Jamaah Ansharusyariah: Indonesia Harus Tiru Sikap Tegas Arab Terhadap Iran

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemutusan hubungan diplomatik negara-negara Arab terhadap Iran ditanggapi positif oleh Jamaah Ansharusy Syariah. Melalui juru bicaranya, Abdul Rachim Ba’asyir menilai, keputusan tersebut akan memberi efek positif bagi umat Islam secara umum.

“Kita berharap dengan semakin banyak negara yang memutuskan hubungan diplomatiknya kepada Iran akan menjadikan Iran tidak banyak bisa bergerak melakukan kedzalimannya di berbagai belahan dunia,” ujarnya kepada Jurnalislam di Surakarta, Kamis (7/1/2016).

Ustadz Iim, sapaan karibnya, berharap keputusan tersebut segera diikuti oleh negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

“Kita juga berharap agar Indonesia bisa bersikap tegas pada Iran, karena Iran sebagai negara yang mensupport berbagai kegiatan pelanggaran HAM di dunia seperti Suriah,” tegasnya.

Selain itu, Iran juga terbukti mendukung gerakan-gerakan yang mengacaukan keamanan negara- negara seperti dukungannya terhadap pemberontak Syiah Hautsi di Yaman dan Hezbollah di Lebanon.

“Jika Indonesia membiarkan pengaruh Iran menyebar di negara ini, maka bisa jadi konflik akan segera muncul di negeri ini,” cetusnya.

Ustadz Iim menilai, Iran tengah berupaya memperluas hegemoninya dengan cara yang buruk. Iran telah menghalalkan segala cara hingga menumpahkan darah untuk menggapai tujuannya itu.

“Termasuk di negara kita saat ini sedang dalam proses diprovokasi untuk terjadi pertumpahan darah serta perseteruan antar sesama muslim,” ungkapnya.

Ustadz Iim menjelaskan, Iran sebagai negara yang menganut ideologi Syiah jelas tidak akan suka dengan keberadaan kaum muslimin khususnya Ahlu Sunnah wal Jamaah (sunni).

“Mereka berusaha menghancurkan kekuatan Islam walau dia bertopengkan dengan topeng Islam. Sejarah membuktikan hal tersebut,” katanya.

Faktanya, peran Iran sangat besar dalam membuka jalan Amerika untuk menjajah Afghanistan dan Iraq. Menurutnya, hal tersebut merupakan kelanjutan dari peran tokoh- tokoh Syiah pada zaman pemerintahan Daulah Abbasiyyah yang juga membuka jalan bagi tentara Mongol pimpinan Jenghiz Khan dan Holako Khan untuk masuk ke Iraq dan menumpahkan darah ratusan ribu kaum muslimin di sana serta menghancurkan peradaban Islam yang ada di sana. Salah satunya adalah dihancurkannya perpustakaan Darul Hikmah di Baghdad yang didalamnya terdapat ribuan buku-buku karya ilmuan Islam saat itu.

“Maka dunia harus melihat bahwa kesadaran negara-negara dunia untuk mewaspadai kiprah Iran yang merusak negara- negara yang dimasuki oleh agen-agennya adalah sebuah sikap yang tepat dan menjaga kestabilan politik dalam negerinya,” pungkasnya.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.