudi membangun narasi seputar perihal kematian Khashoggi yang berubah-rubah selama beberapa pekan terakhir ketika tekanan internasional meningkat.

2 Oktober

Khashoggi memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang menyatakan bahwa dia menceraikan mantan istrinya sehingga dia bisa menikah lagi, sementara tunangannya, Hatice Cengiz, menunggu di luar.

Setelah menunggu selama tiga jam, tunangannya bertanya kepada staf konsulat mengenai keberadaannya. Mereka memberi tahu bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung melalui pintu belakang.

5 Oktober

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, MBS mengatakan bahwa Khashoggi pergi setelah “beberapa menit atau satu jam”.

“Pemahaman saya adalah dia masuk dan dia keluar setelah beberapa menit atau satu jam. Saya tidak yakin. Kami sedang menyelidiki ini melalui kementerian luar negeri untuk melihat apa yang terjadi pada waktu itu.”

6 Oktober

Konsulat Arab Saudi di Istanbul dibuka kembali untuk membuktikan bahwa Khashoggi tidak di tempat dan mengatakan bahwa “pembicaraan tentang penculikannya tidak berdasar”, menurut Reuters.

“Saya ingin menegaskan bahwa … Jamal tidak berada di konsulat atau di Kerajaan Arab Saudi, dan konsulat serta kedutaan sedang bekerja untuk mencari dia,” kata konsul jendral Mohammad al-Otaibi kepada Reuters.

8 Oktober

Dalam pesan Whatsapp yang tidak diminta kepada reporter Axios Jonathan Swan, adik lelaki MBS, Pangeran Khaled bin Salman, membantah tuduhan bahwa Arab Saudi memiliki peran dalam kematian Khashoggi.

“Saya jamin bahwa laporan-laporan yang memberi kesan bahwa Jamal Kashoggi hilang di konsulat di Istanbul atau bahwa otoritas kerajaan telah menahannya atau membunuhnya benar-benar palsu dan tidak berdasar,” tulisnya.

“Apakah kamu punya rekaman dia meninggalkan konsulat?” tanya Swan. Reporter itu tidak mendapatkan jawaban.

10 Oktober

Media Turki menerbitkan gambar “tim pembunuh” Saudi yang diduga berjumlah 15 orang dan video gerakan mencurigakan di konsulat Saudi di Istanbul menyusul hilangnya Khashoggi.

Arab Saudi tetap diam ketika gambar-gambar itu diputar di seluruh jaringan televisi di Turki dan dunia, dan tidak menawarkan bukti definitif tentang nasib Khashoggi.

Al Arabiya yang media yang dikuasai Saudi mengkritik liputan media, menulis dalam sebuah artikel: “Misteri atas wartawan Saudi yang hilang Jamal Kashhoggi telah diliputi dengan berita yang salah, sumber yang meragukan dan kampanye media yang diatur.”

11 Oktober

Duta besar Saudi untuk Washington, Pangeran Khalid bin Salman bin Abdulaziz, menggambarkan tuduhan itu sebagai “kebocoran yang berbahaya dan desas-desus buruk” dan mengatakan kerajaan “sangat prihatin” tentang Khashoggi.

Pejabat Saudi mempertahankan pendapat bahwa dia meninggalkan konsulat sesaat setelah masuk, meskipun gagal memberikan bukti untuk mendukung hal itu, seperti rekaman video.

Al Arabiya menulis bahwa tim Saudi yang beranggotakan 15 orang itu adalah “turis yang salah dituduh membunuh Khashoggi”.

12 Oktober

Sebuah delegasi dari Arab Saudi tiba di ibukota Turki, Ankara, untuk penyelidikan atas penghilangan Khashoggi, menurut dua sumber Turki yang dikutip oleh kantor berita Anadolu di negara itu.

Baca juga: Besok Presiden Turki akan Buat Pernyataan atas Terbunuhnya Jamal Khashoggi

13 Oktober

Menteri Dalam Negeri Saudi Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz membantah tuduhan mengenai penghilangan dan dugaan keterlibatan atas pembunuhan Khashoggi.

Dia mengatakan bahwa tuduhan tentang perintah untuk membunuh Khashoggi adalah “kebohongan” yang menargetkan pemerintah, menurut media resmi Saudi Press Agency.

15 Oktober

Presiden AS Donald Trump menulis di Twitter bahwa dia telah berbicara dengan Raja Salman, bahwa Raja Saudi “menyangkal informasi apa pun yang mungkin telah terjadi” kepada Jamal Khashoggi.

The New York Times melaporkan bahwa pengadilan Saudi akan segera mengeluarkan narasi bahwa seorang pejabat dalam dinas intelijen kerajaan – yang kebetulan adalah teman Pangeran Mohammed – melakukan pembunuhan Khashoggi.

Menurut narasi itu, putra mahkota menyetujui interogasi atau rendisi (pengiriman) Khashoggi kembali ke Arab Saudi, tetapi pejabat intelijen itu tidak kompeten dan terlalu bersemangat berusaha membuktikan dirinya. Dia kemudian mencoba menutupi penanganan situasi yang gagal.

Menurut dua sumber, CNN juga melaporkan bahwa Arab Saudi sedang mempersiapkan laporan yang akan mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi adalah hasil dari “interogasi yang salah”.

Baca juga: Ketika Semua Mata Tertuju ke Turki atas Jawaban Terbunuhnya Khashoggi

Trump menyarankan “pembunuh nakal” bisa bertanggung jawab atas hilangnya Khashoggi secara misterius, penjelasan yang menawarkan sekutu AS, Arab Saudi, kemungkinan jalan keluar dari badai diplomatik global.

Saudi terus menyangkal bahwa mereka membunuh penulis itu.

Setelah panggilan telepon pribadi 20 menit dengan Raja Salman Saudi, Trump mengutip raja yang mengatakan baik dia maupun putranya, MBS, tidak memiliki informasi apa pun tentang apa yang telah terjadi pada Khashoggi.

16 Oktober

Trump berbicara dengan MBS, menyatakan bahwa putra mahkota “sepenuhnya menolak” seluruh informasi tentang apa yang terjadi pada Khashoggi.

Dalam sebuah tweet, Trump mengatakan MBS memberitahunya bahwa Saudi akan segera memperluas penyelidikan atas masalah ini. Jawaban akan datang “segera”, kata presiden.

17 Oktober

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Arab Saudi telah membuat “komitmen serius” untuk meminta para pemimpin senior dan pejabat bertanggung jawab dalam kasus jurnalis yang hilang, jika ada kesalahan yang ditemukan.

Pernyataan Pompeo mengatakan bahwa Saudi mengakui sesuatu telah terjadi pada jurnalis yang hilang itu, tetapi tidak spesifik.

18 Oktober

Sebuah laporan di The New York Times pada hari Kamis menunjukkan penguasa Saudi sedang mempertimbangkan menyalahkan Mayor Jenderal Ahmed al-Asiri atas pembunuhan Khashoggi, mencatat bahwa itu akan memberikan penjelasan yang masuk akal mengenai pembunuhan dan membantu untuk membelokkan opini yang menyalahkan putra mahkota Saudi.

19 Oktober

Asiri dipecat sebagai kepala intelijen deputi Arab Saudi.

Dia telah bertugas sebagai penasihat untuk MBS, yang mempromosikannya ke posisi intelijennya tahun lalu, dan dianggap sebagai salah satu pembantu terdekat MBS.

20 Oktober

Setelah tekanan internasional memuncak beberapa pekan, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi terbunuh di konsulat mereka di Istanbul setelah terlibat perkelahian dengan orang-orang yang dia temui di sana, tetapi tidak menyebutkan di mana jasadnya berada.

“Investigasi masih berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap,” kata media pemerintah.

21 Oktober

Seorang pejabat Saudi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tim dari 15 warga Saudi yang dikirim untuk menghadapi Khashoggi pada 2 Oktober membunuhnya dengan cekikan di leher setelah “berlebihan dalam melaksanakan” perintah mereka.

Berbicara dengan syarat anonimitas, pejabat itu mengatakan tim mencoba mengintimidasi Khashoggi tetapi ketika pria berusia 59 tahun itu berteriak, tim itu panik.

Mereka kemudian mencoba menahannya lalu mencekiknya dan menutup mulutnya.

Ketika ditanya apakah tim tersebut telah membunuh Khashoggi dengan mencekiknya, pejabat itu berkata: “Jika Anda menempatkan seseorang seusia Jamal dalam posisi ini, dia mungkin akan mati.”

Salah seorang dari tim beranggotakan 15 orang tersebut kemudian mengenakan pakaian Khashoggi untuk membuatnya tampak seolah-olah dia telah meninggalkan konsulat, pejabat itu menambahkan.