SMKN di Kediri Larang Jilbab untuk Foto Ijazah, Wali Murid Protes

KEDIRI (Jurnalislam.com) – Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kabupaten Kediri menginstruksikan siswinya yang berjilbab untuk melepas kerudungnya saat proses pengambilan foto ijazah. Kebijakan ini menuai protes salah satu wali murid yang keberatan anaknya melepaskan jilbab saat pengambilan foto ijazah.

Menurut wali murid, Aroem Sulistiyo, kebijakan sekolah tersebut melanggar hak siswi yang mengenakan jilbab. Aroem berasal dari Desa di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

"Sebenarnya tidak ada alasan pihak sekolah memerintahkan siswi melepas jilbab saat foto. Menurut saya, memakai jilbab atau kerudung adalah hak dari setiap siswi yang menginginkannya," kata Aroem, Kamis (19/11/2015) seperti dilansir Jawa Pos Radar Kediri.

Aroem sangat menyayangkan kebijakan yang diambil sekolah. Terlebih, perintah lepas jilbab tersebut diiringi dengan ancaman. Dimana ancaman tersebut adalah siswi diminta membuat surat pernyataan apabila tidak bersedia melepas jilbab ketika proses pengambilan foto. Sedangkan risiko apabila tidak melepas jilbab ditanggung siswi masing-masing.

Pihak sekolah membenarkan perintah dan instruksi tersebut. Sekolah beralasan jika melepas jilbab, adalah untuk kepentingan siswi sendiri pada jangka panjang. Yaitu, untuk kepentingan alumnus nantinya jika hendak melamar ke suatu instansi atau meneruskan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Dimana, ada ketentuan foto yang mengharuskan daun telinga terlihat dalam foto ijazah.

"Mengenai surat pernyataan, pihak sekolah membuat ini karena untuk mengantisipasi apabila siswi nantinya melakukan protes ke sekolah," kata Plt Kepala SMKN 1 Grogol Masrukan. Ia menambahkan, kejadian ini merupakan salah paham antara sekolah dengan wali murid.

Sekolah berjanji akan mempertemukan kembali dengan para wali siswi guna meluruskan persoalan tersebut.

Sementara itu, wali murid berharap agar sekolah tidak mengucilkan bagi siswi yang tidak bersedia melepas jilbab. Sehingga siswi masih bisa belajar dengan nyaman.

Aroem kemudian pun menyinggung Surat Edaran Nomor 1177/C/PP/2002 tanggal 11 Maret 2002 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) soal pas foto berjilbab. Dalam surat tersebut, siswi diizinkan menggunakan pasfoto berkerudung atau berjilbab untuk berbagai kelengkapan administrasi pendidikan.

Untuk itu, lanjut Aroem, dirinya menghimbau agar pihak sekolah agar tidak sampai bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah.

Ketika dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Kediri, Plt Kepala SMKN 1 Grogol, Masukan menyatakan, kejadian tersebut hanya miskomunikasi. Ia mengungkapkan, maksud guru yang meminta siswi melepas jilbab saat pengambilan foto untuk ijazah itu sebenarnya untuk kebaikan siswi.

“Tidak jarang banyak perusahaan mensyaratkan, jika bekerja di tempat mereka, foto (siswi) harus terlihat telinganya,” ungkapnya.

Karena itu, jika suatu saat nanti perusahaan menginginkan pas foto yang tidak mengenakan jilbab, pihak sekolah tidak disalahkan, terang Masukan.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Berita Jatim

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.