Berita Terkini

Bukan Makan Ikan Asin, Ini Tips Positif ketika Listrik Padam

JURNALISLAM.COM – Sudah satu hari ini, sejak Minggu, 4 Agustus 2019 kemarin. Masyarakat Indonesia berduyun-duyun protes lagi kebingungan harus melakukan apa ketika PT PLN (Persero) menyatakan bahwa penyebab mati listrik di daerah Jakarta dan sekitarnya serta sebagian di Jawa Barat akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang.

Ada yang kesal, ada juga yang memilih untuk diam sampai waktu yang belum ditentukan sambil mengelus dada. Masalahnya, bukan hanya listrik yang padam, tetapi sinyal sejumlah provider internet juga padam yang menyebabkan kekesalan peselancar internet atau penggiat gawai ini.

Tidak perlu pusing apalagi bimbang dan berujung memakan ikan asin, ada beberapa hal yang mungkin kamu bisa lakukan dan bermanfaat untuk warga +62 yang budiman. Berikut tips ketika aliran listrik padam yang kami rangkum dari berbagai sumber:

Update Status dan Komplain ke PLN

Hal yang satu ini mungkin sudah sering Anda lihat atau Anda lakukan sendiri. Saat mengalami tragedy mati lampu, biasanya akan ramai status-status Twitter yang berisi keluhan atau omelan.  Biasanya status-status itu ngomel ke PLN atau curhat terselubung akibat mati lampu.

Terkadang bikin kita kasihan atau justru bikin tertawa. Ada juga yang ngomel ke PLN secara frontal di jejaring sosial. Sebenarnya ngomel di Twitter tidak akan menyelesaikan masalah apapun, tapi rasanya agak lega setelah ngomel.  Ada juga yang tidak sabaran dan menelepon pihak PLN, meski ini juga tidak membantu banyak, apalagi jika ada kerusakan jaringan listrik.

Baca Buku

Selama ini Anda mungkin lebih sibuk dengan gawai daripada membaca buku atau bahan bacaan lainnya. Saat listrik padam dan mungkin baterai gawai Anda sudah menipis, ada baiknya dimatikan atau disimpan saja agar bisa digunakan untuk keadaan darurat.

Kalau masih ada penerangan, sebaiknya manfaatkan waktu untuk membaca buku, majalah maupun bahan bacaan lain. Setidaknya wawasan Anda bisa bertambah dan waktu tak terbuang sia-sia.

Mengungsi

Mengungsi bukan hanya dilakukan saat terjadi bencana alam, tapi juga saat mati listrik. Kalau Anda sendirian di rumah dan tidak tahu mau melakukan apa, ada baiknya mengungsi saja.

Biasanya lampu padam di daerah tertentu, daerah lain ada yang tidak mengalami mati lampu. Jika Anda punya keluarga atau teman yang tinggal di daerah menyala, Anda bisa mengungsi di sana sementara waktu.

Kalau terjadi pemadaman total seperti sekarang ini, tak ada salahnya juga mengungsi ke rumah keluarga atau teman yang juga terkena mati lampu. Setidaknya Anda punya teman saat hati sedang kesal.

Makan di Warung Kaki Lima

Kalau perut terasa lapar dan tak ada makanan di tempat tinggal kita, sebaiknya makan di warung kaki lima saja. Ada sensasi tersendiri saat Anda kabur ke warung kaki lima ketika mati lampu. Saat makanan tersaji di depan mata, dengan cahaya lilin, berasa candle light dinner.

Kalau Anda makan dengan teman-teman, suasananya pasti bakal lebih seru. Selain itu, kita masih bisa menikmati angin sepoi-sepoi daripada berkutat di dalam rumah yang terasa gerah karena tak bisa menyalakan AC maupun kipas angin.

Perlengkapan darurat

Founder American Preppers Network, Tom Martin menyarankan beberapa barang yang harus dipersiapkan untuk mengatasi pemadaman listrik dalam waktu panjang.

Persiapkan perlengkapan darurat, seperti air. Setidaknya setiap orang memerlukan satu galon yang bisa dipakai selama tiga hari.

Persiapkan cadangan air lebih jika kamu memiliki binatang peliharaan.

Hal lainnya yang harus disiapkan adalah cadangan makan tiga hari yang tidak mudah rusak, serta perlengkapan seperti alat pembuka kaleng, senter, serta baterai ekstra termasuk untuk ponsel.

Namun, sebelum mempersiapkannya, pasang telinga pada arahan pemerintah.

Jika pemadaman listrik diakibatkan oleh bencana alam atau peristiwa lainnya, maka mungkin kamu butuh evakuasi.

Perhatikan makanan di kulkas

Departemen Pertanian Amerika Serikat mengatakan, makanan dalam kulkas akan tetap dalam kondisi aman dan dingin selama beberapa jam, jika pintunya tidak dibuka dan full freezer akan menjaga temperatur sekitar 48 jam, selama pintunya tetap tertutup.

Selain itu, jangan hanya melihat tampilan luar makanan untuk mengetahui apakah makanan tersebut masih aman. Namun, jangan pula mencicipinya terlebih dahulu.

Ambil termometer di kulkas dan freezer.

Idealnya, angka yang kamu lihat adalah empat derajat Celcius ke bawah untuk kulkas atau -17 derajat Celcius ke bawah untuk freezer.

Jika masih ragu, ambil makanan satu persatu dan ukur suhunya menggunakan pengukur suhu makanan.

Menurut Martin, kita bisa menjaga makanan tetap dingin dengan membalut kulkas atau freezer dengan sleeping bag.

Jangan buka kecuali saat diperlukan. Namun jika sudah terlalu lama, kamu bisa segera memasak makanan yang ada di dalamnya.

Sediakan pasokan penerangan

Ketika listrik mati, kita tentu membutuhkan penerangan.

Martin menyarankan kita untuk memasok beberapa lilin atau lampu LED agar lebih praktis.

Jika menyediakan lampu LED, pastikan kamu mempunyai cadangan baterai dan tahu di mana menyimpannya.

Tetap adem tanpa AC

Di beberapa wilayah dengan suhu panas tentu sangat membutuhkan pendingin ruangan (AC).

Pemadaman listrik dalam waktu panjang tentunya akan membuat kita tidak nyaman.

Sediakan kipas angin tenaga baterai untuk digunakan pada saat darurat.

Mungkin anginnya tidak akan sedingin AC, namun bisa cukup membantu di masa darurat.

Selain itu, tetaplah berada di tempat rendah.

Kita bisa mengikuti cara anjing menjaga suhu tubuhnya tetap terjaga ketika suhu meninggi, dengan cara tetap berada di bawah menempel pada permukaan bumi.

Misalnya, jika di lokasimu ada ruang bawah tanah, kamu bisa menuju ke sana untuk menjaga tubuh tetap dingin.

Menyibukkan diri

Ketika listrik padam, kita perlu menjaga pikiran tetap sibuk. Jika bosan dan cemas, cobalah bermain kartu, papan permainan, atau membaca buku jika memungkinkan.

“Apa pun yang membuatmu senang,” kata Martin.

Selain itu, tentu tidak ada di antara kita yang ingin ponselnya mati total, karena kehabisan daya.

Jadi, pastikan kamu menghemat dayanya dan menggunakan ponsel hanya saat diperlukan.

Tidur

Anda yang sering lembur malam untuk menyelesaikan tugas kantor atau tugas kuliah, inilah waktu yang tepat untuk tidur lebih awal. Mati lampu bisa jadi alasan untuk memanjakan tubuh dengan istirahat dan tidur.

Karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan, dan dengar kabar dari PLN kalau mati lampu ini akan berlangsung semalam suntuk, ya sudah tidur saja. Mungkin dengan tidur, Anda bisa menikmati kembali sensasi tidur sebelum tengah malam.

Akan lebih bagus jika ada suara-suara jangkrik pengantar tidur. Setidaknya bisa mengulang masa-masa ketenangan di masa kecil sebelum ada gawai dan laptop.

Mendekatkan diri kepada Pencipta

Tidak dipungkiri, semakin majunya teknologi akan berdampak menjauhnya seseorang dari nilai-nilai agama. Maka dari itu, dengan kondisi aliran listrik yang padam, dapat menjadi momentum untuk Anda mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Anda bisa melakukan dzikir, berdoa, dan kegiatan agama lainnya yang itu dapat mendekatkan diri kepada ilahi Robbi, meskipun nanti saat aliran listrik menyala Anda mungkin akan kembali sibuk dengan gadget dan lainnya.

Jadi, jika nanti ada pemadaman listrik, kamu mau pilih untuk ngapain nih? Baca buku, tidur, atau yang lain? Yang penting jangan makan ikan asin yah, karena tidak ada disusunan tips diatas.

Penulis: Muhammad Fajar Aditya

Ijtima Ulama IV Bentuk Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia

SENTUL (Jurnalislam.com) – Salah satu pembahasan dalam Ijtima Ulama IV adalah pematangan rencana pembentukan Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia (MPUI). Demikian disampaikan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif dalam konferensi pers di Bogor, Senin (5/8/2019).

Pembentukan MPUI, kata dia, telah diamanatkan dalam Ijtima Ulama I pada Juli 2018 lalu. MPUI akan jadi wadah para ulama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai persoalan agama dan kebangsaan.

“Hari ini sudah ada beberapa provinsi yang menyatakan kesiapannya membentuk MPUI, itu kita lihat perkembangannya,” katanya.

Slamet menjelaskan, MPUI akan berfungsi sebagai fasilitator ulama dalam penyelenggaraan ijtima dan berbagai diskursus keumatan. Lewat ijtima hari ini, rencana pembentukan MPUI akan dilihat keseriusannya.

“Sekarang kita dengar perkembamgannya. Kalau ada persoalan umat lembaga itulah yang akan menggodok dan merumuskannya,” kata Slamet.

Slamet membantah jika MPUI nantinya akan menyaingi peran MUI. Majelis ulama yang digagas dalam Ijtima Ulama itu akan menjadi pelengkap dan pendorong dakwah yang dilakukan MUI.

“Kalau dakwah ada berbagi komponen yang ada silahkan MUI dengan MUI-nya, MPUI melengkapi dan membantu karena tidak semua ulama terkover pada MUI,” ujarnya.

Ijtima Ulama IV Tentukan Langkah Perjuangan Umat Pasca Pilpres

SENTUL (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), Yusuf Martak menegaskan, Ijtima Ulama IV bertujuan untuk menentukan langkah perjuangan umat Islam selanjutnya pasca Pilpres 2019.

“Kita meminta masukan para ulama, habaib, asatidz dan tuan guru bagaimana langkah selanjutnya agar perjuangan umat berjalan baik dan lancar,” katanya kepada Jurnalislam.com, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, inti Ijtima IV agar pergerakan terstruktur dan terencana bukan asal-asalan sesuai amanat ulama dalam perjuangan.

“Agar apa yang kita harapkan bagi agama dan bangsa dapat dimanfaatkan masyarakat dan bangsa pada umumnya,” pungkasnya.

Tak Tergoda Isu Politik, Ini Fokus Pembahasan di Ijtima Ulama IV

SENTUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 1.000 ulama, kiai, habaib, dan tokoh umat Islam menghadiri Ijtima Ulama IV di Sentul Bogor, Jawa Barat, hari ini, Senin (5/8/2019). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengevalusi dan memberikan rekomendasi agenda keumatan dan kebangsaan.

“Agenda utama adalah mengevaluasi dan melihat kelemahannya, mulai dari Ijtima Ulama I (Pertama) sampai III (Ketiga). Nah di Ijtima Keempat, kami susun kembali,” kata sekretaris panitia pengarah Ijtima Ulama IV, Edy Mulyadi, kepada Jurnalislam.com, Senin (5/8/2019).

Dia menyatakan, meski pembahasan politik selalu menjadi primadona dalam setiap penyelenggaraan Ijtima Ulama, namun menurut dia masih banyak persoalan serius yang harus ditanggapi, terutama dalam bidang dakwah. Pasalnya, berbagai permasalahan tersebut dinilai berujung pada deislamisasi dan liberalisasi.

“Seperti masalah LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) yang semakin menguat. Ini penting (dibahas),” ujar dia.

Mengenai pembahasan bidang politik, para kiai, ulama, dan tokoh akan menyusun langkah yang dapat dijalankan serta menjadi panduan umat Islam, terutama menghadapi Pilkada Serentak 2020. Ia juga mengingatkan, siapa pun yang berkuasa dilarang untuk sewenang-wenang.

“Nah, intinya dari ijtima ini kita juga menghendaki bahwa mengelola negara itu tidak boleh dengan kezaliman dan kecurangan,” tuturnya.

Ijtima Ulama IV Digelar, GNPF: Murni Demi Urusan Umat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi, menegaskan bahwa Ijtima Ulama IV tidak akan membahas politik terkait Pemilu 2019. Pasalnya, proses pemilu sudah selesai sejak keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

“Jadi, Ijtima ini tidak disikapi untuk pertemuan Teuku Umar (Megawati-Prabowo) dan Gondangdia (Surya Paloh dan kawan-lawan). Kami tidak ada urusan sama Prabowo dan Jokowi setelah MK mengeluarkan keputusan,” kata Edy kepada Jurnalislam.com, Senin (5/8/2019).

Edy menyebutkan, keputusan Ijtima Ulama I mendukung calon presiden Prabowo Subianto karena mendapati banyaknya ketidakadilan dan kesewenang-wenangan oleh pemerintahan saat ini. Menurut dia, dari dua capres yang ada kala itu, Prabowo dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin Indonesia.

“Kenapa di ijtima satu, dua, dan tiga kami mendukung Prabowo, sebab ulama menghendaki petahana tidak jadi lagi (di periode 2019-2024) karena rekam jejaknya yang luar biasa tidak adil kepada umat Islam,” ujarnya.

Tetapi, pascarekonsiliasi kedua belah pihak, ulama tidak lagi terlibat langsung dalam politik praktis. Lantas kemana arah gerakan Ijtima Ulama selanjutnya?

“Posisi GNPF, FPI, dan PA 212 bersama ulama garis lurus. Kami akan tetap dakwah amar makruf nahi munkar, memberikan masukan-masukan kritis dan membangun, apalagi calon yang jadi sekarang adalah lawan kita sebelumnya,” katanya.

Atas hal itu, Ijtima Ulama IV yang digelar di kawasan Sentul Bogor, Jawa Barat, hari ini, tidak menghadirkan tokoh politik, termasuk Prabowo. Edy menambahkan, Ijtima Ulama IV murni diselenggarakan demi urusan umat dan Bangsa Indonesia.

“Ini sudah menjadi hal berbeda, kami tidak ada hubungannya lagi dengan kontestasi (politik). Jadi kalau ditanya soal rekonsiliasi, ya itu sudah menjadi habitat politisi, kalian mau ngapain, monggo,” kata dia.

OJK Targetkan 100 Bank Wakaf Mikro Tahun Ini

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis mampu merealisasikan pertumbuhan hingga 100 Bank Wakaf Mikro (BWM) hingga akhir 2019.

Berdasarkan data OJK hingga Juni 2019, terdapat 51 BWM di seluruh Indonesia.

“Targetnya 2019, diharapkan bisa menjadi 100 BWM, kalau dana sosialnya terkumpul, modalnya dari situ,” kata Direktur Lembaga Keuangan Mikro OJK Suparlan di Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, pembentukan BWM didasari keinginan dan komitmen OJK bersama pemerintah, berperan dalam peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya, yakni melalui perluasan penyediaan akses keuangan masyarakat yang mudah (tanpa agunan) dan murah (imbal hasil 3 persen), khususnya bagi usaha kecil, mikro, hingga ultramikro.

BWM merupakan salah satu produk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). OJK menggambarkan BWM memiliki potensi besar ekonomi. Kendati memiliki kata-kata wakaf, tetapi tidak murni wakaf.

“Intinya di dalam masjid, ada aktivitas ditopang kegiatan ekonomi, agar berjalan baik. Ada kegiatan masjid yang didukung keuangan mikro,” ujar dia.

Suparlan mengatakan potensi besar di Indonesia yang menonjol dari kegiatan berprinsip syariah, hanya sektor fashion Muslim.

Sementara sektor lainnya masih sangat kurang. Menurut OJK, hal itu menjadi tantangan mengembangkan ekonomi syariah, misalnya makanan halal, media dan rekreasi halal, medis halal.

“Ekonomi syariah menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi engine of growth,” kata Suparlan.

Sumber: republika.co.id

Media Asing Soroti Listrik Mati di Sebagian Pulau Jawa

LONDON (Jurnalislam.com) — Beberapa media asing memberitakan pemadaman listrik yang terjadi di DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat dan Banten pada Ahad (4/8). Terputusnya aliran listrik ini sempat melumpuhkan berbagai pelayanan publik.

BBC melaporkan, pemadaman listrik kerap terjadi di Jakarta. Tapi lama pemadaman kemarin tidak seperti biasanya. Kantor berita asal Inggris ini menjelaskan pemadaman terjadi karena gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) Ungaran-Pemalang.

Sementara itu media internasional yang bermarkas di Qatar, Aljazirah melaporkan listrik kembali mengalir setelah 10 juta warga Jakarta hidup tanpa listrik selama sembilan jam. Mereka juga menyebutkan pemadaman terjadi karena masalah teknis.

Media asal Jerman Deutsche Welle (DW) melaporkan tentang lumpuhnya layanan transportasi Mass Rapid Transit (MRT). DW melaporkan pemadaman mengakibatkan lampu-lampu lalu lintas mati.

“Sistem MRT baru dibuka pada bulan Maret untuk membantu mengatasi masalah kemacetan kota yang mengerikan. Jaringan kereta api KRL Commuter line juga terdampak,” tulis DW.

New Delhi Television Limited (NDTV) asal India juga memberitakan tentang pemadaman ini. NDTV melaporkan ada lebih dari 100 juta orang yang terdampak atas pemadaman tersebut.

Pemadaman listrik kerap menarik perhatian media-media asing. Seperti pemadaman yang terjadi di Venezuela pada awal tahun ini. Serta pemadaman yang sempat terjadi di Manhattan, New York pada 14 Juli lalu.

Sumber: republika.co.id

YLKI: PLN Telah Rugikan Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan pemadaman listrik PT PLN (Persero) secara total di wilayah Jabodetabek, Jabar dan Banten pada Ahad (4/8) telah merugikan masyarakat.

Ia mengatakan kerugian ini dengan nilai yang tidak terhingga dan bisa berdampak negatif terhadap investasi.

Pemadaman ini juga menjadi pertanda bahwa infrastruktur pembangkit PLN belum memadai.

“Padamnya listrik, apalagi di Jabodetabek, bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Senin (5/8)

Menurut Tulus, program pemerintah seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN.

Tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PLN, dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi dan lainnya.

“Ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia. Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?” tegasnya.

Manajemen PT PLN harus menjelaskan pada publik apa penyebab gangguan pembangkit di Suralaya dan pembangkit lainnya.

YLKI juga meminta PLN memberikan kompensasi pada konsumen, bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada, tetapi berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini.

 

Bandingkan Mati Listrik di Australia dan Jepang, YLKI: Di Indonesia, Pernahkan Menteri Mundur?

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung masyarakat melakukan class action atau gugatan kelompok kepada kepada Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN terkait kegagalan operasional sejumlah pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan bahwa matinya listrik menandakan banyak kendala yang dihadapi PLN.

Pemadaman ini juga, katanya, menjadi pertanda infrastruktur pembangkit PLN belum memadai.

Pemerintah seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN, tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PLN dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi dan lainnya.

“Ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia. Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?” katanya.

Pemerintah seharusnya berkaca pada kasus serupa di negara lain yang bertanggungjawab atas setiap kegagalan dalam pelayanan kepada konsumen.

Di Jepang, pernah menteri energi harus membungkuk selama 15 menit sebagai permintaan maaf atas kegagalan memberikan layanan kepada publik.

Di Australia pada 2010, listrik padam 30 menit, konsumen diberi kompensasi gratis tagihan selama satu bulan.

“Tidak hanya listrik, air, layanan bandara dan seluruh layanan terkait publik jika ada kegagalan wajib diberi kompensasi. Kompensasi ya, tapi pejabat penanggungjawab layanan pun tetap harus mundur. Di Indonesia, pernahkah Menteri ESDM mundur, pernahkah Dirut PLN mundur karena pemadaman listrik. Ini yang harus menjadi perhatian semua publik, agar tidak selalu dirugikan,” ujar Tulus.

sumber: republika.co.id

Bisa Menggugat, Masyarakat Diminta Jangan Pasrah Soal Listrik Mati

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung masyarakat melakukan class action atau gugatan kelompok kepada kepada Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN terkait kegagalan operasional sejumlah pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Gangguan itu mengakibatkan pemadaman selama tujuh-12 jam di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten, Ahad (4/8).

“Peristiwa pemadaman seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena telah merugikan masyarakat dengan nilai tidak terhingga. Harus ada class action dari masyarakat sebagai konsumen,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, ketika dihubungi Antara di Jakarta, Senin (5/8).

Gugatan ke Kementerian ESDM sebagai kementerian teknis terkait energi listrik. Sedangkan ke Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Pemerintah di PT PLN.

Menurut Tulus, masyarakat dipersilakan menghitung kerugian material atau nonmaterial sebagai dasar melakukan gugatan.

“Kalau tidak ada gugatan besar-besaran, pelayanan listrik saya yakin akan terus terulang. Harus ada keberanian mengkritisi akibat pelayanan yang merugikan masyarakat,” ujar Tulus.

Ia menjelaskan, di era modern, energi listrik menjadi keniscayaan yang harus tersedia. Semua aktivitas manusia tidak ada yang tidak tergantung listrik.

sumber: republika.co.id