Karena Pertahankan Jilbab Seorang Muslimah Diusir dari Sebuah Toko di Michigan

MICHIGAN (Jurnalislam.com) – Dalam serangan Islamophobia baru, seorang wanita Muslim tidak dilayani dan diusir di sebuah toko di Michigan setelah ia menolak untuk melepas jilbabnya.

"Benar-benar suatu kebodohan, benar-benar sebuah kebijakan yang sudah tua dan orang-orang yang keras kepala dan tidak menyesuaikan diri dengan waktu modern," Dawud Walid, dari Dewan Hubungan Islam Amerika, mengatakan kepada WJBK pada hari Rabu, 19 Agustus 2015.

Walid menambahkan bahwa perempuan diizinkan untuk memakai jilbab untuk melakukan segala aktivitas mulai dari pergi ke bank hingga difoto untuk keperluan surat ijin mengemudi.

Masalah ini meletus ketika Nadia Kamal mengatakan bahwa dia diabaikan oleh petugas di America Cash Advance di Westland, Detroit, Rabu.

"Wanita itu mengatakan kepada Nadia untuk melepas jilbabnya sedikit dan mengenakannya kembali," suaminya, Fatah Kamal, mengatakan."Nadia kemudian menjawab, "Saya tidak bisa, saya berada di tempat umum tidak bisa melakukan itu."

Nadia merasa nyaman melepas jilbab hanya di hadapan "keluarga sangat dekat," kata suaminya.

Wanita Muslim tersebut melaporkan bahwa dia menghadapi perlakuan buruk ketika dia ditolak oleh layanan dan diusir keluar dari toko Cash Advance Michigan.

Mengutip alasan tindakan petugas, perusahaan yang dikenal sebagai Advance America tersebut mengatakan mengharuskan semua pelanggan mereka untuk melepaskan kerudung, topi, kacamata hitam dan penutup kepala lainnya sebagai bagian dari kebijakan keamanan.

"Ini adalah ukuran keamanan penting yang dirancang untuk memastikan bahwa setiap orang yang memasuki tempat kami dapat dengan mudah diidentifikasi," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

"Advance America menghormati semua agama dan melayani semua pelanggan dengan bermartabat dan hormat."

Kamal hanyalah salah satu dari sejumlah perempuan Muslim yang menggugat perusahaan untuk diskriminasi, stasiun berita itu melaporkan.

Islam mengatakan jilbab sebagai  pakaian wajib muslimah, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.

Sekarang Amerika Serikat adalah rumah bagi 7-8 juta Muslim.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Kerajaan Arab Saudi Hajikan 4 Pengurus MCI, Koh Hanny : "Allah Maha Baik"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Alhamdulillah, empat pengurus Muallaf Center Indonesia (MCI) mendapat hadiah berangkat haji dari Kerajaan Arab Saudi. Kabar tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal MCI, Hanny Kristanto dari kedubes Arab Saudi melalui Syeikh Khalid Al Hamudi dan Syeikh Mustafa tadi malam, Selasa (18/8/2015).

“Allahu Akbar, Di tengah ujian dan fitnah yang melanda team MCI Pusat dan MCI Yogyakarta, Allah memberi kelegaaan.. Jangankan haji, untuk umroh saja banyak diantara kami yang tidak mampu.. Tanpa di duga, semalam pengurus Mualaf Center Indonesia di berangkatkan haji oleh Allah melalui keluarga besar Kerajaan Saudi diwakili oleh Syeikh Khalid Al Hamudi (imam masjid Masjidil Haram), kedubes saudi dan kerabat kerajaan. Gratis dan jalur khusus tanpa antri..,” demikian status Hanny Kristanto, Sekjen MCI, pada akun Facebooknya, pagi ini, Rabu (19/8/2015).

Ke empat pengurus MCI itu adalah Hanny Kristianto (Mualaf mantan penginjil – Sekretaris Jenderal MCI), Steven Indra Wibowo (Mualaf mantan frather – Ketum MCI), Hasan Lubis (Mualaf mantan pendeta – Ketua MCI Yogyakarta), dan Dr Al Gonzaga (Mualaf mantan pastur – Pembina MCI Yogyakarta). Mereka akan dibimbing oleh ustadz Bachtiar Natsir dan ustadz Zaitun Rasmin.

"ustadz Bachtiar Natsir dan ustadz Zaitun Rasmin semua naik haji memimpin kami para mualaf naik haji," kata Koh Hanny, sapaan akrab Hanny Kristanto.

Koh Hanny mengaku kaget dan terharu mendapat hadiat tersebut. Jangankan haji, katanya, umroh saja dia tidak mampu.

"Saya nangis ga berhenti keluar air mata saya. Jangankan haji, buat umroh saja kami sudah ga sanggup," ujarnya kepada Jurniscom, Rabu (19/8/2015).

"Allah Maha baik mas, saya yang jauh dari standar muslim yang baik dihadiahi seperti ini," pungkasnya.

Editor : Ally | Jurniscom

Sambut HUT RI, IMS Gelar Gerakan Gizi Nasional

BOGOR (Jurnalislam.com) – Dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70, Islamic Medical Service (IMS), lembaga kesehatan nasional milik ormas Islam Hidayatullah menggelar program Gerakan Gizi Nasional (GGN). Acara GGN digelar Tenjo, Parung Panjang, Bogor, Sabtu (15/8/2015).

GGN kali ini di menyasar anak-anak bergizi buruk, anak-anak kurang gizi, serta para ibu hamil. Kegiatan sosial ini berupa penimbangan berat badan, pemberian menu gizi, pemberian vitamin, serta pemeriksaan kesehatan.

Uun, Koordinator relawan GGN mengatakan di daerah Tenjo angka masyarakat yang mengalami kekurangan gizi masih sangat tinggi.

“Kegiatan  sosial ini  tak lepas dari fakta kesehatan yang dihadapi masyarakat Bogor, khususnya Tenjo masih tingginya angka gizi buruk dan rendahnya  derajat kesehatan ibu. Tentunya ini merupakan persoalan serius,” ujar Uun.

IMS beserta tim melakukan kegiatan sosial ini di MI Mathla’ul Huda didesa Babakan Kecamatan Tenjo Bogor Jawa Barat. Acara yang diikuti siswa-siswi MI Mathla’ul Huda mendapat apreasi yang positif dari kepala sekolah dan para guru  dikarenakan anak-anak diwilayah Tenjo belum pernah mendapatkan pelayanan peningkatan gizi.

“Kami sangat senang ada kegiatan yang khusus memperhatikan  persoalan gizi anak-anak didik kami. Soalnya di sini belum pernah ada program yang rutin seperti ini, serta jika gizi anak-anak didik kami baik tentunya akan sangat berdampak pada kualitas kecerdasan mereka,” ujar Zubaedi, Kepala MI Mathla’ul Huda.

IMS mengajak semua pihak untuk turut bergabung dalam program Gerakan Gizi Nasional ini baik dari pelayan kesehatan, pemberian menu gizi,  serta pembangunan sarana air bersih. Untuk donasi program ini bisa melalui Bank Mandiri006.000.737.330.5 An Layanan Kesehatan Islam atau hubungi kantor IMS di (021) 8569890.

Editor : Ally | Jurniscom

Penyusup IIA Bunuh Komandan Musuh, 3 Pos di Awba dan 1 Pos di Gulran Dikuasai

HELMAND (jurnalislam.com) – 2 penyusup mujahidin IIA beraksi dari dalam pos pemeriksaan di daerah Perusahaan kota Lashkargah menembaki pasukan upahan yang berada dalam pos dini hari tadi, menewaskan komandan Hunar bersama dengan 7 polisi lainnya, lansir Al Emarah News pada hari Senin (17/08/2015).

Kedua mujahidin kemudian bergabung dengan unit Mujahidin di dekatnya, sambil membawa 2 senapan mesin PK, 6 senapan Ak, sebuah peluncur RPG dan sebuah perangkat radio komunikasi.

Di provinsi Herat barat para pejabat melaporkan bahwa pada sekitar pukul 03:00 waktu setempat di distrik Awba, Mujahidin meluncurkan serangan terkoordinasi di 3 pos pemeriksaan musuh yang terletak di daerah antara pusat kabupaten dan daerah Jawaluq.

Ketiga posisi musuh tersebut berhasil direbut, 3 milisi Arbaki tewas, 3 lainnya terluka dan sisanya terpaksa melarikan diri.

3 senapan musuh dan sejumlah besar peralatan juga disita dalam operasi serta sebuah truk pick-up musuh dihancurkan dengan bahan peledak.

Di distrik Gulran, pos pemeriksaan polisi perbatasan diserbu di mana 5 orang bersenjata tewas dan lainnya ditahan.

Mujahidin juga menyita sebuah senapan mesin berat DShK, peluncur RPG dengan 15 putaran, senapan mesin PK dengan 4500 putaran, 5 senapan dengan 3500 magazin, pistol dan peralatan tempur lainnya.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Karena Biaya Tinggi, AS dan Jerman Akan Tarik Rudal Patriot dari Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – AS dan Jerman memutuskan untuk tidak melanjutkan penerjunan unit pertahanan udara dan rudal Patriot mereka di Turki.

Menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan pada hari Ahad (17/08/2015) oleh pemerintah Amerika Serikat dan Turki, unit tersebut "tidak akan diperpanjang setelah mencapai akhir rotasi. Sekutu (NATO) lain yang relevan juga telah berkonsultasi."

Keputusan ini "mengikuti ulasan global AS tentang pertahanan rudal dan perangkat rudal tersebut akan didistribusikan ke Amerika Serikat untuk memperbaharui krisis upgrade.

"Jika diperlukan, Amerika Serikat siap untuk mengembalikan aset dan personil Patriot ke Turki dalam waktu satu minggu," tambah pernyataan itu.

Kapal multi-peran US Navy Aegis akan terus hadir di Mediterania timur, kedua pemerintah mengatakan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman mengumumkan juga akan menarik keluar perangkat rudal-pertahanan mereka dari Turki.

"Rendahnya ancaman rudal balistik" dan "misi yang memakan biaya tinggi" diberikan sebagai alasan untuk keputusan tersebut.

Kementerian pertahanan menegaskan bahwa kontingen tentara Jerman yang mengambil bagian dalam operasi Active Fence Turkey NATO, bersama dengan sistem rudal Patriot, akan ditarik dari perbatasan Turki pada akhir 2015.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs Kementerian Pertahanan Jerman, kementerian menegaskan tidak akan memperpanjang mandat untuk melindungi perbatasan Turki selatan setelah memberikan pelayanan selama dua setengah tahun.

"Bersama dengan mitra NATO kami, kami telah membela orang-orang Turki terhadap kemungkinan serangan rudal dari Suriah," kata Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen. "Rudal Patriot kami telah berhasil melakukan misi mereka," tambahnya.

Kedua perangkat rudal Jerman dan AS berada di Turki sebagai bagian dari misi NATO sejak 2013.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Ledakan Bom Nyaris Hantam Kuil Hindu di Ibukota Thailand

BANGKOK (Jurnalislam.com) – Setidaknya 19 orang tewas dan 78 luka-luka akibat ledakan bom yang melanda di ibukota Thailand, Bangkok, Senin (17/08/2015).

Ledakan, yang dikatakan telah terjadi di dekat Kuil Erawan Shrine Hindu, terjadi sekitar pukul 19:10 waktu setempat, menurut Bangkok Post.

Dalam laporan sebelumnya, Reuters mengatakan bahwa setidaknya 27 orang tewas, termasuk empat orang asing.

Kantor-kantor terdekat dilaporkan telah dievakuasi, menurut laporan di media sosial.

Bom itu ditempatkan di dalam wilayah Kuil Erawan Shrine, kata Menteri Pertahanan Prawit Wongsuwon.

"Itu adalah bom TNT … orang-orang yang melakukannya menargetkan orang-orang asing dan berniat merusak pariwisata dan ekonomi," kata Wongsuwong.

Polisi Thailand mengatakan bahwa bom kedua sedang dijinakkan dalam kuil.

Reporter Al Jazeera, Veronice Pedrosa, melaporkan dari tempat kejadian, bahwa petugas penyelamat telah menemukan perangkat sekunder di dalam kuil dan bahwa petugas sedang menjinakkan bom tersebut.

Eric Seldin, dari Thaicom Production Services, berada dalam jarak 100 meter ketika ledakan terjadi.

"Saya sedang makan malam di dalam hotel Hyatt ketika kami mendengar ledakan sangat keras di dekat persimpangan Ratchaprasong," katanya kepada Al Jazeera. "Jendela hancur dan semua orang di hotel terkejut.

"Keamanan mencoba untuk menutup hotel dan berusaha menjaga semua orang tetap berada di dalam tetapi saya berhasil pergi keluar dan berjalan sekitar 50 meter dekat dengan persimpangan.

"Saya melihat tujuh hingga delapan mayat tertutup. Ada kerusakan hingga ke dasar kuil.

"Di jalan itu sendiri ada beberapa korban. Sejumlah besar pasukan keamanan hadir di sana. Polisi bergerak orang kembali karena mereka khawatir tentang ledakan kedua.

"Daerah ini sangat dekat dengan Markas besar Polisi dan rumah sakit polisi," kata Seldin.

Penjinak bom juga berada di lokasi ledakan, mungkin mencari perangkat lain. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Juru bicara Sekretaris Jenderal Thailand mengatakan:

"Sekretaris Jenderal terkejut mengetahui ledakan di Bangkok hari ini di dekat kuil Erawan dan hilangnya nyawa.

"Dia mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan orang-orang serta Pemerintah Thailand, dan berharap agar mereka yang terluka pulih dengan cepat. Ia berharap bahwa mereka yang bertanggung jawab akan dibawa ke pengadilan."

Pasukan Thai memerangi pejuang Muslim di selatan negara yang berpenduduk mayoritas Buddha, meskipun pejuang muslim tersebut telah jarang meluncurkan serangan di luar pusat etnis Melayu mereka.

Negara ini juga telah terbelah selama satu dekade oleh kekerasan intens dan kadang-kadang persaingan antara faksi-faksi politik di Bangkok dan di tempat lain.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Termakan Isu Serdadunya Diculik, Israel Gelar Pasukan di Selatan Jalur Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Penjajah Zionis melakukan mobilisasi pasukan pada malam kemarin di perbatasan timur Khanyunis, wilayah selatan Jalur Gaza, menyusul adanya berita bohong tentang penculikan salah seorang serdadu Zionis, Infopalestina melaporkan Senin (17/08/2015).

Para saksi mata mengatakan, sejumlah serdadu Zionis berjalan-jalan di perbatasan timur Khan Yunis pada malam Ahad lalu dan melakukan pencarian di lokasi dan keluar di luar pagar perbatasan.

Sumber-sumber lokal mengatakan, pasukan penjajah Zionis menembakkan lebih dari 20 meriam cahaya di langit kawasan tersebut yang terletak di arah timur daerah Khuza’ah, bersamaan dengan terdengarnya gerakan massif pasukan penjajah Zionis di daerah tersebut.

Sumber-sumber Zionis mengatakan bahwa pergerakan di perbatasan Jalur Gaza disebabkan oleh adanya berita bohong tentang penculikan serdadu Zionis di pos militer Shufa di timur kota Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza.

Dari waktu ke waktu, wilayah sisi timur Jalur Gaza serang mengalami aksi infiltrasi terbatas dan tembakan dari pasukan penjajah Zionis. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, pasca agresi Zionis ke Jalur Gaza pada Juli-Agustus 2014 lalu.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Meskipun Telah Bunuh Ribuan Warga Sipil, As Tetap Tingkatkan Serangan Drone di Daerah Konflik

WASHINGTON (Jurnalislam.com) -Militer AS akan meningkatkan penerbangan drone secara drastis selama empat tahun ke depan, dalam upaya meningkatkan kemampuan tempur dan serangan di semakin banyak daerah konflik, Wall Street Journal melaporkan hari Ahad (16/08/2015).

Pentagon berencana memperluas jumlah penerbangan setiap hari dari 61 penerbangan saat ini menjadi 90 penerbangan pada tahun 2019, seorang pejabat pertahanan senior mengatakan kepada Wall Street Journal.

Langkah ini merupakan peningkatan yang signifikan pertama dalam program pesawat tak berawak AS yang kontroversial sejak tahun 2011, yang mencerminkan kenaikan hotspot global.

Selain memberikan pengawasan ekstra di daerah seperti Ukraina, Irak, Suriah, Laut Cina Selatan dan Afrika Utara, rencana baru tersebut akan memperluas kapasitas Pentagon untuk serangan udara drone yang mematikan.

Program yang telah diperluas secara besar-besaran di bawah Presiden Barack Obama itu, adalah subjek kritik pengamat yang mengatakan bahwa serangan drone yang sangat rahasia telah membunuh banyak warga sipil tak berdosa.

Kelompok nonpartisan mengatakan serangan pesawat tak berawak AS telah menewaskan sedikitnya 3.000 orang warga sipil, Wall Street Journal melaporkan.

Di bawah rencana baru, Angkatan Udara AS, yang saat ini melakukan sebagian besar misi pesawat tak berawak, akan mendapatkan bantuan dari Angkatan Darat, Komando Operasi Khusus dan kontraktor pemerintah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Sejumlah Ormas Islam Sulsel Deklarasikan Komite Pemuda Islam

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Sejumlah organisasi massa (ormas) Islam di Makassar mendeklarasikan Komite Pemuda Islam (KPI) Sulawesi Selatan di Anjungan Pantai Losari Jl Penghibur Makassar, Ahad (16/8/2015). 

Dalam deklarasinya, KPI yang terdiri dari FPI Makassar, Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS), Gerakan Pemuda Islam (GPI), LPPI Sulsel, Harakah Sunniah Masyarakat Islam (HASMI), Syabab Hidayatullah, BKPRMI dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut dengan tegas menolak aliran sesat Syiah dan Ahmadiyah.

"Kami menolak aliran sesat Syiah dan Ahmadiyah yang hendak mencabik-cabik ajaran Islam dari dalam," tegas Presidium KPI Sulsel Muhammad Abdurahman.

KPI Sulsel juga menolak keras adanya provokasi pemerintah untuk meminta maaf kepada keturunan PKI yang telah melakukan makar terhadap NKRI.

"Yang jelasnya kami menolak permintaan maaf presiden Joko Widodo yang memberikan ruang kepada mereka," kata Abdurahman. Menurut KPI Sulsel, permintaan maaf tersebut akan memberikan ruang yang luas dan dapat memberikan PKI kembali eksis.

Selain itu, KPI Sulsel meminta kepada pemerintah untuk tidak memberikan ruang kepada ajara Syiah, Ahmadiyah, dan Komunis.

Puluhan massa KPI Sulsel ini juga mendatangi Polrestabes Makassar Jl Ahmad Yani, dan Kodim 1408/BS Jl Lanto Dg Pasewang.

Editor : Ally | Jurniscom

Helikopter Rezim Assad Jatuhkan Bom Barel di Pinggiran Damaskus, 100 Orang Tewas

DAMASKUS (Jurnalislam.com) –  Seratus orang tewas pada hari Ahad (16/08/2015) ketika rezim Suriah menargetkan sebuah kota di pinggiran Damaskus dengan "bom barel", menurut sumber medis setempat.

Sumber yang bekerja di sebuah rumah sakit lapangan setempat tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pesawat Suriah telah menargetkan kota Douma, kota terbesar di ibukota pinggiran Ghouta Timur.

"Bom barel" adalah barel yang diisi dengan bahan peledak, pecahan peluru, minyak atau bahan kimia dan biasanya dijatuhkan dari helikopter militer.

Menurut sumber medis, setidaknya 100 orang – termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak – tewas dalam serangan di Douma, sementara setidaknya 500 lainnya terluka dan beberapa bangunan hancur.

Rabu lalu, rezim dilakukan serangan udara di daerah yang sama, menewaskan sedikitnya 60 orang, menurut sumber-sumber lokal.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom