Serangan Bom Hantam Pusat Pelatihan Polisi di Libya, 50 Tewas

LIBYA (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan bom di pusat pelatihan polisi di kota Zliten, barat Libya, menewaskan dan melukai puluhan orang, laporan media setempat, lansir World Bulletin, Kamis (07/01/2016).

Sebuah laporan dari kantor berita nasional LANA – milik pemerintah Libya yang diakui secara internasional – mengatakan sedikitnya 15 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam serangan yang mereka katakan adalah bom bunuh diri.

Sebuah kantor berita saingan yang setia kepada pihak berwenang di Tripoli, yang berada dalam kendali Zliten, mengatakan sedikitnya 50 orang tewas dan 127 lainnya luka-luka, mengutip seorang dokter di sebuah rumah sakit Zliten.

Dikatakan ledakan itu disebabkan oleh bom truk dan telah menghantam pusat Zliten, sebuah kota di pantai barat laut Libya.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

 

Iran Blokade Produk Saudi

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Iran pada hari Kamis melarang semua produk dari Arab Saudi setelah Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran dalam krisis yang terjadi saat ini, World Bulletin melaporkan, Kamis (07/01/2016).

"Kabinet telah melarang masuk semua produk Saudi dan produk dari Arab Saudi," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, mencatat bahwa larangan bepergian bagi warga Iran ke kota suci Mekkah di Saudi untuk ibadah haji dan umrah juga dilarang sementara.

Pada saat yang sama, Iran menuduh Arab Saudi menghantam kedutaan di Yaman dengan serangan udara.

"Tindakan disengaja oleh Arab Saudi ini adalah pelanggaran atas semua konvensi internasional yang melindungi misi diplomatik," kata juru bicara kementerian luar negeri Hossein Jaber Ansari.
 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Seorang Pembom Palsu Tewas Ditembak di Kantor Polisi Perancis

PARIS (Jurnalislam.com) – Seorang pria bersenjatakan pisau mengenakan sabuk peledak palsu ditembak dan dibunuh pada hari Kamis setelah ia memasuki kantor polisi Paris, kata pejabat Prancis, lansir Aljazeera, Kamis (07/01/2016).

Penembakan terjadi setahun setelah serangan terhadap surat kabar satir Perancis Charlie Hebdo di Paris, ibukota Perancis.

Luc Poignant, seorang pejabat serikat polisi, mengatakan bahwa pria itu berteriak "Allahu Akbar," bahasa Arab untuk "Allah Maha Besar."

Hanya beberapa menit sebelumnya, di tempat lain di kota, Presiden Prancis Francois Hollande telah selesai melakukan penghormatan kepada petugas polisi yangtewas dalam menjalankan tugas, termasuk tiga yang ditembak mati dalam serangan Januari lalu.

Seorang pejabat kepolisian Paris mengatakan polisi sedang menyelidiki insiden di kantor polisi Paris tersebut yang kemungkinan lebih merupakan tindakan teror bukan hanya tindak pidana standar. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk disebutkan namanya kepada publik sesuai dengan kebijakan polisi.

Lingkungan di Goutte d'Or, distrik utara Paris, ditutup setelah penembakan.

Pada tanggal 7 Januari, 2015, dua bersaudara kelahiran Prancis mengaku anggota  Al Qaeda Peninsula (AQAP) mengeksekusi 11 orang di dalam gedung Charlie Hebdo, kantor majalah satir penghina Nabi Muhammad, serta seorang polisi di luar gedung.

Dua hari berikutnya, serangan juga terjadi di Paris,  tidak terkait dengan serangan sebelumnya, penyerang  menembak mati seorang polisi wanita dan kemudian menyerbu supermarket, menewaskan empat sandera. Seluruh tiga orang bersenjata tersebut tewas oleh Polisi Perancis.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

 

PCNU Probolinggo Ancam Turunkan Massa Tindak Tempat Hiburan Malam

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo kembali mendesak pemerintah Kota Probolinggo untuk menutup tempat- tempat hiburan malam yang sudah meresahkan. Hal tersebut disampaikan wakil ketua PCNU Kota Probolinggo, KH Abdul Halim saat ditemui Jurnalislam di kediamannya di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kadengan, Kota Probolinggo, Ahad (3/1/2016) lalu.

Kyai Halim mengaku PCNU kota Probolinggo telah melayangkan Surat Permohonan penutupan tempat- tempat hiburan malam bermasalah kepada pemkot sejak tahun 2013. Namun, hingga kini belum ada respon dari pemkot Probolinggo.

“Kami telah mengirim surat dan audiensi dan lobi-lobi dengan walikota. Kami dari PCNU kayaknya sudah cukup sabar menanti sekian lama. Maka dari itu, NU akan mempertegas lagi,” kata Kyai Halim.

Dalam surat terakhirnya tanggal 5 Oktober 2015, PCNU kembali meminta walikota untuk mengevaluasi perizinan terhadap tempat-tempat hiburan di kota Probolinggo. Lagi-lagi tidak digubris.

“Sama Walikota surat yang terahir juga tidak direspon,” ujarnya.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. PCNU yang didukung MUI dan umat Islam Probolinggo telah memberikan sejumlah bukti yang menunjukkan tempat-tempat hiburan malam itu telah meresahkan. Diantara tempat hiburan malam itu adalah Ayang Karaoke di Jalan Mastrip Gg. V RT 06 RW 13 Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran.

Kyai Halim mengungkapkan, pengunjung karaoke tersebut kerap menunjukkan sikap yang tidak sopan, mabuk-mabukan serta adanya prostitusi terselubung. Tak hanya itu, beberapa bulan lalu seorang warga menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh pengunjung karaoke yang mabuk.

“Beberapa bulan yang lalu warga di sekitar situ ada yang ditusuk oleh pengunjung karaoke Ayang,” kata Kyai Halim

Kyai Halim juga memperlihatkan arsip surat laporan yang diajukan PCNU sejak 2013. “Sebenarnya bertahun-tahun melalui MUI peringatan ini kami sampaikan, tapi tidak ditanggapi,” ujarnya.

Lambannya respon pemerintah membuat Kyai Halim mulai geram. Ia menegaskan tidak akan ada lagi kompromi. “Kami dari NU tidak akan audiensi lagi, kami tidak melayani audiensi, sikap kami sudah cukup jelas. Kalau mereka (pemkot-red) tidak mau tegas, kami yang akan tegas. Kalau kami diundang untuk audiensi lagi kami tidak akan pernah datang,” tegasnya.

Kyai Halim mengancam akan mengajak ormas-ormas Islam dan pondok-pondok pesantren untuk turun langsung menindak tempat-tempat maksiat di Kota Probolinggo.

“Kami mengeluarkan massa dengan koordinasi MUI tentunya. Kami akan mengirim surat ke pondok- pondok ataupun ormas Islam se-Probolinggo untuk menindaklanjuti tempat hiburan malam yang masih aktif itu,” tegas Kyai Halim.

“Mencegah kemungkaran adalah perintah dari Allah Subhanahu wata’ala sampai kapan pun kami tidak akan pernah berhenti,” tambahnya.

Aksi turun ke jalan untuk menutup tempat-tempat hiburan bermasalah itu sempat akan dilakukan oleh PCNU Probolinggo pada tahun lalu. Tapi, atas saran 12 kyai pengasuh pondok pesantren di Kota Probolinggo, rencana itu ditunda.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Maraknya Pelecehan Agama, MUI: Akibat Penegakkan Hukum Tak Merata

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Pusat, Aminudin Yakub menilai maraknya penistaan agama akhir-akhir ini disebabkan penegakkan hukum (law enforcement) yang tidak merata.

"Law enforcement terkait masalah penistaan dan penodaan agama di Indonesia ini tidak cukup merata. Ada yang sungguh-sungguh dilakukan tindakan law enforcement pada satu kasus, tapi banyak kasus yang lain juga itu tidak serius," keluhnya, Rabu (6/1/2016).

"Tidak serius dalam artian tidak sampai final, tidak sampai keranah hukum, lenyap tidak berbekas," tambahnya.

Menurutya, dengan adanya kasus-kasus tidak tuntasnya penegakan hukum itulah yang menyebabkan tidak adanya efek jera bagi para pelakunya.

"Semestinya seluruh aparat hukum punya treatment yang sama tentang. Kalau treatmennya sama, maka law enforcement itu akan dirasakan masyarakat sehingga masyarakat punya efek jera," pungkasnya.

Reproter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif

 

Seorang Serdadu Israel Tewas dan Lainnya Luka Parah saat Latihan Perang

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang serdadu zionis tewas dan lainnya luka-luka berat saat latihan militer di pangkalan militer Israel di wilayah selatan Palestina terjajah, Infopalestina melaporkan, Rabu (06/01/2016).

Situs “Update Berita – Sampul Israel” menyatakan, seorang tentara Israel tewas dan lainnya luka berat dalam latihan militer di pangkalan militer Taslem, di Palestina selatan.

Situs berita Israel menegaskan, tim medis sudah mengevakuasi mereka ke RS Suroka dengan helikopter.

Sementara Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Ismail Haniyah mengirim sejumlah surat kepada para pemimpin kawasan. Isinya menghimbau mereka untuk mendukung intifadhah al-Quds dan perjuangan rakyat Palestina.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Gerakan Anti Islam Baru, Deklarasi di Inggris

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Sebuah gerakan politik baru yang mendiskreditkan Islam sebagai "ideologi fasis" diluncurkan di Inggris pada Selasa, World bulletin melaporkan, Rabu (06/01/2016).

Pegida Inggris adalah model gerakan anti Islamisasi Barat Jerman yang didirikan di Dresden pada tahun 2014. Cabang lainnya telah didirikan di  Norwegia, Swedia dan Spanyol.

Kelompok Anti Islam Inggris didukung oleh mantan pemimpin anti-imigrasi Liga Pertahanan Inggris Tommy Robinson, yang mengatakan ia ingin menarik pemilih British moderat.

Deklarasi diadakan di sebuah pub di Luton, 70 kilometer (43 mil) utara London. Kota ini sering menjadi sasaran kelompok kanan-jauh karena populasi Muslim yang signifikan.

Dalam video host di akun Facebook kelompok, Robinson mengatakan pada pertemuan ia anti-Islam tetapi tidak rasis.

"Ada beberapa organisasi sayap kanan asli di negeri ini yang membenci saya," katanya. "Aku dikenal sebagai Zionis dan pedagang ras karena aku benar-benar tidak menentang orang kulit hitam, saya tidak menentang imigran – Aku menentang Islam sebagai ideologi fasis."

Kelompok ini akan dipimpin oleh Paul Watson, yang mengatakan proses politik Inggris itu "tidak mewakili rakyat negeri ini."

"Kami punya 60 persen orang yang sangat peduli tentang imigrasi massal dan tentang Islam, terutama sisi Islam itu," katanya.

Kelompok ini mengumumkan pawai pertama akan diadakan di Birmingham, kota terbesar kedua di Inggris.

Otoritas setempat mengatakan akan menentang acara tersebut.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Qatar Panggil Dubesnya di Iran

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar memanggil pulang dubesnya di Teheran pada hari Rabu (06/01/2016) sebagai protes atas serangan yang menargetkan misi diplomatik Arab Saudi di Iran, kata pernyataan kementerian luar negeri, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu.

"Kementerian memanggil pagi ini duta besar Qatar untuk Teheran dengan alasan serangan terhadap kedutaan Kerajaan Arab Saudi di Teheran …," dikutip Khalid Ibrahim Abdulrahman Al-Hamar, direktur Departemen Urusan Asia.

Sikap Doha ini mirip dengan tindakan yang diambil oleh negara-negara lain di Teluk menyusul serangan terhadap misi Saudi, oleh para pengunjuk rasa yang marah atas eksekusi Riyadh terhadap tokoh Syiah Nimr al-Nimr.

Arab Saudi dan Bahrain telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran dan Kuwait juga telah menarik duta besarnya.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Taliban: 8 APC Hancur, 21 Tentara Musuh Tewas dan Terluka dalam Bentrokan Lanjutan di Marjah

HELMAND (Jurnalislam.com) – Pejabat melaporkan dari kabupaten Marjah bahwa hari Rabu sore Mujahidin Imarah Islam terlibat baku tembak dengan pasukan ANA (Afghanistan National Army) dan agresor AS yang masuk wilayah antara wilayah Camp dan pusat kabupaten hingga malam dengan bantuan kekuatan udara, lansir Al Emarah News Rabu (06/01/2016).

Mujahidin sejauh ini menghancurkan 8 APC musuh serta membunuh dan melukai 21 tentara ANA, pejabat mengatakan menambahkan bahwa 3 Mujahidin juga telah terluka dalam bentrokan yang sedang berlangsung,

Rincian lebih lanjut tentang pertempuran akan diperbarui ketika informasi tiba.

Sehari sebelumnya di lokasi yang sama, seorang pasukan aggressor AS tewas dan melukai dua lainnya serta sebuah helicopter AS ditembak jatuh Taliban.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Serangan Udara Rezim Suriah Bunuh 20 Warga Sipil di Ghouta Timur

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Dua puluh warga sipil tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, dan 50 lainnya terluka Rabu (06/01/2016) ketika rezim Bashar al-Assad melakukan beberapa serangan udara di daerah Ghouta Timur dekat Damaskus, sumber Pertahanan Sipil mengatakan kepaada Anadolu Agency.

Sumber, yang berbasis di daerah  yang menjadi target, mengatakan pesawat-pesawat tempur Suriah telah menyerang kota-kota Zamalka, Misraba dan kota Douma.

Saat ini wilayah tersebut dikuasai oleh pejuang oposisi anti-Assad, Ghouta Timur merupakan bagian dari provinsi Rif Dimashq Suriah.

Selama tiga tahun terakhir, daerah telah diblokade pemerintah rezim Suriah, menutup aliran listrik dan air.

Menurut angka PBB, perang global Suriah – akan memasuki tahun keenam – 250.000 orang telah tewas dan mengubah negara itu menjadi sumber pengungsi terbesar di dunia.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam