Rusia Ingin Lakukan Gencatan Senjata Namun Masih Membombardir Warga Sipil Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia siap untuk membahas kemungkinan gencatan senjata di Suriah, kata seorang pejabat, Kamis, sebelum pertemuan penting dari kekuatan utama di Jerman tentang cara mengakhiri lima tahun perang global Suriah, Aljazeera melaporkan Kamis (11/02/2016).

"Kami siap membahas modalitas gencatan senjata di Suriah," Gennady Gatilov, wakil menteri luar negeri, dikutip oleh kantor berita TASS. "Ini adalah yang akan dibicarakan di Munich."

Mengutip seorang pejabat Barat yang tidak disebutkan namanya, kantor berita Reuters melaporkan Rabu bahwa Rusia mengusulkan gencatan senjata dimulai 1 Maret.

Kekuatan internasional, termasuk Rusia, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Iran, bertemu pada hari Kamis di Jerman dalam upaya memulai kembali perundingan perdamaian Suriah di Jenewa yang ditunda awal bulan ini.

Serangan rezim Suriah di sekitar kota Aleppo, yang didukung oleh serangan brutal pesawat tempur Rusia, telah mengirimkan puluhan ribu orang melarikan diri ke perbatasan Turki, menempatkan pembicaraan Jenewa dalam bahaya.

Reporter Al Jazeera Rory Challands, melaporkan dari Moskow, mengatakan bahwa AS dan sekutunya mungkin akan melihat tawaran gencatan senjata Rusia dengan skeptisisme.

"Analisa AS adalah bahwa gencatan senjata ini memberikan lebih banyak waktu bagi serangan yang saat ini sedang berlangsung di wilayah Aleppo untuk mendorong mundur para pejuang, kemungkinan akan terjadi kemenangan militer penuh," kata Challands.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengecam koalisi pimpinan AS di Suriah karena menolak untuk memberikan data target intelijen di sana.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara kementerian pertahanan, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa Rusia telah berbagi data intelijen mereka dengan AS yang telah mengambil data tersebut – namun AS belum membalas berbagi data.

Konashenkov mengatakan Moskow telah berulang kali meminta data intelijen kepada Washington dan sekutunya untuk dalam tuduhan bahwa Rusia menargetkan objek yang salah.

Sedikitnya 50.000 warga Suriah telah melarikan diri dari pertempuran di Aleppo, Komite Internasional Palang Merah mengatakan pada hari Rabu, menambahkan bahwa pasokan air telah terganggu di beberapa bagian provinsi.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan pada hari Rabu bahwa sedikitnya 500 orang warga sipil telah tewas sejak rezim Nushairiyah Suriah, yang didukung oleh serangan udara Rusia, melancarkan serangan besar dari utara Aleppo pada tanggal 1 Februari.

Serangan brutal pesawat tempur  Rusia yang dimulai pada bulan September perang telah menunjukkan dukungannya pada pasukan Syiah Bashar al-Assad.

Pemerintah Suriah menguasai wilayah barat Aleppo, kota terbesar Suriah, sementara para mujahidin memegang bagian timur, tapi situasi di pedesaan sebagian besar hancur.

Upaya diplomatik terbaru untuk mengakhiri konflik Suriah melalui pembicaraan damai dihentikan di Jenewa awal bulan ini sampai 25 Februari setelah utusan PBB Staffan de Mistura mengatakan bahwa ada lebih banyak pekerjaan yang diperlukan untuk membuat kemajuan.

Oposisi moderat Suriah mengatakan bahwa ia tidak akan menghadiri pembicaraan yang dijadwalkan kecuali pemerintah mengakhiri serangan udara dan mencabut pengepungan di kota-kota.

Pembicaraan damai dimaksudkan untuk mengembangkan sebuah "peta jalan" untuk mengakhiri konflik hampir lima tahun yang telah membunuh lebih dari 250.000 warga Suriah.

Konflik juga telah menciptakan jutaan lebih pengungsi dan mengirim ratusan ribu melarikan diri sebagai pengungsi ke Eropa.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Ormas Islam dan Mahasiswa Bandung Demo Tolak LGBT di Depan Gedung Sate

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sejumlah massa dari berbagai organisasi Islam seperti KAMMI, API Jabar, Pemuda Persis, Pemuda Istiqomah, GPII, DDII, Garis, dan Jundullah ANNAS melakukan aksi damai menolak gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di depan Gedung Sate Bandung, Kamis (11/2/2016). Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari konsolidasi ormas Islam menolak LGBT yang digelar di kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat pada Rabu (10/2/2016). 

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandung yang ikut dalam aksi tersebut menegaskan bahwa LGBT secara prinsip bertentangan dengan nilai-nilai agama, kepribadian dan budaya bangsa Indonesia yang religius.

Sebagaimana dilansir Suara-Islam Online, dalam rilisnya, KAMMI menyebut bahwa LGBT tidak tepat dipandang sebagai Hak Asasi Manusia (HAM) dan bukan fenomena natural, tetapi suatu kelainan dan masalah sosial yang memerlukan penanganan secara baik dan komprehensif.

Perkembangan LGBT dewasa ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan terhadap kehidupan keagamaan, moral dan tatanan sosial bangsa Indonesia di masa mendatang.

Oleh karena itu, KAMMI meminta pemerintah agar mengambil sikap dan langkah tegas sesuai hukum dan konstitusi untuk tidak memberi pengakuan dan melegalisasi perilaku homoseksualitas dan perkawinan sesama jenis di seluruh wilayah Indonesia.

Mereka juga menuntut pemerintah agar menertibkan pihak-pihak yang secara sengaja menampilkan, mengampanyekan, menyebarluaskan pembenaran, mengajak kepada perilaku dan gaya hidup LGBT.

Selain itu, mereka juga mengajak semua pihak dari mulai orang tua, guru dan lainnya untuk aktif berperan dalam melindungi masyarakat dari bahaya LGBT.

Ally | Jurnalislam 

HTI Banten: VD dan LGBT adalah Buah Liberalisme dan Sekularisme

SERANG (Jurnalislam.com) – Koordinator Lajnah Khusus Mahasiswa (LKM) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Banten, Surahman M.E. menilai, Valentines Day (VD) dan Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) adalah buah dari liberalisme dan sekulerisme. Menurutnya, para pegiat VD dan LGBT menjadikan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai tameng untuk melegalkan aktivitas mereka.

“Kaum muslimin terjebak dengan hal ini dan sebenarnya banyak dari umat yang tidak tahu tentang ini,” katanya saat ditemui Jurnalislam di Masjid Agung At- Tsaurah Jalan Maulana Yusuf Serang, Kota Serang, Banten, Kamis (11/2/2016).

Surahman mengatakan, virus merah jambu (sebutan untuk VD) sudah bermetafosa, “Kalau dahulu pemuda-pemudi menjadikan VD suatu ajang untuk berpacaran, tapi sekarang sudah merambat kepada seks bebas, terbukti dengan penjualan Kondom yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Menanggapi LGBT yang tengah marak dibicarakan, Surahman mengatakan, LGBT itu sudah ada sejak dahulu dan sekarang menjadi ramai dan masif pascaAmerika melegalkan pernikahan sejenis. Hal tersebut dinilianya menjadi titik ruang bagi kaum LGBT di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk memperjuangkan itu di ruang akademis, seperti kasus di Universitas Indonesia kemarin.

“Mereka memperjuangkan ini cukup lama, dan sekarang menjadi booming ketika mereka mendapatkan momentum dan ruang, yang menjadi masalah adalah ini berbahaya untuk umat, khususnya umat Islam,” tegasnya

Untuk meredam hal tersebut, HTI selalu berdakwah kepada umat dan melakukan aksi penolakan free sex, pornografi dan porno aksi.

Dosen IAIN Serang itu menambahkan, negara perlu mengadopsi kebijakan syariah dalam masalah LGBT agar para pelaku dan pegiatnya mendapat efek jera.

“hal ini tentu kurang maksimal jika tidak adanya peran Negara secara politik untuk membuat kebijakan syariah dengan mengadopsi syariah sehingga dapat diterapkan agar mendapat efek jera bagi pelaku,” terang Surahman.

Permasalahan tersebut (VD dan LGBT) dinilai Surahman akan tuntas jika semua elemen masyarakat peduli.

“Ini bisa tuntas dengan membentengi akidah kaum muslimin, menjadikan mereka menjadi individu-individu yang beriman dan bertaqwa kepada Allah,” katanya.

“Kedua, harus ada aktivitas amar ma’ruf nahi munkar dari kaum muslimin untuk mengontrol perilaku-perilaku menyimpang di masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Antisipasi Coklat Berhadiah Kondom, Petugas Sidak Mall di Kediri

KEDIRI (Jurnalislam.com) -Tiga hari menjelang Valentines Day, petugas gabungan dari Disperindagtamben dan TNI serta Polri menggelar sidak ke sejumlah mall di Kota Kediri. Sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penjualan coklat yang berhadiah kondom.

Petugas mendatangi Hypermart Kediri Town Square. Disini, petugas mengecek satu per satu coklat yang dijual di swalayan tersebut. Petugas memeriksa satu persatu coklat yang sudah dikemas dalam menjadi parcel.

Kasi Perdagangan Disperindag Dwi Rahman mengatakan, sidak dilakukan dalam rangka mendekati perayaan valentin. Banyak pusat-pusat perbelanjaan yang menjual aneka macam cokelat kemasan.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami melalukan sidak. Meski tahun lalu ditemukan ada cokelat berhadiah kondom atau mengandung narkoba, Alhamdulillah saat diperiksa hari ini kami tidak menemukan," ujar Dwi, Kamis (11/2/2016) dikutip beritajatim.com

Dia akan terus melalukan pantauan disejumlah pertokoan yang menjual cokelat dan menghimbau pengelola juga ikut melakukan pantauan. Selain itu, pihaknya berharap agar pengelola juga pro aktif memeriksa makanan dan minuman terutama yang berasal dari impor.

"Kami juga meminta pengelola tidak menjual makanan dan minuman yang tidak disertai bahasa Indonesia," imbuh Dwi.

Sementara itu, di Golden Swalayan, pihak Disperindag juga sempat mengambil sampel sebuah parcel berisi aneka cokelat dan dibongkar. Hasilnya, petugas tidak menemukan kandungan berbahaya maupun tanggal Kadaluwarsa yang kelewatan.

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

SMA Mujahidin Surabaya Gandeng Ansharusyariah Sosialisasi Bahaya VD

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pelajar SMA Mujahidin Surabaya menggelar aksi menolak Valentine’s Day (VD) di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (11/2/2016). Dalam aksinya, mereka didampingi aktivis Islam dari Jamaah Ansharusy Syariah. Aksi tersebut diadakan untuk mensosialisasikan bahaya perayaan VD yang sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Valentines Day adalah budaya luar yang hanya akan merusak mental dan menjerumuskan generasi muda dalam kemaksiatan,” tegas Muhammad Ikhwan, aktivis Ansharusyariah yang mendampingi pelajar.

Para pelajar membentangkan spanduk bertuliskan “I’m Muslim and I Say No to Valentine’s Day” dan membagikan selebaran yang berisi imbauan serta pemahaman tentang bahaya merayakan VD. Mereka juga membagikan stiker tolak VD kepada pengguna jalan.

“Kami di sini mendapingi anak-anak dari SMA Mujahidin melakukan aksi damai menolak valentin sekaligus untuk menanamkan pemahaman akan bahaya merayakan valentin kepada siswa,” ujar Ikhwan kepada Jurnalislam di sela-sela aksi.

Aksi yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat imbauan dari Kementerian Pendidikan kota Surabaya terkait larangan VD itu mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah sendiri. Kepala Sekolah SMA Mujahidin, Arif Kurniawan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh siswanya, dan akan memberikan sanksi kepada siswa yang kedapatan merayakan hari valentin.

“Kegiatan ini adalah sebenarnya reaksi dari anak-anak menindaklanjuti surat dari dinas pendidikan kota surabaya untuk waspada perayaan valentine. Dengan tidak merayakan valentin, kita akan melakukan tindakan preventif dengan operasi tas-tas anak-anak. Jika ada siswa yang merayakan valentine, akan kita beri sanksi dan lakukan pembinaan,” terangnya.

Reporter : Anang | Editor: Ally | Jurnalislam

Dituding Ponpes ‘Radikal’, Al Mukmin Sampaikan Klarifikasi dan Tadzkiroh

SOLO (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, mengaku keberatan atas tudingan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebutnya sebagai pesantren ‘radikal’.

Pernyataan tersebut disampaikan direktur ponpes, KH Wahyudin dalam konferensi pers klarifikasi dan tadzkiroh terkait tudinga BNPT tersebut di kantor ponpes Al Mukmin Kelurahan Cemani, Grogol  Kecamatan Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (11/2/2016).

Berikut klarifikasi dan tadzkiroh ponpes Al Mukmin Ngruki selengkapnya yang diterima redaksi Jurnalislam.

Berkaitan dengan tudingan BNPT yang memasukan pesantren Ngruki di Solo termasuk kategori 19 pesantren  berpaham radikal, dengan ini pengurus Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki Sukoharjo atau yang lebih dikenal publik dengan sebutan Pondok Ngruki Solo, menyatakan SANGAT KEBERATAN dengan tudingan tersebut, maka kami menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

  1. Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki memfokuskan diri dalam urusan pendidikan Islam dan dakwah sebagaiman lembaga-lembaga pendidikan Islam pada umumnya.
  2. Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki terdaftar secara resmi  oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, dengan kurikulum dasar dari Kementerian Agama untuk jenjang MTs dan MA.
  3. Muatan lokal di Pondok Pesantren Al Mukmin adalah sebagaimana yang diajarkan oleh pesantren-pesantren pada umumnya di Indonesia yang telah terbukti diterima oleh umat dan para alim ulamanya, seperti: Akidah, akhlak, syariah, tafsir, dan Bahasa Arab dengan cabang-cabangnya.
  4. Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki bersifat terbuka dan terlibat secara aktif dalam proses pencerdasan masyarakat khususnya pengetahuan agama Islam dari baca Al Qur’an hingga pendalaman ilmu akidah, fikih, akhlak dan sebagainya.
  5. Dalam hal hubungan antar lembaga kami selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga yang ada, seperti MUI Kota/Kabupaten, lembaga-lembaga pendidikan, bahkan hubungan silaturahmi dengan lembaga pemerintah seperti Korem, Polda, Kodim, Polres, dan sebagainya selalu terjalin dengan baik.

Maka setelah mencermati kontradiksi antara tudingan pihak BNPT dengan kenyataan yang ada pada lembaga kami, jelas tudingan tersebut             SANGAT TIDAK BENAR DAN FITNAH ADANYA, maka dengan ini kami menyampaikan Tadzkiroh kepada BNPT:

  1. Agar tidak sembarangan mengeluarkan statement dengan menuding lembaga pendidikan dengan tuduhan-tuduhan yang menyudutkan hanya berdasarkan data sepihak. Apalagi tudingan tersebut dengan terang-terangan menunjuk nama lembaga yang implikasinya sangat merugikan baik bagi lembaga yang bersangkutan maupun umat Islam Indonesia pada umumnya.
  2. BNPT agar bekerja mengedepankan KEJUJURAN dan KEADILAN serta meningkatkan profesionalisme dalam menetapkan kelompok/lembaga tertentu terlibat aktifitas ‘radikal’, sebab tudingan tersebut yang ternyata tidak benar adanya akan berdampak besar pada kehidupan bangsa Indonesia terutama umat Islam, bahwa tuduhan yang digulirkan BNPT akan menghadirkan respon balik umat Islam menstigma BNPT telah melakukan tindakan melukai hati umat dan menumbuhkan benih kebencian terhadap BNPT.
  3. Tudingan negatif BNPT terhadap Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki dan pesantren-pesantren lainnya justru akan menghadirkan opini umat Islam, bahwa pemerintah (BNPT) berupaya melakukan pembunuhan karakter atas lembaga-lembaga pendidikan Islam di negeri ini. Padahal secara historis telah terbukti bahwa lembaga pendidikan Islam khususnya Pesantren adalah pelopor gerakan kemerdekaan dan berada pada saf (barisan) terdepan dalam mempertahankan kedaulatan.
  4. Harapan masyarakat terhadap BNPT untuk menangani permasalahan ‘terorisme’ secara benar dan jujur. Jangan sampai menjadi kontra produktif yang memunculkan paradigma bahwa BNPT secara sengaja membenci umat Islam dan bermaksud membatasi gerak lembaga-lembaga Islam.

Demikian klarifikasi dan tadzkiroh ini kami sampaikan agar menjadi perhatian, dan tidak terulangannya tuduhan-tuduhan buruk yang sering dialamatkan kepada lembaga pendidikan yang kami kelola khususnya, dan lembaga-lembaga Islam pada umumnya. Hendaknya diperhatikan, bahwa segala tindakan yang dilakukan secara tidak fair, tidak jujur, tidak adil, apalagi dilakukan dengan niata-niatan buruk akan dimintai pertanggungjawaban kelak, baik di dunia terlebih di akhirat.

Hadir dalam konferensi pers tersebut dua anggota Dewan Kyai, Drs Ibnu Hanifah, M.Ag dan ustadz Sholeh Ibrahim, S.Th.I serta advokat senior, Muhammad Taufik, MH.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

Patung Arjuna di Purwakarta Dibakar

PURWAKARTA (Jurnalislam.com) – Patung Arjuna yang berada di areal wisata Situ Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat dibakar oleh orang tak dikenal. Patung itu kini hanya menyisakan dua kaki dan dudukan patung. Sementara kepala, badan, hingga kaki yang terbuat dari fiber sudah tak bersisa.

Dari keterangan sejumlah saksi, kejadian pembakaran dan perusakan patung tersebut terjadi Kamis (11/2/2016) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Diduga pelaku melakukan pembakaran saat lokasi tengah sepi warga maupun pengendara.

Pihak Kepolisian dari Resor Purwakarta yang mendapat laporan atas kejadian tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di sekitar lokasi kejadian.

"Iya betul, sekarang kami lagi olah TKP," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Dadang Garnadi, seperti dikutip Merdeka.com.

Meski demikian, polisi belum bisa memberikan keterangan secara gamblang siapa pelaku di balik aksi itu. "Nanti saya kabari," ujar Dadang singkat.

Untuk kepentingan penyelidikan polisi telah melakukan identifikasi oleh Tim Inafis Polres Purwakarta dan memberikan garis polisi yang melingkar di sekitar patung yang sebelumnya berwarna putih itu. 

Reporter: Muhammad Iqbal | Editor: Ally | Jurnalislam

Aktivis Pemuda Masjid Kaltim Gelar Sosialisasi Bahaya VD di 50 SMA

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com) – Aktifis Pemuda Masjid Kalimatan Timur yang tergabung dalam Forum Solidaritas Muslim (FSM) mengadakan roadshow sosialisasi bahaya perayaan Valentine’s Day (VD), Kamis (11/2/2016). Kegiatan yang bekerja sama dengan MUI Samarinda itu digelar di sejumlah sekolah setingkat SMA di Balikpapan dan Samarinda. 

Koordinator kegiatan, Abu Reza mengatakan kepada Jurnalislam, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membentengi aqidah generesi muda Islam dari budaya barat.

Selain menjelaskan akan bahaya VD, FSM juga membagikan buku saku tentang bahaya VD bagi generasi muda.

Sedikitnya 5 ribu buku dibagikan kepada pelajar di 50 sekolah setingkat SMA di Samarinda dan Balikpapan.

"Dengan sasaran pelajar muslim di Samarinda dan balikpapan, ada sekitar lima puluh sekolah kita datangi dan kurang lebih lima ribu buku saku kita bagikan," katanya.

Reporter: Rus'an | Editor: Ally | Jurnalislam

Erdogan Peringatkan AS Karena Dukung Teroris PYD

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menekankan bahwa Washington pasti akan menderita karena sikapnya yang mendukung afiliasi PKK Suriah, Partai Uni Demokrat (PYD), lansir World Bulletin Rabu (10/02/2016).

Pemerintah Turki juga baru-baru ini mengumumkan oposisinya melihat PYD berpartisipasi dalam pembicaraan damai Jenewa mengenai Suriah.

"Saya bilang berkali-kali. Apakah Anda bersama dengan kami atau dengan organisasi teroris PYD, dan YPG ini? Jenis aliansi apa itu? Hal ini sulit dipahami. Meskipun kami katakan kepada mereka seratus kali, mereka tetap diam di hadapan kita, tetapi mereka tidak mengakui kelompok ini [sebagai teroris] di belakang kami," kata Erdogan.

"Masalah ini adalah seperti kisah kalajengking dan katak. Kalajengking pasti akan menyengat mereka suatu hari nanti karena karakternya," katanya dalam pertemuan dengan para pemimpin desa di istana kepresidenan Rabu, mengacu pada dongeng binatang The Scorpion and Frog, yang memiliki moral bahwa sifat jahat bawaan seseorang tidak pernah berubah.

Pernyataannya mengikuti sengketa baru-baru ini antara sekutu NATO, Ankara dan Washington, atas keberatan AS menggambarkan PYD sebagai entitas teroris melainkan menganggapnya sebagai "mitra terpercaya". AS juga telah memberikan dukungan untuk Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sayap militer PYD. PYD adalah entitas teroris seperti halnya PKK.

Duta Besar AS di Ankara, John Bass dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Turki Selasa malam untuk mengekspresikan keprihatinan Turki atas pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby yang mengatakan: "Kami tidak, seperti yang Anda tahu, mengakui PYD sebagai organisasi teroris."

"Tidak ada yang berubah tentang kebijakan itu," ulang Kirby selama konferensi pers hari Selasa sambil mengakui kekhawatiran Ankara tentang PYD dan menggambarkan Turki sebagai sekutu kunci.

Erdogan juga mengecam seruan PBB , karena memaksa negara Turki dan Uni Eropa untuk menerima puluhan ribu warga sipil yang berusaha melarikan diri dari operasi militer rezim dan sekutunya yang didukung serangan udara Rusia intensif terhadap Aleppo di Suriah utara.

“Lalu apa yang Anda [PBB] layani? Jika hal itu sangat mudah, saya bertanya kepada Anda: Kami telah menerima 3 juta orang dari Irak dan Suriah sampai sekarang, tapi apa yang Anda lakukan?" katanya.

"Kami meminta Turki untuk membuka perbatasannya bagi semua warga sipil Suriah yang melarikan diri dari bahaya, dan mencari perlindungan internasional sejak awal krisis ini," kata William Spindler, jurubicara badan pengungsi PBB, Selasa.

Erdogan menekankan bahwa konflik di Suriah telah berubah menjadi "deportasi dan genosida".

"Ini adalah titik kasus bahwa mereka yang menganggap para pengungsi adalah boogie sebenarnya buta dan tuli terhadap rezim Assad – yang merupakan penyebab masalah ini," tambah Erdogan.

Saat ini, Turki menjadi tuan rumah bagi 2,7 juta pengungsi Suriah dan 170.000 pengungsi Irak di kamp-kamp pengungsi yang dibangun di sepanjang perbatasan selatan dan di berbagai kota di seluruh negeri – dan merupakan populasi pengungsi terbesar di dunia.

Sejauh ini, Ankara telah menghabiskan $ 9 miliar bagi pengungsi, sedangkan UNHCR hanya memberikan $ 455.000.000, menurut Erdogan.

Jumlah pengungsi yang tinggal di kamp-kamp berjumlah 280.000.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

270 Bocah Palestina di Bawah Umur Mendekam di Penjara-penjara Zionis

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Komisi Tahanan dan Urusan Ex-Tahanan melaporkan pada hari Selasa bahwa 450 anak-anak Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk sekitar 270 anak di bawah umur, lansir World Bulletin Rabu (10/02/2016).

Badan HAM resmi mencatat bahwa sembilan anak di bawah umur ditahan oleh otoritas Israel di bawah penahanan administratif.

Komisi itu juga mencatat bahwa sejak tahun 2015, pemerintah Israel telah menangkap hampir 2.500 anak Palestina di bawah umur dan menetapkan "putusan yang tidak adil" dan denda kepada mereka.

Lembaga ini menunjukkan bahwa pada bulan Januari pemerintah zionis mengeluarkan denda terhadap tahanan di Penjara Ofer sekitar $ 23.000.

Menurut angka dari DCI-Palestina, tiga dari empat anak-anak Palestina mengalami kekerasan fisik saat penangkapan, transfer atau interogasi.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam