SMKN di Kediri Larang Jilbab untuk Foto Ijazah, Wali Murid Protes

KEDIRI (Jurnalislam.com) – Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kabupaten Kediri menginstruksikan siswinya yang berjilbab untuk melepas kerudungnya saat proses pengambilan foto ijazah. Kebijakan ini menuai protes salah satu wali murid yang keberatan anaknya melepaskan jilbab saat pengambilan foto ijazah.

Menurut wali murid, Aroem Sulistiyo, kebijakan sekolah tersebut melanggar hak siswi yang mengenakan jilbab. Aroem berasal dari Desa di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

"Sebenarnya tidak ada alasan pihak sekolah memerintahkan siswi melepas jilbab saat foto. Menurut saya, memakai jilbab atau kerudung adalah hak dari setiap siswi yang menginginkannya," kata Aroem, Kamis (19/11/2015) seperti dilansir Jawa Pos Radar Kediri.

Aroem sangat menyayangkan kebijakan yang diambil sekolah. Terlebih, perintah lepas jilbab tersebut diiringi dengan ancaman. Dimana ancaman tersebut adalah siswi diminta membuat surat pernyataan apabila tidak bersedia melepas jilbab ketika proses pengambilan foto. Sedangkan risiko apabila tidak melepas jilbab ditanggung siswi masing-masing.

Pihak sekolah membenarkan perintah dan instruksi tersebut. Sekolah beralasan jika melepas jilbab, adalah untuk kepentingan siswi sendiri pada jangka panjang. Yaitu, untuk kepentingan alumnus nantinya jika hendak melamar ke suatu instansi atau meneruskan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Dimana, ada ketentuan foto yang mengharuskan daun telinga terlihat dalam foto ijazah.

"Mengenai surat pernyataan, pihak sekolah membuat ini karena untuk mengantisipasi apabila siswi nantinya melakukan protes ke sekolah," kata Plt Kepala SMKN 1 Grogol Masrukan. Ia menambahkan, kejadian ini merupakan salah paham antara sekolah dengan wali murid.

Sekolah berjanji akan mempertemukan kembali dengan para wali siswi guna meluruskan persoalan tersebut.

Sementara itu, wali murid berharap agar sekolah tidak mengucilkan bagi siswi yang tidak bersedia melepas jilbab. Sehingga siswi masih bisa belajar dengan nyaman.

Aroem kemudian pun menyinggung Surat Edaran Nomor 1177/C/PP/2002 tanggal 11 Maret 2002 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) soal pas foto berjilbab. Dalam surat tersebut, siswi diizinkan menggunakan pasfoto berkerudung atau berjilbab untuk berbagai kelengkapan administrasi pendidikan.

Untuk itu, lanjut Aroem, dirinya menghimbau agar pihak sekolah agar tidak sampai bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah.

Ketika dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Kediri, Plt Kepala SMKN 1 Grogol, Masukan menyatakan, kejadian tersebut hanya miskomunikasi. Ia mengungkapkan, maksud guru yang meminta siswi melepas jilbab saat pengambilan foto untuk ijazah itu sebenarnya untuk kebaikan siswi.

“Tidak jarang banyak perusahaan mensyaratkan, jika bekerja di tempat mereka, foto (siswi) harus terlihat telinganya,” ungkapnya.

Karena itu, jika suatu saat nanti perusahaan menginginkan pas foto yang tidak mengenakan jilbab, pihak sekolah tidak disalahkan, terang Masukan.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Berita Jatim

Wujudkan Pemimpin Muslim, Ulama dan Tokoh Jakarta Gelar Muzakarah

Muzakarah Ulama dan Tokoh DKI:

Habib Rizieq Diangkat sebagai Ketua Majelis Tinggi, KH Mahfudz Asirun Ketua Dewan Pemilih

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah ulama, tokoh masyarakat dan pimpinan ormas Islam Jakarta menggelar Muzakarah dan silaturahim untuk mewujudkan gubernur muslim DKI Jakarta di Aula Masjid Raya Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2015). Hasilnya, terpilihlah Habib Muhammad Rizieq Syihab sebagai Ketua Majelis Tinggi dan KH Mahfudz Asirun sebagai Ketua Dewan Pemilih.

"Majelis Muzakarah ini adalah suatu forum musyawarah habaib, ulama, dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi kepemimpinan bagi masyarakat Jakarta yang berpenduduk mayoritas Muslim,” kata Presidium Muzakarah Ulama, Habib Riziq Shihab dalam konferensi pers usai acara.

Karena sekarang langkahnya adalah persiapan untuk itu, kata Habib Rizieq, maka Muzakarah akan konsentrasi, fokus dan serius, bagaimana mengatur langkah yang terbaik secara konstitusional agar Calon Gubernur Muslim itu bisa memenangkan pilgub yang akan datang.

“Itu kewajiban kita bersama. Dan kita mesti optimis, kita mesti yakin, walaupun kita tidak menafikan akan ada kemungkinan-kemungkinan terburuk umpamanya,” ujarnya.

Tentu para ulama, cendekiawan, tokoh, menurutnya, akan selalu melakukan musyawarah mencari solusi-solusi. Artinya, muzakarah ini tetap berkewajiban, tidak hanya pada pilgub, tapi juga akan memusyawarahkan tentang apa yang terjadi setelah pilgub, baik yang poisitif maupun negatif.

Tahap kita sekarang ini, terang Habib Rizieq, baru membentuk Majelis Tinggi dan Dewan Pemilih. “Untuk tahap berikutnya akan diperluas dengan mengundang ormas-ormas Islam dan juga partai-partai politik yang ada untuk kita ajak mereka musyawarah,” kata Habib Rizieq.

Ia memaparkan, Muzakarah belum sampai membahas siapa yang dicalonkan, tapi sudah memiliki kesepakatan kriteria yang harus dipenuhi oleh pasangan calon.

Calon-calon gubernur DKI ini akan ditawarkan untuk ikut dalam Konvensi . Habib Rizieq mengatakan, jika mereka ikut dalam konvensi, mereka akan mendapatkan keuntungan besar.

“Keuntungannya, mereka akan dapat dukungan dari para ulama, habaib, para tokoh, para kiai, dan juga dapat dukungan dari grassroot umat yang merupakan basis dari para pemilih yang signifikan, yang ada di bawah para ulama, habaib, para tokoh, kiai, cendekiawan, yang ada di DKI Jakarta ini,” tandasnya.

Dalam Muzakarah ini berhasil disepakati sebagai Ketua Majelis Tinggi adalah Habib Rizieq Syihab dan Ketua Dewan Pemilih diamanahkan kepada KH Mahfudz Nasirun (Pengasuh Pesantren Al Itqon, Jakarta). Selain keduanya, turut hadir KH A Cholil Ridwan, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie, Habib Zen bin Smith, KH Fachrurrozi Ishaq, Ustadz Syed Bachmid, dan lainnya.

Para Tokoh yang hadir berasal dari unsur NU, Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Al Irsyad, Rabithah Alawiyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Forum Umat Islam (FUI) FPI, dan sebagainya.

Reporter : Sdq | Editor : Ally | Jurnalislam

Lagi, 2 Pemukim Israel dan Seorang Amerika Tewas dalam Aksi Perlawanan Palestina

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Tiga warga Palestina menembaki mobil  Israel dari sebuah kendaraan di pemukiman Gush Etzion selatan Betlehem, menewaskan sedikitnya dua orang pemukim Yahudi,  dan seorang Amerika menurut polisi zionis.

Micky Rosenfeld, juru bicara polisi Israel, mengatakan bahwa dua dari penyerang ditembak dan ditangkap sementara pencarian untuk penyerang lainnya masih berlangsung, lansir Aljazeera, Kamis (19/11/2015).

Sedikitnya tujuh pemukim yahudi lainnya juga terluka, kata sumber medis.

Media Israel melaporkan bahwa penyerang terus mengemudi setelah melepaskan tembakan dan menabrakkan mobil mereka ke sebuah kendaraan yang sedang melaju.

Sebuah gelombang perlawanan rakyat Palestina meletus pada pertengahan September sejak intervensi Israel atas Masjid al-Aqsha, Yerusalem, dan dengan cepat perlawanan Intifadah menyebar ke Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Deddy | Jurnalislam

13 Arbakis, 1 ANA Tewas dan 3 Tank Hancur dalam Dua Hari Serangan Taliban

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 10 Arbakis (tentara bayaran) tewas dan lebih dari 9 lainnya terluka dalam pertempuran dengan Mujahidin di utara negara itu, Al-Emarah News melaporkan, Kamis (19/11/2015).

Dalam satu serangan, 7 Arbakis tewas dan 5 orang lainnya terluka akibat serangan Mujahidin pada musuh di pinggiran pusat distrik Dashti Archi, Rabu (18/11/2015).

Dalam serangan di tempat lain di Dashti Archi, Mujahidin dan musuh terlibat dalam pertempuran sengit yang berlangsung hingga malam hari dimana dua Arbakis dan satu tentara ANA (Afghanistan National Army) tewas dan tiga orang lainnya menderita luka-luka.

Tiga tank lapis baja musuh hancur setelah dihujani tembakan oleh Mujahidin dalam pertempuran sepanjang hari.

Seorang Mujahid syahid dan seorang lainnya menderita luka setelah pertempuran.

Sedangkan di provinsi Laghman, Afghanistan timur, tiga tentara Arbaki tewas dan 7 lainnya luka-luka dalam serangan terpisah oleh Mujahidin IIA di distrik Alishang, pada hari Kamis.

Di tempat lain di distrik tersebut, sebuah pos milik Arbakis juga diserbu dengan senjata berat oleh Mujahidin, korban tewas dan terluka-luka di pihak musuh tidak diketahui.

Dalam laporan lain dari provinsi Nangarhar, Mujahidin membongkar pos musuh di distrik Hisarak, Rabu. Jumlah pasukan musuh yang tewas dan cedera tidak diketahui.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Profesor Bulgaria Masuk Islam Setelah Menerjemahkan Al Quran

BULGARIA (Jurnalislam.com) – Seorang Profesor Bulgaria Dosen Studi Arab klasik masuk Islam setelah mempelajari dan menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Bulgaria, lansir World Bulletin, Kamis (19/11/2015).

Prof. Dr Svetan Teofanov, yang bekerja di Departemen Sastra Arab Klasik di Universitas Sofia, memberikan ceramah mengenai Quran dan tafsir. Dia memiliki beberapa buku dan tulisan yang diterbitkan sebagai interpretasi Quran. Prof. Teofanov menyelesaian pendidikan doktor spesialisasinya di Pusat Kajian Islam Oxford (the Oxford Centre for Islamic Studies) serta doktor kedua di Institut Studi Oriental Moskow (the Moscow Oriental Studies Institute).

Sebagai bagian dari pekerjaan spesialisasi, Dr Teofanov mengatakan, "Beberapa tahun lalu, atas permintaan dari rumah penerbitan milik negara, saya mulai menerjemahkan Alquran. Saat itu adalah periode sosialis. Saya menerjemahkan Al Quran bukan sebagai pelayanan kepada umat Islam, namun lebih karena keprihatinan atas kebijakan asimilasi di Turki. Tak lama setelah bekerja mulai ada transisi demokrasi pada tahun 1989, rumah penerbitan negara bangkrut, terjemahan Al-Qur'an Bulgaria tidak diterbitkan pada tahun itu. Namun, saya terus mengerjakan terjemahan kitab suci Al Qur'an dan saat itu hidup saya berubah. Saya mulai lebih memahami kitab mulia itu dan menginginkannya dari dalam hati saya."

Dr Teofanov yang terus fokus mengajar bahasa Arab di universitas mengatakan bahwa al Quran telah membuka banyak pintu untuknya. “Ketika saya mulai bekerja saya membaca Quran melalui mata seolah-olah itu adalah buku biasa. Seiring berjalannya waktu saya mulai memahami Al-Qur'an dan mengenal makna yang lebih dalam dari yang tertera dalam teks. Di perguruan tinggi saya membaca tafsir Al-Quran dan maknanya, kemudian mulai merasakan ketulusan Quran ketika menyelesaikan terjemahan yang sebenarnya. Perjalanan saya menentang Quran terlalu lama tetapi sudah berakhir. Saya telah menerima Islam dan saya sekarang seorang Muslim."

Meneliti, menerjemahkan dan menerbitkan secara terus menerus, Teofanov juga mengatakan bahwa "Pada awalnya saya menerjemahkan puisi Arab pagan. Saya belajar sastra Arab abad pertengahan. Kami juga memiliki sebuah buku baru yang diterbitkan, yang disebut “The Phenomenology of the Prophet” (Fenomenologi Nabi). Buku ini didasarkan pada Alkitab tua. Saya meneliti efek tokoh agama penting di Timur Tengah dan saya telah membahas fenomena tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian akademis yang serius. Buku ini telah menarik banyak perhatian dan dipilih sebagai buku terbaik untuk bulan Oktober. Ada minat yang tumbuh mengenai agama, dan perbedaan agama ".

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Intifadhah III: Serangan Penusukan di Ibukota Israel, 2 Zionis Tewas dan 1 Terluka Parah

TEL AVIV (Jurnalislam.com) – Dua pemukim Yahudi Israel tewas, dan seorang lainnya terluka dalam aksi penusukan yang diduga dilakukan oleh dua warga Palestina, di Tel Aviv, pada Kamis sore (19/11/2015), Palestine News Network melaporkan.

Salah satu pelaku penusukan dilaporkan ditangkap, dan polisi zionis dilaporkan mencari seorang pria lain yang mereka katakan turut dalam serangan itu.

Menurut petugas medis, satu pemukim tewas, dan satu lagi meninggal tak lama kemudian akibat luka-lukanya, seorang lainnya memiliki luka serius.

Sejak awal Oktober, sekitar 17 tentara dan pemukim Yahudi  tewas dalam operasi penusukan dan penembakan, sementara 89 warga Palestina tewas oleh penembakan pasukan zionis, IOF.

 

Deddy | PNN | Jurnalislam

MUI Kota Tasik: Maksiat Makin Marak, Akibat Kurang Tegasnya Aparat

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Lemahnya pelaksanaan perda No. 7 tahun 2014 Tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya membuat kemaksiatan semakin marak. Keadaan tersebut mendorong Forum Silaturahmi Ulama Tasikmalaya mendatangi DPRD kota Tasikmalaya untuk mereview pelaksanaan perda yang dideklarasikan pada 22 April 2015 lalu. 

"Ruh utamanya ingin memperbaiki kondisi kota (Tasikmalaya-red). Lebih spesifiknya adalah tentang bagaimana pelaksanaan Perda No.7 tahun 2014 atau Perwalkot tentang perda No.7 tahun 2015," kata sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Aminuddin Bustomi MAg kepada Jurnalislam di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (18/11/2015) siang.

Ulama muda yang karib disapa Kang Amin itu mengungkapkan semakin maraknya penyakit-penyakit sosial di kota Tasikmalaya. "Di lapangan penyakit-penyakit sosial semakin marak. Protitusi, komunitas gay, komunitas lesbi, kemudian bisnis esek-esek, trafficking, miras, narkoba, dll. Termasuk pemantauan kos-kosan dan kontrakan," ungkapnya.

Kang Amin menilai, kenyataan tersebut akibat kurangtegasnya aparat dalam pelaksanaan perda yang dideklarasikan April lalu di Masjid Agung Kota Tasikmalaya tersebut. "Kita menganalisa ini akibat kekurangtegasan, kekurangberanian dan kurangnya personal kaitan dengan pelaksanaan perda, dalam hal ini satpol PP," ujar pengasuh pondok pesantren Sulalatul Huda, Paseh itu.

Oleh sebab itu, Kang Amin mengusulkan supaya pemerintah dan ulama mengadakan pertemuan rutin untuk membuat pedoman khusus teknis pelaksanaan Perda tersebut. "Karena memang ketika kita kurang silaturahim, ya terjadilah seperti ini," tuturnya.

Puluhan ulama dan tokoh masyarakat kota Tasikmalaya yan tergabung dalam Forum Silaturahmi Ulama Tasikmalaya pada Rabu (18/11/2015) kemarin mendatangi DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan beberapa rekomendasi terkait pelaksanaan Perda No. 7 tahun 2014 Tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya. Namun audiensi diundur karena dari 45 anggota dewan hanya 2 yang hadir.

Reporter : Lutfi | Editor : Ally | Jurnalislam

Presiden Republik Ceko Ikut Demo Anti Islam

CEKOSLOWAKIA (Jurnalislam.com) – Presiden Republik Ceko menghadiri demo menentang pengungsi Suriah dan Islam di Praha hari Selasa pada ulang tahun Velvet Revolution yang menggulingkan komunisme di Cekoslowakia di tahun 1989, World Bulletin melaporkan, Rabu (18/11/2015).

Hampir 70 persen warga Ceko menentang kedatangan pengungsi Suriah di negara mereka, menurut sebuah survei terbaru oleh Republik Academy of Sciences.

Beberapa pencari suaka telah memilih untuk tinggal di negara sekuler Uni Eropa yang merupakan anggota NATO, dengan mayoritas menuju Jerman yang kaya dan juga ke negara-negara Uni Eropa barat lainnya.

PBB baru-baru ini mengkritik bahwa pusat penahanan untuk pengungsi yang dimiliki Ceko sangat merendahkan.

Presiden Milos Zeman, mantan komunis, mengatakan kepada ribuan orang yang berkumpul hari Selasa dalam acara yang diselenggarakan oleh gerakan Bloc Against Islam bahwa orang-orang yang menentang Islam dan pengungsi tidak seharusnya dijuluki Islamofobia, fasis atau rasis.

Di masa lalu presiden Republik Ceko dipilih oleh parlemen, tetapi pada tahun 2013 Zeman menjadi yang presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat sejak jatuhnya komunisme.

Dia memiliki kekuasaan untuk memveto undang-undang serta untuk menunjuk hakim dan gubernur bank sentral negara itu.

Kampanye yang ia hadiri adalah salah satu dari puluhan kampanye di seluruh negeri yang difokuskan terutama pada krisis pengungsi Eropa dan diadakan di tengah ketatnya keamanan setelah serangan Paris yang menewaskan sedikitnya 129 orang yang merupakan peristiwa terburuk yang pernah terjadi di Perancis.

Pendukung Zeman memegang spanduk yang menunjukkan Kanselir Jerman Angela Merkel di penjara atas kebijakannya membuka pintu untuk pengungsi. Beberapa meneriakkan "pegida!" dalam mendukung gerakan xenophobia anti-Islam di Jerman.

Lukas, seorang insinyur dari kota barat Pilsen memegang bendera Republik, mengatakan bahwa ia datang untuk mendukung Zeman saat ia merasa "terancam oleh apa yang terjadi di Eropa Barat."

"Kami harus memilih … dan tidak mengatakan 'OK, datanglah,' tanpa berpikir. Kami telah menemukan bahwa di antara pengungsi ada orang yang berbahaya bagi Eropa," katanya.

Irena Baburkova, dealer barang antik dari kota barat Klatovy, mengatakan krisis pengungsi itu "dikelola oleh seseorang yang ingin Eropa jatuh ke dalam kekacauan dan masalah".

Yang menunjukkan sikap sangat berbeda dengan Zeman adalah Perdana Menteri sayap kiri Partai Sosial Demokrat Ceko. Ia ditunjuk sebagai Perdana Menteri Republik Ceko pada 17 Januari 2014. Bohuslav Sobotka menggunakan ulang tahun Revolusi Velvet untuk mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang membantu pengungsi.

"Kemarahan kami harus berbalik melawan (ekstrimis), bukan pengungsi yang melarikan diri dari perang," tambah Sobotka.

Lebih dari 700.000 pengungsi telah tiba di Eropa tahun ini, sebagian besar dari Suriah, Irak dan Afghanistan, dalam krisis pengungsi terburuk di benua itu sejak Perang Dunia II.

Masuknya pengungsi telah menyebabkan ketegangan antara anggota Uni Eropa dan telah memberikan dukungan untuk kelompok anti-imigrasi di seluruh benua.

Deddy | World Bulletin |Jurnalislam

Aplikasi Mobile Baru Bantu Warga Palestina Menavigasi Pos Pemeriksaan Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Perusahaan Telekomunikasi Palestina ciptakan sepasang aplikasi mobile baru diharapkan dapat membantu warga Palestina menavigasi kemacetan lalu lintas di pos pemeriksaan Zionis di Tepi Barat yang dijajah Israel, lansir Aljazeera, Rabu (18/11/2015).

Aplikasi tersebut menawarkan respon berteknologi tinggi untuk pembatasan konstan dan memberatkan pada gerakan.

"Azmeh", yang berarti kemacetan dalam bahasa Arab, dan "Qalandiya", nama sebuah pos pemeriksaan Israel utama di pinggiran Yerusalem, bergabung dengan aplikasi lalu lintas global lainnya, termasuk Waze yang dikembangkan Israel.

Yang membuat dua aplikasi Palestina tersebut berbeda adalah mereka mampu melampaui lalu lintas jam sibuk setiap hari dan menyentuh di jantung pusat kritik Palestina terhadap penjajahan  Israel. Mereka dirancang untuk berfungsi pada jaringan lokal yang lambat – suatu keharusan karena Israel belum memberikan perusahaan telekomunikasi Palestina akses 3G yang lebih cepat.

Masing-masing aplikasi gratis yang diluncurkan sejak bulan lalu tersebut telah di-download beberapa ribu kali. Ketika popularitas mereka tumbuh, pengembang mereka mengatakan aplikasi crowdsourced mereka menyajikan solusi parsial untuk kemacetan yang disebabkan oleh pos pemeriksaan Israel, dan mereka berharap akan digunakan para pengemudi.

"Penjajahan Israel atas Palestina mempengaruhi rakyat Palestina dari semua aspek, dan mengambil banyak hak mereka. Salah satu hak yang diambil adalah kebebasan bergerak," kata Basel Sader, 20, warga Palestina dari Yerusalem timur dan seorang mahasiswa hukum di Universitas Ibrani Yerusalem yang mengembangkan Azmeh.

"Aplikasi ini tidak bisa memberi mereka kebebasan bergerak tetapi bisa membuat segalanya lebih mudah bagi mereka."

Israel mengoperasi serangkaian pos pemeriksaan yang memblokir  Tepi Barat dan memisahkannya dari Israel, membatasi perjalanan bagi warga Palestina di sejumlah ruas jalan.

Ketika konflik meningkat, antrian kurang dari 200 meter bisa berlangsung berjam-jam.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Muslim Inggris Hadapi Meningkatnya Serangan Kekerasan

LONDON (Jurnalislam.com) – Kebijakan pemerintah Inggris memicu lingkungan penuh kebencian dimana pelecehan, diskriminasi, dan bahkan serangan kekerasan menjadi sesuatu pengalaman dan kebiasaan yang normal bagi umat Islam yang tinggal di Inggris, menurut kesimpulan dari sebuah laporan baru, lansir Aljazeera, Rabu (18/11/2015)

Studi mengenai hari-hari yang dialami Muslim Inggris, yang dilakukan oleh Komisi Hak Asasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission/IHRC), menemukan peningkatan tajam dalam jumlah orang yang melaporkan pelecehan verbal dan peningkatan jumlah serangan fisik sejak survei terakhir dilakukan pada tahun 2010.

Dua-pertiga dari 1.800 orang yang disurvei mengatakan mereka telah mengalami pelecehan verbal, naik dari 40 persen pada 2010, sementara 82 persen mengatakan mereka telah menyaksikan Islamophobia yang diarahkan pada orang lain, naik dari 50 persen. Kasus serangan fisik yang dilaporkan meningkat dari 14 persen pada 2010, menjadi hampir 18 persen.
 Keamanan meningkat di masjid-masjid Inggris karena banyaknya ancaman.

"Muslim di Inggris merasa ditargetkan oleh media dan lembaga-lembaga politik, yang dalam pemahaman mereka berkontribusi besar terhadap iklim memburuknya ketakutan, meningkatnya kelompok kanan-jauh dan kenaikan rasisme anti-Muslim … Kebanyakan Muslim sekarang merasa mereka dibenci, "kata laporan itu.

Laporan ini mengutip contoh kasus diskriminasi individu, seperti turis Kuwait yang ditahan dan diinterogasi di bawah undang-undang terorisme karena berfoto selfie di luar sebuah pusat perbelanjaan, dan seorang wanita yang bekerja dengan anak-anak autis diberitahu dia tidak bisa memakai jilbab karena orang tua tidak akan merasa aman meninggalkan anak-anak mereka dengan dia.

Namun laporan itu juga menyoroti luasnya oposisi terhadap kebijakan pemerintah seperti strategi kontroversial Prevent counter-extremism dan tindakan Counter-Terorism and Security Act yang baru, seperti menciptakan negara polisi, serta menumbuhkan sensitivitas retorika anti-Muslim yang digunakan oleh politisi dan media.

Sementara hanya 34 persen pada tahun 2010 yang percaya bahwa kebijakan pemerintah memiliki dampak negatif pada komunitas Muslim, angka itu kini meningkat menjadi 60 persen. Sembilan puluh empat persen juga mengatakan mereka menemui stereotip negatif tentang Muslim di media, dan 85 persen mengatakan mereka mendengar politisi menggunakan bahasa Islamophobia.

"Rasanya seolah-olah kita telah benar-benar menuju titik kritis dan itulah yang sangat mengkhawatirkan," Arzu Merali, salah satu penulis laporan itu, mengatakan kepada Al Jazeera.

"Kami melihat bahwa eskalasi strategi Prevent berperan dalam hal ini, dan orang-orang pada umumnya merasa bahwa agenda keamanan juga memicu hal-hal tersebut. Di masa lalu orang menyalahkan media, tapi sekarang kita melihat pergeseran bahwa orang-orang mengatakan pemerintah dan lembaga-lembaganya juga melakukannya."

Strategi Prevent, yang didirikan pada masa setelah pemboman London tahun 2005 dengan tujuan menanggulangi perlawanan Islam, telah lama menjadi sumber kebencian di antara banyak Muslim Inggris, dengan kritikus mengeluh bahwa strategi itu menabur ketidakpercayaan terhadap umat Islam dan mentargetkan mereka untuk diskriminatif tingkat pengawasan dan pelecehan.

Tetapi di bawah pemerintah saat ini, Prevent telah digulirkan ke sekolah-sekolah, rumah sakit dan lembaga sektor publik lainnya, dengan guru, dokter dan bahkan penyedia penitipan anak sekarang diwajibkan oleh hukum untuk memantau dan melaporkan anak-anak, pasien dan rekan-rekan yang mereka duga memegang pandangan ekstremis, dan untuk mempromosikan apa yang disebut "nilai-nilai Inggris."

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam