Laporan Terkini Operasi Azm Imarah Islam Afghanistan di 3 Provinsi

Kunar (Jurnalislam.com) – Di tengah serangan tahunan Azm yang sedang berlangsung, Mujahidin di distrik Marwara meluncurkan serangan terkoordinasi pada posisi musuh Selasa (28/07/2015) pagi di mana sebanyak 8 pos pemeriksaan dikuasai, banyak musuh bersenjata terbunuh dengan beberapa mayat tertinggal dan puluhan lainnya terluka sementara senjata berat dan peralatan militer lainnya juga telah direbut sebagai ghanimah, El Emarah News melaporkan.

Bala bantuan musuh yang tiba di lokasi juga terlibat, memaksa konvoi kembali setelah APC mereka hancur dan beberapa korban berjatuhan.

Mujahidin sedang berbaris menuju pusat kabupaten dan posisi musuh lainnya.

Di Saripul pada hari yang sama pejabat melaporkan dari provinsi Saripul utara mengatakan bahwa Mujahidin heroik dari Imarah Islam berhasil sepenuhnya menguasai bangunan markas kabupaten Kohistanat pagi hari di awal operasi.

Mujahidin melancarkan operasi mereka sekitar 2 hari sebelumnya, dengan cepat mengambil alih basis strategis musuh kemudian berbaris menuju pusat distrik sambil membersihkan semua kantong perlawanan terpencil.

Mujahidin mengangkat bendera putih Imarah Islam di atas markas kabupaten, markas polisi dan bangunan lain saat merebut 13 kendaraan musuh dan sejumlah besar senjata dan amunisi.

Klaim musuh yang mengatakan telah merebut kembali pusat distrik adalah palsu.

Kemudian di Helmand pada sore harinya di hari yang sama Mujahidin Imarah Islam melancarkan serangan terkoordinasi pada posisi musuh di sekitar pusat kabupaten Nawzad, memicu pertempuran berat yang dikatakan masih berlangsung hingga saat ini.

Mujahidin sejauh ini merebut 6 pos pemeriksaan musuh dan telah memulai serangan pada bangunan kabupaten dan markas polisi, merebut banyak senjata dan amunisi di sepanjang jalan sementara 25 mayat musuh dikatakan tersebar di sekitar medan perang.

Rincian lebih lanjut akan diperbarui saat informasi tiba.

Laporan ini datang pada hari yang sama dengan Mujahidin di provinsi Saripul utara yang berhasil membersihkan semua pasukan musuh dan menguasai pusat kabupaten Kohistan sepenuhnya.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Bocah Muslim Berusia 3 Tahun Masuk dalam Daftar Program Anti Ekstremisme Inggris

INGGRIS (Jurnalisalm.com) – Seorang anak berusia tiga tahun berada di antara ratusan orang yang diidentifikasi beresiko radikal, itu muncul hari Selasa (28/07/2015).

Sebuah proyek yang disiapkan oleh Home Office di Inggris setelah pemboman 7/7 melaporkan kenaikan tajam jumlah anak-anak termasuk puluhan anak yang berusia di bawah 12.

Evening standards melaporkan bahwa sejak diluncurkan secara nasional pada tahun 2012, program fokus pada ratusan anak muda di London yang disebut-sebut sebagai calon radikal dan ekstrimis masa depan. Anak berusia tiga tahun dalam program ini berasal dari Tower Hamlets, dan merupakan anggota keluarga yang menunjukkan perilaku tersangka.

Menteri berjanji untuk menantang ‘pemutarbalikkan narasi yang telah merusak beberapa anak muda kami yang masih rentan.

Menteri Keamanan John Hayes mengatakan: 'Sebagai negara, kita memiliki tugas untuk menantang, di setiap kesempatan, narasi bengkok yang telah merusak beberapa beberapa anak muda kita yang masih rentan.

Sejak Channel diluncurkan secara nasional pada bulan April 2012, ada lebih dari 4.000 arahan dan ratusan orang yang beresiko ditarik ke ekstremisme kekerasan telah disediakan dengan dukungan.

'Arahan menuju Channel meningkat sejak 2014 tapi kami telah mendedikasikan sumber daya yang cukup dalam program untuk memenuhi permintaan. Kami akan mempertahankan posisi ini dalam peninjauan ketat."

Sejak September 2014, 400 remaja dan anak-anak berusia di bawah 18 tahun, telah dimasukkan dalam skema.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

 

Dr Yusuf Al Qaradawi Tuduh Saluran TV Mesir Politisir Pidatonya

MESIR (Jurnalislam.com) – Ulama Islam terkemuka Dr Yusuf Al Qaradawi menuduh saluran TV Mesir mendukung rezim militer memilintir pidatonya. Dr Al Qaradawi menyatakan kemarin bahwa saluran TV Mesir mengambil beberapa kutipan dari pidato lamanya dan menyiarkannya sebagai siaran televisi yang baru, World Bulletin melaporkan Selasa (28/07/2015).

Dia mengutuk media atas propaganda palsu mereka, menjelaskan bahwa pidato teresebut berasal dari tahun 2013, jauh sebelum kudeta militer di Mesir.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya mengatakan: "Saluran TV yang mendukung rezim kudeta militer menyiarkan beberapa bagian pidato saya dari ‘operasi istisyhad’ sehingga memberi kesan yang salah kepada khalayak seolah saya berbicara tentang situasi saat ini di Mesir."

Pernyataan itu lebih lanjut mengatakan: Hal seperti ini tidak mengejutkan melihat adanya beberapa ulama yang mendukung rezim, secara aktif terlibat dalam kampanye melawan Al Qaradhawi. Mereka adalah orang-orang yang telah kehilangan kredibilitas karena dukungan mereka terhadap ketidakadilan dan dukungan mereka untuk rezim yang "tidak-sah".

Pernyataan tersebut menekankan bahwa pandangan Al Qaradawi tentang "operasi istisyhad" telah dijelaskan dalam bukunya "Fikih Jihad". Dia mengatakan "operasi istisyhad” diizinkan di  Palestina karena situasi mereka yang luar biasa.

Dalam sebuah video yang ditayangkan Qaradawi menyatakan bahwa istisyhad adalah hak yang sah bagi Muslim yang hidup di bawah penindasan dan penganiayaan seperti  di Palestina namun saat ini tidak diperbolehkan untuk melakukan serangan istisyhad karena telah memiliki rudal yang dapat mencapai jauh ke dalam Israel.

Fatwa Qardhawi tersebut oleh media Mesir dilaporkan sebagai "Qaradawi memberikan lampu hijau kepada Ikhwanul untuk melakukan serangan bunuh diri terhadap rezim As Sisi".

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Mujahidin IIA Rebut 65 Desa di Kabupaten Khanabad, Afghanistan

Kunduz (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari kabupaten Khanabad provinsi Kunduz utara mengatakan bahwa Mujahidin Imarah Islam telah merebut kontrol 65 desa besar dan kecil dari milisi Arbaki di pinggiran distrik Aqtash dalam rentang waktu 24 jam operasi, mengambil 10 milisi sebagai tahanan di jalan serta menyita sejumlah besar senjata dan amunisi, El Emarah News melaporkan Selasa (28/07/2015).

Dikatakan bahwa 1 Mujahid syahid (semoga Allah menerima dia) dalam operasi pembersihan ini dan 4 lainnya terluka.

Mujahidin IIA meluncurkan operasi terhadap milisi Arbaki sekitar ibukota provinsi sebelumnya hari ini, membersihkan pasukan musuh dan menguasai kontrol wilayah besar yang bernama Chuqur Qushlaq.

Pada sekitar waktu yang sama operasi lain diluncurkan di daerah Zulmabad dan Jang Gharak kabupaten Qala Zaal saat pos pemeriksaan komandan Gulam Papi diserbu dan desa Saleh-Abad dibersihkan.

Musuh menderita kerugian yang mematikan dalam serangan tersebut sedangkan rincian lebih lanjut tentang operasi yang sedang berlangsung akan diperbarui saat informasi tiba.

Serangan ini terjadi saat penyusup di distrik Imam Sahib menembaki pasukan musuh di dalam pos pemeriksaan yang terletak di daerah Aftab Luq malam lalu, menewaskan 5 orang bersenjata dan melukai 4 lainnya di tempat dan kemudian dengan aman bergabung dengan unit Mujahidin terdekat sambil membawa AS M4 senapan.

Berita ini datang bersama dengan berita penaklukan lain seperti pembebasan lengkap kabupaten Kohistanat di provinsi Saripul utara dan pada saat yang sama, merebut 6 pos di distrik Nawzad provinsi Helmand dan serangan yang sedang berlangsung di markas kabupaten dan bangunan markas polisi.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Mujahidin Imarah Islam Kaukasus di Suriah Tampilkan Rudal Anti-Tank Buatan AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang mujahidin dari Imarah Islam Kaukasus di Suriah afiliasi dari al Qaeda, merilis sebuah foto yang menunjukkan kepemilikan rudal anti-tank BGM-71 buatan AS.  Sebuah kartu dengan tulisan "Imarat Kavkaz" atau "Imarah Kaukasus" di Chechnya dapat dilihat di latar depan.

Imarah Kaukasus di Suriah dibentuk ketika mantan Amir Jaish al Muhajirin wal Ansar (Tentara Muhajirin dan Anshar), Salahuddin Shishani, digantikan dari jabatannya bersama dengan wakilnya, Abdul Karim Krymsky, bulan lalu. Shishani mengumumkan kesetiaannya untuk Muhammad Abu Usman loyalis al Qaedah, Amir baru Imarah Kaukasus, dalam sebuah video singkat yang dirilis oleh Akhbar Sham, sebuah situs berbahasa Rusia yang sebelumnya mempromosikan kegiatan dan pemimpin Jaish al Muhajirin wal Ansar di Suriah.

Menurut situs From Chechnya to Syria, yang melacak jihadis berbahasa Rusia di Suriah, Imarah Kaukasus di Suriah bukanlah faksi baru; melainkan kelompok yang sama di Suriah yang bersumpah setia kepada Imarah Islam Kaukasus yang baru, dan tidak bergabung dengan Jaish al Muhajirin wal Ansar.

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom
 

Jubir Brigade Al Qassam : Perlawanan Kami di Al Quds akan Temukan Cara Lindungi Al Aqsha

GAZA (Jurnalislam.com) – Brigade Izzdudin Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Islam Hamas menegaskan, Al-Aqsha berada dalam garis merah. Setiap upaya untuk melanggarnya tidak melenggang begitu saja, lansir Infopalestina, Senin (27/07/2015).  

Juru bicara Al-Qossam, Abu Ubaidah dalam kicauannya di  tweeter mengatakan, warga kami dan perlawanan kami di Tepi Barat akan mendapatkan jalanya sendiri untuk memberikan pelajaran baru bagi Israel bahwa Al-Aqsha merupakan garis merah yang tak boleh disentuh Zionis .

Serangan Zionis ke Al-Aqsha merupakan sebaik-baiknya bukti, bahwa Zionis tidak faham bahasa kecuali kekerasan. Perlawanan adalah satu-satunya jalan untuk melindungi dari serangan Zionis.

Pernyataan Abu Ubaidah ini diungkapkanya pasca serangan Zionis terhadap Masjid Al-Aqsha yang senantiasa menggunakan kekuatan, penangkapan dan kekerasan terhadap jama’ah Masjid Al-Aqsha.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Pejabat Militer Turki Tewas di Timur Provinsi Mus, Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Seorang komandan Gendarme tewas dalam serangan di timur provinsi Mus di kota Malazgirt pada hari Senin (27/07/2015), kata pihak berwenang.

Penyerang bersenjata menembaki Mayor Aslan Kulaksiz, komandan Gendarme Garrison di kota Malazgirt, ketika ia sedang bepergian dengan istri dan anak di mobilnya.

Gubernur Provinsi Mus Vedat Buyukersoy mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Kulaksiz menyerah pada luka-lukanya di Rumah Sakit Negara Malazgirt.

Pasukan keamanan telah melancarkan operasi untuk menangkap para penyerang.

Setelah bom bunuh diri 20 Juli di Suruc yang menewaskan 32 aktivis, ketegangan telah meningkat antara negara Turki dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), dengan meningkatkan serangan terakhir pada polisi dan tentara sedangkan jet Turki menargetkan kamp dan kelompok yang pengikutnya ditangkap.

Sementara itu tentara Turki yang lain terluka dalam serangan terhadap sebuah kendaraan militer lapis baja di bagian timur provinsi Van Turki, juga pada hari Senin, kata sumber-sumber keamanan Turki.

Kendaraan militer tersebut diserang ketika sedang bertugas patroli rutin di Jalan Raya Caldiran-Dogubayazit dekat Gunung Tendurek Pass. Sumber-sumber keamanan menyalahkan "teroris PKK" atas insiden tersebut.

Spesialis sersan yang terluka dalam serangan itu dipindahkan dengan ambulans ke Dursun Odabas Medical Center Universitas Yuzuncu Yil.

Tersangka militan PKK Juga bentrok dengan pasukan keamanan menggunakan senjata berat di daerah tersebut dan memblokir Gunung Tendurek Pass antara Caldiran dan Dogubayazit dengan membakar truk.

Sebuah operasi diluncurkan di daerah tersebut untuk menangkap para penyerang.

Pada tanggal 22 Juli, dua petugas polisi ditemukan ditembak mati di tenggara provinsi Sanliurfa. PKK telah mengaku bertanggung jawab atas insiden itu.

Pada tanggal 23 Juli, seorang polisi tewas dan seorang rekannya terluka dalam serangan senjata di kota tenggara Turki, Diyarbakir.

Seorang petugas bintara Turki, Yalcin Nane, tewas dan dua sersan Turki terluka ketika tembakan diyakini datang dari arah Suriah memukul personil berseragam di provinsi Kilis selatan Turki pada 23 Juli.

Pasukan keamanan Turki telah menahan 1.050 tersangka di 34 provinsi Turki sejak "operasi anti-teror" nasional di negara itu dimulai pada 24 Juli, Diplomasi Publik Kantor Perdana Menteri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan, Senin.

Sebagian besar tersangka diduga anggota ISIS, PKK dan partai jauh-kiri Revolutionary People's Liberation Party-Front (DHKP-C).

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

 

Rusia akan Mulai Kembali Proyek Minyak dan Gas di Suriah

RUSIA (Jurnalisalm.com) – Perusahaan minyak dan gas Rusia berencana untuk memulai kembali proyek bersama Suriah senilai total $ 1,6 miliar, direktur eksekutif the Russian Union of Gas and Oil Industrialists mengatakan pada hari Senin (27/07/2015).

"Jika risiko investasi dieliminasi dan negara telah stabil, Rusia akan memulai kembali proyek ini," Gissa Guchetl mengatakan kepada kantor berita Rusia Sputnik.

"Jika Suriah menjadi stabil, perusahaan-perusahaan Rusia yang telah membekukan kegiatan mereka akan siap memulai lagi dalam waktu singkat untuk mewujudkan proyek-proyek yang telah disepakati sebelum krisis," kata Guchetl.

Guchetl, yang mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Suriah dan Menteri Perminyakan pekan lalu, mengakui minat Suriah untuk memiliki perusahaan ekstraksi Rusia yang memasok minyak mentah dan produk minyak lainnya bagi Suriah.

Setelah pertemuan tersebut, Guchetl mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Rusia tertarik untuk berinvestasi di Suriah. Rusia secara historis merupakan sekutu kuat Suriah. Rusia berupaya untuk mengembangkan kemampuan Suriah dan akan terus mendukung Suriah mengatasi krisis mereka.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

15 Desa di Khanabad Dikuasai, Komandan dan 100 Pasukan Arbakis Bergabung dengan Mujahidin IIA

Kunduz (Jurnalislam.com) – Pada sekitar pukul 04:00 waktu setempat Ahad (26/07/2015), Mujahidin Imarah Islam melancarkan operasi pada posisi musuh yang terletak dekat dengan pusat distrik Khanabad, memicu pertempuran sengit.

Mujahidin sejauh ini telah membersihkan 15 desa dari kehadiran musuh, membunuh beberapa pasukan bersenjata termasuk komandan Akram serta menahan 7 orang lain dan merebut 2 peluncur RPG, 3 senapan dan peralatan lainnya.

Sedangkan di provinsi Saripul utara pejabat melaporkan bahwa setelah Mujahidin menyerbu pos strategis musuh – Qala Sharekah – pada hari Ahad, seorang komandan kunci Arbaki – Hassan – membuat kontak dan bergabung dengan Mujahidin IIA bersama dengan 100 pasukan bersenjata lengkap.

Komandan lokal lain – Sher Muhammad – bersama dengan beberapa anak buahnya melarikan diri dan saat ini sedang dikejar oleh Mujahidin.

Mujahidin Imarah Islam membuat jalan menuju pusat kabupaten, rincian lebih lanjut akan diperbarui kemudian.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

CIIA : Perda Inkonstitusional di Tolikara Wajib Dihapus

JAKARTA (Jurnalislam.com) –  Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst, Harits Abu Ulya mengatakan perda inkonstitusional di Tolikara harus dihapus. Sebab, menurut Harits, perda di Tolikara yang sangat diskriminatif terhadap umat muslim sama sekali tidak punya pijakan dan akar historis, politis, normatif dan hukum dalam konteks ke Indonesiaan.

"Otonomi khusus Papua berbeda case-nya dengan Aceh dan Yogyakarta secara politis dan historis," ujarnya kepada Jurniscom, Senin (27/7/2015).

Dalam kontek sistem hukum positif yang berlaku, lanjut Harits, apa yang menjadi spirit dan konten dari perda di Tolikara tersebut kontradiksi dan bermasalah secara inkonstitusional.

"Lebih lagi kalau mau obyektif, Kristen sebagai agama ritualan yang tidak mempunyai sistem tata nilai di wilayah kehidupan sosial dan politik," kata pengamat kontra-terorisme itu.

Harist melanjutkan, Kristen bukan ideologi yang diatasnya bisa dibangun nilai-nilai sistem sosial politik secara komprehensif.

"Jadi aneh, kalau berdalih otonomi khusus kemudian dijadikan pintu kaum Nasrani di Tolikara khususnya, untuk membuat determinasi atas nama agama terhadap umat lain dengan kemasan Perda. Apalagi spiritnya sangat intoleran dan diskriminatif. Ini ilegal dalam kontek keIndonesiaan," tegas Harits.

Harits menduga hal tersebut merupakan langkah politik untuk mengantarkan tahap demi tahap pada eksistensi Papua merdeka. "Dan agama menjadi alat yang paling seksi untuk melegitimasi tujuan politis tersebut di Papua," cetusnya.

Harits mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai adanya permainan asing melalui para misionaris dan gereja yang secara sistemik membangun kepentingan politik primordial tersebut.

"Perda yang inkonstitusional di Tolikara wajib di hapus," pungkasnya.

Editor : Ally | Jurniscom