Ulama Palestina Kecam OKI Kunjungi Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Ikatan Ulama Palestina mengecam seruan OKI untuk mengunjungi Masjid Al Aqsha, karena hal itu sama dengan melakukan normalisasi dengan penjajah zionis, dan para ulama sepakat melarang kunjungan ini.

Dalam siaran persnya, Rabu (07/01/2015) Ikatan Ulama Palestina mengatakan, “Seharusnya seruan pertama adalah untuk membebaskan Masjid Al Aqsha dan Palestina, untuk mendukung perjuangan warga Palestina di Al Quds, dan mengalang dukungan internasional untuk mengakhiri penjajahan zionis di Palestina.”

Ditambahkan, kewajiban para ulama untuk menjelaskan hukum mengakui penjajahan atas bumi Palestina, Masjid Al Aqsha dan Al Quds, hukum melakukan normalisasi dengan penjajah yang mengklaim kendali atas kota Al Quds.”

Ikatan Ulama Palestina menganggap seruan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Iyad Madani, sebagai seruan untuk melakukan normalisasi dan melayani kepentingan penjajah zionis, dengan menambah anggaran dan kekuatannya untuk memukul dan membunuh rakyat Palestina. Ikatan Ulama Palestina menyerukan supaya menghentikan seruan semacam ini.

 

Deddy | Palinfo | Jurniscom
 

Dinilai Sudutkan Islam, KMJ Desak ANTV Hentikan Tayangan Film King Suleiman

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Korps Muballigh Jakarta (KMJ) mendesak ANTV segera menghentikan penayangan film King Sulaiman (Abad Kejayaan). Menurut KMJ, tayangan tersebut telah mendistorsi sejarah Islam, merendahkan wanita Islam, dan melecehkan para Khalifah. Jika stasiun teleivisi swasta tersebut tidak segera menghentikan penayangannya, KMJ akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

“Banyak substansi film King Sulaiman yang telah mendistorsi sejarah Islam dan melecehkan para Khalifah. Sultan digambarkan sebagai sosok yang cabul, angkuh, dan jauh dari nilai-nilai Islami. Ini menyakiti ummat Islam sebagai mayoritas penduduk Indonesia,” ujar Muhammad Shobari selaku Ketua Umum KMJ di Jakarta pada Selasa (6/1/2015).

Shobari mengatakan, kisah Asli Sultan Sulaiman dipenuhi dengan kehebatan dan perjuangan. Dengan pertolongan Allah Yang Mahakuasa, kekuasan sang Sultan sangat luas. Meliputi Eropa, India, negara-negara di kawasan Samudra Hindia, Mediterania, dan Afrika Utara.

“Tapi yang ditayangkan ANTV justru banyak menampilkan sisi-sisi gelap dan kebobrokan kekhilafahan Islam sekaligus menjelek-jelekkan nama besar Sultan Sulaiman. Kami khawatir penayangan film tersebut akan membuat penonton, khususnya ummat Islam, memiliki persepsi keliru tentang Islam dan para Kekhalifahan Islam,” kata Shobari.

Sehubungan dengan hal itu, KMJ juga mendesak ANTV segera menyatakan penyesalan dan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Islam khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Ally | KMJ | Jurniscom

Pemprov Jatim Akan Tutup Lokalisasi di Empat Kota

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan komitmennya menutup sejumlah lokalisasi di Nganjuk, Lumajang, Mojokerto dan Ponorogo.

"Tidak ada masalah dan program penutupan lokalisasi jalan terus. Pemprov sudah melakukan antisipasi terkait penghentian bantuan pusat," ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Di wilayahnya, saat ini masih ada sejumlah lokalisasi yang belum ditutup hingga akhir 2014, seperti di Nganjuk, Lumajang, Mojokerto dan Ponorogo.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengaku segera berkoordinasi dengan pemangku kebijakan untuk membahas ini dan menutup lokalisasi secepatnya.

"Khususnya kepada kepala daerah untuk tidak diam saja dan melakukan pendekatan yang baik dengan harapan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan," katanya.

Tentang target penutupan semua lokalisasi di Jatim yang tak berhasil 2014, mantan Sekdaprov Jatim tersebut tak mempersoalkannya dan beralasan bahwa mendirikan bangunan sosial itu berbeda dengan pembangunan fisik.

"Kalau ditarget sampai kapan tidak bisa, namun pemerintah tidak akan diam saja. Kami butuh banyak pihak untuk menyelesaikannya," kata birokrat yang juga politisi tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan Gubernur, tidak adanya bantuan hibah dari pemerintah pusat yang sebelumnya menganggarkan Rp3 juta untuk setiap wanita tuna susila (WTS) untuk mendirikan usaha, tidak membuat Pemprov berhenti.

Ally | Antara | Jurniscom

 

Desak Kepolisian Ungkap Pelaku Pembunuhan, Warga Siri Sori Islam Datangi Mapolres Ambon

AMBON (Jurnalislam.com) – Menyusul kematian Rapsan Lestaluhu (22), seorang warga Siri Sori Islam yang ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di hutan hutan Hatmata, Petuanan Negeri Siri Sori Amatalu, puluhan warga Siri Sori Islam yang berdomisili di Kota Ambon mendatangi Mapolres Ambon guna mendesak Kapolres untuk segera mengungkap pelaku penembakan, Selasa (6/1/2015).

“Kami minta ada kepastian hukum dan ungkap pelaku agar masyarakat tidak resah,” kata seorang tokoh masyarakat Siri Sori Islam, Fahmy Salatalohy di hadapan Kapolres.

Hal yang sama juga dituntut oleh warga lainnya. Penembakan yang terjadi menunjukkan bahwa masih ada senjata api yang beredar di masyarakat.

“Kami hanya minta dan tuntut segera ungkap karena selama ini hanya OTK terus. Ini harus diungkap dan selama ini masih ada senjata beredar di masyarakat,” ujar salah satu warga Siri Sori Islam yang turut hadir dalam tatap muka dengan Kapolres.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres berjanji akan bekerja maksimal. Ia juga meminta bantuan masyarakat membantu polisi mengungkap pelaku penembakan.

Sejauh ini pemeriksaan baru dilakukan terhadap satu orang saksi. Sementara sebanyak tiga peleton personil TNI dan Polri sudah diturunkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan.

Ally | Siwalima | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Warga Siri Sori Islam Ambon Tewas Ditembak OTK

Warga Siri Sori Islam Ambon Tewas Ditembak OTK

AMBON (Jurnalislam.com) – Seorang warga Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua, Kabupaten Malteng, Ambon bernama Rapsan Lestaluhu (22) ditembak hingga meninggal oleh orang tak dikenal (OTK) di hutan Hatmata, Petuanan Negeri Siri Sori Amatalu, saat hendak memetik cengkih bersama pamannya Janding Lestaluhu (53), Selasa (6/1/2015) sekitar pukul 09.00 WIT.

Informasi yang dihimpun Siwalima menyebutkan, Janding bersama dengan korban pergi ke hutan untuk memanen cengkih. Setibanya di Dusun Hatmata, petuanan Negeri Siri Sori Amalatu terdengar bunyi tembakan senjata api sebanyak satu kali. Tiba-tiba korban terjatuh.

Janding berusaha untuk menolong korban, namun terdengar lagi bunyi tembakan beruntun, sehingga ia lari menyelamatkan diri, dan meminta pertolongan pada masyarakat yang berada di sekitar hutan.

Setelah melaporkan peristiwa ini kepada pemerintah negeri Siri Sori Amalatu dan Siri Sori Islam, korban dievakuasi sekitar pukul 10.30 WIT ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saparua. Namun nyawa korban tidak bisda tertolong akibat luka tembak di rusuk kiri menembus sebelah kanan.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Komarus Zaman membenarkan peristiwa tersebut.

“Kejadian itu terjadi di pagi hari dan memang benar korban ditembak saat berada di hutan bersama saksi memetik cengkih. Korban sudah meninggal dunia. Sementara ini masih OTK karena belum diketahui pelakunya,” jelasnya sebagaiamana dilaporkan Siwalima.

Komarus mengatakan, situasi di Siri Sori Amalatu dan Siri Sori Islam terkendali.  Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi, dan memberikan kepercayaan kepada polisi untuk mengungkap pelaku penembakan.

“Saya sampaikan raya prihatin saya karena tiba-tiba kejadian ini terjadi lagi ditengah situasi sudah kondusif. Kita serius usut dan saya minta kepada warga Siri Sori Amalatu maupun Islam agar tidak terprovokasi. Kita harapkan jika ada permasalahan yang terjadi di pelosok berikan kami kesempatan menangani kasus ini. Jangan mudah terpancing isu dan terprovokasi pihak ketiga,” himbaunya.

Ally | Siwalima | Jurniscom

Erdogan : “Islamophobia Harus Ditindak”

ANKARA (Jurnalislam.com) – Di tengah meningkatnya protes anti-Muslim, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan agar Uni Eropa (UE) untuk menindak Islamophobia daripada "mencoba untuk memberi pelajaran" kepada Turki, Selasa (06/01/2015)

Erdogan mengatakan kepada duta besar Turki dalam sebuah pidato di Ankara yang diposting di luar negeri bahwa mereka harus memiliki kebijakan luar negeri yang tegas mewakili "Turki baru" yang kuat dan percaya diri di bawah pemerintahannya.

Dalam serangan barunya terhadap Uni Eropa, Erdogan meminta 28 anggota blok untuk "meninjau kembali kebijakan Turki," yang menuduh Eropa menyeret kakinya pada tawaran keanggotaan berumur satu dekade bagi Ankara.

"Percayalah, sangat disesalkan bahwa Uni Eropa malah mencoba memberikan pelajaran kepada Turki dan bukannya mencoba untuk mengatasi ancaman sangat serius yang sedang dihadapi," katanya.

Erdogan mengatakan bahwa rasisme, kegiatan diskriminatif dan Islamophobia saat ini meningkat di Eropa, dan mengeluhkan bahwa organisasi rasis banyak memenangkan simpati beberapa masyarakat di Barat "setiap harinya."

"Islamofobia – yang terus-menerus menarik perhatian dan memperingatkan kita – merupakan ancaman serius di Eropa."

"Jika masalah ini tidak ditangani dengan serius saat ini, dan jika populisme berhasil menawan politisi Eropa, Uni Eropa dan nilai-nilai Eropa akan dipertanyakan," katanya.

Pernyataan Erdogan tersebut muncul sehari setelah kelompok Jerman kontroversial PEGIDA – Patriot Eropa Penentang Islamisasi Barat – mengadakan parade yang dihadiri oleh ribuan orang di Dresden berdemonstrasi menentang apa yang mereka sebut dengan "Islamisasi negeri Barat."

18.000 orang hadir untuk demonstrasi yang digelar setiap minggu, sementara lebih dari 30.000 orang Jerman mengutuk PEGIDA sebagai "ekstrimis."

Erdogan mengatakan kepada duta besar bahwa Turki harus menganggap dirinya sebagai negara besar.

"Turki bukanlah sebuah negara yang bisa dituduh oleh siapa pun dengan mengibaskan jari mereka dalam kesombongan besar. Mereka yang memiliki kebiasaan tersebut harus ditinggalkan," tambahnya.

"Mereka yang mengguncang jari mereka dan menegur Turki harus melihat bahwa mereka berhadapan dengan Turki yang baru, Turki yang besar, yang memiliki kebijakan ekonomi, demokrasi dan luar negeri."

Erdogan pada bulan Agustus pindah ke kursi kepresidenan setelah lebih dari satu dekade bertindak sebagai perdana menteri Turki. Ia telah bekerja agar Turki dihormati sebagai kekuatan global.

Deddy | Middleeasteye | Jurniscom

HM Sampoerna Hentikan Iklan Mesum A Mild

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Produsen rokok PT HM Sampoerna Tbk memutuskan menurunkan seluruh iklan A Mild terhitung mulai Selasa (6/1/2015). Iklan dengan visual lekaki dan perempuan itu mendapatkan banyak kecaman karena mengandung konten porno.

“Kami berterima kasih atas apa yang disampaikan masyarakat. Mulai hari ini, kami akan hentikan iklan dan turunkan reklame yang sudah terpasang,” ujar Head of Regulatory Affairs PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita, Selasa (6/1/2015).

Sampoerna mengaku mendengarkan protes dari masyarakat atas iklan tersebut.

“Mempertimbangkan hal diatas, kami memutuskan untuk segera menurunkan dan menghentikan penayangan iklan tersebut terhitung mulai hari ini, 6 Januari 2015,” tukas Elvira.

klame yang diprotes masyarakat adalah gambar yang menonjolkan sepasang muda-mudi. Tangan kiri lelaki memeluk pinggang perempuan. Sambil memeluk perempuan, tangan laki merangkul pundak pasangannya.

Sebagaimana diberitakan Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Perlindungan Anak dari Zat Adiktif menuntut penghentian iklan rokok dari Sampoerna, A Mild, bertema Mula Mula Malu Malu Lama Lama Mau karena tidak senonoh.

“PT HM Sampoerna Tbk harus menghentikan penayangan iklan rokok Sampoerna A Mild versi Mula Mula Malu Malu Lama Lama Mau tersebut di seluruh wilayah Indonesia,” kata juru bicara Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Perlindungan Anak dari Zat Adiktif, Hery Chariansyah, lewat keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Dia juga mendesak PT HM Sampoerna Tbk agar meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena telah menyajikan tampilan visualisasi iklan yang tidak mencerminkan budaya ketimuran itu.

“Iklan yang menggambarkan seorang laki-laki sedang merangkul punggung seorang perempuan dengan mesra itu tidak sesuai dengan budaya kita dan mengajarkan pergaulan bebas,” katanya

Ally | Islampos | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Satpol PP Bandung Copot Reklame Iklan Mesum A Mild

Surat Terbuka Koalisi Perlindungan Anak Kecam Iklan Rokok Mesum

Hanya Gara-gara ada Pelajar Muslim, Sekolah di Austria Batalkan Tur ke Gereja Bersejarah

WINA (Jurnalislam.com) –  Sebuah sekolah menengah di Wina membatalkan kunjungan belajarnya ke salah satu situs gereja bersejarah. Pembatalan itu disebabkan adanya beberapa pelajar Muslim yang akan turut dalam kegiatan tersebut. Para pelajar itu dikhawatirkan akan melakukan perusakan para situs sejarah itu.

Seperti diberitakan Today’s Opinion, Selasa (6/1/2014) kemarin, salah seorang pelajar Muslim menuturkan bahwa wakil kepala sekolahlah yang mengeluarkan keputusan pembatalan. Dia menilai, keberadaan para pelajar Muslim adalah sebuah ancaman.

Akhirnya, kunjungan belajar ke St. Stephen’s Cathedral yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya itu, dibatalkan. Karena dari 23 pelajar di kelas, 10 di antaranya adalah pelajar Muslim. Keputusan ini tentunya ditolak wali kelas, dan juga guru-guru. Bahkan seluruh pelajar menulis surat keberatan kepada wakil kepala sekolah atas keputusan yang sangat diskriminatif in

Ally | Jurniscom

Surat Terbuka Koalisi Perlindungan Anak Kecam Iklan Rokok Mesum

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara (Jubir) Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Anak dari Zat Adiktif, Hery Chariansyah menyesalkan kenapa iklan yang mengandung konotasi pornografi bahkan tidak senonoh seperti itu bisa dipasang di tempat yang strategis, yaitu di jalan-jalan protokol di Jakarta bahkan hingga Bandung, Jawa Barat. Ketika malam hari tiba, lampu juga dipasang untuk menyoroti isi reklame itu.

Celakanya, karena dipertontonkan, baik di depan umum secara terus-menerus maka pihaknya khawatir bisa berpengaruh ke psikologi anak-anak yang melihatnya. Karena itu, anak-anak itu akhirnya menganggap bahwa hal seperti berpegangan dan berciuman itu lazim karena dinilai wajar karena sampai bisa diperlihatkan di tempat umum.

“Kami menolak iklan itu karena tidak sesuai dengan budaya ketimuran, tidak pantas dipertontonkan, apalagi secara terus-menerus,” katanya kepada ROL, di Jakarta, Selasa (6/1) malam.

Terlebih, kata dia, anak-anak ini sering melihat iklan itu secara berulang-ulang karena ukuran iklan yang sangat besar dan anak-anak ini juga sering melewati jalanan tersebut. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Anak dari Zat Adiktif bahkan mengirimkan surat terbuka untuk PT HM Sampoerna Tbk:

SURAT TERBUKA KEPADA PT HM SAMPOERNA Tbk:
Turunkan Iklan Rokok yang tidak Senonoh

Beberapa hari ini, di jalan-jalan  strategis  di kota Jakarta, kita bisa menemukan billboard iklan rokok Sampoerna A Mild yang menggambarkan  seorang laki-laki sedang  merangkul punggung seorang perempuan dengan mesra. Gambar tersebut dipadukan dengan sebuah tagline bertajuk “Mula mula Malu malu Lama lama Mau”,  seolah mengindikasikan bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan itu pada mula-mulanya malu-malu tetapi lama-lama mau.

Tagline dan gambar pasangan dalam iklan Sampoerna A Mild tersebut seharusnya tidak pantas untuk ditampilkan, karena visualisasi atas gambar dan tagline dapat ditafsirkan untuk hal-hal yang tidak senonoh dan bertentangan dengan norma sosial yang ada di masyarakat.

Kami menyayangkan mengapa pihak produsen rokok Sampoerna A Mild (PT HM Sampoerna Tbk) memilih visualisasi iklan pasangan muda mudi tersebut, yang tidak mencerminkan budaya ketimuran. Apalagi iklan tersebut ditempatkan di tempat umum, yang bisa dilihat oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Kami khawatir tampilan iklan yang mengumbar perilaku yang bebas bisa memberikan dampak yang buruk terhadap perkembangan psikologi anak. Mereka akan menyerap iklan tersebut menjadi sebuah hal yang lazim, dan bahwa berpacaran dan berpelukan di depan umum dapat diterima sebagai suatu hal yang patut.

Karena itu, melalui Surat Terbuka ini,  kami menyampaikan protes keras kepada PT HM. Sampoerna Tbk  sebagai produsen rokok Sampoerna A Mild , dan menyerukan agar :

1.  PT HM Sampoerna  Tbk menghentikan penayangan iklan rokok Sampoerna A Mild  versi “Mula mula Malu malu Lama lama Mau” tersebut  di seluruh wilayah Indonesia.

2.  PT HM Sampoerna Tbk meminta maaf kepada  masyarakat Indonesia karena telah menyajikan tampilan visualisasi iklan yang tidak mencerminkan budaya ketimuran, dan menempatkan iklan tersebut di titik-titik strategis yang dapat diakses oleh anak-anak yang seharusnya belum patut menerima terpaan gambar tersebut.

Demikianlah surat terbuka ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian.

Jakarta, 5 Januari 2015

Atas nama
Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Perlindungan Anak dari Zat Adiktif

Hery Chariansyah, SH

 

Ally | Jurniscom

 

Berita Terkait :

HM Sampoerna Hentikan Iklan Mesum A Mild

Satpol PP Bandung Copot Reklame Iklan Mesum A Mild

Kepala Suku Koalisi Syiah Houthi Tewas dalam Penyergapan di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Penyerang tak dikenal membunuh seorang kepala suku Yaman yang bersekutu dengan milisi Syiah Houthi bersama empat orang lainnya, dalam sebuah serangan pada hari Selasa (06/01/2015), kata sumber-sumber dari lokal.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Mohammed Abdel Qader di provinsi al-Bayda sekitar 270 km (170 mil) tenggara ibukota Sanaa.

Para pejuang Muslim Sunni, termasuk cabang al Qaeda Yaman (AQAP), sering menargetkan kelompok Syiah Houthi dan sekutu mereka, yang kini menguasai sebagian wilayah negara jazirah Arab.

Sumber juga mengatakan, tiga putra kepala suku itu termasuk di antara yang tewas dalam penyergapan yang berlangsung cepat itu.

Pada hari Senin (5/1/2015) ledakan besar merusak sebuah bangunan yang digunakan oleh milisi Syiah Houthi di Sanaa, tapi tidak ada korban jiwa.

Konflik di Yaman meningkat pada bulan September setelah Houthi menguasai Sanaa dan diperluas ke bagian tengah dan barat negara itu, mengakibatkan pertempuran langsung antara Syiah Houthi dan Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP)  di beberapa daerah.

Serangkaian serangan bom oleh AQAP dalam beberapa pekan terakhir telah menyerang target pasukan Syiah Houthi, termasuk sebuah wisma pada hari Minggu dimana empat orang tewas dan perayaan ritual Syiah di jalanan pada hari Rabu lalu dimana 26 tewas.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom