KH Hasyim Muzadi: Aswaja Persatukan Indonesia

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH Hasyim Muzadi menilai konflik Arab Saudi-Iran tak murni ideologi. Sifatnya masih wacana sehingga dampaknya terbatas pada pertentangan psiko sosial.

"Jadi tidak lagi bisa disebut semata-mata masalah ideologi, tetapi memang bermula dari ideologi, dan perang terbuka bisa terjadi di Indonesia seperti di Iraq dan Syria kalau kita tidak waspada," kata KH Hasyim dalam acara pelantikan 2 DPW dan 28 DPC FPI Jatim, Kamis (7/1/2016).

Oleh karena itu, menurut Pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang dan Depok itu Indonesia harus memperkuat ideologi Pancasila yang sekarang mulai "remang-remang".

"Penegakan Pancasila tidak cukup dengan himbauan, namun harus dengan sistem kenegaraan yang menjamin tegaknya Pancasila serta dukungan rakyat melalui visi keagamaan yang bersinergi dengan Pancasila dan dianut mayoritas bangsa Indonesia, yakni ahlusunah waljamaah," ujarnya.

Ahlussunah waljamaah yang selama ini dianut NU dan Muhammadiyah dan Ormas Islam lainnya telah terbukti dapat mempersatukan Indonesia sepanjang sejarah.

Oleh karena itu pula, menurut KH Hasyim, NU dan Muhammadiyah harus dijaga agar tidak disusupi atau digerogoti ideologi non ahlussunah wal jamaah yang pasti akan memecah belah dan pada gilirannya akan merusak NKRI.

"Sedangkan untuk pertikaian Saudi – Iran, negara yang bisa menyelesaikannya adalah Amerika dan Rusia, dalam konteks PBB, dan tentu Indonesia ikut mendorong. Namun selebihnya kita perkuat Indonesia sendiri," kata anggota Wantimpres itu.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.