Subhanallah, Rakyat Gaza Bantu Korban Longsor Banjarnegara

GAZA (Jurnalislam.com) – Warga Gaza mengaku sangat sedih atas musibah yang melanda warga Indonesia di Banjarnegara. Sebenarnya rakyat Gaza ingin datang langsung ke Banjarnegara untuk memberikan langsung bantuan. “Namun, sangat sulit keluar dari Gaza karena kami masih diblokade oleh Zionis dan pintu perbatasan Rafah tertutup,” ungkapnya seperti dilaporkan Abdillah Onim, Relawan Kemanusiaan, Senin (29/12/2014).

Sebagai rasa cinta kepada Indonesia, rakyat Gaza menitipkan bantuan berupa bahan makanan, susu balita, pembalut wanita, pampers, dan obat-obatan. “Dan jika cukup, maka tolong belikan Al-Qur’an dan bagikan kepada yang muslim,” tuturnya.

Seperti diketahui, bantuan ini berasal dari mayoritas anak yatim, janda dan keluarga fakir serta pedagang kecil-kecilan dan warga sipil. Total bantuan sejumlah 2.000 USD yang dititipkan kepada Ketua Daarul Qur’an Indonesia Cabang Jalur Gaza.

Mereka berharap semoga bantuan sedikit ini dapat meringankan penderitaan saudara-saudaranya di Banjarnegara. “Sampaikan salam cinta dan persudaraan kepada mereka, kami selalu mendoakan kalian dalam sholat dan sujud kami,” rindunya.

Warga Gaza juga mendo’akan, “Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan kepada suadara kami di Banjarnegara, semoga para korban disembuhkan oleh Allah SWT.”

Mereka juga berbela sungkawa atas tragedi yang baru-baru ini terjadi pesawat Air Asia QZ8501. “Semoga para penumpang diberi keselamatan oleh Allah SWT. Salam juga buat presiden Republik Indonesia yang baru terpilih, Jokowidodo. Selamat atas terpilih menjadi presiden RI, semoga menjadi pemimpin demi masa depan Umat Islam dan bangsa Indonesia,” tutupnya.

Ally | Islampos | Jurniscom

Dua Pemuda Palestina Gugur Ditembak Tentara Zionis Israel di Tepi Barat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Tentara penjajah Israel menembak seorang Palestina hingga tewas karena diduga melemparkan batu ke arah mobil di jalan raya di Tepi Barat pada hari Senin (29/12/2014), kata seorang juru bicara militer.

Dia mengatakan tentara berteriak untuk menghentikan sekelompok orang Palestina yang melemparkan batu ke jalan utama dekat desa-desa Palestina dan pemukiman Yahudi dan kemudian menembakkan tembakan peringatan.

"Karena mereka tidak mematuhi, tentara lalu melepaskan tembakan langsung dan melukai salah satu penyerang," kata juru bicara itu, menambahkan bahwa tentara telah memulai penyelidikan atas insiden tersebut.

Warga Palestina yang ditembak sempat dirawat di tempat kejadian, namun nyawanya tak tertolong. Dia tidak segera diidentifikasi karena menurt saksi mata pasukan Israel menutup daerah tersebut dan melarang ambulans untuk mendekat.

"Pemuda Palestina lainnya juga ditembak mati oleh pasukan penjajah Israel di dekat pos pemeriksaan Zatara," kata seorang petugas medis Palestina.

Imam Jameel Al-Safir, 16 tahun ditembak mati oleh pasukan pendudukan Israel dengan tuduhan melempar batu di  pos pemeriksaan Za'tara sebelah selatan Nablus di Tepi Barat utara.

Situs berita Israel Arutz Sheva mengaku bahwa beberapa anak Palestina melemparkan batu "dengan cara yang membahayakan orang yang melakukan perjalanan" dekat pos pemeriksaan.

Tentara Israel sampai sekarang menahan tubuh Imam, dan melarang ambulans Red Hilal yang berusaha mendekat.

Sumber Media menambahkan bahwa tentara Israel menyita kamera wartawan dan mencegah mereka mengambil gambar di tempat kejadian.

Deddy | World Bulletin | PNN | Jurniscom

Ikutilah Mabit "Meraih Keberkahan Hidup" DKM An Nuur Bio Farma

Ikutilah Mabit Malam Bina Iman & Taqwa (Mabit) "Meraih Keberkahan Hidup" DKM An Nuur Bio Farma

Bersama :

Ustadz Salim A. Fillah (Penulis Buku Best Seller Lapis-lapis Keberkahan)

Ustadz Furqon Kholid (Penulis)

Qiyamulail oleh Ustadz Khairurrozi Al Hafidz (Darul Qur'an)

Rabu, 31 Desember 2014

Mulai pukul 18.00 – 06.00 WIB

Masjid An Nuur PT Bio Farma (Persero), Jalan Pasteur No. 28 Bandung

 

Pendaftaran :

Ikhwan : Arip Saripudin (0813 2204 6965)

Akhwat : Anil Putri (0852 9535 1708)

 

NU Bekasi Akan Sambut Tahun Baru Dengan “Kesenian Islam”

BEKASI (Jurnalislam.com) – Nahdatul Ulama (NU) Cabang Kota Bekasi akan mengadakan festival kebudayaan bernuansa Islam untuk menyambut malam tahun baru 2015. Dalam acara tersebut, nantinya bakal disuguhkan kesenian musik seperti hadrah, marawis dan kasidah yang seluruhnya digagas oleh Badan Otonom NU.

"Banyak anak muda merayakan tahun baru dengan berpesta, meniup terompet dan menyalakan kembang api. Kami ingin menghilangkan tradisi itu dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat," ujar Ketua Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kota Bekasi Rizki Topananda, Senin (29/12).

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya NU untuk mensyiarkan dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah. Serta mengarahkah para pelajar dan generasi muda untuk tidak melakukan hal yang dilarang dalam ajaran Islam saat malam pergantian tahun tiba.

Pembukaan acara ini, lanjut Rizki, akan diadakan pada Senin (29/12) malam. Sedangkan untuk acara puncak akan dilaksanakan pada Rabu (31/12), atau tepatnya pada malam penyambutan pergantian tahun.

Namun, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Ahmad Yudistira mengaku kecewa terhadap Pemkot Bekasi yang tidak ikut andil dan mendukung kegiatan festival kesenian Islam ini. Padahal, kegiatan ini, menurutnya, memberikan dampak yang lebih positif untuk pembentukan moral para pemuda dan pelajar di Kota Bekasi.

"Sangat disayangkan pihak Pemkot tidak memberikan apresiasi mereka dalam bentuk dukungan serta wadah kepada majelis taklim dalam mensyiarkan agama. Semoga di tahun depan mereka mau turut serta mempertahankan kebudayaan Islam yang semakin lama semakin tergerus oleh budaya Barat," pungkas Ahmad.

Ally | Republika | Jurniscom

IBF Goes to Pesantren untuk Bangkitkan Semangat Menulis Para Santri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pameran buku Islam (Islamic Book Fair/IBF) ke-14 akan digelar di Istora Senayan Jakarta, 27 Februari sampai dengan 8 Maret 2015.

Salah satu rangkaian IBF 2015 adalah pra event bertajuk  IBF goes to 10 pesantren dengan workshop jurnalistik dan pelatihan menulis (selanjutnya disebut IBF goes to pesantren).

Kegiatan IBF Goes to 10 Pesantren dengan Workshop Jurnalistik dan Pelatihan Menulis digelar di 10 pesantren di Jadebotabek dan Banten, mulai 22 November 2014 hingga 7 Februari 2015.

Pondok-pondok pesantren tersebut adalah Pesantren Turus Pandeglang Banten, Pesantren Ashidiqiyah Jakarta, Pondok Pesantren Annahdlah Tangerang, dan Pondok Pesantren Insantama Bogor. Selain itu, Pondok Pesantren Darul Mutaqien Parung, Pondok Pesantren Al-Bina Bekasi, Pondok Pesantren Darul Ulum Lido Bogor, Pondok Pesantren Darul QuranTangerang, dan Pondok Pesantren Daarur Rahman Jakarta.
 
“Program IBF Goes To Pesantren bertujuan untuk membangkitkan semangat para santri agar bisa menulis. Peserta secara individu dan tim akan ditargetkan untuk bisa membuat berita pada sebuah buletin digital atau konten website pesantren,'' jelas Panitia IBF Goes to Pesantren, Abdul Adjid.

Tujuan lainnya, sambung Adjid, ''Peserta membuat tulisan kesan pesan Gegap gempita Islamic Book Fair 2015,” kata Abdul Adjid pada Workshop Jurnalistik dan Pelatihan Menulis di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Parung, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/12/2014).

Ia menjelaskan, selesai pelatihan, seluruh peserta diharuskan menulis berita atau artikel. Karya mereka dinilai panitia, dan para pemenangnya akan mendapatkan hadiah.

“Selain itu, panitia memilih dua pemenang terbaik dari tiap-tiap pondok pesantren. Mereka akan mengikuti pelatihan intensif jurnalistik dan menulis yang akan diadakan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta,” kata Abdul Adjid.

Pada IBF 2015, telah dipilih beberapa pesantren yang akan mendapat kesempatan sebagai 'host' pada kegiatan IBF Goes to Pesantren. Panitia mengharapkan dengan kembali diadakannya kegiatan IBF Goes to Pesantren ini bisa mencetak para santri yang tidak saja cakap secara religius, namun juga cakap menulis dan bisa menjadi calon-calon penulis handal. Dan juga harapannya akan semakin banyak para santri yang datang berkunjung ke Islamic Book Fair yang akan diselenggarakan 27 Februari s.d. 8 Maret 2015.
 

Ally | Republika | Jurniscom

MUI: Imigran Kotori Bogor, UNHCR Harus Bertanggungjawab

BOGOR (Jurnalislam.com) – Banyaknya imigran gelap di wilayah Bogor, Jawa Barat  menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Salah satunya mengotori Bogor dengan bisnis pelacuran dan minuman keras.

Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor meminta badan PBB bidang pengungsi, yakni United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk bertanggung jawab mengatasi ulah para imigran.

“Biaya hidup mereka didanai atas nama UNHCR. Tapi UNHCR tidak memikiran kerusakan budaya masyarakat sekitar,” ujar Ketua Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Aliran Sesat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH. Muhammad Zen Mahfudin, kepada dua anggota Jurnalis Islam Bersatu, Fajar Shadiq dan Muhammad Pizaro, belum lama ini.

MUI menilai, pihak UNHCR seharusnya ikut mengontrol tindak-tanduk para imigran yang meresahkan para ulama dan masyarakat Bogor.

Pemerintah juga dituntut untuk segera mengirim para imigran menuju negara tujuan, dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama di Indonesia.

“Tujuan mereka kan Australia,” ujar pria yang akrab disapa Kyai Zen ini.

Pihak MUI sendiri sudah mengadukan masalah ini ke pemerintah. Kyai Zen menjelaskan, MUI pernah melakukan dialog bersama Kodim, Polisi dan pihak-pihak terkait di Hotel Safari.

Dari hasil pertemuan tersebut disepakati untuk membersihkan beberapa wilayah Puncak dari para imigran. Pihak MUI memberi waktu 15 hari untuk relokasi. “Benar memang 15 hari hilang,” ujarnya.

MUI menyarankan kepada pihak terkait agar para imigran gelap di Bogor ditempatkan di lokasi khusus seperti di satu pulau khusus di daerah Sukabumi.

Seperti diketahui, dari sekitar 600 imigran ilegal di Bogor separuhnya berasal dari Afghanistan.

Muhammad Pizzaro | Fajar Shadiq | JITU | Ally | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Imigran Syiah di Bogor: Islam Syiah Real Islam!

Cuaca Bogor dan Keterbukaan Masyarakatnya Jadi Alasan Para Imigran

Agar Tidak Berbaur, Imigran Ilegal Harus Ditempatkan di Tempat Khusus

MUI Kab. Bogor: Imigran Syiah di Puncak Suburkan Praktek Pelacuran

AILA Ajak Bangsa Indonesia Lakukan Gerakan Taubatan Nasuha

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menyikapi berbagai musibah yang menimpa Indonesia akhir-akhir ini, Sekretaris Jenderal Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Rita Soebagio mengajak bangsa Indonesia dan umat Islam untuk melakukan gerakan Taubatan Nasuha.

“Saatnya bagi bangsa Indonesia dan Muslim khususnya untuk melakukan gerakan Taubatan Nasuha agar Allah kembalikan semua keberkahan yang dimiliki bangsa ini,” tuturnya kepada Jurniscom, Senin (29/12/2014).

Bunda Rita meyakini bahwa musibah yang melanda negeri ini terkait dengan kemaksiatan yang dilakukan penghuninya.

“Tanpa mengurangi rasa hormat dan empati kepada berbagai pihak yang terkena musibah, saya termasuk yang meyakini bahwa musibah-musibah ini terkait dengan berbagai kemaksiatan yang dilakulan,” ujarnya sembari mengutip salah satu firman Allah dalam Al Qur’an surat asy-Syura ayat 30.

“Dan, apa saja musibah yang menimpamu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri. Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahanmu).”

Ally | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Kondom Laku Keras, Perzinahan Makin Bebas

AILA : Kondom Jadi Alat Kamuflase untuk Tutupi Perilaku Seks Bebas

 

AILA : Kondom Jadi Alat Kamuflase untuk Tutupi Perilaku Seks Bebas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Rita Soebagio menyatakan bahwa alat kontrasepsi (kondom) mengalami pergeseran fungsi, yang mulanya sebagai alat kontrasepsi, pada kenyataannya malah alat kamuflase untuk perilaku seks bebas.

“Kondom yang semula alat kontrasepsi, bergeser menjadi alat kampanye seks aman yang sebenarnya kerap menjadi kamuflase untuk menutupi perilaku-perilaku seks yang tidak bertanggungjawab dan menyimpang,” tegasnya kepada Jurniscom hari ini, Senin (29/12/2014)

Akibatnya, lanjut beliau, alih-alih dipakai sebagai alat membatasi atau mengatur kehamilan, kondom malah menjadi alat pencegah kehamilan bagi pelaku seks bebas baik yang terjadi di antara anak-anak muda yang belum menikah atau hubungan bukan dengan pasangan sahnya.

Menurut Bunda Rita, sapaan akrabnya, pemakaian kondom juga memiliki kepentingan bisnis dalam meraih target pasar sebesar-besarnya. Sehingga produsen kondom kerap tidak mengindahkan dampak moral yang terjadi.

“Membiarkan produsen kondom terlibat jauh dalam berbagai program pemerintah hanya akan menjadikan proses edukasi pencegahan seks bebas tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya,” ujarnya.

Hal tersebut, menurut Bunda Rita, akan mengarahkan pemakaian kondom sebagai solusi dalam kampanye seks aman. “Padahal banyak penelitian yang membuktikan kondom tidak bisa mencegah secara efektif bagi penyakit seperti AIDS,” tegasnya

Ally | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Kondom Laku Keras, Perzinahan Makin Bebas

AILA Ajak Bangsa Indonesia Lakukan Gerakan Taubatan Nasuha

 

Diawali Invasi yang Sombong, Berakhir dengan Memalukan

INVASI Amerika ke Afghanistan adalah sebuah pertunjukan yang jarang terjadi dalam sejarah. Sebuah koalisi militer terbesar di dunia yang dengan segala kesombongannya menyerang wilayah termiskin dunia, yang hanya bersenjatakan tangan kosong, tertindas dan tertekan. Konfederasi kafir yang menyerbu Afghanistan terdiri dari kekuatan militer dari 44 negara yang dibantu dan didukung secara finansial serta jajaran intel oleh 54 negara dekat ataupun jauh.

Perang saat ini digambarkan sebagai perang antara gajah dan nyamuk, yaitu di satu sisi terdiri dari koalisi militer internasional dan sisi lainnya terdiri dari beberapa lusin Mujahidin yang hanya berbekal keyakinan dalam keesaan Allah SWT.

Koalisi militer besar seperti itu bahkan tidak pernah bergabung bersama-sama selama perang dunia baik yang pertama maupun yang kedua. Perang saat ini digambarkan sebagai perang antara gajah dan nyamuk, yaitu di satu sisi terdiri dari koalisi militer internasional dan sisi lainnya terdiri dari beberapa lusin Mujahidin yang hanya berbekal keyakinan dalam keesaan Allah SWT.

Amerika menamakan perang ini dengan Enduring Freedom (Kemerdekaan Abadi) karena mereka menyangka bahwa kekuatan diri dan kekuatan material mereka tak terkalahkan. Mereka berpikir bahwa mereka telah memenangkan perang dan bahwa Mujahidin tidak akan muncul kembali atau tidak akan pernah berpikir untuk memulai perlawanan.

Namun atas izin Allah SWT, situasi terbalik. Allah, Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana, sekali lagi menunjukkan Kekuasaan-Nya kepada manusia yang naif dan buta dan menunjukkan kepada semua orang bahwa kriteria untuk menang adalah bukan kekuatan yang jelas terlihat, namun keyakinan yang kokoh dan bantuan Allah sajalah yang mampu mengangkat orang yang lemah mencapai kemenangan. Allah SWT pada setiap zaman mampu menggulingkan Fir'aun melalui tangan orang-orang beriman yang lemah untuk menunjukkan kepada orang-orang akan Kekuasaan-Nya.

Afghanistan adalah sebuah kasus dimana Amerika, Inggris, Perancis, Belanda, Italia, Kanada, Spanyol dan kekuatan kafir lain yang berpikir bahwa mereka akan mengubah Afghanistan menjadi koloni strategis mereka. Namun justru mereka didorong ke jurang kekalahan dan dipaksa untuk mencari cara melarikan diri karena pukulan berat dari Mujahidin. Allahu Akbar!

Setelah penarikan pasukan Australia, Belanda, Polandia, Denmark, Italia, Spanyol, Kanada, Perancis, Ceko, Swedia, Selandia Baru, dan lebih dari seratus ribu tentara Amerika, Britania juga mengumumkan akhir operasi mereka di Afghanistan selama sebulan terakhir.

Inggris adalah negara yang memiliki kontingen terbesar kedua dalam pertempuran di Afghanistan setelah Amerika, dan merupakan salah satu negara yang berpegang pada kebijakan untuk melanjutkan agresi. Namun, pada 24 Oktober 2014 mereka menyaksikan tentaranya secara resmi mengakui kekalahan di pangkalan udara Shorab, lalu menyelipkan ekor mereka (ketakutan) dan benar-benar menarik diri dari Afghanistan.

Dua minggu setelah penarikan pasukan Inggris, Menteri Pertahanan Michael Fallon mengumumkan bahwa mereka juga telah menarik semua pesawat tempur dan pengintaian mereka dari Afghanistan. Ia juga menambahkan bahwa pesawat-pesawat tersebut dan juga pesawat pembom seperti Tornado Jets yang telah melayani selama beberapa tahun terakhir, semuanya ditarik keluar dari area panggung pertempuran pada awal Agustus dan sejak hari ini dipastikan tidak ada pasukan darat dan udara Inggris yang ditempatkan di Afghanistan.

Penghinaan ini diikuti oleh jenderal Amerika terakhir yang memimpin operasi tempur di Afghanistan, yang secara resmi menurunkan bendera untuk menandakan akhir dari misi perang koalisi AS setelah 13 tahun. Sebuah peristiwa yang anehnya tidak terdeteksi di Amerika Serikat dan banyak dunia, dan kemudian muncul berita bahwa ISAF akan mengatur upacara perpisahan besar secara rahasia karena ancaman serangan Mujahidin di Kabul.

Perlu ditekankan bahwa karena Jihad yang diberkati, maka sebagian besar negara-negara yang terlibat termasuk Amerika telah menarik semua pasukan mereka dari Afghanistan, hampir semua provinsi telah dibersihkan dari kehadiran keji penjajah asing, kecuali di Mazar-e-Sharif di Utara dan Nangarhar di Timur serta beberapa kelompok kecil di ibukota dan daerah sekitarnya dimana penjajah juga berusaha sekuat tenaga untuk keluar secepat mungkin.

Gambar terbaru yang muncul juga menunjukkan musuh menghancurkan dengan tangan mereka sendiri basis-basis yang dijaga ketat yang mereka anggap basis operasi permanen dan penghancurannya dianggap tak terbayangkan. Situasi ini menjadi sebuah pelajaran ketika seseorang mengingat pikiran sombong musuh kemarin. Sesungguhnya Allah SWT sekali lagi membuktikan janji-Nya sebagaimana firmanNya dalam ayat Al-Qur'an yang menggambarkan orang-orang Yahudi Madinah:

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama (yaitu orang-orang Yahudi dari suku Bani An-Nadir yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah). Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (QS Al-Hasyr, ayat 2)

Tidak diragukan lagi, kekalahan aliansi militer Barat kafir di Afghanistan oleh sedikit Mujahidin yang beriman dengan tangan kosong, penghancuran basis utama mereka dengan tangan mereka sendiri dan mundurnya mereka secara tergesa-gesa, adalah tidak bisa dijelaskan dan merupakan tanda yang jelas dari bantuan ilahi Allah Maha Kuasa.

Saat penarikan pasukan asing berlangsung, kehadiran kaki tangan internal mereka sedang didesak dari banyak wilayah pada waktu yang sama. Mujahidin mengambil alih wilayah baru setiap hari, membongkar basis mereka dan memperketat pengepungan mereka. Untuk merasakan suasana dan memperoleh gambaran mengenai apa yang terjadi di dalam negeri selama serangan Khaibar sedang berlangsung. Mari kita lihat kutipan wawancara yang dilakukan dengan wakil gubernur provinsi Helmand, Mullah Muhammad Dawud Muzzammil, sebagai contoh dari apa yang terjadi beberapa bulan terakhir:

"Seperti saat penaklukan 'Sarwan Kala', Mujahidin menorehkan prestasi yang signifikan di distrik Musa Kala 'provinsi Helmand. Wilayah luas kabupaten ini seperti Shaikh Ali, Deh Ghochak dan Asmanian dikuasi dan dibebaskan dari musuh. Di 'Musa Kala, musuh terbatas hanya di pusat distrik ini. Di distrik 'Nauzad', area 'Bagh' yang merupakan daerah paling penting di kabupaten ini ditaklukkan oleh Mujahidin tahun ini. Musuh diberi waktu yang sangat sulit di distrik Grishk selama rentang tahun ini. Musuh dikeluarkan dari berbagai bagian distrik ini dan Mujahidin membuat kemajuan menuju pusat daerah ini.

Kami menaklukkan 15 pos militer di dalam wilayah 'Nahr-i-Siraj', 13 pos di dalam daerah Haidar Abad dan 10 pos lainnya di wilayah 'Deh Adam Khan' distrik ini. Hanya sepuluh persen daerah penduduk di sekitar pusat distrik ini dibiarkan di bawah kendali musuh. Di dalam distrik Grishk, musuh terkepung dan terbatas pada daerah-daerah yang dibentengi pada masa pemerintahan presiden komunis Dr Najeeb untuk membela pusat distrik ini. Musuh berada dalam situasi yang sama saat ini. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa beberapa pos-pengecekan militer musuh masih terlihat di jalan utama di pinggiran distrik Grishk.

Selain itu, Mujahidin memiliki prestasi yang signifikan di bagian lain dari provinsi Helmand. Di distrik Marja', wilayah Treekh Nawar, Sistani dan beberapa daerah lain yang dikuasai penjajah Amerika selama operasi besar mereka, kembali dikuasai oleh Mujahidin. Di Khanasheen, Kajaki dan beberapa kabupaten lainnya serangan mematikan juga dilakukan terhadap musuh. Secara keseluruhan, tahun ini, prestasi Mujahidin cukup signifikan dan melebihi harapan kita.”

Dengan mengorbankan jiwa mereka yang gagah berani, Mujahidin berjuang di jalan Allah SWT yang diberkati dengan keyakinan dalam bantuan ilahi-Nya berhasil mengubah invasi angkuh dari koalisi kafir internasional menjadi kekalahan yang memalukan!

Dengan mengorbankan jiwa mereka yang gagah berani, Mujahidin berjuang di jalan Allah SWT yang diberkati dengan keyakinan dalam bantuan ilahi-Nya berhasil mengubah invasi angkuh dari koalisi kafir internasional menjadi kekalahan yang memalukan!

Deddy | Ally | Shahamat | Jurniscom

 

Terlibat Protes, Al Azhar Keluarkan 51 Mahasiswa

MESIR (Jurnalislam.com) – Universitas Al-Azhar Mesir mengeluarkan 51 mahasiswanya dengan dugaan keterlibatan mereka dalam tindakan "kekerasan", Ahad (28/12/2014). Sehingga siswa yang diusir di tahun akademik ini berjumlah 122 mahasiswa.

"Rektor Universitas Abdel-Hay Azab telah memutuskan untuk mengusir 51 siswa karena mengambil bagian dalam peristiwa kekerasan," kata universitas itu dalam sebuah pernyataan.

"Pengusiran dilakukan setelah terbukti bahwa mereka terlibat dalam insiden kekerasan di kampus," tambah pernyataan itu.

Mengutip alasan yang sama, universitas telah mengusir 71 mahasiswa awal bulan ini.

Mahmoud al-Azhari, juru bicara kelompok "Mahasiswa menentang Kudeta Al sisi," mengutuk langkah universitas yang mengusir siswanya.

"Pengusiran merupakan pelanggaran hak siswa untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik," kata al-Azhari kepada Anadolu Agency.

Dalam hukum Mesir, siswa yang dikeluarkan tidak dapat mendaftar di perguruan tinggi lain untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Pada bulan Oktober, Pemerintah rezim Abdel Fattah al-Sisi-menyetujui undang-undang baru yang memberikan hak kepada rektor universitas untuk memberhentikan siswa yang terlibat dalam protes atau kerusuhan dalam kampus.

Al-Azhar telah menjadi pusat protes pendukung mantan Presiden Mohamed Morsi, yang digulingkan oleh militer pada bulan Juli tahun lalu.

Lembaga keamanan Mesir menuduh kelompok Ikhwanul Muslimin menggunakan mahasiswa sebagai alat untuk menentang rezim pemerintah saat ini.

Pihak oposisi pemerintah menggambarkan penggulingan Presiden Morsi ketika itu sebagai "kudeta militer", sedangkan para pendukung pemerintah hasil kudeta  menjabarkan istilah penggulingan sebagai "gerakan tentara yang didukung pemberontakan militer "

Deddy | World Bulletin | Jurniscom