BERLIN (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier telah memperingatkan bahwa serangan militer baru-baru ini di Aleppo yang dilakukan oleh Rusia dan rezim Assad dapat membahayakan pembicaraan damai dengan oposisi Suriah, World Bulletin melaporkan, Selasa (09/02/2016).
“Situasi saat ini harus ditunjukkan kepada semua orang bahwa siapa pun yang mengandalkan solusi militer di Suriah akan mengalami lagi lima tahun perang ke depan. Hal ini tidak bisa menjadi alternatif, “kata Steinmeier dalam konferensi pers bersama dengan rekan Kroasia-nya, Miro Kovac di Berlin.
“Kita harus membuka jalan bagi proses politik, dan kami akan mencobanya lagi pada hari Kamis,” katanya.
Pada hari Kamis Steinmeier menjadi tuan rumah untuk pertemuan para menteri luar negeri dari AS, Rusia dan daerah kekuasaan termasuk Arab Saudi, Iran dan Turki di kota Jerman selatan Munich, sehari sebelum Konferensi Keamanan Munich ke-52.
Pembicaraan damai yang dipimpin PBB di Jenewa antara rezim Suriah dan oposisi moderat dihentikan pekan lalu, setelah Rusia dan rezim Assad meningkatkan serangan militer mereka di dekat Aleppo.
“Saya bisa mengerti saat oposisi mengatakan bahwa kita tidak bisa duduk di meja dan bernegosiasi di Jenewa ketika orang-orang kami terus berada di bawah pemboman dan tidak dapat memiliki akses bantuan kemanusiaan,” kata Steinmeier.
Dia memperingatkan tentang harapan besar dari pertemuan hari Kamis dan mengatakan pihak yang bertikai masih jauh dari mencapai gencatan senjata.
“Secara signifikan mengurangi pertempuran dan terutama memberikan bantuan kemanusiaan akan menjadi tujuan utama kami. Apakah kita akan mencapai hal ini pada hari Kamis, saya tidak bisa mengatakan ini pada hari ini, “katanya.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam