Hukum Hormat Bendera dalam Pandangan Islam

JURNALISLAM.COM – Sahabatku yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala. Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wassallam, keluarganya, para shahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik dan benar hingga hari kiamat.

Sering kali kita mendengar pertanyaan seperti ini, bolehkah seorang muslim menghormat bendera atau mengikuti upacara bendera?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi terlebih dulu perkara tersebut, apakah perkara tersebut bagian dari konsep ibadah atau penghormatan (penghambaan) yang mampu merusak Aqidah? apakah perkara tersebut merupakan perbuatan jahiliyah yang sudah dilarang oleh Allah dan RasulNya? atau apakah perkara tersebut hanya sekedar main main yang tidak memilki maksud dan tujuan sehingga tidak mengapa untuk dilakukan.

Kalau tepuk tangan dan siulan saja bisa disebut ibadah, apalagi hormat bendera

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

“Tidaklah sholat (ibadah) mereka (kaum musyrik) di sekitar Baitullah itu, kecuali hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. (QS Al Anfal 35)

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi Wasallam Bersabda

لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ

“Bukanlah golongan kami, mereka yang mengajak kepada Nasionalisme”,. (HR Abu Dawud)

« مَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ »

“Barangsiapa yang berperang dengan slogan primordialisme, mendakwahkan (mengajak & menyerukan) nasionalisme (ashobiyyah; fanatisme buta terhadap kelompok atau suku) atau membantu menegakkan nasionalisme, lalu ia mati MAKA IA MATI DALAM KEADAAN JAHILIYYAH”. (HR. Muslim)

Lalu marilah kita bandingkan antara tepuk tangan dan siulan dengan upacara bendera dan segala pernik-perniknya

  • Penanaman Nasionalisme dalam penghormatan bendera dan upacara adalah dakwah Jahiliyyah sebagaimana hadits di atas
  • Mengheningkan cipta adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan ibadahnya agama Hindu, Budha dan Kristen. Sedangkan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi Wasallam melarang keras meniru upacara agama lain.
  • Di antara bunyi syair lagu Indonesia Raya adalah : “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya UNTUK INDONESIA RAYA = syair ini telah membatalkan pernyataan kita setiap sholat: “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, HANYALAH UNTUK ALLAH RABB SEMESTA INI”
  • Dalam lagu Berkibarlah Benderaku terdapat syair “Siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membela …. “ Apakah ini bukan kalimat syirik ?

Padahal Rasulullah bersabda dalam hadits shahih (artinya) :

واِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سُخْطِ اللهِ لاَ يُلْقِى لَهاَ بَالاً فيَهْوِى بِهاَ فِى جَهَنَّمَ

“Ada seseorang yang mengucapkan suatu kalimat yang dimurkai Allah, sedangkan ia mengucapkannya tanpa tujuan yang jelas, tetapi disebabkan kalimat itu Allah Melmparkannya ke dalam neraka jahannam” (Muttafq Alaih) . Na’udzu billah

  • Di antara bunyi syair lagu Wajib “Padamu Negeri” adalah : “Bagimu Negeri JIWA RAGA KAMI” : ini adalah seruan jahiliyyah dan bertentangan dengan syahadat kita dan bisa menggugurkan ke Islaman pengucapnya

Padahal Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS Al An’am 162 – 163)

  • Dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 4/52 disebutkan: “Orang-orang Musyrik Quraisy mengelilingi Ka’bah dengan telanjang tanpa sehelai benang pun sambil bersiul-siul dan bertepuk tangan”. Dan ini oleh Allah disebut sholatnya kaum musyrik

Maka kalau sambil telanjang, tepuk-tepuk tangan dan siulan saja oleh Allah disebut “sholat” karena di situ ada makna pengagungan dan ketundukan kepada Latta, Uzza dan Manath, walaupun dalam bentuk yang mungkin aneh bagi kita, apalagi penghormatan bendera yang di dalamnya ada tujuan pengagungan terhadap bendera, bahkan rela mati demi Sang Saka Merah Putih dan sebagainya. Apa bedanya dengan orang Jahiiyyah dulu ?

  • Berikut ini tafsir Al Anfal 35 versi Departemen Agama: ” Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”.

Seterusnya Allah SWT menerangkan sebab-sebab mereka tidak berhak menguasai Baitullah, dan daerah haram, yaitu karena mereka dalam waktu beribadat, mengerjakan tawaf mereka bertelanjang dan bersiul-siul serta bertepuk tangan.

روى عن إبن عباس رضى الله عنهما: كانت قريش تطوف بالبيت عراة تصفر وتصفق

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallohu ‘Anhu : “Orang-orang Quraisy mengitari Baitullah dalam keadaan telanjang, bertepuk tangan dan bersiul-siul”. (H.R Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas)

Dan diriwayatkan juga dari beliau :

وروى عنه: أن الرجال والنساء منهم كانوا يطوفون عراة مشبكين بين أصابعهم يصفرون منها ويصفقون

Artinya :

“Bahwa orang-orang Quraisy itu baik laki-laki maupun perempuan, mengelilingi Kakbah dalam keadaan telanjang. Mereka saling berbimbingan tangan, bersiul-siul dan bertepuk tangan”. (H.R Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas)

  • Manakah yg lebih sakral dan lebih pantas disebut sebagai ibadah : tepuk tangan dan siulan atau upacara bendera dengan segala tata tertibnya ?
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa makna ibadah adalah: “Ketundukan, ketergantungan, kepatuhan, merasa takut dengan hukuman yg akan ditimpakan, menyerah pasrah, mencintai dan merasa kehilangan manakala tidak ada di dekatnya”. BUKANKAH INI SEMUA YANG AKAN DITANAMKAN KEPADA RAKYAT INDONESIA TERHADAP BENDERA DAN TANAH AIRNYA DALAM SETIAP UPACARA DAN PENGHORMATAN BENDERA ?

Dalam Syarah Kitab Tauhid, disebutkan :

تفسير العبادة، وهي: التذلل والخضوع للمعبود خوفاً ورجاء ومحبة وتعظيماً القول المفيد على كتاب التوحيد

Tafsir dari Ibadah adalah: “Merendahkan diri dan tunduk patuh kepada yang diibadahi, dengan disertai rasa takut (akan hukuman), kecintaan yg dalam dan penghormatan serta pengagungan kepadanya ” (Al Qaul Al mufid ‘Ala kitab Tauhid juz 1 hal 320)

Untuk lebih memperjelas makna IBADAH, berikut ulasannya,

Allah Azza wa jalla berfirman (artinya)

“Mereka (Yahudi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”. (QS At Taubah 31)

Apakah yang dimaksud menjadikan orang-orang ‘alim dan rahid-rahib sebagai tuhan-tuhan selain Allâh? Apakah mereka sujud, menyembah kepada orang-orang ‘alim dan rahib-rahib itu seperti orang-orang musyrik menyembah berhala ?

Al-Imâm Ibnu Katsîr telah menjelaskan masalah ini dengan sebuah hadits dari jalur Al-Imâm Ahmad, At-Tirmidzî dan Ibnu Jarîr; yaitu hadits yang mengisahkan kedatangan ‘Adî bin Hâtim ke Madînah dalam rangka kunjungannya yang pertama kepada Rasûlullâh Shollallohu ‘alihi wasallam .

— ketika itu ‘Adî masih beragama Nasrani — dan memakai kalung salib dari perak. Maka Rasûlullâh saw. pun membacakan ayat ini (Surah At-Taubah (9) : 31) di hadapan ‘Adî bin Hâtim : “Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”. (QS At Taubah 31)

‘Adî bin Hâtim segera menyanggah dengan mengatakan :

“Sesungguhnya mereka tidak pernah ber’ibâdah (menyembah) kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta”.

Maka Rasûlullâh Shollallohu ‘alihi wasallam pun segera menjawab : Sesungguhnya orang-orang ‘alim dan para pendeta itu mengharamkan sesuatu yang halal terhadap mereka dan menghalalkan sesuatu yang haram, maka mereka pun menta’atinya. Demikian itulah penyembahan (ibadah) mereka kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta itu. (Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr juz II hal.348)

Mereka memang tidak melakukan sujud kepada para pendeta atau orang-orang ‘alim mereka, akan tetapi mereka mentaati para pendeta dan orang-orang ‘alim itu sedemikian rupa hingga hukum halal-haram bagi mereka adalah menurut aturan pendeta dan orang ‘alim, bukan menurut Allâh. Inilah pengertian atau makna ‘ibâdah yang sesungguhnya; yaitu “Ta’at (patuh) dan merendahkan diri”, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

Bukankah sikap pemerintah terhadap mereka yang menolak menghormat bendera atau menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan alasan Nasionalisme atau berbagai alasan lain yang yang mengada-ada sudah sangat nyata menunjukkan betapa bendera dan lagu kebangsaan dikultuskan sedemikian tingginya bahkan melebihi Rasulullah?

Jadi Bukan hukum tepuk tangannya atau bersiul yang kita masalahkan, tetapi pengagungan sesuatu selain Allah dengan cara bertepuk tangan dan bersiul. Bukan hanya tepuk tangan yang bisa disebut ibadah, bahkan kedipan mata seorang pendeta Barghisah yang merupakan isyarat ketundukan dan kepatuhan kepada iblis, sudah menyebabkannya murtad (silahkan dibaca Tafsir surah Al Hasyr ayat 16). Ibadah bukan hanya rukuk sujud, bahkan tepuk tangan, kedipan mata, desiran hati pun bisa menjadi ibadah jika itu dimaksudkan sebagai pengagungan, kepatuhan, ketundukan dan ketaatan mutlak kepada sesuatu.

Allah Azza wa jalla berfirman (artinya)

“Seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam.” (QS Al Hasyr 16)

Maka dengan penjelasan diatas setidaknya kita bisa mengidentifikasi perkara hormat bendera tersebut, apakah menyangkut urusan yang berkaitan dengan dien (milah, manhaj dan syariat) atau tidak, sesuai tuntunankah? diperbolehkankah atau justru dilarang dalam Islam.

Sahabatku, sudah sepatutnya kita berhati-hati dalam melakukan suatu amalan seperti permasalahan diatas agar kita senantiasa terjaga dari hal-hal yang menyelisihi syariat bahkan merusak aqidah, begitu juga terhadap perkara-perkara amalan lainnya. In sya Allah penjelasan yang singkat ini mampu menjawab atas pertanyaan diatas.

Wallohu a’lam.

Ditulis oleh: Ustadz Fuad al Hazimi

Pesawat Tempur Rezim Suriah Membom Sebuah Pasar di Douma 70 Warga Sipil Tewas

DOUMA (Jurnalislam.com) – Setidaknya 58 orang tewas dalam serangkaian serangan udara pemerintah Suriah pada pasar di Douma, sebuah kota yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus, aktivis mengatakan.

Setidaknya 200 orang terluka, dengan korban tewas, kebanyakan warga sipil, kemungkinan akan meningkat karena banyak korban cedera berada dalam kondisi serius, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Ahad, 16 Agustus 2015.

Pertahanan sipil di Douma menyebutkan korban tewas berjumlah 70 orang.

Firas Abdullah, seorang fotografer lokal di Douma, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ini adalah pasar utama di kota.

"Pasar selalu penuh sesak dengan orang-orang yang membeli dan menjual untuk mencari nafkah," katanya.

Serangan di pasar adalah yang kedua dalam seminggu. Pada hari Rabu, serangan udara di daerah tersebut menewaskan sedikitnya 27 orang, kata Abdullah.

Abdel Rahman mengatakan penduduk setempat berkumpul di lokasi setelah serangan pertama untuk membantu mengevakuasi korban yang terluka ketika serangan lain terjadi lagi.

"Informasi awal menunjukkan sebagian besar korban tewas adalah warga sipil," katanya.

Sebuah video yang diposting online oleh para aktivis setelah serangan menunjukkan sebuah persimpangan berserakan dengan puing-puing dan logam-logam yang bengkok.

Bagian depan beberapa bangunan di dekatnya tampaknya telah terpotong oleh kekuatan ledakan, dan beberapa kendaraan terbalik dan hancur di tengah reruntuhan.
 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Kejahatan Perang Tentara Bayaran dan Pasukan Boneka Afghanistan Selama Juli 2015

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pada hari Rabu 1 Juli tiga warga sipil tewas dan empat orang lainnya terluka oleh serangan pesawat tak berawak sembarangan di daerah Mang-Tapa dan Nahr-i-Sufi kabupaten Chardara provinsi Kunduz di Afghanistan utara.

Demikian pula dalam serangan lain, pada 1 Juli, seorang pria muda tewas oleh kekuatan internal di desa Jurmtoi daerah Fairouz-Koh di pinggiran pusat provinsi Ghor. Sekelompok massa dari daerah tersebut berdemonstrasi menentang tindakan kejam pasukan polisi ini dan memperingatkan bahwa jika pelaku tidak dianiaya, protes terhadap pemerintah akan dilanjutkan.

Pada hari Jumat 3 Juli, seorang bocah berusia tiga belas tahun (putra Barat-Khan-Aka, seorang warga desa), saat sedang menggiring domba-dombanya, secara brutal dibunuh oleh milisi Arbaki terkenal dari  pos militer desa Babu di kabupaten Shinki provinsi Zabul.

Pada tanggal 3 Juli, tentara antek internal masuk ke sebuah rumah dan membunuh seorang wanita serta melukai seorang pria tua berjenggot putih yang tak bersalah di daerah Dorahi yang terkait dengan kota Lashkar-Gah, ibukota provinsi Helmand.

Pada hari Sabtu 4 Juli, media melaporkan bahwa setelah menderita kerugian besar dan banyak korban dalam pertempuran dengan Taliban, milisi Arbaki lokal dan pasukan tentara nasional menembakkan mortir sembarangan di rumah warga sipil di distrik Jalraiz provinsi Maidan Wardak di mana lima orang tewas termasuk perempuan dan anak-anak dan beberapa lainnya luka-luka. Menurut penduduk setempat, rumah-rumah sipil digerebek selama operasi bersama antara pasukan tentara nasional dan milisi Arbaki dan orang-orang biasa dipukuli dan disiksa dengan alasan lemah yaitu mendukung Taliban.

Pada 4 Juli, delapan orang dari satu keluarga termasuk tiga wanita, tiga anak, seorang laki-laki tua dan seorang pemuda tewas dan satu lagi terluka dalam serangan roket sembarangan oleh tentara internal yang tidak kompeten di daerah Changulak kabupaten Nowzad di provinsi Helmand.

Demikian pula, laporan telah diterima dari kabupaten Musa Kala provinsi Helmand bahwa granat ditembakkan oleh pasukan antek pemerintah menghantam rakyat sipil saat sedang Shalat. Beberapa orang tewas dan luka-luka. Haji Ghulam, Dokter Ghulam Haider, Gul Ahmad, Naeemi Aka dan anaknya berada di antara orang-orang yang mati syahid dalam tragedi kejam ini.

Pada hari Ahad, 5 Juli 2015, dua perempuan dan seorang anak dari sebuah keluarga masyarakat biasa (bernama Haji 'Shaheen') tewas dalam serangan roket oleh antek internal dekat pusat kabupaten Watapur provinsi Kunar.

Pada 5 Juli, penduduk wilayah Shor Shorak kabupaten Nawa provinsi Helmand berkumpul di kota Lashkar Gah, ibukota dari provinsi Kunar untuk memprotes perilaku kejam milisi Arbaki lokal. Orang-orang mengatakan bahwa rakyat sipil bahkan pria tua berjenggot putih dipukuli hingga tewas, puluhan rumah dijarah, kendaraan, sepeda motor dan traktor milik rakyat biasa disita dan banyak orang lokal terpaksa mengevakuasi daerah tersebut akibat anak seorang mantan anggota parlemen Raz Mohammad yang kemudian diangkat sebagai kepala milisi Arbaki lokal terkenal.

Pada hari Senin 6 Juli, seorang anak syahid dan tujuh warga desa biasa terluka ketika sebuah rumah warga sipil terkena mortir, yang tanpa pandang bulu dilepaskan oleh tentara bayaran intern di daerah Sistani kabupaten Marja provinsi Helmand.

Pada tanggal 6 Juli, orang-orang sipil dari kabupaten Siya-Gard di provinsi Parwan melancarkan protes terhadap orang-orang milisi Arbaki yang secara brutal membunuh rakyat sipil (bernama Mia-Gul). Milisi Arbaki, dipimpin oleh seorang penjahat bernama Mushtaq juga menembak tanpa pandang bulu ke arah para pengunjuk rasa, di mana delapan warga sipil terluka parah.

Pada hari Selasa 7 Juli, seorang kepala suku lokal bernama Haji Muhibullah mengatakan kepada media bahwa rumah mereka terus-menerus ditembaki dengan senjata berat oleh pasukan antek internal menimbulkan kerusakan berat dan banyak korban orang-orang sipil. Menurut dia, hanya dalam dua hari terakhir, tiga warga desa biasa tewas dan enam belas lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka dalam serangan membabi buta pasukan pemerintah.

Pada 7 Juli, mobil model hatchback, yang oleh penduduk lokal disebut saracha, dihantam oleh serangan drone milik aggressor asing di desa Malakshi kabupaten Barmal di provinsi Paktika, sehingga kendaraan tersebut benar-benar hancur dan tiga orang yang tidak bersalah, semuanya dari satu keluarga, secara kejam tewas di tempat.

Pada hari Rabu tanggal 8 Juli, kepala Sekolah Nisar (bernama Ghulam-Dastgir) dipaksa keluar dari rumah dan secara brutal dibunuh oleh milisi Arbaki lokal kejam di daerah Shish-Khail kabupaten Shilgar provinsi Ghazni.

Pada Sabtu 11 Juli, seorang warga sipil syahid dan empat lainnya luka-luka dalam serangan tembakan acak oleh pasukan antek pemerintah di daerah Shakot dan Ghani-Khail kabupaten Tagab provinsi Kapisa.

Pada tanggal 11 Juli, seorang perempuan syahid dan satu lagi terluka parah dalam penembakan membabi buta tentara internal yang tidak kompeten di daerah Pir-Koti kabupaten Urgun provinsi Paktika.

Pada hari Senin 13 Juli, rumah dari seorang warga negara biasa terkena roket, yang secara acak ditembakkan oleh tentara antek intern di daerah Sultan Mohammad Nawa kabupaten Khas-Uruzgan provinsi Uruzgan, di mana, pemilik rumah ini (bernama Abdul Ali) dan anaknya mati syahid.

Pada hari Rabu 15 Juli, lima warga sipil dibunuh secara brutal oleh milisi Arbaki kejam setelah pertempuran dengan Taliban di mana beberapa rekan mereka tewas di desa Babu kabupaten Shinki di provinsi Zabul.

Pada hari Kamis 16 Juli, sepuluh warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan pesawat tak berawak tanpa henti dari penjajah asing brutal di distrik Jalraiz provinsi Maidan Wardak. Pasukan invasi mengklaim bahwa hanya lawan bersenjata yang tewas dalam serangan ini, tetapi Ataullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi ini menegaskan bahwa semua korban serangan kejam tersebut adalah orang-orang sipil.

Pada hari Ahad 19 Juli, seorang anak laki-laki syahid dan dua lainnya luka-luka ketika tentara bayaran internal menembaki secara sembarangan ke arah taman bermain di daerah Shiwan distrik Bala-Buluk di provinsi Farah.

Pada hari Senin 20 Juli, rakyat sipil mengatakan bahwa lima ratus rumah orang biasa dijarah dan beberapa dari mereka kemudian dibakar oleh pasukan keamanan internal di daerah Garmawak kabupaten Maiwand di provinsi Kandahar.

Pada hari Selasa 21 Juli, dua anak (Abdullah dan Abdul Rahim, masing-masing berusia 5 dan 3 tahun) secara kejam dibunuh oleh milisi Arbaki lokal terkenal di daerah Hamza-Khail kabupaten Qara-Bagh provinsi Ghazni.

Pada hari Rabu tanggal 22 Juli, empat pria tua biasa (bernama Shawal, Mir-Zaman, Ghani dan Saidal) tewas dalam serangan pesawat tak berawak kejam milik penjajah asing brutal di daerah Laman kabupaten Barmal provinsi Paktika. Semua orang tua yang syahid tersebut adalah penghuni desa Sarkandi.

Pada hari Ahad 26 Juli, beberapa orang biasa yang sedang berkendara dalam sebuah mobil model hatchback, yang secara lokal disebut sarach, menuju bazaar lokal kabupaten Lal-Pura di provinsi Nangarhar, saat kendaraan mereka terkena serangan pesawat tak berawak brutal oleh penjajah asing. Menurut saksi mata setempat, kendaraan benar-benar hancur dalam serangan ini dan seluruh lima orang di dalamnya tewas di tempat.

Pada 26 Juli, pasukan polisi di daerah Mirza-Ahmad-Khan dari PD13 di pusat kota Kandahar menembak membabi buta ke arah orang-orang sipil, setidaknya satu orang tewas dan istrinya terluka parah.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Pasukan Pro-Pemerintah Rebut Kembali Provinsi Yaman Selatan dari Houthi

ADEN (Jurnalislam.com) – Pasukan yang didukung Arab dan setia kepada pemerintah Yaman pada hari Sabtu, 15 Agustus 2015 merebut kembali sebuah provinsi kelima di selatan negara itu, kata para pejabat militer, saat mereka terus berjuang melawan milisi yang didukung Iran.

Para pemberontak "mundur" dan "menyerahkan" Shabwa kepada pasukan pro-pemerintah setelah mereka dijanjikan sebuah rute aman untuk meninggalkan provinsi tersebut, seorang pejabat militer mengatakan kepada AFP.

Para pejabat militer lainnya mengkonfirmasi penarikan milisi tersebut.

"Provinsi ini diserahkan" kepada Southern Movement, sebuah kelompok separatis yang telah berjuang dalam barisan loyalis, kata Salem al-Awlaqi, seorang aktivis politik di Shabwa.

Pasukan loyalis di selatan melancarkan serangan terhadap Houthi bulan lalu, memaksa mereka keluar dari selatan kota utama Aden pada pertengahan Juli.

Mereka kemudian maju merebut kembali provinsi Daleh, Lahj, dan Abyan, di samping Shabwa – yang memiliki cadangan minyak yang cukup besar.

Mengeluhkan marjinalisasi, pemberontak Houthi turun dari kubu mereka di utara tahun lalu dan merebut ibukota Sanaa tanpa perlawanan sebelum maju ke kota kedua Aden pada bulan Maret.

Pasukan pemberontak yang masih setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh, yang mengundurkan diri pada 2012 setelah pemberontakan rakyat selama setahun terhadap pemerintahannya, telah bergabung dengan Houthi.

Di sisi lain, kelompok selatan yang memisahkan diri telah bergabung dengan pasukan barisan pro-pemerintah serta suku Sunni lokal untuk membentuk Popular Resistance Committees (Komite Perlawanan Populer).

Konflik Yaman telah menelan korban hampir 4.300 orang sejak Maret, setengah dari mereka warga sipil, menurut angka PBB, sementara 80 persen dari 21 juta peduduk Yaman membutuhkan bantuan dan perlindungan.

Lima provinsi yang telah direbut kembali oleh pasukan pro-pemerintah, bersama dengan Mahra dan Hadramawt, yang tidak pernah dimasuki milisi, mendirikan apa yang sebelumnya dikenal sebagai Yaman Selatan yang independen (merdeka).

Mereka memiliki negara sendiri di antara akhir pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1967 dan perserikatan mereka dengan utara pada tahun 1990.

Upaya pemisahan diri yang berlangsung empat tahun kemudian memicu perang singkat yang berakhir dengan pasukan utara menduduki wilayah tersebut.

Deddy | AFP | Jurniscom
 

Mujahidin IIA: 2 APC Musuh Hancur dalam Pertempuran di Faryab

FARYAB (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari kabupaten Qisar provinsi Faryab utara mengatakan bahwa Mujahidin Imarah Islam telah bertempur melawan pasukan Gelum Jum dari Dostum selama 3 hari terakhir di Chechkatu, Arkali, Ziyar Tagah, Ghwara dan daerah Shakh, El Emarah News melaporkan hari Sabtu (15/08/2015).

Sejauh ini 2 APC musuh telah hancur dalam pertempuran serta 19 orang bersenjata tewas dan terluka sementara 8 senapan dan sebuah senapan mesin PK juga telah disita dari musuh.

Milisi Gelum Jum telah menjarah rumah-rumah penduduk setempat di daerah-daerah tersebut dan memukuli warga sipil.

Di Zabul Sebuah konvoi besar yang berangkat dari Qalat menuju kabupaten Shomolzo diserang oleh mujahidin IIA saat kembali menuju ke Shinki, Mujahidin menghancurkan 2 kendaraan di desa Latak kabupaten Nawbahar dan melakukan serangan sepanjang hari sebelum akhirnya mencapai kabupaten Shinki.

Saksi mata mengatakan bahwa beberapa kendaraan musuh juga telah rusak karena serangan namun jumlah korban yang sebenarnya tidak dapat dikonfirmasi.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Muslim AS Kutuk Dunia Barat, Bisu Terhadap Pembantaian ‘Rabaa’

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Kelompok Muslim di AS mengutuk rasa puas Barat terhadap rezim Mesir pada peringatan tahun kedua pembantaian "Rabaa".

Pada 14 Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir menembaki dua kamp pelaku protes di Kairo, menewaskan sedikitnya 1.150 orang, menurut Human Rights Watch.

Kamp-kamp protes di Kairo di wilayah Rabaa al-Adawiya dan Nahda tersebut mendukung Mohamed Morsi, presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis yang digulingkan dalam kudeta militer beberapa minggu sebelumnya.

Oussama Jammal, sekretaris jenderal Dewan Organisasi Muslim AS, memperhatikan bahwa pelanggaran terus menerus diduga dilakukan di bawah kepemimpinan Abdel Fattah al-Sisi-, mantan kepala tentara yang diasumsikan menjadi presiden Mesir pada pertengahan 2014.

Karena tidak pernah ada penyelidikan terhadap pembunuhan Rabaa, Jammal mengatakan kepada Anadolu Agency: "Kami bahkan lebih kecewa dengan masyarakat internasional yang diam dan sangat tidak peduli atau mengabaikan pelanggaran berat ini. Dengan diamnya mereka, pesan sederhana yang sampai kepada masyarakat di Timur Tengah adalah bahwa demokrasi tidaklah penting.

"Yang penting adalah, jika Anda memiliki kekuasaan dan jika Anda dapat melanggar hak asasi manusia, Anda dapat menggunakan kekerasan dan Anda dapat bertahan hidup. Ini adalah pesan yang salah."

Dia menambahkan bahwa "berlanjutnya keheningan masyarakat internasional telah mengirimkan pesan yang sangat buruk untuk rezim di Mesir".

Naeem Baig, presiden Islamic Circle of North America, menjelaskan bahwa berkuasanya Sisi selama dua tahun memegang kekuasaan adalah hal yang "memalukan" dan menyerang sistem peradilan Mesir di bawah Sisi.

"Mereka [pengadilan] tidak memiliki proses hukum; tidak ada keadilan dan, sayangnya berbicara, banyak kekuatan global hanya diam pada itu, "katanya kepada Anadolu Agency.

Setelah Morsi digulingkan, hubungan Mesir-AS memburuk, ditandai dengan Washington menangguhkan bantuan militer tahunan sebesar $ 1,3 miliar ke Mesir. Hubungan bilateral telah pulih saat AS mengumumkan dimulainya kembali paket bantuan militer tahunan awal tahun ini.

Pada awal Agustus, Mesir dan AS kembali melakukan pembicaraan "dialog strategis" setelah absen enam tahun, di mana Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengumumkan pengiriman jet tempur F-16 baru, helikopter Apache dan kendaraan lapis baja ke Mesir.

Emad El-Din Shahin, profesor tamu di Washington Georgetown University, mengatakan kurangnya "tekanan yang asli dan nyata" terhadap Sisi berarti situasi hak asasi manusia di Mesir tidak mungkin untuk ditingkatkan.

"Tidak ada tekanan domestik juga," katanya. "Selain itu, ia [Sisi] berhasil mempolarisasi masyarakat dan menumbuhkan atau mengembangkan ketakutan yang ia ciptakan di dalam masyarakat. Jadi saya berpikir tidak akan ada perbaikan dalam waktu dekat kecuali muncul kritik yang lebih besar."

Jammal berterima kasih kepada Turki karena "hidup berdasarkan prinsip-prinsip" dan mendukung demokrasi di Mesir, sementara Baig menjelaskan bahwa sikap Turki "sangat terpuji". (Turki secara konsisten mengkritik penggulingan dan pemenjaraan Mursi oleh penguasa Mesir yang didukung militer).

Sejak penggulingan Mursi itu, pemerintah Mesir telah melancarkan tindakan keras pada perbedaan pendapat yang sebagian besar menargetkan pendukung Mursi, menyebabkan ratusan tewas dan ribuan lainnya mendekam di balik jeruji besi.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Susu Formula Milik Anak Sugiyanto Hilang Pasca Penggeledahan

SOLO (Jurnalislam.com) – Humas Laksar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono, S.Pd mengungkapkan sejumlah fakta baru pasca penggerebekan Sugiyanto, warga Mojo Rt 06 Rw 05 Semanggi Pasar Kliwon, Solo yang ditangkap Densus 88 pada hari Kamis, 13 Agustus 2015 atas dugaan terorisme. 

Dalam pernyataan pers kepada Jurniscom hari ini, Sabtu (15/8/2015), Endro mengungkapkan sejumlah fakta yang dikumpulkan LUIS berdasarkan keterangan saksi-saksi. 

  1. Densus 88 sempat salah sasaran, Densus mendobrak pintu tetangga di sebelah utara rumah Sugiyanto dengan berkata kasar memaksa untuk membuka pintu namun pintu tidak terbuka.
  2. Penggeledahan tidak disertai surat pengeeledahan dan surat penyitaan
  3. Penggeledahan tidak disaksikan anggota keluarga ataupun tokoh masyarakat seperti Ketua RT, Ketua RW maupun Lurah setempat
  4. Sesaat mobil Densus 88 mau parkir di depan rumah Sugiyanto, ketika membuka pintu mobil berwarna putih, pintu menabrak sepeda onthel yang dikendarai oleh seorang ibu dan seorang anak hingga terjatuh. Ketika jatuh ibu dan anak tidak ditolong justru Densus 88 menodongkan senjata kepada yang bersangkutan. Akhirnya ibu dan anak ditolong oleh warga dengan keadaan anak yang baru pulang dari sekolah TK luka pada bagian dahi bagian kanan.
  5. Setelah memasuki rumah Sugiyanto, Densus pulang tidak menyita apapun yang ada di rumah sebagai barang bukti, namun istri kebingungan ketika 2 anaknya yang usianya 3 tahun menangis minta minum, ternyata susu formula Fitalac 800 gram hilang, madu 1 kg tidak ada, dan habatussauda dalam botol kecil juga hilang.

Dengan informasi ini LUIS menyayangkan aksi Densus 88 yang tidak prosedural, arogan  dan milteristik.

"Mestinya Densus 88 lebih arif, mengedepankan komunikasi persuasif, simpatik sehingga tidak menimbulkan antipati dari masyarakat," ujar Endro

Editor : Ally | Jurniscom 

 

BMH Salurkan Air Bersih di Daerah Bencana Kekeringan Banyuwangi

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyalurkan bantuan tahap pertama berupa 2 tangki air bersih bagi warga di daerah bencana kekeringan Desa Kutorejo, Kecamatan Tegaldimo dan di desa Eksodan Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/8/2015). 

Berdasarkan data yang diperoleh Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah Banyuwangi dari Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, masyarakat di desa tersebut mengalami kekeringan.

“BMH dalam hal ini langsung bersegera munuju ke TKP. Dan ini merupakan penyaluran program air bersih BMH untuk tahap pertama,” ungkap Agus, salah satu petugas BMH Banyuwangi kepada Jurniscom, Jum'at (15/08/2015).

Tokoh agama desa Kutorejo, KH. Ahmad Qoyyum menyampaikan terima kasih kepada BMH dan para donatur atas kepeduliannya, karena dengan adanya bantuan air bersih ini sangat membantu warga yang kekurangan air bersih.

"Beliau menuturkan bahwa yang menikmati bantuan air bersih ini tidak hanya kaum muslimin tapi ada juga yang beragama Hindu dan Budha," ungkap Agus.

"Semoga kedermawanan para donatur sekalian diganti yang lebih oleh Allah SWT dan semoga banyak yang mengikuti jejak kedermawanan ini. Amin dan Insya Allah berikutnya BMH akan menyalurkan air bersih di daerah Kec, Pesanggaran, Genten, Kalipait dan Sempustail," pungkasny.

Bagi yang ingin menyapa saudaranya dengan air bersih, Hubungi kami di Kantor BMH: Jl. Kalasan 19 (Depan KONI), Banyuwangi, Telp. 0333-424392, WhatApps 0852 3639 7772. 

Reporter : Findra l Editor : Ally | Jurniscom

Almanar Cirebon Bubarkan Acara "Halal Bihalal" Waria

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Ma'ruf Nahi Munkar (Almanar) Cirebon membubarkan acara komunitas waria berkedok Halal Bihalal dan santunan anak yatim dan di Jl. Pancuran Gg. Kuwu, Kelurahan Sukapura, Kota Cirebon, Rabu (12/8/2015) malam.

Almanar mendapat pengaduan dari masyarakat setempat yang merasa resah dengan adanya acara yang didalamnya menampilkan pakaian senonok para waria tersebut.

Almanar kemudian segera menemui tokoh masyarakat setempat, aparat, dan ketua panitia.

"Kami  meminta baik-baik dengan hormat agar segera secepatnya menghentikan acara dan membubarkan perkumpulan waria seronok peleceh moral kesantunan dan ajaran akhlaq-adab Islam tersebut," ujar juru bicara Almanar, Abu Usamah kepada Jurniscom, Jum'at (14/8/2015)

Menurut penuturan Abu Usamah, acara tersebut dilangsungkan atas dukungan salah seorang tokoh masyarakat yang berniat untuk membina para waria tersebut.

"Tokoh tersebut mengaku bahwa pemberian kesempatan gelar acara tersebut adalah sebagai upaya pendekatan dan peduli komunitas mereka yang juga punya niatan untuk taubat," ungkapnya.

Namun, lanjutnya, pada kenyataan para waria tersebut mengenakan kostum seronok dan menor yang tidak menunjukkan itikad baik untuk bertaubat.

"Bahkan sebagian waria yang sempat tampil ceramah juga justru isi ceramahnya menegaskan ajakan untuk tetap eksis mnjadi waria tanpa perlu minder. Mana cita-cita dan niat tobatnya?" tandas Abu Usamah.

Sempat terjadi perdebatan alot antara panitia dan Almanar yang menginginkan acara segera dihentikan. "Alhamdulillah kumpulan para waria itu pun membubarkan diri setelah kami melantunkan dzikir dan takbir untuk mengusir pengaruh-pengaruh setan," kata Abu Usamah.

"Alhamdulillah, Almanar juga sangat berterimakasih atas laporan dan dukungan masyarakat yang masih sangat peduli untuk dukung nahi munkar. Semoga terus semangat, peduli dan tanggap," sambungnya.

Almanar juga mengajak dan menyeru kepada para tokoh Islam masyarakat, para Imam Masjid, DKM dan Ahlus Sholat untuk waspadai dan mengantisipasi maraknya penyakit kelainan orientasi seksual dari kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan transgender).

"Jangan mudah percaya dan terkelabuhi dengan siasat atau intrik mereka mencari simpati dan pengakuan eksistensi keberlangsungan kemunkarannya. Jagalah generasi keluarga dan masyarakat kita smua dari bencana kemunkaran dan tipu dayanya," pungkasnya.

Reporter : Agung | Editor : Ally | Jurniscom

 

Jawaban Amirul Mukminin dan Ucapan Terimakasih untuk Semua yang Telah Berbaiat

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Seperti dilansir koresponden situs Voice of Jihad, situs resmi Imarah Islam Afghanistan pada hari Jumat 14 Agustus 2015, Amir baru Imarah Islam Afghanistan (IIA), Mullah Akhtar Muhammad Manshur, menyambut seluruh baiat yang disampaikan kepada dirinya. Beliau juga berterima kasih atas ucapakan belasungkawa dan simpati terhadap peristiwa yang menimpa Imarah Islam Afghanistan, atas meninggalnya Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahidin. (baca juga: Syeikh Ayman al-Zawahiri Berbaiat Kepada Amirul Mukminin, Syeikh Mullah Muhammad Akhtar Mansur).

Berikut jawaban dari amir IIA yang mengungkapkan rasa terima kasih untuk para pendukungnya dan menerima semua orang yang telah berbaiat kepadanya:

بسم الله الرحمن الرحمن الرحیم
! الحمدلله رب العالمين, والعاقبة للمتقين, والصلاة والسلام علي خير خلقه محمد وعلى آله وصحبه اجمعين وبعد
: یقول الله عزوجل
ونريد أن نمن على الذين استضعفوا في الأرض ونجعلهم أئمة ونجعلهم الوارثين (5) القصص

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, kemenangan bagi orang-orang bertakwa, shalawat dan salam tercurah atas makhluk terbaik, Muhammad dan juga keluarga serta sahabat seluruhnya, wa ba’ad:

Allah SWT berfirman:

“Dan Kami ingin memberikan anugrah kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi ini, menjadikan mereka para pemimpin, dan menjadikan mereka sebagai para pewaris.” (Al-Qashas: 5)

Aku merasakan kebanggaan memanggil kalian pada saat koalisi kafir di bawah pimpinan Amerika telah dikalahkan oleh Mujahid Afghanistan dan pasukan mereka meninggalkan Afghanistan dengan rasa dipermalukan dan dihina.

لله الأمر من قبل ومن بعد ويومئذ يفرح المؤمنون (4) الروم

 “Bagi Allah segala urusan sebelum dan sesudahnya. Dan pada hari itu kaum mukminin bergembira.” (Ar-Rum: 4)

Kami sangat percaya bahwa kemenangan besar ini adalah dari Allah dan karena pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya dari bangsa Afghanistan Muslim serta dukungan spiritual dan material lengkap dari seluruh umat Islam.

Empat belas tahun Jihad suci menghadapi penjajah asing telah mencapai tahap akhir keberhasilan, segala puji bagi Allah, telah dilancarkan di bawah kepemimpinan almarhum Amirul Mukminin, Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah mengasihani dia) dan kemuliaan ini akan selamanya ditulis dalam nama-Nya dalam sejarah sejarah Islam.

Sekarang beliau telah meninggal sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan beban berat kepemimpinan ditempatkan pada bahu saya oleh para ulama, komandan Jihad, Mujahidin dan seluruh bangsa Mujahid, maka saya berdoa kepada Allah SWT untuk membantu saya dalam menjalankan tugas yang berat ini dengan benar.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih sepenuh hati kepada seluruh saudara yang terhormat yang telah bersimpati dengan kami di saat situasi umat Islam yang kritis ini, dan yang telah mengirim pesan belasungkawa terhadap meninggalnya Amirul Mukminin atau telah berjanji setia dengan kami sebagai Amir (pemimpin) baru Imarah Islam dan hamba umat Muslim.

Di antara saudara yang saya hormati, pertama dan terutama saya menerima janji setia dari yang terhormat Dr. Ayman al-Zawahiri  pemimpin organisasi jihad internasional (Qaedatul Jihad) dan berterima kasih padanya karena mengirimkan pesan belasungkawa bersama dengan janjinya dan janji semua Mujahidin yang berada di bawah kepemimpinannya. Demikian pula Mujahidin yang melindungi garis depan Jihad, madrasah-madrasah, para guru dari universitas dan pusat belajar, seminar agama, tokoh negeri  dan semua tokoh Islam dan Jihad serta organisasi Jihad yang tersebar di seluruh dunia yang telah mengirim pesan belasungkawa atau bersumpah setia dengan kami sebagai pemimpin Jihad, saya berterima kasih kepada mereka dan memohon kepada  Allah SWT untuk memberikan saya dan saudara-saudara kita semua keberhasilan untuk benar-benar dapat melayani Islam dan kaum Muslimin.

                                                             Wassalam

                                                 Berharap doa dari Kalian

                               Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Mansur

29/10/1436 H                                                                                     14/08/2015 M

Deddy | Shahamat | Jurniscom