Berita Terkini

PCNU Solo Gelar Shalat Gaib dan Doa Bersama untuk Mbah Moen

SOLO (Jurnalislam.com) – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surakarta menggelar shalat gaib untuk mendoakan tokoh NU KH Maimoen Zubair yang meninggal di Tanah Suci Mekah pada Selasa (6/8/2019) pukul 04.17 waktu setempat.

Bertempat di Aula Kantor PCNU Surakarta puluhan warga Nahdiyin memulai dengan shalat gaib, lalu shalat Anisil Qobri dilanjutkan membaca Yasin dan Tahlil dan ditutup dengan Mahasinul Mayit.

“Mengadakan acara shalat gaib, dzikir kemudian doa untuk beliau almarhum Al Mukarom KH Maimoen Zubair,” kata ketua Tanfidziyah M Masyhuri kepada wartawan.

Menurut Masyhuri, Mbah Moen sapaan akrabnya sangat dekat dengan Nahdiyin di Solo. Ia menyebut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang tersebut sudah pernah datang ke Solo sebanyak lima kali.

“Mbah Moen sangat berkesan sekali karena terakhir agenda beliau di PCNU itu tanggal 13 Juli bersama Gus Muwafiq setelah itu beliau persiapan ke Mekah, dan itu sangat berkesan sekali,” katanya.

“Kota Solo ini kan masih campur antar nasionalis dan religius, beliau sangat terkesan sekali, dulu ulama ulama besar, kata beliau itu dulu itu berasal dari Solo semua,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Masyhuri mengaku akan selalu ingat pesan Mbah Moen kepada warga Nahdiyin di Solo saat memberikan tausyah pada bulan lalu di kantor PCNU Surakarta.

“Kemarin beliau mengisi disini dan sesuatu yang sangat menyejukan dan mensuport kami terutama untuk menjaga NKRI,” paparnya.

“Intinya untuk menguri-uri (merawat-red) NU dan tetap untuk menjaga kondutifitas kota Surakarta dan Indonesia. Beliau selalu menekankan pada 4 pilar yaitu Pancasila, Bhihneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,” tandasnya.

Takjiah Anies Baswedan Untuk Mbah Moen: Bangsa Indonesia Kehilangan Panutan Umat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ulama kharismatik KH Maimoen Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen di Makkah Al Mukarromah, hari ini, Selasa(6/8/2019).

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Tertegun. Mbah Moen pulang. Yang Maha Penyayang memanggilnya pulang di Tanah Suci, jauh dari tanah lahir, dekat dengan jannah-Nya,” tulis Anies di laman media sosialnya, Selasa (6/8/2019).

Menurutnya, bangsa Indonesia telah kehilangan tokoh besar dan menjadi panutan umat selama ini.

“Sungguh kehilangan besar bagi kita. Lahul fatihah,” lanjutnya.

KH Maimoen Zubair lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928. Beliau adalah ulama besar yang disegani dan juga pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sangat merasa kehilangan atas kepergian salah satu tokoh NU ini. Selain sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Mbah Moen juga Mustasyar ormas Nahdlatul Ulama (NU).

Pengurus NU menyebut bangsa Indonesia telah kehilangan tokoh bersahaja. Indonesia kehilangan tokoh panutan, pemimpin dan pengayom umat.

“Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan innalillahi wainnailaihirajiun. Berduka yang sangat mendalam,” kata Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya, Selasa (6/8).

“Semoga teladan almaghfurlah diteruskan para kader-kader bangsa. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafannya dan menempatkannya di surga yang terbaik,” tuturnya.

Hikmah Berkurban: Sebuah Motivasi

JURNALISLAM.COM – Hari demi hari berlalu sejak hari raya Idul Fitri. Riuh pikuk hari raya umat Islam ini terus terjadi dari awal jaman kenabian. Tapi, bukan hanya hari raya Idul Fitri yang mesti dirayakan, ada satu lagi, yaitu hari raya Idul Adha.

Di dalam hari raya yang beberapa hari kedepan kita rayakan ini, terdapat suatu perintah yang wajib kamu lakukan jika mampu untuknya. Ya benar, ibadah kurban.

Sepertinya penulis tidak perlu panjang lebar menjelaskan tentang apa itu kurban. Namun demikian, kiranya perlu untuk mengetahui hikmah atau manfaat umat Islam untuk berkurban. Langsung saja, berikut beberapa hikmah yang penulis rangkum dari berbagai sumber.

Menempatkan cinta kepada Tuhan

Sejak diperintahkan, apa yang diminta dikorbankan adalah barang atau sesuatu yang sangat dicintai, yang menunjukkan bahwa Allah sedang menguji apakah seorang hamba itu benar dan sungguh-sungguh mencintai Allah diatas segalanya, mau mengorbankan apa saja untuk yang dicintainya, sekaligus menegaskan bahwa Allah adalah pemilik semuanya termasuk apa-apa yang ada dan dititipkan pada manusia.

Mendapatkan bekal taqwa

Manusia hidup di dunia harus mencari bekal taqwa untuk keselamatan di akhiratnya, dengan menjalankan perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya. Manusia yang bertaqwa akan tumbuh perasaannya bahwa ia adalah hamba dari Tuhannya. Berkurban merupakan bentuk ketaatan dan tunduk atas perintah Tuhan.

Meningkatkan kasih sayang

Tidak dipungkiri bahwa Kurban bermanfaat bagi sesama, menumbuhkan dan meningkatkan kasih sayang, utamanya antara yang kaya dan miskin, merekatkan hubungan yang renggang, wujud kebersamaan dan kerukunan, karena masyarakat saling bersilaturahim dan menyantap makan bersama.

Kebaikan di setiap helai bulu hewan

Setiap helai bulu hewan kurban akan dibalas satu kebaikan. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap satu helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan.” Lalu, sahabat bertanya, “Kalau bulubulunya?” Beliau menjawab, “Setiap helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Berkurban Merupakan Perbuatan Yang Sangat Disukai Oleh Allah

Mengapa Allah sangat menyukai hambanya yang sudah mampu dan mau melaksanakan ibadah kurban? Dengan berkurban kita akan menjadi hamba Allah yang tentunya semakin dekat kepada-Nya. Dari riwayat HR. Ibn Majah dan Tirmidzi, penjelasannya sebagai berikut:

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya kurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan kurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai kurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi)

Hewan kurban yang telah kita sembelih, nantinya akan menjadi kendaraan yang membantu kita di akhirat kelak.

Hikmah kurban Idul Adha sangatlah mendalam dengan makna yang terkandung dibaliknya bagi kehidupan para umat muslim. Karena di dalamnya terdapat kisah yang begitu berarti dan patut kita jadikan sebagai pelajaran yang amat berharga untuk menjalani kehidupan di masa yang akan datang.

Jika nilai-nilai ibadah kurban ini terus digali, diselami, dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, niscaya akan dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik. Wallahu a’lam. Yuk berkurban!

Penulis: Muhammad Fajar Aditya

Untaian Doa Para Tokoh atas Wafatnya KH Maimoen Zubair

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terkejut atas wafatnya kiai kharismatik KH Maimoen Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen di Makkah Al Mukarromah, hari ini, Selasa(6/8).

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Tertegun. Mbah Moen pulang. Yang Maha Penyayang memanggilnya pulang di Tanah Suci, jauh dari tanah lahir, dekat dengan jannah-Nya,” tulis Anies di laman media sosialnya, Selasa (6/8).

Menurutnya, bangsa Indonesia kehilangan tokoh besar dan menjadi panutan umat selama ini.

“Sungguh kehilangan besar bagi kita. Lahul fatihah,” lanjutnya.

KH Maimoen Zubair lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928. Beliau adalah ulama besar yang disegani dan juga pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sangat merasa kehilangan atas kepergian salah satu tokoh NU ini. Selain sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Mbah Moen juga Mustasyar ormas Nahdlatul Ulama (NU).

Pengurus NU menyebut bangsa Indonesia telah kehilangan tokoh bersahaja. Indonesia kehilangan tokoh panutan, pemimpin dan pengayom umat.

“Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan innalillahi wainnailaihirajiun. Berduka yang sangat mendalam,” kata Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya, Selasa (6/8).

“Semoga teladan almaghfurlah diteruskan para kader-kader bangsa. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafannya dan menempatkannya di surga yang terbaik,” tuturnya.

Mengenang Mbah Moen, Sosok Ulama Negarawan yang Sederhana

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera turut berduka atas meninggalnya tokoh Nahdlatul Ulama, Kiai Haji Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen.

Dia mengatakan Mbah Moen adalah sosok sederhana dan bersahaja yang kepergiannya akan menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi umat Islam tapi juga bangsa Indonesia.

“Beliau sederhana, sangat bersahaja kemudian bijak. Kebijakan itu sulit ditandingi. Itu berkesan buat saya karena saya sedang belajar berpolitik mengurus negara,” katanya kepada Jurnalislam.com, Selasa (06/08/2019).

Menurut Mardani, kebijakan yang dimiliki oleh tokoh yang akrab disapa Mbah Maimun itu meninggalkan kesan yang sangat mendalam untuknya. Selain itu, politikus PKS itu juga mengaku melihat kebijakan Mbah Maimun menjadi inspirasi untuknya.

“Urus negara ini tidak ada yang mutlak seratus persen benar dan salah. Di sanalah kebijakan Mbah Moen berkesan sekali untuk saya karena beliau selalu bisa melihat sisi yang baik dari keburukan dan sisi yang buruk dari kebaikan,” ungkap Mardani.

Mbah Moen selain pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, juga salah satu tokoh di PPP yang menjabat sebagai ketua Majelis Syariah.

Mbah Moen meninggal dunia saat tengah menjalankan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi pada Selasa pukul 08.17 WIB.

Menag Minta Masyarakat Indonesia Shalat Ghaib untuk Almarhum KH Maimoen Zubair

MEKAH(Jurnalislam.com)–Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, meminta umat Islam di Indonesia shalat ghaib sekaligus mendoakan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus tokoh PPP, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Mbah Moen wafat di Makkah, Arab Saudi, pada Selasa pagi (6/8).

Lukman mengaku kehilangan Mbah Moen. Di mata Lukman, Mbah Moen merupakan sosok ulama, orang tua, dan guru bagi dirinya.

“KH Maimoen Zubair wafat secara husnul khotimah dan marilah kita mendoakan mudah-mudahan segala kesalahan dan kekhilafanya diampuni Allah SWT dan diterima segala amal kebajikan dan pada pada akhirnya Allah menempatkan beliau ditempat yang sebaik baiknya,” kata Lukman melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com Selasa (06/08/2019).

Lukman menuturkan, jenazah Mbah Moen masih berada di rumah sakit menunggu proses penyelesaian administratif. Rencananya, jenazah Mbah Moen akan disemayamkan di kantor Daker Makkah.

Dia melanjutkan, berdasarkan informasi dari keluarga, kemungkinan besar Mbah Moen akan dimakamkan di Makkan dengan berbagai pertimbangan. Namun, dia tidak merinci pertimbangan yang dimaksud.

“Kita memang kehilangan beliau namun pasti banyak hikmah dibalik kepulangan beliau, mudah-mudahan murid dan santrinya akan banyak yang mengantikan peran beliau selama ini di kehidupan masyarakat,” ucap Menag.

Habib Rizieq Bacakan Doa di Pemakaman KH Maimoen Zubair

MEKAH (Jurnalislam.com)– Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq, ikut membacakan doa saat pemakaman KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen dimakamkan di pemakaman Ma’la, Mekah, Arab Saudi, Selasa siang, 6 Agustus 2019.

Habib Rizieq sudah berada di pemakaman sesaat setelah jenazah Mbah Moen tiba dari Masjidil Haram selepas disalatkan.

Habib Rizieq terlihat datang dengan pengawalan yang cukup ketat. Beberapa pengikut memekikkan takbir setelah Habib Rizieq membaca doa untuk Mbah Moen.
Sejumlah jemaah tampak berebut untuk bersalaman dengan Habib Rizieq, namun sulit karena pengawalan yang cukup ketat. Beberapa ada yang mencoba keras untuk meraih tangan Habib Rizieq. Tapi tetap kandas.

Habib Rizieq menolak untuk berkomentar dengan media Indonesia yang ikut menghadiri pemakaman Mbah Moen. Dia langsung keluar area pemakaman Ma’la usia membacakan doa.

Diketahui, Ma’la adalah pemakaman untuk warga asli Arab Saudi. Di tempat ini, sejumlah keluarga Nabi Muhammad SAW dimakamkan.
Sumber : viva.co.id

KH Abdullah Faishol Terpilih Menjadi Ketua MUI Sukoharjo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- KH. Abdullah Faishol akhirnya terpilih menjadi ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukoharjo dalam musyawarah daerah (Musda) ke-9 MUI Sukoharjo di Pendapa Graha Satya Praja Kabupaten Sukoharjo, sabtu, (3/8/2019).

Sebelas orang normatur bertugas untuk bermusyawarah dan akhirnya menunjuk KH Abdullah Faishol untuk menggantikan ketua MUI Sukoharjo sebelumnya yakni Yasid Anwari.

Sebelas orang normatur tersebut meliputi satu orang pembina, satu orang ketua dan sekretaris lama, empat orang perwakilan ormas, dan empat orang perwakilan MUI tingkat kecamatan di Sukoharjo.

Sementara pengurus lainnya adalah sekertaris umum Tri Winarno, bendahara umum Dalono dan ketua dewan pertimbangan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo.

Ketua MUI Jateng, Ahmad Daroji, yang diwakili Sekretaris MUI Jateng, Muhidin mengucapkan, terima kasih sebasar-besarnya kepada Yasid Anwari karena telah menjabat ketua MUI Sukoharjo selama dua periode.

Sementara itu Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya berharap dengan adanya kepengurusan MUI Sukoharjo yang baru akan lebih bermanfaat dan memberikan untuk umat Islam khususnya di wilayah Sukoharjo.

“MUI adalah rumah besar para ulama dan cendikiawan muslim, sehingga MUI diharapkan terus memberikan bimbingan serta tuntunan kepada umat Islam dalam mewujudkan kehidupan beragama dalam masyarakat yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” pungkasnya.

Ini Hasil Ijtima Ulama IV: Tolak Rezim Curang hingga Setop Kriminalisasi

SENTUL – Ijtima Ulama IV telah usai dilaksanakan di Lorin Hotel, Sentul, Bogor, Senin (05/08/2019).

Acara yang dihadiri ratusan ulama menghasilkan beberapa poin penting.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak menyebutkan poin-poin keputusan dan rekomendasi Ijtima Ulama IV sebagai berikut:

1. Menolak Kekuasaan yang berdiri atas Dasar Kecurangan dan Kezaliman serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut.

2. menolak segala putusan hukum yang tidak sesuai Prinsip Keadilan.

3. Mengajak seluruh Ulama dan Ummat untuk terus berjuang dan memperjuangkan :

3.1. Penegakan hukum terhadap Penodaan Agama apa pun oleh siapapun, sesuai amanat UU Anu Penodaan Agama yang tertuang dalam PNPS No. 1 Tahun 1965 10. UU No. s Tahun 1969 p. KUHP Pasal 156a.

3.2. Mencegah bangkitnya ideologi Marxisme, lenhisme, komunlsme, Maoisme dalam bentuk apapun dan cara bagaimanapun, sesuai Amanat TAP MPRS No. )ON Tahun 1966, UU No. 27 Tahun 1999 Jo. KUHP Pasal 107a, 107b, 107C, 107d dan 107e.

3.3. Hendak segala bentuk pemxjudan mm ekonoml kapitalisme dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan Aset Negara kepada Asing maupun Aseng, dan memberikan kmempatan kepada semua PRIBUMI tanpa memandang suku maupun agama untuk menjadi Tuan di Negeri sendiri.

3.4. Pembentukan Tim Investigasi dan Mvokasi untuk mengusut tuntas TRAGEDI PEMILU 2019 yang terkatt Kematian lebih dari 500 Petugas Pemilu tanpa Otopsi dan lebih dari 11 ribu Petugas Pemilu yang jatuh

sakit, serta ratusan rakyat yang terluka, ditangkap dan dlsiksa, bahkan 10 orang dibunuh seara keji, yang 4 diantaranya adalah Anak-Anak.

3.5. Menghentikan agenda Pembubaran Ormas Islam dan Stop Kriminalisasi Ulama maupun Persekusl Da’I, serta bebaskan semua Ulama dan Aktivis 212 beserta slmpatisannya yang ditahan/dlpeniara pasca MSI 212 Tahun 2016 hlngga klnl dari segala tuntutan, serta memulangkan Imam Besar Umat Islam Indonesia Hablh Muhammad Rizieq bln HLseIn Syihab ke Indonesia tanpa syarat apa pun.

3.6. Mewujudkan NKRI BERSYARIAH yang berdasarkan PANCASILA sebagalmana termaktub dalam Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dengan prinsip AYAT SUCI DI ATAS AYAT KONSI’ITUSI agar dllmplementaslkan dalam kehidupan Beragama, Berbangsa dan Bemegara.

4. Perlunya Ijtlma Ulama dllembagakan sebagal wadah musyawarah antar Habaib dan Ulama serta Tokoh Istiqomah untuk terus menjaga kemasiahatan Agama, Bangsa dan Negara.

5. Perlunya dibangun kerja sama dan Pusat hingga Daerah antar On’nas Islam dan Partai Politik yang selama lnl lsthomah berjuang bersama Habaib dan Ulama serta Umat Islam dalam membela Agama, Bangsa dan Negara.

6. Menyerukan kepada segenap umat Islam untuk mengkonversi simpanan dalam bentuk logam mulia.

7. Membangun sistem kaderisasi yang sistematis dan terencana sebagai upaya melahlrkan generasi Islam yang tangguh dan berkualitas.

8.Memberikan perhatian secara khusus terhadap issue dan masalah substansial tentang perempuan, anak dan keluarga melalui berbagal kebljakan dan regulasi yang tidak bertentangan dengan Agama dan Budaya.

Bukan Makan Ikan Asin, Ini Tips Positif ketika Listrik Padam

JURNALISLAM.COM – Sudah satu hari ini, sejak Minggu, 4 Agustus 2019 kemarin. Masyarakat Indonesia berduyun-duyun protes lagi kebingungan harus melakukan apa ketika PT PLN (Persero) menyatakan bahwa penyebab mati listrik di daerah Jakarta dan sekitarnya serta sebagian di Jawa Barat akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang.

Ada yang kesal, ada juga yang memilih untuk diam sampai waktu yang belum ditentukan sambil mengelus dada. Masalahnya, bukan hanya listrik yang padam, tetapi sinyal sejumlah provider internet juga padam yang menyebabkan kekesalan peselancar internet atau penggiat gawai ini.

Tidak perlu pusing apalagi bimbang dan berujung memakan ikan asin, ada beberapa hal yang mungkin kamu bisa lakukan dan bermanfaat untuk warga +62 yang budiman. Berikut tips ketika aliran listrik padam yang kami rangkum dari berbagai sumber:

Update Status dan Komplain ke PLN

Hal yang satu ini mungkin sudah sering Anda lihat atau Anda lakukan sendiri. Saat mengalami tragedy mati lampu, biasanya akan ramai status-status Twitter yang berisi keluhan atau omelan.  Biasanya status-status itu ngomel ke PLN atau curhat terselubung akibat mati lampu.

Terkadang bikin kita kasihan atau justru bikin tertawa. Ada juga yang ngomel ke PLN secara frontal di jejaring sosial. Sebenarnya ngomel di Twitter tidak akan menyelesaikan masalah apapun, tapi rasanya agak lega setelah ngomel.  Ada juga yang tidak sabaran dan menelepon pihak PLN, meski ini juga tidak membantu banyak, apalagi jika ada kerusakan jaringan listrik.

Baca Buku

Selama ini Anda mungkin lebih sibuk dengan gawai daripada membaca buku atau bahan bacaan lainnya. Saat listrik padam dan mungkin baterai gawai Anda sudah menipis, ada baiknya dimatikan atau disimpan saja agar bisa digunakan untuk keadaan darurat.

Kalau masih ada penerangan, sebaiknya manfaatkan waktu untuk membaca buku, majalah maupun bahan bacaan lain. Setidaknya wawasan Anda bisa bertambah dan waktu tak terbuang sia-sia.

Mengungsi

Mengungsi bukan hanya dilakukan saat terjadi bencana alam, tapi juga saat mati listrik. Kalau Anda sendirian di rumah dan tidak tahu mau melakukan apa, ada baiknya mengungsi saja.

Biasanya lampu padam di daerah tertentu, daerah lain ada yang tidak mengalami mati lampu. Jika Anda punya keluarga atau teman yang tinggal di daerah menyala, Anda bisa mengungsi di sana sementara waktu.

Kalau terjadi pemadaman total seperti sekarang ini, tak ada salahnya juga mengungsi ke rumah keluarga atau teman yang juga terkena mati lampu. Setidaknya Anda punya teman saat hati sedang kesal.

Makan di Warung Kaki Lima

Kalau perut terasa lapar dan tak ada makanan di tempat tinggal kita, sebaiknya makan di warung kaki lima saja. Ada sensasi tersendiri saat Anda kabur ke warung kaki lima ketika mati lampu. Saat makanan tersaji di depan mata, dengan cahaya lilin, berasa candle light dinner.

Kalau Anda makan dengan teman-teman, suasananya pasti bakal lebih seru. Selain itu, kita masih bisa menikmati angin sepoi-sepoi daripada berkutat di dalam rumah yang terasa gerah karena tak bisa menyalakan AC maupun kipas angin.

Perlengkapan darurat

Founder American Preppers Network, Tom Martin menyarankan beberapa barang yang harus dipersiapkan untuk mengatasi pemadaman listrik dalam waktu panjang.

Persiapkan perlengkapan darurat, seperti air. Setidaknya setiap orang memerlukan satu galon yang bisa dipakai selama tiga hari.

Persiapkan cadangan air lebih jika kamu memiliki binatang peliharaan.

Hal lainnya yang harus disiapkan adalah cadangan makan tiga hari yang tidak mudah rusak, serta perlengkapan seperti alat pembuka kaleng, senter, serta baterai ekstra termasuk untuk ponsel.

Namun, sebelum mempersiapkannya, pasang telinga pada arahan pemerintah.

Jika pemadaman listrik diakibatkan oleh bencana alam atau peristiwa lainnya, maka mungkin kamu butuh evakuasi.

Perhatikan makanan di kulkas

Departemen Pertanian Amerika Serikat mengatakan, makanan dalam kulkas akan tetap dalam kondisi aman dan dingin selama beberapa jam, jika pintunya tidak dibuka dan full freezer akan menjaga temperatur sekitar 48 jam, selama pintunya tetap tertutup.

Selain itu, jangan hanya melihat tampilan luar makanan untuk mengetahui apakah makanan tersebut masih aman. Namun, jangan pula mencicipinya terlebih dahulu.

Ambil termometer di kulkas dan freezer.

Idealnya, angka yang kamu lihat adalah empat derajat Celcius ke bawah untuk kulkas atau -17 derajat Celcius ke bawah untuk freezer.

Jika masih ragu, ambil makanan satu persatu dan ukur suhunya menggunakan pengukur suhu makanan.

Menurut Martin, kita bisa menjaga makanan tetap dingin dengan membalut kulkas atau freezer dengan sleeping bag.

Jangan buka kecuali saat diperlukan. Namun jika sudah terlalu lama, kamu bisa segera memasak makanan yang ada di dalamnya.

Sediakan pasokan penerangan

Ketika listrik mati, kita tentu membutuhkan penerangan.

Martin menyarankan kita untuk memasok beberapa lilin atau lampu LED agar lebih praktis.

Jika menyediakan lampu LED, pastikan kamu mempunyai cadangan baterai dan tahu di mana menyimpannya.

Tetap adem tanpa AC

Di beberapa wilayah dengan suhu panas tentu sangat membutuhkan pendingin ruangan (AC).

Pemadaman listrik dalam waktu panjang tentunya akan membuat kita tidak nyaman.

Sediakan kipas angin tenaga baterai untuk digunakan pada saat darurat.

Mungkin anginnya tidak akan sedingin AC, namun bisa cukup membantu di masa darurat.

Selain itu, tetaplah berada di tempat rendah.

Kita bisa mengikuti cara anjing menjaga suhu tubuhnya tetap terjaga ketika suhu meninggi, dengan cara tetap berada di bawah menempel pada permukaan bumi.

Misalnya, jika di lokasimu ada ruang bawah tanah, kamu bisa menuju ke sana untuk menjaga tubuh tetap dingin.

Menyibukkan diri

Ketika listrik padam, kita perlu menjaga pikiran tetap sibuk. Jika bosan dan cemas, cobalah bermain kartu, papan permainan, atau membaca buku jika memungkinkan.

“Apa pun yang membuatmu senang,” kata Martin.

Selain itu, tentu tidak ada di antara kita yang ingin ponselnya mati total, karena kehabisan daya.

Jadi, pastikan kamu menghemat dayanya dan menggunakan ponsel hanya saat diperlukan.

Tidur

Anda yang sering lembur malam untuk menyelesaikan tugas kantor atau tugas kuliah, inilah waktu yang tepat untuk tidur lebih awal. Mati lampu bisa jadi alasan untuk memanjakan tubuh dengan istirahat dan tidur.

Karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan, dan dengar kabar dari PLN kalau mati lampu ini akan berlangsung semalam suntuk, ya sudah tidur saja. Mungkin dengan tidur, Anda bisa menikmati kembali sensasi tidur sebelum tengah malam.

Akan lebih bagus jika ada suara-suara jangkrik pengantar tidur. Setidaknya bisa mengulang masa-masa ketenangan di masa kecil sebelum ada gawai dan laptop.

Mendekatkan diri kepada Pencipta

Tidak dipungkiri, semakin majunya teknologi akan berdampak menjauhnya seseorang dari nilai-nilai agama. Maka dari itu, dengan kondisi aliran listrik yang padam, dapat menjadi momentum untuk Anda mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Anda bisa melakukan dzikir, berdoa, dan kegiatan agama lainnya yang itu dapat mendekatkan diri kepada ilahi Robbi, meskipun nanti saat aliran listrik menyala Anda mungkin akan kembali sibuk dengan gadget dan lainnya.

Jadi, jika nanti ada pemadaman listrik, kamu mau pilih untuk ngapain nih? Baca buku, tidur, atau yang lain? Yang penting jangan makan ikan asin yah, karena tidak ada disusunan tips diatas.

Penulis: Muhammad Fajar Aditya