Setidaknya 7 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom di Perguruan Tinggi Nigeria

NIGERIA (jurnalislam.com) – Sebuah ledakan merusak sebuah perguruan tinggi Nigeria, terletak di kota Kano sebelah utara nigeria pada hari Senin (23-06-2014), menewaskan sedikitnya tujuh orang, kata sumber keamanan.

Ledakan terjadi menghantam Kano State School of Hygiene, kata sumber itu.

Sejak berita ini diturunkan tidak ada kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemboman dan serangan oleh para mujahidin Jama’ah Ahlu Sunnah Lid-Da’wah Wal Jihad (Boko Haram) sekarang terjadi hampir setiap hari di wilayah utara Nigeria.

Kelompok mujahidin  ini mendapat perhatian dunia pada bulan April ketika mengambil alih lebih dari 200 gadis dari sebuah sekolah pedesaan di timur laut Nigeria .

Kano adalah kota terbesar di utara Nigeria, mengalami kerusuhan sejak awal bulan ini ketika ratusan pemuda turun ke jalan menentang keputusan terhadap penunjukan mantan gubernur bank sentral Nigeria sebagai pemegang autoritas Islam tertinggi kedua di negara itu.

Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 1.500 orang tewas di wilayah timur laut Nigeria dalam tiga bulan pertama tahun ini . [ded412/world bulletin]

 

 

Al Tsauroh Institute : Siapapun Pemimpinnya, Demokrasi Mustahil Datangkan Kebaikan Hidup

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur Al Tsauroh Institute Ustadz Abu Al Izz menanggapi pernyataan dukungan beberapa ormas Islam terhadap salah satu kandidat presiden Republik Indonesia yang akan dipilih secara langsung pada 9 Juli 2014 mendatang.

Kepada Jurnalislam.com beliau mengatakan bahwa terlalu lebay (berlebihan) jika keislaman manusia Indonesia dititipkan kepada para calon presiden RI dalam sistem pemilu yang merupakan anak kandung demokrasi yang telah mengeliminasi syariat Islam itu sendiri.

“Syariah Islam Allah turunkan untuk kebaikan hidup manusia. Kebaikan hidup manusia terjadi apabila terlindungi hak dasarnya, yaitu agama, jiwa, akal, harta diri dan harta. Selain hak nyaman dan tentram serta hak hidup terhormat dan mulia berdasarkan akhlak karimah. Demokrasi dan turunannya telah mengeliminasi tujuan-tujuan syariah tersebut, sehingga mustahil mendatangkan kebaikan hidup terhadap manusia, siapapun pemimpinnya. Karena itu teramat lebay keislaman manusia Indonesia jika dititipkan kepada para calon presiden RI meskipun didukung oleh jutaan ulama,” paparnya kepada jurnalislam.com melalui sambungan telepon, Sabtu (21/6/2014).

Beliau menyayangkan sikap para ulama yang telah menyatakan dukungannya kepada salah satu capres RI tersebut. Ustadz Abu Al Izz menilai sikap mereka itu sebagai dagangan murahan atas nama agama, ketokohan dan keormasan.

“Maka jutaan ulama yang mendorong untuk memilih salah satu calon presiden RI dalam sistem pemilu yang merupakan anak kandung demokrasi, dinilai sebagai dagangan murahan dalam konteks bisnis atas nama agama dan ketokohan serta keormasan,” lanjutnya.

Ustadz Al Izz menduga para ulama dan tokoh-tokoh ormas Islam yang telah memfatwakan keharaman memilih salah satu capres RI itu tidak mengerti esensi hukum. Karena hukum haramnya demokrasi termasuk maklumun minaddin biddhorurah (suatu perkara dalam agama yang sudah diketahui oleh orang awam sekalipun).

“Yang mereka dorong adalah barang haram yang keharamannya termasuk maklumun minaddin biddhorurah, saya menduga mereka tidak mengerti esensi hukum jika sampai mengeluarkan fatwa haram memilih calon tertentu dan wajib memilih calon tertentu,” tegasnya.

Terminologi halal haram, menurutnya adalah terminologi syar’i yang harus merujuk pada landasan yang jelas. “Demokrasinya saja sudah mengeliminasi tujuan syari’ah, maka bagaimana bisa lahir halal dan haram untuk anak kandungnya pemilu?” kata beliau.

Reporter/Editor : Amaif

Menteri Luar Negeri AS Berjanji Akan Berikan Bantuan Kepada Al Sisi

MESIR (jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri AS John Kerry tiba di Kairo pada hari ahad (22-06-2014) untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi terkait tindakan Mesir pada Ikhwanul Muslimin dan ancaman konflik di Irak terhadap Timur Tengah.

Kerry adalah pejabat paling tinggi AS yang mengunjungi Mesir sejak  Abdel Fattah al-Sisi memenangkan pemilihan presiden Mei lalu.

Kunjungannya terjadi sehari setelah pengadilan Mesir menegaskan hukuman mati terhadap 183 anggota Ikhwanul Muslimin, termasuk pemimpinnya Mohamed Badie, dalam pengadilan massal atas tuduhan kekerasan yang menewaskan seorang polisi.

Amerika Serikat, yang bergantung pada Mesir sebagai sekutu dekat Timur Tengah selama beberapa dekade sejak perjanjian perdamaian 1979 dengan sekutu AS Israel, membekukan bantuan militer tahunan senilai $ 1,3 miliar ke Mesir setelah penggulingan Morsi.

Sekitar $ 575 juta dana yang semula ditangguhkan telah dikucurkan dalam 10 hari terakhir dan akan digunakan untuk membayar kontrak pertahanan yang ada, kata pejabat Departemen Luar Negeri.

Washington juga mengatakan akan memberikan 10 helikopter serang Apache untuk membantu tentara Mesir memerangi mujahidin yang berkembang di semenanjung Sinai.

Pemerintahan Obama telah memastikan bahwa sisa dana, yang memerlukan persetujuan Kongres, akan dikeluarkan setelah ada bukti bahwa pemerintah Sisi memerintah dengan cara yang benar-benar demokratis, kata pejabat senior Departemen Luar Negeri. [ded412/news desk]

Biadab, Israel Menyerang Tepi Barat Dua Warga Palestina Di Bunuh

TEPI BARAT (jurnalislam.com) – Serangan pada hari ahad  (22/6/2014) oleh pasukan Israel di Tepi Barat telah membunuh dua warga Palestina, menurut pejabat Kementerian Kesehatan Palestina.

Satu orang ditemukan tewas di pintu masuk bangunan di pusat kabupaten Ramallah setelah pasukan Israel menyerang wilayah tersebut dengan tembakan membabi-buta, peluru karet dan gas air mata pada Minggu dini hari, sumber medis mengatakan kepada Anadolu Agency.

Seorang pria muda lainnya tewas di kota Nablus utara setelah menderita empat luka tembak di dada ketika pasukan Israel menyerang barak pengungsi Al-Ain, menurut Tarif  Ashour, koordinator media Kementerian Kesehatan.

Banyak warga Palestina lainnya yang juga terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di beberapa bagian Tepi Barat yang diduduki, akibat peluru tajam, peluru karet dan gas air mata.

Penyerangan Israel di Tepi Barat yang diduduki dilakukan sebagai bagian dari operasi pencarian tiga warga Yahudi yang hilang awal bulan ini dari pemukiman khusus Yahudi di Tepi Barat.

Setelah bentrokan, ratusan pemuda Palestina marah dan menyerang kantor polisi Ramallah untuk memprotes karena tidak adanya pasukan keamanan dari Otoritas Palestina di tempat kejadian tersebut.

Para pengunjuk rasa menghancurkan sejumlah kendaraan polisi Palestina dan melemparkan batu ke arah kantor polisi, yang dibalas pasukan polisi dengan tembakan serta melukai beberapa demonstran.

"Pasukan polisi [Palestina] bersembunyi ketika tentara Israel menyerang kami," salah satu pengunjuk rasa, yang meminta namanya tidak disebutkan, mengatakan kepada Anadolu Agency.

"Mereka ada hanya untuk melayani pendudukan daripada melindungi kita," tambahnya.

Ketegangan di wilayah Palestina meningkat sejak tiga pemukim hilang dari blok khusus Yahudi di pemukiman Gush Etzion, yang terletak dekat kota Tepi Barat selatan Hebron.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan keamanan Israel telah menahan sejumlah warga Palestina – termasuk anggota terkemuka Hamas, anggota parlemen dan mantan menteri pemerintah – di seluruh Tepi Barat yang diduduki.

Israel menuduh Hamas, sebagai gerakan perlawanan yang berbasis di Gaza, yang telah  menculik tiga warga Israel. Tetapi Hamas menolak tuduhan tersebut. [ded412/world bulletin]

Ustadz Fuad : “Saya Sedih Ketika Tidak Ada Lagi Status Facebook Berbicara Tentang Syi’ah”

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Disela-sela makan malam selepas acara Tabligh Akbar “Membuka mata, Mewaspadai Kesesatan Syi’ah” yang digelar di tadi malam (22/6/2014) di Tasikmalaya, Ustadz Fuad menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena perselisihan yang terjadi di dunia maya antara pembela kelompok mujahidin dengan kelompok mujahidin yang lain. Beliau mengatakan, akibat perselisihan itu, sekarang tidak ada lagi status facebook yang membicarakan tentang Syi’ah.

“Saya sangat sedih ketika kemudian tidak ada lagi satu pun status facebook yang membicarakan tentang Syi’ah. Syi’ah selamat dari mulut-mulut kita, sedangkan saudara-saudara kita malah saling mencaci. Itu fakta,” ungkapnya.

“Demokrasi juga tidak lagi dibahas sekarang,” timpal beliau.

Menurutnya, masalah ISIS dan Jabhah Nusroh adalah ujian Allah kepada penduduk negeri Syam. Penduduk negeri Syam lebih tahu bagaimana menyelesaikannya, karena mereka adalah orang-orang pilihan. Beliau meminta kepada umat Islam untuk berdoa kepada Allah agar mempersatukan mereka kembali

“Hanya Allah yang bisa membuat mereka berdamai. Nah, bagaimana agar Allah mempercepat perdamaian mereka, yaa kaum muslimin berdoa kepada Allah,” kata beliau.

Perkataan itu juga yang menurutnya menjadi maksud Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tentang perintahnya untuk mendoakan seluruh mujahidin.

“Maksud Ustadz Abu itu seperti itu, bukan kemudian berdoa hanya mendukung ISIS dan yang lain tidak,” lanjutnya.

Acara tabligh akbar yang diadakan oleh Angkatan Muda Muslim Al Fathonah (AMMAF) di komplek Yayasan Al Fathonah di Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya dihadiri oleh ratusan mustami dari daerah-daerah di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam acara itu Ustadz Fuad menjadi pemateri.

Reporter/Editor : Amaif

Tabligh Akbar Membuka Mata, Mewaspadai Kesesatan Syi’ah

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Yayasan Al Fathonah, Angkatan Muda Muslim Al Fathonah (AMMAF) dan Ikatan Pelajar Pecinta Syariat Islam (IPPSIS) bekerja sama dengan ormas-ormas Islam Kabupaten Tasikmalaya menggelar tabligh akbar bertajuk "Membuka Mata, Mewaspadai Kesesatan Syi’ah", dengan pemateri Ustadz Fuad Al Hazimi, Ahad (22/6/2014).

Bertempat di Kompleks Yayasan Al Fathonah Jl. Arjasari, Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, tabligh akbar dihadiri ratusan umat Islam, tokoh masyarakat dan para ulama dari pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Ini adalah kali ke lima Ustadz Fuad menjadi pemateri tabligh akbar tentang Syiah di Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu, beliau memaparkan informasi seputar kesesatan Syi’ah. Pengetahuan umat Islam di daerah tentang ajaran sesat Syi'ah memang terbilang masih kurang, karenanya mustami yang hadir terlihat antusias menyimak pemaparan dari Ustadz Fuad.

Ustadz Fuad menjelaskan perbedaan-perbedaan mendasar antara Islam dengan Syi’ah, dari mulai syahadat dan penyelewengan-penyelewengan aqidah Syi’ah yang lain yang membuatnya berbeda dengan Islam.

“Syahadatnya beda, adzannya beda, sholatnya beda, lantas apa alasan kita menyebut mereka Islam?” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa orang-orang Syiah itu mengaku mencintai ahlu bait, tetapi pada kenyataannya mereka mengkafirkan para sahabat serta istri-istri yang dicintai Rasulullah SAW.

“Mereka mengaku pecinta Ahlul Bait, tapi mengkafirkan orang-orang yang dicintai Rasulullah, itu dusta!” tegasnya berapi-api.

Acara yang dimulai pukul 21.00 WIB itu dijaga oleh puluhan laskar umat Islam dari berbagai ormas. Tak ketinggalan aparat keamanan dari polres Tasikmalaya dan polsek Leuwisari yang menurunkan pasukan rainmas berseragam lengkap untuk “mengamankan” acara.

“Kami diperintah untuk menjaga kantor polsek leuwisari,” kata salah seorang anggota rainmas yang sedang berjaga.

Acara berjalan lancar terkendali hingga berakhir pukul 24.00 WIB. Dalam kesempatan itu, panitia penyelenggara memberikan cendera mata kepada Ustadz Fuad.

Reporter/Editor : Amaif

 

Al-Qaeda Eksekusi Perwira Tinggi Tentara Yaman di Depan Rumahnya

YAMAN (jurnalislam.com) – Mujahidin al-Qaeda diduga telah mengeksekusi seorang perwira senior  tentara Yaman di depan rumahnya di Sanaa, kata kementerian pertahanan Yaman.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (21-06-2014), kementerian Yaman mengatakan bahwa dua pria bersenjata mengendarai sepeda motor menembak Brigadir Jenderal Abdullah al-Mehdar, anggota komite restrukturisasi militer Yaman, lalu melarikan diri, kantor berita Associated Press (AP) melaporkan.

Media setempat mengatakan pada hari Minggu (22-06-2014) bahwa al-Mehdar terluka parah tahun lalu dalam ledakan bom, juga di depan rumahnya, dan diterbangkan ke Yordania untuk perawatan.

Dalam perkembangan berita terpisah, seorang pejabat keamanan Yaman mengatakan kepada AP bahwa pesawat tak berawak AS menghantam beberapa sasaran pada hari Sabtu di provinsi al-Bayda. Pejabat itu tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Al-Qaeda Cabang Yaman, juga dikenal sebagai Al-Qaeda di Semenanjung Arab, dipandang oleh Washington sebagai milisi yang paling berbahaya di dunia dan telah dikaitkan dengan beberapa serangan percobaan di AS.

Washington telah membantu militer Yaman dengan logistik, pelatihan dan pengoperasian pesawat drone pada pasukan kontra-terorisme Yaman. [ded412/Aljazeera]  

 

Ribuan Pasukan Syi’ah Irak Pawai Unjuk Kekuatan

IRAK (Jurnalislam.com) – Setelah jatuhnya beberapa kota besar di Irak ke tangan mujahidin Sunni Irak, ribuan milisi Syiah, dijuluki "Brigade Perdamaian" berkonvoi di ibukota Baghdad dan beberapa kota-kota Irak lainnya pada hari Sabtu (21/6/2014) untuk menunjukkan kesiapan mereka dalam melindungi tempat ibadah mereka dari mujahidin Sunni yang dipimpin oleh Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS).

Pertunjukkan kekuatan diperintahkan oleh pimpinan Syi'ah Muqtada al-Sadr kepada pengikutnya untuk menghadapi kemajuan Mujahidin di Irak sejak 10 Juni.

Parade ini dihadiri oleh banyak deputi, partai politik dan perwakilan dari organisasi non-pemerintah di seluruh negeri, dan berlangsung di bawah keamanan yang tinggi.

Hakim al-Zamili, seorang anggota parlemen dari Al Ahrar Bloc, berafiliasi dengan gerakan Al Sadr, mengatakan kepada The Anadolu Agency bahwa brigade ini dibentuk setelah panggilan Moqtada al-Sadr.

Al-Zamili mengatakan parade militer akan digelar juga di provinsi Kirkuk dan Diyala untuk menunjukkan kehadiran tentara yang akan melindungi tanah Irak dari serangan ISIS dan akan mendukung pasukan keamanan negara.

Moqtada al-Sadr mendapatkan popularitas di Irak setelah penggulingan pemerintah Saddam oleh invasi Irak 2003 dan telah aktif di kawasan Sadr, Najaf dan Basra sejak saat itu.

Pengorganisasian ribuan pendukungnya menjadi gerakan politik, yang mencakup sayap militer yang dikenal sebagai Tentara Mahdi, al-Sadr meyakini ada sekitar 60.000 pejuang.

Editor : Amaif

Sumber : Anadolu Agency

Mesir Kembali Hukum Mati 182 Anggota Ikhwanul Muslimin

MESIR (jurnalislam.com) – Pada hari sabtu (21/6/2014) Pengadilan Mesir kembali mengkonfirmasikan hukuman mati terhadap pemimpin dan 182 pendukung Ikhwanul Muslimin, kata sumber peradilan kepada Reuters.

Keputusan pengadilan itu dilakukan dua bulan setelah mengajukan kasus Ikhwan Mohamed Badie dan ratusan orang lainnya kepada otoritas agama tertinggi, Mufti. Mengajukan sebuah kasus kepada Mufti adalah langkah pertama menuju pemberlakuan hukuman mati.

Mereka didakwa atas kekerasan yang meletus di kota Minya Mesir selatan pada bulan Juli pasca penurunan paksa Presiden terpilih Mohamed Morsi, anggota senior Ikhwanul, oleh militer yang dikomando oleh panglima militer Abdel Fattah al-Sisi setelah protes massal terhadap pemerintahannya. Salah satu perwira polisi senior tewas dalam kekerasan itu.

Keputusan hari Sabtu tersebut terjadi hanya dua minggu setelah mantan panglima militer Abdel Fattah al-Sisi menjabat sebagai presiden setelah memenangkan pemilu pada bulan Mei. Sisi memimpin penggulingan Morsi yang diikuti oleh protes dari pendukung Morsi dan tindakan keras oleh pasukan keamanan di mana ratusan pengunjuk rasa Islam tewas dan ribuan lainnya dipenjara.

Dalam kasus terpisah, pengadilan Kairo pada hari Kamis mengajukan Badie dan 13 orang pendukung Ikhwanul lainnya kepada Mufti atas tuduhan pembunuhan dan kepemilikan senjata api berkaitan dengan bentrokan selama protes Juli lalu.
 

Badie dan pemimpin Ikhwanul senior lainnya termasuk Morsi menghadapi persidangan dalam kasus lain. [ded412/world bulletin]

Laskar Almanar Cirebon Bentrok Dengan Puluhan Preman Kristen Penjaga Gudang Miras Terbesar Di Indramayu

INDRAMAYU (Jurnalislam.com) – Sekitar 35 personil dari Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (ALMANAR) Cirebon Jumat (21/6/2014) bentrok dengan puluhan preman penjaga gudang minuman keras (miras) terbesar di Indramayu. Sedikitanya 4 laskar Almanar dan 9 preman mengalami luka-luka. 

Almanar menerima laporan dari warga Jatibarang terkait keberadaan gudang miras besar di Jl. Tuparev RT 01 RW 01 Blok Gudang Timur, Jatibarang Baru, Jatibarang, Indramayu. Gudang miras tersebut adalah terbesar di Indramayu.

”Kami dapat pengaduan dari beberapa warga sekitar sini yang melapor kepada kami di Cirebon. Pertanyaannya, mengapa warga daerah Jatibarang jauh-jauh laporan kepada kami yang di Cirebon? Apa mereka sudah tidak percaya lagi sama pihak aparat di Jatibarang?” kata Ustadz Andi Mulya, koordinator lapangan Almanar.

Laskar berangkat dari Cirebon sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, gudang dalam keadaan tertutup dan sudah dijaga puluhan preman. Sepertinya para preman sudah mengetahui akan kedatangan laskar Almanar.

Laskar kemudian membentuk barisan dan meneriakan yel-yel jihad diselingi takbir, namun para preman itu membalasnya dengan hinaan. “Selit meleding-meleding!” teriak mereka sambil mengumpulkan batu. Belakangan diketahui sebagian besar preman tersebut ternyata Kristen.

Laskar tidak terprovokasi mereka tetap melanjutkan orasi mereka yang disambut pekik takbir oleh yang lainnya. Namun situasi berubah ketika orasi laskar dijawab dengan lemparan batu oleh preman-preman Kristen itu. Bentrokan pun tak terelakan.

Bentrok saling lempar batu itu berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Aparat kepolisian yang berada di lokasi sempat beberapa menembakkan peluru ke udara, namun tidak dihiraukan oleh dua pihak yang bertikai. Sebelum akhirnya laskar dipaksa mundur oleh aparat, karena para preman menghasut warga sekitar untuk melawan laskar Almanar sehingga jumlah mereka semakin banyak.

Ditengah bentrok, laskar melihat seorang preman kristen berteriak menyatakan tantangan dan kebenciannya terhadap orang Islam. “Ni saya orang Kristen, kami benci kalian orang Islam!” teriak mereka.

Menurut seorang laskar, sekitar 4 orang laskar dan 9 preman Kristen terluka di bagian kepala akibat lemparan batu.

Berdasarkan kesaksian warga yang enggan disebutkan namanya, gudang miras tersebut milik Devin, seorang warga keturunan Tiong Hoa itu adalah gudang miras terbesar di Indramayu. “Iya ustadz, gudang ini terbesar di daerah Indramayu,” tuturnya kepada Ustadz Andi Mulya.

“Banyak mobil-mobil ngambil dari gudang ini. Kalo bongkar pak, pakai truk besar, ribuan botol berbagai macam merek ada Pak. Yang saya heran, gudang ini berdekatan dengan Polsek Jatibarang, mengapa aparat seolah-olah membiarkan?” ungkapnya.

Menurutnya, gudang miras tersebut telah beroperasi cukup lama dan di back up oleh preman serta oknum aparat. “Gudang ini sudah beroperasi tahunan, bahkan yang melindunginya itu dari preman-preman dan oknum aparat,” imbuhnya.

Sekretaris Almanar, Ustadz Muawidz mengancam akan mengerahkan laskar yang lebih banyak lagi jika dalam beberapa hari gudang miras tersebut tidak ditutup.

“Jika dalam beberapa hari, pihak aparat tidak bisa menutup gudang ini, maka kami akan datang lagi ketempat ini dengan membawa pasukan yang lebih besar yang mencintai kematian pada jalan Allah,” ancamnya.

Wakil ketua Almanar, Abu Usamah Nur Irhab menyatakan bahwa Almanar tidak takut mati. "Orang-orang beriman berperang di jalan Allah, mereka berperang mencari mati. Sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan thogut, mereka perang cari makan. Oleh karena itu kami tidak takut mati, justru kami mencari kematian pada jalan Allah, Isykariman au mut syahidan. Kami tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah Robbul’alamin,” lanjutnya.

Almanar dikenal oleh masyarakat pantura sebagai ormas yang tegas terhadap segala kemaksiatan. Hingga banyak warga yang mengadu kepada Almanar untuk memberantas tempat-tempat maksiat yang beroperasi di daerahnya. Bulan lalu, Almanar berhasil mengagalkan distribusi ratusan dus berisi ribuan miras dan menggerebek dua pabrik pembuat miras oplosan di Cirebon.

Hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, namun karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparat kepolisian yang justru malah menjadi backing tempat-tempat maksiat tersebut menjadikan Almanar semakin diterima oleh masyarakat, khususnya masyarakat pantura. 

Reporter : Yusuf

Editor : Amaif