Menteri Luar Negri Libya : Libya Bisa Menjadi Suriah Berikutnya

LIBYA (Jurnalislam.com) – Libya mengalami kekacauan akibat perpecahan politik yang mengancam tenggelamnya ladang minyak mereka. Libya bisa menjadi Suriah berikutnya jika tidak memperbaiki pemerintahannya yang terbagi dan mendapatkan bantuan untuk memerangi para mujahidin Islam, menteri luar negeri negara itu mengatakan pada hari Selasa, menurut kantor berita Reuters.

"Jika kita tidak melakukan hal yang benar dari sekarang, dalam waktu dua tahun kita bisa mengalami apa yang terjadi di Suriah pada 2014 karena masyarakat internasional tidak bereaksi secara memadai," kata Menteri Luar Negeri Lybia, Mohamed Dayri, dilaporkan al arabiya, Rabu (24/12/2014)

Dayri mewakili pemerintah yang diakui secara internasional di kawasan timur Libya, yang terkunci dalam rebutan kekuasaan yang semakin keras dengan faksi saingan, yang dikenal sebagai Libya Dawn yang menguasai ibukota Tripoli pada bulan Agustus.

Dayri mengulangi bahwa pemerintahnya percaya bahwa pasukan yang menyerang fasilitas minyak adalah mujahidin Ansar al-Sharia.

Amerika Serikat telah memvonis  Ansar al-Sharia sebagai kelompok teroris (baca : mujahid) dan menuduhnya terlibat dalam serangan mematikan September 2012 terhadap kompleks diplomatik AS di Benghazi, Libya.

Ketika ditanya apakah ia khawatir bahwa Libya tidak masuk daftar prioritas teratas Presiden AS Barack Obama, menteri luar negeri itu mengatakan, "Saya khawatir tentang itu."

Dia mengatakan dia berbicara dalam sesi PBB di New York pada hari Jumat dan bertemu dengan para pejabat di Washington untuk "menarik perhatian masyarakat internasional terhadap ancaman meningkatnya pejuang Islam internasional di Libya dan kebutuhan untuk melawannya."

Dayri mengatakan bahwa pemerintah Perdana Menteri Abdullah al-Thani yang berbasis di timur menghadapi "krisis keuangan yang serius, pendanaan krisis" dan bermaksud mencari pinjaman internasional.

"Pemerintah Al-Thani yang tidak memiliki akses ke pendapatan minyak dialihkan ke Bank Sentral di Tripoli.

"Kita bisa mendapatkan pinjaman, dan ini yang kita cari dalam beberapa hari dan minggu mendatang," kata Dayri, menambahkan bahwa ia mengadakan diskusi di Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, Senin malam.

Juga pada hari Selasa, Utusan Khusus PBB untuk Libya, Bernadino Leon, memberitahu Dewan Keamanan PBB bahwa faksi saingan di Libya pada prinsipnya telah setuju untuk mengadakan pembicaraan damai putaran baru di awal tahun baru.

Dayri mengatakan, pemerintahnya tetap berkomitmen untuk pembicaraan damai, dan menambahkan: "Tak perlu dikatakan bahwa proses akan sulit."

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

 

http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2014/12/24/FM-Without-help-Libya-could-become-next-Syria.html

 

Mujahidin Al Shabab Eksekusi 2 Tentara Somalia

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Mujahidin Al Shabab mengekseskusi dua tentara boneka Somalia di dekat Garbahaarreey, ibukota provinsi wilayah Gedo Somalia, Rabu (24/12/2014).

"Telah dikonfirmasi kepada saya oleh otoritas lokal bahwa dua tentara kami tewas di luar Garbahaarreey," kata Mohamed Osman, seorang pejabat Keamanan Nasional Somalia kepada The Anadolu Agency.

Mujahidin  Al-Shabaab dilaporkan menembaki tentara dari jarak beberapa kilometer di luar kota. Di masa lalu, kelompok mujahidin menggunakan metode ini untuk mengeksekusi tersangka mata-mata.

Dua tentara yang bersaudara tersebut dilaporkan datang ke Garbahaarreey pekan lalu untuk mengunjungi kerabat mereka ketika ditangkap oleh Al-Shabaab.

Wilayah Gedo, yang berbatasan dengan Kenya, tetap berada di bawah kontrol Mujahidin Al Shahaab, sementara wilayah lain di daerah tersebut masih dikuasai pasukan Ethiopia dan Somalia.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Polisi Cina Bunuh Seorang Muslim Uighur, Tangkap 43, Termasuk Anak-anak

GUANGXI (Jurnalislam.com) – Polisi Cina di provinsi barat daya Guangxi menembak mati seorang muslim etnis Uighur dan menahan sekelompok orang lainnya ketika mereka mencoba menyeberangi perbatasan ke negara tetangga Vietnam.

"43 orang termasuk 19 anak-anak ditangkap pada Minggu malam setelah kelompok minoritas Muslim itu mengalami tindakan kekerasan ketika sedang berusaha mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri," kata Kongres Uighur se-DUnia (WUC) kepada Aljazeera, Rabu (24/12/2014).

Namun pihak berwenang Cina mengatakan bahwa hanya 21 orang yang ditahan dengan menggambarkan mereka sebagai kelompok "ekstremis."

Beijing menuduh bahwa muslim Uighur yang mencoba untuk meninggalkan Cina akan berlatih dengan kelompok-kelompok bersenjata di luar negeri.

Para pejabat mengatakan seorang muslim Uighur ditembak mati oleh polisi, setelah ia melompat keluar dari semak-semak dan melakukan perlawanan dengan menikam seorang polisi saat yang lainnya sedang diborgol.

WUC mengatakan bahwa penangkapan yang terjadi baru-baru ini adalah bagian dari tindakan kekerasan mematikan terhadap pengungsi Muslim Uighur dari provinsi Cina barat Xinjiang.

"Hanya beberapa bulan yang lalu, sekitar empat atau lima Muslim Uighur juga tewas saat mencoba menyeberang ke Vietnam," kata Seyit Tumturk, wakil presiden WUC cabang Turki dan Timur Tengah.

Tumturk khawatir akan keselamatan 300 pengungsi Uighur di Thailand setelah Bangkok dan Beijing baru-baru ini menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama dalam memerangi imigrasi ilegal dan terorisme.

Selain itu ia menegaskan bahwa perjanjian tersebut dapat menyebabkan Thailand mengembalikan kelompok Uighur ke China, itu sama saja "hukuman mati" bagi muslim Uighur.

Pemerintah Cina menyalahkan kelompok separatis Uighur atas kerusuhan yang telah merenggut ratusan nyawa dalam beberapa tahun terakhir di dalam dan luar Xinjiang.

Tetapi kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional justru mengatakan sebaliknya bahwa kebijakan Beijing terhadap budaya dan Muslim Uighur telah mengakibatkan penindasan sistematis, pemenjaraan banyak aktivis damai, dan telah memaksa banyak orang mengungsi meninggalkan Cina.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Langgar Genjatan Senjata, Al Qassam : Israel Bermain Api

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas mengatakan pelanggaran Israel atas genjatan senjata menunjukkan bahwa Israel sedang bermain api dan harus bertanggungjawab atas kejahatannya terhadapa rakyat Palestina.

"Israel bermain dengan api," kata al-Qassam, pada hari Rabu (24/12/2014).

Brigade al Qassam juga mengatakan, Israel telah melanggar seluruh "garis merah" dan telah membidik salah satu pejuangnya di selatan Jalur Gaza pada hari Rabu. Penjajah Israel juga menahan empat warga Palestina di dekat kota Tepi Barat, Jenin pada hari yang sama karena diduga  "merencanakan serangan" terhadap pasukan Israel.

Polisi mengatakan di Twitter bahwa beberapa bom ditemukan dan merupakan milik orang-orang yang ditahan tersebut. Namun polisi tidak dapat memberikan rincian mengenai orang-orang yang diduga akan diserang.

Ketegangan meningkat di wilayah Palestina dan Israel karena berulang kali Israel "melakukan pelanggaran" di Yerusalem Timur di kompleks Masjid Al-Aqsa. Pihak berwenang Israel menutup sementara kompleks masjid pada akhir Oktober setelah penembakan seorang rabi ekstremis di Yerusalem Barat.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Aksi Densus 88 di Akhir Tahun, Lebih Maju dari Agenda Jokowi Selesaikan Kasus Poso

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menanggapi penangkapan beberapa terduga teroris oleh Densus 88 dalam tiga hari berturut-turut, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai pemerintahan Jokowi mempunyai agenda untuk menyelesaikan kasus Poso dengan memberi target waktu, biar tidak berlarut-larut.

Densus 88 pun mencoba selangkah lebih maju dari rencana pembersihan Poso ini dengan terlebih dahulu melakukan langkah preventif, dengan menangkap jejaring di bagian hilir dengan harapan bisa menghubungkan ke jejaring inti atau hulu. 

Demikian disampaikan pemerhati kontra terorisme, Harits Abu Ulya. Pernyataan Harits ini terkait dengan aksi Densus 88 menangkap terduga teroris di akhir tahun di Lamongan, Banyuwangi, dan Sukoharjo.

"Di samping efek lainnya yang diharapkan adalah bisa mengurangi kekuatan lingkaran inti di Poso baik pasokan personil maupun logistik," kata Harits kepada Jurniscom, (Rabu, 24/12/2014). 

Operasi ini, lanjut Harits, juga terlihat harapan agar bisa bisa menekan dan meminimalisir tingkat ancaman atau dugaan ancaman terhadap keamanan jelang akhir tahun dan awal tahun. Sedangkan soal isu Islamic State atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) masih menunggu regulasi untuk bisa memperlakukan para pendukung dan pengikutnya sebagaimana teroris.

"Sementara piranti UU untuk mempidanakan pendukung IS belum siap," ungkap Harits.

Di luar itu, lanjut Harits, oprerasi ini semua juga terkait dengan anggaran, dan domain terorisme menjadi lahan bagi Densus 88 dan BNPT. Soal anggaran ini, sebagaimana ada dalam di blue print BNPT, terlihat semua departemen terkait yang dilibatkan dengan peran masing-masing secara otomatis memasukkan nomenklatur anggaran soal terorisme di masing-masing departemen mereka.

"Ini pemborosan uang rakyat dan negara," pungkasnya.

Ally | Jurniscom

Berdalih Ukhuwah Wathaniyah, 3000 Banser Akan Jaga Gereja se-Jateng

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sekitar 3.000 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) akan ikut mengamankan perayaan Natal 2014 yang berlangsung di seluruh gereja di Provinsi Jawa Tengah bersama dengan aparat TNI-Polri sebagai upaya menjaga keamanan serta ketertiban.

"3.000 anggota Banser yang dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal tahun ini berasal dari 35 kabupaten/kota se-Jateng," kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah Ikhwanuddin di Semarang, Rabu (24/12/2014).

Ia menjelaskan pengamanan perayaan Natal 2014 di gereja-gereja yang dilakukan ribuan anggota Banser tersebut bersifat membantu tugas-tugas dari TNI-Polri dalam menciptakan kondisi keamanan secara keseluruhan.

"Leading sektornya tetap kepolisian. Artinya penempatan anggota Banser sesuai dengan pemetaan kepolisian dan kami sebelumnya sudah melakukan koordinasi," ujarnya.

Ikhwanuddin mengungkapkan yang melandasi anggota Banser ikut membantu pengamanan perayaan Natal di gereja yang menjadi agenda setiap tahun itu adalah ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basariyah.

Menurut dia, ukhuwah wathaniyah menjadi dasar karena tugas menjaga keamanan dan ketertiban pada saat perayaan hari besar keagamaan menjadi tugas bersama, tidak hanya TNI-Polri, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.

Ally | Republika | Jurniscom

Duh, IPNU dan Banser NTT Ikut Amankan Natal

KUPANG (Jurnalislam.com) – Dalam rangka pengamanan Natal, Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) dan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan ikut berpartisipasi bersama Kepolisian Daerah (Polda) NTT untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2015.

"Kita harus berpartisipasi menciptakan damai natal agar menjaga daerah tetap damai supaya umat kristiani menjalankan ibadahnya aman damai tanpa ada gangguan,” kata Ketua PW IPNU NTT Iksan Arman dalam website resmi NU, Rabu (24/12/2014). 

Sementara itu, Banser akant terlibat dalam apel pasukan Turangga Polda Nusa Tenggara Timur. Apel pasukan yang dihadiri oleh sejumlah pihak keamanan  TNI, Dinas Perhubungan, Basarnas NTT, Banser NTT, dan seluruh perwakilan ormas, diadakan untuk mempersiapkan pengamanan pelaksanaan Natal dan tahun baru di NTT dan sekitarnya.

Keterlibatan dua organisasi underbow NU dalam pengamanan natal itu ternyata sudah menjadi tradisi tahunan mereka di NTT.

"Kami setiap tahun terlibat dalam gelar pasukan," imbuhnya Dansat Banser NTT.

Ketua PBNU sendiri secara terbuka memberikan ucapan selamat Natal kepada umat Nashrani. (Baca : Astagfirullah, Ketua PBNU Ucapkan Selamat Natal)

Ally | Jurniscom

 

Said Aqil Sebut ISIS Bukan Pejuang, Tapi Petualang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dikunjungi Presiden Jokowi di Gedung Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2014), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Jokowi membahas bahaya terorisme dan radikalisme termasuk Islamic State of Irak and Syria (ISIS) yang pada Ramadhan lalu mendeklarasikan Khilafah Islam.

Said Aqil Siradj pun menyambut baik dan mengaku sepakat dengan gagasan presiden terkait pemberantasan terorisme. Said meminta masyarakat tidak bersimpati dengan apa yang dilakukan ISIS selama ini. "Bahaya ISIS jangan sampai mendapat simpati dan dukungan. Walaupun sudah ada ribuan," kata dia.

Selain itu, dengan penuh tendensi Said juga mengatakan bahwa ISIS bukan pejuang, tapi petualang. "Kami anti terorisme dan radikalisme, apalagi ISIS. ISIS itu bukan pejuang, tapi petualang," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Said Aqil juga mengucapkan Selamat Hari Natal bagi umat Nashrani. Seperti diketahui, saat ini tokoh-tokoh Islam tengah gencar menghimbau kepada umat Islam untuk tidak terlibat dalam perayaan Hari Natal karena bertentangan dengan aqidah Islam. Namun sepertinya hal itu tidak berpengaruh bagi seorang Said Aqil Siradj yang juga pernah memberi pernyataan kontroversial bahwa Syiah menurutnya tidak sesat. 

Ally | CNN | Jurniscom

Astagfirullah, Ketua PBNU Ucapkan Selamat Natal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Saiq Aqil Siraj, secara terbuka memberikan ucapan selamat Natal kepada umat Nasharni. Said menganggap Hari Raya Natal sebagai hari lahirnya Isa Almasih.

"Tak masalah, saya mengucapkan hari lahirnya Isa Almasih. Selamat hari Natal kepada saudara kita umat kristiani," kata Said di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu, (24/12/2014).

Sebagaimana ditulis tempo.co, Said mengaku tidak merasa risau dengan polemik pemberian ucapan selamat natal dari umat muslim kepada umat kristiani. "Kami harap masyarakat bisa menghormati Hari Natal. Kita tunjukan bahwa Indonesia bangsa yang beradab dan modern, tak seperti di Timur Tengah."

Hari ini Saiq bertemu dengan presiden Joko Widodo di kantor PBNU. Mereka membahas soal bahaya kelompok radikalisme dan keputusan presiden terkait hukuman mati bagi terpidana narkoba. Namun, Saiq dan Jokowi tidak membahas soal perayaan Hari Natal besok.

Ketua ormas Islam terbesar di Indonesia yang pada tahun 2012 silam menyatakan bahwa Syiah tidak sesat itu berharap toleransi antar umat beragam bisa terwujud. "Mudah-mudahan kita mendapat berkah Tuhan. Bangsa Indonesia semakin jaya dan sejahtera," katanya.

Ally | Tempo | Jurniscom

Populasi Muslim Naik, Warga Jerman Lecehkan Masjid

BERLIN (Jurnalislam.com) – Sebagai bentuk protes terhadap pertumbuhan Muslim, warga Jerman merusak masjid yang masih dalam proses pembangunan di kota Jerman barat laut Dormagen.

Bukan hanya merusak, tembok masjid dipenuhi dengan coretan yang berisikan rasis dan simbol Nazi. Perilaku ini menimbulkan kekhawatiran timbul xenophobia.

"Tidak ada tempat untuk penyebaran xenophobia atau pemuliaan masa lalu Nazi," ujar kepala kepolisian Neuss, Hans-Jürgen Petrauschke seperti dilansir Islam Online, Rabu (24/12).

Tindakan demonstrasi anti-Islam terus meningkat di Jerman. Serangan terhadap masjid bertepatan dengan munculnya kontroversial Pegida,

Eropa Patriotik Melawan Islamisasi Barat, gerakan di Jerman. Kelompok ini telah mengadakan demonstrasi di kota-kota seluruh Jerman selama 10 minggu terakhir. Sebagian besar protes telah berpusat di kota Jerman terhadap imigrasi dan suaka sistem yang rusak.

 

Ally | IslamOnlin | Jurniscom