Israel Memperluas Tanah Jajahannya Dengan Membangun 3.300 Pemukiman Ilegal

TEPI BARAT (jurnalislam.com) – Pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk pembangunan 3.300 rumah baru, kurang dari seminggu setelah konsensus nasional pemerintah Palestina diresmikan.

Israel mengumumkan dua rencana tersebut pada hari Kamis (06/06/2014). Yang pertama adalah pembangunan 1.800 rumah dan yang kedua pembangunan 1.500 rumah. Banyak lagi yang akan dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Menurut Menteri perumahan Israel, Uri Ariel, pengumuman tersebut merupakan sebuah "respon Zionis yang tepat terhadap pembentukan kabinet Hamas dan Fatah Palestina."

Kepala negosiator Sa'eb Erekat mengatakan warga Palestina merasa sangat keberatan menanggapi rencana tersebut. Menurutnya rencana tersebut menandakan bahwa Israel menginginkan "eskalasi/perluasan."

"Israel menggunakan persatuan nasional Palestina sebagai alasan mereka untuk melanjutkan kolonisasi Palestina. Padahal langkah Palestina tersebut disambut baik oleh komunitas internasional," kata Erekat.

Pada hari Senin (2/6/2014), Hamas dan Fatah bersama-sama membentuk pemerintahan teknokrat independen yang akan membuka jalan bagi pemilu di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam enam bulan ke depan.

Langkah ini disambut dengan kemarahan oleh pemerintah Israel, yang segera mengumumkan langkah-langkah hukuman termasuk rencana untuk menahan uang pajak yang mereka kumpulkan atas nama Palestina. Israel mengatakan tidak akan bernegosiasi dengan Palestina dalam pemerintahan baru ini, yang juga akan terus bertanggung jawab atas serangan roket dari Jalur Gaza.

Pengumuman ini tetap terjadi meskipun Presiden Palestina Mahmoud Abbas berulang kali menjamin bahwa pemerintah baru hanya akan menyiapkan pemilu mendatang, dan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang ia pimpin akan terus bertanggung jawab atas negosiasi perdamaian. Juru bicara kepresidenan, Nabil Abu Rudeineh mengatakan Palestina akan menanggapi pengumuman permukiman Israel tersebut dengan "langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya," tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Pengumuman yang dilakukan oleh Uri terjadi saat warga Palestina memperingati Hari Naksa yaitu hari dimana Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur, dan Jalur Gaza pada tahun 1967.

Para ahli mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari rencana koalisi pemerintahan sayap kanan untuk mengkonsolidasikan cengkeraman Israel atas Tepi Barat. "Koalisi ingin membuat fakta di lapangan dalam memimpin sampai dengan serangkaian langkah sepihak di Tepi Barat," kata Abdelmajid Sweilem, seorang profesor ilmu politik di Al Quds University.

Netanyahu sebelumnya telah membuat pernyataan yang menyatakan bahwa "ide mengambil langkah-langkah unilateral adalah dengan mendapatkan tanah, dari pusat-kiri ke pusat-kanan."

"Saat Arab terus menampilkan kelemahan politik dan strategisnya, maka Israel dapat terus mengambil alih tanah Palestina sebanyak yang diinginkan," kata Sweilem.

Editor : ded412 | Sumber : Aljazeera, AFP

AQAP Serang Pos Militer Yaman, 14 Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Setidaknya empat belas tentara Yaman tewas ketika Mujahidin AQAP melepaskan tembakan di sebuah pos pemeriksaan militer di provinsi Shabwa Yaman selatan, kementerian dalam negeri mengatakan, beberapa jam setelah serangan drone timur Sanaa.

Mujahidin AQAP menyerang pos pemeriksaan militer di kota Bayhan dengan senapan mesin saat fajar pada Kamis (5/6/2014), sementara sebagian besar tentara sedang tidur dan melarikan diri dari TKP setelah membakar dua kendaraan militer, seorang pejabat setempat kepada kantor berita Reuters.

Pejabat itu sebelumnya telah mengatakan korban tewas 12 tentara, tapi pesan teks yang dikirim oleh website kementerian dalam negeri itu mengangkatnya ke 14, termasuk delapan tentara dan enam suku yang bersekutu dengan pemerintah.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah serangan pesawat tak berawak menewaskan tiga anggota Mujahidin AQAP Rabu (4/6/2014) malam saat mereka di dalam kendaraan di daerah Wadi Abida, timur ibukota, kata sumber-sumber suku.

Amerika Serikat adalah satu-satunya negara drone yang beroperasi lebih dari Yaman, namun pejabat AS jarang mengakui operasi rahasia.

Kehadiran Al-Qaeda

Yaman adalah benteng utama mujahidin Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), salah satu sayap Al Qaeda paling aktif.

Pemerintah Yaman mengklaim pada hari Kamis (5/6/2014) bahwa 500 mujahidin gugur sejak militer melancarkan serangan terhadap kelompok pada bulan April di Shabwa dan Abya, kantor berita Reuters melaporkan. Namun belum ada pernyataan resmi dari AQAP terkait jumlah pejuangnya yang gugur sejak militer Yaman menyerang mereka pada bulan April lalu.

Sebanyak 40 tentara juga tewas, Kolonel Saeed al-Faquih, juru bicara tentara Yaman, mengatakan pada konferensi pers.

Mujahidin AQAP mengambil keuntungan dari runtuhnya otoritas pusat selama 2011 pemberontakan yang memaksa Presiden Ali Abdullah Saleh dari kekuasaan untuk merebut sebagian besar wilayah selatan dan timur.

Editor : Amaif | Sumber : AlJazeera

Libya Tuduh Turki dan Qatar Bantu Mujahidin Ansar al-Sharia

LIBYA (jurnalislam.com) – Seorang komandan tentara Libya, dari pasukan jenderal Khalifa Haftar mengatakan pada hari Rabu (04-06-2014) bahwa ia tidak memiliki bukti adanya dukungan Turki atau Qatar untuk milisi Islam Ansar al-Sharia.

“Kami tidak memiliki bukti bahwa Turki atau Qatar terlibat dalam mendukung milisi Ansar al-Sharia dalam melaksanakan serangan aktivis di Libya,” kata Panglima Angkatan Udara Saqr al – Garroushi kepada Anadolu Agency .

Media setempat sebelumnya melaporkan bahwa al-Garoushi menuduh Turki, Qatar dan Ikhwanul Muslimin Libya membantu milisi Ansar al-Sharia melakukan serangan di Libya.

Pada hari Selasa, Haftar lolos dalam serangan bom di kota Benghazi ketika seorang pembom istisyahidah meledakkan sebuah mobil di dekat konvoi kendaraannya. Pengemudi mobil dan tiga penjaga Haftar tewas.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Haftar, yang merupakan lawan mendiang tokoh kuat Libya, Muammar Gaddafi, baru-baru ini menyatakan perang terhadap milisi yang berbasis di Benghazi, setelah pemecatan dan kematian Gaddafi di tahun 2011.

Pertempuran terakhir antara kedua belah pihak menyebabkan korban tewas di kota yang bergolak itu.

Haftar mengatakan bahwa kampanye anti-milisinya, yang dijuluki “Operation Dignity,” bertujuan untuk “membersihkan” Libya dari “ekstremis.”

Namun Pemerintah Libya menyebut kampanye sang jenderal sebagai “kudeta” terhadap legitimasi konstitusional.

 

 

Thaliban Merilis Video Detik-detik Penyerahan Sersan Bowe Bergdahl

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Thaliban merilis sebuah video detik-detik penyerahan Sersan Bowe Bergdahl, tawanan perang yang ditukar dengan lima petinggi Mujahidin penghuni Guantanamo kepada tentara Amerika yang menjemputnya dengan helicopter Blackhawak di sebuah lembah di Khost, Afghanistan, worldbulletin menulis penyerahan momen dramatis itu terjadi pada hari Rabu (4/6/2014).

Dalam video itu Bergdahl yang diantar dengan mobil pick up terlihat mengenakan gamis dan sorban. Bergdahl dijaga beberapa mujahidin Thaliban bersenjata lengkap dan seorang mujahidin terlihat membawa bendera putih tanda darurat. Tak lama kemudian tiga orang turun dari heli, salah satu dari mereka terlihat berbincang sejenak dengan dua orang mujahidin sambil bersalaman. Tak lama kemudian mereka kembali ke helicopter sambil mengamping Bergdahl dan membawa pulang Bergdahl setelah lima tahun ditahan mujahidin Thaliban.

Video yang diiringi nasyid kemenangan itu diakhir dengan tulisan “Don’t come back to Afghanistan” (Jangan kembali ke Afghanistan), sebuah pesan singkat berisi ancaman kepada siapa saja yang mau coba-coba melawan Mujahidin, khususnya mujahidin Thaliban di Afghanistan.

Editor : Amaif | Sumber : worldbulletin

Amerika Tutup Pangkalan Udaranya di Kirghizstan

Kirghizstan (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat pada Selasa (3/6/2014) menutup pangkalan angkatan udaranya di Kirghizstan, yang selama 12 tahun menjadi tempat singgah utama personel dan perbekalan tentaranya ke Afghanistan.

Washington terpaksa menutup Manas Transit Centre di Bishkek utara setelah Kirghizstan, negara bekas Soviet yang berusaha menjalin hubungan lebih dekat dengan Moskow, tahun lalu menolak memperpanjang sewanya.

Dalam upacara simbolis para pejabat Amerika Serikat menyerahkan kunci-kunci ke Manas Transit Centre kepada pihak berwenang Kirghizstan, demikian seperti dilansir kantor berita AFP.

Komandan pangkalan itu, Kolonel John Millard, mengatakan sekitar 5,5 juta tentara koalisi anti-teror  melalui pangkalan di negara Asia Teggah itu sejak dibangun akhir tahun 2001, setelah serangan 11 September di Amerika Serikat.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Kirghizstan Pamela Spratlen mengatakan semua personel militer akan meninggalkan pangkalan itu dalam sepekan.

Rusia mempertahankan pangkalannya sendiri di Kirghizstan.

Amerika Serikat juga telah memindahkan pangkalan transit utamanya bagi Afghanistan ke Romania, yang April lalu menyetujui peningkatan pasukan Amerika Serikat di pangkalan di Laut Hitam.

Editor : Amaif | Sumber : antaranews

NU Netral, “Partainya Orang NU” Ke Jokowi

Jurnalislam.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KG. Said Aqil Siradj menegaskan kembali ketidakberpihakan NU (netral) dalam pemilihan presiden Juli mendatang.

"Sikap PBNU jelas dan tegas, tidak berpolitik praktis. Tak satu pun yang akan mendapat stempel NU," kata Said Aqil di Jakarta, Ahad (1/6/2014)

Dia mengatakan, yang lebih penting bagi PBNU adalah mengawal dan mengawasi pemerintahan terpilih, karena pemilihan presiden hanyalah satu tahap dari rangkaian pembangunan Indonesia.

“Yang didukung NU bukan sekadar kandidat, melainkan proses penyelenggaran pemilihan yang jujur, adil, dan bermartabat," katanya.

Pernyataan yang sama juga ditegaskan Ketua PCNU Jombang, KH. Isrofil Amar dan Ketua PCNU Kabupaten Ciamis,  H Agus Abdul Kholik.

Berbeda dengan organisasinya induknya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah memantapkan keputusannya untuk berkoalisi dengan PDIP. Alasannya, selain unggul pengalaman, kandidat capres-cawapres koalisi tersebut, Jokowi-JK juga karena adanya unsur NU dalam diri Jokowi-JK. Menurut Ketua Umum DPP PKB, Cak Imin, Jusuf Kalla adalah mutasyar PBNU sementara Jokowi berasal dari keluarga dengan tradisi NU.

Untuk memenangkan Jokowi-JK, PKB menggalang dukungan dari kyai-kyai kampung. Dalam acara Mujahadah dan Silaturahmi Ulama Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo yang diadakan di Pondok Pesantren Roudhatul Thulab Dusun Wonosari, Desa Prajeksari Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Senin (2/6/2014), Ketua Umum DPP PKB mendapat dukungan dari seribu Ulama Kampung di Magelang dan Purworejo.

Melalui Koordinator Forum Ulama Kampung yang juga Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Garding menargetkan 70 persen suara dari Magelang dan Jawa Tengah untuk pasangan Jokowi-JK pada pilpres nanti.

Tak ketinggalan, Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan bagian dari NU juga berada di kubu Jokowi-JK. Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid dalam rapat Koordinator Wilayah GP Ansor Jawa Barat di Cirebon 24 Mei lalu menegaskan kesiapannya untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK.

"Kami siap untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK pada pemilihan presiden mendatang," tegasnya.

Perbedaan ini dimanfaatkan oleh kubu Prabowo-Hatta. Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyebut PKB telah menyimpang dari khittah NU, karena tidak mengikuti beberapa tokoh PKB yang mendukung Prabowo.

"PKB memang menyimpang, tapi beberapa tokoh PKB sudah bergabung ke Pak Prabowo," kata Amien Rais usai menghantar Prabowo – Hatta menjadi peserta Capres/Cawapres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, 20 Mei lalu.

Meski pernyataan Amin Rais ini dikecam Forum Anak Muda NU (FAMNU), tetapi itu tidak mampu menyembunyikan keretakan dalam tubuh NU sudah begitu nyata. Lalu apa partainya orang NU saat ini? (amaif)

Rezim Kamboja secara sistematis menargetkan Wanita Muslim Cham

Sebuah penelitian yang berfokus pada kekerasan seksual yang dilakukan oleh Khmer Merah di Kamboja pada 1970-an telah menemukan bahwa perempuan dari kelompok minoritas Muslim Cham di negara itu sengaja ditargetkan.

Penguasa dari kelompok ultra – Maois, yang merebut kekuasaan pada tahun 1975 dan mengendalikan negara selama empat tahun, menyebabkan sekitar 1,7 juta orang tewas akibat eksekusi, kelaparan dan kerja paksa. Di bawah rezim Khmer Merah, semua agama dilarang, dan tempat-tempat ibadah serta dokumen keagamaan dihancurkan.

Awalnya terdapat sekitar 200.000 Muslim Cham berabad-abad yang lalu sebelum Khmer Merah mengambil alih kekuasaan. Mereka diyakini datang ke Kamboja dari kerajaan kuno Champa –  yang sekarang adalah Vietnam. Setidaknya sepertiga dari mereka tewas selama rezim berkuasa, menurut Minority Rights Group International.

Populasi Muslim Cham yang tinggal di Kamboja saat ini adalah sekitar 400.000.

Sebuah pengadilan kejahatan perang PBB yang didukung AS di Phnom Penh saat ini sedang berusaha mengadili para pemimpin rezim yang masih hidup atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun, untuk tuduhan genosida yang terkait secara khusus kepada etnis minoritas Vietnam dan Cham Muslim, banyak diantara mereka telah hadir di pengadilan sebagai pihak sipil, atau saksi.

Penelitian terbaru, yang dilakukan oleh kelompok bantuan hukum lokal, Proyek Pembela Warga Kamboja (The Cambodian Defenders Project / CDP) berdasarkan wawancara dengan 105 korban dan saksi, menemukan bahwa agama sangat dicerca oleh Khmer Merah. Dan komunitas Muslim menjadi sasaran karena bahasa, kebiasaan makanan, pakaian dan doa mereka sangat berbeda.

 "Dalam lingkungan xenophobia ini, kekerasan seksual tampaknya merupakan salah satu metode yang dilakukan rezim Khmer Merah untuk menganiaya kaum minoritas," lanjut penelitian tersebut.

"Para responden melaporkan bahwa pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap perempuan Cham sudah biasa dilakukan di tempat kerja," penelitian tersebut mengatakan, mengacu pada banyaknya jumlah pekerja pada masa Khmer Merah namun gagal dalam upaya untuk menciptakan sebuah utopia agraria.

"Lebih jauh lagi, para korban Cham dibungkam oleh pelaku dengan ancaman atau diperkosa sebelum dieksekusi."

Sebuah buku terbaru oleh seorang akademisi Muslim Cham, Farina So berjudul "The Hijab of Cambodia: Memories of Cham Muslim Women After the Khmer Rouge," juga merinci kasus perempuan Cham yang dipaksa untuk menikah dengan lelaki Khmer dengan tujuan memecah-belah kelompok etnis tertentu.

Diwawancarai untuk penelitian tentang pernikahan paksa, salah seorang responden Muslim yang tidak disebutkan namanya mengatakan: "Saya dipaksa untuk membuat komitmen [untuk menikah], saya masih sangat kecil, saya berumur sekitar 10 tahun. Bagaimana saya bisa protes?"

Responden lain menambahkan bahwa setelah menikah: "Kami dimata-matai [untuk melihat] apakah kami telah melakukan hubungan seksual."

Seorang Muslim Khmer menceritakan kejadian pemerkosaan brutal seorang wanita Cham, bahwa jika seorang kader Khmer Merah "Menginginkan seorang wanita ketika ia melihat bahwa wanita tersebut sangat cantik, maka suaminya diculik kemudian dibunuh. Lalu empat orang pria berhubungan seks dengan wanita tersebut  dan dia [kemudian] dibunuh."

Dalam kisah lain lagi, seorang responden merinci bagaimana beberapa perempuan Muslim Khmer dipaksa menjadi budak seks, dipaksa untuk memberikan seks tiap malam untuk kelompok milisi muda.

"Sekitar sepuluh perempuan [Khmer dan Khmer Islam] yang cantik disimpan untuk diperkosa …. Setelah tiga sampai tujuh hari perkosaan, mereka dibunuh," katanya.

Hanya sedikit orang yang pernah mengalami kekerasan seksual di bawah rezim berbicara tentang hal itu karena takut akan adanya pembalasan dan bahkan mereka yang menyaksikan insiden tersebut berhati-hati dan tetap diam, menurut penelitian ini.

"Dia diperkosa oleh tiga orang, seorang Khmer bertanya apakah aku mengetahui wanita Cham yang tewas tersebut dan menanyakan apakah salah satunya adalah keluarga saya. Saya menjawab bahwa saya tidak kenal dia. Saat itu, jika kita mengatakan kita mengenal [korban], mereka akan membunuh kami sekaligus."

Ketika peneliti menanyakan apakah dia sebenarnya mengenal korban, responden tersebut menjawab: "Ya, dia adalah bibi saya."

Penelitian yang sebagian didanai oleh pemerintah Jerman, memang difokuskan pada kelompok minoritas – yaitu Cham, Etnis Vietnam dan kelompok lain yang dikenal sebagai Khmer Krom – tetapi penelitian tersebut juga menekankan bahwa banyak perempuan Khmer biasa lainnya yang juga mengalami penderitaan seksual yang sama di tangan Khmer Merah.

Namun, salah seorang responden Muslim mengatakan: "Mereka membenci Muslim Khmer. Mereka sepertinya merasa bahwa mereka harus memperkosa Muslim Khmer. Mereka menganiaya Muslim Khmer."

"Upaya untuk memadamkan budaya dan etnis Cham [termasuk melalui eksekusi massal] akan menciptakan lingkungan yang ideal untuk berkembangnya kekerasan seksual," kata penelitian tersebut.

Editor : Amaif  |  Sumber : Muslim World/worldbulletin

Hadapi Fitnah, JAT Rilis Pernyataan “Sikap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Terkait Fitnah Terhadap JAT “

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pengurus Markaziyah (pusat) dan Majelis Syari’ah Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) kemarin, Selasa (3/6/3014) mengunjungi Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan untuk mengkonfirmasi dan mengklarifikasi beredarnya pernyataan-pernyataan yang mengatasnamakan Ustadz Abu terkait konflik mujahidin Syam dan pemahaman beliau mengenai kekafiran penganut demokrasi serta tuduhan-tuduhan kepada beberapa pengurus markaziyah dan Majelis Syari’ah JAT.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Abu di depan para pengurus markaziyah dan Majelis Syariah JAT serta wartawan menyampaikan beberapa tanggapan terkait kabar dan fitnah yang sedang berkembang bak bola salju di tengah-tengah aktifis jihad dewasa ini.

Berikut beberapa poin sikap dan penjelasan beliau yang dirangkum oleh Juru Bicara JAT, Ahmad Fatih dalam rilisannya berjudul “Sikap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Terkait Fitnah Terhadap JAT” dalam website resmi JAT www.ansharuttauhid.com :

  1. Bersimpati dengan ISIS tapi tidak sembrono dalam memberikan sikap sehingga harus di teliti terlebih dahulu apakah ISIS ini sudah sesuai syar’i menjadi sebuah Daulah atau belum.
  2. Jama’ah Ansharut Tauhid mendukung ISIS dan Jabhah Nushroh (JN) dan berusaha untuk mendamaikan keduanya.
  3. Status seseorang yang tidak berbai’ah kepada Daulah tidak menjadi kafir selama masih ada Wala’ terhadap Daulah dan Baro’ dengan pemerintah kafir.
  4. Penyebutan kafir muayyan/kafir ta’yin hanya berlaku apabila sudah ada penyebutan nama orang tertentu, kalau masih belum maka sifatnya masih kafir ‘aam.
  5. Pemahaman Ustadz Abu mengenai masalah demokrasi dan kekafiran ansharut thaghut sama dengan Majelis Syariah JAT.
  6. Fitnah yang menimpa para Assatidz dan Qiyadah JAT yang di anggap berbeda dengan Ustadz. Abu adalah permainan thaghut dan ansharut thaghut.

Demikian beberapa hal yang ustadz Abu Bakar Ba’asyir sampaikan kepada kami semuanya dan ini menjadi sikap resmi Jamaah Ansharut Tauhid dalam menanggapi beberapa pemasalahan yang beredar selama ini. Mudah-mudahan ini bisa memberikan bayan kepada umat terkait fitnah yang begitu marak sekarang ini yang menimpa JAT dan para qiyadahnya. 

Juru Bicara JAT
Ahmad Fatih
08561812319

Amir Emirat Kaukasus Memperingatkan Akan Menyerang dan Menghancurkan Rusia

KAUKASUS (jurnalislam.com) – Ali Abu – Mukhammad, teolog Avar yang terpilih awal tahun ini menggantikan Dokku Abu Usman sebagai Amir Emirat Kaukasus, telah merilis klip video berdurasi 40 menit (yang sempat muncul di YouTube sebelum dihapus karena dianggap sebagai "pelanggaran kebijakan YouTube tentang kekerasan") dimana ia memperingatkan bahwa Mujahidin sedang mempersiapkan untuk memberikan serangan yang akan menghancurkan Rusia.

 

Rekaman video tersebut bertanggal Rajab 1435 (Mei 2014). Abu – Mukhammad tampil dalam format tanya jawab seperti yang sebelumnya disukai oleh Amir Dokku untuk menyampaikan posisi Emirat Kaukasus bila ada pertanyaan khusus mengenai Jihad Kaukasia dan perang partisan. Pertanyaan-pertanyaan diajukan oleh pembicara off – camera.

Pertanyaan pertama adalah mengenai perkiraan jumlah pejuang Mujahidin. Abu – Mukhammad menjawab bahwa "Kami bukan tentara reguler sehingga harus memiliki kekuatan minimum tertentu. Tetapi kami dapat menyatakan dengan pasti bahwa jumlah para mujahid terus meningkat, bahkan di lokasi-lokasi dimana orang-orang kafir tidak mengharapkan mereka." Abu – Mukhammad mengatakan, "Jumlah pejuang kami adalah sebanyak yang diperlukan."

Untuk pertanyaan apakah harus ada front Dagestan tunggal di bawah satu komandan, Abu – Mukhammad menjelaskan bahwa pembagian ke dalam sektor-sektor itu karena alasan keamanan, dan agar Mujahidin bisa bergerak bebas dan setiap individu pejuang harus tahu tempatnya.

Pada saat yang sama, Mujahidin berada di bawah kepemimpinan tunggal. Struktur tersebut bagaimanapun, tidak menghalangi aksi gabungan oleh Mujahidin dari berbagai sektor:

"Jika ada kebutuhan bergabung bersama untuk mempersiapkan sebuah operasi besar kami memiliki kemampuan dan cara untuk melakukannya, Insyaa Allah. Saat ini kami bekerja mempersiapkan taktik untuk menghasilkan serangan menghancurkan kepada orang-orang kafir. Dan ini bukanlah khayalan dari alam fantasi."

Menanggapi pertanyaan lain, Abu – Mukhammad menyebutkan kategori-kategori yang dianggap sebagai target yang sah oleh Emirat Kaukasus, diantaranya termasuk pengkhianat yang secara sukarela bekerja sebagai posisi musuh yaitu polisi dan pasukan keamanan musuh, dan khususnya mereka yang berpartisipasi dalam kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama keluarga dari Mujahidin yang telah syahid. Dia juga mengingatkan bahwa para pejuangnya akan menargetkan orang-orang yang terlibat dalam mempromosikan kebejatan dan kejahatan, seperti pemilik toko minuman keras, sauna, dan bordellos yang telah diperingatkan berkali-kali untuk menutup "bisnis" mereka.

Ketika ditanya tentang kontak dengan komandan Jihadi lainnya, Abu – Mukhammad mengatakan ia telah bertemu dengan beberapa dari mereka.

Menanggapi pertanyaan lebih lanjut, Abu – Mukhammad mengatakan bahwa karena keunggulan jumlah pasukan musuh yang dikerahkan melawan Emirat Kaukasus, situasi sehari-hari menjadi lebih sulit. Pada saat yang sama, ia mengatakan musuh juga menghadapi kesulitan, dan bahwa "Allah menguji seseorang sesuai kekuatan imannya …. Kita menyaksikan setiap hari ketika kita membatasi satu kemungkinan di suatu daerah, di lain waktu terbuka kemungkinan lain yang bahkan tidak pernah kita antisipasi."

Abu – Mukhammad membahas apakah umat Islam dari Emirat Kaukasus dibenarkan melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan Jihad di sana, atau apakah mereka harus bergabung dengan Jihad yang sedang berlangsung di Kaukasus. Ia mengutip dari kitab suci Al Qur'an dalam mendukung kedua pendekatan tersebut dan menambahkan bahwa Dewan ulama Muslim belum menjatuhkan putusan definitif tentang masalah ini. Dia mengatakan bahwa melancarkan Jihad di Kaukasus lebih sulit dalam hal akses ke senjata dan perlengkapan, dan menegaskan bahwa pemimpin Al – Qaeda belum memerintahkan para pejuangnya ke Suriah secara massal. Dan untuk keseimbangan, Abu – Mukhammad menyimpulkan bahwa akan lebih baik bagi umat Islam Kaukasus untuk tetap tinggal dan berjuang di rumah sendiri, dimana terdapat orang tua dan tanggungan lainnya.
 

[ded412/Kavkaz Center]

Kunjungan Jokowi Ke Keluarga KH. Ahmad Dahlan Ditolak Warga Kauman

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) khususnya warga Kauman, Gondomanan dan sekitarnya menolak kedatangan capres PDIP, Joko Widodo. Warga meneriaki Jokowi saat rombongannya hendak mendatangi kediaman keluarga KH. Ahmad Dahlan di Langgar Kidul Kauman, DIY, Senin (2/6/2014).

Tidak hanya itu, penolakan warga juga terlihat dalam coretan di dinding Langgar Kidul. Tertulis disana “HARAM JOKOWI MASUK JOGJA, HARAM JOKOWI MASUK KAUMAN, WARGA KAUMAN TOLAK JOKOWI, WARGA JOGJA TOLAK ANTEK SALIBIS DAN YAHUDI”.

Keluarga Besar KH. Ahmad Dahlan yang sudah siap menyambut kedatangan capres nomor urut 2 pun menyayangkan aksi penolakan warga Kauman yang membuat Jokowi membatalkan kunjungannya.

"Kami sangat menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja membuat coretan di dinding dekat Langgar Kidul yang menjelekkan Bapak Jokowi. Karena itu menjadi salah satu sebab akhirnya Bapak Jokowi tidak jadi berkunjung ke keluarga KH. A Dahlan," jelas Widiastuti, tulis detik Senin (2/6/2014).

Kunjungan Jokowi ke keluarga KH. Ahmad Dahlan adalah agendanya setelah menemui Sultan Hamengku Buwono X. Kedatangan Jokowi itu disambut meriah ketika melewati pasar Beringharjo, namun sambutan yang berbeda justru ditunjukkan oleh masyarakat Kauman yang menilai Jokowi sebagai antek zionis dan kacung Amerika.

Warga Kauman adalah warga asli Yogyakarta yang dikenal relijius. Di kampung santri inilah dilahirkannya ormas Islam Muhammadiyah 102 tahun lalu oleh Muhammad Darwis yang kemudian dikenal KH. Ahmad Dahlan. Tak heran jika tokoh-tokoh yang dekat dengan musuh-musuh Islam seperti Jokowi mendapat penolakan keras dari warga di kampung yang telah melahirkan banyak Ulama itu.

Editor : Amaif | Sumber : detik, ISLAM Bersatu Muallaf Berseru