Fatwa Zakat Fitrah Imam Asy-Syafi’i

JURNALISLAM.COM – Tidak terasa, hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah akan segera datang. Sebelum meninggalkan bulan suci ini, ada perintah yang harus tinuaikan, zakat fitrah.

Menyoal zakat fitrah ini ada berbagai macam penjelasan dan fatwa terkait ini, salah satunya dari Imam Asy-Syafi’i. Ulama yang dilahirkan pada tahun 150 Hijriah ini mengatakan, zakat fitrah merupakan suatu kewajiban baik lelaki maupun perempuan dari kaum muslimin berupa satu sha’ makanan pokok kepada golongan yang berhak (mustahiq) menerima zakat mal (harta).

Sebagaimana dalam firman Allah: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan. (Q.S At-Taubah (9) : (60).

Di dalam buku Fatwa-fatwa Imam Asy-Syafi’i karya Asmaji Muchtar, Imam Asy-Syafi’i memperinci terkait permasalahan zakat fitrah ini. Yang pertama menyoal siapa saja yang harus membayar zakat fitrah.

Asy-Syafi’i mengatakan, seseorang wajib membayar zakat fitrah untuk orang yang harus dinafkahinya, baik itu anak kecil, orang tua, orang lumpuh yang miskin, ayah dan ibu yang lumpuh dan miskin, istri, maupun pembantu istri.

Jika istri mempunyai pembantu lebih dari satu, hanya satu pembantu yang dizakatkan. Pembantu lain adalah kewajiban istri, demikian juga budak yang dimiliki istri.

Imam Asy-Syafi’i melanjutkan, jika seseorang mempunyai anak atau tanggung jawab baru pada akhir Ramadhan sebelum matahari tenggelam, ia harus mengeluarkan zakat untuk mereka. Meskipun anak itu kemudian meninggal malam itu juga, ia tetap harus mengeluarkan zakat fitrah.

Akan tetapi, jika anak itu menjadi tanggung jawabnya setelah matahari tenggelam pada akhir Ramadhan, ia tidak harus mengeluarkan zakat fitrah untuk tahun itu. Zakat fitrahnya tidak harus ia berikan, seperti hanya ia mempunyai harta yang belum tiba haul-nya.

Selain itu, orang gila dan anak kecil, zakat fitrahnya menjadi tanggungan walinya. Dengan demikian, wali harus mengeluarkan zakat fitrah untuk orang gila atau anak kecil tersebut. Sementara itu, orang yang sehat akalnya harus mengeluarkan zakat fitrahnya sendiri.

Dilanjutkannya, jika seseorang memasuki bulan Syawal lalu memiliki makanan yang cukup bagi diri sendiri dan orang yang menjadi tanggung jawabnya, sementara makanan itu cukup untuk dijadikan zakat fitrah bagi diri sendiri dan orang yang menjadi tanggung jawabnya; ia harus mengeluarkan zakat fitrah bagi dirinya sendiri dan orang yang menjadi tanggung jawabnya.

Jika makanan itu hanya cukup untuk zakat fitrah sebagian orang yang menjadi tanggung jawabnya, ia harus mengeluarkannya. Jika makanan itu hanya cukup dimakan dirinya sendiri dan orang yang menjadi tanggung jawabnya, ia tidak wajib mengeluarkannya, baik untuk diri sendiri maupun untuk mereka.

Orang yang tidak mempunyai apa-apa dan tidak mempunyai makanan untuk dijadikan zakat fitrah, ia tidak harus meminjam demi membayar zakat fitrah.

Imam Asy-Syafi’i juga menegaskan, Wali anak kecil atau orang gila berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah mereka di samping orang yang berada dalam tanggung jawabnya.

Jika seseorang hidup pada akhir Ramadhan lalu mempunyai makanan pokok yang cukup untuknya, untuk orang-orang yang harus ia nafkahi, dan untuk zakat fitrah orang-orang yang harus dinafkahinya; ia harus mengeluarkan zakat untuk dirinya dan mereka.

Jika ia hanya mempunyai makanan pokok yang cukup untuk diri sendiri dan orang-orang yang harus dinafkahi sekaligus cukup untuk zakat fitrah dirinya dan mereka; ia harus mengeluarkannya.

Perkataan lain, jika pada malam tersebut seseorang mempunyai makanan pokok yang cukup untuk dirinya dan orang yang dinafkahinya, tetapi tidak cukup untuk zakat fitrahnya apalagi untuk orang yang dinafkahinya; ia tidak harus mengeluarkan zakat fitrah.

Sementara itu, jika salah seorang dari orang yang dinafkahinya mempunyai makanan pokok yang lebih, orang tersebut harus mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri, sebab ia belum dizakatkan oleh walinya.

Yang kedua tentang ukuran dan jenis makanan zakat fitrah

Seperti yang sudah banyak dipahami oleh masyarakat Indonesia yang menjadikan sosok Imam Asy-Syafi’i sebagai salah satu Imam Mahzab panutan, zakat fitrah memang dikeluarkan sebesar 1 sha’ atau sekitar 2.5 kg.

Makanan yang harus dijadikan zakat fitrah adalah makanan yang paling sering dimakan oleh orang (beras jika di Indonesia).

Putra dari pasangan Idris bin Abbas dan Fatimah binti Abdullah ini menjelaskan zakat fitrah penduduk desa dan kota sama saja, sebab Nabi tidak pernah membedakannya.

Ia juga mengatakan, zakat fitrah yang dikeluarkan berupa makanan pokok yang bagus dan tidak rusak. Meskipun demikian, ia boleh mengeluarkan zakat fitrah dengan makanan yang sudah lama asalkan belum rusak.

Poin lain dari penjelasan zakat

Jika seseorang mempersiapkan makanan untuk zakat fitrah kemudian makanan tersebut hilang dan ia termasuk orang yang mampu mengeluarkan zakat fitrah, ia harus menggantinya.

Seseorang boleh membagikan zakatnya kepada kaum kerabatnya, asalkan mereka termasuk orang yang berhak menerima zakat.

Terlebih lagi menurut ia, hal itu lebih baik daripada dibagikan kepada orang yang tidak hubungan kerabat dan tidak termasuk orang yang harus dinafkahinya.

Selain itu, poin lain tentang orang yang tidak mampu melakukan zakat fitrah. Jika seseorang tidak mampu mengeluarkan zakat fitrah ketika hilal Syawal tampak lalu sehari sesudahnya ia mampu, ia tidak perlu mengeluarkannya. Akan tetapi menurut Asy-Syafi’i lebih baik ia mengeluarkan zakat fitrah jika memperolehnya.

Jika seseorang tidak mempunyai apa pun, baik uang maupun makanan pada hari tersebut, ia tidak perlu meminjam kepada orang lain untuk membayar zakat fitrah.

Demikian sedikit banyak penjelasan zakat fitrah dari Imam panutan umat Islam mayoritas di Indonesia. Semoga apa yang ia jelaskan dapat diterapkan secara maksimal oleh negara dengan umat Islam paling banyak di dunia ini.

Sumber: Fatwa-fatwa Imam Asy-Syafi’i -Masalah Ibadah-, Dr. Asmaji Muchtar.

Catat! Ahli Gizi Ini Sebut 3 Kue Nastar sama dengan Sepiring Nasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ahli gizi dr Tirta Prawita Sari menyebut mengkonsumsi tiga nastar sama dengan sepiring nasi. Sebab, kudapan khas hari raya ini mempunyai kalori yang cukup tinggi.

“Nastar ada bermacam-macam tergantung bahan yang dipakai, tapi tiga nastar itu kurang lebih 120 sampai 140 kalori. Punya kalori yang sama dengan sepiring nasi,” ujar Tirta saat dihubungi di Jakarta, Selasa (28/5/2019), dilansir Republika.co.id.

Tirta menjelaskan kandungan gizi kue kering yang dibuat dari tepung, gula, telur, dan mentega berupa karbohidrat dengan sedikit protein dan lemak. Zat gizi lainnya seperti vitamin dan mineral, menurut dia, tidak terlalu banyak ditemukan pada kue kering.

“Problem kue kering terbuat dari gula dan tepung, kebanyakan tepung putih yang sudah tidak ada serat. Jadi, kue kering itu makanan kecil, tapi bicara zat gizi banyak kalori,” kata Tirta.

Tirta juga mengatakan terlalu banyak makan nastar juga dapat memicu naikknya kolesterol. “Bisa kolesterol karena menggunakan banyak mentega, banyak butter, yang mengandung lemak. Pemanasan transfat dapat memengaruhi kadar kolesterol,” ujar Tirta.

Oleh sebab itu, Tirta menyarankan untuk memperlakukan kue kering sebagai makanan pendamping, layaknya permen. “Kalau bisa dihindari lebih baik dihindari. Kalau memang mau makan disesuaikan dengan kalori lainnya yang telah dikonsumsi,” kata Tirta.

Sebagai perbandingan, sebutir kue putri salju dengan berat sekitar enam gram mengandung kalori sekitar 22,5 kalori, sementara kue lidah kucing dengan berat 4 gram memiliki kandungan sekitar 18 kalori.

Kue kering lain yang menjadi favorit saat Lebaran adalah kaastengels atau kue keju. Dalam satu kaastengels dengan berat 5 gram memiliki kandungan 20,3 kalori.

Penganan khas Lebaran yang renyah lainnya seperti rengginang memiliki kandungan kalori lebih sedikit yaitu 12 kalori.

Untuk menghindari kenaikan berat badan, ia mengatakan menyeimbangkan kalori yang dikonsumsi dengan kegiatan yang dilakukan sangat disarankan.

Olahraga lompat tali selama satu jam dapat membakar energi sebanyak 735 kalori, sedangkan untuk olahraga berjalan cepat selama satu jam membakar energi sebanyak 368 kalori.

Sumber: Republika.co.id

Mengenang Kembali Pesan Cinta Ustaz Arifin untuk Para Peserta Aksi 212

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Waktu itu almarhum Ustaz Arifin Ilham, Pemimpin Majelis Ta’lim Az Zikra, mengimbau agar umat Islam menghadiri aksi super damai yang akan digelar di Monas, Jakarta pada Jumat (2/12/2016).

Berikut imbauan lengkap Ustaz Arifin Ilham untuk peserta Aksi 212 dari laman Facebooknya.

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah Aksi Super Damai di Monas.

Damai para peserta aksinya, pakaian putih, berwudhu, membawa sajadah.

Damai tempatnya di Monas, nyaman untuk menyimak.

Damai waktunya dari 07.30 – shalat Jumat.

Damai suasananya, sejuk, bersih, santun dan beradab.

Damai tawshiyahnya, yang membuat cinta pada Kalam-Nya, bukan orasi yg cenderung kasar dan menghujat.

Damai juru dakwahnya, dengn bahasa penuh hikmah menyentuh dan menyadarkan tetapi juga membangkitkan selera taat.

Damai susunan acara, dimulai tawshiyah, zikir, doa dan shalat Jumat.

Damai dengan aparat di lapangan bahkan bersama TNI POLRI untuk menjaga dari provokasi.

Damai ending-nya, pulang dengan tertib, aman dan selamat.

Damai hasilnya menjadi buah bibir, “betapa indahnya ajaran Islam itu”, “betapa mulianya akhlak umat Islam itu”, “jutaan umat turun aksi bisa damai, hebat!”.

Ayooo sahabatku, keluargaku, mari kita hadiri, banjiri Aksi Super Damai ini dengan niat semata mata lilaahi demi membela Alquran-Nya dan keutuhan NKRI tercinta.

“Ingat sahabatku! Hari ini kita bela Alquran, nanti di alam kubur Alquran menjadi penerang kita. Hari ini kita bela Alquran, kelak di akhirat Alquran pembela kita”.

Allahumma ya Allah, berkahi harakah dakwah kami, selamat kaum Muslimin Muslimat, terutama saudara-saudara kami yg tertindas, dan berkahilah negeri kami tercinta Indonesia…aamiin.

Sebelumnya, Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia pada Rabu (22/5). Kabar meninggalnya Ustaz Arifin disampaikan putranya, Alvin lewat akun Instagramnya @alvin_411 dan melalui pesan singkat KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Pimpinan Ponpes Az-zikra itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit GlenEagle Penang, Malaysia.

Begini Pesan Ustaz Arifin Ilham yang Selalu Diingat Jamaah

BOGOR (Jurnalislam.com) – Gilman Heryanto (63), pria yang rajin menghadiri pengajian Ustaz Arifin Ilham di Masjid Az-Zikra di Sentul Bogor. Selama menghadiri pengajian itu, ada satu pesan yang selalu ia ingat.

Ustaz Arifin Ilham menyampaikan kepada para jamaah dalam ceramahnya agar selalu berzikir meski berada dalam situasi sulit sekalipun.

“Jauhi larangan Allah SWT. Jangan lupa berzikir dalam menghadapi situasi apapun itu. Ketika hati tenang melalui zikir, maka Allah akan dekat dengan kita,” kata pria paruh baya ini, di Masjid Az-Zikra Gunung Sindur, Bogor, Kamis (23/5/2019) dilansir Republika.co.id

Bagi Gilman, Ustaz Arifin Ilham adalah sosok guru dan teladan. Kehidupannya pun terbilang sederhana dan semasa hidupnya sudah me-mualaf-kan banyak orang di Masjid Az-Zikra.

“Sehingga saya merasa haru, terdorong untuk mengajak orang-orang ke jalan lurus. Saya haru dengan kepergian beliau. Sejak beliau dioperasi di Penang (Malaysia) saya selalu memantau, bahkan sampai sekarang. Bahkan kalau bisa, saya ingin ikut memanggul (jenazahnya),” ujar pensiunan karyawan swasta ini.

Gilman dalam sebulan selalu menghadiri ceramah Ustaz Arifin Ilham, meski usianya tak lagi muda. Menurut dia, ada kenyamanan tersendiri saat mendengar ceramah Ustaz Arifin Ilham.

Selain itu, sejumlah warga sekitar turut berdatangan ke Pondok Pesantren Az-Zikra di Gunung Sindur, Bogor. Mereka bermaksud menyolati sekaligus mengiringi pemakaman Ustaz Arifin Ilham di area ponpes.

Salah seorang pemuda setempat, Muhamad Rizki Afandi mengatakan kehadiran Ponpes Az-Zikra yang didirikan Arifin Ilham di kampungnya, Cibadung, membawa perubahan yang luar biasa bagi masyarakat.

Dia dan kawan-kawan menjadi mudah memelajari ilmu agama sejak adanya ponpes.

“Kalau malam-malam bingung mau ngapain, kita akhirnya datang aja ke ponpes. Jadi membuat kita belajar agama, yang dari enggak tahu menjadi menjadi tahu. Kita juga jadi bisa ngaji bareng, enak ada gurunya juga,” katanya.

Sebelumnya, Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia pada Rabu (22/5). Kabar meninggalnya Ustaz Arifin disampaikan putranya, Alvin lewat akun Instagramnya @alvin_411 dan melalui pesan singkat KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Pimpinan Ponpes Az-zikra itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit GlenEagle Penang, Malaysia.

Ustaz Arifin Ilham sempat dilarikan ke ICU sejak kemarin. Arifin menjalani perawatan akibat penyakit kanker nasofaring dan getah benting stadium 4A. Kanker jenis nasofaring ini menyerang bagian rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Sumber Republika.co.id

Selamat Jalan Ustaz Arifin Ilham

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar duka datang dari keluarga ustaz Arifin Ilham. Da’i sejuta umat itu meninggal dunia malam ini.

Kabar itu disampaikan oleh ustaz Abdullah Gymnastiar atau yang karib disapa Aa Gym melalui pesan singkat. Pengasuh majelis Azzikra, Bogor itu meninggal di usia 49 tahun.

“Innaalillahi wainnaa ilaihi roji’un. telah wafat guru, sahabat kita ustad Arifin Ilham,” kata Aa Gym dalam pesan singkat pukul 22.50 WIB Rabu (22/5/2019) dilansir Detik.

Arifin meninggal dunia pukul 23.20 waktu Penang, Malaysia.

“Semoga beliau berbahagia berjumpa dengan Alloh yang amat dicintai dan dirindukannya. Selamat jalan wahai mujahid Allohummagfirlahu Warhamhuu Wa’afiih Wa’fuanhuu,” ungkap Aa Gym.

Massa Aksi 215 Masih bertahan, Minta Kawan Mereka Dibebaskan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa aksi 215 unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu masih bertahan hingga saat ini, Rabu (22/5/2019) tepat pukul 00.00 wib.

Mediasi antara Kapolres Jakpus, Kombes Harry Kurniawan dan perwakilan massa dilakukan berkali-kali tetapi massa tak bergeming.

Dalam mediasi tersebut massa yang bertahan meminta aparat untuk membebaskan kawan-kawan mereka yang ditahan.

Harry menjamin semua yang ditahan dalam kondisi baik. Adapun yang terluka sudah dibawa ke Rumah Sakit.

“Saya jaminannya, yang penting sekarang bubar dulu, kalo kaya gini gak selesai-selesai,” kata Harry kepada awak media.

Aparat Kepolisian berusaha membubarkan massa aksi

Senada dengan itu, perwakilan massa Habib Fadli Alaydrus juga meminta massa untuk segera membubarkan diri.

“Tadi Pak Kapolres sudah bilang semuanya terkendali. Ini yang terluka mau dibawa ke rumah sakit,”

Hingga saat ini massa masih terkonsentrasi di Jalan wahid Hasyim. Melalui pengeras suara Polisi terus meminta massa membubarkan diri.

“Silahkan membubarkan diri, sudah pagi, besok kita puasa,” ujarnya.

Reporter: Ally M Abduh

Polisi Bubarkan Massa Aksi yang Masih Bertahan di Depan Kantor Bawaslu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aparat Kepolisian dari Brimob membubarkan massa aksi yang masih bertahan di depan Kantor Bawaslu, Selasa (21/5/2019).

Pantauan Jurnalislam.com di lapangan, ratusan massa aksi yang telah membubarkan diri pada pukul 20.00 nampak kembali berkumpul di depan Kantor Bawaslu.

Kerumunan mulai nampak sejak pukul 22.00 hingga akhirnya aparat membubarkan mereka satu jam kemudian.

Aparat yang bergerak dari dua arah menekan massa aksi untuk membubarkan diri. Massa akhirnya bubar, Sebagian besar bergerak ke arah Tanah Abang.

“Kebanyakan mereka pada ke arah tanah abang,” kata warga sekitar.

Sebelumnya, koordinator aksi dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Munarman membubarkan massa pada pukul 20.00. Munarman mengatakan, aksi sudah selesai.

“Aksi sudah selesai, silahkan membubarkan diri,” kata Munarman.

Munarman juga sempat mendatangi komandan petugas dan memberitahukan bahwa massa GNKR sudah bubar. Ia menegaskan, pihaknya tidak bertanggungjawab jika setelah ini ada kerumunan massa lagi.

Setelah massa membubarkan diri, ribuan aparat keamanan dari Brimob nampak menyanyikan yel-yel komando.

Sampai berita ini diturunkan, kondisi depan kantor Bawaslu berangsur normal. Sudah tidak ada lagi kerumunan massa dan arus lalu lintas kembali dibuka.

Namun aparat keamanan masih beraga di sekitar lokasi.

Reporter: Ally Muhammad Abduh

Polisi Minta Massa Aksi di Bawaslu Pulang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pukul 21.00, polisi meminta massa aksi di depan kantor Bawaslu untuk membubarkan diri. Permintaan itu dilontarkan melalui pengeras suara yang berada di mobil water canon.

“Tolong peserta aksi pulang, lalin mau kita buka,” kata polisi melalui pengeras suara, Selasa (21/5/2019).

Selain massa, polisi juga meminta teman-teman wartawan tidak berada di tengah Jalan MH. Thamrin.

“Teman-teman wartawan tolong jangan di tengah jalan. Biar lalin bisa segera kami buka,” ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, polisi dengan senjata berisi peluru gas air mata dan mobil water canon masih berada di perempatan Sarinah, Jakarta.

Ribuan Massa Aksi di Bawaslu Mundur, Munarman: Simpan Energi untuk Kembali Esok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Massa aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI akhirnya membubarkan diri.

Ribuan massa di depan kantor Bawaslu membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB.

Terlihat tokoh FPI Munarman mengambilalih komando untuk membubarkan massa.

“Bubar, aksi sudah selesai. Komando ulama memerintahkan kita untuk membubarkan diri,” kata Munarman kepada massa.

Dipandu mobil komando, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

“Ayo simpan energi untuk besok, besok kita kembali lagi. Ini baru pemanasan,” kata salah seorang orator dari mobil komando.

Reporter: Ally M Abduh

KPU Divonis ‘Salah’ oleh Bawaslu, Ini Tanggapan Sandiaga Uno

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, ikut menanggapi putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyebut KPU ‘bersalah’. Ia menilai, pelanggaran tata cara dan prosedur penginputan data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) ini sesuai dengan pernyataan Prabowo.

“Pak Prabowo menyatakan beliau akan menolak hasil pemilu yang curang, hasil pemilu yang masih perlu banyak sekali kita koreksi, kita revisi. Hari ini terbukti Bawaslu sepakat dengan apa yang kami sampaikan, bahwa sistem perhitungan melanggar aturan,” kata Sandiaga dilansir Republika, Kamis (16/5/2019).

Konglomerat ini mengatakan, temuan tersebut telah disampaikan kepada KPU untuk dapat segera diperbaiki. Sehingga, ia berharap keinginan seluruh rakyat Indonesia atas Pemilu yang jujur dan adil terwujud nyata.

“Dan ini yang sudah kami sampaikan, masih ada waktu bagi KPU, bagi penyelenggara pemilu untuk memperbaiki, mengoreksi. Kita ingin Pemilu yang jujur dan adil,” ungkap Sandi.

Eks wakil gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, pilpres 2019 kini bukan lagi menyangkut tentang menang atau kalah, tetapi tentang menegakkan pilar demokrasi bangsa. Ia meyakini bahwa masyarakat juga menginginkan pemilu yang adil dan jujur.

“Karena bukan lagi tentang menang-kalah, saya menyampaikan apa yang Pak Prabowo sampaikan, bahwa ini tentang bagaimana menegakkan martabat bangsa. Jadi, itu yang menjadi harapan kita ke depan, insya Allah pemilu kita akan lebih baik ke depan,” harapnya.

Sebelumnya, Bawaslu memutuskan, bahwa KPU secara sah bersalah melanggar tata cara dan prosedur penginputan data di Situng. Bawaslu memerintahkan KPU untuk memperbaiki tata cara dan prosedur dalam menginput data Situng.

“Menyatakan KPU terbukti secara sah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng,” ujar Ketua Bawaslu Abhan di ruang sidang Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Bawaslu juga berkesimpulan, keberadaan Situng hendaknya dipertahankan. Situng digunakan sebagai instrumen yang digunakan KPU dalam menjamin keterbukaan dan akses informasi dalam penyelanggaran pemilu bagi masyarakat.

Sumber: Republika.co.id