Perda Syariat Islam Akan Dihapus , MMI Tantang PDIP Debat Terbuka

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) melayangkan tantangan resmi kepada pihak PDIP untuk debat terbuka soal rencana PDIP yang akan menghapus perda-perda Syariat Islam. 

MMI meminta penjelasan soal pernyataan berita Harian REPUBLIKA, 5 Juni 2014 berjudul: Perda Syariat Islam Ingin di evaluasi yang isinya: “Kubu pasangan Capres/Cawapres nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla berencana memangkas peraturan daerah (perda) yang berlandaskan syariat Islam. “Ke depan kami berharap perda syariat Islam itu tidak ada,”kata Ketua Tim Bidang Hukum Pemenangan Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6).

Menurut Trimedya, perda syariat Islam mengganggu kemajemukan NKRI yang berlandaskan Bhineka Tungga Ika, karena menciptakan pengkotak-kotakan masyarakat. Selain itu, perda syariat Islam tidak sejalan dengan ideology yang dianut PDIP, dan bertentangan dengan UUD 1945. "Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final.”

Berikut isi surat tantangan tersebut.

—————————————————–

Nomor : 10/LT MM/VII/1435

Lamp. : 1 berkas

Hal      : Tantangan Debat Terbuka

 

Kepada

Capres/Cawapres 2014 – 2019

Ir. Joko Widodo – Drs. Jusuf Kalla

Cq. Ketua Tim Bidang Hukum Pemenangan Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan

Di – JAKARTA

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berdasarkan berita Harian REPUBLIKA, 5 Juni 2014 berjudul: Perda Syariat Islam Ingin di evaluasi yang isinya: “Kubu pasangan Capres/Cawapres nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla berencana memangkas peraturan daerah (perda) yang berlandaskan syariat Islam. “Ke depan kami berharap perda syariat Islam itu tidak ada,”kata Ketua Tim Bidang Hukum Pemenangan Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6).

Menurut Trimedya, perda syariat Islam mengganggu kemajemukan NKRI yang berlandaskan Bhineka Tungga Ika, karena menciptakan pengkotak-kotakan masyarakat. Selain itu, perda syariat Islam tidak sejalan dengan ideology yang dianut PDIP, dan bertentangan dengan UUD 1945. "Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final.”

Maka sebagai institusi penegak Syari’at Islam di Indonesia, Majelis Mujahidin merasa perlu melakukan klarifikasi atas kebenaran berita tersebut di atas. Karena calon penguasa baru, bukan saja menyebarkan fitnah dan melakukan tuduhan dusta terhadap Syari’at Islam, tapi juga mengintimidasi kaum Muslimin sebagai penduduk mayoritas negeri ini. Selain itu, Tim Sukses Joko-JK secara arogan mendiskreditkan umat Islam, terutama warga Nahdhiyin yang menjadi pendukung capres/cawapres Jokowi-Jk. Termasuk juga penghinaan terhadap anggota DPR, DPRD, dan pemerintahan SBY yang telah mensyahkan Perda bernuansa Syariat Islam itu.

Rencana pasangan capres-cawapres nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menghapus perda Syariat Islam dan menolak munculnya perda baru berlandaskan Syariat Islam, berangkat dari sejumlah tuduhan dusta, antara lain:

  1. Syariat Islam mengganggu kemajemukan NKRI yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika.
  2. Perda Syariat Islam tidak sejalan dengan ideology yang dianut PDIP, yaitu Pancasila 1 Juni 1945.
  3. Syariat Islam bertentangan dengan UUD 1945.

Segala tuduhan dusta yang dilontarkan Ketua Timses Jokowi-JK bidang Hukum, Trimedya Panjaitan itu merupakan halusinasi kaum antiagama yang telah merusak tata kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI. Apabila opini atau pernyataan di atas sengaja dilontarkan oleh Ketua Timses Jokowi-JK bidang Hukum, Trimedya Panjaitan, Majelis Mujahidin menilai bila pasangan Jokowi-JK berkuasa niscaya kekuasaannya akan menjadi sumber malapetaka baru terhadap nasib rakyat Indonesia.

Pernyataan di atas mengindiksasikan bahwa Capres/Cawapres yang diusung PDIP, Nasdem, PKB, dan Hanura itu, bukan membawa misi Pancasila, melainkan membawa misi sekuler yang a-historis dan inskonstitusional. Sebagai konsekuensi Negara RI yang berdasarkan Ketuhanan YME (ps 29 ayat 1 UUD ’45), maka tidak boleh ada aturan dan UU yang bertentangan dengan ajaran Tuhan. Jika syariat agama dalam Peraturan Daerah ditolak, apakah berarti PDIP hendak menghidupkan ideologi marxisme di Indonesia? Dan apakah Capres/Cawapres yang diusung PDIP juga membawa misi anti agama dan anti Tuhan? Jika benar demikian, maka menurut Islam: HARAM hukumnya bagi umat Islam untuk memilih mereka sebagai Presiden/Wakil Presiden RI.

Oleh karena itu, sebagai klarifikasi publik sekaligus uji sahih terhadap tuduhan Trimedya Panjaitan itu. Maka Majelis Mujahidin menuntut PDIP, Jokowi-JK dan Timsesnya, atau siapapun yang mendukung pernyataan Trimedya Panjaitan tersebut di atas, untuk mempertanggung jawabkan tuduhannya secara moral dan intelektual melalui DEBAT TERBUKA.

Demikian surat klarifikasi dan tantangan DEBAT TERBUKA ini kami sampaikan agar mendapatkan perhatian dan respons yang semestinya. Kami menunggu responsnya dalam waktu seminggu setelah surat ini diterimakan. Apabila pihak PDIP mengabaikan upaya klarifikasi dan TANTANGAN DEBAT TERBUKA ini, maka Majelis Mujahidin akan menempuh upaya hukum dan upaya lain yang dibenarkan Syariat Islam dan Konstitusi NKRI.

 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Yogyakarta, 8 Sya’ban 1435 H/ 6 Juni 2014 M

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

        

         Irfan S. Awwas                                                     M. Shobbarin Syakur

                 Ketua                                                          Sekretaris                  

                                            Menyetujui:

                                  

                                  Al-Ustadz Muhammad Thalib

                                      Amir Majelis Mujahidin

———————————————————————————————
[amaif/voa-islam]

Mapolsek Poso Pesisir Diserang Sekelompok Orang Bersenjata

POSO (Jurnalislam.com)  Kontak senjata kembali terjadi di Poso. Sekelompok orang bersenjata menyerang Mapolsek Poso Pesisir di Mapolsek Poso Pesisir Utara, Desa Membuke, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin 9 Juni 2014 sekira pukul 19.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam baku tembak yang terjadi selama sekira 10 menit tersebut.

“Jadi lima menit habis Shalat Isya, kami diberondong dengan tembakan oleh kelompok atau orang yang bersenjata. Banyak serpihan peluru yang mengenai dinding kantor,” jelas Kapolsek Poso Pesisir Utara, Ipda Arsyad.

Tembakan dari sekelompok orang bersenjata tersebut, lanjut dia, langsung dibalas oleh petugas yang berjaga.

“Saat itu pula karena mereka melakukan penembakan, kami merespons, membalas, jadi terjadi tembak menembak. Kalau terluka parah tidak, cuma karena menghindar, ada (polisi) yang terbentur dinding karena merespons cepat gerakan untuk bersembunyi di tempat perlindungan,” bebernya.

Pasca penyerangan, personel dari Polres Poso serta Brimob Polda Sulteng dikerahkan ke Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Hingga dini hari ini Mapolsek Poso Pesisir Utara masih dalam penjagaan ketat aparat. Petugas berjaga di sekitar mapolsek. Seluruh lampu di mapolsek juga dipadamkan. Wartawan tidak diizinkan mengambil gambar karena kondisi masih mencekam. [amaif/Okezone]

Mujahidin Afghanistan Serang Terminal Militer Amerika, 166 Kendaraan dan 226 Tank Hancur

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Setidaknya 166 kendaraan dan 226 tank hancur oleh serangan Istisyhad tiga orang Mujahid Imarah Islam Afghanistan (IEA) di terminal militer milik Amerika dan NATO Kota Jalalabad, Afghanistan, Senin (9/6/2014).

Dalam pernyataan resmi IEA yang dirilis di situs resminya dijelaskan, tiga mujahid dari Unit Istisyhad yang dilengkapi dengan senjata dan sabut peledak menyerang terminal penyuplai pasokan logistik AS-NATO di kota Jalalabad. Aksi tersebut diawali oleh serangan bom mobil seorang mujahid, kemudian dua mujahid lainnya memasuki terminal dan menembaki pasukan musuh, menewaskan puluhan dari mereka.

Dalam operasi malam hari yang dimulai sekitar pukul 22.00 hingga pukul 01.00 waktu setempat itu, mujahidin berhasil menghancurkan sebanyak 113 truk trailer besar berisi 226 tank lapis baja, 33 truk container dan 21 tangki minyak yang terbakar hingga dini hari.

Operasi tadi malam adalah salah satu serangan paling dahsyat dan mematikan yang dilancarkan oleh Mujahidin IEA terhadap pasukan Salib AS-NATO sejak serangan musim semi yang diberi nama “Operasi Khaibar”. Dan tiga orang ksatria yang meraih kesyahidannya dalam serangan itu adalah Azizullah, berasal dari Nangarhar, Islam Ghani dari Logar dan Muhammad Ghani dari provinsi Kabul.

Editor : Amaif

Buldoser Zionis Ratakan Rumah Warga Palestina di West Bank

PALESTINA (jurnalislam.com) – Buldoser zionis Israel pada hari Senin (09/06/2014) menghancurkan sebuah bangunan dua lantai yang dimiliki oleh seorang pria warga Palestina di desa Al-Faroun selatan Tulkarem di Tepi Barat bagian barat laut.

"Dua tahun lalu, pemerintah Israel memberikan kepada ayahku – Falah Abdel-Razeq, 58 – surat perintah pembongkaran dengan dalih bahwa rumah itu dibangun terlalu dekat dengan dinding penghalang," kata Ahmed Abdel-Razeq, anak dari pemilik rumah tersebut kepada Anadolu Agency.

Ia mengatakan bahwa pada hari Senin, dua buldoser Israel yang didukung oleh pasukan  dan persenjataan berat, mengepung rumahnya sekitar pukul 5:30. Pemerintah Israel kemudian mengusir warga sebelum meratakan struktur bangunan.

"Ayah saya buta. Ia menderita masalah diabetes dan ginjal. Ia dibawa ke rumah sakit setelah menderita gangguan saraf pagi ini [setelah rumah kami hancur]," tambahnya.

Abdel-Razeq mengatakan gedung itu semula ditempati 12 orang. Kini mereka tidak memiliki tempat tinggal.

Dalam siaran persnya, Gubernur Tulkarem Abdullah Kamil mengecam langkah zionis Israel itu sebagai "tindakan kriminal dan biadab yang melanggar semua norma-norma etika dan kemanusiaan, serta hukum internasional dan kemanusiaan."

"Pelanggaran Israel terhadap rakyat Palestina di manapun, dan terutama di Tulkarem, menegaskan kurangnya keseriusan pemerintah Israel … terhadap upaya mencapai perdamaian," Kamil menyatakan.

"Sebaliknya, pemerintah Israel berupaya untuk menyeret wilayah tersebut ke dalam siklus kekerasan, melalui serangkaian tindakan sewenang-wenang mereka dan skema penyelesaian pembangunan mereka," tambahnya.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, tahun lalu saja Israel telah menghancurkan lebih dari 500 rumah warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem Timur).

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Al-Quds sebagai wilayah yang diduduki dan dirampas oleh Israel pada tahun 1967 dan menganggap semua pembangunan permukiman Yahudi di sana adalah ilegal.

Setelah penandatanganan Oslo Accord tahun 1993 dengan Otoritas Palestina, Israel menarik diri dari kota-kota besar di Tepi Barat tetapi mempertahankan kontrol di wilayah lainnya. [ded412/world bulletin]

 

Kelompok Bersenjata Serang Ruang Sidang di Afghanistan

AFGHANISTAN (jurnalislam.com) – Setidaknya empat orang terluka dalam sebuah serangan di kota timur Jalalabad Afghanistan setelah orang-orang bersenjata yang mengenakan rompi peledak menyerang ruang sidang, sumber telah mengatakan kepada Al Jazeera.

Yang terluka, termasuk seorang perwira polisi, telah pindah ke rumah sakit pada hari Senin. Semua tiga penyerang gugur sebelum mereka bisa meledakkan rompi mereka.

Dalam serangan lain pada Senin (09-06-14), tiga pelaku bom istisyhadiyah menyerang sebuah tempat parkir mobil di sebuah pangkalan polisi di Afghanistan timur, serangan tersebut menewaskan seorang penjaga dan 25 truk tanker terbakar, sumber resmi menyampaikan .

Serangan terhadap pangkalan polisi di distrik Behsud timur berlangsung Minggu malam (senin pagi dini hari), Ahmad Zia Abdulzai, juru bicara gubernur provinsi provinsi Nangarhar mengatakan.

Pertama sebuah bom mobil istisyhadiyah meledakkan dirinya dengan meledakkan kendaraannya di pintu masuk ke tempat parkir, kemudian dua penyerang lain menyerbu masuk, menembaki pasukan keamanan, katanya.

Polisi melumpuhkan kedua penyerang tapi setidaknya 25 tanker bahan bakar dan truk logistik hancur terbakar selama pertempuran, kata Abdulzai . [ded412/Aljazeera]

Majelis Mujahidin : Haram Pilih Capres Yang Hapus Perda Syariat

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) geram dengan pernyataan tim sukses capres-cawapres Jokowi-JK yang mengatakan akan menghapuskan Perda Syariat jika terpilih. Melalui Ketua Laznah Tanfidziyah MMI Irfan S Awwas menyarankan kepada umat Islam agar tidak memilih pasangan tersebut.

Irfan menuntut agar pihak yang mendukung pernyataan tersebut untuk bertanggung jawab atas tuduhannya secara moral dan intelektual melalui debat terbuka.

“Jika Syariah agama dalam peraturan daerah ditolak, apakah berarti mereka akan menghidupkan ideology Marxisme di Indonesia. Dan apakah capres-cawapres tersebut membawa misi anti-agama dan anti-Tuhan? Jika demikian, haram hukumnya bagi umat Islam memilihnya sebagai presiden RI,” tegasnya dalam keterangan pers di Yogyakarta, Senin (9/6/2014).

 Dirinya juga mengaku telah mengirimkan surat tantangan debat tersebut, melalui MM di Jakarta, untuk disampaikan ke tim sukses tersebut dan segera ditindaklanjuti tantangan tersebut.

Jika upaya tersebut tidak ada tanggapan dalam sepekan ke depan, maka MM mengancam akan menempuh jalur hukum.

Sebelumnya Ketua Tim Hukum dan Advokasi Jokowi-JK Trimedya Pandjaitan mengatakan jika nanti capresnya menang akan menghapus perda yang berbau Syariat Islam karena akan mengganggu kemajemukan NKRI dan mengotak-kotakan masyarakat.

"Ke depan kami berharap Perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-ngotakan masyarakat," katanya, di Kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

sumber : inilah

Jubir JAT Rilis Bayan Tambahan Terkait Berita Tentang Tanggapannya Mengenai Rekaman Audio Ustadz ABB

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Jamaah Ansharut Tauhid, Ahmad Fatih merilis bayan tambahan terkait pemberitaan Jurnalislam hari Jumat tanggal 6 Juni 2014 berjudul “Ini Tanggapan Jubir JAT Soal Beredarnya Rekaman Audio Ustadz ABB”. Salah satu poin yang ditujukan Bayan Tambahan itu adalah dalam pemberitaan tersebut redaksi Jurnalislam menambahkan kalimat “diedit-red” dengan maksud untuk memperjelas makna dari kalimat “tidak utuh” yang dikatakan oleh Jubir JAT dalam pernyataan tersebut. Namun dalam bayan tambahan tersebut dijelaskan bahwa ketidakutuhan rekaman itu karena perekam tidak merekam dialog secara keseluruhan. Untuk lebih jelasnya, berikut isi bayan tambahan lengkap Juru Bicara JAT, Ahmad Fatih yang dikirimkan kepada Redaksi Jurnalislam.com.

 

Bayan Tambahan Terkait Pernyataan Jubir JAT di Media Jurnalislam.com Tanggal 6 Juni 2014

Terkait dengan berita yang diturunkan Jurnalislam.com dan dikutip beberapa media Islam lainnya  mengenai wawancara terkait dengan rekaman audio ustad Abu Bakar Ba’ayir.

Pada alinea ke tiga di situ dituliskan :

“Orang yang merekam ini tidak meminta izin kepada yang direkam untuk disebar. Dan ini mengingatkan kejadian yang lalu ketika ustadz masih diluar, ada yang merekam tanpa izin dan menyebarkannya. Kemudian juga ketika ustadz Achwan dan Ustadz Fuad mengunjungi Ustadz Aman dan berdialog dengan beliau, yang juga direkam dan disebarkan tanpa izin namun hasil rekamannya tidak utuh (diedit-red) .”

Terkait pernyataan ini kami merasa perlu memberikan bayan tambahan, berikut beberapa hal tersebut :

1. Ada tiga rekaman audio yang beredar di umat Islam terkait dengan dialog dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir 2 rekaman audio dan 1 rekaman audio terkait dengan dialog Ustadz Achwan, Ustadz Fuad dan Ustad Aman.

2. Dua rekaman audio terkait dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir disebar dengan tanpa izin dari beliau dan salah satunya adalah yang beredar kemarin seperti diberitakan Jurnalislam.

3. Terkait rekaman audio tentang dialog Ustadz Achwan, Ustadz Fuad dan Ustad Aman. Yang merekam meminta izin kepada Ustadz Fuad untuk disebar. Ustadz Fuad memberikan izin dengan syarat jika memang dirasa memberikan manfaat tetapi jika banyak madhorotnya jangan diupload.

4. Adapun terkait dengan pernyataan bahwa hasil rekamannya tidak utuh memang kami benarkan karena kami menemukan data memang ada bagian dari dialog yang tidak masuk dalam rekaman. Bagian itu diantaranya terkait dengan perbedaan soal ansharut thogut yang sering dikatakan bahwa Majelis Syariah (MS) JAT berbeda dengan Ustadz Aman maupun Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ternyata setelah adanya tabayyun dan diskusi, perbedaannya hanya sebatas istilah saja bukan beda esensi maupun penerapan dilapangan. Kufr ta’yin (pengkafiran secara personal) yang disampaikan oleh Ustadz Aman disertai dengan pengecualian atau istitsna’, sedangkan kufr Aam (pengkafiran secara menyeluruh) yang dipahami oleh ustadz Fuad dan MS JAT adalah Kufr Thoifah (kelompok) sehingga siapa saja yang berada dalam kelompok itu hukum asalnya adalah kufur kecuali yang belum terpenuhi syarat kekufuran. Hal ini disampaikan Ustadz Fuad dan minta disaksikan oleh yang hadir saat itu. Dan hal ini dibenarkan oleh semuanya termasuk ustadz Aman dan Ustadz Rois.

5. Adapun kalimat “diedit-red” dalam pemberitaan Jurnalislam itu bukan dari kami tetapi dari redaksi Jurnalislam.com yang menyimpulkan dalam bahasa jurnalis bahwa rekaman yang tidak utuh itu berarti di edit. Dan kabar yang sampai kepada kami dari perekam bahwa dialog tersebut memang tidak di edit oleh beliau, adapun bagian yang hilang pada rekaman tersebut adalah disebabkan sudah dimatikannya alat rekam tersebut, sehingga bagian tersebut otomatis tidak masuk dalam rekaman .

Demikian bayan tambahan ini kami buat sebagai penjelas dari wawancara kami dengan Jurnalislam.com terkait beredarnya rekaman audio Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Jakarta, 9 Juni 2014

Juru Bicara JAT

Ahmad Fatih

08561812319

 

Dengan adanya bayan tambahan tersebut, redaksi Jurnalislam.com memohon maaf kepada pembaca jika ada kesalahan penafsiran dalam berita yang kami tulis terkait Tanggapan Jubir JAT yang kami muat pada tanggal 6 Juni 2014 itu. Redaksi Jurnalislam.com bertangungjawab sepenuhnya jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut.  [jurnalislam.com]

Kronologi Keributan di Lapas Klas II Magelang Versi Mujahidin

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Keributan terjadi di Lapas Klas II Magelang hari Rabu (4/6/2014) lalu antara petugas dengan ikhwan mujahidin. Keributan itu dipicu oleh perkataan tidak mengenakan seorang petugas lapas kepada pembesuk narapidana terorisme. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenhumkam Jawa Tengah Hermawan Yunianto, Jumat (6/6/2014) kepada media mengatakan bahwa narapidana terorisme (ikhwan mujahidin) melakukan pemukulan terlebih dahulu karena tidak diberi izin untuk masuk. 

“Mereka susah sekali diingatkan, wong mereka itu menganggap apa yang dilakukannya benar. Kalau kronologi keributan Rabu kemarin itu yang datang besuk ada 15 orang, kami masukkan enam pembesuk dulu, ternyata di dalam mereka (napi teroris) tidak memperbolehkan keluar (pembesuknya), yang enam lain akhirnya berusaha masuk. Petugas kami dipukuli,” kata Hermawan dikutip dari sindonews.

Berbeda dengan penuturan salah satu ikhwan disana. Ia mengatakan justru petugaslah yang memukul pertama kali setelah petugas mengeluarkan kata-kata tidak mengenakan kepada ikhwan yang besuk.

Berikut kronologi kejadian keributan di Lapas Klas II Magelang versi ihwan mujahidin

Sekitar jam 09.30, keluarga ikhwan dari Bandung, Jawa Barat masuk ke Lapas Klas II  Magelang. Mereka terdiri dari tiga akhwat dan satu sopir. 

Tidak beberapa lama, diluar Lapas datang lima ikhwan dari Jakarta yang bertujuan untuk membesuk ikhwan-ikhwan yang berada didalam. Setelah menjalani prosedur yang ditetapkan pihak Lapas, ternyata mereka sementara tidak boleh masuk. Mereka harus menunggu sampai pembesuk yang sudah didalam keluar dulu. 

Mengetahui hal ini, ikhwan-ikhwan mujahidin mengambil inisiatif untuk bernegosiasi dengan petugas di depan ruang besuk yang biasa dipakai oleh ikhwan-ikhwan mujahidin menerima pembesuk. Supaya mereka bisa segera masuk, dengan argumen bahwa mereka jauh-jauh datang dari Jakarta kasihan kalau harus menunggu lama, sementara jika keluarga ikhwan-khwan yang sudah masuk segera keluar juga kasihan karena anak-anak mereka juga masih kangen. Toh mereka tidak setiap bulan bisa bertemu karena kondisi jarak yang sangat jauh.

Diluar dugaan, petugas KPLP mengatakan perkataan yang menyinggung para ikhwan yang melakukan negosiasi saat itu. “Sebetulnya kami selalu membantu kalian, tapi kalian saja yang nggak pernah merasa dibantu,” sindir petugas itu dengan nada tinggi.

Tidak hanya itu, tiba-tiba petugas tersebut memukul kepala salah satu ikhwan yang melakukan negosiasi tersebut hingga terjatuh. Melihat hal ini, ikhwan-ikhwan yang lain tidak terima, dan terjadilah adu pukul antara ikhwan-ikhwan dengan petugas.

Melihat temannya adu pukul, para petugas yang lain ikut membantu mengeroyok ikhwan-ikhwan dengan cara “hit and run”. Akibat kejadian tersebut, dua orang ikhwan mujahidin terluka, satu terluka di bagian mata saat mencoba melerai namun malah dipukul, dan satu lagi terluka dipelipis sebelah kiri. Sedangkan dipihak petugas, empat orang terluka dan diantaranya ada yang dirawat dirumah sakit.
Pantauan sampai hari Sabtu, didepan lapas masih bersiaga aparat terdiri dari TNI dan Polisi dengan menggunakan satu mobil Dalmas dan beberapa motor.

Reporter : abu hayyan

Editor : amaif

Korban Tewas Banjir Bandang Afghanistan Bertambah Jadi 81 Jiwa

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Korban tewas banjir bandang yang melanda utara Afghanistan pada Sabtu (7/6/2014) meningkat menjadi 80 dari 54 orang.

Letnan Fazel Rahman, kepala polisi di distrik Guzirga i-Nur provinsi Baghlan, mengatakan korban tewas akibat banjir bandang telah meningkat menjadi 81 dari 54 jiwa. 850 rumah di beberapa desa hancur dan lebih dari 1.000 rusak oleh hujan lebat dan banjir. Kondisi ini membuat ribuan orang membutuhkan tempat tinggal, makanan, air dan obat-obatan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Jenderal Mohammad Zahir Azimi mengatakan helikopter AD mengupayakan bantuan di distrik terpencil, yakni 140 kilometer (85 mil) utara ibu kota, provinsi Puli Khumri. Namun, untuk menuju tempat tersebut tidaklah mudah, mereka harus menempun delapan sampai sembilan jam perjalanan darat karena medan yang kasar.

Rahman membeberkan, pihak berwenang setempat telah menerima sekira 100 tenda, beberapa ratus selimut, dan beberapa makanan, tapi itu lebih dari persediaan yang dibutuhkan.

Warga Afghanistan yang tinggal di pegunungan utara sebagian besar telah terhindar dari perang, tetapi tidak asing dengan bencana alam. Bulan lalu, tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras mengubur sebagian besar sebuah desa terpencil di provinsi Badakhshan, wilayah timur laut yang berbatasan dengan China, sehingga menggusur sekira 700 keluarga.

Sumber : detikcom

Pertempuran Sengit Terjadi di Bandara Karachi

PAKISTAN (jurnalislam.com) – Lelaki bersenjata berat menyamar sebagai penjaga keamanan dan menyerang terminal di bandara tersibuk di Karachi. Setidaknya 17 orang tewas dan 18 lainnya luka-luka. Penerbangan dihentikan dan tentara dipanggil, kata para pejabat.

Beberapa orang bersenjata yang tidak diketahui jumlahnya melemparkan granat tangan dan menembakkan senjata otomatis ketika mereka menyerang terminal kargo di bandara internasional Jinnah.

Reporter Al Jazeera Alia Chughtai, yang tiba di terminal internasional bandara beberapa menit sebelum serangan, mengatakan sedikitnya 17 orang tewas.

17 korban tewas tersebut adalah sembilan personel keamanan, dua karyawan bandara dan enam penyerang. 18 orang lainnya diyakini terluka.

Tweet bandara Chughtai menyatakan bahwa terjadi kebakaran di tempat kejadian dan setidaknya tiga atau empat pesawat diyakini rusak.

Penumpang dievakuasi ke lokasi yang aman dan semua penerbangan lokal dan internasional dihentikan.

Petugas keamanan telah mengurung beberapa bandara Pakistan lainnya, termasuk bandara Quetta. Bandara Lahore berada pada siaga tinggi.

Reporter Al Jazeera Kamal Hyder, melaporkan dari Islamabad, mengatakan serangan itu direncanakan dengan baik dan dilakukan dengan cermat.

 
"Mereka mengenakan seragam pasukan keamanan bandara, dan menggunakan identitas palsu untuk masuk ke bandara," kata Hyder.

"Rupanya ada tembakan selama setidaknya satu jam dan kemudian mereda, tapi kami mendapat laporan sekarang bahwa tembakan itu terjadi lagi.

"Para pejuang mengambil posisi strategis, kemungkinan di dalam pesawat yang diparkir di bandara."

Hyder mengatakan setidaknya ada selusin orang bersenjata terlibat dalam serangan itu.

Dr Simi Jamali mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sedikitnya lima orang, termasuk tiga personil pasukan keamanan bandara dan dua karyawan Pakistan Airline, telah dibawa ke rumah sakit Jinnah dari bandara.

Seorang saksi mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon bahwa dia melihat asap mengepul dari bandara.

Rao Muhammad Anwar, seorang pejabat senior polisi, mengatakan para penyerang bersenjatakan senjata otomatis dan granat dan terlibat baku tembak dengan penjaga keamanan.

Serangan itu terjadi di sebuah terminal yang biasanya digunakan untuk penerbangan VIP dan kargo.

"Ini bukan pertama kalinya terjadi. Ada dua serangan besar di masa lalu, satu di Karachi dan satu lagi di pangkalan udara Kamra. Ada juga serangan lain di bandara Peshawar yang digagalkan," kata Hyder. [ded412/Aljazeera]