Berita Terkini

Ketua PA 212 Diperiksa, Umat Islam Gelar Aksi Depan Mapolresta Surakarta

SOLO (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam Soloraya kembali melakukan unjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta, Sabtu (16/2/2019). Aksi ini sebagai bentuk dukungan untuk Ketua Presidium Alumni 212, Ustaz Slamet Ma’arif yang akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Jawa Tengah, Semarang.

Slamet Ma’arif ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pelanggaran kampanye dalam acara Tabligh Akbar 212 di Solo pekan lalu.

“Ini adalah bentuk kriminalisasi terhadap ulama, kita tau ustadz slamet ma’arif adalah ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212,” kata ustaz Yusuf Suparno sekjen Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dari atas Mobil Komando.

“Namun di pihak lain ada juga yang melakukan pelanggaran pemilu sudah dilaporkan tapi tidak ditangani, ini adalah bentuk ketidakadilan,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustaz Muinudinillah Basri membantah adanya kegiatan kampanye di aksi Tabligh Akbar PA 212 di Bundaran Gladak, Ahad (13/1/2019) yang lalu.

“Bahwa panitia juga telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa Tabligh Akbar PA 212 adalah murni kegiatan keagamaan bukan kegiatan kampanye,” ujarnya.

Ia mengkritisi status tersangka yang diberikan pihak aparat kepada ustaz Slamet Ma’arif yang terkesan dipaksakan.

“Bahwa Proses hukum terhadap KH Slamet Ma’arif berbeda dengan penanganan kampanye tanpa ljin yang melibatkan lbunda Jokowi di Sukoharjo Bulan Januari 2019 yang terdapat unsur kampanye tanpa ijin,” paparnya.

“Namun hanya diberi sanksi administrasi oleh Bawaslu Kabupaten Sukoharjo,” tandasnya.

Politisi Milenial Muslim Ajak Generasi Muda Melek Politik

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemilu 2019 tinggal 2 bulan lagi. Pada pemilu tahun ini, kalangan milenial menjadi mayoritas . Sedangkan, diantara konstituen politik di Indonesia yang agak jarang memperoleh ekspose dalam pembicaraan politik adalah kelompok milenial muslim.

Menanggapi hal tersebut, politisi milenial muslim, Agastya Harjunadhi menilai Indonesia sebagai mayoritas berpenduduk muslim memiliki 80% dari 90 juta milenial. Maka dari hasil tersebut populasi milenial muslim mencapai 72 juta jiwa.

“Jumlah ini sangat cukup untuk meloloskan setidaknya 9-10 partai politik dalam batas Parliamentary Threshold 4%, merujuk DPT Pemilu 2019 menurut KPU adalah 185 juta jiwa,” katanya saat dihubungi Jurniscom, Sabtu (16/2/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai Co-founder Islamic Leadership Academy menjelaskan, karakter fitrah anak muda umumnya adalah kritis, dinamis, proaktif/antusias, dan idealis. Karakter itulah yang menggiring jiwa mereka untuk tak pernah puas dalam melakukan yang terbaik.

Sedangkan dalam hal politik, lanjutnya, umumnya gerakan anak muda ini memberikan edukasi pentingnya milenial untuk aktif dan partisipatif dalam pemilu.

“Karena pemilu adalah proses politik dalam memilih pemimpin. Agama mengajarkan bahwa penting memilih pemimpin yang kuat, cerdas, dan amanah. Karena pemimpin akan memegang kendali, kuasa dan kebijakan hajat hidup orang banyak. Jika tidak amanah, tak mungkin tercipta kehidupan yang baik bukan,” ujarnya.

Pasalnya, sikap amanah dalam memimpin, serta mengerjakan tugas, inilah yang secara kokoh diajarkan dan dibina dalam agama yang diikuti oleh banyak milenial muslim.

“Sehingga agama pasti menjadi panduan atas preferensi politik mereka demi terwujud wakil rakyat/pemimpin yang membawa banyak kemaslahatan bagi ummat,” pungkasnya.

Dua Jurnalis Foto Palestina Raih Penghargaan Bergengsi di Amerika

RAMALAH (Jurnalislam.com) – Dua jurnalis foto asal Palestina yang bermarkas di Jalur Gaza memenangkan penghargaan Picture of the Year International (POYI) ke 76 Missouri School of Journalism di Columbia, Amerika Serikat. Mereka adalah Mohammad Salem Jadallah dan Mohammad Asad. 

Missouri School of Journalism adalah salah satu sekolah jurnalis paling bergengsi di dunia.

Mohammad Salem Jadallah, yang bekerja untuk kantor berita Reuters, mengatakan bahwa karya fotonya tentang empat remaja Palestina yang sedang menangis melihat saudaranya meninggal di Rumah Sakit karena ditembak tentara Israel di perbatasan pada 18 Juni 2018 lalu. Foto tersebut berhasil memenangkan kategory Award of Excellence for The Picture Story.

Sementara itu, Mohammad Asad, seorang jurnalis foto lepas, juga memenangkan Award of Excellence untuk fotonya Faris Sirsawi (12). Dalam foto tersebut Faris berpegangan pada tandu sementara paramedis berusaha mengevakuasinya setelah ia ditembak di dada dari daerah perbatasan. Sirsawi meninggal tak lama setelah itu.

POYI adalah program dan kompetisi foto jurnalistik tertua dan paling bergengsi di dunia. Foto-foto yang menang biasanya diposting di pameran di New York City.

Pekan Depan, Irlandia Adakan Pertemuan Internasional Bahas Palestina

DUBLIN (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Irlandia akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional membahas tentang perjuangan Palestina. Pertemuan akan digelar di ibukota Irlandia Dublin pekan depan.

Dilansir dari Al-Wattan Voice, Kamis (14/2/2019), pertemuan tersebut akan dihadiri oleh beberapa perwakilan negara dari Perancis, Swedia, Bulgaria, Yordania dan Mesir.

“Persiapan untuk pertemuan telah berlangsung selama lima bulan,” kata Duta Besar Palestina untuk Dublin, Ahmad Andel-Razeq kepada Palestine Voice.

Dia mengatakan bahwa pertemuan itu “akan membahas upaya untuk menghadapi kesepakatan abad ini, serta masalah penyelesaian dan rekonsiliasi,” mencatat bahwa hambatan yang digunakan Israel untuk mencoba menghentikan pertemuan telah dihapus.

Sementara itu, dia mengatakan, “Draf resolusi Irlandia, yang menghukum siapa pun yang berurusan dengan pemukiman atau mengeksploitasi sumber daya alam di tanah yang diduduki, akan diusulkan untuk persetujuan kedua di parlemen Irlandia.”

“Jika disetujui, itu akan menjadi hukum pertama di Eropa yang menghukum siapa pun yang berurusan dengan pemukiman di pengadilan Irlandia,” tambahnya.

Sumber: Middle East Monitor

Kemenag akan Terbitkan Buku Panduan Moderasi Beragama

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Ditjen Pendidikan Islam Kemenag akan menerbitkan buku induk moderasi beragama.

“Buku ini untuk menjawab hal-hal yang fundamental terkait dengan moderasi beragama. Misalnya, apa yang dimaksud dengan moderasi beragama, apa saja pokok-pokok agama, termasuk apa batasan tentang penodaan agama,” tutur Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu (13/02).

Kamaruddin menambahkan, penyusunan buku harus melibatkan orang dan kelompok yang otoritatif dan ahli dalam bidang keagamaan.

“Pelibatan ahli dalam penyusunan buku untuk mendapatkan perspektif yang luas,” ujarnya.

Tahun 2018, Ditjen Pendidikan Islam sudah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Moderasi Beragama.

Pokja ini yang nantinya akan bertanggung jawab dalam proses penyusunan buku moderasi beragama.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini meminta Pokja Moderasi Beragama dapat membangun fondasi yang kuat tentang moderasi beragama, baik secara paradigma maupun epistemologinya.

Ketua Pokja Moderasi Beragama Aceng Abdul Aziz, menyampaikan bahwa timnya terus bersinergi dengan masing-masing direktorat dalam implementasi program moderasi beragama.

“Secara khusus Tim Pokja memang tidak memiliki program, akan tetapi kami sudah membuat road map pengarusutamaan moderasi beragama, dan sudah dikoordinasikan pelaksaanya me masing-masing direktorat,” ujar Aceng.

Sumber : kemenag.go.id

Bukalapak akan Luncurkan Fitur Investasi Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Perusahaan marketplace Bukalapak tahun ini akan meluncurkan fitur baru pada aplikasinya yang akan memudahkan penggunanya untuk melakukan investasi sesuai syariat Islam (syariah), dan juga mencari pendanaan dengan skema syariah melalui fitur tersebut.

Co-Founder dan Presiden Bukalapak, M. Fajrin Rasyid mengatakan, produk investasi dan pendanaan syariah tersebut, tidak akan dikerjakan sendiri oleh Bukalapak.

Mereka akan bekerja sama dengan beberapa pihak yang bergerak di bidang tersebut, baik dari perbankan syariah ataupun perusahaan teknologi finansial (tekfin) syariah.

“Kalau dilihat, hampir seluruh inisiatif kita memerlukan partner, kolaborasi. Kami tidak memiliki kapabilitas di bidang investasi dan pendanaan sehingga kolaborasi merupakan solusinya,” kata Fajrin ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/2). Dia mengatakan, pihaknya .

Selain itu, jalan kolaborasi dengan pihak lain dilalui karena Bukalapak tidak memiliki izin untuk menyediakan jasa pembiayaan.

Bukalapak hanya menyediakan platform elektronik, tapi sebetulnya yang menjalankan dan memiliki isinya adalah partner mereka.

Fajrin mengatakan, salah satu perusahaan yang sedang dijajaki terkait kerja sama ini adalah PT Dana Syariah Indonesia.

Dengan kerja sama ini, produk-produk Dana Syariah Indonesia, dapat diakses melalui aplikasi Bukalapak.

Sehingga Bukalapak menjadi salah satu pintu bagi penggunanya yang ingin berinvestasi atau mencari pendanaan di Dana Syariah Indonesia.

Dana Syariah Indonesia merupakan perusahaan yang menyediakan layanan investasi dan pembiayaan syariah untuk pemilik usaha atau perorangan. Tujuannya untuk mendapatkan manfaat dan bagi hasil yang halal.

sumber : katadata.co.id

Indonesia Muslim Travel Index Rilis 10 Destinasi Wisata Halal

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Indonesia ditargetkan menempati peringkat pertama destinasi wisata halal dunia. Selain itu, juga menjadi destinasi paling ramah terhadap wisatawan muslim versi Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2019.

Untuk memikat wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi wisata halal, maka Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) menetapkan 10 destinasi wisata halal unggulan Indonesia.

Ada pun destinasi tersebut adalah Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur (Malang Raya), Lombok, dan Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya).

Tahun lalu IMTI menetapkan Lombok berada pada urutan pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia dan Aceh di urutan kedua.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pihaknya menargetkan Indonesia berada pada peringkat pertama sebagai destinasi pariwisata halal dunia versi GMTI pada tahun ini.

“Ini didukung oleh pertumbuhan wisata halal kita tahun ini mencapai angka tertinggi sekitar 42 persen,” kata Menpar Arief Yahya, usai meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kementerian Pariwisata, Rabu 13 Februari 2019.

Oleh karena itu, menurut Menpar, target kunjungan wisatawan halal tourism dunia ke Indonesia tahun ini didongkrak menjadi sebanyak 5 juta atau tumbuh 42 persen dari tahun lalu sebanyak 3,5 juta. “Target 5 juta wisman halal tourism itu mencapai 25 persen dari target kunjungan 20 juta wisman pada tahun ini,” kata Arief Yahya.

Untuk mencapai itu, Kemenpar menggunakan IMTI sebagai standar kerja pengembangan wisata halal Indonesia menuju ranking pertama GMTI 2019 yang akan diumumkan pada April 2019. “Kita memiliki IMTI 2019 yang mengadopsi dari standar GMTI untuk memenangkan destinasi halal terbaik pada GMTI 2019,” katanya.

sumber : inews.id

Polri Diminta Tak Tebang Pilih dalam Proses Hukum

SOLO (Jurnalislam.com)–Polresta Surakarta resmi menetapkan ketua PA 212 ustaz Slamet Ma’arif sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran kampanye pemilu.

 

Slamet dituding melakukan kampanye saat menjadi pembicara dalam tabligh akbar PA 212 di Bundaran Gladak, Solo, Ahad, (13/1/2019).

 

Menanggapi hal itu, Humas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Endro Sudarsono menilai ada yang janggal penetapan status tersangka tersebut.

 

“Bahwa Proses hukum terhadap KH Slamet Ma’arif berbeda dengan penanganan kampanye tanpa Izin yang melibatkan Ibunda Jokowi di Sukoharjo Bulan Januari 2019 yang terdapat unsur kampanye tanpa ijin, namun hanya diberi sanksi administrasi oleh Bawaslu Kabupaten Sukoharjo,” katanya dalam pesan siar yang diterima Jurniscom rabu, (13/2/2019).

 

Selain itu, Endro mengaku kecewa atas tidak ada perkembangan kasus Bupati Boyolali yang menghujat Prabowo dan dilaporkan pada 9 November 2018.

 

“Kami merasa kecewa dengan penanganan kasus terlapor Bupati Boyolali Seno Samodro di Polres Boyolali dan terlapor Anggota DPRD Kota Surakarta asal PDIP di Polresta Surakarta,” ujarnya.

 

Untuk itu, ia mendesak pihak aparat untuk dapat bersikap adil dan profesional.

 

“Meminta Kepada Polri untuk tetap profesional dan independen, tetap konsisten menempatkan hukum sebagai panglima,” tandasnya.

MUI : Pemilu Bagian Menjaga Amanat Kepemimpinan Umat

JAKARTA – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan kewajiban bagi umat Islam untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019.

Imbauan ini sebagai bentuk sikap tanggung jawab identitas kebangsaan.

Anggota Dewan Pertimbangan MUI KH Hasan Abdullah Sahal menjelaskan, dalam Islam, arti kepemimpinan merupakan bentuk kemutlakan yang tidak bisa ditinggalkan.

Bahkan, sikap tak peduli kepemimpinan, dinilainya mencerminkan kepribadian yang apatis.

“Kepimpinan tidak bisa ditinggalkan, makanya jangan golput. Golput artinya cuek, tidak dibenarkan. Islam itu hidup untuk bertanggung jawab. Golput tidak menghasilkan apa-apa kecuali menyesal dan menyesalkan, kecewa dan mengecewakan,” katanya saat acara ‘Rapat Pleno ke 35 Dewan Pertimbangan MUI Penyelenggaraan Pemilu/Pilpres 2019 yang Jujur, Adil dan Profesional’ di Gedung MUI, Rabu (13/2).

Menurutnya, masyarakat Indonesia harus bersikap dewasa dalam penyelenggaraan Pemilu tahun ini. Hal ini semata-mata tidak melihat visi misi pasangan capres dan cawapres dalam lima tahun mendatang.

“Menyikapi suasana yang panas lebih baik menyikapi dengan kedewasaan. Kita melihat Pemilu jangan berpikir hanya untuk lima tahun ke depan. Identitas bangsa dan kebangsaan, keumatan, kenegaraan untuk selamanya sehingga Indonesia merdeka dan martabat,” ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Indonesia tidak menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam penyelenggaraan Pemilu.

Sebab, Pemilu merupakan tanggung jawab bersama, di mana masyarakat Indonesia dapat turut mengawasi dan mengawal proses Pemilu agar berjalan dengan lancar.

“Pemilu bukan pesta demokrasi tetapi acara amanat kepimpinan umat. Jangan sampai kita golput karena rugi dan merugikan. Lalu langkah ke langkah perlu diperhatikan KPU dan Bawaslu dan semua ikut berpartisipasi, tidak ada saling menyalahkan,” ungkapnya.

Komunitas MJWJ Gelar Kajian “Maksiat dalam Sepotong Coklat”

SEMARANG – (Jurnalislam.com) – Komunitas Man Jadda Wajada (MJWJ) Semarang menggelar Kajian Muslimah dengan tema “Say No To Valentine, Maksiat dalam Sepotong Coklat” di Masjid Attaqwa, Jalan Kelut Raya ,Sampangan, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Acara tersebut diselenggarakan untuk memberi arahan agar remaja tidak ikut merayakan valentine day dan juga mengerti bahwa perayaan tersebuat bukan ajaran Islam

” Tujuan dari adanya kegiatan ini, bagaimana kita dapat memberi  ajakan dan arahan untuk tidak merayakan hari valintine selain itu agar anak muda mengerti apa itu hari Valentine Day yang sebenarnya bukan ajaran Islam,” ucap koordinator acara Lilis Setyowati  kepada jurnalislam.com

Kajian yang dihadiri dari kalangan hawa tersebut menghadirkan pembicara dari  Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang, Ustazah Darosy Endah Hyoscyamina

Bunda Darosy Endah, sapaan akrabnya, menjelaskan perayaan valentine day termasuk ajaran gereja dalam memperingati meninggalnya pendeta St Valentine 14 Pebuari

“Valentine ini bukan ajaran Islam, tapi ajaran greja dalam upacara keagamaan memperingati kematian  pendeta St Valentine,  sebagai penghormatan tokoh  Nasrani yang dianggap pahlawan membela cinta bagi umat Kristen dengan hari kasih sayang,” papar dosen  yang juga sebagai penulis buku baiti jannaty tersebut

padahal menurutnya kasih sayang kepada kekasih yang belum ada ikatan pernikahan adalah haram, karena hal itu akan terjerumus kepada perzinahan

“Islam tidak membenarkan mengungkapkan kasih sayang kepada kekasih bila belum terjalin hubungan dalam pernikahan, karena itu akan menjadi ruang setan untuk menjerumuskan manusia kebentuk perzinahan,” jelas Ustazah yang biasa menjadi narsum “ Keluarga SAMARA” Radio Dais Masjid Agung Semarang

“Kalaupun harus mengungkapkan kasih sayang secara umum, Rasulullah mengajarkan pada umatnya untuk selalu berbagi cinta ketulusan dan kasih sayang setiap saat pada orang-orang di sekitarnya, dan itu tidak harus nunggu tanggal 14 februari,” pungkasnya