CIA Buka Akun Twiiter

JAKARTA (Jurnalislam.com) – CIA akhirnya membuat akun twitter yang diumumkan pada hari Jumat (6/6/2014). Akun ini telah diverifikasi keabsahannya oleh pihak twitter. Tanda verifikasi yaitu sebuah simbol checklist di dekat nama akun. 

Kicauan pertama akun @CIA ini sebuah kelakar, "We can neither confirm nor deny that this is our first tweet," tulis @CIA pada 6 Juni 2014 yang dikutip detikcom, Minggu (8/6/2014).

Twit ini mendapat banyak perhatian para pengguna twitter. Hingga Minggu (8/6) pukul 02.00 WIB dini hari, kicauan itu telah di-retweet sebanyak 237.680 kali. Follower akun ini telah mencapai 449.127 ribu. Hanya ada 25 akun yang di-follow oleh akun ini, dua di antaranya adalah akun milik NASA dan FBI.

Kicauan kedua diposting sekitar tujuh jam setelahnya. Dalam kicauannya, CIA berjanji akan berbagi informasi dengan followernya, namun tentu saja bukan informasi rahasia.

"Thank you for the @Twitter welcome! We look forward to sharing great #unclassified content with you," demikian kicauan kedua CIA.

Selain twitter, CIA juga telah merilis akun resminya di Facebook, Youtube dan Flickr. [amaif/detik/BBC]

Almanar Cirebon Geledah 2 Rumah Produsen Miras Oplosan

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (ALMANAR) Wilayah III Cirebon menggeledah 2 rumah produsen minuman keras (miras) oplosan di daerah Palimanan dan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Sabtu (7/6/2014) siang tadi.

Ibadah amar ma’ruf nahi munkar yang dipimpin oleh Ustadz Andi Mulya itu mentargetkan 2 rumah di kabupaten Cirebon yang dicurigai menjadi produsen minuman keras oplosan. Di rumah pertama milik Bapak Ade Subakti di Desa Cilukrak RT 02 RW 01 Kecamatan Gempol Blok Taman Palimanan, laskar ALMANAR berhasil mengamankan 46 buntel ginseng, 3 buntel (15 liter alcohol asli), 3 botol pewarna, 3 extrajoss, 3 botol pewarna. Di target kedua di Desa Karangmulya RT 01 RW 02 Blok Karanganyar Kecamatan Plumbon, di rumah milik Ibu Mira laskar juga berhasil menyita 36 drijen besar Tuak, 25 liter Ciu dan 36 botol miras.

Sebelum meninggalkan lokasi, Ustadz Andi Mulya memberikan tausyiah singkat kepada pemilik rumah agar mereka bertaubat. 

“Kalau kemunkaran dibiarkan merajalela, maka akan mengundang azab Allah. Hendaklah kalian bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha, takutlah kalian akan azab Allah,” tegas Ustadz Andi.

Beliau menjelaskan kepada mereka bahwa aksi tersebut bukan sweeping atau razia, akan tetapi ibadah nahi munkar yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Reporter : Abu Usamah | Editor : Amaif

 

Pengadilan Mesir Memvonis Mati 10 Pemimpin Ikhwanul Muslimin

MESIR (jurnalislam.com) – Pengadilan Mesir pada hari Sabtu (07/06/2014) mengajukan sepuluh pemimpin Ikhwanul Muslimin kepada mufti agung Mesir atas tuduhan memprovokasi kekerasan. Mufti agung adalah otoritas keagamaan tertinggi di negara itu yang akan mempertimbangkan kemungkinan hukuman mati terhadap mereka.

Sejumlah 48 terdakwa, salah satunya adalah Pembina Agung Ikhwanul Mohamed Badie, diadili atas tuduhan menghasut kekerasan di provinsi Qalioubiya tahun lalu.

Para terdakwa menghadapi tuduhan memblokade jalan, memprovokasi dan menyerang pasukan keamanan pada tanggal 22 Juli – sekitar tiga minggu setelah penggulingan presiden terpilih Mohamed Morsi oleh militer.

Pemimpin senior Ikhwanul Abdel-Rahman al-Bar, yang dikenal sebagai mufti Ikhwanul termasuk di antara terdakwa yang diajukan kepada mufti. Mereka semua diadili secara in absentia.

Pengadilan yang sama juga menetapkan 5 Juli sebagai tanggal untuk mengeluarkan putusan akhir dalam kasus ini, kata sumber peradilan.

Di antara para pemimpin Ikhwanul lainnya yang juga dituntut dalam kasus yang sama adalah pemimpin senior Ikhwanul Mohamed al-Beltagi, mantan menteri pemuda Osama Yassin, dan mantan menteri pasokan Bassem Ouda.

Anggota Ikhwanul Muslimin telah menjadi sasaran kekerasan sejak penggulingan Morsi oleh militer pada bulan Juli tahun lalu.

Pemerintah sementara yang didukung militer akhir tahun lalu menyebut Ikhwan sebagai organisasi teroris.

Ribuan anggota Ikhwanul telah ditangkap atas tuduhan memprovokasi dan bergabung dengan kelompok militant .

Para terdakwa menyangkal tuduhan itu, dan menyebutnya bahwa tuduhan itu "bermotif politik". [ded412/world bulletin]

 

Militer Pakistan Mengumumkan Gencatan Senjata di Waziristan Utara Dengan Taliban

PAKISTAN (jurnalislam.com) – Setelah selama seminggu melancarkan serangan udara di wilayah konflik Waziristan Utara, tentara Pakistan pada hari Jumat (06/06/2014) mengumumkan bahwa operasi militer akan melakukan gencatan senjata selama 15 hari untuk memberikan Ketua suku kesempatan "melakukan pemulihan."

Kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata tersebut pada sebuah pertemuan antara Jirga (majelis), yang terdiri dari para pemimpin suku Waziristan Utara serta komandan komando tentara barat laut, Letnan Jendral Khalid Rabbani, di Peshawar, ibukota provinsi Khyber Pkahtunkhawa yang berbatasan dengan negara tetangga Afghanistan.

"Kami memberi jangka waktu 15 hari untuk membereskan segala urusan di Waziristan Utara akibat serangan terhadap pasukan militer dan instalasi negara," Pir Malik Aqil Shah, seorang pemimpin Jirga mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan.

Serangan udara terbaru terjadi setelah peristiwa tewasnya enam tentara Pakistan dalam ledakan bom pinggir jalan di Waziristan Utara bulan lalu, serangan udara tersebut sejauh ini telah merenggut nyawa 120 orang .

Namun, penduduk setempat mengatakan bahwa, sebagian besar dari mereka yang tewas dalam serangan udara itu sebenarnya warga sipil.

"Kami akan memenuhi sisi lain [Taliban] untuk menyampaikan kondisi tentara dalam gencatan senjata ini, yang dapat diperpanjang jika diperlukan,” katanya. “Kami memiliki harapan besar bahwa situasi akan membaik dalam beberapa hari mendatang."

Waziristan Utara adalah salah satu dari tujuh wilayah suku semi-otonomi di Pakistan yang menyentuh timur laut Afghanistan, dan dianggap sebagai jantung mujahidin oleh Amerika Serikat.

Tentara pemerintah Pakistan, dan mujahidin dari kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang beroperasi di tanah Pakistan, telah menghadapi  pertempuran sengit sejak tahun 2009 .

[ded412/world bulletin]

 

 

FKUB Surabaya : Semua Agama Melarang Prostitusi

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surabaya KH. Chalimi mendukung rencana Pemkot Surabaya menutup Dolly dan Jarak 18 Juni 2014.

"Tidak ada agama yang memberikan legalitas tentang masalah prostitusi. Saya kira semua agama melarang. Insya Allah demikian," ungkap Chalimi, Ketua yang baru saja dilantik selama periode 2014-2017, Sabtu (7/6/2014).

Menurutnya, rencana penutupan tersebut merupakan upaya Pemkot menata Kota Surabaya dan sumber daya manusia di dalamnya agar menjadi lebih baik. Sehingga Surabaya tidak dikenal sebagai kota yang menonjol dari sisi prostitusinya, tetapi kembali dikenal sebagai Kota Pahlawan.

"Kita tonjolkan nilai-nilai kepahlawanan itu dengan mengangkat martabat sesama manusia. Terutama dari kalangan PSK supaya dapat hidayah dan petunjuk sesuai agama yang diyakininya," imbuhnya ketika dihubungi beritajatim.com.

Ditanya bagaimana peran FKUB dalam hal ini, ia mengatakan tidak mempunyai wewenang secara liner. Pasalnya, forum yang diikuti seluruh umat beragama yakni Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Budha dan Tionghoa ini hanya berperan menjaga kerukunan umat sesuai keyakinannya masing-masing.

"Sementara terkait dukungan penutupan lokalisasi tak lain merupakan tanggung jawab moral sebagai sesama warga Surabaya," tandasnya.

Editor : Amaif | Sumber : beritajatim

 

Adik Prabowo : Prabowo Akan Bela Ahmadiyah dan Syi’ah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Adik calon presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa Prabowo berkomitmen untuk melindungi minoritas seperti Ahmadiyah, Muslim Syiah dan Kristen di Indonesia, dalam upaya untuk mempertahankan pluralisme dan Pancasila.

Hashim mengatakan bahwa Prabowo berkomitmen untuk melindungi Ahmadiyah Indonesia yang telah lama di dikecam dan diserang oleh Muslim Sunni garis keras.

"Tugas pertama pemerintah adalah untuk melindungi warga negaranya," katanya saat menghadiri acara makan siang yang diselenggarakan oleh Foreign Correspondents Club Jakarta di Intercontinental Hotel, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

"Melindungi Ahmadiyah, yang merupakan tugas pokok dari pemerintah Indonesia ke depan, asalkan mereka tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan dan ketertiban umum. Jika mereka menjalankan kepercayaan mereka dengan damai, maka tidak ada alasan kenapa mereka harus diganggu oleh pemerintah atau orang lain," tegas Hashim.

Hashim juga menyebut kakaknya itu sebagai sebagai "pembela besar pluralisme."

"Dia (Prabowo-red) telah membela Pancasila dan pluralisme sepanjang hidupnya," katanya.

Lahir dari seorang ibu Kristen dari Manado, dan ayahnya yang Muslim adalah seorang ekonom terkenal, Hashim berbicara tentang keanekaragaman dalam keluarganya sendiri.

"Anda tahu bahwa saya orang Kristen, dan Anda tahu saudari kita adalah Katolik. Prabowo telah membuat janji-janji tertentu untuk saya dan kakak saya," jelas Hashim pada acara yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang termasuk wartawan internasional dan duta besar.

Komentar Hashim itu sehubungan dengan tawaran cawapres Prabowo, Hatta Rajasa terhadap Front Pembela Islam (FPI). Komitmen Prabowo untuk menegakkan toleransi beragama dianggap dirusak oleh cawapresnya, setelah Hatta meminta dukungan FPI minggu lalu saat menghadiri peringatan Isra Miraj bersama Imam Besar FPI, Habib Rizieq di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan (27/5/2014).

Prabowo sendiri sebelumnya mengatakan koalisinya akan merangkul semua masyarakat, termasuk FPI.

"Semua ormas memang harus dirangkul termasuk FPI," ujar Prabowo.

Menanggapi pemberitaan itu, Hashim yakin kakaknya telah diberitakan secara tidak adil oleh beberapa media di Indonesia. “Prabowo belum pernah meminta dukungan FPI," bantahnya.

Dia juga membantah bahwa FPI akan menjadi bagian dari koalisi untuk mendukung Prabowo.

"Saya hanya ingin menegaskan bahwa itu bukan kebijakan kami untuk merangkul FPI sebagai bagian dari koalisi," katanya.

Sebelumnya ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, Drajat Wibowo telah menegaskan juga soal pembelaan Prabowo terhadap kelompok minoritas. Menurutnya, Prabowo adalah jawaban dari keraguan sebagian masyarakat.

“Bagaimana mungkin Prabowo tidak akan melindungi kaum minoritas sementara kita sudah mengetahui bersama latar belakang Prabowo yang berdarah Minahasa,” tegas wakil ketua DPP PAN itu dilansir beritamanado, Senin (2/6/2014).

Namun, para pengamat meragukan Prabowo akan benar-benar akan membela kaum minoritas di Indonesia. Arbi Sanit, pengamat politik dari Universitas Indonesia skeptis.

"Pernyataan itu menunjukkan inkonsistensi Prabowo atau Gerindra. Saya meragukannya," katanya.

"Jika dia ingin menjamin hak-hak minoritas, dia tidak bisa berteman dengan kelompok-kelompok radikal seperti FPI, yang terkenal dengan tindakan kekerasan terhadap kaum minoritas di Indonesia," ujarnya.

Lalu apakah komentar Hashim benar-benar mencerminkan pandangan Prabowo. Beberapa pengamat seperti Yunarto Wijaya dari Charta Politika pun tidak yakin.

"Jika Anda melihatnya lebih dekat, pernyataan yang mendukung pluralisme selalu datang dari Hashim. Dia sendiri adalah minoritas, dan ia memiliki latar belakang internasional. Jangan heran jika ia dekat dengan kelompok-kelompok minoritas," kata Yunarto.

"Lihatlah manuver politik Prabowo. Apakah mendukung pernyataan Hashim, atau bertentangan?”

"Selama Prabowo tidak secara resmi mengatakan bahwa ia akan menjamin hak-hak minoritas, maka pernyataan Hashim tidak berarti," katanya.

Sebelumnya kubu Jokowi telah melancarkan peperangan terhadap umat Islam dengan agendanya untuk memata-matai masjid dan menolak semua perda syari’at. Kini, kubu capres yang didukung oleh partai-partai Islam dan FPI itu pun mulai menyalakan api permusuhannya terhadap umat Islam.

Editor : Amaif | Sumber : thejakartaglobe, detik, beritamanado

Calon Presiden Afghanistan Lolos Dari Ledakan

AFGHANISTAN (jurnalislam.com) – Seorang pembom istisyhadiyah dan bom pinggir jalan menghantam konvoi calon presiden Afghanistan, Abdullah Abdullah setelah meninggalkan acara kampanye di ibukota Kabul, kata Kementerian Dalam Negeri.

Ledakan hari Jumat (06/06/2014) itu menewaskan empat orang, namun calon presiden tersebut lolos dari ledakan .

Dalam sebuah pernyataan di televisi tak lama setelah serangan itu, Abdullah mengatakan bahwa beberapa penjaga keamanannya terluka dalam serangan itu.

Juru bicara kementerian dalam negeri mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan bertambah, kantor berita Associated Press melaporkan.

Percobaan pembunuhan pada Abdullah terjadi menjelang pemilihan presiden putaran kedua pada 14 Juni mendatang, yang telah diancam akan diganggu oleh pejuang Taliban.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, kantor berita AFP melaporkan.

Afghanistan berada di tengah-tengah pemilihan umum untuk memilih pengganti Presiden Hamid Karzai, yang telah memerintah sejak jatuhnya pemerintahan Taliban di negara itu pada tahun 2001.

Abdullah tidak mencapai ambang 50 persen yang dibutuhkan untuk kemenangan mutlak di putaran pertama bulan April lalu dan akan menghadapi mantan ekonom Bank Dunia, Ashraf Ghani dalam putaran run-off.

"Kami mengutuk serangan terhadap calon presiden yang dihormati, Dr. Abdullah Abdullah," kata Ghani di Twitter.

Presiden AS Barack Obama baru-baru ini menguraikan strategi AS untuk mengakhiri perang di Afghanistan, mengatakan kehadiran pasukan AS di negara itu akan diturunkan menjadi sekitar 9.800 tentara pada awal 2015.

Pasukan tersebut akan dibagi dua pada akhir 2015 sebelum akhirnya dikurangi menjadi berupa komponen bantuan keamanan di kedutaan pada akhir 2016.

Penarikan ini bergantung pada kemauan Afghanistan dalam menandatangani Perjanjian Keamanan Bilateral yang telah lama tertunda yang memiliki persyaratan kehadiran militer AS di negara itu setelah tahun ini.

Karzai yang telah mengundurkan diri menolak untuk menandatangani pakta tersebut, namun kedua calon presiden Afghanistan lainnya telah bersumpah untuk menandatangani perjanjian tersebut jika terpilih. [ded412/aljazeera/AP]

Partai Kebebasan dan Keadilan Mesir Tidak Akan Mengakui Keputusan al-Sisi

MESIR (jurnalislam.com) – Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), afiliasi politik Ikhwanul Muslimin Mesir, mengatakan tidak akan mengakui keputusan yang dikeluarkan oleh presiden terpilih Abdel-Fattah al-Sisi.

"Kami tidak akan mengakui rezim kudeta maupun keputusan yang dihasilkan sampai presiden terpilih Mohamed Morsi kembali," FJP menyatakan dalam sebuah pernyataan Jumat (06/06/2014) .

Al-Sisi, seorang mantan panglima militer, dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden Mesir pekan lalu, dimana ia meraih hampir 97 persen suara, menurut komisi pemilihan Mesir .

Al-Sisi memimpin militer untuk melengserkan Morsi yang terpilih secara demokratis Juli lalu menyusul protes oposisi terhadap satu tahun kepemimpinannya.

Pendukung Morsi, yang menganggap kejatuhannya merupakan sebuah "kudeta militer," melakukan unjuk rasa hampir setiap hari untuk menuntut pemulihannya.

The FJP, telah meminta semua kekuatan nasional dan revolusioner Mesir untuk merapatkan barisan "melawan ketidakadilan dan tirani."

Sejak dilenserkan dan dipenjaranya Morsi musim panas lalu, pihak berwenang dengan dukungan militer Mesir telah melahirkan tindakan kekerasan baru yang berkelanjutan pada pendukung dan anggota Ikhwanul Muslimin. [ded412/ world bulletin]

Para Pemimpin Israel Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Al Sisi

MESIR (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu dan Presiden Israel Shimon Perez mengucapkan selamat kepada Abdul Fatah Al Sisi atas kemenangannya dalam pemilihan presiden Mesir serta menekankan pentingnya hubungan bilateral antara kedua negara tersebut, Jumat (6/6/2014).

“Netanyahu mengatakan kepada presiden Mesir terpilih itu akan pentingnya hubungan strategis mereka dan mempertahankan perjanjian damai dengan Israel,” kata kantor kepresidenan Israel dalam sebuah pernyataannya.

Kantor presiden Peres dalam akhir pembicaraan mereka bahwa “Al Sisi mengucapkan terimakasih kepada presiden Isrel untuk sambutan hangatnya.”

Mesir dan Israel menandatangani perjanjian damai pada tahun 1979, kesepakatan itu disaksikan oleh Negara Bara sebagai landasan stabilitas di Timur Tengah.

Meskipun Mursi pernah mengancam akan membatalkan perjanjian, para pejabat Israel lega melihat akhir kekuasaan Ikhwanul Muslimin.

“Israel berkomitmen untuk menjaga perjanjian damai antar Israel dan Mesir untuk memperkuat kerjasama keduanya,” kata pejabat kantor kepresiden Peres.

Kemenangan Al Sisi itu juga tidak hanya disambut baik oleh Israel, dikabarkan Amerika Serikat juga akan mengirim delegasi resmi untuk menghadiri pelantikan Al Sisi 8 Juni mendatang.

Editor : Amaif | Sumber : worldbulletin

Ini Tanggapan Jubir JAT Soal Beredarnya Rekaman Audio Ustadz ABB

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Ahmad Fatih angkat bicara soal beredarnya rekaman audio Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB). Rekaman audio yang diposting di wall facebook oleh akun bernama Abu Al Maqdisi itu kini tersebar luas di dunia maya dan bisa di download dengan bebas.

Tiga hal yang menurut Ahmad Fatih harus diketahui oleh umat terkait beredarnya rekaman tersebut. Pertama, katanya, orang yang merekam tersebut tidak mengedepankan akhlak yang baik.

“Orang yang merekam ini tidak meminta izin kepada yang direkam untuk disebar. Dan ini mengingatkan kejadian yang lalu ketika Ustadz masih diluar, ada yang merekam tanpa izin dan menyebarkannya. Kemudian juga ketika Ustadz Achwan dan Ustadz Fuad mengunjungi Ustadz Aman dan berdialog dengan beliau, yang juga direkam dan disebarkan tanpa izin namun hasil rekamannya tidak utuh (diedit-red). Polanya sama,” paparnya saat ditemui reporter Jurnalislam di Markaz JAT di Jl. Siaga II Jakarta Selatan, (5/6/2014).

Kedua, Ahmad Fatih menganggap perekam itu tidak memahami Ustadz Abu secara baik. “Sehingga ia keliru dalam menyimpulkan kalimat “semua anggota MPR/DPR itu kafir, murtad”. Misalnya makna kafir ‘aam, bukan kafir ta’yin. Belum menunjukkan orangnya siapa (secara personal-red), masih kafir secara umum. Ini yang tidak dipahami oleh yang bertanya,” jelasnya.

Ustadz Abu sendiri dalam rekaman itu mengatakan bahwa orang Islam yang rela menjadi anggota DPR dan MPR itu murtad.

“Bismillahirrahmanirrahim, jadi menjadi anggota DPR dan MPR itu hukumnya musyrik. Orang Islam yang rela menjadi anggota DPR dan MPR itu murtad,” tegasnya menjawab pertanyaan si penanya dalam rekaman tersebut.

Dalam pernyataan tersebut Ustadz Abu memang tidak mengkafirkan anggota DPR/MPR secara personal (ta’yin).

Yang ketiga, Ahmad Fatih menduga adanya pihak yang menginginkan Ustadz Abu menjadi sosok yang ghuluw dalam masalah aqidah. “Sehingga jika ini terjadi, maka akan menguatkan alasan BNPT dan Densus bahwa Ustadz Abu-lah otak dibalik segala aksi terror yang terjadi di Indonesia,” imbuhnya.

Ahmad Fatih mengharapkan semua ikhwan mewaspadai akan adanya gerakan yang terstruktur dan sistematis yang memanfaatkan fenomena perselisihan pendapat yang terjadi saat ini. Ia mengatakan, “musuh pasti memantau terus khususnya dari media sosial”.

“Program yang sangat murah dan mungkin gratis bagi musuh-musuh kita, karena menggunakan jasa ikhwan-ikhwan yang tidak menyadari bahwa Thoghut secara tidak langsung sedang memanfaatkannya. Maka dengan ini ana ingatkan kepada semuanya untuk hati-hati,” ujarnya.

Menurutnya tidak ada yang salah dengan isi rekamannya, “Yang salah adalah yang menafsirkan tidak sesuai dengan maksud yang mengucapkan, tidak memahami ucapan Ustadz Abu sehingga konotasinya menjadi berbeda,” tuturnya.

Untuk diketahui, sebelumnya JAT secara resmi telah merilis tanggapan terkait fitnah yang menimpa Asatidz dan Qiyadahnya (Baca : Hadapi Fitnah, JAT Rilis Pernyataan “Sikap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Terkait Fitnah Terhadap JAT”). Namun sepertinya ada pihak yang tidak puas sehingga mengambil inisiatif sendiri untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada Ustadz Abu lalu merekamnya secara illegal dan menyebarluaskannya serta secara dipaksakan pendapat Ustadz Abu tersebut sebagai penguat pendapat pribadinya.

Belum lama ini JAT memang tengah dilanda fitnah yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang menginginkan perpecahan dalam tubuh Jamaah yang telah dimasukan dalam daftar organisasi teroris oleh Amerika pada Februari 2012 lalu itu. Namun, kata Ahmad Fatih, komunikasi antara pengurus harian dan Amir Jamaah, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir semakin ditingkatkan untuk menepis segala fitnah tersebut.

Pihak JAT sendiri sudah mengantongi nama perekam dan pemilik akun facebook Abu Al Maqdisi tersebut untuk ditindaklanjuti.
"Ya, kami sudah mengetahui siapa mereka," tutup Ahmad Fatih.

Reporter, Editor : Amaif