Turki Panggil Utusan AS karena Dukung Teroris PYD

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki memanggil duta besar AS setelah juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak menganggap Partai Union Demokrat Kurdi Suriah (PYD) sebagai organisasi teroris, kata seorang pejabat kementerian luar negeri Turki, lansir Aljazeera Selasa (09/02/2016).

Seorang pejabat kementerian luar negeri Turki mengatakan Duta Besar AS John Bass dipanggil ke kementerian pada hari Selasa dimana seorang pejabat senior Turki menyatakan keprihatinan Ankara.

Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk membuat pernyataan publik.

Turki menganggap PYD sebagai saudara dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang berjuang untuk otonomi Kurdi di Turki tenggara dan digolongkan sebagai organisasi teroris oleh Turki.

Reporter Al Jazeera Rosiland Jordan, melaporkan dari Washington DC, mengatakan Amerika Serikat mendukung PYD dalam perjuangannya di Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kemarahannya pada hari Ahad setelah delegasi termasuk diplomat senior AS Brett McGurk, utusan khusus koalisi internasional, bertemu pejuang Kurdi di Kobane.

Ditanya tentang perbedaan pendapat antara dua sekutu NATO pada hari Senin, Juru Bicara Departemen Luar Negeri John Kirby mengatakan: "Ini tidak menjadi perhatian baru, seperti yang saya katakan, bahwa Turki telah menetapkan, sedangkan kami tidak, seperti yang Anda tahu, mengakui  bahwa PYD adalah organisasi teroris.

"Kami mengakui apa yang Turki lakukan, dan kami mengerti. Bahkan teman-teman yang terbaik tidak akan selalu setuju pada segala sesuatu.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

Wakil Kepala Intelijen Antek Amerika Tewas di Distrik Chora

URUZGAN (Jurnalislam.com) –  Al Emarah News melaporkan bahwa, pada sekitar pukul 01:30 waktu setempat hari Selasa, sebuah bom pinggir jalan (IED) yang ditempatkan di dekat bazaar kabupaten Chora menghantam  kendaraan wakil kepala intel Jabbar Khan.

Ledakan itu menghancurkan kendaraan tersebut, membunuh sasaran yang dituju.

Jabbar Khan adalah tokoh yang terkenal brutal dan mata-mata untuk penjajah Amerika serta mata-mata pejabat peringkat tinggi rezim di kabupaten tersebut.

Sementara di provinsi Nangarhar, sebanyak 16 tentara ANA (Afghanistan National Army) termasuk 6 pasukan bayaran (Arbaki)  dan beberapa lainnya menderita cedera selama pertempuran sengit di distrik Kot Bati tadi malam.

Untuk membalas, musuh menyerang bangunan milik warga sipil dengan mortir, merusak sejumlah rumah serta menimbulkan korban jiwa dari warga sipil terutama perempuan dan anak-anak.

Demikian pula, empat pejuang Mujahidin syahid dalam konflik. Semoga Allah menerima mereka sebagai Syuhada.

Dalam laporan lain dari provinsi Nangarhar, Mujahidin dan pasukan bayaran bentrok di distrik Kot Bati sebelumnya pada hari Senin tetapi jumlah musuh yang tewas dan luka-luka belum jelas.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Ankara Bantah 150.000 Pasukan Saudi Memasuki Suriah Lewat Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Laporan media yang baru-baru ini mengatakan bahwa 150.000 pasukan dari Arab Saudi masuk ke Suriah melalui perbatasan Turki untuk membantu operasi militer tidaklah benar, sumber Perdana Menteri Turki mengatakan pada hari Senin (08/02/2016), lansir World Bulletin Selasa (09/02/2016).

Markas Turki terbuka untuk pasukan koalisi sebagai bagian dari perang melawan IS dan Ankara siap untuk setiap jenis kerjasama dalam pengertian ini, kata sumber, yang tidak dinamai sesuai dengan kebijakan Perdana Menteri Turki.

Beberapa media mengedarkan laporan baru-baru ini mengatakan bahwa "150.000 Angkatan Darat yang ditempatkan di Arab Saudi akan segera dikirim ke Suriah melalui perbatasan Turki untuk membantu koalisi pimpinan AS".

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

MUI Banyuwangi: Tak Sesuai Ajaran Islam, VD Haram

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi menegaskan, haramnya umat Islam khususnya generasi muda berpartisipasi dalam perayaan Valentines Day atau hari kasih sayang.

“Selain tak sesuai dengan ajaran Islam, hari kasih sayang adalah budaya barat yang bertentangan dengan norma adat ketimuran,” tegas Ketua MUI Banyuwangi, Muhammad Yamin kepada Jurnaislam, Selasa (9/2/2016).

“Dalam pelaksanaanya, disitu banyak berkumpul muda-mudi berlainan jenis dan bukan muhrim, itu jelas dilarang,” sambungnya.

Yamin mengatakan, dalam ajang kumpul kawula muda dengan tanpa adanya pengawasan, sangat memungkinkan terjadi hal-hal yang merugikan. “Bahkan bisa merusak masa depan anak bangsa,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau para orang tua agar memberi perhatian lebih kepada buah hatinya. Mampu memberi penjelasan dan pengertian, sehingga para pemuda tak terjerumus dalam pergaulan yang menyesatkan.

“Diberi pemahaman, bahwa kasih sayang yang terbaik adalah pada orang tua, saudara dan keluarga. Pada sesama mahkluk Allah, baik sesama manusia, pada binatang serta tumbuhan,” pungkasnya.

Sudah bukan rahasia lagi, dalam setiap perayaan Valentines Day yang jatuh tiap 14 Februari, banyak generasi muda terjerumus pada pergaulan yang salah.

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Saudi Cegat Serangan Rudal Scud dari Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertahanan udara Saudi pada Senin (08/02/2016) mencegat rudal Scud yang ditembakkan di kota Khamis Mushayt tempat pangkalan udara utama, pasukan koalisi di Yaman mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel.

"Pencegatan terjadi pagi ini sekitar pukul tiga," Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri, juru bicara koalisi pimpinan Saudi menhatakan kepada AFP.

"Mereka masih menargetkan kota," katanya.

Kira-kira 100 kilometer (60 mil) dari perbatasan Yaman, Raja Khalid Air Base, dekat kota Khamis Mushayt, berada di barisan depan operasi udara yang dipimpin Saudi melawan milisi Syiah Houthi dan sekutu mereka, pasukan elit yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh di Yaman.

Saudi telah mengerahkan baterai rudal Patriot yang dirancang untuk menghadang rudal balistik taktis, yang diluncurkan sesekali sejak Maret ketika koalisi pimpinan Saudi memulai serangan udara mendukung pemerintah Yaman setelah Republik Syiah Iran yang didukung milisi Syiah Houthi merebut banyak wilayah Yaman.

Roket yang ditembakkan dari Yaman dan pertempuran perbatasan telah menewaskan sekitar 90 warga sipil dan tentara di selatan Arab Saudi sejak intervensi koalisi dimulai.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

HRW: Bukti Rusia Jatuhkan “Cluster Bomb” Setiap Hari di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Selama dua minggu terakhir, rezim Suriah dan pasukan militer Rusia telah melakukan serangan udara setiap hari menggunakan bom curah yang dilarang secara internasional di daerah yang dikuasai para pejuang di Suriah, menewaskan puluhan warga sipil, menurut Human Rights Watch (HRW), lansir Aljazeera Senin (08/02/2016).

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Senin, kelompok monitoring tersebut mengatakan operasi militer bersama itu meluncurkan setidaknya 14 serangan dengan senjata klaster di lima distrik  sejak 26 Januari, menewaskan sedikitnya 37 warga sipil, termasuk sembilan anak-anak.

Banyak juga korban yang terluka, kata laporan itu, menambahkan bahwa jumlah total serangan klaster selama periode ini cenderung lebih tinggi.

"Aktivis setempat melaporkan sedikitnya terjadi delapan serangan tambahan," katanya, namun mencatat serangan-serangan tersebut tidak dapat diverifikasi.

Konvensi internasional melarang penggunaan bom klaster sejak tahun 2010 karena dampaknya yang tidak pandang bulu.

Senjata-senjata tersebut menimbulkan ancaman bagi warga sipil karena menyebabkan kerusakan yang luas. Bom-bom yang tidak meledak sering tertinggal setelah serangan.

penggunaan bahan peledak yang intensif terjadi di tengah serangan pemerintah Suriah untuk merebut wilayah dari mujahidin di provinsi Aleppo, Idlib, Damaskus, Homs dan Hama.

Beberapa serangan bom klaster dilaporkan terjadi di distrik utara Aleppo, yang menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi ke perbatasan Turki.

HRW mengatakan menerima laporan bahwa di kota Anadan, bom klaster dan senjata lain yang digunakan dalam serangan udara yang juga melanda sebuah rumah sakit lapangan pada tanggal 27 Januari, telah menewaskan seorang perawat.

Pada hari yang sama di distrik tengah Homs, sebuah pesawat menjatuhkan bom klaster di Kafr Laha, sebuah kota di wilayah kekuasaan mujahidin  yang dikepung oleh pasukan rezim Nushairiyah Assad dan sekutunya, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 59 orang lainnya, termasuk 27 anak-anak, laporan dikutip dari seorang wartawan lokal anonim.

Saksi lain memastikan jumlah korban tewas tersebut, kata HRW.

"Saya melihat orang-orang yang dipotong kakinya," wartawan Homs Media Center yang berafiliasi dengan pejuang  mengatakan kepada HRW.

"Satu orang kehilangan matanya. Ada beberapa orang yang tergantung antara hidup dan mati. Yang terluka sebagian besar perempuan dan anak-anak. Semuanya terluka akibat fragmen dari peledak, di mata, di kepala, di belakang. Sangat menyakitkan untuk melihat."

Pada halaman Facebook-nya, Homs Media Center melaporkan bahwa pada hari Ahad, kebanyakan perempuan dan anak-anak terluka setelah serangan udara menggunakan bom klaster menghancurkan rumah warga sipil di daerah yang dikuasai oposisi di provinsi ini.

Pada konferensi pers Desember, Igor Konashenkov, juru bicara militer Rusia, membantah tuduhan bahwa angkatan udara mereka telah menimbun bom klaster di Suriah.

Dia mengatakan bahwa, "Penyerangan Rusia tidak menggunakan bom klaster dan tidak ada senjata seperti itu di pangkalan udara Rusia di Suriah".

Namun, Tim Intel Konflik (the Conflict Intelligence Team-CIT), sebuah kelompok aktivis Rusia yang memonitor aktivitas militer Rusia di luar negeri, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka memiliki bukti substansial bahwa Rusia menggunakan berbagai jenis amunisi di Suriah.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Rusia memang menggunakan bom klaster, khususnya RBK-500 Shoab-05, RBK-500 AO-2,5RTM dan RBK-500 SPBE," kata Kirill Mikhailov, juru bicara CIT.

"Mereka semua telah difoto dan difilmkan di pangkalan udara Hmeymim di Latakia. Amunisi tersebut terbukti melekat pada jet Rusia, ditempatkan di tanah, dan dalam beberapa kasus ditemukan di wilayah pemukiman."

Elliot Higgins, seorang wartawan Inggris yang fokus pada konflik Suriah, juga telah melaporkan bukti serangan bom klaster milik Rusia di negara ini.

"Kementerian Pertahanan Rusia telah berulang kali menyangkal hal ini, bahkan mengaku tidak ada amunisi seperti itu di pangkalan udara Suriah mereka," katanya kepada Al Jazeera.

"Tapi gambar dari pangkalan udara yang diterbitkan oleh outlet Media Rusia (termasuk) Sputnik dan RT, dan bahkan kementerian pertahanan Rusia dengan jelas menunjukkan senjata-senjata tersebut terdapat di pangkalan.

"Penolakan fakta-fakta yang ada sudah dikenal merupakan kebiasaan Kementerian Pertahanan Rusia. Perbedaan besar sekarang adalah ada lebih banyak informasi publik TERSEDIA yang dapat digunakan untuk fakta memeriksa penolakan dan klaim mereka, agar benar-benar diketahui apa yang sebenarnya dilakukan Rusia. "

Kelompok pemantau, termasuk Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan udara Rusia menewaskan sedikitnya 1.000 warga sipil, termasuk lebih dari 300 anak-anak, saat mereka dimulai pada bulan September tahun lalu.
 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Taliban Tembak Jatuh Helikopter Pengangkut Perwira Tinggi Militer, Semua Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Di tengah Operasi Militer tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung, Mujahidin Imarah Islam menghancurkan sebuah helikopter musuh dengan serangan roket saat akan mendarat di sekitar pangkalan militer dekat daerah Deh Naw kabupaten Deh Sabz, Al Emarah News melaporkan, Senin (08/02/2016).

Serangan taktis yang berlangsung siang hari ini benar-benar menghancurkan helikopter yang digunakan untuk mengangkut perwira tinggi militer ke daerah tersebut sehari-hari, menewaskan semua 18 personel yang berada di dalamnya.

Serangan ini terjadi pada hari yang sama dengan operasi syahid pada minibus ANA (Afghanistan Nasional Army) yang menewaskan dan melukai sekitar 30 petugas di provinsi utara Balkh.

Sehari sebelumnya sebuah helikopter tempur Afghanistan juga jatuh berkeping-keping ketika terlibat dalam pertempuran sengit  dengan mujahidin di distrik Baghlan-e-Markazi provinsi Baghlan utara.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Bus Pengangkut Pasukan Nasional Dihantam Bom Istisyhad Taliban

BALKH (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan syahid menghantam sebuah bus yang mengangkut petugas ANA (Afghanistan National Army) ke kantor mereka setiap pagi di distrik Dehdadi provinsi Balkh utara, Al Emarah News melaporkan, Senin (08/02/2016).

Serangan itu terjadi di dekat korps Tentara Afghan 209, yang berfungsi sebagai komando tentara utara.

Aksi yang berlangsung di sekitar pukul 07:00 Senin pagi  dilakukan oleh para pencari syahid heroik Imarah Islam (Mahmood Badr dari provinsi Wardak) yang meledakkan rompi penuh bahan peledak yang ia kenakan di dalam bus.

Laporan awal menunjukkan bahwa 30 aparat militer tewas dan terluka dalam ledakan yang juga menghancurkan sebagian besar bus.

Lokasi kejadian segera ditutup oleh pasukan Afghanistan untuk menyembunyikan banyaknya korban.

Tidak ada warga sipil terluka yang dalam serangan itu, menurut juru bicara polisi Balkh, Sher Mohammad Durani pada Aljazeera.

Dalam sebuah email yang dikirim ke media oleh juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Taliban telah meningkatkan serangan di seluruh negeri terhadap pasukan Nasional Afghanistan.

Deddy | Alemarah | Aljazeera | Jurnalislam

 

Dewan Muslim Inggris Gelar “Visit My Masjid Day” di 90 Masjid Lebih

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Lebih dari 90 masjid di seluruh Inggris membuka pintu mereka pada hari Ahad (07/02/2016) untuk setiap penganut agama dan kepercayaan lain pada acara tahunan kedua "Visit My Masjid Day", lansir World Bulletin Senin (08/02/2016).

Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, lembaga payung Muslim Inggris terbesar dan penyelenggara acara tersebut, mengatakan inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang Islam dengan mengundang semua orang menuju pusat-pusat Islam.

"Kami pikir sangat berguna jika kami memiliki satu hari ketika setiap masjid atau sebanyak mungkin masjid bisa membuka pintu bagi mereka untuk para tetangga dan mengungkap apa yang terjadi di dalam," kata Dr Shuja Shafi.

"Dengan cara itu mereka akan memiliki pandangan yang lebih baik dan mudah-mudahan kita akan memiliki masyarakat kohesif yang lebih baik."

Tokoh lintas agama juga menghadiri acara di Masjid Pusat London di mana konferensi pers berlangsung.

Pastor Jeremy Taylor dari Gereja St John's Wood Parish Church mengatakan masalah datang karena masyarakat tidak mengenal satu sama lain dengan baik: "Keindahan acara seperti ini adalah membuka dan menyambut orang dalam cara yang sangat eksplisit [yang] membantu untuk mendorong kontak sehingga timbul pemahaman yang lebih baik," katanya.

Oliver Miller, seorang mahasiswa studi keamanan internasional di University College London, mengatakan ia datang untuk mencari tahu tentang arti agama yang sebenarnya.

"Saya ingin mengetahui sedikit lebih banyak tentang pesan Islam karena kita mendengar banyak tentang hal itu di media dan yang digambarkan dengan baik dan buruk, jadi saya ingin melihat apa sebenarnya arti sejatinya.

"Adalah baik untuk membuka Islam sehingga tidak tersembunyi dari masyarakat," katanya.

Visit My Masjid Day muncul setelah Presiden AS Barack Obama membayar kunjungan pertamanya dalam masa jabatan tujuh tahun ke masjid di negara itu Rabu lalu.

Ada sekitar 3 juta Muslim di Inggris, yang mewakili hampir 5 persen dari populasi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ormas Islam: Kita Sudah Mencontohkan Sweeping yang Baik

KLATEN (Jurnalislam.com) – Perwakilan ormas Islam, ustadz Bony Aswar mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap sejumlah laskar oleh preman di depan Rusunawa Klaten, Desa Bareng Lor, Klaten, Jawa Tengah pada Ahad (7/2/2016).

Ustadz Bony mengatakan, selama ini pihaknya telah mencontohkan sweeping yang baik. ”Kita tidak pernah memukul dan sebagainya,” katanya saat audiensi di Polres Klaten, Senin (8/2/2016) siang. Baca: Ormas Islam Desak Kapolres Klaten Tangkap Pelaku Pengeroyokan Dalam 2 x 24 Jam

“Orang selama ini sudah tahu kita tidak pernah main tangan,” sambungnya.

Perwakilan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten itu menjelaskan, pihaknya kerap menerima laporan dari masyarakat yang mengeluhkan lemahnya penindakan dari aparat terhadap premanisme dan miras yang sudah meresahkan.

“Karena Klaten itu dari dulu dikenal dengan premanisme, judi dan miras yang sangat luar biasa. Tapi tidak ada penindakan, makanya kita turun,” ujarnya.

“Tapi kita memberikan contoh yang baik. Masyarakat selalu melapor kepada kita, ini kemana aparat kok tidak ada penindakan,” katanya.

Dalam audiensi itu, Kapolres Klaten menegaskan, pihaknya akan segera menyelesaikan kasus tersebut dengan adil. 

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam