Dauroh Dua Hari RMI Banyuwangi untuk Sadarkan Umat Akan Peran Penting Pesantren

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyuwangi mengadakan Dauroh bertajuk "Tantangan Medeologi Ahlussunah Wal Jamaah Di Indonesia" di Aula Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (18/2/2016).

Acara yang digelar selama dua (17-18/2/2016) itu menghadirkan ulama dari Yaman, yaitu Habib Abdullah bin Muhammad Baharun sebagai pembicara dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Rektor Universitas Al Ahgaff, Hadramaut, Yaman itu membahas berbagai masalah yang menjadi tantangan umat Islam, khususnya dunia pesantren dan Ahlusunah Wal jamaah.

Dikutip situs pcnubnyuwangi, Habib Abdurahman menjelaskan tentang perkembangan dunia pendidikan yang saat ini mulai bergeser dari apa yang terjadi di dunia Islam sebelumnya. Seperti penggunaan teknologi dan model kelas yang berubah dari duduk bersila ke model bangku.

Menyikapi persoalan seperti ini, dia menegaskan, semua perubahan itu harus dialami. Yang menjadi perhatian bukan pada bagaimana siswa itu duduk di bangku atau lantai, tapi nilai keikhlasan dan spirit yang ada di dalamnya. “Mau duduk di kursi, mau duduk di pesawat, yang penting ikhlas,” ucapnya.

Ditanya mengenai alasan menghadirkan ulama Yaman, Ketua Penyelenggara mengatakan, selama ini dunia dan Yaman memiliki keterkaitan hubungan yang baik sejak zaman dulu, ditandai banyaknya ulama kelahiran Hadramaut yang menetap dan menyebarkan Islam di tanah air.

“Islam di Indonesia ulamanya banyak yang berasal dari Yaman, dan negara yang masih kuat ahlusunnahnya adalah Yaman,” kata Ahmad Munib Syafaat kepada Jurnalislam, Jum’at (19/2/2016).

Dia melanjutkan, kegiatan yang diselenggarakan dengan melibatkan RMI (Rabithah Ma’ahidil Islamiyah) ini penting agar masyarakat semakin tahu bahwa pesantren Indonesia memiliki peranan dan kontribusi yang penting bagi dunia Islam di Indonesia dan dunia.

“Masyarakat biar sadar dan semakin mengerti peran dunia pesantren dalam kemajuan silam,” jelasnya.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah RMI Banyuwangi ini juga menuturkan, kegiatan tersebut diselenggarakan bertepatan dengan momen Haul pendiri pesantren Darussalam. Pihaknya juga telah membuat rencana kerja untuk menyelenggarakan acara serupa dalam waktu dekat namun denan tema yang lain.

“RMI ke depan akan menyelenggarakan kegiatan seperti ini dengan tema dan konsep yang berbeda,” pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Keluarga Terduga Teroris Bima: Yang Teroris Itu yang Menembak Fajar

BIMA (Jurnalislam.com) – Keluarga Fajar, terduga teroris yang dibunuh Densus 88 dalam penggerebekan, Senin (15/2/2016) lalu mengatakan, Densus 88 seharusnya menangkap hidup-hidup para terduga teroris dan melakukan pendekatan asas praduga tak bersalah.

“Densus ini memakai hukum rimba, kebenaran apapun tidak pernah mereka terima. Harusnya kan ditangkap hidup-hidup siapapun yang menjadi terduga tidak boleh main tembak begitu saja,” kata Abdul Samad, perwakilan keluarga korban kepada sejumlah wartawan usai proses pemakaman Fajar, Sabtu (20/2/2016).

“Bagaimana kita mau tahu kesalahan seseorang kalau langsung dibunuh, ini kan banyak timbul fitnah,” sambungnya.

Samad yang mengetahui sosok Fajar sejak kecil menolak anggota keluarganya itu disebut teroris.

“Beliau merupakan anak yang baik, yang teroris itu bukan Fajar, tapi orang yang menembaknya itu,” tandasnya. “Kedzaliman mereka akan dibalas dengan kedzaliman pula oleh Allah SWT.”

Samad juga membantah adanya baku tembak dalam penggerebekan tersebut. “Mereka begitu datang langsung mendobrak pintu dan menembak sekitar enam sampai tujuh kali kata orang tuanya. Tidak ada satu pun yang melihat kejadian persisnya kecuali mereka sendiri,” ucapnya.

Berdasarkan pengakuan Abdul Samad, Fajar ditembak di bagian dada kiri dan lengan.

Staf ahli Anggota Komite I DPD RI, Hj Rabiatul Adawiyah pada Selasa (16/2/2016) lalu mengatakan bahwa pihak keluarga telah meminta Densus 88 untuk menangkap Fajar hidup-hidup. (Baca: Terduga Teroris Bima Ditembak Mati, DPD RI Akan Ajukan Nota Keberatan)

“Jauh sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan pendekatan dengan keluarga, pada kesempatan itu pihak keluarga meminta agar anaknya ditangkap hidup-hidup, tetapi gak tau bagaimana prosedur yang terjadi hingga almarhum ditembak,” kata Mukhtar.

Dalam penggerebekan itu, Densus 88 menangkap tiga orang lainnya. Fajar merupakan satu-satunya korban meninggal dalam penggerebekan itu.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Jenazah Terduga Teroris Bima Dimakamkan

BIMA (Jurnalislam.com) – Jenazah Muhammad Fajar, terduga teroris yang ditembak mati oleh Densus 88 di Penato'I, Kota Bima, Senin (15/2/2016) lalu, hari ini dimakamkan.

Jenazah dijemput oleh pihak keluarga dari Rumah Sakit Bhayangkhara Mataram dan tiba di rumah duka pada sabtu Pukul 02.30 dini hari.

Jenazah korban kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) RT 06 RW 02 Penato'i, Kelurahan Penato'i, Kecamatan Mpunda, Kota Bima pada pukul 10.00 dan dihadiri oleh ratusan pelayat.

Perwakilan keluarga korban, Abdul Samad berharap ke depannya tidak ada lagi umat Islam yang diperlakukan seperti ini.

“Saya berharap ke depannya tidak ada lagi saudara-saudara kita umat Islam yang ditembak mati kayak begini,” kata Samad kepada sejumlah wartawan di lokasi pemakaman.

Samad juga berterimakasih kepada semua pihak yang membantu proses pemakaman anggota keluarganya itu.

“Kami atas nama keluarga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut serta dalam pemakaman ini. Semoga beliau diampuni dosanya dan ditempatkan dalam Jannah (surga),” tuturnya.

Fajar merupakan satu-satunya korban tewas dalam penggerebekan pada Senin (15/2/2016) itu. Sementara tiga lainnya ditangkap. 

Bantah Lakukan Pelatihan Militer, Ansharusyariah: Ini Hanya Diklat Tanggap Bencana

TEMANGGUNG (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 40 anggota Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Tengah yang hendak mengadakan pelatian tanggap bencana di lereng Gunung Sumbing diamankan Polres Temanggung, Jumat (19/2/2016). Mereka dituduh melakukan kegiatan pelatihan militer.

Namun Humas Ansharusyariah Jawa Tengah, Endro Sudarsono membantah tudingan tersebut.

“Rencananya Jamaah Ansyarus Syariah mengadakan Diklat Tanggap Bencana di Gunung Sumbing Temanggung Jateng mulai Jumat-Ahad, 19-21 Februari 2016. Diklat ini bertujuan membekali anggota JAS untuk mengantisipasi berbagai bencana alam di Jateng, dengan berbagai keterampilan seperti P3K, Survival, dan PBB,” jelas Endro kepada Jurnalislam, Sabtu (20/2/2016) pagi.

Namun, lanjut Endro, Diklat yang diikuti peserta dari Solo, Semarang, Sukoharjo, Kendal, Karanganyar dan Klaten ini terpaksa batal setelah Polres Temanggung menyita beberapa senapan angin dan beberapa jenis pisau dari salah satu warga di kaki Gunung Sumbing.

“Sehingga panitia berinisiatif menarik peserta diklat dari kawasan puncak Gunung Sumbing dan memberi klarifikasi kepada Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto,” kata Endro.

Endro menegaskan, puluhan peserta Diklat tersebut naik ke gunung Sumbing pada hari Jumat pukul 10.00 dan tanpa membawa senapan dan senjata tajam jenis apapun.

“Polres Boyolali mengamankan berbagai senapan dan pisau ketika sore hari sesudah dikumandangkan adzan Ashar,” lanjutnya.

“Jadi tidak ada pelatihan militer sebagaimana disebut di media-media. Yang terjadi justru Diklat Tanggap Bencana dibatalkan karena ada pertimbangan menghormati langkah Polres Temanggung yang telah mengamankan barang bukti dirumah salah satu warga,” tandasnya.

Ansharusyariah Jateng menyayangkan langkah Polres Temanggung yang juga mengamankan anak beruumur 15 tahun bernama Miftah sejak Jumat (19/2/2016) sore.

“Dan hingga Sabtu subuh Miftah di Mapilres Temanggung. Ia masih dibawah umur. Ia adalah keponakan dari Parlan salah satu panitia Diklat Tanggap Bencana,” jelasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

Seragam Diklat Tanggap Bencana

Miftah, 15 tahun 

 

Remaja Palestina Tikam 2 Pemukim Yahudi, 1 Tewas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dua remaja Palestina terluka parah kemarin Kamis (18/02/2016) ditembak warga pemukim Yahudi setelah keduanya melakukan aksi penikaman dengan pisau yang menewaskan seorang warga Israel dan melukai seorang lainnya dekat Ramallah, Tepi Barat, lansir Infopalestina, Jumat (19/02/2016).

Kementerian kesehatan Palestina menegaskan dalam keterangannya bahwa dua remaja Palestina Aiman Bassam Ibrahim Shabah (14) dan Salim Mahmud Thaha (14) terluka oleh tembakan warga yahudi di timur Ramallah.

Sementara itu, sumber-sumberzionis  menegaskan tewasnya soerang warga mereka akibat luka tikam dengan pisau di bagian lehernya. Seorang warga Yahudi lainnya yang menjadi korban penikaman mengalami luka sedang di bagian dadanya.

Pihak pengawas resmi Israel malam hari kemarin membolehkan untuk melansir identitas korban penikaman yang terjadi di minimarket dekat Ramallah yang merupakan serdadu brigade di militer Israel.

Juru bicara militer zionis menyebutkan, korban berpangkat sersan Thubiah Fishman (21) di brigade Nahal.

Menurut TV2 Israel dua remaja Palestina itu masuk ke minimarket Rami Leivi jaringan riteil pemukiman ilegal yahudi di salah jalan simpang timur Ramallah dan keduanya langsung menikam dua warga Israel itu dengan pisau sebelum ditangkap oleh satpman dan ditembaknya.

Kedua pelaku terluka dilarikan ke RS Hadasah di Al-Quds dengan luka parah.

Pasukan Israel kemudian menutup jalan-jalan menuju Al-Quds usai terjadi operasi serangan dan menyebabkan lumpuhnya lalu lintas penuh.

Usai kejadian, Israel menahan sekitar 50 pekerja Palestina yang bekerja di toko retail Rami Leivi di ruang tertutup dan diinvestigasi.

Rami Leivi (lahir 1995) adalah pemilik jaringan super market dengan merek namanya dan terdaftar di bursa efek Tel Aviv. Ia juga anggota di Dewan Pemerintah zionis Daerah Jerusalem pendudukan Israel.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Pernyataan Jubir Taliban tentang Serangan Brutal Rezim Kabul di Baghlan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Al Emarah News, Jumat (19/02/2016) merilis pernyataan juru bicara Imarah Islam Afghanistan terkait serangan brutal rezim Kabul pada pemukiman penduduk di Dand-e-Ghori yang berlangsung hampir satu bulan, sebagai berikut:

Para prajurit rezim Kabul telah melaksanakan operasi militer sembarangan di daerah Dand-e-Ghori kabupaten Pul-e-Khumri, provinsi Baghlan, selama 25 hari terakhir. Mereka menghadapi perlawanan sengit dari Mujahidin, hingga menderita korban dan kerugian besar.

Menghadapi kekalahan berulang, musuh secara sistematis menembaki daerah perumahan, menghancurkan rumah-rumah dan bahkan masjid dan membunuh warga sipil. Di tengah operasi genosida ini musuh juga menghancurkan tiang listrik, memotong aliran listrik ke ibukota Kabul.

Kejahatan terhadap warga sipil masih terus berlanjut dan fase menghancurkan rumah-rumah saat ini telah mencapai masjid. 17.000 keluarga telah mengungsi dalam cuaca dingin yang menggigit saat ini dan hidup mereka sangat terancam karena musuh menggunakan senjata berat. Menurut tetua suku dan aktivis masyarakat sipil, sekitar 800 warga sipil telah terbunuh dan terluka dalam serangan darat dan roket musuh. Statistik ini meningkat dari hari ke hari dan musuh terus menghancurkan banyak rumah dan infrastruktur lainnya.

Imarah Islam mengutuk keras kejahatan musuh yang kalah ini dan menyerukan organisasi-organisasi internasional, lembaga-lembaga kemanusiaan dan media untuk memusatkan perhatian mereka terhadap tragedi di Baghlan, mencegah pembunuhan dan penghancuran properti warga sipil, memecah keheningan mereka tentang kebrutalan musuh dan mengembangkan rasa tanggung jawab.

 

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan
Zabihullah Mujahid
1437/10/05 H
19/02/2016 M

 

Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam

Industri Senjata Api AS Pasarkan untuk Anak-anak

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Industri senjata api Amerika menargetkan anak-anak minimal berumur enam tahun dengan senjata berwarna cerah dan mendorong orang tua untuk membiarkan anak-anak menembak pada usia dini, menurut sebuah laporan baru.

Seperti yang dilansir World Bulletin, Jumat (19/02/2016), Pusat Kebijakan Kekerasan (The Violence Policy Center), yang bertujuan menghentikan kekerasan senjata, mengatakan dalam laporannya bahwa produsen senjata memasarkan kepada konsumen termuda karena pasar utama mereka – dewasa kulit putih – mengalami penuaan.

"Industri senjata api telah menetapkan pandangan ke arah anak-anak Amerika. Sama seperti industri tembakau yang mencari perokok pengganti, industri senjata juga mencari penembak pengganti," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

"Seiring dengan harapan peningkatan penjualan senjata, tujuan upaya ini adalah penciptaan generasi pendukung pro-senjata berikutnya untuk pertempuran politik di masa depan."

Contoh "upaya agresif" memasarkan kepada anak-anak misalnya senapan dibuat dengan plastik sehingga lebih mudah dipegang, dengan berat lebih ringan, kata laporan itu. Beberapa produsen menjual senjata api dalam berbagai warna-warna cerah yang disukai anak-anak, termasuk warna merah muda untuk anak perempuan.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa industri senjata api menginginkan agar orang tua membiarkan anak-anak mereka mendapat akses senjata pada usia sedini mungkin."

The National Rifle Association, lobi meriam utama di AS, sebelumnya memiliki situs web untuk para anggota junior-nya, yang dibagi menjadi "Under 8" dan "8 and Up," kata Pusat Kebijakan Kekerasan.

Website yang sekarang disebut "NRA Family," berisi 2.014 artikel yang meninjau senapan pemuda the Thompson/Center HotShot, dan menyebutnya "pistol kecil untuk penembak termuda – senjata yang paling pertama."

Artikel itu mengutip produsen yang mengatakan senapan menargetkan anak-anak berusia enam sampai 12 tahun.

kekerasan senjata tersebar luas di Amerika Serikat, di mana sepertiga dari anak-anak tinggal di rumah dengan setidaknya satu senjata, menurut kelompok Everytown for Gun Safety. Statistik mereka menunjukkan bahwa tujuh anak-anak dan remaja dibunuh dengan senjata di AS pada tiap harinya.

The National Rifle Association tidak segera merespon setelah diminta komentarnya Kamis malam.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Rusia dan AS Adakan Pembicaraan di Jenewa, Bahas Perang Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Para pejabat Rusia dan Amerika mengadakan pembicaraan pada hari Jumat di Jenewa untuk membahas kesepakatan gencatan senjata di Suriah, kata kementerian luar negeri Rusia, lansir World Bulletin Jumat (19/02/2016).

Bertemunya para pejabat militer dan diplomat dimaksudkan untuk membuka jalan bagi pertemuan lebih luas melibatkan pemain internasional yang terlibat dalam konflik saat gencatan senjata yang diharapkan di Suriah gagal terwujud.

"Rusia dan Amerika Serikat mengadakan konsultasi setingkat pakar masalah yang akan mengajukan persetujuan kelompok internasional yang lebih luas," kata juru bicara kementerian luar negeri Maria Zakharova.

Belum ada waktu yang ditetapkan untuk sebuah pertemuan yang lebih luas, ia menambahkan.

Seorang juru bicara PBB di Jenewa mengatakan bahwa utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura terbang kembali ke kota Damaskus hari Jumat dan diharapkan menghadiri pertemuan gencatan senjata yang lebih luas yang awalnya direncanakan di sore hari.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov mengatakan kepada kantor berita Ria-Novosti bahwa "konsultasi yang intens" antara Rusia dan Amerika dimulai Kamis.

Kelompok internasional yang terlibat konflik di Suriah mengumumkan pada 12 Februari bahwa mereka berharap agar terjadi gencatan senjata di Suriah hari Jumat tapi tidak ada tanda-tanda berhentinya perperangan.

Rusia saat ini terus melancarkan operasi pemboman pada wilayah-wilayah yang dikuasai mujahidin Suriah untuk mendukung pasukan yang setia kepada sekutunya rezim Bashar al-Assad.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

NATO Dukung Turki Setelah Serangan Bom di Ankara

TURKI (Jurnalislam.com) – NATO mengatakan pihaknya sangat mendukung anggota aliansi Turki menyusul serangan bom di Ankara, Rabu (17/02/2016), World Bulletin melaporkan Jumat (19/02/2016).

Tidak ada rencana untuk aksi militer di Suriah, tambahnya.

"NATO berdiri dalam solidaritas yang kuat dengan Turki. Kami telah mendukung pertahanan udara Turki selama bertahun-tahun," kata seorang pejabat NATO.

Pejabat itu menambahkan: "aksi militer NATO di Suriah tidak ada dalam agenda."

Sebuah serangan teroris komunis – yang dilakukan bersama-sama oleh anggota YPG Suriah dan anggota PKK yang berbasis di Turki – menghantam kendaraan militer di pusat Ankara, menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 61 orang lainnya.

Turki, Arab Saudi dan negara-negara Eropa Barat tertentu ingin agar pasukan darat dikerahkan di Suriah, dimana Rusia telah memperburuk ketegangan di perbatasan Turki-Suriah.

Awal bulan ini, menteri pertahanan NATO memutuskan untuk mengintensifkan intelijen, pengawasan dan pengintaian di perbatasan Turki-Suriah.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sangat mengutuk serangan hari Rabu dan menyatakan belasungkawa kepada rakyat Turki.

"Tidak akan ada pembenaran untuk tindakan mengerikan seperti itu," kata Stoltenberg dalam sebuah pernyataan Rabu. "NATO dan Sekutu berdiri bahu-membahu dalam memerangi terorisme."

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Warung Ikhlas MDS Bagikan 300 Porsi Makan Kepada Jamaah Shalat Jumat

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Warung Ikhlas "Melangkah Dengan Sedekah” (MDS) membagikan 300 porsi makan gratis bagi jama'ah masjid Salamah Tipes RT Surakarta, bada shoat Jum'at (19/2/2016).

Usai shalat, takmir masjid mengumumkan kepada jamaah shalat jumat tidak meninggalkan tempat karena akan ada pembagian makan siang dari MDS. Tidak lama kemudian beberapa pemuda memakai seragam MDS dengan sigap membagikannya.

Joko, Ketua MDS mengatakan, Masjid Salamah menjadi masjid pertama bagi program Warung Ikhlas MDS yang dilaunching Ahad (14/2/2016) lalu di CFD Slamet Riyadi. Warung Ikhlas MDS akan rutin membaikan makan siang gratis kepada jamaah Shalat Jumat di masjid-masjid se Soloraya.

"Kami bersama temen-temen akan rutin membagikan makan siang gratis khususnya bada jum'atan di masjid-masjid Soloraya, mas. Target kita adalah menyalurkan infaq dan sedekah dari orang-orang yang mampu dan kami kemas dalam bentuk seperti ini (Warung Ikhlas MDS)," ujarnya.

Makan siang pun bisa dinikmati oleh semua kalangan. Agus, seorang sopir ekspedisi yang shalat Jumat di Masjid Salamah mengungkapkan kegembiraannya.

"Alhamdulillah mas, biasanya saya dan kenek saya itu habis sholat gini makan di HIK(warung angkringan), tapi ini kok kebetulan ada orang yang menyedekahkan buat makan siang gratisan, cocok ini mas." ucap Agus.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam