Besok, ANNAS Purwakarta Dideklarasikan

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Setelah mengukuhkan kepengurusannya di Jakarta pada 25 Oktober lalu, kali ini giliran Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Purwakarta.

Acara tersebut akan digelar besok, Ahad (15/11/2015) di Aula Universitas Pedidikan Indonesia (UPI) Purwakarta.

"Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Kabupaten Purwakarta, sekaligus akan dikukuhkan pula pengurus dari 17 Kecamatan Se-Purwakarta," kata Sekretaris ANNAS Pusat, Tarjono Abu Muaz kepada Jurnalislam, Jumat (13/11/2015)

Acara deklarasi da pengukuhan tersebut akan dihadiri oleh sejumlah tokoh dan ulama Purwakarta seperti KH. TB. Asep Saedawi, KH. Ubang Asy'ari dan KH. Ridwan Syah Alam. Turut hadir dalam acara itu, Ketua ANNAS Pusat KH. Athian Ali M. Da’i, Lc. M.A dan Ketua ANNAS DKI Jakarta Buya Abu Bakar Al Habsy.

Tarjono juga mengabarkan, di akhir acara akan dibacakan pernyataan sikap ANNAS Purwakarta oleh Ketua terpilih Drs. RH. Dadang Mustafa Kamil, S.H,. M. Si.

ANNAS | Editor : Ally 

Kamp Pengungsi Calais Terbakar Setelah Serangan di Paris

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Beberapa pengungsi  di kamp Calais, Perancis, terluka oleh api yang menyala hanya beberapa jam setelah Paris berada dalam serangan, World Bulletin melaporkan, Sabtu (14/11/2015).

Seorang sukarelawan kemanusiaan mengatakan, "Rinciannya masih belum pasti saat ini. Yang kita tahu adalah sejumlah orang di kamp terluka dan kami mencoba menyediakan perawatan medis bagi mereka."

Dia menambahkan, "Saat kebakaran sedang dipadamkan, para pengungsi saat ini dibawa ke pusat Ashram dan tempat penampungan perempuan."

Kebakaran ini terjadi hanya beberapa hari setelah seorang politisi Perancis menyebut kamp tersebut sebagai lokasi yang lusuh tanpa hukum di mana kekerasan meningkat menuju titik perang gerilya.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Soal Penerapan Perda Anti Miras, Anggota DPRD Kota Tasik Kritik Kinerja Aparat

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Masih luasnya peredaran minuman keras (miras) di Kota Tasikmalaya pasca disahkannya peraturan daerah (perda) pelarangan miras mendapat tanggapan dari anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi Kebangkitan Bulan Bintang (KBB), Ikhwan Saba. 

Menurutnya, peraturan daerah tentang pelarangan minuman keras (miras) itu sudah ada, tinggal menunggu ketegasan aparat penegak hukumnya.

“Sebetulnya di Tasikmalaya sendiri sudah ada Perda khusus mengenai penanganan miras. Ini sudah diatur baik penjual, baik pengguna, itu sudah ada sanksinya juga. Tinggal bagaimana pelaksanaannya. Dalam hal ini penegak hukum tinggal melaksanakan saja,” jelas Ikhwan kepada Jurnalislam di Masjid Agung Tasikmalaya, Jum’at (13/11/2015) sore. 

"Pokoknya dalam perda ini yang namanya miras itu tidak boleh," sambungnya.

Menurut Ikhwan, pemerintah daerah dan aparat sudah mengetahui masih luasnya peredaran miras di kota santri itu. Namun masalahnya, lanjut Ikhwan, adalah ketegasan aparat penegak hukum yang berwenang untuk menjalankan perda tersebut. 

“Mungkin kita akan mengevaluasi, dengan pihak pemerintah Tasikmalaya juga terkait dengan sosialisasi agar perda ini menjadi efektiflah begitu. Kita juga akan mendorong aparat penegak hukum untuk melaksanakan perda ini,” imbuh Ikhwan.

"Percuma kan kalau sudah dibuat tapi tidak dilaksanakan," tandasnya.

Selain itu, Ikhwan juga menyayangkan ditangkapnya dua aktivis amar ma'ruf nahi munkar, ustadz Qushoy dan Misbah. "Saya memandang ini sangat disayangkan. Orang yang teraniaya kok dihukum. Kenapa yang mengroyok dan yang menjual juga kan belum diusut," ujarnya.

Reporter : Lutfi | Editor : Ally

Difitnah, Umat Islam Minta Dua Tertuduh Pembakaran Kios Miras Dibebaskan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren dan ormas-ormas Islam Tasikmalaya menggelar aksi solidaritas untuk ustadz Qushoy dan Misbah di halaman masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (13/11/2015). Keduanya adalah tertuduh kasus pembakaran kios miras di di Jl BKR, Tawang, Kota Tasikmalaya, 9 November lalu.

Mereka menuntut ustadz Qushoy dan Misbah untuk segera dibebaskan dari tahanan Polresta Tasikmalaya dan segera menangkap pelaku pengeroyokan serta pemilik kios miras yang telah mengkriminalisasi dua aktivis amar ma'ruf nahi munkar kota santri itu.

“Saya minta Ustadz Qushoy dibebaskan, Ustad Misbah dibebaskan. Dan si bandar miras itu ditangkap dengan semua yang ikut menyiksa Ustadz Qushoy. Itukan Ustadz Qushoyi difitnah sebagai maling. Digebukin massa. Ini yang jadi masalahnya,” tegas korlap aksi, Muhammad Sofyan Anshori.

Ustadz Sofyan, sapaannya, juga mengabarkan bahwa ustadz Qushoy dan Misbah dibawa ke Polda Jabar untuk penyidikan lebih lanjut. Ketua DPW FPI kota dan kabupaten Tasikmalaya itu juga menghimbau kepada media massa untuk memberitakan kasus tersebut apa adanya.

"Saya minta kepada rekan-rekan media untuk memberitakan kasus ini seimbang. Kalau ada yang anarkis diberitakan habis-habisan, giliran yang damai-damai ditutupi. Beritakan saja. Selamat berjuang!," tutupnya.

Ustadz Qushoy ditangkap aparat kepolisian resor kota Tasikmalaya pada Ahad 9 November lalu ketika sedang merazia kios miras di Jl BKR, Tawang, Kota Tasikmalaya. Saat itu beliau diteriaki maling oleh pemilik kios kemudian dikeroyok puluhan preman setempat. Sedangkan Misbah ditangkap esok harinya, Senin (10/11/2015) di rumahnya di desa Tamansari, Gobras, Kota Tasikmalaya.

Reporter : Lutfi | Editor : Ally

Paris: Serangan Terjadi Saat Band Asal Amerika “Eagles of Death Metal” Pentas, 100 Lebih Tewas

PARIS (Jurnalislam.com) – Lebih dari 100 orang telah tewas dalam baku tembak di sebuah pusat seni Paris saat band asal Amerika pentas, sebagai gelombang serangan senjata dan ledakan mematikan di ibukota Perancis,  Jumat (13/11/2015).

Pasukan Perancis bersenjata berat melancarkan serangan hingga mengakhiri pengepungan sandera di konser Bataclan setelah tengah malam waktu setempat. Sedikitnya tiga penyerang tewas.

Polisi mengatakan skenario sandera itu berlangsung di ruang konser, di daerah yang dikenal sarat kehidupan malam yang sibuk.

"Penyerangan terjadi di dalam gedung konser," kata jurnalis freelance Al Jazeera, John Laurenson dari Paris, menambahkan bahwa korban tewas lebih banyak dari yang diumumkan.

Eagles of Death Metal, band Amerika dari Los Angeles, sedang bermain di klub malam tersebut.

Dalam insiden terpisah, polisi mengatakan seorang pria bersenjata menembakkan senjata  Kalashnikov mereka di sebuah restoran Kamboja yang disebut Le Petit Cambodge Jumat, menewaskan 11 orang.

Warga di Paris diminta untuk tinggal di dalam rumah karena sekitar 1.500 tentara dikerahkan di kota setelah serangan tersebut.

Reporter Al Jazeera Jacky Rowland, melaporkan dari Paris, mengatakan, "Tentu saja dari saat pertama polisi mencari dari berbagai bar dan restoran. Mereka meminta orang untuk meninggalkan bar dan restoran di daerah lain. Jelas, polisi sangat prihatin akan target potensial lainnya."

Polisi mengevakuasi orang-orang dari seluruh bar dan restoran di area arrondissement 10 dan 11, lokasi yang populer di antara anak muda dan wisatawan Paris.

Madeline Berry, yang sedang makan di sebuah restoran di daerah itu, mengatakan kepada Al Jazeera,  "Saya sedang makanan dengan beberapa teman. Tiba-tiba kami melihat semua orang pindah ke belakang restoran.

"Mereka menutup jendela restoran dan mematikan musik. Orang-orang memanggil keluarga mereka, semua orang melalui ponsel menelepon keluarga mereka."

Para pejabat juga mengatakan ada dua ledakan di dekat stadion Stade de France di mana pertandingan sepak bola persahabatan Perancis Jerman sedang berlangsung. (baca juga: Sedikitnya 120 Orang Tewas dalam Serangan Berantai di Paris, Perancis Tutup Semua Perbatasan)

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom
 

Sedikitnya 120 Orang Tewas dalam Serangan Berantai di Paris, Perancis Tutup Semua Perbatasan

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 120 orang tewas dalam beberapa serangan di Paris pada hari Jumat (13/11/2015), termasuk satu di dekat stadion olahraga Stade de France dan satu lagi di tempat konser, kata polisi.

Lima belas korban tewas di konser Bataclan di timur Paris, kata polisi, menambahkan bahwa penyanderaan berlangsung di tempat tersebut. Tiga orang lainnya tewas dalam ledakan di dekat stadion di utara Paris, di mana pertandingan sepak bola Perancis-Jerman sedang berlangsung.

Polisi mengatakan skenario sandera itu berlangsung di ruang konser, di daerah yang dikenal sarat kehidupan malam yang sibuk.

Penonton membanjiri lapangan saat berita serangan menyebar. Panitia mulai mengevakuasi stadion melalui tiga pintu.

Serangan lain dilaporkan di restoran Petit Cambodge, tidak jauh dari lokasi di Bataclan.

Seorang wartawan AFP di luar Bataclan mengatakan ada polisi bersenjata dan sekitar 20 kendaraan polisi dengan lampu menyala di sekitar tempat kejadian.

Julian Piece, seorang wartawan Europe1, yang berada di dalam Bataclan ketika serangan itu terjadi mengatakan bahwa dua sampai tiga orang, tidak memakai masker wajah, menembaki kerumunan dengan Kalashnikov. Dia mengatakan serangan itu berlangsung 10 sampai 15 menit – waktu yang cukup bagi penyerang mengisi senjata mereka dua atau tiga kali. Wartawanpun terluka.

Penonton yang tertegun bermunculan dari bar di dekatnya, sementara banyak orang lain melanjutkan makan di restoran, tampaknya tidak menyadari pembantaian yang terjadi hanya beberapa meter jauhnya.

Presiden Francois Hollande dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengumumkan bahwa sebuah sel penanganan krisis telah dibentuk.

"Presiden, perdana menteri, menteri dalam negeri berada dalam kondisi krisis antar-kementerian," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Mengkhawatirkan serangan, Presiden Francois Hollande menyatakan Prancis dalam keadaan darurat dan mengatakan bahwa ia akan menutup semua perbatasan setelah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Paris".

Transportasi umum juga diblokade.

Deddy | AFP | World Bulletin | Jurniscom

 

 

 

Inilah Deretan Para Bidadari Yang Gugur Selama Intifadhah Al-Quds

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sejarah perlawanan bangsa Palestina dalam melawan Zionis Israel telah diikuti khalayak luas. bahkan mereka telah mempersembahkan para syuhada wanita disamping para syuhada pria dari segenap penjuru Palestina. Baik perlawanan, secara langsung atau melalui dukungan terhadap perlawanan dengan bergerak di jalan-jalan serta eskalasi penolakan terhadap penjajahan, Infopalestina, Jumat (13/11/2015).

Diantara keberhasilan yang paling menonjol dalam intifaddah kali ini adalah dukungan yang makin meluas dari kalangan rakyat dari sebuah gerakan menuju perlawanan, seperti disaksikan di sejumlah aksi perlawanan yang dilansir media-media. Perkembangan intifadhah juga semakin cepat berkat adanya dorongan dari kaum wanita yang terus memberikan support, bahkan mereka sendiri terjun langsung dalam intifaddah Al-Quds ini. Dengan kesucian niat dan fisik mereka, sendirian maju ke medan laga menjaga Masjid Al-Aqsha dari serbuan para pemukim Zionis ditengah sikap diam internasional dan dunia Arab.

Para “Pengantin” syuhada

Selama intifadhah Al-Quds ini sudah enam syahidah yang gugur dalam menjalankan intifadhahnya. Yang paling fenomenal aksi Danya Ersyid yang dijuluki pengantin syuhada intifadhah, dimana ia mendahului syahid sebelum acara pernikahanya dengan seorang pemuda, Raed Jarodat yang juga telah syahid.

Setelah Jarodat menulis di akun facebooknya, satu jam sebelum ia melakukan aksi syahidnya, ia menulis “aku memimpikan saudarimu” difoto Dania. Kemudian ia berangkat dan menjalankan aksinya menikam salah seorang serdadu Zionis hingga iapun luka tembak yang cukup parah, hingga ia meninggal di tempat.

Ini kejadian langka dan baru pertama dalam sejarah intifadhah Al-Quds. Bahwa ada kecemburuan di kalangan para pemuda Palestina melihat aksi para wanita yang dengan gagah berani melakukan aksi syahidnya. Hal ini juga menunjukan sejauh mana peran para wanita Palestina dalam mengobarkan semangat suhu intifadhah dan juga yang menjamin intifaddah tetap membara.

Disebutkan, Danya Jihad Ersyid gugur syahid ditembus peluru tentara Israel dekat Masjid Al-Ibrohimi Hebron. Ia ditembak secara biadab dengan tudingan akan menikam seorang tentara perempuan Israel.

Dalam intifadhah ini juga, seorang anak perempuan Bayan Aiman Usaili (16 tahun asal Hebron. Ia ditembak serdadu Zionis di perlintasan militer Hebron. Demikian juga Hj. Huda Muhammad darwis (65 tahun) asal Isawiyah Al-Quds. Ia gugur karena teracuni gas air mata, saat bentrokan dengan serdadu Zionis. Ia juga terlambat mendapatkan penanganan medis karena dihalang-halangi serdadu Zionis.

Seorang nenek, Tsarwat Ibrohim Syarowi (73 tahun) asal Hebron juga gugur ditembak Zionis dengan tudingan akan melakukan aksi penabrakan terhadap pemukim. Seorang gadis Rosha Uwaishi (23 tahun) asal Qalqilia gugur syahid setelah melakukan aksi penikaman terhadap serdadu di perlintasan Elyahii, selatan Qalqilia.

Terakhir bocah perempuan, Rahav Yahya Hasan (2 tahun) asal Gaza gugur akibat tembakan roket Israel.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Serangan IED Taliban Hantam Kendaraan Militer Arbaki, 3 Tewas

BALKH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga pasukan Arbakis (tentara bayaran) tewas dan empat lainnya mengalami luka fatal akibat serangan bom di Afghanistan utara, El Emarah News melaporkan, Kamis (12/11/2015).

Pada hari  Rabu Mujahidin menyerang dengan IED sebuah kendaraan militer yang membawa Arbakis di distrik Albarz provinsi Baghlan utara di mana kendaraan tersebut hancur berantakan menewaskan tiga pasukan musuh dan melukai empat lainnya.

Laporan juga datang dari distrik Sangin mengatakan polisi boneka telah melarikan diri dan meninggalkan 2 pos pemeriksaan di jalan Kajaki di daerah Chini Manda distrik Sangin provinsi Helmand.

Mujahidin telah membebaskan banyak pos pemeriksaan dan pangkalan di distrik Sangin serta menyita sejumlah besar peralatan perang dengan menimbulkan banyak korban untuk musuh selama beberapa hari terakhir.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Takut Serangan Terowongan Hamas, Militer Israel Bangun Penghalang Bawah Tanah Kepung Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan zionis Moshe Yaalon pada Rabu malam (11/11/2015) mengumumkan bahwa Israel akan segera mulai membangun penghalang bawah tanah di sekitar Jalur Gaza yang diblokade untuk hindari serangan terowongan Hamas, lansir World Bulletin, Kamis (12/11/2015).

"Tentara Israel akan mulai membangun penghalang bawah tanah, di samping pagar pembatas, di sekitar Jalur Gaza," Yaalon seperti dikutip oleh radio publik Israel.

Menurut menteri pertahanan zionis, penghalang bawah tanah akan mengelilingi wilayah Gaza, Palestina, untuk menghalau  apa yang ia sebut sebagai infiltrasi "Hamas” terhadap pasukan Israel melalui terowongan bawah tanah.

Bulan lalu, Menteri Pertahanan Yahudi mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan pembangunan pagar beton Pemisah mengelilingi di sekitar 12 komunitas zionis yahudi yang terletak dekat perbatasan dengan Jalur Gaza.

Selama serangan brutal Israel yang memborbadir  Gaza tahun lalu, Izzuddin al-Qassam, sayap bersenjata gerakan perlawanan Palestina Hamas (yang telah memerintah di Jalur Gaza sejak 2007), menggunakan terowongan bawah tanah untuk menyerang pangkalan militer Israel dan komunitas yahudi dekat perbatasan.

Menurut tentara Zionis, Brigade al Qassam menggunakan terowongan pada empat kesempatan terpisah selama pertempuran (yang berlangsung 51 hari pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu) untuk menyusup wilayah Israel, di mana para pejuangnya berhasil membunuh puluhan  tentara Yahudi Israel.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Uni Eropa Beri Kode Khusus Produk Zionis, Pemerintah Israel Panik

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kalangan Zionis menyebut keputusan Uni Eropa pada hari Rabu (11/11/2015), yang memberi kode khusus pada produk-produk yang berasal dari permukiman-permukiman Yahudi sebagai keputusan “berbahaya”. Mereka menyatakan sangat marah atas keputusan yang dinilai sebagai tindakan diskriminasi, Infopalestina melaporkan, Kamis (12/11/2015).

Sebuah sumber politik Zionis menyebut keputusan Uni Eropa ini sebagai skandal dan pemboikotan terang-terangan terhadap barang-barang Israel. Kalangan polisi Zionis menuduh para pengambil keputusan ini mendukung apa yang disebutnya sebagai “teroris”.

Rencananya kantor PM Zionis Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah ini. Di saat yang sama Dubes Uni Eropa di Israel Lars Anderson secara mendadak ke kantor kementrian luar negeri Zionis untuk mengecam keputusan tersebut.

Keputusan Uni Eropa ini mewajibkan 28 negara anggota mematuhi keputusan yang mewajibkan pemberia kode khusus pada produk-produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat, al-Quds dan Golan, dengan menuliskan “Israel Settlements” (permukiman Israel). Ungkapan ini agar para komsumen Eropa tidak disesatkan mengenainya sumber asal barang tersebut.

Keputusan ini juga mencakup produk-produk Palestina yang berasal dari Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang akan ditulis “produk wilayah otoritas Palestina di Tepi Barat atau Gaza”. Keputusan ini menilai Jalur Gaza masih di bawah pendudukan atau paling tidak di bawah blokade.

Menteri Militer zionis Moshe Ya’alon menyebut keputusan Eropa ini sebagai “langkah memalukan yang memberikan hadiah bagi teroris”. Ya’alon menambahkan,”Meski ada sebagian pihak Eropa berbeda dengan kami, keputusan sekarang ini merupakan contoh nyata tingkat kemunafikan Eropa. Langkah ini tidak akan memberi andil mendekatkan jarak menuju perundingan kembali, namun sebaliknya.”

Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri Zionis Tzipi Hutobili menyebut keputusan Uni Eropa tersebut sebagai langkah “berbahaya” dan mengandung pemberlakuan boikot pada entitas Israel. Dia menyatakan akan berusaha untuk mencegah pelaksanaan keputusan tersebut.

Sedang Menteri Kehakiman zionis Ayelet Shaked menyebut keputusan itu sebagai “permusuhan kepada Israel”. Keputusan itu membuktikan tingginya tingkat permusuhan Eropa terhadap Israel hingga melampaui semua batas. Karena itu pihaknya akan mengambil langkah-langkah hukum untuk melawan keputusan Uni Eropa tersebut.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom