Berita Terkini

BPJH Berharap PP Halal Segera Diterbitkan

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Kepala Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sukoso menyatakan bahwa proses sertifikasi halal saat ini masih dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal ini masih akan terus berlangsung hingga perangkat aturan pendukung dan infrastruktur sistem informasi halal siap beroperasi.

Salah satu regulasi yang saat ini dikebut adalah Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Begitu RPP JPH tersebut selesai ditandatangani dan disahkan menjadi PP JPH, maka kewenangan penerbitan sertifikasi halal berada sepenuhnya di BPJPH selaku leading sektor Jaminan Produk Halal,” ungkap Sukoso, Senin (25/3/2019).

Menurut Sukoso, saat ini Rancangan PP JPH sudah diparaf oleh sejumlah menteri dan lembaga terkait.

Terakhir, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) juga sudah membubuhkan paraf untuk kemudian diserahkan ke Sekretariat Negara untuk proses penandatanganan oleh Presiden.

“Semua sudah paraf, sehingga RPP bisa diajukan ke Presiden untuk ditandatangani,” tuturnya. “Semoga PP segera terbit sehingga BPJPH bisa segera laksanakan amanat UU sertifikasi halal,” imbuh Sukoso.

Sukoso menegaskan, PP JPH akan menjadi regulasi pokok pelaksanaan JPH oleh BPJPH.

Bersamaan dengan itu, pihaknya terus melakukan beragam persiapan. Mulai dari melakukan pelatihan auditor halal, membangun kerjasama dengan PTKN maupun PTKIN terkait penyediaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), hingga membangun sistem aplikasi online.

“Segera setelah regulasi pelaksana UU JPH tersebut disahkan dan sistem aplikasi online yang saat ini tengah dibangun BPJPH dapat beroperasi secara efektif, maka pengajuan pendaftaran sertifikasi halal akan dilaksanakan di BPJPH,” tegasnya.

Tanpa terbitnya PP tersebut, BPJPH belum bisa beroperasi. Karenanya, dalam masa tunggu itu, pengajuan permohonan pengajuan sertifikasi halal mengikuti ketentuan yang telah berlaku sebelumnya. Hal ini sesuai bunyi pasal 59 dan 60 UU JPH.

sumber: bisnis.com

Marak Digunakan, Ini Fatwa MUI tentang Uang Elektronik

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Penggunaan uang elektronik kini sudah ramai di masyarakat. Mulai dari e-money berbasis kartu hingga e-money berbasis server.

Anggota Dewan Syariah Nasional MUI yang juga pakar Fikih Muamalah, Dr.  Oni Sahroni menjelaskan prinsip syariah uang elektronik sudah ada dalam fatwa dewan syariah nasional Mejelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yakni, Fatwa DSN NO: 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang uang elektronik syariah.

Menurut Oni, fatwa ini menjelaskan tentang kriteria e money sesuai prinsip syariah.

“Pertama,terhindar dari transaksi yang dilarang. Kedua, biaya layanan fasilitas adalah biaya riil sesuai dengan prinsip ganti rugi / ijarah,” kata Oni saat dihubungi detikFinance, Rabu (20/3/2019).

Kemudian yang ketiga, (dana) ditempatkan di bank syariah. Selanjutnya, dalam hal kartu e-money hilang, jumlah nominal uang yang ada di penerbit tidak boleh hilang.

Kelima, akad antara penerbit dengan para pihak dalam penyelenggaraan e-money (prinsipal, acquirer, Pedagang, penyelenggara kliring, dan penyelenggara penyelesai akhir) adalah ijarah, ju’alah, dan wakalah bi al-ujrah.

“Ini karena produk yang dijual adalah jasa,” imbuh dia.

Kemudian akad antara penerbit dengan pemegang e-money adalah wadiah atau qardh, karena nominal uang bisa digunakan atau ditarik kapan saja.

Sementara itu akad antara penerbit dengan agen layanan keuangan digital adalah ijarah, ju’alah, dan wakalah bi al-ujrah.

Sebelumnya, ramai jadi perbincangan yang menyebut uang elektronik mengandung unsur riba karena memberi potongan harga.

Sumber : detik.com

Bank Wakaf Mikro Disebut Solusi Nyata Hilangkan Praktik Riba

BANDUNG (Jurnalislam.com)– Praktik-praktik rentenir diakui masih cukup marak di tengah masyarakat saat ini. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghadirkan sektor jasa keuangan yang dapat memberikan pinjaman ringan bagi warga.

Setidak-tidaknya, ada tiga instrumen jasa keuangan syariah yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni Bank Wakaf Mikro, Kredit Mesra, dan bank syariah. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil).

Ada banyak cara untuk mendapatkan kredit tanpa harus pergi kepada rentenir.

Namun, menurut dia, masyarakat belum cukup kompak untuk menghindari rentenir. Hal itulah yang menjadi peluang bagi para “lintah darat” untuk menjalankan praktik-praktik dengan bunga yang mencekik.

“Ibu-ibu di Garut khususnya banyak yang terkena rentenir. Padahal, banyak cara (untuk dapat kredit),” papar Gubernur Ridwan Kamil saat menghadiri sosialisasi Literasi Keuangan Syariah di Masjid Agung Garut, Kabupaten Garut, Sabtu (23/3). Acara itu digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.

Di Jawa Barat, lanjut Kang Emil, masyarakat yang memerlukan pinjaman cukup datang ke masjid-masjid.

Sebab, di sanalah terdapat Bank Wakaf Mikro. Di luar itu, masih ada bank-bank syariah.

“Insya Allah ekonomi maju umatnya juga makin maju. Tinggal mau apa tidak, bersatu atau tidak, ukhuwah Islamiyah harusnya kuat,” kata dia.

Saat ini, transaksi keuangan syariah di Jawa Barat baru mencapai sekitar delapan persen. Menurut Kang Emil, semestinya persentase tersebut sudah di atas 90 persen.

Sebab, di provinsi ini terdapat banyak orang Islam. Apalagi, jumlah masjid di Jawa Barat terbilang besar, yakni lebih dari 100 ribu unit.

Itu belum ditambah jumlah pondok pesantren yang lebih dari 11 ribu unit. Dengan demikian, ada potensi besar dalam hal pemanfaatan sektor keuangan syariah di Jawa Barat.

“Nah, sekarang ada program Bank Wakaf Mikro. Dipinjami Rp 1 juta dibayar cuman Rp 26 ribu tiap minggu, ‘kan tidak repot. Atau pinjam Rp 3 juta, bayarnya Rp 70 ribu setiap minggu,” papar Kang Emil.

Ada pula Kredit Mesra. Dia menjelaskan, program ini akan dituntaskan pada tahun ini.

Dengan begitu, warga Jawa Barat yang ingin mendapatkan kredit cukup datang ke masjid.

Kemudian, warga tersebut dapat meminta surat rekomendasi dari ketua dewan kemakmuran masjid (DKM) setempat, sehingga pinjaman yang diperolehnya tanpa bunga dan tanpa agunan.

Bank Wakaf Mikro

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan, Bank Wakaf Mikro bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mendapat kredit. Karena itu, para warga tidak perlu datang kepada rentenir.

Program kredit ini bisa meliputi tiga ribu orang peminjam dalam skala pinjaman kecil, serta akan ada pembinaan bagi para peminjam wirausaha.

“Kita punya program — (masyarakat) enggak usah ke renternir. Bank Wakaf Nikro kita bisa dirikan di masjid ini (Masjid Agung Garut). Bunganya hanya tiga persen setahun, tanpa jaminan dan syarat macam-macam,” papar Wimboh.

Dia menjelaskan, sosialiasi literasi keuangan Syariah menjadi bagian dari upaya OJK dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sektor jasa keuangan syariah.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat memahami pelbagai risiko yang mungkin, di luar manfaat jasa keuangan. “Jangan sampai ada yang kena tipu investasi bodong, apalagi jangan sampai kena renternir,” kata Wimboh.

Sumber: republika.co.id

 

Kompetisi ‘Coffeetone X You’ Usung Tema Inspirasi Hijab

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Modest fashion (busana muslim) sudah berkembang pesat dalam delapan tahun terakhir. Karena itu, ABC Instant White Coffee mengapresiasi dalam wujud acara Coffeetone x You.

Gelaran tersebut adalah lomba desain busana muslim yang terinspirasi dari paduan rasa dan warna secangkir kopi ABC Instant White Coffee.

Coffeetonemerupakan gambaran dari karakter perempuan Indonesia yang hangat, ramah, lembut, bersemangat, kuat, dan pintar.

Coffeetone x You sudah berjalan selama dua tahun dan mendapat antusiasme yang sangat baik dari desainer muslim muda.

Tahun pertama Coffetone x You2017 Trend Look Ramadan, pendaftarnya mencapai seribu orang.

Di tahun kedua ini, Coffeetone x You mengangkat tema Passion to Inspire dengan tiga kategori hijab inspirator, yakni sporty, professional, dan casual.

Para desainer bisa berkreasi sesuai passion dari ketiga kategori tersebut dan mendukung mereka dalam setiap bidang agar dapat berbuat lebih.

Untuk hijabers dari kategori sporty ini umumnya berkarakter sangat aktif. Fesyen yang dikenakan tentunya harus mendukung segala aktivitas dalam bidang olahraga.

Sedangkan para profesional dituntut selalu bernampilan rapi dan resmi.

Hijabersdari kategori ini biasanya berpenampilan formal, namun tentunya terlihat fashionable.

Kategori hijab casual mewakili para anak muda yang senang menunjukkan jati dirinya melalui fesyen.

Banyak kreasi hijab bisa dikreasikan untuk kategori ini baik untuk kegiatan sehari-hari ataupun mendukung aktivitas produktif lainnya.

Coffeetone x You 2018 juga telah melakukan roadshow ke beberapa kampus, seperti Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, dan Univeristas PGRI Palembang. Lebih dari 2500 peserta mengikuti Hijab Sketch Competition.

Para Pemenang

Juri Coffeetone x You 2018, Dian Pelangi, mengungkapkan kegembiraannya terhadap acara ini. Sebab, peserta yang mengikuti Coffeetone x You 2018 meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya.

“Saking banyaknya kita sampai memperpanjang proses pengumpulan sketsa. Dari ribuan yang masuk, kita pilih jadi 16 sketsa, setelah itu kita pilih lagi menjadi empat,” kata Dian Pelangi usai acara Grand Final Coffeetone x You 2018 di Balai Kartini Jakarta, Sabtu (23/3).

“Sebenarnya tiga orang pemenang, tapi karena bagus-bagus semua saya tambahin satu kategori lagi yaitu juara favorit,” ujarnya menambahkan.

Ia berharap semoga ke depannya, ajang Coffeetone x You ini bisa membuka jalan dan peluang untuk para desainer muda berbakat yang ingin berkarya.

“Saya berharap semoga menjadi batu loncatan untuk mereka yang sudah menang untuk menjadi fashion designer yang sukses di industri fesyen muslim Indonesia,” kata perempuan kelahiran 1991 ini.

Grand Final Coffeetone x You 2018 dilaksanakan pada Sabtu (23/3) di Balai Kartini Jakarta. Pemenang kategori casual diraih oleh Gina Fajri Aulia, pemenang kategori sporty diraih Intan Chairanissa Lubis, dan pemenang  kategori professional diraih Zulkifli Ahmad Rasyid.

Tiga pemenang utama ini mendapatkan uang tunai senilai Rp 10 juta dan magang bersama Dian Pelangi. Sedangkan pemenang terfavorit diraih Siti Anifatul J.

sumber: republika.co.id

 

Di Konferensi NGO Se-ASEAN, KISPA Sampaikan Komitmen Bangsa Indonesia Bebaskan Palestina

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ustaz Ferry Nur mengatakan, Indonesia akan senantiasa membela rakyat Palestina.

Pernyataan itu disampaikan dalam “Konferensi NGO ASEAN Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa” di Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

“Jika Anda pergi ke salah satu wilayah di Indonesia, tepatnya kota Kudus ada Masjid Al Aqsha. Itu merupakan bukti Indonesia cinta Al-Quds. Indonesia adalah negara yang menolak penjajahan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembelaan Indonesia terhadap Palestina sudah menjadi amanat Undang-undang.

Oleh sebab itu, siapapun yang memimpin Indonesia dia harus membela Palestina.

Ferry menambahkan, Palestina adalah negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia ketika dijajah dulu.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada Palestina karena mendukung kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Ia juga mengisahkan tentang saudagar kaya asal Palestina yang menyumbangkan tabungannya untuk kemerdekaan Indonesia.

“Dahulu ada seorang saudagar kaya asal Palestina namanya Muhammad Ali Taher. Haji Agus Salim menemui beliau, lalu diberikan semua tabungan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda,” paparnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa generasi saat ini memberikan dukungan penuh. Ada 20 lebih NGO kemanusiaan di Indonesia yang mendukung penuh perjuangan Palestina.

“Bagi masyarakat Indonesia, perjuangan mendukung kemerdekaan ini harus dilanjutkan,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Siswa Muslim di Italia Berhasil Selamatkan 51 Temannya dari Pembajakan

MILAN (Jurnalislam.com) – Publik Italia dihebohkan dengan aksi seorang siswa muslim yang berhasil menyelamatkan teman dan gurunya dari pembajakan sebuah bus sekolah yang mereka tumpangi pada hari Kamis (21/3/2019) lalu. Ada 52 siswa dan 2 orang guru di dalam bus sekolah tersebut dan semuanya selamat. 

Adalah Ramy Shehata (13), siswa sekolah kelas menengah di kota Milan ini menjadi pahlawan setelah berhasil menghubungi polisi dan memberitahukan bahwa bus sekolah yang mereka tumpangi sedang dibajak dan disandera. Padahal pembajak telah menyita seluruh telepon genggam milik penumpang, namun Ramy berhasil menyembunyikannya.

Ketika ia berhasil menyembunyikan telepon genggamnya, Ramy berpura-pura berdoa dalam bahasa Arab dengan suara yang cukup keras, padahal dia sedang menghubungi polisi dan menjelaskan apa yang terjadi di dalam bus itu.

Polisi kemudian membuat blokade untuk menghentikan bus. Mengetahui dirinya sedang diblokade polisi, si pembajak lalu membakar bus itu.

“Tidak ada yang akan keluar dari sini hidup-hidup,” kata penjahat itu seperti dituturkan Ramy.

Namun polisi berhasil membuat semua penumpang keluar dengan selamat, dan membekuk si pembajak.

Polisi menyelamatkan seluruh penumpang dengan mengevakuasi melalui jendela belakang bus.

Bus Sekolah Ramy yang dibakar oleh pembajak. Foto: IPA Milestone

Ketika bus dibakar, Ramy mengatakan dirinya hanya memikirkan teman-temannya.

“Saya ingin menyelamatkan mereka, saya mencoba menenangkan mereka, saya tidak peduli apa yang akan terjadi pada saya. Setelah berbicara dengan ayah saya, saya mulai berdoa, saya adalah seorang muslim yang taat,” ungkap Ramy sebagaimana dilansir media Italia, Ansa News Agency, Kamis (21/3/2019).

Seantero Italia pun memuji keberanian Ramy. Aparat kepolisian tidak segan menyebutnya sebagai pahlawan.

“Dia adalah pahlawan kami,” kata polisi dilansir media tersebut.

Bahkan, pembajak yang kemudian diketahui bernama Ousseynou Sy (47), warga Italia keturunan Senegal itu mengatakan, “Tidak akan ada yang selamat.”

Ramy bersama aparat kepolisian sesaat setelah petugas berhasil mengevakuasi semua penumpang. Foto: ANSA

Kepada polisi Ousseynou mengatakan, tindakannya itu merupakan inisiatif pribadi.

Kepala Penanggulangan Terorisme Italia, Alberto Nobili mengatakan, tersangka tidak menghubungkan dirinya dengan kelompok atau gerakan-gerakan terlarang.

Ramy adalah anak dari keluarga imigran asal Mesir. Ayahnya mengatakan, Ramy lahir pada tahun 2005 namun hingga saat ini dia belum mendapat lisensi untuk menjadi warga negara Italia.

“Dia telah melakukan tugasnya, alangkah baiknya jika dia bisa mendapatkan kewarganegaraanya sekarang. Kami senang tinggal di sini, ketika saya menemui Ramy kemarin saya peluk dia dengan erat,” paparnya kepada Ansa.

Tidak hanya dari teman dan masyarakat Italia, keberanian Ramy itu dipuji wakil Perdana Menteri Italia, Luigi Di Maio.

“Dia telah mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan teman-temannya. Berkat dia, hal buruk itu bisa dihindari,” tulis Luigi dalam akun facebooknya.

Kementerian Dalam Negeri Italia pun akan segera mengurus kewarganegaraan Ramy, sebagai hadiah atas apa yang telah dia lakukan.

“Kementerian Dalam Negeri siap menanggung biaya dan mempercepat prosedur untuk mengakui kewarganegaraan bagi pahlawan kecil itu,” kata Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Salvini.

Sepekan sebelumnya, 50 orang umat Islam dibantai dengan keji oleh teroris bernama Brenton Tarrant saat sedang menunaikan shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru. 

Namun, aksi heroik Ramy sepekan kemudian justru telah menjadi penyalamat bagi 51 teman non-muslimnya dari pembajakan bus sekolah.

Ini video detik-detik menegangkan petugas kepolisian mengevakuasi bus sekolah tersebut

Wow, Pastor Palestina Ini Imbau Umat Kristen Dukung Perjuangan Pembebasan Baitul Maqdis

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Tokoh Kristen asal Yerusalem, Pastor Dr Alex Awad mengimbau kepada umat Kristiani untuk tidak ikut serta bersama Zionis Israel dalam memerangi rakyat Palestina.

“Setiap orang Kristen yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina, saya tidak setuju,” tegasnya kepada wartawan di Kompleks Islam Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

Pernyataan itu menyinggung masih banyaknya umat Kristen di dunia yang bangga dengan simbol-simbol Israel dan mendukung kemerdekaannya. Padahal, kata dia, umat Kristen dan umat Islam bersatu melawan penjajahan tersebut di Palestina.

“Kami Kristen, Muslim dan Yahudi kita harus memperjuangkan keadilan di Palestina. Kita harus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaannya,” paparnya.

Alex mengungkapkan, nasib umat Kristen di Palestina nyaris sama dengan umat Islam. Rumah mereka dirampas, keluarganya dibunuh.

Ia melanjutkan, ayahnya tewas ditembak sniper tentara zionis Israel sekitar tahun 70-an. Ia bersama ibu dan tujuh orang saudaranya pun harus mengungsi bersama rakyat Palestina lainnya.

Dr Alex yang berasal dari keluarga Kristen taat di Yerusalem itu hadir dalam acara Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis.

Ia menjelaskan, kehadirannya dalam acara ini untuk meluruskan pemahaman umat Kristen bahwa perjuangan rakyat Palestina bukan hanya milik umat Islam.

“Untuk itulah saya ada disini, Isu pendudukan Zionis Israel sebenarnya bukan sekadar isu umat Islam, sebaliknya itu adalah isu kemanusiaan karena korbannya bukan hanya umat Islam saja,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Menhan Malaysia: Siapa yang Menguasai Baitul Maqdis Maka Bisa Mengusai Dunia

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Malaysia, Tuan Mohamad Sabu hadir memberi sambutan dalam Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa di Komplek Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

Kehadirannya menggantikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang berhalangan.

Dalam kesempatan itu, Sabu menjelaskan secara singkat alasan kenapa umat Islam harus mempertahankan Baitul Maqdis. Padahal, kata dia, secara nilai ekonomi tidak ada yang berharga di kawasan itu.

“Terkadang saya heran kenapa kita harus membebaskan Baitul Maqdis. Tidak ada emas, tidak ada berlian, tidak ada minyak di sana. Kenapa kita semua mau berkorban untuk Baitul Maqdis?” papar dia.

Ia menjelaskan, Nabi Daud dan Sulaiman ketika mengusai Baitul Maqdis mereka mampu mengusai dunia, begitu juga Raja Namrud.

“Roma, ketika mereka mengusai Baitul Maqdis, mereka mengusai dunia. Muslim, juga pernah menguasai Baitul Maqdis, mereka bisa mengusai dunia. Sekarang Zionis Israel yang mengusaianya, maka dia yang mengusasi dunia. Ada apa di Baitul Maqdis?” jelasnya.

Ia kemudian mengutip Al-Qur’an Surat Al-Israa ayat 1. “Tanah ini, Aladzii baarokna hawlahu (tanah yang diberkahi), apa artinya itu?” sambungnya.

Itulah mengapa, kata dia, Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya sangat mendukung pembebasan Baitul Maqdis dan menentang penjajahan Zionis Israel atas Palestina.

“Malaysia akan terus melawan penindasan zionis Israel. Sebab kejahatan Israel di tanah AlQuds adalah terorisme. Meskipun zionis Israel tak pernah disebut teroris ketika mereka menyerbu rumah sakit, sekolah, hingga anak-anak dan perempuan jadi korban,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Plus Digelar di Putrajaya Malaysia

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Plus Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa di Auditorium JAKIM, Islamic Complex Putrajaya, Malaysia resmi dibuka, Sabtu (23/3/2019).

Puluhan NGO dari negara-negara ASEAN dan negara lainnya hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) bekerjasama dengan Jabatan Kemajuan Islan Malaysia (JAKIM) itu.

Ketua MAPIM Tuan Haji Mohamad Azmi mengatakan, pertemuan tersebut digelar sebagai upaya untuk mencari solusi nyata dalam mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa.

“Karena kami semuanya telah sepakat bahwa Al Aqsa adalah milik kami. Kita disini untuk melakukan sesuatu,” tegasnya sesaat memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua Konferensi Datu Sri Ahmad Awang, menegaskan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa adalah tanggungjawab umat Islam seluruh dunia. Oleh sebab itu, umat berkewajiban menjaga dan mempertahankanya.

Acara dibuka oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk M Bin Shabu menggantikan Perdana Menteri DR Mahatir Muhammad yang berhalangan hadir.

Reporter: Ally M Abduh

Wacana Penggunaan UU Terorisme untuk Hoax Dinilai Bentuk Kepanikan Petahana

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Tokoh muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya menilai perkataan Menkopolhukam Wiranto.

Sebelumnya, Wiranto menyebut pelaku Hoax bisa dijerat dengan UU pemberantasan tindak pidana terorisme sebagai bentuk kepanikan petahana menghadapi Pilpres 17 april mendatang.

“Yang kedua tentu Pak Wiranto punya kepentingan politik, terkait dengan kepanikan petahana yang sekarang ini, saya kira mencapai titik kulminasi,” katanya kepada jurniscom di Cemani, Sukoharjo, kamis, (21/3/2019) malam.

“Setelah pak Romy ditangkap sehingga petahana panik sehingga apapun dilakukan dengan menakut-nakuti para aktifis,” imbuhnya.

Mustofa meyakini ada kepentingan politik dibalik wacana dari Menkopolhukam tersebut.

“Menakut nakuti oposisi dengan UU terorisme maka dikobarkanlah seolah olah pelaku hoax itu bisa ditangkap, bisa di adili bisa dibidik dengan UU terorisme, ini pemahaman yang salah dan sesat,” tandasnya.

Sebelumnya, Menkopolhukan Wiranto mengatakan bahwa pelaku penyebaran berita bohong menjelang pemilu 2019 bisa dijerat dengan UU terorisme.

Ia beralasan penyebaran berita hoax bisa dikategorikan sebagai teror psikologis karena membuat masyarakat menjadi takut dan cemas.