DK PBB Tolak Resolusi Negara Palestina

PALESTINA (Junalislam.com) – Dewan Keamanan PBB menolak resolusi Palestina menyerukan perdamaian dengan Israel dalam waktu satu tahun serta mengakhiri pendudukan Israel pada 2017.

Resolusi itu gagal mengumpulkan minimal sembilan suara dukungan sebagai syarat yang diperlukan untuk persetujuan dewan.

Resolusi tersebut mengumpulkan delapan orang yang setuju, dan dua orang yang tidak setuju dari Amerika Serikat dan Australia. Terdapat lima orang abstain, yaitu dari Inggris, Lithuania, Nigeria, Korea Selatan dan Rwanda.

AS, sekutu terdekat Israel, telah menegaskan penentangannya terhadap rancangan resolusi sebelumnya pada hari Selasa (30/12/2014).

Washington mengatakan pihaknya tidak dapat mendukung rancangan resolusi karena tidak konstruktif dan gagal memenuhi kebutuhan keamanan Israel.

Resolusi itu menyerukan Yerusalem Timur menjadi ibukota Palestina, mengakhiri pembangunan permukiman Israel dan menyelesaikan masalah pembebasan tawanan Palestina.

Resolusi juga menyerukan bahwa perundingan harus didasarkan pada garis teritorial yang ada sebelum Israel merebut Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza pada tahun 1967.

Israel mengatakan, suara Dewan Keamanan setelah runtuhnya pembicaraan yang diperantarai AS mengenai negara Palestina pada bulan April akan memperdalam konflik.

Rakyat Palestina merasa frustrasi oleh kurangnya kemajuan pembicaraan damai dan telah berusaha untuk menginternasionalisasi masalah dengan mencari keanggotaan PBB dan pengakuan kenegaraan melalui keanggotaan dalam organisasi internasional.

Beberapa parlemen Eropa telah mengadopsi gerakan non-mengikat yang menyerukan pengakuan Palestina.

Warga Palestina telah memperingatkan bahwa jika tawaran untuk memenangkan dukungan bagi resolusi PBB gagal, mereka siap untuk bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional untuk mengajukan tuntutan terhadap Israel.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Mengapa Rasulullah Melarang Mendoakan Pengantin “Semoga Bahagia dan Banyak Anak”?

Hari itu, Uqail bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu menikah. Di tengah kebahagiaannya, ia merasakan kegundahan saat mendengar tamu mendoakannya dengan mengucapkan

بِالرَّفَاءِ وَ الْبَنِيْن
“semoga bahagia dan banyak anak”

Tak mau berlarut-larut dalam kegundahan dan demi meluruskan kekeliruan, Uqail pun mengatakan kepada tamu tersebut: “Janganlah kamu mendoakan demikian karena Rasulullah telah melarangnya.”

“Lalu, aku harus mendoakan bagaimana?”

“Ucapkanlah doa yang diajarkan Rasulullah:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَ بَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
‘Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan’”

Mengapa Rasulullah melarang seseorang mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak”? Wallahu a’lam bish shawab. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui hakikat sejati di balik larangan ini. Namun, kita bisa memetik hikmah sebagaimana dijelaskan Ustadz Muhammad Fauzil Adhim dalam buku Kado Pernikahan untuk Istriku dan ditulis Ustadz Salim A. Fillah dalam buku Bahagianya Merayakan Cinta.

Hukumnya Makruh
Para ulama menerangkan bahwa hukum mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak” ini adalah makruh. Larangan tersebut tidak serta merta haram karena dalam hadits yang lain Rasulullah membanggakan banyaknya jumlah umatnya dibanding umat nabi-nabi sebelumnya. Jadi dalam Islam, banyak anak itu bagus. Bahagia dalam pernikahan juga bukan sebuah hal yang dilarang. Namun, mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak” bukanlah doa yang tepat.

Doa yang Lebih Baik; Barokah
Rasulullah melarang mendoakan pengantin “semoga bahagia dan banyak anak” dan beliau menganjurkan umatnya untuk mendoakan dengan ucapan:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَ بَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
“Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan”

Hari-hari setelah pernikahan tidak selalu merupakan hari yang bahagia. Orang yang menikah juga belum tentu memiliki banyak anak. Maka membayangkan setelah menikah akan selalu bahagia dan memiliki banyak anak adalah hal yang tak sepenuhnya benar, tak spenuhnya bisa menjadi kenyataan bagi tiap orang.

Sebagaimana fase kehidupan lainnya, hari-hari dalam kehidupan berumah tangga juga diwarnai oleh dua hal: kadang kita menemukan hal-hal yang kita sukai, kadang kita menemukan hal yang tidak kita sukai. Kadang kita mengalami hal-hal yang kita inginkan, kadang kita mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan. Kadang kita menjumpai perkara dan peristiwa yang membuat hati kita senang, kadang kita menjumpai perkara dan peristiwa yang membuat hati kita tidak senang. Pada kedua sisi itu, kita berharap ada barakah. Pada kedua sisi itu, kita mendoakan pasangan suami istri selalu mendapatkan barakah. Inilah yang kita tangkap dari doa ini. Dan inilah yang jauh lebih baik daripada “bahagia dan banyak anak.”

Dalam doa yang diajarkan Rasulullah ini, ada kata laka dan ada ‘alaika. Meskipun sama-sama keberkahan yang diminta, tetapi dengan adanya preposisi yang berbeda ini, maknanya menjadi: barakah pada hal-hal yang disenangi dan sekaligus barakah pada hal-hal yang tidak disenangi. Jadi kita mendoakan pengantin muslim senantiasa mendapatkan keberkahan baik dalam kondisi yang mereka senangi maupun tidak mereka senangi. Misalnya saat mereka diluaskan rezekinya oleh Allah, mereka berada dalam keberkahan dengan sikap syukur dan banyaknya infaq. Dan ketika suatu saat mereka berada dalam keterbatasan ekonomi, mereka juga berada dalam keberkahan dengan sikap sabar dan iffah-nya.

Dengan mendoakan barakah, berarti kita merangkum sekian banyak kebaikan dalam satu ikatan. Seperti saat menyuruh seseorang untuk shalat dengan khusyu’, sesungguhnya untuk dapat mencapai perintah itu harus thaharah dulu, berwudhu dulu, memenuhi syarat dan rukun shalat. Demikian pula dengan barakah.

Dengan mendoakan barakah, berarti kita merangkum sekian banyak kebaikan dalam satu ikatan. Seperti saat menyuruh seseorang untuk shalat dengan khusyu’, sesungguhnya untuk dapat mencapai perintah itu harus thaharah dulu, berwudhu dulu, memenuhi syarat dan rukun shalat. Demikian pula dengan barakah.

Ada suami istri yang banyak berbahagia di dunia, tetapi di akhirat masuk neraka. Tentu bukan itu yang kita harapkan terjadi pada saudara kita pengantin baru. Pun ada suami istri yang pernikahannya langgeng dan abadi di dunia, tetapi keduanya masuk neraka. Seperti Abu Lahab dan istrinya yang di-nash Allah dalam surat Al Lahab. Tentu pula, bukan seperti ini yang kita harapkan pada saudara kita pengantin baru. Kita mengharapkan mereka memperoleh banyak kebaikan; kendati bahagia dan duka datang silih berganti, dan tak semua pasangan suami istri memiliki anak yang banyak. Dan doa yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam itulah doa yang paling tepat.

sumber : Keluargacinta.com

Masyarakat Banyuwangi Antusias Hadiri Aksi Bakti Sosial Me-DAN

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Medis dan Aksi Kemanusiaan atau Me-DAN, mengadakan bakti sosial (baksos) pada hari Ahad 28 Desember 2014 di Jalan Gatot Subroto Ruko No 6 Desa Ketapang  Kec.  Kalipuro  Kab. Banyuwangi. Tepatnya di depan pelabuhan Ketapang, yang menghubungkkan antara  Pulau Jawa dan Bali.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan pengobatan pengobatan sesuai tuntunan Rasulullah SAW (thibunnabawi).

“Pengobatan ini sebenernya sudah sangat singkron dengan pengobatan modern,  sangat na’if bahwasanya thibunnabawi itu di artikan kedokteran Alternatif, yang banyak orang  belum tahu bahwa dasar-dasar pengobatan modern terilhami dari timbunnabawi tersebut,” ujar  ketua Me-DAN Banyuwangi  dr. Didik Sulamono.

“Sejak pemerintahan Islam sudah banyak yang menggunakan thibunnabawi tersebut, kedokteran sekarang itu mengambil dari kedokteran jaman dulu," lanjutnya.

Tidak hanya itu relawan Me-DAN membagikan bulletin kepada di pintu masuk dan pintu keluar pelabuhan. Relawan Me-DAN juga melakukan aksinya di simpang lima pusat kota Banyuwangi.

"Baksos ini adalah salah satu media dakwah, agar masyarakat kembali mengunakan al Qu’an dan sunnah sebagai jalan hidupnya dan menggunakan pengobatan sebagaimana yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW, “ terang Ustadz Naryo dalam penutupan acara tersebut.

Findra | Bram | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Pelatihan dan Perekrutan Calon Relawan Me-Dan

Aksi Sosial Me-DAN di Acara Beda Buku Tadzkiroh II Surakarta

PBNU : Umat Islam Tidak Perlu Merayakan Tahun Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) –  Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH. Cholil Nafis menyatakan perayaan tahun baru tersebut bukan milik umat Islam. Dia menjelaskan tahun baru masehi adalah tahun umat Kristiani yang menghitung awal tahun dari kelahiran Nabi Isa (Yesus).

Oleh karena itu, lanjutnya, tidak ada hubungan dan kepentingan umat Islam dengan pergantian tahun yang dimulai pukul 00.00 pada tanggal 31 Desember itu.

“Jadi, umat Islam tidak baik dan tidak perlu merayakan apapun berkenaan dengan pergantian tahun,” tegas dosen Universitas Indonesia (UI) ini kepada Islampos, Senin (29/12/2014).

Lebih lanjut, Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah ini memandang, jika pergantian tahun Masehi berkenaan dengan mengisi liburan kerja dan sekolah, maka isilah dengan hal-hal yang positif.

“Seperti acara-acara yang mendekatkan kita dengan keluarga. Atau memperingati maulid agar menambah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan menguatkan ruh jihad fi sabilillah,” urainya.

Dia berpesan, agar umat Islam banyak evaluasi diri sehingga tidak menjadi umat yang ikut-ikutan.

“Kembalilah pada identitas seorang muslim. Kalau tahun baru kita maknai dengan perjalanan waktu, maka gunakanlah dengan muhasabah, dzikir dan banyak berbuat kebaikan,” tutupnya.

Ally | Islampos | Jurniscom

 

Berita Terkait :

PP Muhammadiyah: Pesta Tahun Baru Kikis Kepekaan Sosial

Bukan Budaya Islam, Pemkot Banda Aceh Sebar 10 Ribu SMS Larang Warganya Rayakan Tahun Baru

Perayaan Tahun Baru Rawan Maksiat, LUIS Sebar Surat Himbauan

PP Muhammadiyah: Pesta Tahun Baru Kikis Kepekaan Sosial

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas, menyatakan bahwa pesta tahun baru yang identik dengan perilaku mubadzir dapat mengikis kepekaan sosial, mengingat banyaknya musibah yang terjadi belakangan ini.

“Kita seharusnya menjaga perasaan saudara-saudara kita yang tengah berada dalam kesulitan hidup,” ujarnya kepad Islampos, Senin (29/12/2014).

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menghimbau, umat Islam menghadapi tahun baru dengan refleksi untuk mengoreksi kekurangan-kekurangan yang ada selama setahun terakhir.

“Menyambut tahun baru dengan hura-hura seperti begadang, meniup terompet, dan bermain kembang api itu tidak ada gunanya,” tegas pria kelahiran Bukittinggi ini.

Yunahar juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah sendiri sebagai lembaga tidak merayakan pergantian tahun baru masehi.

“Mulailah tahun baru dengan hal-hal yang bermanfaat,” pungkasnya.

Ally | Islampos | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Perayaan Tahun Baru Rawan Maksiat, LUIS Sebar Surat Himbauan

Bukan Budaya Islam, Pemkot Banda Aceh Sebar 10 Ribu SMS Larang Warganya Rayakan Tahun Baru

PBNU : Umat Islam Tidak Perlu Merayakan Tahun Baru

Bukan Budaya Islam, Pemkot Banda Aceh Sebar 10 Ribu SMS Larang Warganya Rayakan Tahun Baru

BANDA ACEH (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kota Banca Aceh menyebarkan 10 ribu pesan singkat (SMS) kepada masyarakat Aceh yang berisi larangan merayakan tahun baru. SMS tersebut sudah mulai dikirim sejak 20 Desember hingga 30 Desember 2014 mendatang.

"Wali Kota Banda Aceh beserta Forkompinda menghimbau seluruh warga kota agar tidak merayakan malam tahun baru 2015 dalam bentuk apapun demikian dan terimakasih,' isi SMS himbauan Wali Kota Banda Aceh.

"SMS dikirim ke 10 ribu nomor masyarakat Banda Aceh yang diambil secara acak. Apabila setelah dikirim terus kita cek tidak masuk atau nomornya sudah tidak aktif, akan dikirim ke nomor lain," kata Kabag Humas Pemkot Banda Aceh, Marwan kepada Okezone, Senin (29/12/2014).

Menurutnya, SMS imbauan larangan tahun baru ini disebar melalui kerjasama dengan Telkom, dan mulai disebar sejak 20 hingga 30 Desember nanti. Jumlah nomor sasarannya hanya 10 ribu dari 300 ribu lebih populasi penduduk Banda Aceh.

Marwan mengatakan, imbauan lewat SMS ini sebagai bentuk uji coba. Jika dinilai efektif maka tahun depan pihaknya akan mengalokasikan biaya khusus untuk imbauan-imbauan semacam ini lewat SMS.

“Ini perdana kita imbau masyarakat melalui SMS,” ungkapnya.

Beberapa warga mengaku sudah menerima SMS dari pengirim atas nama Humas Pemko Banda Aceh. "Wali Kota Banda Aceh beserta Forkompinda menghimbau seluruh warga kota agar tidak merayakan malam tahun baru 2015 dalam bentuk apapun demikian dan terimakasih,"

Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mendukung sepenuhnya larangan perayaan menyambut tahun baru bagi warga muslim di Kota Banda Aceh.

"Kami mendukung sepenuhnya larangan perayaan menyambut tahun baru seperti yang diserukan Pemerintah Kota Banda Aceh," kata Irjen Pol Husein Hamidi di Banda Aceh, Senin (29/12/2014).

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal mengatakan larangan merayakan malam tahun baru yang merupakan masukan dari Majelis Ulama Kota Banda Aceh itu bertujuan agar masyarakat tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam.

"Perayaan malam tahun baru ini bukan budaya Islam. Karena itu, kami terus berupaya menjaga masyarakat, khususnya generasi muslim tidak ikut-ikutan merayakan budaya yang bukan berasal dari ajaran Islam," katanya.

Ally | Okezone | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Perayaan Tahun Baru Rawan Maksiat, LUIS Sebar Surat Himbauan

PP Muhammadiyah: Pesta Tahun Baru Kikis Kepekaan Sosial

PBNU : Umat Islam Tidak Perlu Merayakan Tahun Baru

Perayaan Tahun Baru Rawan Maksiat, LUIS Sebar Surat Himbauan

SOLO (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menjaga dan melindungi masyarakat Solo dan sekitarnya agar tetap kondusif, Dewan Pimpinan Pusat Laskar Umat Islam Solo (DPP-LUIS) melayangkan surat himbauan kepada pengusaha tempat hiburan, hotel, restoran dan rekreasi.

"Berdasarkan temuan dan pengamatan kami serta laporan dari berbagai pihak yang peduli terhadap kota Solo dan sekitarya yang diindikasikan bahwa ada kegiatan setiap malam tahun baru baik berupa pesta miras, pesta narkoba, perbuatan mesum, sex bebas, tarian striptis, aneka judi dan berbagai kemaksiatan lainnya," kata Ketua LUIS Edi Lukito, SH dalam surat himbauannya, Selasa (30/12/2014).

LUIS juga menuntut pemerintah Kota Solo untuk dan jajarannya untuk bertanggung jawab dan proaktif melakukan pemantauan di tempat-tempat yang terindikasi melakukan penyimpangan perizinan dan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran serta segera mencabut Surat Ijin Usaha tersebut.

Surat Himbauan juga ditujukan kepada aparat kepolisian agar mengantisipasi segala bentuk pelanggaran hukum dan sekaligus menindak pelaku dan pendukung segala tindak kejahatan yang nyata-nyata merugikan masyarakat luas.

Selain itu, LUIS mengajak masyarakat Solo untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan perayaan kemaksiatan.

"Kepada Seluruh Umat Islam dan warga Solo jika menemukan tempat-tempat tersebut diatas melakukan penyimpangan, agar melaporkan kepada aparat terkait atau berkoordinasi dengan kami untuk melakukan pencegahan," himbaunya.

Sementara itu, sekretaris LUIS Yusuf Suparno menyampaikan bahwa musibah yang datang silih berganti menimpa negeri ini bukanlah serta merta ada dengan sendirinya.

"Kemaksiatan yang terang-terangan potensial untuk mengundang bencana. Makanya selaku salah satu bagian dari elemen Umat Islam di Solo, LUIS memberikan himbaun ini menjelang perayaan akhir tahun yang identik dengan maksiat," ujarnya.

Endro | Ally | Jurniscom

 

Berita Terkait

Bukan Budaya Islam, Pemkot Banda Aceh Sebar 10 Ribu SMS Larang Warganya Rayakan Tahun Baru

PP Muhammadiyah: Pesta Tahun Baru Kikis Kepekaan Sosial

PBNU : Umat Islam Tidak Perlu Merayakan Tahun Baru

Mujahidin IIA Kuasai 7 Pos Musuh, 9 Pasukan Buatan AS Tewas

KUNAR (Jurnalislam.com) –  Mujahidin Imarah Islam Afghanistan merebut 5 pos yang berfungsi sebagai rumah aman bagi Arbakis yang berbasis di distrik Norgal, bagian timur provinsi Kunar, Afghanistan, setelah pertempuran terjadi berhari-hari, Al-Emarah News melaporkan, Senin (29/12/2014).

Menurut laporan Al-Emarah News, pejuang Imarah Islam melakukan serangan besar-besaran menargetkan tempat-tempat suci musuh di distrik Norgal pada Senin pagi, menewaskan sekitar 7 Arbakis dan menyebabkan beberapa lainnya luka-luka. Mujahidin mengambil senjata dan amunisi serta peralatan militer Arbakis dalam operasi hari Senin tersebut. Sejumlah Arbakis dilaporkan melarikan diri setelah terluka dalam baku tembak.

Kemudian pejuang Mujahidin terlibat dalam pertempuran lain dengan kekuatan tambahan yang dipanggil untuk membela Arbakis dan pos yang diserang. Dua tentara bayaran ANA tewas dan dua lagi terluka, saat Mujahidin menembak dan menghancurkan sebuah tank lapis baja selama baku tembak dengan pasukan tambahan tersebut.

Pada hari Ahad, Mujahidin juga menyerbu instalasi musuh di distrik Dankam provinsi Kunar, merebut dua pos utama musuh setelah pertarungan sepanjang dua jam dengan musuh. Beberapa tentara boneka terluka dan tewas. Namun, beberapa dari mereka berhasil melarikan diri dari pos mereka.

Mujahidin berhasil memperoleh sejumlah besar senjata dan amunisi sebagai ghonimah

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Pasukan Israel Membongkar Desa Simbolik Abu Ein

PALESTINA (Jurnalislam.com)  –  Pasukan pendudukan Israel merobohkan desa simbolik Abu Ein di selatan Betlehem beberapa jam setelah bangunan itu didirikan, Sabtu (28/12/2014).

Desa simbolik tersebut diberi nama sama dengan Menteri syahid Ziyad Abu Ein yang dikenal karena pekerjaan dan aktifitas perlawanan damainya melawan pemukiman dan apartheid Israel.

Saksi mata mengatakan kepada Palestina Information Center (PIC) bahwa tentara Israel mengepung daerah tersebut kemudian membobol desa dan dengan kasar membongkar tenda serta terlibat perkelahian dengan para aktivis, salah satunya terluka di tangannya.

Para aktivis sebelumnya memasang tenda di lahan yang terancam disita oleh pemukim Zionis di desa Beit Fajjar dan menyebut wilayah tersebut dengan nama  menteri Palestina yang syahid dibunuh oleh tentara IOF, Ziyad Abu Ein.

Para saksi mengatakan bahwa tentara zionis memblokir pintu masuk barat desa Beit Fajjar selama proses tersebut.

Abu Ein, pada pertengahan Desember meninggal setelah didorong dan dicekik oleh tentara Israel dan polisi perbatasan dan mengalami sesak napas karena inhalasi gas air mata saat melakukan demonstrasi tanpa kekerasan di desa Turmus'ayya, Tepi Barat, memprotes penyitaan tanah Israel dengan menanam pohon zaitun.

Deddy | PNN | Jurniscom

Zionis Perpanjang Masa Tahanan Petinggi Hamas dan 112 Warga Palestina

RAMALLAH (Jurnalislam.com) –  Otoritas penjajah Zionis pada hari Senin (29/12/2014)  mengeluarkan surat perintah penahanan secara administratif terhadap 11 tawanan Palestina, di antaranya adalah anggota Dewan Legislatif Palestina dari gerakan Hamas.

Klub Tawanan Palestina dalam rilisnya pada Senin (29/12) malam menyatakan bahwa perintah Zionis tersebut mencakup perpanjangan masa penahanan terhadap 9 tawanan untuk kedua kalinya dan ketiga kalinya, di samping dua keputusan yang telah dikeluarkan terhadap dua tawanan Palestina untuk pertama kalinya.

Dalam rilisnya, Klub Tawanan Palestina mengingatkan bahwa masa perpanjangan itu berkisar antara dua sampai 6 bulan. Di antara tawanan yang diperpanjang keputusan penahanan administratif mereka adalah anggota Dewan Legislatif dari Hamas asal Ramallah Abdul Jabir Fuqaha, penahanannya diperpanjang selama dua bulan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Lembaga HAM ini menjelaskan bahwa jumlah orang Palestina yang menjadi korban perintah penahanan administratif selama Desember ini mencapai 112 orang.

 

Deddy | infopalestina | Jurniscom