Rektor ITS Sebut Orang Tua Madrasah Pertama Bagi Anak

MALANG (Jurnalislam.com) – Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) Prof. Ir. Joni Hermana M.Sc.ES.Ph.D, mengatakan orang tua adalah madarasah pendidikan pertama bagi anak-anaknya.

“Oleh karena itu, pembinaan generasi Robbani yang benar agamaanya dan berorientasi akhirat harus dimulai dari keluarga,” kata Joni Hermana saat menjadi narasumber seminar pendidikan nasional Munas IV Muslimat Hidayatullah di Kampus Arrohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur, Kamis (07/01/2015).

Profesor Joni menegaskan, peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting untuk membentengi generasi dari perang pemikiran dan hiruk pikuk fitnah akhir zaman yang sedang terjadi sekarang ini.

“Ada beberapa gejala yang tersusun sistematis untuk mencegah lahirnya generasi Rabbani, yaitu dijauhkannya para generasi Islam dari kitab suci Al-Qur’an, masjid dan llmu,” kata dia di hadapan ratusan peserta Munas IV Muslimat Hidayatullah.

Atas kepeduliannya terhadapa masalah generasi muda tersebut, pada akhir Agustus tahun lalu Joni Hermana meluncurkan “Gerakan Shalat Subuh Berjama’ah” di kampus yang ia pimpin.

Melalui “Gerakan Shalat Subuh Berjamaah”, Joni ingin mahasiswa mempunyai misi ketika kuliah. Sehingga kehidupan yang dijalani menjadi barokah.

“Ketika mereka kuliah itu sebenarnya ada misi, tidak sekedar mengejar duniawi seperti gelar atau pekerjaan, itu terlalu kecil,” ujarnya.

Menurut Joni Hermana, ada dimensi lain yang lebih luas, yakni dimensi akhirat. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa tujuan manusia diciptakan adalah semata untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Karenanya, Joni Hermana mendorong Muslimat Hidayatullah terus menguatkan perannya dalam mengokohkan keluarga.

Munas IV Muslimat Hidayatullah menggelar acara seminar kebangsaan membahas isu pendidikan kekinian dengan mengusung tema “Pendidikan Putri Berkualitas Menjamin Lahirnya Generasi Robbani Calon Pemimpin Bangsa”. Seminar ini menghadirkan pembicara lainnya yaitu Tokoh pendidikan yang juga mantan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Imam Suprayogo dan Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, MA.

Ally | Jurnalislam

Jamaah Ansharusyariah: Indonesia Harus Tiru Sikap Tegas Arab Terhadap Iran

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemutusan hubungan diplomatik negara-negara Arab terhadap Iran ditanggapi positif oleh Jamaah Ansharusy Syariah. Melalui juru bicaranya, Abdul Rachim Ba’asyir menilai, keputusan tersebut akan memberi efek positif bagi umat Islam secara umum.

“Kita berharap dengan semakin banyak negara yang memutuskan hubungan diplomatiknya kepada Iran akan menjadikan Iran tidak banyak bisa bergerak melakukan kedzalimannya di berbagai belahan dunia,” ujarnya kepada Jurnalislam di Surakarta, Kamis (7/1/2016).

Ustadz Iim, sapaan karibnya, berharap keputusan tersebut segera diikuti oleh negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

“Kita juga berharap agar Indonesia bisa bersikap tegas pada Iran, karena Iran sebagai negara yang mensupport berbagai kegiatan pelanggaran HAM di dunia seperti Suriah,” tegasnya.

Selain itu, Iran juga terbukti mendukung gerakan-gerakan yang mengacaukan keamanan negara- negara seperti dukungannya terhadap pemberontak Syiah Hautsi di Yaman dan Hezbollah di Lebanon.

“Jika Indonesia membiarkan pengaruh Iran menyebar di negara ini, maka bisa jadi konflik akan segera muncul di negeri ini,” cetusnya.

Ustadz Iim menilai, Iran tengah berupaya memperluas hegemoninya dengan cara yang buruk. Iran telah menghalalkan segala cara hingga menumpahkan darah untuk menggapai tujuannya itu.

“Termasuk di negara kita saat ini sedang dalam proses diprovokasi untuk terjadi pertumpahan darah serta perseteruan antar sesama muslim,” ungkapnya.

Ustadz Iim menjelaskan, Iran sebagai negara yang menganut ideologi Syiah jelas tidak akan suka dengan keberadaan kaum muslimin khususnya Ahlu Sunnah wal Jamaah (sunni).

“Mereka berusaha menghancurkan kekuatan Islam walau dia bertopengkan dengan topeng Islam. Sejarah membuktikan hal tersebut,” katanya.

Faktanya, peran Iran sangat besar dalam membuka jalan Amerika untuk menjajah Afghanistan dan Iraq. Menurutnya, hal tersebut merupakan kelanjutan dari peran tokoh- tokoh Syiah pada zaman pemerintahan Daulah Abbasiyyah yang juga membuka jalan bagi tentara Mongol pimpinan Jenghiz Khan dan Holako Khan untuk masuk ke Iraq dan menumpahkan darah ratusan ribu kaum muslimin di sana serta menghancurkan peradaban Islam yang ada di sana. Salah satunya adalah dihancurkannya perpustakaan Darul Hikmah di Baghdad yang didalamnya terdapat ribuan buku-buku karya ilmuan Islam saat itu.

“Maka dunia harus melihat bahwa kesadaran negara-negara dunia untuk mewaspadai kiprah Iran yang merusak negara- negara yang dimasuki oleh agen-agennya adalah sebuah sikap yang tepat dan menjaga kestabilan politik dalam negerinya,” pungkasnya.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally | Jurnalislam

Habib Rizieq Imbau Umat Islam Waspada Kebangkitan PKI, Ini Tanda-tandanya

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab mengimbau umat Islam untuk mewaspadai kebangkitan komunisme di Indonesia. Dalam acara Pemaparan dan Penguatan Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) serta Waspada PKI di Pasuruan Jawa Timur, Kamis, (7/1/2016), Habib menjelaskan gambaran yang menandai bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Gambaran konkretnya bisa dilihat melalui upaya-upaya yang dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat yang terus menerus menekan pemerintah untuk mencabut Tap MPR No 25 tahun 1966 tentang larangan paham komunisme di Indonesia," lanjutnya.

"Mereka terus menerus menekan pemerintah supaya mencabutnya. Siapa yang punya kepentingan atas pencabutan tersebut kalau bukan PKI," tambahnya.

Selain itu, tanda lainnya yang disebut Rizieq adalah dihapuskannya sejarah kekejaman PKI dari kurikulum nasional pasca 1998. Penghapusan kurikulum tersebut dikatakannya didalangi oleh PKI yang masih mempunyai kekuatan baik materil atau politik.

"Setelah dihapuskan dari kurikulum Nasional. Tidak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Siapa yang bisa menghapus kalau tidak pihak yang mempunyai kekuatan politik dan materi," tegas Habib.

Dua hal di atas, menurut Habib Rizieq merupakan upaya generasi muda dari para anggota PKI yang saat ini masih menganut komunisme. Generasi muda PKI tersebut, lanjut Habib Rizieq, saat ini ditengarai telah menyusup di berbagai level kehidupan bernegara dan berbangsa, mulai dari seni dan budaya dalam bentuk penerbitan buku dan film, hingga aktif di partai politik, eksekutif, dan legislatif.

"Kalau ada yang bilang PKI sudah musnah, itu hanya propaganda. Untuk meninabobokkan kita supaya tidak waspada dengan kebangkitan PKI," tegasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

KH Hasyim Muzadi: Aswaja Persatukan Indonesia

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH Hasyim Muzadi menilai konflik Arab Saudi-Iran tak murni ideologi. Sifatnya masih wacana sehingga dampaknya terbatas pada pertentangan psiko sosial.

"Jadi tidak lagi bisa disebut semata-mata masalah ideologi, tetapi memang bermula dari ideologi, dan perang terbuka bisa terjadi di Indonesia seperti di Iraq dan Syria kalau kita tidak waspada," kata KH Hasyim dalam acara pelantikan 2 DPW dan 28 DPC FPI Jatim, Kamis (7/1/2016).

Oleh karena itu, menurut Pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang dan Depok itu Indonesia harus memperkuat ideologi Pancasila yang sekarang mulai "remang-remang".

"Penegakan Pancasila tidak cukup dengan himbauan, namun harus dengan sistem kenegaraan yang menjamin tegaknya Pancasila serta dukungan rakyat melalui visi keagamaan yang bersinergi dengan Pancasila dan dianut mayoritas bangsa Indonesia, yakni ahlusunah waljamaah," ujarnya.

Ahlussunah waljamaah yang selama ini dianut NU dan Muhammadiyah dan Ormas Islam lainnya telah terbukti dapat mempersatukan Indonesia sepanjang sejarah.

Oleh karena itu pula, menurut KH Hasyim, NU dan Muhammadiyah harus dijaga agar tidak disusupi atau digerogoti ideologi non ahlussunah wal jamaah yang pasti akan memecah belah dan pada gilirannya akan merusak NKRI.

"Sedangkan untuk pertikaian Saudi – Iran, negara yang bisa menyelesaikannya adalah Amerika dan Rusia, dalam konteks PBB, dan tentu Indonesia ikut mendorong. Namun selebihnya kita perkuat Indonesia sendiri," kata anggota Wantimpres itu.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

FPI Jawa Timur Kukuhkan 2 DPW dan 28 DPC Baru

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI Provinsi Jawa Timur mengukuhkan kepengurusan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Se-Kota dan Kabupaten Pasuruan. Acara tersebut digelar di Gedung Gradika Jalan  Panglima Sudirman No. 28 Pasuruan, Kamis (7/1/2016). Acara juga diisi dengan saresehan “pemaparan dan penguatan aswaja serta waspada PKI”.

Dua DPW yang dikukuhkan adalah Kabupaten Pasuruan dan Kota Probolinggo. Sementara DPC di Kota dan Kabupaten Pasuruan adalah: Pasuruan Kota, Bugul Kidul, Gading Rejo, Purworejo, Bangil, Beji, Gempol, Gondang Wetan, Greti, Kejayan, Kraton, Lekok, Lumbang, Nguling, Pandaan, Paserpan, Pohjentrek, Prigen, Porwodadi,  Porwoasri, Puspo, Rejoso, Rembang, Sukorejo, Tosari, Tutur, Winongan, dan Wonorejo.

Acara yang dihadiri langsung oleh pengurus DPP FPI seperti Habib Rizieq Sihab dan KH Sobri Lubis itu diikuti oleh ribuan anggota FPI se-Jawa Timur.

”Dengan ini mudah mudahan kita diberkahi oleh Allah dan keluar dari sini kita diberi pencerahan pemikiran dan mudah-mudahan kita diberi bimbinganya oleh Allah dan umat Islam diselamatkan oleh fitnah yang melanda mereka semua,” harap Ketua FPI DPD Jawa Timur, Habib Haidar Al Hamid.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Akomodasi Siswa Muslim Ramadhan, Inggris Rubah Jadwal Ujian

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Ujian sekolah menengah di beberapa wilayah Inggris akan dijadwal ulang pada musim panas ini untuk mengakomodasi siswa yang menjalankan ibadah Ramadan.

Bersama Dewan Kualifikasi (The Joint Council for Qualifications/JCQ), yang mewakili dewan pemeriksaan di Inggris, Wales dan Irlandia Utara, mengatakan beberapa ujian akan dijadwalkan sebelum bulan suci dimulai, lansir World Bulletin, Kamis (07/01/2016).

Muslim berpuasa selama siang hari sepanjang bulan Ramadhan, yang diatur oleh kalender Hijriyah  dan tahun ini akan dimulai awal Juni.

JCQ mengatakan bahwa ujian pelajaran yang paling populer, termasuk bahasa Inggris dan matematika, sedapat mungkin akan diselenggarakan pada bulan Mei.

"Ujian apa saja yang dapat dilaksanakan, jumlah peserta yang ikut ujian dan beragam mata pelajaran yang tersedia, memiliki keterbatasan yang signifikan terhadap perubahan yang dapat ditampung untuk setiap satu kelompok," kata dewan dalam sebuah pernyataan.

"Bila memungkinkan, sebagian besar ujian GCSE dan subjek [Tingkat A] dijadwalkan sebelum dimulainya Ramadhan dan dipertimbangkan apakah dijadwalkan di pagi atau sore hari."

Beberapa sekolah telah meminta agar ujian yang dijadwalkan di bulan Ramadhan diadakan di pagi hari, setelah meningkatnya kekhawatiran bahwa siswa yang berpuasa selama bulan suci memiliki tingkat energi yang lebih rendah saat sore hari yang mempengaruhi kinerja mereka.

Keputusan JCQ tersebut dikritik oleh Colin Hart, dari kelompok Christian Concern.

Dia mengatakan kepada Daily Mail: "Mereka harus membiarkan segala hal apa adanya saja."

"Bagaimana Anda dapat mengubah aturan untuk semua orang hanya untuk mengakomodasi sejumlah murid khususnya yang beragama Islam, yang minoritas?"

Namun, Sir Iqbal Sacranie dari Dewan Muslim Inggris mengatakan kepada surat kabar yang sama: "Keputusan ini adil. Tapi ini bukan sebuah hak istimewa dan itu adalah kebijakan di dalam JCQ, yang diterima dan dihargai."

"Orang sering menuduh Muslim menuntut hak khusus dan keistimewaan. Padahak kami tidak pernah menginginkan semua itu."

"Ini adalah relevansi khusus untuk menampung komunitas agama melakukan festival keagamaan mereka, khususnya masyarakat Muslim dan Yahudi, yang mengikuti kalender lunar."

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Soal Pekat, FPI Serang Berharap Pemerintah Bersinergi dengan Ulama

SERANG (Jurnalislam.com) – Maraknya penyakit masyarakat (pekat) yang disebakan semakin menjamurnya fasilitas kemaksiatan di Kota Serang, disebabkan oleh bobroknya pemerintah. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Serang, Ustadz Nasehudin kepada Jurnalislam saat ditemui di kediamannya di Kampung Sudi Mampir, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (6/1/2016).

“Masyarakat kita ini bukan butuh hiburan tapi lagi butuh bantuan, malah diajak hiburan, kan ini fenomena yang tidak lucu,” ujarnya.

Selain itu, Kyai Naseh, sapaannya, menilai pemerintah kurang bersinergi dengan ulama dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat). Menurutnya, di lapangan justru pemerintah menyediakan tempat-tempat maksiat tersebut.

“Kalau saja pemerintah bersinergi dengan alim ulama dan menjalankan nasehat-nasehatnya,” terangnya.

Ustadz Nasehudin juga menjelaskan teknis FPI dalam upaya memberantas Pekat di kota Serang. “Kami melakukan dakwah, investigasi, kalau ada indikasi pekat. Kita layangkan surat kepada pemerintah terkait, kalau pemerintah tidak menanggapi, dikembalikan ke masyarkat untuk bersama bergerak memberantas pekat,” jelasnya.

Menurutnya, hal seperti ini tidak di ekspose dan dipublikasi oleh banyak media dan wajar jika masyarakat menilai FPI melakukan aksi dengan tidak Prosedural dan terkesan arogan.

Ustad Naseh meminta pemerintah tegas dalam menyikapi pekat ini karena ada aturan dalam undang-undang, minimal untuk meminimalisir pekat, jangan sampai hal seperti ini FPI yang selalu bergerak

“Kami berdoa pemerintah yang bekerja, jangan sampai dibalik,” harapnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Iran Tuduh Saudi Sengaja Lakukan Serangan Udara ke Kedutaannya di Yaman

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Iran menuduh koalisi yang dipimpin Arab melakukan serangan udara ke arah kedutaannya di Sanaa ibukota Yaman di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Riyadh, lansir Aljazeera Kamis (07/01/2016).

Kementerian luar negeri Iran mengatakan pada hari Kamis bahwa jet Saudi dengan sengaja menyerang kedutaan besarnya dalam serangan udara yang melukai staf mereka.

"Tindakan disengaja oleh Arab Saudi ini adalah pelanggaran atas semua konvensi internasional yang melindungi misi diplomatik," kata juru bicara kementerian luar negeri Hossein Jaber Ansari seperti dikutip oleh televisi negara.

"Pemerintah Saudi bertanggung jawab atas kerusakan dan situasi anggota staf yang terluka," Ansari menambahkan, tanpa menyebutkan kapan serangan tersebut diduga terjadi.

Koalisi pimpinan Saudi yang bertempur di Yaman akan menyelidiki tuduhan Iran, juru bicara koalisi Brigadir Jenderal Ahmed Asseri mengatakan, menurut laporan kantor berita Reuters.

Asseri mengatakan jet koalisi melakukan serangan berat di Sanaa pada Rabu malam menargetkan peluncur rudal yang digunakan oleh Houthi dalam melawan Arab Saudi.

Dia menambahkan bahwa pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran menggunakan fasilitas sipil, termasuk kedutaan yang ditinggalkan.

Asseri mengatakan koalisi telah meminta semua negara untuk menginformasikan koordinat lokasi misi diplomatik mereka dan bahwa tuduhan yang dibuat atas dasar informasi yang diberikan oleh Houthi "tidak memiliki kredibilitas".

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Analisis: Israel Takut Faksi Bersenjata Suriah di Perbatasan Menyerang

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pusat Studi Urusan Israel – Palestina menurunkan analisis konperhensif terkait kejadian tahun 2015 dan mencoba memprediksi tahun 2016 dari sisi politik dan keamanan, lansir Infopalestina, Kamis (0701/2016).

Bagi Israel, perbatasan utara (Libanon dan Suriah) menjadi kekhawatiran keamanan tersendiri karena berkembangnya peristiwa baru mulai dari Syiah Hezbollah Libanon, faksi-faksi Jihad Suriah dan kelompok bersenjata lainnya juga banyaknya kepentingan dari sejumlah negara di Suriah. Bagi Israel, keamanan di front perbatasan ini mengalami penurunan. Apalagi kelompok bersenjata di Suriah sudah berani melakukan serangan ke target Israel dan ke wilayah Libanon.

Yang ditakutkan Zionis adalah jika konfrontasi terjadi dan mendorong banyak faksi militer di sana terlibat perang dengan Israel. Analisis keamanan Israel dalam menyikapi front utara ini, berusaha membangun koalisi strategi dengan Rusia dan Amerika untuk menjamin dapatnya dukungan.

Beberapa saat lalu, Israel bersama Rusia menyerang kelompok pejuang anti Assad di Suriah. Namun paling dikhawatirkan Israel adalah jika faksi-faksi Palestina ikut bergerak ke wilayah utara ini yang sudah terbuka dan berkoalisi dengan kelompok bersenjata lainnya sehingga akan membalikkan perimbangan kekuatan.

Menurut Pusat Studi ini, wilayah utara menjadi sangat berpengaruh dengan peristiwa Palestina karena terkait dengan Libanon dan Suriah. Namun keterlibatan faksi Palestina  di sana kemungkinan masih kecil peluangnya. Karena akan menyebabkan derita tersendiri bagi pengungsi Palestina di sana, seperti yang terjadi di kamp Yarmouk.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

Pasukan Yaman Rebut Pelabuhan Laut Merah dari Syiah Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour Hadi merebut kota pelabuhan Laut Merah pada hari Rabu (06/01/2016) di barat laut negara itu menyusul pertempuran sengit dengan milisi Syiah yang didukung Iran, kata seorang kepala militer, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis (07/01/2016).

"Kami mengontrol penuh pelabuhan dan kota Midi, bersama dengan benteng bersejarah," kata komandan Daerah Militer Kelima Jenderal Adel al-Qumairi.

Pertempuran intensif berkecamuk di daerah tersebut sejak pertengahan Desember ketika pasukan pemerintah yang dilatih di dekat Arab Saudi melintasi perbatasan dan merebut kota Haradh.

Pemberontak Syiah Houthi, dilaporkan telah menggunakan port Midi untuk membawa senjata ke dalam kubu suku mereka di utara.

Meski kehilangan Midi, Syiah Houthi dan sekutu mereka dari pasukan pemberontak yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, terus mengontrol banyak wilayah di garis pantai.

Pasukan pemerintah mendapat dukungan udara dari koalisi yang dipimpin Arab, yang meluncurkan serangan melawan pemberontak pada bulan Maret setelah pasukan Houthi memasuki kota selatan Aden sehingga Hadi mengungsi sebelum melarikan diri ke Riyadh.

Pada hari Rabu, pesawat-pesawat tempur koalisi mengebom posisi milisi di Sanaa, termasuk kompleks presiden, kata saksi.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam