Taliban Cegat Konvoi Musuh di Wardak, 2 Tank Hancur 11 Tewas

WARDAK (Jurnalislam.com) – Sebanyak 11 pasukan boneka tewas dan 8 lainnya  terluka selama pertempuran sengit di provinsi Wardak di Afghanistan, menurut laporan Al-Emarah News, Rabu (10/02/2016).

Dikatakan Mujahidin menyergap konvoi musuh di distrik Nerkh provinsi ini dini hari tadi, menargetkan konvoi dengan senjata berat dan serangan IED di mana dua tank lapis baja hancur.

Seorang komandan terkenal, Faizullah ada diantara 11 tentara boneka tewas dalam pertempuran itu.

Menurut laporan lain dari Wardak, pasukan boneka musuh Nazme-Ama, atau polisi ketertiban sipil tewas dalam serangan yang ditargetkan di distrik Jalrez provinsi Wardak.

Juga di hari Rabu Mujahidin Imarah Islam di kabupaten Musa Kala melancarkan serangan bersenjata pada pos pemeriksaan strategis bukit Janjali yang terletak di daerah Do Aab sekitar pukul 01:00 waktu setempat.

Serangan itu berlangsung sekitar setengah jam. Pos dikuasai, 10 pasukan Arbaki  tewas dan sisanya terpaksa melarikan diri, 13 senapan dan 3 senapan mesin dengan 6000 putaran, 2 peluncur RPG dengan 25 putaran, 2 senapan mesin peluncur granat, sebuah senapan mesin berat DShK, potongan artileri SPG-9 dan sejumlah besar peralatan militer lain disita.

Segala puji bagi Allah saja, tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam keberhasilan operasi.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Inilah Rencana Baru Rusia untuk AS di Suriah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia telah mengajukan rencana baru tentang  perang  Suriah ke AS, kantor berita Rusia TASS mengutip Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan harian Komsomolets Moskovsky pada hari Selasa, lansir World Bulletin Rabu (10/02/2016).

Usulan Rusia yang baru ternyata tidak termasuk penggantian Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Tanpa mengungkapkan rincian, saya katakan bahwa tidak seperti rekan lain, salah satunya adalah Amerika, yang terus-menerus mendesak deklarasi gencatan senjata segera, dan bersikeras agar Bashar Assad mundur, kami menyarankan skema yang benar-benar nyata dalam kontak dengan Washington," TASS mengutip pernyataan Lavrov.

Dia dilaporkan berharap bahwa, "Proposal Rusia sangat sederhana dan tidak akan memakan waktu terlalu lama bagi Washington untuk mempertimbangkan".

Pekan lalu, pembicaraan perdamaian yang dipimpin PBB di Jenewa antara rezim Suriah dan oposisi moderat dihentikan, setelah Rusia dan rezim Assad beserta sekutunya meningkatkan serangan militer pada posisi mujahidin dan oposisi di dekat Aleppo yang menimbulkan ratusan korban warga sipil.

Pendukung rezim, terutama Rusia dan Iran, sejauh ini menyerukan Assad untuk menjadi bagian dari proses transisi.

Turki, yang telah mengambil sejumlah besar pengungsi Suriah, sangat menentang jika Assad tetap dalam kekuasaan dan mendesak bahwa rezim Assad harus bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Suriah.

Lebih dari 250.000 orang telah tewas dan lebih dari 11 juta penduduk telah mengungsi akibat perang global, yang telah berlangsung lima tahun, menurut PBB.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Serdadu Zionis Tembak Mati Bocah Palestina dalam Bentrokan di Kamp Pengungsi

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan pejajah Israel (IOF) pada Rabu siang (10/02/2016) menembak mati seorang bocah Palestina dalam bentrokan yang meletus ketika zionis masuk ke kamp pengungsi Al-Arroub di selatan Betlehem, Palestine News Network melaporkan, Rabu.

Omar Madi Jawabreh, 16 tahun, diumumkan meninggal di rumah sakit pemerintah Beit Jala, dan bentrokan masih berlanjut di kamp bahkan setelah penembakan.

Sebelumnya media Zionis melaporkan bahwa seorang pemukim Zionis terluka karena ditikam seorang pemuda Palestina di dekat permukiman Yahudi Nevi Daniel yang berdiri di atas tanah warga Palestina di selatan kota Betlehem.

Polisi dan dinas keamanan Zionis langsung ke lokasi kejadian dan melakukan operasi penggeledahan dan pencarian pelaku yang berhasil meninggalkan lokasi, bersamaan dengan pengerahan secara massif pasukan militer di dekat permukiman Yahudi Nevi Daniel.

 

Deddy | PNN | Jurnalislam

 

MUI Jember Imbau Umat Islam Bersinergi Hadapi Kemunkaran

JEMBER (Jurnalislam.com) –  Ketua MUI Kabupaten Jember, Prof Dr Halim Soebahar mengajak seluruh elemen umat Islam untuk bersinergi dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Menurutnya, sinergitas antar elemen umat Islam akan menciptakan kekuatan yang dahsyat dalam memerangi kemaksiatan dan kemunkaran.

“Di Jember, pencegahan terhadap kemaksiatan dan kemungkaran selalu dilakukan dan dikoordinasikan bersama, tokoh agama, polres, tokoh organisasi dan pers selalu bersinergi,” katanya kepada Jurnalislam, Selasa (9/2/2016).

“Kekuatan sinergi adalah kekuatan yang sangat dahsyat, sehingga menghadapi persoalan berat, persoalan rumit, bisa terurai dan diperoleh solusi yang baik,” sambungnya.

Terkait Valentines Day, Prof Halim mengatakan, MUI Kabupaten Jember telah berkoordinasi dengan banyak pihak termasuk pemerintah, ulama dan zuama (pejabat) untuk mencegah VD.

“Selama pihak-pihak tersebut bersinergi, dampak tidak akan meluas,” tandasnya.

Prof Halim mengatakan, kemunkaran ibarat paham yang memiliki seribu nyawa, ketika satu mati akan muncul yang lainnya.

“Demikian halnya dengan valentine day, meski jelas-jelas agama Islam melarang, tapi pelanggar larangan takkan pernah berakhir di muka bumi. Disitulah perlunya amar ma'ruf nahi mungkar secara bersinergi,” tegasnya.

Reporter: Budi Eko | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bukan Ajaran Islam, MUI Kota Bima Haramkan Umat Islam Rayakan VD

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima Drs. H. Saleh Ismail menyatakan, umat Islam haram ikut merayakan Valentines Day (VD). Sebab, VD merupakan ajaran agama lain.

“Valentines day atau lebih dikenal dengan hari kasih sayang itu tidak ada dalam ajaran agama Islam. Maka kalau ada orang Islam yang ikut merayakannya berarti dia sudah ikut melaksanakan ajaran agama di luar Islam, dan itu merupakan perkara yang haram,” tegasnya kepada Jurnalislam, Kamis (10/2/2016).

Selain itu, lanjutnya, hari valentin juga merupakan salah satu puncak dari pada kemaksiatan. “Mereka datang dengan pasangannya dengan dalih ingin merayakan hari kasih sayang kemudian berbuat semaunya, sehingga menimbulkan sebuah tindakan yang melanggar norma dan ajaran Islam” ujarnya.

“Oleh karena itu umat Islam tidak boleh sama sekali ikut merayakan hari valentin karena itu sudah mutlak keharamannya, apalagi melakukan tindakan-tindakan maksiat yang melanggar ajaran Islam,” sambungnya.

Kalau memang ingin mencurahkan rasa kasih sayang kenapa harus menunggu momen tertentu. “Toh tiap saat juga kita bisa mencurahkan rasa kasih sayang. Dan rasa kasih sayang itu seharusnya kita berikan kepada orang tua, keluarga, guru, dan lainnya, bukan malah diberikan kepada pasangan yang statusnya bukan muhrim dan haram buat kita,” anjurnya.

Haji Saleh melihat, kebanyakan remaja hari ini tidak paham apa itu hari valentin, karena prinsip mereka yang penting bisa bersenang-senang. “Walaupun akhirnya nanti mereka melanggar norma dan ajaran Islam,” katanya.

Haji Sale mengimbau kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, karena orang tua adalah benteng yang pertama bagi mereka.

“Kemudian benteng yang kedua adalah masyarakat, masyarakat juga harus peduli terhadap orang yang berbuat salah, maka disitulah letak amar ma’ruf nahi munkar, yaitu meluruskan orang yang berbuat kesalahan,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Soal Pesantren ‘Radikal’, Pengamat: BNPT Ikuti Perintah Amerika

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa Nahrawardaya menilai, tudingan radikal terhadap 19 pesantren oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merupakan kelanjutan dari rilis Amerika paska tragedi World Trade Center (WTC) yang menyebut ada tiga pesantren ‘radikal’ di Indonesia.

“Paska bom di Amerika yang menghancurkan dua tower WTC, kemudian Amerika merilis 3 nama Pesantren di Indonesia, kalau sekarang berkembang menjadi 19 ini merupakan perkembangan yang luar biasa dalam rangka untuk mengopinikan bagaimana pesantren ini adalah sebagai sesuatu yang menjadi daya tarik bagi BNPT untuk dijadikan objek deradikalisasi,” paparnya kepada dalam acara Makna dan Peristiwa Tv One, Rabu (10/2/2016).

Musthofa juga menilai bahwa pola yang digunakan oleh BNPT dengan menyebut pesantren sebagai lembaga itu bermasalah.

“Pola ini bermasalah, istilah 19 pesantren ini sudah lembaga bukan oknum, jadi kalau yang disasar adalah pribadi tentu tidak boleh lagi menggunakan kata pesantren, karena ini akan menghantam semua pesantren yang ada di Indonesia,” terangnya.

Ia menjelaskan, pesantren memiliki tiga fungsi. Pertama, pesantren sebagai pendidikan dasar-dasar agama Islam. Kedua, sebagai pencetak pemimpin perekat umat, dan yang ketiga Pesantren sebagai pemberdayaan umat.

“Kalau pesantren ini dibidik Amerika dan seluruh dunia yang menjadi “anak buah” Amerika untuk menghajar teroris atau radikal, tentu 3 hal tersebut akan dihajar pula,” tegasnya.

Pengamat terorisme ini menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang “membebek” kepada kemauan Amerika.

“Mestinya kalau Amerika mengajak perang melawan terorisme dengan mengkampanyekan deradikalisasi, kalau saya sebagai orang Indonesia saya akan mempertahankan rasa nasionalisme saya, tidak kemudian langsung percaya, langsung ikut “menjadi bebek” kita harus kritis karna kita tidak sama dengan Amerika,” tegasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

DDII Jabar Gelar Konsolidasi Umat Menghadang LGBT

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat mengadakan acara Konsolidasi Umat Menghadang LGBT di Aula DDII Jabar Jalan Pungkur No. 151, Bandung, Selasa (9/2/2016).

“Ini adalah konsolidasi para aktifis dakwah untuk menghadang gerakan LGBT di Jawa Barat. Tujuan dari acara ini adalah untuk mensinergikan serta sosiaslisi penyimpangan LGBT,” kata pembicara Dr Fahmi Salim.

Semakin beraninya kaum LGBT menunjukkan eksistensinya dinilai Fahmi sebagai sesuatu yang sangat berbahaya bagi generasi bangsa.

“Kita tidak membenci manusianya tapi yang kita benci adalah perilakunya, penyakitnya, dampaknya, penularannya dan juga kerusakan moral dan kerusakan fisik dari generasi bangsa,” ujarnya.

Selain itu, acara tersebut diadakan untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa selain menjadi penyebab terbesar tersebarnya penyakit HIV/AIDS, keberadaan kaum LGBT juga telah melanggar hukum.

“Oleh sebab itu, menjadi kewajiban kita semua untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menghadang perkembangan LGBT karena akan membahayakan moralitas anak-anak kita dan membahayakan sekali bagi agama. Dan juga perlu ada langkah-langkah hukum, langkah-langkah edukatif,” ungkapnya.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

LGBT Harus Dikriminalisasi, MIUMI Akan Ajukan Judicial Review

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) saat ini tengah menyusun cara untuk mengkriminalisasi kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) berikut para pendukungnya.

Demikian dikatakan Wasekjen MIUMI, Dr. Fahmi Salim dalam acara Konsolidasi Umat Menghadang LGBT yang diselenggarakan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat di Aula DDII Jabar Jalan Pungkur No. 151, Bandung, Selasa (9/2/2016)

“Selama ini memang persoalan LGBT tidak masuk dalam tindak kriminal apapun sehingga mereka tidak merasa ada kriminalisasi dan merasa bebas,” katanya.

Fahmi melanjutkan, selama ini para pegiat LGBT merasa boleh mengembangkan dan mengampanyekan gerakan mereka dengan dalih Hak Asasi Manusia (HAM).

Oleh sebab itu, Fahmi menegaskan, harus ada hukum positif yang menjerat para pelaku dan pendukung LGBT. “Kalau fatwa (MUI) sudah ada, tinggal dari hukum positif bagaimana memposisikan mereka (LGBT) ini,” tegasnya.

“Kalau masalah legal standing perkawinan di Indonesia No 174 itu tidak memungkinkan mereka bisa diakui perkawinannya. Karena perkawinan itu kan antara laki-laki dan perempuan dan harus sesuai dengan norma agama, nah mereka sudah mentok di situ,” sambungnya.

Namun, lanjutnya, yang paling dikhawatirkan dari kaum LGBT bukan soal perkawinannya akan tetapi perilakunya.

“Mungkin mereka gak berpikir untuk kawin tapi perilakunya itu. Jadi mereka seperti berzina, gonta-ganti pasangan, nah ini harus dijerat secara hukum. Ini celah yang mereka manfaatkan untuk bebas untuk mempraktekan itu. Selama tidak ada pasal yang menjerat perilaku LGBT, mereka akan terus merasa aman,” paparnya.

Atas dasar itu, Fahmi mengatakan, MIUMI akan mengajukan judicial review pasal 292 KUHP ke Mahkamah Konstitusi. “Ini yang harus kita kejar, judicial review pasal 292 KUHP,” ujarnya.

“Judicial review ini saya pikir agenda yang sangat mendesak, untuk masuk dalam pasal perzinahan. Kalau bisa goal, itu luar biasa dampaknya besar,” tandasnya.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Anshar al Syariah Tembak Jatuh Jet Tempur Libya di Derna

LIBYA (Jurnalislam.com) – Anshar al Sharia, sebuah kelompok al Qaeda, mengatakan  telah menembak jatuh sebuah jet Libya sebelumnya hari ini. Pernyataan tersebut telah diposting di Twitter yang dikelola oleh sayap media Anshar al Syariah (Al Rayah Media) dan stasiun radio Anshar al Sharia mengatakan bahwa brigade pertahanan udara khusus bertanggung jawab atas serangan jet tersebut, The Long war Journal melaporkan Selasa (09/02/2016).

Kepala Staf Angkatan Udara Libya, Brig. Jenderal Saqr al-Jaroushi, mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa pesawat tempur MIG32 Libya benar ditembak jatuh. Al-Jaroushi menambahkan "pilot berhasil keluar dan mendarat dengan selamat."

Meskipun Islamic State (IS) telah tumbuh di Libya sejak 2014, kepemimpinan Anshar al Sharia tetap setia kepada al Qaeda global. Anshar al Sharia mengoperasi kamp pelatihan sendiri di Derna dan di tempat lain di Libya. Koalisi faksi-faksi  jihad yang dikenal sebagai Mujahidin Shura Council (MSC) juga menahan kehadiran IS di kota Libya timur tersebut.

MSC, yang dibentuk pada akhir tahun 2014, memblok pergerakan IS di Derna. Kedua belah pihak telah berulang kali bentrok. Pada pertengahan 2015, MSC mendorong pengikut Abu Bakar al Baghdadi keluar dari persembunyian mereka di dalam kota.

Anshar al Syariah Libya dan MSC keduanya didukung oleh al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), cabang resmi Al Qaeda di Afrika Utara.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Jerman Peringatkan Rusia atas Serangannya di Aleppo

BERLIN (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier telah memperingatkan bahwa serangan militer baru-baru ini di Aleppo yang dilakukan oleh Rusia dan rezim Assad dapat membahayakan pembicaraan damai dengan oposisi Suriah, World Bulletin melaporkan, Selasa (09/02/2016).

“Situasi saat ini harus ditunjukkan kepada semua orang bahwa siapa pun yang mengandalkan solusi militer di Suriah akan mengalami lagi lima tahun perang ke depan. Hal ini tidak bisa menjadi alternatif, “kata Steinmeier dalam konferensi pers bersama dengan rekan Kroasia-nya, Miro Kovac di Berlin.

“Kita harus membuka jalan bagi proses politik, dan kami akan mencobanya lagi pada hari Kamis,” katanya.

Pada hari Kamis Steinmeier menjadi tuan rumah untuk pertemuan para menteri luar negeri dari AS, Rusia dan daerah kekuasaan termasuk Arab Saudi, Iran dan Turki di kota Jerman selatan Munich, sehari sebelum Konferensi Keamanan Munich ke-52.

Pembicaraan damai yang dipimpin PBB di Jenewa antara rezim Suriah dan oposisi moderat dihentikan pekan lalu, setelah Rusia dan rezim Assad meningkatkan serangan militer mereka di dekat Aleppo.

“Saya bisa mengerti saat oposisi mengatakan bahwa kita tidak bisa duduk di meja dan bernegosiasi di Jenewa ketika orang-orang kami terus berada di bawah pemboman dan tidak dapat memiliki akses bantuan kemanusiaan,” kata Steinmeier.

Dia memperingatkan tentang harapan besar dari pertemuan hari Kamis dan mengatakan pihak yang bertikai masih jauh dari mencapai gencatan senjata.

“Secara signifikan mengurangi pertempuran dan terutama memberikan bantuan kemanusiaan akan menjadi tujuan utama kami. Apakah kita akan mencapai hal ini pada hari Kamis, saya tidak bisa mengatakan ini pada hari ini, “katanya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam