Hari Merdeka dan Martapura: Cerita Ibnu Sutowo

“Kemerdekaan itu bukan soal main-main. Merdeka berarti harus mampu mengurus diri sendiri. Yang diurus segala macam kehidupan.”

JURNALISLAM.COM – Pada hari itu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di Jakarta oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Baru di kemudian hari Ibnu Sutowo, seorang tokoh sentral dan hebat pada zamannya mengetahui betapa dramatisnya proklamasi kemerdekaan kita itu. Peristiwa Rengasdengklok, penyusunan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda, dan lain-lain peristiwa yang terkait, tidak begitu ia ketahui.

Tetapi ia gembira dan bangga karena Mas Diro yang ia kenal akrab cukup berperan dengan Barisan Pelopornya yang mengawal peristiwa proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Kelak ia mendapat kesempatan mendengar cerita sekitar hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu.

Ibnu Sutowo. Foto: Istimewa

Berita Proklamasi Kemerdekaan itu baru beberapa hari kemudian -kalau tidak salah pada tanggal 20 Agustus- sampai di Martapura. Kami sudah mengenal bendera Merah Putih sebab Jepang juga sudah pernah menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Bahkan bendera Merah Putih sudah pernah dikibarkan di samping kiri bendera Jepang waktu ada acara tertentu.

Kemerdekaan itu bukan soal main-main. Merdeka berarti harus mampu mengurus diri sendiri. Yang diurus segala macam kehidupan.

Cerita Martapura

Meskipun Martapura daerah kecil di Pulau Sumatera tetapi Martapura adalah juga Indonesia, yaitu Indonesia yang sudah merdeka. Martapura dilintasi perjalanan kereta api yang datang dari Tanjungkarang, Lampung, menuju Palembang.

Berita Indonesia Merdeka itu kami ketahui dari orang-orang kereta api. Kereta apinya juga dihias dengan bendera Merah Putih, gerbongnya ditulisi “Indonesia Merdeka” dan macam-macam slogan.

Kami, para pemuda Martapura, juga menyambut kemerdekaan itu dengan menganjurkan orang memasang Merah Putih. Ibnu Sutowo mempunyai kain lambang Palang Merah yang besar untuk keperluan tanda perlindungan dalam keadaan perang. Lambang Palang Merah itu kami rombak, kami sulap, menjadi berpuluh-puluh bendera Merah Putih, antara lain untuk dipasang di rumah kami sendiri.

Ekspresi Kemerdekaan

Perubahan situasi yang mendasar bagi kehidupan ini tercium juga oleh masyarakat luas. Mereka mulai bergerak merdeka semau sendiri dengan melakukan kerusuhan kecil-kecilan dan perbuatan lainnya. Barisan pemuda yang kemudian memilih ia sebagai pemimpinnya mengambil tindakan tegas sehingga kekacauan tidak berlarut. Untunglah kekuasaan dan kewibawaan Pasirah tetap memancar. Ketertiban masyarakat terjaga oleh barisan anak muda yang dengan cepat mulai mengerti apa itu Indonesia Merdeka.

Sementara itu, di berbagai tempat pergolakan mulai merebak. Di pulau Jawa kesatuan-kesatuan tentara Jepang mulai dilucuti oleh para pemuda yang membentuk laskar-laskar perjuangan. Para bekas prajurit Pembela Tanah Air (PETA) dan Heiho, bersama-sama dengan masyarakat, membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Kabar itu sampai di daerah kami walaupun terlambat.

Maka di Sumatera Selatan BKR pun bertindak mengamankan tentara Jepang. Ia tahu kemudian bahwa kerajaan Jepang telah menyatakan menyerah terhadap sekutu setelah Hiroshima dan Nagasaki dihujani bom atom.

Kekalutan sementara terkait pelucutan senjata tentara Jepang boleh dikatakan sudah reda. Disaat pemerintah Republik mulai berjalan dengan perangkat apa adanya, masalah baru muncul, yaitu kedatangan tentara Sekutu yang disebut Allied Forces, sebagai sang pemenang Perang Dunia II.

Tentara Sekutu ini berkewajiban mengambil kekuasaan dari tangan Pemerintahan Jepang, melucuti tentara Jepang dan merepatriasikannya. Selain itu juga merawat dan menyelesaikan urusan orang interniran yang ditawan.

Arti Merdeka

Bagi masyarakat kita, kedatangan tentara asing membuat kita berwaspada. Bukankah kita sudah merdeka sehingga segala masalah di negeri ini adalah menjadi tanggung jawab kita? Pemikiran yang benar seperti itu bagi rakyat banyak masih belum jelas merata. Di antara orang kebanyakan masih banyak yang berpandangan samar-samar.

Yang tidak samar-samar hanyalah kenyataan Indonesia Merdeka, artinya bangsa Indonesia sudah tidak dijajah lagi oleh bangsa lain manapun juga. Untuk masalah selanjutnya, kita tunggu saja arus yang bakal tiba.

Namun, sebagai kaum intelektual kita menunggu sambil berpikir mengenai konsekuensi menjaga kemerdekaan yang sudah ada di tangan dan menjadi tanggung-jawab kita bersama. Kami menyadari bahwa semangat rakyat cukup besar, namun mereka memerlukan pimpinan oleh bangsanya sendiri. (Semua cerita ini diambil dari penggalan di buku yang ditulis oleh Ramadhan KH dengan judul Ibnu Sutowo: Saatnya Saya Bercerita!)

Ini Pesan Ketum PP Muhammadiyah Menyambut HUT RI ke-74

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak segenap bangsa untuk mempererat persatuan di momen hari ulang tahun ke-74 Republik Indonesia.

Ia mengatakan, elite dan warga bangsa wajib bertanggung jawab untuk mewujudkan upaya Indonesia menjadi negara-bangsa yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, maju, adil, dan makmur. Itulah cita-cita para pendiri bangsa yang telah berjuang mengusir kolonialisme pada masa silam.

Nasihat ini, kata dia, terutama tertuju kepada para pemimpin bangsa. Sebab, mereka adalah pemangku amanat utama lebih dari 265 juta warga Indonesia.

“Peran dan tanggungjawab para pemimpin sangat penting dalam menentukan masa depan Indonesia setelah 74 tahun merdeka. Kata pepatah Itali, bahwa ‘Ikan busuk dimulai dari kepala’,” ujarnya.

Peran Pemimpin

Bagi Haedar, betapa penting posisi dan peran para pemimpin di negeri dan umat mana pun. Putih dan hitamnya umat dan bangsa tergantung pada pemimpinnya. Ia menyebutkan, pemimpin itu seperti jantung dan kepala dari tubuh manusia. Jika pemimpin itu baik, maka baiklah seluruh umat dan bangsa.

“Sebaliknya nasib umat dan bangsa akan nestapa manakala para pemimpinnya berperangai dan bertindak buruk, khianat, dan ugal-ugalan. Padahal yang dipertaruhkan nasib manusia yang banyak dengan segala urusannya,” paparnya.

Haedar juga meyakini, masih banyak elite dan warga bangsa yang jernih hati dan pikirannya, termasuk tindakannya untuk membangun Indonesia yang berkemajuan dalam bingkai cita-cita luhur dan masa depan peradaban bangsa.

“Maka saatnya energi positif ruhaniah dan kecerdasan akal-budi bangsa Indonesia di tangan para pemimpin dan warga bangsa di seluruh persada tanah air digelorakan untuk menggoreskan tinta emas 74 tahun Indonesia Merdeka,” katanya.

Para pemimpin, lanjut Haedar, punya kemuliaan posisi dan peran dalam membawa nasib umat dan bangsanya menuju tangga kemajuan. Nasib ini jangan dibiarkan menjadi pertaruhan tidak berguna dan bermakna di tengah kegaduhan politik yang disebar oleh para aktor yang haus kuasa dan tahta minus pertanggungjawaban moral politik nurani yang luhur.

Menurut Haedar, ketika kontestasi dan perebutan kursi politik makin bebas dengan segala hasrat dan kepentingan para elite, maka di sisi lain sebetulnya umat dan bangsa ini tengah menanti jaminan ubahan nasib hidupnya ke tangga terbaik di pundak para pemimpinnya.

“Mereka berebut kursi untuk dan atas nama apa? Untuk benar-benar kepentingan rakyat atau hanya memperjuangkan diri dan golongan sendiri?,” pungkas mantan pemimpin redaksi Majalah Suara Muhammadiyah itu.

Oleh sebab itu, Haedar menyatakan para pemimpin bangsa mesti melipatgandakan pengorbanannya untuk rakyat di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

“Kiai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammmadiyah dalam falsafahnya yang keenam berpesan: “Kebanyakan pemimpin-pemimpin rakyat, belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mempermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah,” jelas Haedar.

Hari Pramuka dan Manfaat Kepanduan

JURNALISLAM.COM – Tepat pada hari ini, Rabu (14/8/2019), Praja Muda Karana atau Pramuka dibentuk 58 tahun yang lalu di Indonesia. Gerakan yang banyak diminati oleh para siswa ketika disekolah ini mempunyai banyak manfaat.

Gerakan kepanduan yang diinisiasi oleh bapak pandu dunia, Baden Powell ini mengajarkan berbagai hal yang amat berguna untuk kamu terapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Berikut manfaat gerakan Pramuka yang dirangkum dari berbagai sumber:

Berkomunikasi

Saat mengikuti kegiatan Pramuka, kamu akan dituntut untuk bisa berhubungan dengan teman, baik yang satu tim maupun yang berbeda timnya.

Kegiatan dalam Pramuka lebih banyak dilakukan secara berkelompok sehingga melatih kamu untuk bisa berkomunikasi dengan teman-teman sekitar. Dengan kegiatan ini, maka kamu yang tadinya pemalu atau pendiam dapat menjadi lebih berani untuk berbicara dengan orang lain.

Kemandirian

Pernah ikut kemah? Pastinya kalau ekstrakurikuler Pramuka akan mengadakan yang namanya kemah. Kemah ini bukan seperti yang biasa kita lakukan saat liburan. Kalian harus mandiri. Memanfaatkan segala sesuatu yang ada dan tidak boleh hidup ketergantungan seperti di rumah. Harus bisa hidup apa adanya tanpa bantuan teknologi.

Tidak ada laptop, tidak ada ponsel, bahkan beberapa kemah melarang penggunaan listrik meskipun itu haya sebatas lampu. Kalian harus bisa masak sendiri untuk makan, mencuci piring dan baju sendiri. Tidak ada yang instan.

Gotong Royong dan Kebersamaan

Pada saat kemah, pastinya kita tidak hanya sendirian. Pasti dalam satu tenda diisi oleh begitu banyak orang. Kalian tentunya harus saling membantu untuk bertahan hidup saat kemah kini. Misalnya seperti dari awal kemah. Kita memasang tenda bersama, dan saling membantu satu sama lain.

Menekan Keegoisan

Dengan hidup bersama-sama dalam satu tenda, kita tidak bisa egois. Kita harus menghormati dan hidup bersama-sama dengan baik. Harus berbagi dan menolong satu sama lain.

Kedisiplinan

Di dalam Pramuka juga, kita pasti mendengar yang namanya apel. Apel di sini bukan jenis buah. Apel di sini merupakan sebutan untuk upacara dalam Pramuka. Kita harus mengikuti apel dengan khidmat tanpa mengeluh.

Kecintaan Terhadap Alam

Kita hidup mandiri. Kita akan dituntut untuk dapat menghargai alam. Dalam Pramuka, kita lebih sering melakukannya di luar lapangan. Kita juga dituntut untuk menjaga alam sehingga menumbuhkan rasa cinta kepada alam.

Bertahan Hidup di Saat Genting

Kita belajar begitu banyak sandi. Kita juga belajar kode-kode lain dalam Pramuka, serta kita juga akan diajari berbagai simpul. Hal itu ditujukan untuk kita bertahan hidup dalam keadaan genting.

Cinta Kepada YME

Sebelum melakukan kegiatan, kita diharuskan berdoa. Saat apel dan mengakhiri apel juga kita akan diwajibkan berdoa. Selain itu, di dalam dasa dharma pertama disebutkan “Taqwa kepada Tuhan YME”.

Kreatif

Banyak kegiatan yang ada dalam Pramuka yang menuntut kami untuk menggunakan kreativitas. Banyak aktivitas yang membuat kamu harus menyelesaikan tugasnya dengan menggunakan ide cemerlang. Dengan demikian kreativitas kamu semakin diasah.

Kepemimpinan

Dalam kegiatan Pramuka, kamu akan mendapat kesempatan untuk memimpin regu. Saat mendapat kesempatan itulah kamu akan belajar mengenai gaya kepemimpinan sehingga dikemudian hari kamu dapat menjadi seorang pemimpin, baik ditempat kerja, organisasi, maupun ketika sudah berkeluarga.

Wah, banyak juga manfaat yang diambil dari gerakan kepanduan Pramuka ini. Semoga generasi muda alias Milenial dapat meneladani nilai-nilai yang ada di dalam Pramuka sehingga dapat mengikis pergaulan bebas yang negatif.

Pelaku Aksi ‘Teror’ di Masjid Oslo Hadir dengan Wajah Memar di Pengadilan

OSLO (Jurnalislam.com) – Seorang pria Norwegia berumur 21 tahun dihadirkan di pengadilan, Oslo atas dugaan melakukan tindak terorisme terkait serangan bersenjata di sebuah masjid pada Sabtu (10/08/2019).

Wajah dan lehernya memar dan luka-luka. Philip Manshaus juga dituduh berusaha melakukan pembunuhan, disamping membunuh saudara perempuannya sendiri.

Jaksa meminta agar penahanannya diperpanjang selama empat minggu lagi.

Manshaus terlihat tersenyum ke arah para fotografer sebelum hakim membuka sidang tertutup.

Manshaus dituduh melakukan penembakan di Al-Noor Islamic Centre di Baerum, arah barat ibu kota Oslo, BBC mengabarkan, Selasa (13/8/2019).

Tidak lama setelah serangan itu, jenazah saudara perempuan tirinya, 17 tahun, ditemukan di sebuah rumah di Baerum.

Terdapat tiga orang di dalam masjid ketika serangan dilakukan. Penyerang bersenjata berhasil dikendalikan sebelum polisi tiba.

Mohammad Rafiq berhasil mengendalikan pria bersenjata. (BBC)

Ketua takmir masjid mengatakan penyerang memasuki gedung dengan mengenakan helm dan perisai tubuh, serta membawa sejumlah senjata. Beberapa tembakan dilepaskan tetapi tidak seorangpun mengalami luka parah di masjid.

Mantan perwira angkatan udara Pakistan, Mohammad Rafiq, 65 tahun, dipuji karena berhasil memberangus penyerang dan merampas senjatanya.

Dalam sidang Senin (12/08), jaksa meminta perpanjangan penahanan selama empat minggu, tidak boleh dikunjungi dan dilarang diliput media.

Kuasa hukum Manshaus, Unni Fries, sebelumnya menyatakan dia menolak tuduhan tindakan kriminal dan tidak bersedia berbicara dengan penyelidik.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/10/2019) telah terjadi penembakan yang berujung jatuhnya banyak korban di Masjid di Al-Noor Islamic Centre di Baerum, arah barat ibu kota Oslo. Pelaku diduga mempunyai pandangan “kanan-jauh” dan “antiimigran”.

“Kami menyelidiki kasus ini sebagai percobaan melakukan aksi terorisme,” kata Wakil Kepolisian Norwegia, Rune Skjold, dalam jumpa pers seusai kejadian berlangsung.

Tips Hemat Ini Buat Kamu Bahagia

“Hati-hatilah dengan pengeluaran kecil, karena keretakan kecil dalam kapal besar sekalipun dapat menenggelamkan kapal tersebut.” Benjamin Franklin.

JURNALISLAM.COM – Hemat atau berhemat sering kali diartikan sebagai bagian dari pola hidup yang pelit dan menyiksa. Padahal sesungguhnya tidak sama sekali jika kamu tahu trik dan tipsnya.

Hemat bisa menjadi satu bagian dari hidup kita yang menyenangkan apabila kita berhemat dengan ikhlas dan niat yang tulus. Sejatinya berhemat memiliki banyak manfaat. Manfaat paling masuk akal dan terpopuler adalah dengan berhemat, maka kita bisa kaya.

Di dalam budaya kita sendiri (Indonesia), hemat menjadi salah satu kata bijak yang paling populer, yaitu hemat panggal kaya. Bahkan anak-anak kecil sudah hafal dengan kata mutiara ini. Sayangnya tidak banyak orang yang benar-benar dapat mengaplikasikan program hemat ke dalam gaya hidupnya, sehingga banyak yang gagal.

Sebagai manusia yang ingin meraih kesuksesan, tentunya berhemat merupakan salah satu kunci. Apalagi saat ini, tantangan ekonomi global sudah menjadi-jadi. Tidak sedikit para ekonom yang mengkhawatirkan hal ini dan Indonesia diprediksi akan dilanda krisis ekonomi seperti tahun 1997-1998 jika tidak memikirkan dengan matang untuk menghadapinya.

Maka dari itu, ada beberapa tips atau cara berhemat yang dapat membuat kamu bahagia di hari-hari nanti.

Jauhkan Diri Dari Berhutang

Stop Berhutang

Kalau kamu menyimpan uang, usahakan untuk menutup diri dari berhutang. Dengan memiliki beban hutang, kamu akan segera berat untuk menyisihkan uang karena sebagian dari penghasilan kamu harus terkuras untuk membayar cicilan hutang.

Buat Tujuan

Buat tujuan

Biar simpan uangnya makin semangat, buatlah semacam tujuan atau target dari hasil tabungan kamu. Dengan begitu, akan memotivasi kamu untuk bersemangat dalam menyimpan uang. Biar makin terorganisir, jangan lupa untuk membuat target waktunya yah sobat jurnis.

Berhenti Merokok

Stop Merokok

Kalau kamu seorang perokok, coba untuk lepas dari kebiasaan buruk dan merusak kesehatan tersebut. Selain hidup jadi lebih sehat, kamu bisa memangkas pengeluaran kamu untuk dialokasikan ke tabungan atau keperluan lainnya.

Bawa Bekal dari Rumah

Bawa Bekal dari Rumah

Salah satu pengeluaran terbesar adalah jajan, demi memangkas pengeluaran kamu bisa menyiapkan bekal dari rumah. Tidak hanya lebih sehat karena terjamin kesehatannya, biaya yang kamu keluarkan juga lebih sedikit dan efisien.

Pangkas Pengeluaran

Pangkas Pengeluaran

Meski jumlah yang dikeluarkan tidak terlalu besar, kamu pasti sering membuat pengeluaran untuk hal yang seharusnya tidak perlu. Nah, kamu bisa memangkas uang tersebut untuk disimpan. Contohnya, makan-makan diluar bersama teman-teman, pergi liburan ke luar kota, atau membeli barang diskon yang sebenarnya tidak penting. Hal-hal semacam itulah yang harus dikurangi.

Jadi, kamu mau berhemat atau tetap boros dan menghamburkan uang dengan hal-hal yang tidak penting? Yuk berhemat untuk masa depan yang lebih baik.

Penulis: Muhammad Fajar Aditya

Cerita Pengalaman Buruk Sandiaga Saat Berbisnis dengan Pengusaha China

JAKARTA (JURNALISLAM.COM) – Mantan Cawapres, Sandiaga Uno memiliki pengalaman buruk berbisnis dan berinvestasi dengan pengusaha China. Pengalaman tersebut ia ceritakan dalam diskusi ‘Indonesia menanggapi Mega Proyek Cina One Belt One Road (OBOR)’ di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

“Saya pernah mengalami sewaktu membangun pembangkit listrik, awal-awalnya berjalan baik, senang-senang saja tapi ternyata begitu selesai dibangun, sewaktu pengoperasian, semua tenaga kerja didatangkan dari China. Bahkan tukang masaknya juga dari China,” ujar Sandiaga dilansir Republika.co.id, Kamis (8/8/2019).

Founder Rumah Siap Kerja ini berharap kejadian yang sama agar jangan sampai terulang. Menurutnya, Indonesia harus belajar dari kesalahan yang pernah dilakukannya.

“Kita jangan hanya jadi penonton, kita coba jadi pemain inti. Jangan juga jadi pemain cadangan, harus jadi pemain inti,” ujar mantan wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Ketika investasi tidak berhasil dijalankan, kata dia, dampaknya tentu tidak akan dirasakan oleh masyarakat. Menurut Sandiaga, hal itu sangat merugikan sekali.

Menurut pemilik PT Saratoga Investama Sedaya, jika sedari awal pemerintah tidak teliti, baik perencanaan dan eksekusinya akan menghadirkan suatu proyek investasi yang tidak optimal dan tidak berdampak strategis dan berjangka panjang bagi rakyat Indonesia.

Wakil Ketua Bidang UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini juga paham bahwa setiap investor pasti mencari keuntungan. Caranya dengan menekan biaya serendah-rendahnya, kemudian pergunakan kekuatan modal yang dimiliki untuk mendapat peluang yang terbaik untuk investor.

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara yang menerima investasi tersebut juga harus memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan cermat dan cerdas untuk memastikan agar jangan sampai ditekan. “Kita investasi bersama di sini, harus sama-sama untung investasinya,” ungkap Sandiaga.

Begini Kritik ‘Pedas’ Sejarawan JJ Rizal Menyoal Pemadaman Listrik

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Peristiwa pemadaman listrik pada 4 Agustus yang melanda sebagian besar pulau Jawa masih menuai kritik dari berbagai kalangan, sejarawan JJ Rizal salah satunya. Ia menilai, PT PLN selaku pihak yang bertanggung jawab tidak memikirkan masyarakat.

“Saya kaget lihat berita PLN menyatakan bagi para korban akibat pemadaman listrik untuk ikhlas. Saya pikir PLN ini institusi negara, pejabat negara, bukan pemuka agama,” katanya di dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne, dengan tema ‘Listrik Mati, PLN Dihujat’ Selasa (6/8/2019).

“Masa saya diajarin ikhlas. Kalau ikhlas ya saya pasti ikhlas lah. Tapi saya ingin dengar seorang pejabat negara bicara bertanggung jawab,” sambungnya.

Ia juga menyebut, pihak PLN tidak menyampaikan respon yang baik dan komunikatif terhadap masyarakat. Seperti, kata dia, menyalahkan pohon sengon dan layangan sebagai penyebab mati listrik tersebut.

“Jadi saya kaget ketika banyak orang jadi korban PLN bikin jawaban itu yang ajaib-ajaib,” ungkap pria bertopi itu.

Lebih dari itu, pria kelahiran Jakarta ini juga mengomentari sikap PLN yang sangat bertolak belakang apabila menemukan masyarakatnya yang memiliki kesalahan. Ia menceritakan sesaat terjadi kesalahan yang dituduhkan kepadanya sesaat membuka segel PLN dirumahnya, dan berakhir pembayaran denda sebesar 28 Juta rupiah.

“Jadi bayangkan ada dua hal yang menurut saya seperti bumi dengan langit. Waktu PLN membuat masalah PLN ya itu tidak seperti ketika PLN menemukan masyarakat punya salah,” kesal pria yang sudah kehilangan 43 ikan koi ini akibat listrik padam.

Lebih dari itu, ia menilai saat ini para pejabat termasuk PLN yang notabene Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak seperti para pendiri bangsa yang bertanggungjawab.

“Pemimpin hari ini di negara kita banyak, pejabatnya banyak, tapi pemimpin yang bertanggung jawab yang peduli, yang mengasihi itu (susah). Lebih gampang nyari kuntilanak daripada mencari orang yang kaya begitu,” pungkasnya.

Hikmah Berkurban: Sebuah Motivasi

JURNALISLAM.COM – Hari demi hari berlalu sejak hari raya Idul Fitri. Riuh pikuk hari raya umat Islam ini terus terjadi dari awal jaman kenabian. Tapi, bukan hanya hari raya Idul Fitri yang mesti dirayakan, ada satu lagi, yaitu hari raya Idul Adha.

Di dalam hari raya yang beberapa hari kedepan kita rayakan ini, terdapat suatu perintah yang wajib kamu lakukan jika mampu untuknya. Ya benar, ibadah kurban.

Sepertinya penulis tidak perlu panjang lebar menjelaskan tentang apa itu kurban. Namun demikian, kiranya perlu untuk mengetahui hikmah atau manfaat umat Islam untuk berkurban. Langsung saja, berikut beberapa hikmah yang penulis rangkum dari berbagai sumber.

Menempatkan cinta kepada Tuhan

Sejak diperintahkan, apa yang diminta dikorbankan adalah barang atau sesuatu yang sangat dicintai, yang menunjukkan bahwa Allah sedang menguji apakah seorang hamba itu benar dan sungguh-sungguh mencintai Allah diatas segalanya, mau mengorbankan apa saja untuk yang dicintainya, sekaligus menegaskan bahwa Allah adalah pemilik semuanya termasuk apa-apa yang ada dan dititipkan pada manusia.

Mendapatkan bekal taqwa

Manusia hidup di dunia harus mencari bekal taqwa untuk keselamatan di akhiratnya, dengan menjalankan perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya. Manusia yang bertaqwa akan tumbuh perasaannya bahwa ia adalah hamba dari Tuhannya. Berkurban merupakan bentuk ketaatan dan tunduk atas perintah Tuhan.

Meningkatkan kasih sayang

Tidak dipungkiri bahwa Kurban bermanfaat bagi sesama, menumbuhkan dan meningkatkan kasih sayang, utamanya antara yang kaya dan miskin, merekatkan hubungan yang renggang, wujud kebersamaan dan kerukunan, karena masyarakat saling bersilaturahim dan menyantap makan bersama.

Kebaikan di setiap helai bulu hewan

Setiap helai bulu hewan kurban akan dibalas satu kebaikan. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap satu helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan.” Lalu, sahabat bertanya, “Kalau bulubulunya?” Beliau menjawab, “Setiap helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Berkurban Merupakan Perbuatan Yang Sangat Disukai Oleh Allah

Mengapa Allah sangat menyukai hambanya yang sudah mampu dan mau melaksanakan ibadah kurban? Dengan berkurban kita akan menjadi hamba Allah yang tentunya semakin dekat kepada-Nya. Dari riwayat HR. Ibn Majah dan Tirmidzi, penjelasannya sebagai berikut:

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya kurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan kurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai kurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi)

Hewan kurban yang telah kita sembelih, nantinya akan menjadi kendaraan yang membantu kita di akhirat kelak.

Hikmah kurban Idul Adha sangatlah mendalam dengan makna yang terkandung dibaliknya bagi kehidupan para umat muslim. Karena di dalamnya terdapat kisah yang begitu berarti dan patut kita jadikan sebagai pelajaran yang amat berharga untuk menjalani kehidupan di masa yang akan datang.

Jika nilai-nilai ibadah kurban ini terus digali, diselami, dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, niscaya akan dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik. Wallahu a’lam. Yuk berkurban!

Penulis: Muhammad Fajar Aditya

Bukan Makan Ikan Asin, Ini Tips Positif ketika Listrik Padam

JURNALISLAM.COM – Sudah satu hari ini, sejak Minggu, 4 Agustus 2019 kemarin. Masyarakat Indonesia berduyun-duyun protes lagi kebingungan harus melakukan apa ketika PT PLN (Persero) menyatakan bahwa penyebab mati listrik di daerah Jakarta dan sekitarnya serta sebagian di Jawa Barat akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang.

Ada yang kesal, ada juga yang memilih untuk diam sampai waktu yang belum ditentukan sambil mengelus dada. Masalahnya, bukan hanya listrik yang padam, tetapi sinyal sejumlah provider internet juga padam yang menyebabkan kekesalan peselancar internet atau penggiat gawai ini.

Tidak perlu pusing apalagi bimbang dan berujung memakan ikan asin, ada beberapa hal yang mungkin kamu bisa lakukan dan bermanfaat untuk warga +62 yang budiman. Berikut tips ketika aliran listrik padam yang kami rangkum dari berbagai sumber:

Update Status dan Komplain ke PLN

Hal yang satu ini mungkin sudah sering Anda lihat atau Anda lakukan sendiri. Saat mengalami tragedy mati lampu, biasanya akan ramai status-status Twitter yang berisi keluhan atau omelan.  Biasanya status-status itu ngomel ke PLN atau curhat terselubung akibat mati lampu.

Terkadang bikin kita kasihan atau justru bikin tertawa. Ada juga yang ngomel ke PLN secara frontal di jejaring sosial. Sebenarnya ngomel di Twitter tidak akan menyelesaikan masalah apapun, tapi rasanya agak lega setelah ngomel.  Ada juga yang tidak sabaran dan menelepon pihak PLN, meski ini juga tidak membantu banyak, apalagi jika ada kerusakan jaringan listrik.

Baca Buku

Selama ini Anda mungkin lebih sibuk dengan gawai daripada membaca buku atau bahan bacaan lainnya. Saat listrik padam dan mungkin baterai gawai Anda sudah menipis, ada baiknya dimatikan atau disimpan saja agar bisa digunakan untuk keadaan darurat.

Kalau masih ada penerangan, sebaiknya manfaatkan waktu untuk membaca buku, majalah maupun bahan bacaan lain. Setidaknya wawasan Anda bisa bertambah dan waktu tak terbuang sia-sia.

Mengungsi

Mengungsi bukan hanya dilakukan saat terjadi bencana alam, tapi juga saat mati listrik. Kalau Anda sendirian di rumah dan tidak tahu mau melakukan apa, ada baiknya mengungsi saja.

Biasanya lampu padam di daerah tertentu, daerah lain ada yang tidak mengalami mati lampu. Jika Anda punya keluarga atau teman yang tinggal di daerah menyala, Anda bisa mengungsi di sana sementara waktu.

Kalau terjadi pemadaman total seperti sekarang ini, tak ada salahnya juga mengungsi ke rumah keluarga atau teman yang juga terkena mati lampu. Setidaknya Anda punya teman saat hati sedang kesal.

Makan di Warung Kaki Lima

Kalau perut terasa lapar dan tak ada makanan di tempat tinggal kita, sebaiknya makan di warung kaki lima saja. Ada sensasi tersendiri saat Anda kabur ke warung kaki lima ketika mati lampu. Saat makanan tersaji di depan mata, dengan cahaya lilin, berasa candle light dinner.

Kalau Anda makan dengan teman-teman, suasananya pasti bakal lebih seru. Selain itu, kita masih bisa menikmati angin sepoi-sepoi daripada berkutat di dalam rumah yang terasa gerah karena tak bisa menyalakan AC maupun kipas angin.

Perlengkapan darurat

Founder American Preppers Network, Tom Martin menyarankan beberapa barang yang harus dipersiapkan untuk mengatasi pemadaman listrik dalam waktu panjang.

Persiapkan perlengkapan darurat, seperti air. Setidaknya setiap orang memerlukan satu galon yang bisa dipakai selama tiga hari.

Persiapkan cadangan air lebih jika kamu memiliki binatang peliharaan.

Hal lainnya yang harus disiapkan adalah cadangan makan tiga hari yang tidak mudah rusak, serta perlengkapan seperti alat pembuka kaleng, senter, serta baterai ekstra termasuk untuk ponsel.

Namun, sebelum mempersiapkannya, pasang telinga pada arahan pemerintah.

Jika pemadaman listrik diakibatkan oleh bencana alam atau peristiwa lainnya, maka mungkin kamu butuh evakuasi.

Perhatikan makanan di kulkas

Departemen Pertanian Amerika Serikat mengatakan, makanan dalam kulkas akan tetap dalam kondisi aman dan dingin selama beberapa jam, jika pintunya tidak dibuka dan full freezer akan menjaga temperatur sekitar 48 jam, selama pintunya tetap tertutup.

Selain itu, jangan hanya melihat tampilan luar makanan untuk mengetahui apakah makanan tersebut masih aman. Namun, jangan pula mencicipinya terlebih dahulu.

Ambil termometer di kulkas dan freezer.

Idealnya, angka yang kamu lihat adalah empat derajat Celcius ke bawah untuk kulkas atau -17 derajat Celcius ke bawah untuk freezer.

Jika masih ragu, ambil makanan satu persatu dan ukur suhunya menggunakan pengukur suhu makanan.

Menurut Martin, kita bisa menjaga makanan tetap dingin dengan membalut kulkas atau freezer dengan sleeping bag.

Jangan buka kecuali saat diperlukan. Namun jika sudah terlalu lama, kamu bisa segera memasak makanan yang ada di dalamnya.

Sediakan pasokan penerangan

Ketika listrik mati, kita tentu membutuhkan penerangan.

Martin menyarankan kita untuk memasok beberapa lilin atau lampu LED agar lebih praktis.

Jika menyediakan lampu LED, pastikan kamu mempunyai cadangan baterai dan tahu di mana menyimpannya.

Tetap adem tanpa AC

Di beberapa wilayah dengan suhu panas tentu sangat membutuhkan pendingin ruangan (AC).

Pemadaman listrik dalam waktu panjang tentunya akan membuat kita tidak nyaman.

Sediakan kipas angin tenaga baterai untuk digunakan pada saat darurat.

Mungkin anginnya tidak akan sedingin AC, namun bisa cukup membantu di masa darurat.

Selain itu, tetaplah berada di tempat rendah.

Kita bisa mengikuti cara anjing menjaga suhu tubuhnya tetap terjaga ketika suhu meninggi, dengan cara tetap berada di bawah menempel pada permukaan bumi.

Misalnya, jika di lokasimu ada ruang bawah tanah, kamu bisa menuju ke sana untuk menjaga tubuh tetap dingin.

Menyibukkan diri

Ketika listrik padam, kita perlu menjaga pikiran tetap sibuk. Jika bosan dan cemas, cobalah bermain kartu, papan permainan, atau membaca buku jika memungkinkan.

“Apa pun yang membuatmu senang,” kata Martin.

Selain itu, tentu tidak ada di antara kita yang ingin ponselnya mati total, karena kehabisan daya.

Jadi, pastikan kamu menghemat dayanya dan menggunakan ponsel hanya saat diperlukan.

Tidur

Anda yang sering lembur malam untuk menyelesaikan tugas kantor atau tugas kuliah, inilah waktu yang tepat untuk tidur lebih awal. Mati lampu bisa jadi alasan untuk memanjakan tubuh dengan istirahat dan tidur.

Karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan, dan dengar kabar dari PLN kalau mati lampu ini akan berlangsung semalam suntuk, ya sudah tidur saja. Mungkin dengan tidur, Anda bisa menikmati kembali sensasi tidur sebelum tengah malam.

Akan lebih bagus jika ada suara-suara jangkrik pengantar tidur. Setidaknya bisa mengulang masa-masa ketenangan di masa kecil sebelum ada gawai dan laptop.

Mendekatkan diri kepada Pencipta

Tidak dipungkiri, semakin majunya teknologi akan berdampak menjauhnya seseorang dari nilai-nilai agama. Maka dari itu, dengan kondisi aliran listrik yang padam, dapat menjadi momentum untuk Anda mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Anda bisa melakukan dzikir, berdoa, dan kegiatan agama lainnya yang itu dapat mendekatkan diri kepada ilahi Robbi, meskipun nanti saat aliran listrik menyala Anda mungkin akan kembali sibuk dengan gadget dan lainnya.

Jadi, jika nanti ada pemadaman listrik, kamu mau pilih untuk ngapain nih? Baca buku, tidur, atau yang lain? Yang penting jangan makan ikan asin yah, karena tidak ada disusunan tips diatas.

Penulis: Muhammad Fajar Aditya

Tumbuhkan Mental Anak, Pesma Salman Al-Farizi Gelar Kegiatan Ini

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Mahasiswa (Pesma) Salman Al-Farisi mengadakan kegiatan pesantren kilat untuk anak usia SD selama lima hari. Acara yang berlangsung dari tanggal 14 sampai 20 Juni 2019 ini untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak.

“Program ini untuk membantu orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di pesantren tahfizh. Supaya mereka memiliki adaptasi dini juga sekaligus mengisi waktu liburan sekolah,” kata Direktur Pesma Salman Al-Farisi, Ustaz Amin Mukhlas di lokasi, Kamis (20/6/2019).

Mukhlas mengatakan,
Santri Mandiri Camp ini diikuti oleh 66 anak termasuk anak yatim dengan perincian 35 putra dan 31 putri. “Peserta dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jombang, Malang, Boyolali, Solo,” paparnya.

Penyerahan sertifikat kepada peserta.

Lebih dari itu, ia menjelaskan panitia menyediakan tempat terpisah yang representatif bagi santri putra dan putri.

Selama kegiatan tersebut, santri dibiasakan mengikuti jadwal pesantren tahfizh seperti salat berjamaah, menghafal, tahsin dan murajaah. Tahfizh dan tahsin sendiri dibimbing oleh murid-murid Syeikh Abdul Karim dengan pengenalan bacaan bersanad.

Selain itu, para santri juga berkesempatan bertemu dengan ananda Hamzah Hafiz Indonesia 2018. Belajar bagaimana caranya menghafal, berbagi pengalaman dan berkenalan.

Selain tahfizh, santri juga belajar bahasa arab serta kemandirian seperti mencuci baju, dan kebersihan. Diselingi kegiatan yang bersifat permainan, dan berenang.

Daniel salah satu peserta mengaku senang dengan kegiatan ini. Sebab, kegiatan positif ini dinilai menyenangkan.

“Ternyata di pondok itu menyenangkan, menghafal juga senang karena banyak teman,” ujarnya.