Berita Terkini

Ratusan Petugas KPPS Meninggal Diduga Akibat Kesalahan Sistem

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar menilai ada kesalahan sistem sehingga ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia selama proses Pemilu 2019.

“Kita ini punya masalah yang cukup serius, ada Pemilu serentak yang diselenggarakan dan dibangga-banggakan sebagai Pemilu terhebat, tapi juga menyebabkan kematian yang hampir serentak, gara-gara sistem ini semua,” ujar Haris dalam program Catatan Demokrasi Kita TVOne, Selasa (7/5/2019). 

Dalam kesempatan tersebut, Haris menyoroti adanya informasi mengenai ‘pajak’ yang dikenakan kepada para petugas KPPS atas honor yang diterima. Oleh karenanya, ia mempertanyakan sistem apa yang diterapkan kepada para petugas KPPS. 

“Ini sistem voluntary, kesukarelaan atau ditunjuk sebagai pekerjaan. Kalau hubungan kerja, kenapa kena pajak padahal satu hari kerja. Kalau kesukarelaan kenapa diambil pajak?” tanyanya. 

Diketahui, Petugas KPPS mendapat honor sebesar Rp 500ribu  untuk satu hari kerja.

Haris menyebutkan, dalam masalah kematian ini, ada sejumlah faktor seperti kesehatan, ketenagakerjaan, pajak hingga manipulasi laporan kesehatan petugas KPPS. 

“Jadi kalau ada simplifikasi penyelenggaraan pemilu serentak, di saat yang sama ada meninggal serentak, dan ada karangan bunga ucapan selamat di KPU,” jelas Haris. 

Oleh karena itu, Haris mendesak masalah ini harus segera diselesaikan. Jika tidak, dikhawatirkan tidak ada lagi yang mau menjadi petugas KPPS dalam pemilihan umum selanjutnya. 

“Lima tahun lagi, ada pemilu, nggak akan ada yang mau jadi KPPS,” pungkasnya. 

GHR-ACT Kirim Paket Pangan Untuk Warga Gaza Selama Ramadhan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur Global Humanity Response (GHR) – ACT, Bambang Triyono menyatakan, pihaknya akan mengirimkan paket pangan Indonesia Humanitarian Center (IHC) untuk 5.000 keluarga di Jalur Gaza selama bulan Ramadhan. Setiap harinya, ACT akan menyediakan 500 porsi makanan siap saji untuk sahur dan berbuka puasa.

Selain itu, ACT juga akan menyediakan 1,6 juta liter air bersih untuk didistribusikan ke seluruh Jalur Gaza. 

“Program-program ini kami berikan untuk menghadapi krisis pangan dan menjadi sebuah respon cepat kami terhadap duka bangsa Palestina di tengah perayaan bulan suci umat Muslim,” katanya kepada Jurnalislam.com di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Sebagai rangkaian program ACT selama Ramadhan, saat ini sudah ada 25 ulama dari Palestina bersama tim ACT di Indonesia. Mereka akan pergi ke rumah-rumah peribadahan untuk menyampaikan secara langsung kondisi Palestina kepada umat Islam Indonesia.

ACT juga mengajak para dermawan untuk turut andil dalam usaha perjuangan membantu bangsa Palestina. ACT juga mengajak umat Islam terus mendoakan agar Allah berikan perlindungan dan keselamatan terhadap bangsa Palestina.

“Insya Allah ACT berkomitmen untuk terus mengirimkan bantuan, memastikan warga Palestina melewati fase Ramadhan hingga Idul Fitri. Kami umat Muslim Indonesia dan berharap seluruh Muslim di dunia untuk terus peduli dengan saudara kita di Palestina,” tuturnya.

ACT Bertekad Membantu Palestina Untuk Selamanya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin mengatakan membantu Palestina bukan hanya kewajiban umat Islam tetapi juga kewajiban semua umat manusia sebagai warga dunia. Ia bahkan menegaskan, akan membantu Palestina selamanya selama masih dibutuhkan.

Menurutnya, sepanjang bangsa Palestina terus menghadapi peperangan, dunia akan terus tersakiti. Oleh karena itu ACT mengajak masyarakat dunia untuk terus membangkitkan gerakan kemanusiaan dalam membantu bangsa Palestina.

“Dalam kondisi diperangi seperti saat ini, bangsa Palestina tidak bisa hidup normal seperti kita, tanpa serangan Israel menjelang Ramadan kemarin, kemiskinan Palestina sudah sangat luar biasa karena sedang dijajah Israel,” katanya kepada Jurnalislam.com di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Saat ini, lanjut dia, 85 persen warga Gaza hidup dengan bantuan dari bangsa lain. Oleh sebab itu, ACT sangat tidak ingin menyaksikan Gaza secara perlahan musnah kehidupannya oleh Israel.

Ahyudin juga mengatakan bahwa konstitusi bangsa Indonesia sangat anti penjajahan, terlebih Palestina adalah bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

“Mau sampai kapan Indonesia membiarkan adanya penjajahan seperti yang dialami Palestina. Palestina juga adalah bangsa yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia di saat bangsa lain tidak berani mengakuinya,” paparnya.

Untuk itu, kata dia, masyarakat Indonesia mempunya kewajiban moral untuk membantu Palestina. Membantu atas dasar sesama Muslim dan atas dasar sesama manusia.

“Itulah mengapa kita harus serius memperhatikan Palestina saat ini pada saat Israel kembali menghujani Palestina dengan roket-roket mereka,” tegasnya.

Ia menegaskan, selam Israel terus melakukan kezaliman terhadap Palestina, selama itu pula ACT tidak akan terus membantu perjuangan bangsa Palestina. Artinya, kata dia, bantuan untuk Palestina adalah bantuan selamanya, bukan bantuan musiman atau bantuan jangka pendek.

“Kami sadar membantu Palestina bukan membantu sehari atau dua hari, tapi memberikan batuan selamanya, orang sakit bisa diobati tapi kalau orang tidak makan bisa mati, jadi bantuan pangan yang akan terus diberikan ke Bangsa Palestina,” pungkasnya.

ACT Gencarkan Bantuan untuk Palestina Selama Bulan Ramadhan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan menggencarkan bantuan untuk Palestina selama bulan Ramadhan. Hal itu menyusul serangan militer Israel dilancarkan di Kota Gaza sejak awal Ramadhan.

Vice President ACT, Ibnu Khajar mengatakan, pihaknya mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina terlebih serangan brutal Israel dilakukan pada bulan Ramadhan yang suci. ACT melihat permasalahan itu bukan lagi masalah yang ringan. Sebab serangan Israel menjelang Ramadhan sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat. 

“Lembaga langsung merespon sejak Ahad pagi atas kondisi di Palestina ini, program bantuan reguler yang sudah ada akan terus kami tingkatkan,” katanya saat konferensi pers di Kantornya, Jaksel, Selasa (7/5/2019).

Ia menyampaikan, ACT sudah berikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra di Gaza. Supaya segera mendistribusikan kesediaan paket pangan dan bantuan lainnya ke warga Palestina. 

Ibnu menegaskan, water tank milik ACT dan dapur umum untuk berbuka puasa serta sahur untuk Bangsa Palestina akan terus siaga.

“Insya Allah umat Islam Indonesia melalui ACT akan terus mendampingi Palestina,” tuturnya.

Dua malam menjelang Ramadhan, Gaza kembali berduka setelah militer Israel mengintensifkan serangan udara. Serangan itu menewaskan 25 warga sipil Gaza dan melukai ribuan lainnya. Selain itu, sekitar 200 bangunan di sepanjang Jalur Gaza.

PCOM Serukan Aksi Internasional Melawan Penjajahan Israel

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Organisasi Kebudayaan Palestina yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia (PCOM) menyerukan dunia internasional untuk melawan penjajahan Israel atas Palestina. Pernyataan tersebut menyusul agresi militer Israel baru-baru ini di Gaza yang telah menewaskan 25 warga sipil.

Dalam pernyataan itu Ketua PCOM, Muslim Imran mengatakan, tekanan dunia internasional sangat diperlukan untuk menghentikan tindakan terorisme Israel terhadap rakyat Palestina.

“Tekanan internasional besar-besaran diperlukan untuk menghentikan terorisme Israel terhadap Palestina, dan untuk memaksa pemerintah Israel untuk menegakkan perjanjian gencatan senjata yang baru-baru ini disimpulkan. Pemerintah Israel harus memenuhi tuntutan dasar Palestina agar gencatan senjata berlangsung lama,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam, Selasa (7/5/2019).

Berikut isi pernyataan tersebut selengkapnya:

SERUAN PCOM UNTUK AKSI INTERNASIONAL MELAWAN PASUKAN PENJAJAH ISRAEL

Selama beberapa hari terakhir, pasukan pendudukan Israel melepaskan babak baru agresi terhadap Palestina di Gaza. Serangan dimulai pada hari Jumat ketika tentara Israel membenci dan dengan sengaja menargetkan demonstran damai Palestina di Great Return March membunuh dan melukai beberapa pengunjuk rasa. Pada hari yang sama, pasukan Israel menembaki sekelompok orang Palestina yang berjarak tiga kilometer dari tembok pemisah yang mengepung Gaza. Ini diikuti oleh beberapa serangan intensif Israel terhadap sasaran sipil di Jalur Gaza termasuk pemukiman warga, lokasi sipil, dan situs pemerintah.

Gelombang terakhir serangan Israel ini menghasilkan pembunuhan 25 warga sipil Palestina; termasuk dua wanita hamil dan bayi perempuan berusia 14 bulan, di samping lebih dari 170 cedera. Serangan Israel yang menargetkan lebih dari 320 situs sipil mengakibatkan kerusakan besar pada properti terutama pada bangunan tempat tinggal. Serangan-serangan Israel baru-baru ini terjadi pada saat krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya karena blokade ilegal yang terus berlangsung di Gaza yang diberlakukan selama 13 tahun terakhir.

Organisasi Budaya Palestina Malaysia (PCOM) menyerukan tindakan internasional langsung terhadap Pendudukan Israel. Tekanan internasional besar-besaran diperlukan untuk menghentikan terorisme Israel terhadap Palestina, dan untuk memaksa pemerintah Israel untuk menegakkan perjanjian gencatan senjata yang baru-baru ini disimpulkan. Pemerintah Israel harus memenuhi tuntutan dasar Palestina agar gencatan senjata berlangsung lama.

PCOM juga salut dengan solidaritas internasional tanpa akhir dengan Palestina yang diungkapkan oleh banyak delegasi internasional yang mengunjungi Gaza pada masa-masa sulit ini, dan banyak lainnya yang terus menyalurkan bantuan ke Gaza dan menuntut diakhirinya blokade ilegal. Kami menyerukan kepada pemerintah Malaysia untuk terus menjunjung tinggi kesengsaraan Palestina di semua platform internasional terutama di PBB dan semua afiliasinya. Kejahatan perang Israel harus dihentikan dan pendudukan Israel harus berakhir. Tindakan internasional diperlukan untuk melindungi rakyat Palestina di Gaza dan mencegah potensi perang baru Israel melawan Palestina di Gaza.

Pasca Genjatan Senjata, Qatar Kirim $480 Juta Untuk Gaza dan Tepi Barat

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar mengatakan akan mengirim $ 480 juta ke Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza yang dikepung setelah kesepakatan gencatan senjata mengakhiri pertempuran paling mematikan antara Israel dan faksi-faksi Palestina sejak serangan 2014 Israel terhadap kantong itu.

Sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Qatar pada Selasa (7/5/2019) pagi mengatakan $ 300 juta akan mendukung program kesehatan dan pendidikan dari Otoritas Palestina (PA) yang berbasis di Ramallah, yang mengendalikan bagian-bagian Tepi Barat.

Sementara itu, $ 180 juta akan digunakan untuk “bantuan kemanusiaan mendesak” dalam program-program PBB dan untuk listrik.

Kepala politik Hamas Ismail Haniya menyambut baik langkah ini. Dalam sebuah pernyataan, ia mengucapkan terima kasih kepada Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Syekh Tamim bin Hamad Al Thani dan kepada pemerintah serta rakyat Qatar atas langkah terhormat ini yang mencerminkan kedermawanan Qatar,” kata Haniya.

Keputusan itu, katanya, merupakan “kelanjutan” dari dukungan tak tergoyahkan Qatar terhadap rakyat Palestina.

Gelombang tiga hari kekerasan baru-baru ini di Jalur Gaza dan Israel selatan telah menyebabkan kematian setidaknya 25 warga Palestina dan empat warga Israel.

Kesepakatan gencatan senjata dicapai pada Senin (6/7/2019) pagi, dan tidak ada serangan udara Israel di wilayah Palestina yang dilaporkan sejak kesepakatan itu diberlakukan.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan para mediator Mesir, bersama dengan para pejabat dari Qatar dan PBB, membantu mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Seorang pejabat Jihad Islam, dengan syarat anonim, mengatakan perjanjian gencatan senjata didasarkan pada Israel mengurangi blokade atas Jalur Gaza, yang telah berada di bawah pengepungan Israel-Mesir yang melumpuhkan sejak 2008.

Di antara langkah-langkah itu, kata pejabat itu, adalah pelonggaran batas-batas di zona penangkapan ikan sampai 12 mil laut (sekitar 22 km) di lepas pantai Gaza dan perbaikan dalam situasi listrik dan bahan bakar Gaza.

Sekitar dua juta warga Palestina tinggal di Gaza, ekonomi yang telah menderita bertahun-tahun blokade serta pemotongan bantuan asing baru-baru ini dan sanksi oleh PA – saingan Hamas, kelompok yang mengatur Jalur.

Qatar telah lama menjadi donor utama bagi Palestina. Pada bulan Januari, kantor pos di Gaza mendistribusikan bantuan keuangan yang disumbangkan oleh negara kecil yang kaya gas alam itu kepada 94.000 keluarga.

Bulan lalu, Qatar membuka pusat rehabilitasi dan anggota tubuh buatan yang sangat dibutuhkan bagi penduduk daerah kantong itu.

Qatar mengusulkan rumah sakit pada 2012 ketika Emir Hamad bin Khalifa Al Thani menjadi kepala negara bagian pertama yang mengunjungi Gaza sejak Hamas menguasai wilayah tersebut.

Sumber: aljazeera

Stagnan 5 %, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah Ekspektasi

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di bawah ekspektasi membuat respon pasar menjadi negatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2019 sebesar 5,07% secara tahunan atau -0,52% dibanding kuartal sebelumnya.

Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal I-2018 yang tercatat 5,06% secara tahunan dan lebih rendah dari kuartal IV-2018 yang sebesar 5,18%.

Angka tersebut di bawah prediksi dan konsensus bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di level 5,20%.

Muhammad Al Fatih, Analis Samuel Sekuritas menilai IHSG hari ini terdampak dari sentimen regional yang disebabkan dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) yang menyatakan akan kembali menaikkan tarif impor Tiongkok yang bisa saja menyulut kembalinya perang dagang.

Selain itu, hasil data ekonomi Indonesia yang di bawah ekspektasi membuat IHSG kian tertekan. “Efeknya kemudian kurs nilai tukar dolr AS menguat,” ujar Al Fatih kepada Kontan.co.id, Senin (6/5).

Lebih lanjut menurutnya, pertumbuhan ekonomi dunia akan melemah. Dan, negara berkembang akan terkena dampak karena masih tergantung dengan global seperti impor dan ekspor. Transaksi Indonesia dengan Tiongkok juga cukup besar

Al Fatih menambahkan, sektor terkait ekspor dan impor akan terdampak. Pun sektor yang rentan dengan perubahan kurs nilai tukar. “ASII akan terdampak karena sebagian komponen masih impor,” ujar Al Fatih.

Kendati demikian pihaknya memproyeksikan sektor konsumer terutama yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari akan lebih baik melihat sentimen dari puasa dan lebaran. INDF dan ICBP jadi salah satu emiten yang masih bisa diperhitungkan.

Sumber: kontan.co.id

 

Prabowo Bicara Kecurangan Pemilu di Hadapan Media Asing

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengundang media asing dan menceritakan adanya kecurangan pilpres 2019 yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Pertemuan tersebut digelar di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta.

Prabowo mengatakan bahwa Indonesia telah menjalani kampanye politik yang sangat berat dan panjang. Lalu dia menyampaikan kecurangan yang terjadi pada pemilu.

“Pada intinya, kami mencoba untuk menjelaskan kepada warga dunia dan Indonesia tentunya bahwa kami mengalami pemilu dengan aksi kecurangan yang terbuka dan terbukti melenceng dari norma demokrasi,” katanya melalui keterangan pers, Senin malam (6/5/2019).

Prabowo menjelaskan bahwa kecurangan masif yang pihaknya anggap sistemik tersebut terlihat dari beberapa hal.

Salah satunya pemberdayaan aparat kepolisian yang secara terang-terangan dan institusi pemerintahan seperti badan intelijen.

“Kami memiliki banyak bukti dan laporan. Kecurangan surat suara seperti surat suara yang sudah dicoblos sebelum pemilu misalnya yang ditemukan di Malaysia, dan berikutnya hal-hal lain,” jelasnya.

Capres nomor urut 02 ini menuturkan sangat menyayangkan hal ini.

Sebab, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dan bangsa Indonesia memilih demokrasi di tahun 1998.

Baginya, demokrasi adalah pergantian kekuasaan tanpa adanya kekerasan dan berlangsung dengan damai.

Akan tetapi saat ini sistem demokrasi di Indonesia ada yang ingin merusak dengan melanggar ketentuan-ketentuan yang ada oleh sekelompok orang.

“Tapi apa yang terjadi saudara-saudara, inilah yang terjadi di Indonesia. Keinginan 267 juta penduduk Indonesia sedang dilanggar dan dipisahkan. Karena itulah, kita tengah berusaha untuk menegakkan demokrasi di Indonesia menjadi demokrasi yang benar, yang jujur, untuk mengubah sebuah sistem menjadi lebih baik kedepannya,” ucapnya.

UBN Akan Diperiksa Lagi Terkait Dugaan Kasus Jelang Aksi 212

JAKARTA (Jurnalislam.com)–. Pihak kepolisian akan memanggil Ustaz Bachtiar Nasir untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu 8 Mei 2019 terkait dugaan pencucian uang dituduhkan jelang Aksi 212 2016.

Dalam surat panggilan tertulis Kepolisian Nomor S. Pgl/ 1212/V/RES.2.3/2019/ Dit Tipideksus tertanggal 3 Mei 2019, , Senin 6 Mei 2019, disebutkan pria yang karib disapa UBN ini dipanggil untuk didengar keterangannya sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TTPU).

 

Ia dituding melakukan tindak pidana asal mengalihkan aset yayasan dengan melawan hukum.

 

olisi mengusut kasus yang diduga sebagai tindak lanjut dari pencucian uang dana Yayasan Keadilan untuk Semua yang menyeret nama mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia itu

“Ya, sudah dikirim surat panggilannya,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadir Tipideksus) Bareskrim Polri Kombes, Daniel Tahi Monang Silitonga, saat di hubungi, Senin 6 Mei 2019.

Daniel membenarkan Bachtiar Nasir menjadi tersangka dalam kasus dugaan TPPU YKUS yang ditangani Bareskrim pada tahun 2017.

“Sudah lama, itu kasus lama. Kasus yang 2017 itu,” ucapnya.

Surat pemanggilan tersebut ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus selaku penyidik, Brigadir Jenderal Polisi, Rudi Heriyanto Adi Nugroho.

sumber: viva.co.id

TNI Bantah Hoaks Babinsa dan AD Punya Data Prabowo Menang

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat membantah jika institusinya memiliki data hasil perolehan suara Pemilihan Presiden 2019.

“Tidak benar bahwa Angkatan Darat, Babinsa memiliki data atau hasil Pemilu karena memang kami tidak ditugaskan untuk mendata (hasil pemilu),” ujar Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa di Markas Besar AD, Jakarta Pusat, Senin, 6 Mei 2019.

Ia menegaskan, bahwa jajaran prajurit TNI dalam pesta demokrasi serentak di seluruh Indonesia hanya ditugaskan untuk melakukan pengamanan di seluruh wilayah Tanah Air.

“Jadi tugas AD yang dioperasionalkan oleh Mabes TNI itu adalah pengamanan. Mulai masa kampanye, masa tenang, distribusi logistik hingga selesai,” katanya.

Dijelaskannya, prajurit TNI diminta oleh institusi Polri untuk membantu pengamanan Pemilu.

Dengan demikian, Andika kembali  menegaskan, bahwa tidak benar prajurit TNI mencatat hasil perolehan suara pemilihan umum karena proses perhitungan saja masih berlangsung di Komisi Pemilihan Umum.

“Bagaimana kami memiliki hasil. Perhitungannya saja masih berlangsung, apalagi dianggap kita memiliki C1 dan formulirnya tidak benar. Informasi tersebut adalah berita bohong,” katanya.

Penjelasan Jenderal Andika Perkasa ini menanggapi pernyataan dari Mantan Mantan Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli, Minggu, 6 Mei 2019.

“Barusan belanja buah di supermaket. Didatangi ibu-ibu dan bapak yang saya tidak kenal. Ibu-ibu katakan, “Pak Ramli harus bicara lebih keras, ini sudah ndak benar! Kemudian datang seorang Letkol AD, “Pak ini sudah kebangetan, laporan-laporan Babinsa PS (Prabowo Subianto) sudah menang. Bahkan di kompleks Paspamres!,” ujar Rizal Ramli dalam akun Twitternya @RamliRizal.

Sumber: viva.co.id