PARIS (Jurnalislam.com) – Lebih dari 100 orang telah tewas dalam baku tembak di sebuah pusat seni Paris saat band asal Amerika pentas, sebagai gelombang serangan senjata dan ledakan mematikan di ibukota Perancis, Jumat (13/11/2015).
Pasukan Perancis bersenjata berat melancarkan serangan hingga mengakhiri pengepungan sandera di konser Bataclan setelah tengah malam waktu setempat. Sedikitnya tiga penyerang tewas.
Polisi mengatakan skenario sandera itu berlangsung di ruang konser, di daerah yang dikenal sarat kehidupan malam yang sibuk.
"Penyerangan terjadi di dalam gedung konser," kata jurnalis freelance Al Jazeera, John Laurenson dari Paris, menambahkan bahwa korban tewas lebih banyak dari yang diumumkan.
Eagles of Death Metal, band Amerika dari Los Angeles, sedang bermain di klub malam tersebut.
Dalam insiden terpisah, polisi mengatakan seorang pria bersenjata menembakkan senjata Kalashnikov mereka di sebuah restoran Kamboja yang disebut Le Petit Cambodge Jumat, menewaskan 11 orang.

Warga di Paris diminta untuk tinggal di dalam rumah karena sekitar 1.500 tentara dikerahkan di kota setelah serangan tersebut.
Reporter Al Jazeera Jacky Rowland, melaporkan dari Paris, mengatakan, "Tentu saja dari saat pertama polisi mencari dari berbagai bar dan restoran. Mereka meminta orang untuk meninggalkan bar dan restoran di daerah lain. Jelas, polisi sangat prihatin akan target potensial lainnya."
Polisi mengevakuasi orang-orang dari seluruh bar dan restoran di area arrondissement 10 dan 11, lokasi yang populer di antara anak muda dan wisatawan Paris.
Madeline Berry, yang sedang makan di sebuah restoran di daerah itu, mengatakan kepada Al Jazeera, "Saya sedang makanan dengan beberapa teman. Tiba-tiba kami melihat semua orang pindah ke belakang restoran.

"Mereka menutup jendela restoran dan mematikan musik. Orang-orang memanggil keluarga mereka, semua orang melalui ponsel menelepon keluarga mereka."
Para pejabat juga mengatakan ada dua ledakan di dekat stadion Stade de France di mana pertandingan sepak bola persahabatan Perancis Jerman sedang berlangsung. (baca juga: Sedikitnya 120 Orang Tewas dalam Serangan Berantai di Paris, Perancis Tutup Semua Perbatasan)
Deddy | Aljazeera | Jurniscom