LGBT Harus Dikriminalisasi, MIUMI Akan Ajukan Judicial Review

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) saat ini tengah menyusun cara untuk mengkriminalisasi kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) berikut para pendukungnya.

Demikian dikatakan Wasekjen MIUMI, Dr. Fahmi Salim dalam acara Konsolidasi Umat Menghadang LGBT yang diselenggarakan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat di Aula DDII Jabar Jalan Pungkur No. 151, Bandung, Selasa (9/2/2016)

“Selama ini memang persoalan LGBT tidak masuk dalam tindak kriminal apapun sehingga mereka tidak merasa ada kriminalisasi dan merasa bebas,” katanya.

Fahmi melanjutkan, selama ini para pegiat LGBT merasa boleh mengembangkan dan mengampanyekan gerakan mereka dengan dalih Hak Asasi Manusia (HAM).

Oleh sebab itu, Fahmi menegaskan, harus ada hukum positif yang menjerat para pelaku dan pendukung LGBT. “Kalau fatwa (MUI) sudah ada, tinggal dari hukum positif bagaimana memposisikan mereka (LGBT) ini,” tegasnya.

“Kalau masalah legal standing perkawinan di Indonesia No 174 itu tidak memungkinkan mereka bisa diakui perkawinannya. Karena perkawinan itu kan antara laki-laki dan perempuan dan harus sesuai dengan norma agama, nah mereka sudah mentok di situ,” sambungnya.

Namun, lanjutnya, yang paling dikhawatirkan dari kaum LGBT bukan soal perkawinannya akan tetapi perilakunya.

“Mungkin mereka gak berpikir untuk kawin tapi perilakunya itu. Jadi mereka seperti berzina, gonta-ganti pasangan, nah ini harus dijerat secara hukum. Ini celah yang mereka manfaatkan untuk bebas untuk mempraktekan itu. Selama tidak ada pasal yang menjerat perilaku LGBT, mereka akan terus merasa aman,” paparnya.

Atas dasar itu, Fahmi mengatakan, MIUMI akan mengajukan judicial review pasal 292 KUHP ke Mahkamah Konstitusi. “Ini yang harus kita kejar, judicial review pasal 292 KUHP,” ujarnya.

“Judicial review ini saya pikir agenda yang sangat mendesak, untuk masuk dalam pasal perzinahan. Kalau bisa goal, itu luar biasa dampaknya besar,” tandasnya.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.