Densus 88 Tangkap Ramadan Ulhaq, 9 HP Milik Keluarga Raib

BIMA (Jurnalislam.com) – Densus 88 kembali menangkap seorang warga Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/1/2014). Korban bernama Ramadan Ulhaq alias DN (31) ditangkap di rumahnya di RT Kelurahan Penatoi, Kota Bima, NTB sekitar pukul 12.15 Wita.

Sebelumnya, menurut kesaksian warga, Densus 88 beserta apara gabungan kepolisian sudah mensterilkan areal penggerebekan radius 10 m dari jarak rumah korban.

“Densus langsung menendang dan membuka paksa pintu rumah kemudian masuk, menodongkan senjata kepada seluruh penghuni rumah dan melakukan penggeledahan. Mereka menggeledah seluruh isi ruangan dengan menggunakan alat metal detector,” ungkap Arfah (62) Ibunda DN dengan nada shok.

Pihak keluarga juga mengatakan bahwa Densus 88 membawa sejumlah barang dengan alasan yang dijadikan sebagai barang bukti termasuk sejumlah telepon genggam milik keluarga.

 “Kami melihat para polisi itu membawa 9 Hand Phone,” tambah keluarga yang enggan disebutkan namanya.

Reporter : Sirath | Editor : Ally | Jurniscom

Pasca Penyerangan Charlie Hebdo, Penghina Rasulullah Dijaga Ketat Aparat

STOCKHOLM (Jurnalislam.com) – Polisi Swedia meningkatkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi seniman Lars Vilks. Langkah ini ditempuh setelah serangan mematikan pada Rabu (07/01) di kantor majalah Charlie Hebdo yang berulang kali memuat kartun Nabi Muhammad.

“Iya, penjagaan terhadapku diperketat. Polisi mengambil berbagai langkah keamanan untuk menjaga keselamatanku,” kata Vilks saat dihubungi Reuters, seperti dinukil Al-Jazeera, Kamis (08/01). Ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Lars Vilks merupakan seniman asal Swedia. Ia menyakiti hati umat Islam di seluruh dunia pada 2007 silam setelah memamerkan lukisan karikatur Nabi Muhammad seperti seekor anjing. Berbagai ancaman pembunuhan meneror seniman tersebut.

“Kekurang ajaran” itu kembali dilakukan pada 2013. Ia memamerkan lukisan baru yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Dalam lukisan itu, Vilks masih menunjukkan Nabi Muhammad dengan tubuh seekor anjing, dan dipadukan dengan karya lukisan dari pelukis ternama seperti Claude Monet, Peter Paul Rubens dan Anders Zorn.

Pemerintah Swedia secara resmi mengerahkan pasukan keamanan untuk menjaga keselamatan Vilks sejak 2010 silam. Hal itu seiring dengan mengalirnya ancaman pembunuhan yang diterimanya.

Pada awal 2014 silam, bahwa seorang wanita asal AS berencana membunuhnya. Namun, wanita muslim itu ditangkap oleh polisi Swedia dan divonis 10 tahun penjara.

Ally | Al-Jazeera | Jurniscom

Pasukan Zionis Tembaki Ladang Milik Warga Palestina di Selatan Gaza

KHANYUNIS (Jurnalislam.com) –  Tentara Israel kemarin (08/01/2015)  menggunakan senjata otomatis dan bom cahaya untuk membakar ladang warga Palestina di ujung kota Khanyunis, selatan Jalur Gaza.

Sementara itu, menurut saksi mata mengatakan, pasukan Zionis yang terkonsentrasi di dekat perbatasan sebelah timur Gaza melessakan membombardir ladang milik warga dengan senjata otomatis hingga menimbulkan kerusakan.

Mereka menambahkan, sejumlah jeep milik Zionis berkumpul di sekitar kolam Suraij sebelah timur Gaza dan melesakkan bom api ke arah ladang milik warga.

Sejak 26 Agustus lalu, kedua belah pihak melanjutkan gencatan jangka panjang, dengan prakarsa dari Mesir, pasca serangan 51 hari ke Gaza yang menimbulkan kerusakan di semua sektor serta kerugian nyawa lebih dari 2000 orang dan melukai lebih dari 11 ribu lainya.

 

 Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Tulisan Anti-Islam di Masjid Austria

AUSTRIA (Jurnalislam.com) – Di Wina, ibukota Austria, tulisan yang menyerang Islam ditemukan pada bangunan Masjid Tuna milik Vienna Islamic Center.

Pejabat Masjid menyatakan bahwa mereka menemukan tulisan-tulisan tersebut saat hendak sholat shubuh kemudian memberitahu polisi setempat. Dia menambahkan bahwa kemungkinan tindakan tersebut dipengaruhi serangan Paris.

Dia juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini kebencian terhadap Islam meningkat di Austria, seperti ada anggota badan babi yang diletakkan beberapa meter dari masjid dan perempuan berjilbab diserang. "Mereka mengganggu kita juga," tambahnya. "Bagaimana kita bisa yakin mereka tidak akan menyakiti kita sementara kita sedang beribadah malam?"

Selama enam bulan terakhir di Austria, sebuah kepala babi diletakkan di daerah pembangunan Sekolah Tinggi Agama Islam Eyüp Sultan; symbol nazi terlihat pada bangunan masjid lain di kota Telfs; dan banyak perempuan berjilbab menghadapi serangan verbal dan fisik.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Sebuah Masjid di Le Mans Diserang Setelah Penyerangan Charlie Hebdo

LE MANS (Jurnalislam.com) – Di Villefranche-sur-Saone, timur laut Prancis, ledakan juga dilaporkan kemarin pagi (08/01/2015) di depan sebuah restoran kebab dekat masjid.

Pers Perancis mengumumkan bahwa tidak ada kematian atau korban cedera pada ledakan di Villefranche-sur-Saone, wilayah Rhone. Namun kerusakan material terdeteksi di restaurant setelah ledakan.

Polisi Perancis telah memulai penyelidikan tentang kejadian itu dan diharapkan untuk membuat pernyataan publik tentang penemuan pertama mereka.

Apakah ledakan tersebut berhubungan dengan serangan kemarin di Paris yang berakhir dengan 12 kematian masih belum diketahui.

Sementara itu, sebuah masjid di Le Mans, Perancis barat laut, diserang semalam dengan peluru yang ditembakkan dan beberapa "granat pelatihan" yang dilemparkan ke halamannya, media Prancis melaporkan.

Salah satu dari empat granat meledak Kamis pagi, namun tidak ada korban luka yang dilaporkan, menurut surat kabar lokal Le Maine Libre.

Sebuah tembakan juga dilaporkan semalam dan peluru ditemukan dalam masjid.

Tiga granat yang tidak meledak ditemukan oleh polisi.

Polisi telah mengepung daerah tersebut dan sedang menyelidiki insiden itu.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Agen Intelijen Yaman Tewas Ditembak OTK di Al-Baydaa

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat setempat mengatakan, “anggota aparat intelijen dibunuh oleh orang bersenjata tak dikenal pada Kamis (08/01/2015) di pusat kota Al-Baydaa, Yaman.”

Orang bersenjata tak dikenal mengendarai kendaraan 4×4 menembaki agen intelijen di pusat kota Al-Baydaa. Sejumlah saksi yang tidak ingin disebut identitasnya mengatakan kepada Badan Anadolu resmi,.

“Para penyerang telah menghilang dari TKP setelah penembakan, yang terjadi di luar sebuah pusat kebudayaan yang dikelola pemerintah,“ kata saksi.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu sejauh ini.

Namun Al-Qaeda kelompok Ansar al-Sharia, yang memerangi pasukan pemerintah Yaman di berbagai wilayah negara, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan serupa di masa lalu.

Deddy | WorldBulletin | Jurniscom

Dua Bersaudara yang Menggemparkan Dunia

PARIS (Jurnalislam.com)  – Satu dari dua bersaudara yang dicurigai melakukan penembakan mematikan di kantor sebuah majalah mingguan satir Perancis mengunjungi Yaman pada tahun 2011 untuk berlatih dengan Tandzim Jihad Al Qaeda, AS dan sumber-sumber Eropa yang dekat dengan penyelidikan mengatakan pada hari Kamis (08/01/2015).

Sumber mengatakan bahwa Said Kouachi, 34, berada di Yaman selama beberapa bulan berlatih dengan Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), salah satu kelompok Jihad yang paling aktif.

Dia dan saudaranya Cherif, 32, sekarang diburu di Perancis setelah pembunuhan 12 orang oleh kelompok bersenjata Islam di kantor surat kabar mingguan satir Charlie Hebdo di Paris.

Kedua tersangka adalah warga Perancis yang lahir dari orang tua kelahiran Aljazair. Kedua pria itu berada di bawah pengawasan polisi. Cherif dipenjara selama 18 bulan karena mencoba untuk melakukan perjalanan ke Irak satu dekade yang lalu untuk ikut berperang sebagai bagian dari anggota sel jaringan Islam.

Seorang pejabat Yaman yang akrab dengan masalah ini mengatakan bahwa pemerintah Yaman menyadari kemungkinan hubungan antara Said Kouachi dan AQAP, dan mencari kemungkinan link tersebut.

Sumber tersebut mengatakan bahwa setelah Said Kouachi kembali ke Perancis dari Yaman, kedua bersaudara tampaknya telah menahan diri dari segala kegiatan yang mungkin akan menarik perhatian lembaga penegak hukum atau mata-mata Perancis.

Mereka mengatakan bahwa dalam bulan-bulan menjelang serangan Rabu, dua bersaudara itu tidak diperlakukan sebagai target prioritas oleh lembaga kontra-terorisme Perancis.

Pada saat Said Kouachi pergi ke Yaman, salah satu pemimpin inspirasi dan organisasi AQAP adalah Syeikh Anwar al Awlaki, seorang pengkhotbah kelahiran AS yang terkenal dalam menyebarkan pesan Jihad kelompok untuk khalayak berbahasa Eropa dan Inggris. Namun, Tidak diketahui apakah Kata Kouachi punya kontak dengan Syeikh Al Awlaki, yang gugur pada bulan September 2011 di sebuah serangan pesawat tak berawak yang dikaitkan dengan CIA.

Beberapa peneliti percaya kematian Syeikh Al Awlaki mungkin berkontribusi terhadap keputusan saudara tersebut untuk bersembunyi, namun peneliti lain mengatakan bahwa terlalu dini untuk mencapai kesimpulan seperti itu.

Penyidik berusaha untuk menilai, jika ada, sejauh mana hubungan antara dua bersaudara itu dengan AQAP atau kelompok Islam lainnya.

Salah satu dari mereka yang tewas dalam serangan Paris adalah seorang top Editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, yang menggambar kartun di bawah rubrik "Charb."

Musim semi lalu, "Inspire", sebuah majalah berbahasa Inggris yang diterbitkan oleh AQAP, menampilkan poster bertuliskan "Dicari hidup atau mati" yang di dalamnya termasuk nama Charbonnier dan foto. Tidak ada bukti langsung bahwa poster tersebut menginspirasi serangan Paris.

 

Deddy | Reuters | Jurniscom

Kantor Majalah Penghina Nabi Diserang 12 Orang Tewas, Penyerang Mengaku Al Qaeda

PARIS (Jurnalislam.com) – Setidaknya 12 orang tewas dan tiga lainnya dalam kondisi kritis setelah sebuah kelompok bersenjata menyerang kantor majalah satir Paris, Charlie Hebdo, yang memicu kontroversi pada tahun 2006 dan 2012 karena menerbitkan kartun komik Nabi Muhammad, Jaksa Paris Francois Molins mengatakan.

Le Figaro melaporkan bahwa kartunis terkenal Jean "Cabu" Cabut, Stéphane "Charb" Charbonnier dan Georges Wolinski tewas dalam serangan itu.

Tiga orang bersenjata bertopeng bersenjatakan senapan otomatis Kalashnikov menyerang ke dalam gedung pada hari Rabu (7/1/2015), melukai sekitar 10 orang dan menyebabkan lima orang kritis kemudian menghilang.

Tepat sebelum tengah hari, dua orang bersenjata senapan Kalashnikov keluar dari mobil hitam dan memaksa karyawan majalah tersebut untuk membiarkan mereka masuk gedung yang terletak di pusat kota Paris. Mereka menyerbu sambil berteriak ''kami telah membalas untuk Nabi" dan "Allahu akbar," Setelah masuk, saksi mengatakan bahwa para penyerang sengaja menargetkan wartawan, membunuh editor publikasi dan membunuh atau melukai sejumlah kartunis.

Dua polisi juga tewas dalam serangan itu. Video yang diposting online menunjukkan penyerang melukai seorang petugas dan kemudian mengeksekusinya di jalan.

Para penyerang kemudian memasuki mobil hitam dan menghilang lalu pindah ke mobil lainnya. Para penyerang saat ini masih belum ditemukan.

Tidak ada kelompok yang resmi mengklaim serangan tersebut. Tetapi Dua saksi independen mengatakan para penyerang mengaku bahwa mereka adalah al Qaeda.

Corinne Rey, seorang kartunis yang terpaksa membiarkan penyerang masuk ke dalam gedung, mengatakan bahwa, "Mereka berbicara bahasa Perancis dengan sempurna, mereka mengatakan bahwa mereka adalah al Qaeda," lapor The London Evening Standard. Cédric Le Béchec, seorang saksi lain, menyatakan bahwa salah satu penyerang mengatakan "Katakan kepada media bahwa kami adalah Al Qaida Yaman," yaitu referensi untuk Al Qaeda di Semenanjung Arab, menurut The Telegraph.

Mujahidin telah lama memberikan peringatan terhadap Charlie Hebdo, yang kantornya pernah dibom pada 2011 setelah majalah menerbitkan gambar penghinaan Nabi Muhammad dengan bom tertanam dalam sorbannya.

Majalah tersebut juga mencetak ulang 12 kartun penghinaan yang pertama kali diterbitkan oleh majalah Denmark Jyllands-Posten pada tahun 2005, bersama dengan beberapa tambahan karya staf mereka sendiri, yang memicu kemarahan umat Islam seluruh dunia.

Kantor tersebut juga mengalami serangan pembakaran pada tahun 2011 dan website mereka di-hack sehari setelah majalah itu mengganti nama edisi khususnya menjadi "Charia Hebdo" dan memasukkan Nabi Muhammad dalam daftar kepala editor.

 

Deddy | World Bulletin | The Long War Journal | Jurniscom

Mujahidin Serang Pos Polisi Musuh di Helmand, 20 Orang Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) –  Serangan syahid sukses dilakukan hari Rabu (7/1/2015) menargetkan pos polisi di distrik Nawzad provinsi Helmand selatan, menurut laporan.

Serangan itu dilakukan oleh Mujahid heroik, Muhammad Abid Shabir Helmand, menggunakan kendaraan yang dikemas dengan bahan peledak dan meledakkannya di dalam pos musuh yang terletak di daerah Jazi Karez sekitar pukul 02:00 waktu setempat.

Ledakan kuat menghancurkan pos tersebut, menewaskan 20 orang bersenjata dan melukai puluhan lainnya.

Bagian yang tersisa dari pos tersebut diserang oleh Mujahidin dari beberapa arah menggunakan APC dan juga tembakan artileri 82mm, memicu pertempuran sengit dengan musuh.

Pos tersebut adalah pos yang sama yang mengklaim bahwa seorang gadis beberapa waktu lalu telah dikirim untuk melakukan serangan menggunakan bahan peledak.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Akademi Polisi Sanaa Dihantam Bom Mobil 35 Orang Tewas

SANAA (Jurnalislam.com) – Setidaknya 35 orang tewas akibat bom mobil pada hari Rabu (7/1/2015) pagi di luar akademi polisi di ibukota Sanaa, seorang perwira senior polisi mengatakan.

Bom itu meledak saat sekelompok calon mahasiswa berkumpul untuk mendaftar di akademi tersebut.
Kepala polisi Sanaa, Abdel-Aziz al-Qudsi, mengatakan bahwa 68 orang lainnya terluka, menurut situs Kementerian Dalam Negeri.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun pemerintah biasanya menyalahkan serangan tersebut pada Al-Qaeda, yang baru-baru ini melakukan serentetan serangan terhadap aparat keamanan Yaman.

Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi, mengutuk "semua bentuk terorisme" dan bersumpah untuk membawa penyerang ke pengadilan.

Parlemen Yaman juga mengecam pemboman itu, menyerukan kepada semua warga Yaman untuk bergabung dengan perang melawan terorisme, kekerasan dan ekstremisme.

Yaman tetap berada perang sejak penggulingan Presiden Ali Abdullah Saleh pada tahun 2012.

Pemberontak Syiah Houthi baru-baru ini mengambil alih Sanaa dan sejak saat itu mencoba untuk memperluas pengaruhnya ke bagian lain negara.

Pergerakan pemberontak Syiah Houthi tersebut mendapatkan perlawanan dari muslim Sunni lokal dan Al-Qaeda, yang aktif di Yaman.

 

Deddy | Anadolu  Agency | Jurniscom