Soal Pekat, FPI Serang Berharap Pemerintah Bersinergi dengan Ulama

SERANG (Jurnalislam.com) – Maraknya penyakit masyarakat (pekat) yang disebakan semakin menjamurnya fasilitas kemaksiatan di Kota Serang, disebabkan oleh bobroknya pemerintah. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Serang, Ustadz Nasehudin kepada Jurnalislam saat ditemui di kediamannya di Kampung Sudi Mampir, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (6/1/2016).

“Masyarakat kita ini bukan butuh hiburan tapi lagi butuh bantuan, malah diajak hiburan, kan ini fenomena yang tidak lucu,” ujarnya.

Selain itu, Kyai Naseh, sapaannya, menilai pemerintah kurang bersinergi dengan ulama dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat). Menurutnya, di lapangan justru pemerintah menyediakan tempat-tempat maksiat tersebut.

“Kalau saja pemerintah bersinergi dengan alim ulama dan menjalankan nasehat-nasehatnya,” terangnya.

Ustadz Nasehudin juga menjelaskan teknis FPI dalam upaya memberantas Pekat di kota Serang. “Kami melakukan dakwah, investigasi, kalau ada indikasi pekat. Kita layangkan surat kepada pemerintah terkait, kalau pemerintah tidak menanggapi, dikembalikan ke masyarkat untuk bersama bergerak memberantas pekat,” jelasnya.

Menurutnya, hal seperti ini tidak di ekspose dan dipublikasi oleh banyak media dan wajar jika masyarakat menilai FPI melakukan aksi dengan tidak Prosedural dan terkesan arogan.

Ustad Naseh meminta pemerintah tegas dalam menyikapi pekat ini karena ada aturan dalam undang-undang, minimal untuk meminimalisir pekat, jangan sampai hal seperti ini FPI yang selalu bergerak

“Kami berdoa pemerintah yang bekerja, jangan sampai dibalik,” harapnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.